Selasa, 05 Desember 2017

Menpera Kagumi Spirit Kemandirian Pesantren

Pamekasan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Republik Indonesia H Ir Dian Faridz menyatakan salut atas spirit kemandirian yang tertanam kuat dalam kehidupan pesantren. Menurutnya, salah satu kelemahan generasi muda saat ini ialah terletak pada semangat kemandirian tersebut.

Menpera Kagumi Spirit Kemandirian Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpera Kagumi Spirit Kemandirian Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpera Kagumi Spirit Kemandirian Pesantren

Ia menyampakan hal itu saat mengunjungi Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (18/01). Dalam lawatannya tersebut, Faridz menghadiri maulid nabi Muhammad SAW dan milad ke-45 Pondok Pesantren Bustanul Ulum di Tagangser Laok, Kecamatan Waru, Pamekasan.

"Dan harus diakui, pesantren mempunyai peran besar dalam menguatkan spirit kemandirian di tubuh bangsa ini. Dari pesantren lah generasi bangsa yang sangat tangguh bermunculan," akunya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ditegaskan, spirit kemandirian tersebut diharapkan tetap lestari. Jangan sampai ganasnya era globalisasi justru memasungnya. "Dan kami berkeyakinan, selagi langkah kiai tetap mengetengahkan nilai keislaman, ganasnya globalisasi tidak akan mampu menggerus nilai-nilai mulia kepesantrenan," terangnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Karena pesantren mempunyai peran vital dalam membangun negeri ini, pihaknya menyatakan tidak akan mengabaikan keberadaannya. Tentu dengan memperhatikan perkembangan pesantren melalui program pemerintah yang pro-rakyat. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Sholeh Qosim Paparkan Fadhilah Bersedekah sebelum Ramadhan

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dan dijalankan oleh setiap Muslim, terutama warga Nahdliyin dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Meski amal ibadah sebelum Ramadhan itu tidak diwajibkan, akan tetapi fadilah dan nilai ibadahnya sungguh luar biasa.

KH Sholeh Qosim Paparkan Fadhilah Bersedekah sebelum Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Sholeh Qosim Paparkan Fadhilah Bersedekah sebelum Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Sholeh Qosim Paparkan Fadhilah Bersedekah sebelum Ramadhan

Wakil Katib Syuriah PCNU Sidoarjo KH Sholeh Qosim saat ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah dikediamannya, Rabu (3/6) terkait amalan menjelang bulan suci Ramadhan, dirinya menyampaikan, bahwa Nabi Muhammad SAW kalau bersedekah diberikan menjelang Ramadhan. Karena menyedekahkan menjelang Ramadhan lebih bermanfaat.

"Budaya Nabi Muhammad SAW menyambut bulan Suci Ramadhan, disamping berpuasa Syaban, silaturahmi dan bersedekah, Nabi selalu membebaskan orang yang mempunyai hutang. Sehingga ketika orang tersebut menjalankan ibadah puasa Ramadhan, tidak terganggu, bisa kosentrasi dan khusyuk," ucapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan menyedekahkan makanan, pakaian yang diberikan menjelang Ramadhan, kata Kiai Sholeh, fadhilahnya 700 lipat. Yang lebih penting lagi, datang ke guru dan ulama meminta doa supaya lebih mantap dan berkah. Nilainya sangat positif, dan harus dibudayakan lagi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sehingga rukun Islam yang ke 4 itu menjadi fokus ketika orang melakukan ibadah. Berbeda kalau diberikan menjelang Idul Fitri. Sebab kalau diberikan sebelum Ramadhan, pahalanya 700 tingkat, sedangkan setelah Ramadhan pahalanya 1 derajat/tingkat," tandasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi

Bojonegoro, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Walisongo Sumberrejo, Bojonegoro, Jawa Timur,? Jumat (2/5) pagi, mendadak dihebohkan oleh kedatangan puluhan polisi, pramugari, sinden, guru, pilot, dokter, suster. Ada pula puluhan atlet, mulai dari jago silat hingga pemain sepakbola.

Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi

“Saya kaget, kok di MINU banyak polisi, perawat, polwan. Mereka cantik-cantik dan ganteng-ganteng pula,” kata Sri Wahyuni, salah satu walisiswa taman kanak-kanak yang pagi itu mengantarkan putranya bersekolah.

Ternyata yang berpakaian aneka macam profesi tersebut adalah siswa-siswi MINU Walisongo yang merepresentasikan masa depan mereka. Dalam rangka hari pendidikan nasional (Hardiknas) 2014 seluruh siswa-siswi MINU Walisongo memang disarankan mengenakan busana cita-cita mereka ketika kelak dewasa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Maka tidak heran suasana pagi di lembaga yang satu atap dengan TK Muslimat NU 28 Sumberrejo tersebut riuh oleh suara anak-anak yang akan berpawai.

“Saya senang sekali memakai busana tentara ini, jadi gagah seperti ayah,” kelakar Rafli siswa kelas 1 Unggulan (kelas Bonang).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Semua berebut mengikuti upacara bendera yang dilaksanakan madrasah yang berlokasi di Desa Sumuragung tersebut. Banyak juga pengguna jalan serta bapak-ibu walisiswa menyempatkan diri untuk sekedar bersalaman atau foto bersama para bocah mungil itu.

Selain upacara bendera dan “narsisme” busana, peringatan Hardiknas di MINU Walisongo juga diisi dengan lomba merangkai puisi kepada dewan guru. Kegiatan dilanjutkan dengan pawai ta’aruf. Hal ini diadakan guna mengingatkan masyarakat akan pentingnya peran serta pendidikan bagi generasi mendatang.

“Kami masih banyak menemui anak usia sekolah namun sudah bekerja. Semoga orang-orang yang memperkerjakannya dengan menyaksikan pawai pendidikan kami ini tergugah, bahwa masa depan anak-anak itu jauh lebih penting daripada laba yang mereka dapat,” pinta Mariyanto, kepala madrasah di bawah naulang LP Ma’arif NU Bojonegoro ini yang juga anggota PPK Sumberrejo tersebut. (Satria Amilina/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pesta Seks di Surga? Nadirsyah Hosen: Pahami Konteks Ayat

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Program Islam itu indah di Trans TV yang dibawakan oleh pemuda Syamsuddin Nur, Sabtu (15/7) dinilai masyarakat justru tidak mencerminkan indahnya Islam karena menerangkan ayat Al-Qur’an secara tekstual, tidak kontekstual. Dalam penjelasannya, ia menyebut ada pesta seks di surga.

Tak ayal kata yang terdengar negatif dan tabu di telinga umat Islam tersebut menuai banyak kecaman masyarakat, tak terkecuali Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-New Zealand, Nadirsyah Hosen.

Pesta Seks di Surga? Nadirsyah Hosen: Pahami Konteks Ayat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesta Seks di Surga? Nadirsyah Hosen: Pahami Konteks Ayat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesta Seks di Surga? Nadirsyah Hosen: Pahami Konteks Ayat

Dosen senior di Monash Law School Australia yang menggeluti bidang Hukum Islam (Syariah) dan Hukum Umum ini menuliskan tanggapan panjang lewat tweet di akun twitter pribadinya, @na_dirs, Selasa (18/7).

Menurutnya, Al-Qur’an tidak boleh dipahami secara tekstual dan harfiah, melainkan harus dipahami konteks sosial ketika ayat tersebut diturunkan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Memahami ayat hanya dari terjemahan harfiah akan membawa kita pada pemahaman zahir akan kenikmatan surga yang dikisahkan dalam Nash,” ujar Nadirsyah Hosen dalam salah satu cuitannya.

Berikut 22 cuitan lengkap Nadirsyah Hosen yang berhasil dihimpun Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah:

Surga yang diributkan. Gara2 ceramah @itss_syam (Syamsuddin Nur) yg mengatakan kenikmatan terbesar di surga nanti adalah pesta seks, banyak yg heboh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah





Mungkin @itss_syam lupa bhw kenikmatan terbesar di surga kelak adalah saat kita memandang wajahNya. Bukan soal bidadari dan seks.





Tapi beliau @itss_syam sudah minta maaf. Ya mari kita maafkan. Selalu ada pelajaran dibalik peristiwa. Smg kedepannya lebih hati2 lagi.





Tapi bukankah di ayat dan hadits itu ada soal seks dan bidadari di surga? Bgm memahaminya? Di sinilah perlunya memahami konteks sosial.





Memahami ayat hanya dari terjemahan harfiah akan membawa kita pada pemahaman zahir akan kenikmatan surga yg dikisahkan dalam Nash.





Saya ingin beri contoh 3 kenikmatan surga: bidadari, sungai dan kebun, serta khamr. Ketiganya jangan dipahami secara zahir semata.





Iming2 kenikmatan ketiganya adalah strategi dakwah Islam sesuai konteks sosio-historis masyarakat Arab jahiliyah saat itu.





Sebelum Islam datang, orang Arab istrinya gak terbatas. Islam dtg bawa aturan maksimal 4. Rugi dong kalau masuk Islam? Begitu tanya mrk.





Maka Islam tawarkan kalau kalian buat baik di dunia akan ada bidadari cantik menunggu di surga. Ini kompensasi sesuai konteks saat itu.





Bidadarinya jumlahnya berapa? Banyak, kata Islam. Cantik gak? Cantik, santun, montok, bergelang emas, selalu perawan, jawab Quran.





Jadi ini jawaban Quran pada konteks masyarakat yang masih jahiliyah, gila wanita dan merasa rugi kalau masuk Islam. Ini konteksnya.





Gak cuma itu, Quran kasih iming2 lain soal surga. Dulu itu org kaya adalah mrk yg punya kebun kurma banyak. Di surga gimana nanti? Ada!





Akan ada kebun yg indah, dimana akan mengalir air di bawahnya. Jgn lupa arab itu tandus dan gersang, maka surga yg diprojeksikan spt itu.





Kalau utk masyarakat Jawa yg subur, banyak kebun dan sungai tentu projeksi surga spt itu gak akan menarik lha wong udah ada hehehe.





Itu sebabnya memahami penggambaran surga jgn zahir saja. Rugi nanti kalau surga isinya cuma kebun doang. Pahami ayat secara sosiologis.





Orang arab tukang minum khamr. Eh diharamkan. Rugi dong masuk Islam. Maka Islam harus memberi jawaban kompensasi kelak di surga.





Maka dalam sebuah riwayat dikatakan di surga nanti ada sungai isinya khamr. Kamu minum sambil menyelam gak bakal mabuk. Puas deh.





Begitulah cara Islam berdakwah dg memprojeksikan ukuran kesenangan dan kebahagiaan masyarakat Arab pada saat itu.





Anak sekarang nanyanya: ? di surga ada wifi gak? Boleh jadi kalau Quran masih turun skr jawabannya: "ada wifi dg kecepatan tak terbatas".





Padahal sejatinya surga itu adalah yg tak terbayangkan oleh kata dan mata serta rasa. Beyond our imagination.





Pelajaran yg kita ambil dari kasus "surga yg diributkan" ini adalah: pahami ayat sesuai konteksnya dan pahami manhaj dakwah Quran.





Demikian penjelasan singkat saya. Waallahu alam bisshawab.





Seperti diberitakan, video Syamsuddin Nur beredar luas di media sosial soal kata-kata pesta seks di surga. Dalam video berdurasi 56 detik itu, kata-kata tersebut membuat masyarakat geram.

"Salah satu nikmat yang ada dalam surga adalah pesta seks. Minta maaf karena inilah yang kita tahan-tahan di dunia dan kenikmatan terbesar yang diberikan Allah SWT di surga adalah pesta seks. Kenapa ini? Karena ini yang disuruh tahan di dunia oleh laki-laki," ungkap Syamsuddin Nur dalam cuplikan video yang beredar. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ganjaran Berbagi Takjil untuk Orang Berpuasa

Setiap kita tidak mengerti kualitas puasa orang lain. Bahkan kita sendiri tidak tahu kalau ada orang lain mengaku berpuasa padahal hanya pengakuan dusta. Karena, ibadah puasa lebih dimengerti oleh pihak yang bersangkutan. Namun demikian, agama menganjurkan mereka yang sedang berpuasa untuk berbagi makanan atau minuman kepada sesamanya.

Syekh Said Muhammad Ba’asyin dalam Busyrol Karim mengatakan sebagai berikut.

Ganjaran Berbagi Takjil untuk Orang Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ganjaran Berbagi Takjil untuk Orang Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ganjaran Berbagi Takjil untuk Orang Berpuasa

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Orang yang berpuasa disunahkan berbagi sesuatu dengan orang lain untuk buka puasanya meskipun hanya sebutir kurma atau seteguk air. Kalau dengan makan malam, tentu lebih utama berdasar pada hadits Rasulullah SAW.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Beliau bersabda, “Siapa yang membatalkan puasa orang lain, maka ia mendapatkan pahala puasa tanpa mengurangi pahala puasa orang yang bersangkutan.”

Kalau selagi berpuasa tadi orang yang ditraktir melakukan hal-hal yang membatalkan pahala puasanya seperti berbuat ghibah, menghasut orang lain, berdusta, memalsukan kesaksian, atau tindakan tercela lainnya, maka semua itu tidak berpengaruh pada pahala orang yang mentraktirnya.

Keterangan di atas menunjukkan kuatnya anjuran untuk berbagi saat berbuka puasa. Dan anjuran ini sama sekali terlepas dari bagaimana kualitas puasa orang yang menjadi partner berbagi. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bangun Keterampilan, Aktivis Muslimat NU Kemas Antaran Pernikahan

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sedikitnya 50 orang pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelatihan singkat tentang usaha alternatif aplikasi pembuatan antaran pernikahan, Ahad (5/3). Pelatihan ini digelar oleh Muslimat NU Probolinggo bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo.

Dalam pelatihan ini, para pengurus mendapatkan teknik-teknik dasar pembuatan hantaran pernikahan.

Bangun Keterampilan, Aktivis Muslimat NU Kemas Antaran Pernikahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Keterampilan, Aktivis Muslimat NU Kemas Antaran Pernikahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun Keterampilan, Aktivis Muslimat NU Kemas Antaran Pernikahan

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Santiyono, Ketua Muslimat NU Probolinggo Hj Nurayati dan segenap pengurus Muslimat NU Probolinggo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Santiyono mengatakan, pelatihan ini dilakukan sebagai upaya peningkatan keterampilan para pengurus PAC Muslimat NU se-Kabupaten Probolinggo. Dengan begitu mereka bisa memiliki bekal keterampilan yang bisa dikembangkan sebagai upaya peningkatan ekonomi keluarga.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Melalui kegiatan ini kami berharap para pengurus Muslimat NU mampu membuat aplikasi hantaran pernikahan dan memanfaatkannya sebagai salah satu alternatif usaha sehingga mampu memberikan dampak peningkatan ekonomi keluarga,” katanya.

Sementara Hj Nurayati berharap agar ke depan ada kegiatan tindak lanjut dari pelatihan singkat ini, baik berupa kegiatan usaha mandiri bagi pengurus Muslimat maupun berupa pelatihan di tingkat ranting dan majelis taklim.

“Harapannya tentu kegiatan ini nantinya benar-benar bisa memberikan dampak langsung pada peningkatan kemampuan ibu-ibu Muslimat dalam menopang ekonomi keluarga,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Kyai, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Perhimpunan Grup Hadrah Se-Wonosobo Tetap Eksis di Usia Ke-16

Wonosobo,, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jamiyyah Hadrah Hubbun Nabi Wonosobo, Ahad (27/3) menggelar acara pentas seni Hadrah di halaman Masjid Pondok Pesantren Al-Mansur Kauman Wonosobo, Jawa Tengah. Pagelaran yang kali ini bertajuk "Menggapai Syafaat dengan Shalawat" tersebut diikuti lebih dari 17 peserta grup rebana dari pelbagai delegasi. Di antara Mereka merupakan perwakilan dari pesantren, desa, juga sekolahan.

Perhimpunan Grup Hadrah Se-Wonosobo Tetap Eksis di Usia Ke-16 (Sumber Gambar : Nu Online)
Perhimpunan Grup Hadrah Se-Wonosobo Tetap Eksis di Usia Ke-16 (Sumber Gambar : Nu Online)

Perhimpunan Grup Hadrah Se-Wonosobo Tetap Eksis di Usia Ke-16

Menurut Arif Budiyanto, ketua Jamiyyah Hadrah Hubbun Nabi Wonosobo, perkumpulan yang menghimpun berbagai grup rebana se-Kabupaten Wonosobo ini sampai sekarang tetap dapat eksis dan kini sudah memasuki usia yang ke-16 tahun. Masyarakat Wonosobo umumnya sangat antusis dan mengapresiasi adanya jamiyyah rebana ini.

Hal itu, menurutnya, terbukti dengan selalu bertambahnya jumlah peserta yang ikut tampil pada tiap acara ini dihelat secara bergilir. Para peserta itu tak cuma grup lama tapi juga sering bermunculan peserta baru.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kegiatan yang rutin digelar ini bertujuan untuk dapat menjalin dan mempererat tali silaturahmi antar grup-grup rebana se-Wonosobo," ujar Arif Budiyanto.

"Selain juga untuk lebih menanamkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad Saw,? acara semacam ini dimaksudkan pula untuk mengimbangi atau memainkan peran di bidang kesenian, agar semuanya tidak hanya bergerak dalam ranah akademik. Memang perlu ada yang mengisi bidang akademik, penting juga ada yang berperan di sisi kesenian", imbuhnya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah ditemui di sela-sela acara, Ahad (27/3).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdasarkan pengamatan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, meski pentas seni hadrah siang itu bukan suatu perlombaan yang memperebutkan juara, tapi masing-masing grup menunjukkan kemampuan terbaiknya. Hal itu terlihat dari seringnya mereka unjuk kebolehan dan berimprovisasi baik pada alunan vokal lagu maupun dinamisasi tabuhan terbang yang tidak monoton terikat pada model nomer lagu yang dicontohnya. Tidak jarang pula terdengar penonton memberi tepuk tangan misalnya saat peserta grup di tengah pentasnya membuat variasi lagu baru yang mengejutkan. (M Haromain/Mahbib)? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Fragmen, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah