Selasa, 14 November 2017

PBNU Bantu Korban Kebakaran di Mangga Besar

Jakarata, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kebakaran besar di kawasan Mangga Besar Barat pada Kamis, 21 Juni lalu turut mengundang keprihatinan PBNU. Guna meringankan beban bagi para korban kebakaran, PBNU melalui Community Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama (CBDRMNU) memberikan sejumlah bantuan.

“Banyak nahdliyyin yang bermukim dikawasan tersebut yang membutuhkan bantuan. Pengurus NU setempat juga telah menghubungi kami untuk meminta bantuan yang bisa diberikan oleh NU,” tutur Program Manager CBDRMNU Avianto Muhtadi, Senin.

PBNU Bantu Korban Kebakaran di Mangga Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Bantu Korban Kebakaran di Mangga Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Bantu Korban Kebakaran di Mangga Besar

Setelah melakukan survey ke lapangan, pada hari Minggu kemarin, tim CBDRMNU turun ke lapangan untuk memberikan bantuan berupa pakaian bekas layak pakai, susu, susu bayi, tenda, alat untuk membersihkan puing-puing dan uang operasional.

Sejumlah relawan NU dan Ansor turut serta dalam kegiatan tersebut untuk bahu membahu berbuat sebisa mungkin untuk meringankan beban sesame manusia.

Bantuan yang diberikan saat ini sifatnya emergency untuk memenuhi kebutuhan selama dalam pengungsian. Namun kebutuhan untuk membangun kembali rumah mereka yang terbakar masih belum terpenuhi. Terdapat 256 rumah yang hangus pada kebakaran.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dilokasi tersebut juga terdapat sebuah yayasan pendidikan Islam yang dikelola oleh H. Zarkasih yang merupakan? katib PCNU Jakarta. “NU setempat juga meminta adanya sumbangan material untuk membangun kembali bangunan yang rusak,” paparnya.

Sebenarnya pemerintah DKI juga memberikan bantuan untuk pemulihan bangunan-bangunan yang rusak, namun jumlah bantuan tersebut sifatnya hanya stimulus untuk membangun kembali seperti semula.

Diceritakannya pada waktu melakukan survey, para pemilik rumah juga bergantian menunggu bangunan yang mereka miliki untuk menghindari pemindahan patok tanah yang mereka miliki. Ia juga mendapatkan pengakuan sejumlah orang telah menawar tanah yang dimiliki korban, tapi warga menolak dan akan membangun kembali.

Sebenarnya PBNU bermaksud untuk melakukan pengobatan gratis bagi anak-anak disana, namun ternyata untuk masalah kesehatan dan dapur umum sudah ditangani oleh PMI yang memberi layanan selama tujuh hari sehingga ditunda.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita lihat situasi dilapangan dulu, kalau memungkinkan, kita akan turun untuk tujuh hari berikutnya,” imbuhnya.

Kendala yang dihadapi saat ini adalah situasi politik di Jakarta menjelang Pilkada Gubernur. Ia takut pemberian sumbangan ini dikaitkan dengan cagub tertentu, padahal tujuan NU benar-benar memberikan bantuan secara tulus. Ia juga menuturkan bahwa dari dua calon gubernur DKI, semuanya juga membentuk posko untuk menarik simpati masyarakat agar memilihnya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Kiai, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 13 November 2017

Bagaimana Membangkitkan Peradaban Islam?

Islam tidak sekedar agama hukum (din as-syariah), namun juga agama peradaban dan pengetahuan. Sebagai agama peradaban, tradisi Islam dalam sejarah panjangnya, selama sekitar 14 abad, menjadi bagian penting dalam peradaban dunia. Jejak peradaban ini masih monumental, dari kawasan Timur Tengah, Andalusia, Ottoman, Asia, hingga Nusantara. Sebagai agama pengetahuan, Islam juga menghasilkan produk intelektual pada tiap zamannya. Tradisi intelektual ulama Andalusia, menjadi penanda penting berkembangnya sains dalam khazanah Islam.?

Lalu, bagaimana peradaban dan pengetahuan Islam masa kini? Ali A. Allawi gelisah melihat perkembangan Islam dewasa ini, pada era teknologi dan masyarakat modern, yang hanya menampilkan sengketa, perang dan pertaruhan politik. Kajian-kajian tentang Islam, lebih banyak disesaki oleh wacana Islam politik, sesuatu yang kemudian meminggirkan khazanah pengetahuan dalam agama ini.?

Dalam buku ini, Allawi terfokus untuk berusaha menemukan akar-akar yang lebih mendalam dari krisis Dunia Islam. Allawi juga menggali jawaban tentang ketidaksesuaian Islam dengan dunia modern, apakah intrinsik pada agama atau karena faktor-faktor yang lain, termasuk di dalamnya merosotnya kekuatan-kekuatan hakiki dan jati dirinya.?

Allawi berusaha menjawab tiga persoalan mendasar; pertama. Masih bisakah kita berbicara tentang satu peradaban Islam, ataukah Islam terpecah dalam satu kesatuan etnis, budaya, dan nasional dengan ikatan longgar satu sama lain? Kedua, apakah peradaban Islam bisa berulang kembali, ataukah telah hilang ditelan zaman? Ketiga, apakah syarat-syarat yang memungkinkan peradaban Islam lahir kembali di dunia? Dalam rangkaian utuhnya, Allawi berusaha memberikan argumentasi, apakah sebuah masyarakat modern dengan segenap kompleksitasnya dengan ketegangan dan sengketa, dapat dibangun berdasar visi ketuhanan? (hal. 18-19).?

Bagaimana Membangkitkan Peradaban Islam? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Membangkitkan Peradaban Islam? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Membangkitkan Peradaban Islam?

Secara jernih, setelah melacak akar peradaban dan pengetahuan Islam, Allawi memuji lahirnya tokoh-tokoh Muslim yang menjembatani pengetahuan agama dan sains. Ali A. Allawi mengungkapkan tentang pentingnya pencerahan pengetahuan, seperti pada sosok Sayyed Hosein Nasr. Kisah hidup Sayyed Hosein Nasr menjadi contoh penting yang disajikan Allawi sebagai gambaran pencerahan pengetahuan, dalam tradisi intelektual Islam modern. Nasr terlahir di Iran pada 1933, dalam tradisi intelektual dan keluarga dokter terkemuka. Nasr mempelajari fisika di MIT, hingga kemudian menyelesaikan Ph.D dari Harvard pada 1958, dengan karya riset bidang sejarah Islam.?

Nasr kembali ke Iran, menjadi seorang cendekiawan terkemuka dan tokoh pendidikan yang penting di negeri itu. Pascarevolusi Iran, 1978-1979, Nasr meninggalkan Iran dan tergabung dengan George Washington University. Ia terinspirasi oleh kelompok tradisionalis, sekelompok cendekiawan Eropa yang umumnya telah masuk Islam. Kelompok ini menggali inspirasi dari pemikir Perancis, Rene Guenon. Selain itu, ahli metafisika Fritjhof Schuon, Titus Burckhardt (sejarawan seni), Martin Lings (cendekiawan dan kurator museum) juga termasuk dalam kelompok ini.?

Dalam pandangan kaum tradisionalis, kelanjutan berbagai tradisi keagamaan yang autentik merupakan satu-satunya cara bagi manusia untuk menghubungkan diri dengan agama primordian. Kelompok ini, mendukung gagasan filsafat perenial, yang berusaha menemukan kesatuan keilahian dari seluruh agama pada dimensi terdalam yang esoterik (hal. 371).?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Perlawanan Sufistik ?

Dalam khazanah Islam, kelompok tarekat dan jaringan ulama sufi, memiliki peran signifikan untuk menggerakkan pendukungnya, yang pada akhirnya mempengaruhi wajah zaman. Kelompok sufistik ini, seringkali dipandang sebelah mata dalam kajian intelektual peneliti dari berbagai universitas. Hali ini, lebih karena kurangnya pemahaman dan sempitnya wawasan dalam memahami fenomena jaringan tarekat. Padahal, gerakan sufistik ? berpengaruh pada ruang geografis dan historis.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gerakan-gerakan revivalis (kebangkitan) Islam mendahului kedatangan orang-orang Eropa. Pada abad 18, terjadi peningkatan signifikan jumlah gerakan reformasi dan kebangkitan yang memperjuangkan pemurnian kehidupan dan masyarakat Islam. Fenomena ini, sejalan dengan surutnya jaringan kekuasaan tiga kerajaan besar Islam pada masa itu.?

"Para pemimpin berbagai gerakan ini umumnya berasal dari barisan ulama dan para sufi. Para ulama tercengang oleh longgarnya standar agama dan toleransi terhadap praktik-praktik yang perlu dipertanyakan, bahkan menyerupai kemusyrikan, yang semakin menjangkiti Islam populer," tulis Alawi (hal. 76).?

Di kerajaan multietnis di Mughal, yang mayoritas populasinya pemeluk Hindu. Pada masa Raja Aurangzeb, raja terakhir di Mughal, ia berusaha menuntaskan kebijakan akomodasi religius dan mengusahakan pemberlakuan identitas Islam. Sebelumnya, kebijakan kerajaan sangat akomodatif terhadap sinkretisme, bahkan pada beberapa kisah sangat dianjurkan oleh kerajaan. Usaha Aurangzeb menemukan titik akhir, dengan berakhir pula masa kekuasaannya di Mughal. Para ulama bangkit untuk mengokohkan misi Aurangzeb, menguatkan identitas Islam di negeri yang longgar terhadap identitas keagamannya. Syah Waliyullah Dahlawi (1703-1762), yang terlahir di Uttar Pradesh, India belajar tekun di Makkah dan Madinah selama 12 tahun.?

Para ulama di berbagai kawasan melakukan gerakan revivalis, untuk membangkitkan kembali gairah keislaman. Pada abad 18 dan 19, juga muncul gerakan Sufi Naqsyabandiyah, yang mengusahakan pemurnian sufi dari praktik-praktik serta penambahan-penambahan yang tidak diterima oleh para ulama ortodoks.?

Perlawanan anti-Belanda di Aceh pada abad 19, juga melibatkan jaringan tarekat Naqsyabandiyah, yang juga terjadi di kawasan Kaukasus. Pemberontakan melawan Rusia oleh Imam Mansur pada 1785-1791, dan kemudian diteruskan Imam Syamil, menggunakan jaringan tarekat Naqsyabandiyah. Kemudian, tarekat Sanusiyah yang didirikan oleh Muhammad Ali al-Sanusi (1787-1895), menjadi referensi penting bagaimana gerakan tarekat menjadi motor penggerak perlawanan terhadap rezim kolonial. Al-Sanusi membangun beberapa pondok sufi (zawiyah) di kawasan Gurun Libia, sebagai benteng pertahanan sekaligus pusat perlawanan terhadap serbuan Prancis dan Italia ke Sahara (hal. 78).?

Dalam buku ini, Allawi mengkaji tentang bagaimana Islam bangkit di tengah krisis peradaban. Allawi melihat, bahwa agama memiliki karakteristik masing-masing. Menurut Allawi, agama dalam beragam cara, menilai individu dan kolektifitas. Agama Buddha merupakan jalan soliter menuju pencerahan dan kesempurnaan. Agama Yahudi memperlihatkan kolektivitas, baik ruhaniah maupun duniawiyah. Refomasi Protestan mengenai kemungkinan individu, melalui kesalehan dan ibadah individual, untuk mencapai keselamatan (hal. 25).?

Dalam buku ini, Allawi menggarisbawahi pentingnya kebangkitan Islam sebagai agama pengetahuan dan peradaban, bukan sekedar sebagai agama politik dan hukum.?





Info Buku

Penulis : Ali A. Alawi?

Judul Buku : Krisis Peradaban Islam: Antara Kebangkitan dan Kebutuhan Total?

Penerbit : Mizan, November 2015?

ISBN : 978-979-433-899-5?

Peresensi

Munawir Aziz

Pergiat di GusDurian dan Gerakan Islam Cinta

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

15 MI Ma’arif NU Ikuti Porsema Cilongok

Banyumas, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebanyak 15 Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU Kecamatan Cilongok ikuti Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan di komplek MI Ma’arif NU 1 Pageraji Kecamatan Cilongok, Sabtu, (18/2).

15 MI Ma’arif NU Ikuti Porsema Cilongok (Sumber Gambar : Nu Online)
15 MI Ma’arif NU Ikuti Porsema Cilongok (Sumber Gambar : Nu Online)

15 MI Ma’arif NU Ikuti Porsema Cilongok

Kegiatan ini di buka oleh ketua Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Cilongok, Arif Mufti. Dalam sambutannya dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak penyelenggara, baik panitia maupun tuan rumah, MI Ma’arif NU 1 Pageraji.

“Apresiasi luar biasa terhadap semua pihak yang telah mensukseskan acara ini, yang kami harapkan adalah setiap peserta mempunyai jiwa yang sportif dan menghargai setiap lawan,” kata dia.

Dia juga berpesan kepada setiap guru olahraga di madrasah masing-masing agarmembimbing anak didiknya agar bermain dengan baik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Panitian, Mustolih dalam sambutannya menyampaikan maksud dari kegiatan tersebut. Yaitu sebagai wadah penyalur minat dan bakat, pengetahuan dan keterampilan siswa dalam membentuk kegiatan yang menyenangkan. Selain itu kegiatan ini bersifat mandiri, menjadi ajang silaturrahmi, dan menunjang sportivitas serta memberi nilai manfaat bagi siswa maupun lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU.

Mustolih juga menyampaikan tentang tujuan dari kegiatan tersebut. “Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT, memantapkan semangat persatuan dan jalinan ukhuwah diantara siswa dan lembaga pendidikan, serta menguatkan motivasi siswa untuk berprestasi,” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dia juga menyampaikan target dari kegiatan ini yaitu menjaring potensi pelajar yang berbakat dan berprestasi, mendorong terbentuknya generasi yang unggul dan kompetitif, dan tersiapkannya delegasi yang tangguh dalam ajang Porsema dijenjang selanjutnya.

“Adapun jenis-jenis lomba yang diperebutkan antara lain kaligrafi, puisi religi putra dan putri, dan tenis meja beregu,” pungkasnya mengahiri sambutan pembukaan kegiatan.

Keluar sebagai juara tenis meja beregu putra adalah ? MI Ma’arif NU 1 Cilongok, MI Ma’arif NU 1 Sokawera sebagai juara 2, MI Ma’arif NU 1 Sudimara juara 3, dan MI Ma’arif NU 1 Langgongsari sebagai juara harapan 1. Adapun kategori tenis meja putri adalahMI Ma’arif NU 1 Langgongsari sebagai juara 1, disusul MI Ma’arif NU 1 Cilongok sebagai juara 2, MI Ma’arif NU 1 Panusupan sebagai juara 3, dan MI Ma’arif NU 1 Sudimara sebagai harapan 1.

Untuk lomba kaligrafi yaitu MI Ma’arif NU 1 Pageraji sebagai juara 1, MI Ma’arif NU 1 Cilongok sebagai juara 2, dan MI Ma’arif NU 1 Cipete sebagai juara 3 serta MI Ma’arif NU 1 Sudimara.?

Adapun kejuaraan puisi religi putra, MI Ma’arif NU 1 Pageraji sebagai juara 1, juara 2 adalah MI Ma’arif NU 1 Cilongok, MI Ma’arif NU 1 Cipete sebagai juara 3, dan MI Ma’arif NU Batuanten sebagai juara harapan 1. Sedangkan kategori putri dimenangkan oleh MI Ma’arif NU 1 Cilongok, ? MI Ma’arif NU 1 Pageraji diperingkat kedua, MI Ma’arif NU 1 Langgongsari diurutan ke 3, serta MI Ma’arif NU 1 Panusupan berada diurutan ke 4.?

Masing-masing pemenang berhak mewakili Kecamatan Cilongok pada ajang yang sama ditingkat Kabupaten Banyumas pada tanggal 23 Februari 2017 di Kecamatan Purwojati. (Fajar Pujianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 12 November 2017

Muslimat-BPTP NTT Kerja Sama Program 10.000 Bibit Cabai

Kupang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Timur (NTT) menjalin kerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT di Naibonat Kabupaten Kupang.

Muslimat-BPTP NTT Kerja Sama Program 10.000 Bibit Cabai (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat-BPTP NTT Kerja Sama Program 10.000 Bibit Cabai (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat-BPTP NTT Kerja Sama Program 10.000 Bibit Cabai

BPTP akan menyalurkan bibit cabai kepada sejumlah Pimpinan Cabang Muslimat NU, antara lain Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Pimpinan Cabang Muslimat Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, dan Kabupaten Malaka.

Pimpinan Wilayah Muslimat NTT dan beberpa pengurus masjid di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang juga bakal menerima penyaluran bibit tersebut.

Ketua PW Muslimat NU NTT Hj Nurni H Amirudin mengatakan, bantuan bibit cabai kepada PC Muslimat dan pengurus masjid merupakan upaya pengembangan ekonomi organisasi dan pemberdayaan ekonomi umat di bidang pertanian.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Program 10.000 anakan cabai untuk pemberdayaan ekonomi," katanya di Oelamasi, Kupang.

Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung Selasa (23/5). Penandatanganan ini diharapkan berlanjut dengan pengawasaan serta pembinaan tentang teknik budi daya cabai kepada para penerimanya. (Ajhar Jowe/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Lomba, Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebagai organisasi sosial keagamaan (jam’iyah diniyyah ijtima’iyah) yang memiliki anggota cukup banyak, sudah seharusnya NU memiliki data keanggotaan yang valid. Hal itu penting agar keberadaan jumlah anggota tidak hanya klaim, namun riil sebagai anggota resmi.

Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU

"Karena itu yang sangat mendesak untuk dilakukan adalah menjadikan keanggotaan NU dalam satu kartu identitas resmi melalui putusan Muktamar," kata Sekretaris PCNU Jombang, H Muslimin Abdilla kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Senin (6/4).?

Dia menandaskan, sudah saatnya semua lembaga, badan otonom maupun lajnah di NU tidak memiliki kartu identitas keanggotaan sendiri, melainkan menjadi satu identitas lewat Kartu Tanda Anggota NU atau Kartanu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Di Kartanu kan sudah ada kualifikasi apakah yang bersangkutan adalah anggota NU, GP Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU, dan sebagainya," kata Cak Muslimin, sapaan akrabnya. Justru dari pemilahan keangotaan tersebut, lanjutnya, maka setiap banom atau lembaga dapat dengan mudah melihat secara pasti berapa anggota yang telah terdaftar.

Cak Muslimin sangat menyayangkan kalau selama ini terkesan ada ‘persaingan’ antara data pengurus dan anggota NU dengan banom serta lembaga yang ada. "Muslimat memiliki Kartu Tanda Anggota Muslimat atau Kartamus, demikian juga kepengurusan di GP Ansor maupun Fatayat serta yang lain mengeluarkan kartu keanggotaan sendiri,” ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Padahal menurutnya, andai data yang telah dikumpulkan lewat Kartanu dioptimalkan, maka perihal keanggotaan NU, baik di banom maupun lembaga serta lajnah dapat dengan mudah terpantau.

Oleh sebab itu, tambahnya, pada Muktamar ke-33 NU yang akan berlangsung di Jombang awal Agustus mendatang hendaknya hal ini menjadi pembicaraan serius. Muktamar nanti idealnya ada pembicaraan soal terintegrasinya keanggotaan NU melalui Kartanu ini.?

“Hal ini sebagai jawaban atas klaim besarnya jumlah jamaah NU serta tentunya data yang ada bisa dioptimalkan untuk memperjelas ? segmentasi keanggotaan yang ada,” pungkasnya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Budaya, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Fatayat NU Bondowoso Teken MoU Pembinaan Koperasi Syariah

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Bondowoso melaksanakan kegiatan Penguatan Koperasi Syariah dan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understading) antara Fatayat NU dan PDAM Kabupaten Bondowoso.?

Fatayat NU Bondowoso Teken MoU Pembinaan Koperasi Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Bondowoso Teken MoU Pembinaan Koperasi Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Bondowoso Teken MoU Pembinaan Koperasi Syariah

Agenda kegiatan internal tersebut diikuti 45 Koperasi Binaan Pimpinan Cabang-Pimpinan Anak Cabang Koperasi Berbasis Keluarga Keagamaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Kantor Bupati Bondowoso Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Jumat (3/6).

Ketua Fatayat Bondowoso Nurdiana Khalifah mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini sebagai pembinaan cara pembukuan koperasi dan mempertegas perbedaan mendasar antara koperasi syariah dan konvensional," jelasnya.

"Untuk penguatan dari internal pengurus Pimpinan Cabang (PC)," tegas Nurdiana, Sabtu (4/6).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Nota Kesepahaman Fatayat NU dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ? Kabupaten Bondowoso oleh Direktur Mulyadi dengan Fatayat NU Bondowoso yang di saksikan Bupati Bondowoso H Amin Said Husni, untuk realisasi Fatayat Water dan sekaligus Harlah Fatayat NU.

Maka dari itu, ia berharap penguatan juga berfungsi sebagai pembinaan kepada koperasi keluarga keagamaan dan kalau penandatanganan MoU itu untuk penguatan ekonomi organisasi di tingkat Pimpinan Cabang dan ke bawah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menjelaskan narasumber dalam acara Penguatan Koperasi Syariah di antaranya Nur diana tentang ekonomi syariah, Ida fatmawati tentang cara pengisian buku-buku koperasi, Anisatul hamidah tentang akuntansi dasar. (Ade Nurwahyudi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

MANU Nurussalam-Unnes Bekali Guru dengan Pembelajaran Quantum

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Nurussalam – Universitas Semarang (Unnes ) membekali guru tentang model pembelajaran Quantum (QuantumTeaching in Action) berbasis TIK di Aula Madrasah desa Besito Gebog Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (24/8). 

Kegiatan pelatihan guru itu diikuti 60 peserta dari kalangan pendidik tingkat SMA dan MA se-Kabupaten Kudus beserta mahasiswa PPL S-1 STAIN Kudus. 

MANU Nurussalam-Unnes Bekali Guru dengan Pembelajaran Quantum (Sumber Gambar : Nu Online)
MANU Nurussalam-Unnes Bekali Guru dengan Pembelajaran Quantum (Sumber Gambar : Nu Online)

MANU Nurussalam-Unnes Bekali Guru dengan Pembelajaran Quantum

Ketua Panitia Achmad Farchan menuturkan bahwa pelatihan ini diselenggarakan untuk mengoptimalkan metode dan model pembelajaran yang harus dijalankan guru dalam pelaksanaan kurikulum 2013. Pembelajaran tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga harus menyentuh pada ranah afektif dan psikomotorik serta guru bertindak sebagai fasilitator dan mendorong siswa untuk aktif dan berpikir kritis serta berkarakter. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Model pembelajaran Quantum Teaching ini, mendalami bagaimana mengajar dengan cara yang menyenangkan sehingga siswa ketagihan belajar dan mampu meraih prestasi dahsyat,” jelas Farhan yang juga mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Unnes. 

Kegiatan yang mengusung tema mengusung tema “Mari antarkan anak didik dengan mendidik sepenuh hati, untuk meraih prestasi dahsyat” ini imbuh Farchan, merupakan kepeduliaan Unnes melalui melalui program pengabdian masyarakat oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).

 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Harapannya, mampu meningkatkan kualitas pembelajaran yang interaktif dalam aplikasi model dan metode pembelajaran pada kurikulum 2013 yang bisa diterapkan oleh guru-guru madrasah,” katanya. 

Wakil Kepala MANU Nurussalam Achmad Machasin saat membuka acara mengatakan, sebagai seorang guru harus manyadari bahwa dirinya merupakan makhluk pembelajar, maka dari itu haruslah membuka diri terhadap keran informasi untuk terus menempa diri akan ilmu pengetahuan. Hal ini karena ilmu pengetahuan senantiasa berkembang mengikuti kebutuhan dan tuntutan masyarakat. 

“Usai pelatihan, guru mampu memahami model pembelajaran Quantum Teaching. Guru mampu menyusun media pembelajaran yang interaktif serta mampu menerapkan model pembelajaran ini dalam kegiatan belajar mengajar. Sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan prestasi siswa,” harapnya. 

Pelatihan berlangsung penuh semangat dan interaktif, didampingi trainer muda Hudi Hermawan. Sesi pertama, diawali bagaimana membangun hubungan yang akrab dengan siswa, memotivasi siswa lewat pikiran bawah sadar. Dilanjutkan bagaimana menciptakan orkestrasi dalam proses pembelajaran serta ditutup cara menstimulasi beragam kecerdasan. 

Di akhir materinya, Hudi menegaskan bahwa ketika sudah di dipanggil bapak atau ibu guru, tidak ada alasan lagi untuk mengajar tidak dengan hati. “You never forget a good teacher,” tandas pria kelahiran Kendal ini. 

Pelatihan yang berlangsung sehari itu berlangsung menarik. Menurut salah satu peserta pelatihan Risya Umami, pelatihan ini mampu memotivasi guru serta tertantang untuk menerapkannya, meskipun tidak semua metode bisa diterapkan, dengan mempertimbangkan karakteristik atau norma dan nilai yang berlaku disekolah serta sarana dan prasarana. 

Hal senada juga diungkapkan oleh Djoko Warsito, guru SMAN 2 Bae. Menurutnya, pelatihan semacam ini sangat inspiratif, memotivasi guru untuk terus belajar menjadi lebih baik.

Redaktur     : Abdullah Alawi 

Kontributor : Qomarul Adib 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah