Senin, 04 Desember 2017

Bersama Fatayat, Stikes Icsada Bojonegoro Diskusi Pemanasan Global

Bojonegoro, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Usai mengadakan kegiatan rutin olahraga pagi setiap Minggu, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, mendapat kunjungan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada (Stikes Icsada) Bojonegoro, Ahad (27/9).

Mereka menggelar diskusi tentang pemanasan global (global warming) di Balai Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, yang dihadiri sekitar 65 lebih anggota Fatayat NU, perwakilan masing-masing ranting se-Kanor.

Bersama Fatayat, Stikes Icsada Bojonegoro Diskusi Pemanasan Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Fatayat, Stikes Icsada Bojonegoro Diskusi Pemanasan Global (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Fatayat, Stikes Icsada Bojonegoro Diskusi Pemanasan Global

"Kegiatan seperti ini baru, sebab biasanya hanya senam Minggu pagi saja," kata Ketua Ranting Fatayat NU Desa Sarangan, Masfiah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Masfiah, setiap kegiatan senam pagi ada sekitar 50 sampai 100 anggota yang ikut. Namun sekarang ini ada 65 lebih yang turut serta. Kegiatan bertambah menarik dan bermanfaat, karena ada tambahan diskusi dari Kampus Ungu, sebutan Stikes Icsada Bojonegoro.

Tamu yanga hadir saat itu adalah perwakilan dari Prodi D III Kebidanan dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Kampus Ungu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Salah satu pemateri dari Prodi D III Kebidanan Kampus Ungu, Istitoah menjelaskan, semakin sedikitnya tanaman dan penghijauan di desa turut serta mempercepat pemanasan global. Olah karena itu, dibutuhkan tanaman baru, termasuk yang terkecil seperti bunga maupun sayuran.

"Pola hidup harus juga diubah, seperti membuang sampah sembarang, menggunakan makanan organik dan lain sebagainya," terang Isti, panggilan akrab Istitoah.

Menurutnya, membuang sampah secara sembarangan cukup berbahaya bagi lingkungan. Padahal, seharusnya bisa dipisah dan dimanfaatkan ulang. Untuk yang basah dipakai pupuk organik atau kompos, sedangkan yang kering juga diolah untuk kegiatan kreatif.

"Bisa menambah pemasukan untuk belanja juga saat kreatif, seperi membuat bros, bunga, tas, dan lain-lain dari daur ulang sampah. LP2M Kampus Ungu juga tengah berkampanye daur ulang sampah," pungkasnya. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syeikh Mahmud dan Kemasyhuran Kapur Barus

Tapanuli Tengah, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Penggalian dan penelitian tentang khazanah Islam Nusantara masih perlu ditingkatkan. Penggalian dan penelitian ini meliputi penelusuran terhadap jejak-jejak Islam serta artefak kebudayaan yang ada di bumi Nusantara.

Pentingnya penggalian dan penelitian khazanah Islam Nusantara itu disampaikan Wakil Rais ‘Aam PBNU, KH Miftakhul Akhyar saat memimpin rombongan ekspedisi Islam Nusantara ke Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Dalam perjalanan ekspedisi tersebut Kiai Miftah beserta rombongan berziarah ke makam Syaikh Mahmud Papan Tinggi.

 

Syeikh Mahmud dan Kemasyhuran Kapur Barus (Sumber Gambar : Nu Online)
Syeikh Mahmud dan Kemasyhuran Kapur Barus (Sumber Gambar : Nu Online)

Syeikh Mahmud dan Kemasyhuran Kapur Barus

Dari berbagai literatur ditemukan bahwa Syaikh Mahmud adalah orang pertama kali yang membawa ajaran Islam ke daerah Barus.

Menurut penuturan penduduk setempat ditemukan dua kemungkinan. Pertama, Syeikh Mahmud adalah orang Yaman yang hendak melakukan pelayaran ke Samudera Pasai (Aceh), namun di tengah pelayaran, kapal yang ia tumpangi salah arah dan terdampar di Barus. Sampai di Barus Syaikh Mahmud tidak hanya berdakwah tetapi juga menjadi pedagang dan berbisnis komoditas kapur yang sangat terkenal sejak puluhan abad lalu, bahkan ada yang mengatakan jika kapur Barus ini sudah dikenal pada masa Firaun.

Sementara itu, kemungkinan kedua meyebutkan bahwa Syeikh Mahmud merupakan orang asli Nusantara yang belajar ke sahabat Rasulullah Saw. Setelah ia menimba ilmu di Arab Saudi ia kembali ke Nusantara, lebih tepatnya ke Barus, dan menyebarkan ajaran Islam di sana.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Syaikh Mahmud ini kemungkinan besar merupakan orang Barus yang belajar Islam semasa para sahabat. Kemudian ia kembali lagi ke Nusantara,” ungkap Rais Syuriyah PCNU Tapanuli Selatan, Muhammad Batubara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih jauh saat dikonfirmasi soal sejarah Syaikh Mahmud ini, Bupati Tapanuli Selatan, Syukron Jazilan mengatakan bahwa sekitar enam bulan yang lalu pihaknya kedatangan 26 duta besar negara sahabat, termasuk diantaranya Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Musthafa Ibrahim Almubarok. Dalam kunjungan tersebut para Dubes menyempatkan diri berziarah ke makam Syaikh Mahmud yang letaknya di atas bukit, dan harus dicapai dengan menapaki 765 anak tangga.

 

Musthafa yang kala itu didampingi beberapa Dubes menyempatkan membaca enkripsi yang ada di nisan Syaikh Mahmud. Dari nisan tersebut, kata Musathafa, terpahat jelas bahwa nisan itu dibuat pada abad ke-7 Masehi. Artinya Islam masuk ke Nusantara sejak abad ke-7 Masehi.

Setelah berziarah ke Syaikh Mahmud Papan Tinggi, rombongan ekspedisi Islam Nusantara wilayah Barus singgah dan berziarah ke makam Syaikh Rukunuddin yang terletak cukup jauh dari makam Syaikh Mahmud Papan Tinggi.

Ekspedisi ke wilayah Barus Tapanuli Selatan ini merupakan bagian rangkaian dari ekspedisi Islam Nusantara PBNU yang serentak digelar mulai tanggal 31 Maret sampai 9 Juni 2016. Ekepedisi ini dijadwalkan akan dilaksanakan di seluruh provinsi di Indonesia guna menggali khazanah Islam Nusantara. (Fariz Alniezar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax, Ahlussunnah, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Aliansi Rakyat Sidoarjo Anti Korupsi Gelar Aksi Solidaritas untuk Novel Baswedan

Sidoarjo Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Puluhan mahasiswa dan penggiat antikorupsi Sidoarjo menggelar aksi solidaritas mendukung penuntasan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Aksi solidaritas ini digelar di depan monumen patung Jayandaru alun-alun Sidoarjo, Rabu (12/4) malam.

Selain berorasi dalam aksinya, puluhan penggiat antikorupsi juga melakukan aksi teatrikal penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Dengan menyalakan lilin dan membentangkan poster save KPK, mereka berorasi menuntut agar pemerintah harus menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang melibatkan berbagai pihak, dan mengusut tuntas penyiraman air keras oleh orang tak dikenal kepada Novel Baswedan.

Aliansi Rakyat Sidoarjo Anti Korupsi Gelar Aksi Solidaritas untuk Novel Baswedan (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliansi Rakyat Sidoarjo Anti Korupsi Gelar Aksi Solidaritas untuk Novel Baswedan (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliansi Rakyat Sidoarjo Anti Korupsi Gelar Aksi Solidaritas untuk Novel Baswedan

Menurut koordinator aksi, Zein Haq, lilin ini sebagai simbol keprihatinan dan bentuk ungkapan masyarakat yang berkabung, atas kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK, Novel Baswedan.

"Ini momen berduka bagi kami, bahwa aksi keprihatinan terkait penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan. Mungkin itu, kami asumsikan ada intimidasi dari oknum-oknum tertentu yang terganggu terkait apa yang dilakukan oleh penyidik KPK tersebut," kata Zein.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Aksi ini tidak hanya bersifat nasional, tetapi menentang berbagai praktik korupsi yang terjadi di berbagai daerah. Tidak hanya orasi, aksi juga diwarnai dengan aksi teatrikal yang menggambarkan masifnya praktik-praktik korupsi di tubuh institusi negara dan DPR yang sedang ditangani penyidik-penyidik KPK.

Para penggiat anti korupsi Sidoarjo berencana akan melakukan dorongan dan membuat petisi kepada pemerintah, agar proses-proses penyelesaian kasus korupsi tidak ditutupi dan dihilangkan. Dengan harapan bangsa Indonesia bisa bebas dari persoalan korupsi.

Perlu diketahui bahwa, aksi solidaritas ini diikuti oleh berbagai elemen yang tergabung dalam aliansi rakyat Sidoarjo antikorupsi di antaranya perwakilan Gusdurian Sidoarjo, PC PMII Sidoarjo, Lakpesdam NU Sidoarjo, Lesbumi NU Sidoarjo, IKA PMII Sidoarjo serta beberapa elemen lainnya.

Sementara itu, Ketua Komisariat PMII IAI Al-Khoziny, periode 2015-2016, Haris Aliq mengatakan, kasus yang menimpa Novel Baswedan ini bukan kali pertamanya. Novel Baswedan juga bukan orang pertama yang diciderai, dikriminalisasikan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Jika hal ini dibiarkan, akan menambah kekuatan korupsi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami berharap, agar kasus ini segera dituntaskan dan pelakunya segera diusut. Pasalnya, kasus seperti ini tidak yang pertama kalinya," harap Haris. (Moh Kholidun/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

GP Ansor Kencong Buka Tiga Unit Usaha Pemberdayaan Ekonomi

Kencong, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus GP Ansor Kencong di akhir periode kepemimpinannya mengembangkan potensi ekonomi. Mereka meresmikan usaha rintisan budidaya ternak kelinci, budidaya jamur tiram, dan jasa pencucian motor sebagai upaya pemberdayaan ekonomi organisasi.

Sekretaris GP Ansor Kencong M Yasin Yusuf mengatakan, biaya pengembangbiakan kelinci tidak membutuhkan modal besar. Pengembangbiakannya bisa mengambil model kemitraan dan kelompok. Namun keuntungan lumayan bisa didapat.

GP Ansor Kencong Buka Tiga Unit Usaha Pemberdayaan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kencong Buka Tiga Unit Usaha Pemberdayaan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kencong Buka Tiga Unit Usaha Pemberdayaan Ekonomi

“Dalam hitungan bulan modal sudah bisa kembali, bahkan bisa memberikan keuntungan. Pasalnya kelinci tidak mengenal masa haidh, pagi melahirkan, sorenya bisa dikawinkan. Dalam sebulan, kelinci sudah bisa disapih sekaligus melahirkan kelinci baru,” kata M Yasin yang dipercaya sebagai koordinator budidaya kelinci.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saat ini, kata Yasin, beberapa kelompok peternak kelinci di bawah binaan GP Ansor Kencong sudah berjalan. Kelompok ini bisa didapati paling banyak di kecamatan Umbulsari.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara usaha budidaya jamur tiram masih dalam masa perintisan. Menurut kordinator budidaya jamur tiram Asnawan, GP Ansor Kencong memusatkan rintisan budidaya ini di kecamatan Jombang.

“Kita baru bisa membeli bibit jamur tiram siap tanam. Kita belum siap melakukan pembibitan sendiri. Semoga ke depan kita bisa memulai dari awal dengan memanfaatkan limbah gergajian,” ujar Asnawan di sela-sela perawatan jamur tiram yang siap dipanen.

Sedangkan untuk usaha cuci motor, GP Ansor Kencong saat ini sudah mengoperasikan dua tempat jasa pencucian motor. “Insya Allah sebentar lagi kita akan membangun tempat cuci motor baru yang dilengkapi dengan tempat tambal ban,” kata Ketua GP Ansor Kencong Abdur Rohim, Ahad (3/8).

Kita ini cabang kecil. Kemampuannya juga masih terbatas. Targetnya jasa pencucian motor akan beroperasi di enam PAC GP Ansor yang ada di Kencong, tandas Rohim di tempat jasa pencucian motor yang terletak di depan Kantor GP Ansor Kencong. (Red. Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Tidak ada orang baik tanpa masa lalu dan tidak ada orang jahat tanpa masa depan. Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memperbaiki dirinya. Oleh karena itu, belajarlah untuk selalu berpikir positif dan selalu berprasangka yang baik kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri ketika memberikan tausiyah dalam kegiatan halal bihalal yang digelar Pemkab Probolinggo antara Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo bersama ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di auditorium Kantor Bupati Probolinggo, Senin (3/7) siang.

KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah

“Usahakan bergaul dengan orang-orang terbaik dan pilihan. Sikap mental dan kepribadian seseorang dipengaruhi kuat oleh pergaulan. Jangan percaya ada orang sukses tanpa dukungan sahabat-sahabatnya. Link network orang-orang terbaik dan pilihan,” katanya.

Menurut Gus Ali, kisah orang-orang sukses pasti ada wanita hebat dibaliknya (siapa ibu yang melahirkan dan siapa istri yang mendampinginya). “Bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Di balik peristiwa pasti ada hikmah. Orang yang tidak mampu berpikir positif pasti ada sesuatu yang hilang dalam dirinya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Gus Ali mengajak ribuan ASN untuk membaca Surat Luqman yang artinya dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia karena sombong. Sesungguhnya Allah tidak senang orang yang sombong.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ada juga tafsir Ibnu Katsir yang berbunyi, jangan palingkan wajahmu. Hargai lawan bicaramu. Ciptakan suasana akrab penuh kekeluargaan. Jangan percaya orang sukses jadi pemimpin kalau komunikasinya jelek,” terangnya.

Gus Ali menerangkan bahwa prinsip dakwah adalah merangkul bukan memukul, mengobati bukan menyakiti dan mencari kawan bukan mencari lawan. Untuk berpikir positif maka kita harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mari berfikir positif, aku bisa, aku bahagia, aku sukses, aku cerdas dan aku kaya. Insya Allah menjadi kenyataan, modalnya berpikir positif dan berbaik sangka kepada Allah SWT. Mudah-mudahan kita semua bisa sukses dengan segala kelebihan masing-masing, melengkapi bukan menjatuhkan,” pungkasnya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari menerangkan bahwa selama 10 hari lamanya para ASN menikmati libur cuti lebaran dan disibukkan dengan silaturahim dengan keluarga. Oleh karena itu, hendaknya disempatkan minimal setahun sekali untuk bersilaturahim.

“Bekerja dan berkoordinasi dengan teman kerja satu kantor, lintas kantor dan lintas instansi tentunya kita tidak akan pernah luput dari kesalahan dan kekurangan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin tali silaturahim dengan semua yang mendukung dan mensupport sehingga menjadi karyawan dan karyawati serta pelayaan rakyat yang lebih baik,” terangnya.

Tantri mengharapkan agar momentum ini menjadi cambukan semangat untuk menjadi yang jauh lebih baik dan amanah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Terlebih selama selama bulan suci Ramadhan kita ditempa akhlak sehingga menjadi pelayan rakyat yang lebih baik,” pungkasnya.

Kegiatan halal bihalal ini dihadiri oleh Wakil Bupati Probolinggo H Timbul Prihanjoko, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin dan jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 03 Desember 2017

Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Wacana penerapan Full Day Scholl oleh Kementerian Pendidikan menuai dukungan dan penolakan. Kebijakan itu mendapat reaksi dari berbagai kalangan, termasuk organisatoris, aktivis, dan dosen.

"Kami patuh aturan Menteri Pendidikan, asalkan Pak Menteri juga mengabulkan permintaan kami sebagai rakyat juga pelaku di lapangan," kata Ahmad Karomi, Dosen Staiba Purwoasri, Kediri saat dihubungi Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah via WhatsApp.

Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School

Semua sarana dan prasarana sekolah harus ditingkatkan serta ditangani langsung oleh kemendikbud. Sebab selama 8 jam di sekolah, titik kejenuhan pasti muncul. "Jadi, seluruh sekolah harus ada tempat refreshing atau pelatihan keterampilan," tegas Sekretaris LTN PWNU Jatim ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masalah kesejahteraan pengajar dan peserta didik harus diperhatikan oleh pemerintah. Ini sangat krusial, sebab gaji pengajar, apalagi bertugas mencetak anak bangsa haruslah ditingkatkan.

Karomi menengaskan, pemerintah harus memasukkan ajaran nilai atau etika dalam Full Day School yang terintegrasi dengan pesantren.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Para peserta didik tidak hanya diajarkan teks dan statistik angka selama delapan jam. "Tetapi juga ada pendidikan akhlaq yang bisa didapatkan dari pesantren," lanjut alumni Ploso Kediri ini.

Menurutnya, konsep Full Day School dibentuk dan harus ditangani oleh tokoh pesantren. "Kalau ini diterapkan, maka Mendikbud membentuk terobosan ‘penyatuan’ program Kemendikbud dengan lembaga tertua di Nusantara," lanjutnya.

"Permohonan kami untuk Mendikbud sangat simpel. Kami tunggu pengabulannya, bukan pengibulannya. Jangan hanya buat aturan temporal tanpa kejelasan serta tanpa perhatian penuh dari ulu sampai ilir," pungkasnya. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebanyak 30 santri perwakilan 30 pesantren di Jawa Timur mengikuti pendidikan Hak Asasi Manusia dan Perdamaian serta Respon atas Fenomena Terorisme di Hotel Novotel Surabaya, Senin-Jumat (5-8/1). Mereka berasal dari pesantren di Surabaya, Bangkalan, Sampang, Sumenep, Sidoarjo, Pasuruan, dan Jombang dengan komposisi 12 perempuan dan 18 laki-laki. Peserta umumnya berusia antara 17-22 tahun dengan tingkat pendidikan antara kelas 3 SLTA hingga tingkat 2 perguruan tinggi.

30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian

Kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman para santri tentang perdamaian dalam Islam, HAM, dan meningkatkan keterampilan mereka dalam menyelesaikan konflik secara damai dalam perspektif Islam dan HAM. Pendidikan ini juga akan dilanjutkan dengan kunjungan dan dialog perwakilan 2 pengungsi konflik Syiah Sampang di kantor Center for Marginalized Communities Studies (CIMARs) Surabaya.

Kunjungan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang praktik terbaik bina damai dan penanganan konflik dengan harapan dapat membekali mereka dalam upaya pembangunan perdamaian dan penanganan konflik di Jawa Timur.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Koordinator Program Pesantren for Peace (PfP) Idris Hemay menegaskan, program ini dilatarbelakangi oleh aksi kekerasan dan teror atas nama agama yang terus marak terjadi. Belum lama ini misalnya masyarakat dunia dikejutkan dengan aksi kekerasan yang terjadi di Paris yang mengakibatkan setidaknya 120 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

"Salah satu tersangka pelaku terorisme di Paris adalah Frederick C Jean Salvi alias Ali, yang menurut berbagai sumber diketahui kerap mendatangi berbagai pesantren di Bandung Jawa Barat. Salah satunya pesantren di Cileunyi Bandung," terangnya.

Dalam rangka berkontribusi aktif dalam upaya mengurangi dan mencegah aksi kekerasan dan terorisme, pihaknya dari Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dengan dukungan Uni Eropa mengembangkan dan menjalankan sebuah program penting bertajuk "Pesantren for Peace (PfP)".

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Program ini dijalankan dengan melibatkan banyak pondok pesantren di 5 wilayah di Jawa, salah satunya di Jawa Timur. Program ini diadakan untuk mendorong dan mendukung peran pesantren sebagai lokomotif moderasi Islam di Indonesia dalam rangka menegakkan dan memajukan HAM, demokrasi, toleransi agama dan pencegahan serta penyelesaian konflik secara damai.

Menurut Idris, hasil penelitian yang dilakukan PfP beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa pesantren di Jawa Timur masih belum memaksimalkan perannya dalam membangun perdamaian dan mencegah aksi kekerasan. Penelitian ini juga mengonfirmasi bahwa akar penyebab konflik dan kekerasan yang terjadi di Jawa Timur sangat beragam mulai dari aspek teologis hingga persoalan ekonomi, politik, dan sosial budaya.

"Hal ini dipicu oleh hadirnya kebijakan yang tidak adil, sikap diskriminatif dan intoleran, rendahnya rasa kebersamaan, menguatnya identitas keagamaan, dan kentalnya prasangka (prejudice) di antara kelompok masyarakat baik di kalangan antaragama maupun intra agama itu sendiri," ujar pria kelahiran Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan ini. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah