Sabtu, 28 Oktober 2017

Rais Syuriyah PCINU Jerman Kupas ISIS di Turki

Istanbul,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bertempat di Turkiye Yazarlar Birligi, PCINU Turki bersilaturahim dengan Rais Syuriyah PCINU Jerman Dr Syafiq Hasyim yang baru saja menyelesaikan program doktoralnya dari Universitas Freie Berlin untuk kajian Islam kontemporer.

Rais Syuriyah PCINU Jerman Kupas ISIS di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah PCINU Jerman Kupas ISIS di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah PCINU Jerman Kupas ISIS di Turki

Selain dihadiri anggota PCINU, silaturahmi pada Jumat (8/8) diskusi ini diikuti mahasiwa Indonesia di Istanbul, Ruhum. Masyarakat Turki yang mempunyai minat yang sama tentang perkembangan di negara-negara Timur Tengah saat ini juga ada yang ikut.

Syafiq menjelaskan, fenomena ISIS tidak bisa hanya dilihat melalui kacamata kultural atau agama saja karena ada kepentingan ekonomi-politik di belakang organisasi multietnik ini. “Dikarenakan fenomena ISIS termasuk baru, belum ada informasi yang valid atau pun pengetahuan mendalam seperti artikel ilmiah di jurnal,” kata Syafiq

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Syafiq, ISIS bisa dibilang membawa paham radikalisme yang jika tidak diantisipasi masyarakat Indonesia akan berdampak langsung kepada keamanan dan perdamaian yang dijunjung tinggi para pendiri negara kita.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syafiq juga menyingung soal media massa yang yang menulis gerakan radikal tersebut. Menurutnya, sekarang kebebasan dalam berbicara sudah dalam fase tahap lanjut. Siapa saja di Indonesia bebas mengemukakan pendapat pribadi masing-masing. Didukung dengan akses internet yang semakin hari kian cepat dan bisa dijangkau secara mudah, termasuk telepon seluler,arus informasi mengalir tanpa saringan.

Kini, kata dia, setiap orang dengan mudah memproduksi “wartanya” sendiri, berdasarkan analisis sendiri, lalu dipublikasikan sendiri. “Kaidah jurnalistik sayangnya diabaikan,” tambahnya.

Di satu sisi, lanjutnya, hal itu merupakan tanda kebebasan berpendapat yang menggembirakan. Akan tetapi, di sisi lain, itu menyebabkan bergesernya tren bacaan masyarakat.

Dulu, kata dia, mereka merujuk pada artikel ilmiah, jurnal, makalah maupun sejenisnya, kini berganti menjadi bacaan artikel populer yang sangat instan. “Orang tidak lagi menilik sesuatu berdasarkan sumber yang otoritatif, tetapi melihat dari popularitas seorang tokoh yang tidak mumpuni,” jelasnya.

Ia mencontohkan, belakangan banyak orang yang mencibir kepakaran Prof Quraish Shihab dan menyanjung “fatwa instan” dari seseorang yang tidak dikenal sebagai ilmuwan dan penulis yang berintegritas.

Kembali kepada ISIS, Syafiq berpendapat diperlukan penelitian yang mendalam supaya tidak menyebabkan adanya kesalahan informasi yang dapat  meracuni pikiran publik. “Kita harus beralih dari memproduksi pengetahuan berbasis konspirasi menuju pengetahuan berbasis riset,” tegasnya.

Ia menyesalkan, apa yang terjadi sekarang, masyarakat umum lebih menyukai bacaan populer daripada analisis ilmiah sehingga terkadang tulisan intelektual beberapa akademisi dianggap sebagai perpanjangan tangan dari budaya Amerika yang liberal.

Dalam menyikapi ISIS, pesan Syafiq, kita harus tahu bahwa ideologi ini tidak cocok untuk diaplikasikan di negara Indonesia bahkan tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia, sehingga berbahaya bagi kelangsungan ideologi bangsa Indonesia.

Selain menggali nilai-nilai NU yang moderat, ia menegaskan pentingnya memahami nation and character building seperti yang dulu ditegaskan pendiri bangsa Republik Indonesia. “Lihat Jerman, Amerika, juga Turki misalnya, mereka memiliki nilai-nilai budaya bangsanya sendiri yang sulit dipengaruhi seketika.”

Indonesia, kata pakar hukum Islam ini, membutuhkan itu. Apa yang disebut sebagai “manusia Indonesia,” sekarang tidak jelas dan malas untuk diperdebatkan dalam ruang publik. Maka, upaya untuk deradikalisasi juga searah dengan kehendak untuk mengenali kembali nation and character building itu. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Kajian, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Serentak Khotmil Quran Bil Ghoib di 20 Masjid di Kota Kraksaan

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an, Pimpinan Cabang (PC) Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz (JQH) Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Jum’at (24/6) melaksanakan Khotmil Qur’an bil Ghoib di 20 masjid secara serentak.

Ketua PC JQH Kota Kraksaan KH Abdul Qodir Somad mengungkapkan bahwa Khotmil Qur’an bil Ghoib ini dilaksanakan setelah shalat Jum’at hingga menjelang adzan Maghrib tiba. “Kegiatan itu diikuti oleh ratusan mustamirin (pendengar) di masing-masing masjid,” ujarnya.

Serentak Khotmil Quran Bil Ghoib di 20 Masjid di Kota Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Serentak Khotmil Quran Bil Ghoib di 20 Masjid di Kota Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Serentak Khotmil Quran Bil Ghoib di 20 Masjid di Kota Kraksaan

Dalam Khotmil Qur’an bil Ghoib ini, para hafidz dan hafidzah (penghafal Al-Qur’an) ini membaca Al-Qur’an secara berkelompok. “Mereka membaca Al Qur’an tanpa harus memegang mushaf,” jelasnya.

Menurut Kiai Somad, pembagian kelompok tersebut dimaksudkan untuk mempermudah dalam pembagian juz yang harus dibaca oleh masing-masing kelompok. Selain untuk memperingati malam Nuzulul Qur’an, kegiatan tersebut dilakukan secara rutin oleh JQH Kota Kraksaan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya baca Al-Qur’an dikalangan umat muslim, khususnya masyarakat Kota Kraksaan dan sekitarnya. Kegiatan ini sudah berkembang menjadi sebuah tradisi,” tuturnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Disamping itu jelas Somad, kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan minat masyarakat untuk menghafal Al-Qur’an. Terutama bagi yang benar-benar berminat. “Banyak manfaat yang bisa didapat dengan menghafal Al-Qur’an,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berprestasi Internasional, Santriwati Ini Masuk Nominasi Santri of The Year 2017

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Izza Nur Layla, alumni MA Unggulan Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur ini masuk dalam Nominasi Santri of The Year 2017. Ajang yang diselenggarakan oleh Islam Nusantara Center (INC) untuk menyambut Hari Santri Nasional itu, menempatkan Izza, sapaan akrabnya sebagai Nominator  Santri Berprestasi Internasional. 

Berprestasi Internasional, Santriwati Ini Masuk Nominasi Santri of The Year 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Berprestasi Internasional, Santriwati Ini Masuk Nominasi Santri of The Year 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Berprestasi Internasional, Santriwati Ini Masuk Nominasi Santri of The Year 2017

Selain Izza, ada nama lain yang menjadi nominator di bidang  yang sama, yaitu Tontowi Ahmad. Alumnus Pesantren Al Falah Ploso, Kediri  ini masuk nominasi berkat pretasinya yang mendunia sebagai pemain ganda campuran bulutangkis bersama Liliana Natsir. Nama lainnya adalah Malik Khidir, alumnus Pesantren Al Barokah ini adalah Juara Kompetisi Robotik Internasional.

Masih banyak nama-nama top lain masuk Nominator Santri of The Year 2017 sesuai dengan bidangnya. Misalnya, Prof KH Muhammad Tholhah Hasan (Pendiri Unisma Malang) untuk bidang pendidikan, Habib Syekh Abdul Qadir Assegaf (Penggiat Seni Sholawat)  untuk bidang seni dan budaya, dan Saifullah Yusuf (Wagub Jawa Timur) untuk bidang Kepemimpinan dalam Pemerintahan.

Izza sendiri masuk nominasi lantaran prestasi internasionalnya yang fenomenal. Dara  kelahiran Jember 5 Februari 1996 itu adalah peraih medali emas dalam kompetisi bidang agribisnis di ajang The 36th National Academic Conference of the Future Farmers of Thailand Organization di Thailand  tahun 2015.

Saat itu, Izza berduet dengan Aji Zulfikar asal Pesantren Darul Ma’arif, Sintang, Kalimantan Barat, berhasil memenangi lomba di kategori demonstrasi keahlian profesional dengan menyajikan sistem penanaman hydroponic.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Izza telah menyelesaikan studi D3 Agribisnis di Pattani Fisheries and Agriculture Technology College, Pattani, Thailand Maret 2017 lalu. Ia lulus meyandang predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 4,0. 

Saat ini, Izza mendapat beasiswa lagi untuk melanjutkan pendidikan S1 di Rajamangala University of Technology Srivijaya, Thung Yai District, Nakhon Si Thammarat, Thailand.

Pengasuh Pondok Pesantren Nuris, Gus Rabith Qashidi, berharap agar prestasi Izza dapat melecut semangat santri lain untuk meraih prestasi. Ia mengaku yakin bahwa santri juga bisa berprestasi di tingkat internasional bahkan dalam bidang umum sekalipun. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Izza lulusan Madrasah Aliyah, tapi bisa juara di bidang agribisnis, kan hebat," tuturnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Santri, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PP LAZISNU-LDNU Salurkan 10.000 Sembako dan 5.000 Santunan Yatim

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh NU (PP LAZISNU) dan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP LDNU) menyerahkan bantuan 10.000 paket sembako dan 5.000 paket santunan kepada anak-anak yatim.

Penyerahan berlangsung di masjid An-Nahdlah, Kantor PBNU lantai dasar, jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Senin (29/7) petang. Kegiatan penyaluran dihadiri oleh sedikitnya 100 orang penerima bantuan.

PP LAZISNU-LDNU Salurkan 10.000 Sembako dan 5.000 Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZISNU-LDNU Salurkan 10.000 Sembako dan 5.000 Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LAZISNU-LDNU Salurkan 10.000 Sembako dan 5.000 Santunan Yatim

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang kerap disapa Kang Said, Wakil Ketua Umum PBNU Asad Said Ali, Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik, dan Ketua PP LDNU KH Zaki Mubarok.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Semoga para muzakki diberikan ganjaran berlipat karena telah menunaikan zakat sebagai ibadah wajib,” kata KH Masyhuri Malik dalam sambutan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bantuan 10.000 paket sembako, sambung KH Masyhuri Malik, akan disalurkan dari Jawa Timur hingga Banten dan beberapa titik di Lampung. Sedangkan paket 5.000 santunan yatim disalurkan mulai dari Kupang, Nusa Tenggara Barat hingga Sumatera Barat.

Penyerahan paket bantuan ditutup dengan ceramah singkat Kang Said.

“Dua hal yang paling penting di muka bumi adalah iman kepada Allah dan bermanfaat bagi orang lain,” ungkap Kang Said mengulang sabda Rasulullah SAW.?

Keimanan kepada Allah, lanjut Kang Said, dinilai belum sempurna sebelum orang yang bersangkutan memberikan sumbangsih kepada orang lain.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 27 Oktober 2017

Kiai Juga Dorong Berwirausaha

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Orang yang selalu mendorong saya dalam berwirausaha itu Mbah Warsun. Mbah Warsun itu sangat respek pada santri yang punya jiwa mandiri. Sehingga beliau sering memberikan dorongan dan motivasi.”

Kiai Juga Dorong Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Juga Dorong Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Juga Dorong Berwirausaha

Demikian dikatakan H Suhadi Khozin, penasehat HIPSI Yogyakarta, saat ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di gedung PWNU DIY, Jl MT Haryono 41-42, usai mengikuti acara Pembentukan pengurus HIPSI Cabang Yogyakarta, Sabtu (1/6) sore.

Orang terdekat almarhum Mbah Warsun itu pun menceritakan perjalanan wirausaha yang telah digelutinya sejak lulus SMA, sekitar tahun 1982. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dikatakan bahwa Mbah Warsun adalah orang yang selalu mendorongnya dalam berwirausaha.

“Saat kuliah pun, Bapak jarang sekali menanyakan kuliahnya bagaimana. Yang ditanyakan justru adalah bagaimana usahanya?” papar H Suhadi sembari berkaca-kaca ketika mengenang pengarang kamus Al-Munawwir tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wakil Katib Syuriyah PWNU DIY itu kemudian menyatakan keprihatinannya kepada generasi muda sekarang, dimana mayoritas dari mereka ketika selesai kuliah, bingung akan ‘menjual’ ijazahnya ke mana. Belum lagi ditambah dengan mindset yang terbangun selama ini, bahwa ketika selesai dari sekolah dan kuliah, jadi pegawai, itu sudah selesai.

“Hal seperti itu saja sebenarnya tidak cukup. Maka cobalah berwirausaha, sekecil apapun. Mbah Warsun sering memberikan nasehat untuk berwirausaha dengan dimulai dari usaha-usaha kecil. Istilahnya itu gege mongso, yaitu harus dimulai dari kecil dan bertahap, tidak perlu langsung besar,” tandasnya.

Pemilik usaha sablon LU Grafika Yogyakarta tersebut berharap, dengan adanya pembentukan pengurus HIPSI Yogyakarta nantinya dapat muncul kemandirian dari santri, sesuai dengan kapasitas masing-masing. Agar nantinya juga memiliki kemandirian berfikir.

Kemudian, ia pun berpesan kepada generasi muda NU yang akan atau sedang menekuni bidang wirausaha, tentang empat hal. Pertama, agar memunculkan jiwa kemandirian yang dilandasi oleh motivasi yang kuat, amanah serta istiqamah. Kedua, harus ada keseriusan untuk melangkah dalam usaha, sekecil apapun. Ketiga, tidak usah terlalu bermimpi yang tinggi-tinggi dahulu.

“Yang terakhir, orang berwirausaha itu harus tahan banting,” pungkasnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh, Hadits, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Maruf: Belajar Agama Jangan Hanya Melalui Internet

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Rais Aam PBNU KH Maruf Amin berpesan agar masyarakat tidak menerima begitu saja pelajaran agama yang bertebaran di media sosial atau via internet. Pasalnya, pelajaran agama akan rawan sekali penyimpangan bila disampaikan tanpa guru.

Demikian disampaikan Kiai Maruf Amin di hadapan ribuan jamaah NU Taiwan dalam istighotsah dan tabligh akbar di pusat Kota Taiwan, Taipei Main Station, Ahad (15/10).

Kiai Maruf: Belajar Agama Jangan Hanya Melalui Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf: Belajar Agama Jangan Hanya Melalui Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf: Belajar Agama Jangan Hanya Melalui Internet

Hadir dalam acara ini Katib Syuriyah PBNU Asrorun Niam Sholeh, Wakil Kepala Dagang dan Ekonomi Indonesia Siswadi, Sinchung Halal for Taiwan, dan juga Ketua Taiwan Muslim Association Mr Yasin.

"Beragama itu harus melalui guru. NU sudah memberikan panduan keagamaan yang perlu dipegangi. Belajar agama jangan hanya melalui internet. Bisa bahaya. Di sinilah pentingnya berjamaah dan berjamiyyah. Belajar agama itu dari ulama," jelas Kiai Maruf.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara ini disponsori oleh Sinchung Halal for Taiwan, lembaga sertifikasi halal yang menjadi mitra MUI dalam sertifikasi halal di Taiwan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PBNU Minta Mesir Tinjau Putusan Hukuman Mati Massal

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta pemerintah Mesir untuk meninjau ulang hukuman mati yang dijatuhkan kepada 683 aktifis Ihwanul Muslimin termasuk pemimpinnya, Muhammad Badie.

PBNU Minta Mesir Tinjau Putusan Hukuman Mati Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Mesir Tinjau Putusan Hukuman Mati Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Mesir Tinjau Putusan Hukuman Mati Massal

“Sebagai sebuah negara besar, ini merupakan sebuah kemunduran dan pelanggaran HAM,” kata Kiai Said di gedung PBNU, Rabu (30/4).

Mesir, kata Kiai Said merupakan negara yang memiliki peradaban yang telah maju dan di negeri tersebut, terdapat institusi Al Azhar yang sangat dihormati umat Islam.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Perbedaan sikap politik tidak perlu diselesaikan dengan cara saling membunuh,” tegasnya.

Ia berharap pihak-pihak yang berseberangan seperti Ikhwanul Muslimin dan militer, menyelesaikan persoalan negeri tersebut dengan cara dialog.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PBNU dalam waktu dekat akan mengirim surat kepada pemerintah Mesir agar hukuman tersebut ditinjau ulang.

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Pemerintah Indonesia juga menyesalkan dijatuhkannya hukuman mati tersebut. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah