Minggu, 27 September 2015

Ketua Baru PMII Kentingan Dorong Kader Praktikkan Nilai Aswaja

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Usai terpilih sebagai ketua baru Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Kentingan UNS berdasar hasil Rapat Tahunan Komisariat (RTK) PMII Kentingan, yang telah dilaksanakan belum lama ini, Tsaniananda Fidyatul Chafidzoh mengatakan akan memprioritaskan pada perapihan database organisasi dan meningkatkan kualitas kader.

Ketua Baru PMII Kentingan Dorong Kader Praktikkan Nilai Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru PMII Kentingan Dorong Kader Praktikkan Nilai Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru PMII Kentingan Dorong Kader Praktikkan Nilai Aswaja

“Untuk periode ini, prioritas pada perapihan database organisasi, baik internal maupun jaringan-jaringan yang dimiliki,” terang mahasiswi Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) itu, Kamis (7/1).

Peningkatan jumlah dan kualitas kader juga menjadi agenda pokok lain yang akan menjadi garapan pada masa kepengurusannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ditambahkan gadis yang akrab disapa Ninda itu, pihaknya juga senantiasa mendorong para kader PMII Kentingan untuk memperdalam pemahaman ajaran dan nilai-nilai Aswaja.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita harapkan, para kader dapat mempraktikkan nilai Aswaja dalam keseharian serta dalam menganalisa permasalahan masyarakat dan lingkungan,” papar dia.

Ketua demisioner, Rijal menitipkan kepada Ninda agar bisa membawa perubahan bagi PMII Kentingan menjadi lebih baik. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Pertandingan, Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 14 September 2015

Pemuda NU Kudu Nahdlah, Jangan Tidur Melulu!

Bogor, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menggelar pengajian rutin di Masjid Al Hikmah. Pada rutinan tersebut, pemuda NU mengikuti pengajian kitab Qami Thughyan, Syarah Kitab Syubul Iman dan Washiyyatul Musthofa yang diampu KH Zainil Achyar.

“Sebuah pisau tak akan tajam jika tak sering diasah. Begitu pula dengan ilmu yang tak akan matang jika tak selalu dikaji,” ujar Heru Hermawan Ketua PAC Klapanunggal di sela kegiatan pada (23/3) tersebut.

Pemuda NU Kudu Nahdlah, Jangan Tidur Melulu! (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda NU Kudu Nahdlah, Jangan Tidur Melulu! (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda NU Kudu Nahdlah, Jangan Tidur Melulu!

Menurut dia, dasar dari pergerakan dimulai dari kajian-kajian. Itulah mengapa Majlis Rijalul Ansor diadakan sebagai tempat refleksi untuk mengkaji ilmu-ilmu agama.

Dewan Penasehat GP Ansor Klapanunggal Yayat Ruhiyat memberikan arahan dan masukan agar pengajian tersebut senantiasa berjalan dengan istiqomah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara KH Zainil Achyar, selepas pengajian berpesan untuk bangga menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena tidak ada ibadah yang lebih indah dan aman selain Indonesia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Banggalah jadi NKRI. Tidak ada ibadah yang lebih indah dan aman selain Indonesia,” tegasnya.

Ajengan yang akrab disapa Kang Haji itu mengaku senang NU sekarang aktif di Klapanunggal. Namun, ia menekankan agar pemudanya sesuai dengan nama organisasi induknya, yakni nahdlah, harus bangkit.

"Alus NU kiwari tos berjalan di Klapanunggal, ulah he’es wae. Sesuai atuh jeung ngaran, kudu nahdlah, bangkit komo pemudana. Kudu nahdlah kiwari mah (bagus, NU sekarang sudah berjalan di Klapanunggal. Tapi harus sesuai dengan namanya, nahdlah, harus bangkit, jangan tidur melulu. Harus nahdlah sekarang mah, terutama bagi pemuda),” pesan pengasuh Pondok Pesantren Al-Mubarokah tersebut.

Kegiatan itu diinisiasi PAC GP Ansor dengan MWCNU Klapanunggal di setiap Kamis malam pada minggu ketiga dan keempat setiap bulan. (Ajis Ian/Dhamiry/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Hikmah, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 08 September 2015

PMII Rayon Ashram Bangsa Bentuk Kader Sadar Gender

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pergerakan Mahasiswa Islam Indoesia (PMII) Rayon Ashram Bangsa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Sekolah Feminis dengan tema Membentuk Karakter Kader PMII yang Progresif, Transformatif dan Berkesadaran Gender di Pondok Pesantren Hidzhul Biah Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, 28-29 Desember 2013.

Sekolah feminis ini diikuti puluhan kader PMII Rayon Ashram Bangsa dari berbagai angkatan, baik perempuan maupun laki-laki. Kegiatan ini dimotori Komunitas Perempuan Syariah (Kapas) sebagai badan semi otonom rayon yang menangani keperempuan. Paserta tak hanya disuguhi sejumlah teori tapi juga dihadapkan dengan studi kasus.

PMII Rayon Ashram Bangsa Bentuk Kader Sadar Gender (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Rayon Ashram Bangsa Bentuk Kader Sadar Gender (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Rayon Ashram Bangsa Bentuk Kader Sadar Gender

"Sekolah Feminis ini dilaksanakan bukan sebatas pemahaman tentang gender semata. Lebih dari itu kami ingin membuktikan bahwa kader perempuan PMII Ashram Bangsa mampu mempunyai nilai tawar terhadap publik,” ujar Naya, Ketua Kapas PMII Rayon Ashram Bangsa dalam sambutannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut dia, sebagai generasi yang dibesarkan dalam lingkungan NU, pihaknya ingin meyampaikan kepada masyarakat bahwa Islam di Indonesia adalah agama yang ramah terhadap perempuan.

Naya mengungkapkan, generasi muda PMII saat ini khususnya perempuan mulai enggan mengaji tentang gender karena dianggap sebagai bentuk perlawanan. Padahal, gender berbicara mengenai hak. Atas dasar itulah PMII Rayon Ashram Bangsa mengadakan Sekolah Feminis untuk kalangan kader-kader PMII khususnya perempuan. (Abdul Rahman Wahid/Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 02 September 2015

Saat Gus Dur Menolak Disambut dengan Shalawat Badar

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Warga Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, menyimpan kenangan yang baik tentang sosok Gus Dur. Ketua PCNU Pidie Jaya, Tengku Marzuki M Ali, salah satunya. 

Saat Gus Dur Menolak Disambut dengan Shalawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Gus Dur Menolak Disambut dengan Shalawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Gus Dur Menolak Disambut dengan Shalawat Badar

Pada pertengahan Desember lalu, ketika Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah melakukan peliputan kunjungan PBNU ke lokasi pengungsian warga terdampak gempa Pidie Jaya, Tengku Marzuki menceritakan kenangannya tentang sosok Gus Dur. 

Sekitar tahun 1999, Gus Dur mengunjungi Aceh dalam kaitannya dengan referendum yang dikehendaki sebagian masyarakat Aceh. Tepat ketika Gus Dur memasuki ruang pertemuan di Masjid Baiturrahman, segera masyarakat yang umumnya warga NU, mengumandangkan shalawat badar. 

Tetapi, Gus Dur meminta hadirin menghentikan bacaan salawat tersebut. “Jangan itu (shalawat badar),” kata Tengku Marzuki menirukan Gus Dur. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadirin yang heran pun terdiam. Gus Dur lalu meneruskan, “Ayo kita baca ilahilastulil firdausi ahla....

Hadirin segera mengikuti membaca syair itu, sehingga suasana berubah menjadi lebih syahdu. Hadirin terbawa dan larut dalam syair yang berisi pengakuan dosa dan permohonan ampun kepada Allah SWT itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Peristiwa tersebut lagi-lagi menunjukkan bahwa Gus Dur adalah sosok yang sederhana dan tak suka diagung-agungkan.

Karena dalam pandangan Gus Dur, selain ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW, shalawat badar juga dilantunkan untuk menyambut sebuah kemenangan. Hal ini berbeda dengan konteks kunjungannya saat itu. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Lomba, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah