Senin, 18 September 2017

Pemimpin NU Harus Tingkatkan Kualitas Hidup Nahdliyin

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pemimpin NU mendatang harus memiliki kepedulian dalam memajukan dan meningkatkan kualitas hidup warganya di bidang sosial, pendidikan dan ekonomi. Tidak hanya itu, pemimpin NU diharapkan memprioritaskan kualitas pondok pesantren.

Demikian yang disampaikan Wakil Rektor 1 Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) Tebuireng Prof Dr H  Haris Supratno dalam acara seminar internasional bertajuk Menjelang Satu abad, Quo Vadis NU di kampus setempat, Sabtu (1/8). Hadir juga sebagai pembicara pengamat NU Martin Van Bruinessen dan Prof Nakamura asal Jepang.

Pemimpin NU Harus Tingkatkan Kualitas Hidup Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemimpin NU Harus Tingkatkan Kualitas Hidup Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemimpin NU Harus Tingkatkan Kualitas Hidup Nahdliyin

 Haris memaparkan Nahdlatul Ulama dalam mencapai kemajuan harus menjadikan skala prioritas melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan dan ekonomi warganya. 

"Bila pendidikan warga NU maju dan berkualitas maka akan mempercepat kualitas dan kesejahteraan warga NU," ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Karena itu, kata Haris, pemimpin NU harus mampu mengubah citra pondok pesantren. Bukan hanya sebagai pusat pendidikan agama melainkan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan umum.

"Dengan demikian, alumni pesantren juga menguasai ilmu agama dan ilmu umum sehingga akan mampu terjun ke dalam masyarakat dan siap sebagai pemimpin masa depan yang mampu meningkatkan kualitas dan kesejahteran lahir batin," tandas mantan Rektor Unesa ini.

Sementara Prof.Nakamura mengatakan citra Islam di mata masyarakat Jepang dinilai kurang baik akibat adanya tindakan terorisme berkedok agama. Karenanya, ia bersama teman-temannya ingin mengundang sejumlah cendekiawan untuk berbicara Islam damai di Jepang. 

"Kita ingin masyarakat Jepang mempunyai pemahaman Islam yang benar, ramah bukan Islam pemarah," tegasnya. (Qomarul Adib/Mukafi Niam)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Diskusi Siang Ini LKSB Angkat Semangat Persatuan Sumpah Pemuda

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) akan menggelar kajian perihal amanat Sumpah Pemuda dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945. LKSB bersama elemen pemuda dan  mahasiswa se-Jakarta akan mendiskusikan relevansi masalah ini di Lantai Lima Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (2/11) siang.

Tema ini diangkat dalam diskusi ini dalam rangka mengingatkan kembali semangat deklarasi persatuan para pemuda pada 1928 di bawah payung keindonesiaan.

Diskusi Siang Ini LKSB Angkat Semangat Persatuan Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Diskusi Siang Ini LKSB Angkat Semangat Persatuan Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Diskusi Siang Ini LKSB Angkat Semangat Persatuan Sumpah Pemuda

Diskusi yang didominasi kalangan pemuda ini memandang semangat persatuan dan keindonesiaan para pemuda saat itu semakin relevan di tengah ketegangan masyarakat karena rangkaian politik praktis.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Direktur Eksekutif LKSB Abdul Ghopur mengatakan, problem Indonesia sesungguhnya adalah keberlangsungan manajemen negara pascakolonial yang tak mampu menegakkan kedaulatan hukum, tidak mampu memberikan keamanan dan keadilan bagi warganya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Di samping itu kita juga belum benar-benar siap menerima keragaman,” kata Ghopur, Selasa (1/11) siang.

Menurutnya, elemen pemuda Indonesia kini perlu kembali mengingatkan masyarakat secara umum yang lupa atau mengabaikan semangat Sumpah Pemuda 1928 dan nilai-nilai persatuan serta perbaikan bangsa ke depan melalui Proklamasi 1945 pendiri bangsa.

Beberapa unsur kepemudaan yang akan hadir dalam diskusi kali ini adalah perwakilan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), mantan aktivis 98, Generasi Muda Perhimpunan Indonesia Tionghoa (GEMA INTI), Gerakan Alam Pikir Indonesia (Gerak API), pemuda Kampung Sawah Bekasi, pemuda daerah, Anak Kandung Indonesia, dan delegasi ormas serta OKP lainnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 17 September 2017

Rajaban, Siswa Madrasah Daarul Ikhlas Berkemah

Subang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Untuk meningkatkan kualitas fisik dan mental, tim penegak pramuka MA Daarul Ikhlash menggembleng pelajar Mtsnya dalam kegiatan Kemah Isra’ dan Miraj. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini digelar di kompleks madrasah yang berlokasi di desa Caracas, Kalijati, Subang, Senin-Selasa (26-27/5).

Pembina pramuka MTs-MA Daarul Ikhlash Tito Taqiyudin mengatakan, kegiatan kemah ini selain memuat materi kepramukaan, tetapi juga materi tentang Isra dan Miraj.

Rajaban, Siswa Madrasah Daarul Ikhlas Berkemah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rajaban, Siswa Madrasah Daarul Ikhlas Berkemah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rajaban, Siswa Madrasah Daarul Ikhlas Berkemah

"Sholat 5 waktu merupakan oleh-oleh dari Isra’ dan Miraj. Dalam kegiatan ini, siswa dituntut melaksanakan sholat 5 waktu secara berjamaah yang juga dianjurkan dilakukan di masjid tempat tinggal masing-masing," ujar Tito, Senin (26/5).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tito yang juga mantan Ketua NU Caracas ini mengingatkan, kegiatan berkemah identik dengan Isra’ dan Mi’raj Rasulullah SAW. Pasalnya, kegiatan berkemah menuntut kedisiplinan dan kekuatan mental di mana para pelajar jauh dari orangtua. Kedisiplinan fisik dan mental itulah yang menjadi modal kebahagiaan.

Kegiatan berkemah ini mengajak para pelajar mengolah batin dengan melaksanakan zikir, sholawat, dan sholat tahajud. Dalam kesempatan ini, mereka diajak menjelajahi alam untuk menghayati rasa cinta tanah air dan nasionalisme. Dari sana, semangat gotong-royong akan tumbuh di kalangan mereka, pungkas Tito. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 16 September 2017

Nongkrong Budaya, Kelompok Pemuda Baca Kidung Puisi

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kelompok pemuda yang tergabung dari Kaligawe Online, Sciena Madani, Lembaga Kajian Mahasiswa (LKM) dan Kelompok Sastra dan Budaya Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, mengelar Nongkrong Kebudayaan. Kegiatan bertajuk, “kidung diserat, Puisi dibaca” ini berlangsung di halaman kampus Unissula, Semarang, Jumat (14/11).

Menurut pimpinan Kaligawe Online Dimas BP, Nonkrong Kaligawe merupakan program tahunan yang bertujuan memperkenalkan kota Semarang dan membaur kepada masyarakat.

Nongkrong Budaya, Kelompok Pemuda Baca Kidung Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Nongkrong Budaya, Kelompok Pemuda Baca Kidung Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Nongkrong Budaya, Kelompok Pemuda Baca Kidung Puisi

Selain itu, kegiatan nongkrong budaya dimaksudkan untuk memberikan wawasan kebudayaan Nusantara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Lukni Maulana dari Sciena Madani, dunia kebudayaan khususnya sastra puisi seakan mengalami kegelapan sehingga perlu dikemas untuk diperkenalkan baik kepada masyarakat maupun kampus.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Nongkrong Budaya yang dikemas dengan pembacaan puisi ini dihadiri puluhan penyair, Artvelo Sugiarto (Demak), Fransiska Ambar Kristiyani (Semarang), Lukas Jono (Salatiga), Arafat Ahc (Demak), Ahmad Fauzi (Semarang) dan dimeriakan nyanyian puisi dari Sahabat Tenggang Semarang, Ruli (Sastra Undip Semarang), Puji (LKM – SA), Kang Memed (Pegiat Teater Semarang) dan Musikalisasi KSB–eSA.

“Kegiatan nongkrong budaya yang dikemas ngaji sastra rencananya akan diadakan rutin setiap bulan,” tambah Lukni. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

MWCNU Jatiyoso Galang Bantuan untuk Korban Longsor di Karanganyar

Karanganyar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Setelah longsor susulan di Dusun Pengkok, Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jumat, (12/2), satu ekor sapi, empat ekor kambing mati tertimpa longsoran dan dua dusun terisolasi. Salah satu rumah milik warga juga tertimbun tanah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Musibah ini menarik perhatian pengurus NU Jatiyoso untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial.

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jatiyoso Taryanto mengungkapkan, sebelumnya longsor sudah mendera warga Dusun Pengkok pada Kamis, (11/2).

MWCNU Jatiyoso Galang Bantuan untuk Korban Longsor di Karanganyar (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Jatiyoso Galang Bantuan untuk Korban Longsor di Karanganyar (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Jatiyoso Galang Bantuan untuk Korban Longsor di Karanganyar

“Namun, longsor kali ini sepuluh kali lipat lebih besar dibandingkan longsor sebelumnya,” kata Kang Thar sapaan akrab Taryanto kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Gedung PCNU Karanganyar, Sabtu (13/2).

Setelah melakukan koordinasi pengurus di Sekretarisat PRNU Desa Petung, MWCNU Jatiyoso akan mengirimkan bantuan kepada para korban bencana tanah longsor di desa Beruk.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kami langsung melakukan rapat koordinasi dengan seluruh pengurus MWCNU dan ranting NU guna membahas bantuan untuk korban bencana longsor yang rencananya akan menyumbangkan bantuan berupa sembako dan uang,” terangnya.

Barang-barang yang dihimpun MWCNU Jatiyoso berasal dari para seluruh jama’ah pengajian NU dan warga NU.

"Sumbangan tersebut kami kumpulkan mulai Ahad dan kami tetap membuka kesempatan kepada para donatur untuk memberikan sumbangan," ujar Thar.

Ia berharap sumbangan itu dapat bermanfaat bagi masyarakat yang tertimpa musibah. "Selain memberikan sumbangan, kami juga mendoakan masyarakat di Desa Beruk yang tertimpa musibah agar diberikan ketabahan dan kesabaran," ujarnya. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bungkam Al Kahfi 2-0, Darul Huda Maju Final Liga Santri 2017

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 



Pesantren Darul Huda berhasil menancapkan kaki di laga final Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 setelah melewati babak semi final yang dimainkan di Stadion Arcamanik, Bandung, Sabtu (28/10). Tim asal Ponorogo ini berhasil menundukkan perlawanan Pesantren Al Kahfi Kebumen dengan skor 2-0.

Bungkam Al Kahfi 2-0, Darul Huda Maju Final Liga Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Bungkam Al Kahfi 2-0, Darul Huda Maju Final Liga Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Bungkam Al Kahfi 2-0, Darul Huda Maju Final Liga Santri 2017

Sejak menit awal, Darul Huda sudah menekan pertahanan Al Kahfi, beberapa tendangan ada mengarah ke gawang, sayangnya kiper Al Kahfi Arif Purwanto masih sigap menghalau sepakan pemain-pemain Darul Huda.

Petaka buat Al Kahfi datang di menit 26 saat penyerang Darul Huda Wiranto menggiring bola dengan dihadang 3 bek Al Kahfi. Niat mereka ingin menghadang tapi ternyata Penyerang Darul Huda Wiranto harus dijatuhkan di kotak penalti. Menjadi eksekutor sendiri di titik putih, Wiranto sukses menggetarkan jala Al Kahfi. Ini sekaligus gol kelimanya selama kompetisi LSN 2017.

Setelah unggul 1 gol, Darul Huda malah semakin mengepung pertahanan Al Kahfi. Keunggulan bertambah di menit injury time, umpan lambung bek Dafa Kurnia dari sisi kanan sukses disundul oleh gelandang Endra. Lewat sundulan yang memantul ke tanah, bola tak mampu dihadang oleh kiper Al Kahfi.

Di menit-menit akhir babak kedua Al Kahfi menciptakan peluang emas melalui tendangan ke gawang Sahrul, namun sepakannya masih bisa diamankan oleh kiper Darul Huda Humaidi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hingga pluit panjang dibunyikan, keunggulan 2-0 Darul Huda tak mampu dibalas oleh Al Kahfi. Dengan hasil ini, Darul Huda akan menantang Darul Hikmah Cirebon di babak final yang akan berlangsung di stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pada pukul 19.00 WIB, Ahad (29/10).

Diwawancari selepas pertandingan, pelatih Darul Huda Agus Susanto mengungkapkan rasa senang sebab target timnya masuk ke final Liga Santri sudah tercapai. "Kunci kemenangan ini, kekompakan di dalam maupun di luar lapangan," ujar Agus dengan raut wajar gembira.

Agus akan mengintruksikan anak asuhannya untuk istirahat yang cukup demi persiapan laga final. "Untuk strategi akan kami rahasiakan sendiri. Siap juara, sesuai target dari awal," tegas Agus. (M. Zidni Nafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 14 September 2017

Hentikan Berbuat Zalim, Saatnya Beramal Saleh

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyerukan kepada seluruh bangsa Indonesia agar menghentikan segala perbuatan zalim dan sudah saatnya untuk beramal saleh. Menurutnya, bencana alam yang datang bertubi-tubi menimpa Indonesia merupakan akibat dari ulah manusia sendiri.

Seruan tersebut disampaikan Hasyim saat berceramah pada pengajian, istighosah dan tahlil yang digelar Pimpinan Pusat (PP) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) di halaman Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (27/12) malam. Acara tersebut merupakan peringatan dua tahun bencana alam gelombang pasang tsunami yang menerjang Aceh 2004 silam.

Hentikan Berbuat Zalim, Saatnya Beramal Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)
Hentikan Berbuat Zalim, Saatnya Beramal Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)

Hentikan Berbuat Zalim, Saatnya Beramal Saleh

Dalam kesempatan itu, Hasyim mengaku prihatin atas kondisi bangsa saat ini. Di saat bangsa Indonesia sedang dilanda berbagai musibah, menurutnya, masih saja ada orang maupun pihak-pihak tertentu yang masih berbuat zalim. “Sayangnya, bencana alam yang begitu dahsyat ini, masih saja ada yang berbuat zalim. Memanfaatkan bencana untuk kepentingan bisnis,” tandasnya.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu, sebagian besar bencana, baik bencana alam maupun bencana sosial, sebagian besar diakibatkan oleh ulah manusia sendiri. Banjir yang melanda sebagian wilayah negeri ini di penghujung tahun ini, katanya, sebagai akibat dari proses penggundulan hutan yang berlangsung terus menerus.

“Saya dapat informasi, 59 juta hektar hutan kita sudah gundul. Kalau misalkan dalam waktu 1 tahun seluruh bangsa Indonesia ini menanam pohon, maka, hasilnya masih akan kita nikmati 59 tahun lagi. Karena itu, tidak ada pilihan lagi bagi kita untuk segera menghentikan perbuatan yang merusak alam ini,” tuturnya.

Kepada ratusan warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU) yang mengikuti pengajian tersebut, mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur itu mengungkapkan, ada beberapa jenis bencana. Di antaranya, bencana yang memang merupakan murni kehendak Allah SWT dan ada pula bencana alam yang diakibatkan manusia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Semua bencana itu, imbuhnya, terutama yang merupakan kehendak Yang Maha Kuasa, tak mungkin lagi dihindari oleh manusia. “Ini penting, karena saat ini sudah tidak ada lagi yang mampu menghentikan bencana itu. Sekali lagi, pilihannya cuma menghentikan berbuat zalim dan segera memerbaiki kelakuan kita atau terus seperti ini dan bencana akan terus menyusul lagi,” imbaunya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah PonPes, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah