Minggu, 07 Januari 2018

Ragam Bahasa Internasional Warnai Mapaba PMII Unpad

Sumedang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Padjadjaran (Unpad) Cabang Sumedang kembali menyelenggarakan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) di Pondok Pesantren Al-Falah, Cileles Jatinangor ini.?

Ragam Bahasa Internasional Warnai Mapaba PMII Unpad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ragam Bahasa Internasional Warnai Mapaba PMII Unpad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ragam Bahasa Internasional Warnai Mapaba PMII Unpad

Pada pembukaan kegiatan tersebut disajikan ragam bahasa internasional yang disampaikan oleh petugas pembawa acara, Siti Zulaiha dan Nurfitri. Mereka berdua sudah piawai menyampaikan beragam bahasa internasional, meliputi bahasa Indonesia, Perancis, Rusia, Arab.

"Dalam proses Mapaba tahun ini diharapkan bisa memberikan nuansa yang berbeda dengan acara-acara sebelumya," ujar Ketua PMII Komisariat Unpad, Gilang Ramadhan disela-sela kegiatan, Sabtu (12/10/2016)

Selain itu, lanjut Gilang, konsep dengan ragam bahasa internasional ini juga diharapkan bisa memberikan motivasi terhadap peserta sekaligus bentuk apresiasi terhadap kader yang memang berkecimpung di dunia sastra dan bahasa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ini bagian dari tujuan berorganisasi yakni melakukan rekruitmen anggota dan memberikan pemberdayaan kepada anggotanya yang kemudian diimplementasikannya dalam acara seperti ini," katanya.

Salah seorang peserta dari Fakultas Hukum Universitas Padjdjaran, Rizqi Purnama Syarif mengaku sangat antusias mengikuti rangkain acara pembukaan Mapaba PMII kali pertamanya ini.

"Awalnya saya bingung dengan bahasa yang dituturkan oleh MC, tetapi setelah MC disebelah menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, jadi mengerti. Sekaligus ini jadi motivasi buat saya agar kedepan bisa seperti mereka," tutur ? Rizqi.

Kegiatan yang digelar dari Jumat sampai Ahad (11-13/11) diikuti mahasiswa dan mahasiswi dari Unpad dan dari Kampus IKOPIN Jatinangor. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah Cileles, KH Aceng Muhyi. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pesantren Ini Syiarkan Agama dan Pesantren Lewat Teknologi

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Banyak cara dilakukan pesantren untuk mensyiarkan agama. Selain berdakwah secara langsung, juga bisa melalui dunia maya. Seperti yang dilakukan KH Hassan Ahsan Malik, salah satu generasi penerus kepemimpinan Pesantren Zainul Hasan (Zaha) Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo.

Selama Ramadhan ini, di Pesantren Zainul Hasan Genggong ada lima kitab yang dikaji. Lima kitab itu berusaha dikhatamkan dalam 10 hari pertama Ramadhan. Diantaranya, kitab Minhâjul Abidin, Al-Ahâdîtsu Al-Tartîbi Ahrufil Hijâ’iyah, Risâlatul Hashnil Hashîn, Dalâ’ilul Khairât, dan Karâmâtus Shahâbah.

Pesantren Ini Syiarkan Agama dan Pesantren Lewat Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Ini Syiarkan Agama dan Pesantren Lewat Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Ini Syiarkan Agama dan Pesantren Lewat Teknologi

Lima jenis kitab itu masing-masing dikaji para pengasuh pesantren. Salah satunya oleh KH Hassan Ahsan Malik. Kali ini, pria yang akrab dipanggil Non Alex itu mengkaji kitab Karâmâtus Shahâbah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Melalui Biro Kominfo, Non Alex berusaha memperluas jaringan melalui dunia maya. Baik lewat media sosial maupun dengan mendirikan website. Melalui website ini, warga bisa mengakses beragam informasi tentang Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Selain lewat website, ada juga radio yang menyiarkan secara langsung setiap kegiatan yang digelar di pesantren. Termasuk, hataman kitab yang dikaji para pengasuh pesantren selama Ramadhan ini. “Banyak alumni yang meminta update perkembangan pesantren. Untuk menjawab pekembangan zaman dan makin majunya dunia teknologi, kami juga mendirikan website dan radio,” ujarnya.

Menurut Non Alex, dengan adanya website dan radio, pihaknya bisa makin mudah menyiarkan agama dan membumikan pesantren. “Kalau orang bosan membaca, bisa mendengarkan informasi pesantren melalui radio. Tujuannya, tetap demi syiar agama dan membumikan pesantren,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saran MUI Agar Kesalahan Dai TV Tidak Terulang Lagi

Gorontalo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mengatakan, untuk menjadi ustadz atau ustadzah seseorang harus mengetahui kapasitas dirinya sendiri. Insan pertelevisian dan masyarakat juga harus selektif dan pandai dalam memilih ustadz atau ustadzah untuk mengisi ceramah di televisi.

Kiai Cholil menyarankan, meski sang dai televisi yang berbuat kesalahan tersebut sudah minta maaf, namun harus ada tindak lanjut agar kesalahan-kesalahan dalam berceramah tidak terus terulang kembali. 

Saran MUI Agar Kesalahan Dai TV Tidak Terulang Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Saran MUI Agar Kesalahan Dai TV Tidak Terulang Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Saran MUI Agar Kesalahan Dai TV Tidak Terulang Lagi

“Pertama, bagi kita yang hendak menyampaikan ajaran Islam di publik harus menyiapkan materi sebaik-baiknya agar apa yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Kiai Cholil kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Selasa (5/12).

Kedua, para dai seharusnya hanya menyampaikan sesuatu pengetahuan yang telah diketahui dan diyakini pasti kebenarannya menurut dalil syar’i. Seorang dai jangan menyampaikan materi ceramah yang tidak diketahui dan menjawab semua pertanyaan hanya berdasarkan sangkaan saja. 

Ketiga, jika belum mampu menjadi guru hendaklah menjadi santri atau pelajar. Seorang dai harus lah seseorang yang benar-benar menguasai ilmu agama agar tidak terjadi penyesatan ajaran Islam. Mereka tidak cukup hanya belajar agama dari internet atau terjemahan teks-teks keagamaan saja lalu kemudian berceramah yang disaksikan khalayak umum.

Beberapa hari yang lalu, ada seorang penceramah di salah satu stasiun televisi swasta yang melakukan kesalahan fatal dalam penulisan Al-Qur’an, Surat Al-Ankabut ayat 45. Saat sang dai tersebut berceramah, ayat tersebut muncul pada layar yang terletak di belakangnya. Ayat tersebut tampak seperti ditulis menggunakan tangan. Namun, tulisan ayat yang ada di layar tersebut berbeda dengan tulisan ayat asli yang ada di dalam Al-Qur’an. Dengan cepat, kesalahan ini menjadi viral di dunia maya. Banyak pihak yang menyayangkan kesalahan tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya melihatnya tidak semata-mata soal kesalahan media papan tulisnya saja, tetapi juga karena minimnya kompetensi yang bersangkutan,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren, Berita, Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 06 Januari 2018

Kader NU Pimpin FKM Pascasarjana UPI

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rezza Septian, kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bandung terpilih secara aklamasi menjadi ketua Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia pada momen Musyawarah Besar di Gedung Pascasarjana UPI, Kamis (29/12/2016).

Kader NU Pimpin FKM Pascasarjana UPI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Pimpin FKM Pascasarjana UPI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Pimpin FKM Pascasarjana UPI

"Semoga Rezza mampu menakhodai FKM dengan baik dan mampu menjadikan FKM sebagai tempat refrentatif bagi mahasiswa Pascasarjana dalam mengembangkan aktualisasi diri seluruh mahasiswa Pascasarjana " kata Nurul Fatonah, Ketua Panitia Mubes FKM.

Rezza yang juga sebagai mahasiswa Pascasarjana Jurusan Bimbingan dan Konseling mengajak kepada seluruh mahasiswa agar Satu barisan dan satu cita menuju organisasi leading dan outstanding dalam kerangka tridarma perguruan tinggi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Keberadaan FKM merupakan penunjang dalam rangka peningkatan keilmuan dan sebagai media aktualisasi diri mahasiswa di pascasarjana UPI," kata Reza.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu, kata Rezza, FKM merupakan satu-satunya organisasi intra kampus yang mewadahi aspirasi dan apresiasi mahasiswa pascasarjana UPI.

"FKM tentunya sangat strategis untuk pengembangan kapasitas mahasiswa. Karena, sebagai universitas pendidikan tebesar di Indonesia, keberadaan UPI Bandung sangatlah strategis sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan di Indonesia," tegasnya.

Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia yang terletak di JL Dr Setiabudhi no 228 Bandung, Jawa Barat, saat ini tercatat memiliki mahasiswa kurang lebih 8.000 orang dengan program studi 36 prodi. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU

Situbondo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. KHR. Cholil As’ad Syamsul Arifin mengingatkan, saat ini ada kalangan yang mengincar masjid-masjid NU untuk diambil alih pengelolaannya. Ia mengemukakan itu saat memberikan pengarahan di aula Mts. Salafiyah Syafi’iyah, Mumbulsari, Jember, Jawa Timur, Kamis (23/5).

Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU

Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo, Mimbaan, Situbondo ini menjelaskan, masjid adalah lambang sekaligus sentral kegiatan ibadah dan sosial kehidupan masyarakat. Karena itu, masjid harus dijaga dan dipelihara dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab, “Jangan sekali-kali pengelolan masjid diberikan kepada orang yang tidak jelas latar belakang amaliahnya (bukan NU).

Kiai Cholil menambahkan, biasanya orang yang ada maunya, pura-pura baik. Mereka awalnya memang mengikuti apa yang menjadi tradisi di lingkungan setempat, bahkan terkesan mendukung. Namun setelah punya jamaah, dia membelokkan arah jamaahnya,? “Makanya kita harus hati-hati betul dengan orang yang tidak jelas ujung pangkalnya,” lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Putera KHR As’ad Syamsul Arifin ini mengaku miris mendengar kabar bahwa di Jawa Tengah sudah ada 40-an masjid NU yang beralih tangan. Masjid-masjid itu semula dikelola warga nahdliyyin, namun? dengan cara-cara tertentu, masjid-masjid itu akhirnya berpindah tangan pengelolanya, “Itu di Jawa

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tengah, di Jaw aTimur, insyaalah juga ada,” tukasnya.

Acara yang bertitel? “Penguatan amaliah Ahlussunnah wal jama’aah” itu dihadiri sekitar 200 orang. Mereka terdiri dari ketua dan sekretaris Ranting NU dan 3 orang pengurus takmir masjid se-Kecamatan Mumbulsari serta para tokoh NU setempat. Dalam kesempatan itu, hadir juga Rais Syuriah PCNU Jember, KH. Muhyiddin Abdusshomad.

Redaktur? ? ? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor? : Aryudi A. Razaq ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, Kajian Islam, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muslimat NU Bentuk Laskar Antinarkoba Hingga Pelosok Desa

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Bahaya narkoba menjadi perhatian serius Pimpinan Cabang Muslimat NU Jombang. Perhatian itu diwujudkan dengan membentuk Laskar Perempuan Antinarkoba hingga pelosok desa.

Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Jombang Hj Mundjidah Wahab mengatakan, bahaya narkoba sudah sangat mengkhawatirkan bagi generasi anak bangsa. Karenanya Muslimat meminta kaum ibu untuk mendampingi dan mengawasi perilaku anak dan masyarakat sekitar.

Muslimat NU Bentuk Laskar Antinarkoba Hingga Pelosok Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Bentuk Laskar Antinarkoba Hingga Pelosok Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Bentuk Laskar Antinarkoba Hingga Pelosok Desa

"Kita kaum Muslimat NU yang berada di desa-desa harus bergerak, membentengi anak anak kita dan masyarakat kita," tuturnya saat pengukuhan Laskar Perempuan Antinarkoba di Desa Sentul Tembelang, Ahad (31/7).

Dikatakan Mundjidah yang juga Wakil Bupati Jombang ini, peredaran narkoba sudah sangat mengancam genaerasi bangsa. Tidak hanya di perkotaan, barang haram ini juga menyasar pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Peredaran narkoba sudah menjadi bencana, butuh aksi dan peran semua pihak untuk memerangi. Termasuk kita kaum ibu yang lebih dekat dengan anak anak," tandasnya.

Masih menurut Mundjidah, Lakar Perempuan Antinarkoba dibentuk PC Muslimat NU Jombang hingga pimpinan ranting yang ada di desa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Masing masing Ranting ada sebanyak 5 orang, dan sejak dideklarasikan bulan lalu oleh Ketua PP Muslimat Ibu Khofifah, di Jombang sudah terbentuk di dua kecamatan yakni PAC Muslimat Perak dan PAC Tembelang," bebernya.

Dengan telah dikukuhkannya Laskar Perempuan Antinarkoba ini, lanjut putri pendiri NU KH Wahab Hasbullah ini, perempuan Muslimat NU berperan aktif bekerja sama dengan tiga pilar, Kepala Desa, Babinkabtibmas dan Babinsa memberantas narkoba.

"Muslimat harus aktif baik melalui pengajian, arisan maupun kegiatan lainnya dalam mensosialisasikan, mengawasi dan juga melakukan penyuluhan bahaya narkoba di sekitar kita," pintanya.

Hadir dalam pengukuhan lskar oleh PAC Muslimat NU Tembelang yang dibarengkan dengan pengajian halal bihalal dihadiri Camat Wor Windari, Kapolsek, dan Komandan Koramil serta kepala desa. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Santri, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Soal Puasa Ramadhan, Baiknya Ikuti Ketetapan Pemerintah

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengasuh Pesantren Al-Wustho Pringsewu KH Ahmad Nasihin mengajak segenap warga Pringsewu untuk mengikuti ketetapan pemerintah terkait awal pelaksanaan puasa Ramadhan. Menurutnya, mengikuti ketetapan pemerintah adalah sebuah kewajiban.

"Lebih wajib dan hak mengikuti Ketetapan Pemerintah dalam mengawali puasa Ramadhan," kata Kiai Nasihin, Ahad (29/5).

Soal Puasa Ramadhan, Baiknya Ikuti Ketetapan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Puasa Ramadhan, Baiknya Ikuti Ketetapan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Puasa Ramadhan, Baiknya Ikuti Ketetapan Pemerintah

Keputusan pemerintah melalui Kementerian Agama RI dalam mengawali Ramadhan tidak dilakukan secara asal-asalan. Semua proses pengambilan keputusan yang dilakukan melalui sidang itsbat didasarkan pada perhitungan yang komprehensif dengan menggunakan teknologi dan kaidah-kaidah yang disyariatkan agama.

"Kita sebagai rakyat gampang. Tinggal mengikuti saja," kata Wakil Rais Syuriyah MWCNU Pringsewu ini di depan Jamaah Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Gedung NU Pringsewu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terkait dengan sebagian masyarakat yang masih mengedepankan hisab ataupun hitungan lain semisal pasang surut air laut, Kiai Nasihin mengatakan bahwa hal tersebut tidak bisa dijadikan hukum dan patokan tetap.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Rasulullah jelas memerintahkan untuk melakukan rukyah karena ketetapan menggunakan hisab sering terjadi meleset," tambahnya.

Kiai Nasihin menceritakan bahwa dalam berpusa Rasulullah selalu melakukan rukyah. "Hasilnya selama 11 tahun berpuasa Ramadhan, Rasulullah melakukan 7 kali puasa dengan hitungan 29 hari dan 4 kali puasa dengan hitungan 30 hari. Tidak ada puasa Ramadhan sebanyak 28 atau 31 hari," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut juga Ia menjelaskan berbagai macam hukum terkait Fiqh Puasa sebagai modal ilmu dalam melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan. Apa itu puasa, apa saja yang membatalkannya, siapa yang wajib melakukannya, kapan dimulainya dijelaskan dengan rinci dengan referensi berbagai macam kitab oleh alumni Pesantren Leler Banyumas ini.

"Setiap orang beramal tidak didasari oleh ilmu, maka amalnya tidak akan diterima oleh Allah SWT," pungkasnya mengutip sebuah maqolah ulama.

Ia memotivasi para jamaah untuk terus memperdalam ilmu dalam melakukan segala bentuk amal ibadah. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Lomba, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah