Selasa, 25 Juli 2017

Bahtsul Masail Mendinamisir Peran Ulama

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Bahtsul masail atau pengkajian masalah-masalah Islam terus digiatkan PWNU Lampung. Hal ini dilakukan untuk mendinamisir pemikiran ulama dan intelektualisme warga NU. Demikian diungkapkan Ketua PWNU Lampung, KH.Khairudin Tahmid kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Kamis (21/7) menanggapi peran ulama dan pesantren di tengah-tengah perkembangan zaman.

"Bahtsul masail baik yang dilakukan di pesantren maupun di lingkungan NU sangat penting dilakukan, untuk mendinamisir pemikiran ulama, karena dari situlah intelektualisme atau keulamaan NU berkembang," ungkapnya.

Dijelaskan Khairudin, antara NU dan tradisi pesantren dipertemukan dalam aktivitas Bahsul masail. Makanya, lanjut lulusan pesantren di Jombang ini, tidak aneh kalau dalam momentum perhelatan muktamar yang menjadi fokus perhatian adalah keputusan bahtsul masail NU. "Hingga kini tradisi itu tetap dipertahankan dalam setiap acara ke-NU-an, mulai dari lavel tertinggi yakni muktamar sampai istighasah di ranting-ranting NU, bahtsul masail selalu mendapat tempat," paparnya.

karena itulah, PWNU Lampung pasca muktamar ke-31 di Boyolali, terus menerus menggiatkan forum bahtsul masail sampai ke tingkat ranting NU. "Sekarang ini setiap minggu anak cabang dan ranting  menyelengarakan acara tersebut, yang kemudian diangkat ke bahtsul masail level wilayah yang diselenggarakaan tiga bulan sekali. Ini berarti ranting, anak cabang dan cabang juga menyelenggarakan hal serupa. Belum lagi kalangan pesantren sendiri secara rutin juga menyelenggarakan kegiatan ilmiah tersebut," kata lulusan IAIN Raden Intan Lampung ini.

Mengenai tema, dia mengatakan PWNU tidak menentukan tema, karena mencoba mengangkat persoalan yang terjadi di masyarakat paling bawah, yaitu ranting, sehingga yang diangkat adalah aspirasi mereka. "Walaupun kebanyakan dirumuskan oleh ulama dan pengurus tingkat desa, tetapi persoalan yang diangkat juga tidak kalah mendasar. Misalnya soal hukum mendapatkan hadiah Kuis SMS, perawatan jenazah dengan penguburan massal, soal tradisi kirim doa, termasuk isu kontemporer tentang munculnya kegiatan sembahyang jumat dengan imam wanita," paparnya menyudahi pembicaraan.(cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian, Hikmah, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bahtsul Masail Mendinamisir Peran Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail Mendinamisir Peran Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail Mendinamisir Peran Ulama

Senin, 24 Juli 2017

Aklamasi, Yusra Alhabsyi Ketua Baru GP Ansor Sulut

Manado, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Yusra Alhabsyi bakal memimpin Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Utara masa khidmah 2015-2019 setelah terpilih secara aklamasi dalam Sidang Pleno IV Konferensi Wilayah XI GP Ansor Sulut, Jumat (25/12), di Bunaken Room Aryaduta Hotel Manado, pukul 02.25 WITA.

Aklamasi, Yusra Alhabsyi Ketua Baru GP Ansor Sulut (Sumber Gambar : Nu Online)
Aklamasi, Yusra Alhabsyi Ketua Baru GP Ansor Sulut (Sumber Gambar : Nu Online)

Aklamasi, Yusra Alhabsyi Ketua Baru GP Ansor Sulut

Yusra Alhabsyi mengantongi 6 suara dari 9 suara sah yang diusulkan oleh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor se-Sulut.

Saat diminta untuk memberikan sambutan, Yusra berjanji akan memperkuat GP Ansor sampai ke tingkat kabupaten/kota yang belum memiliki struktur kepengurusan Ansor. "Sahabat-sahabat di luar PKB, tak akan dimarjinalkan. Akan saling memberikan tempat dan ruang, untuk kader-kadernya berprestasi di bidang politik," tambah Yusra.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk susunan kabinet PW GP Ansor Sulut, Yusra mengatakan akan berusaha merekrut pengurus baru secara proporsional. Setiap cabang minimal terwakili hingga 75 persen, dengan 50 persennya berasal dari Manado. Ia juga berharap ketua demisioner, Benny Rhamdani, tidak meninggalkan GP Ansor Sulut dan tetap memberikan bimbingan dan serta nasihat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelum menutup secara resmi Konferwil XI GP Ansor Sulut, M.Aqil Irham meninggalkan pesan kepada ketua terpilih, agar tetap selalu menanamkan niat aktif di GP Ansor demi menolong agama Allah.

Penyusunan Kabinet PW GP Ansor Sulut sulut dipercayakan kepada 5 anggota tim Formatur yang terdiri dari ketua terpilih Yusra Alhabsyi, ketua demosioner Benny Rhamdani, serta perwakilan Bolmong Raya Candra Modeong, perwakilan Minahasa Raya Ivan Tutupo, dan perakilan Sangihe H. Ali Tungian. (Udi? Masloman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masdar: Problem Mendasar Impor Paha Ayam Adalah Soal Pemihakan

Bogor, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Ketua PBNU Drs Masdar F Mas’udi, MA menegaskan, perspektif agama menyikapi problema-problema seperti impor paha ayam yang mengancam para peternak di Indonesia, sebenarnya yang lebih inti dari sekedar kehalalan adalah soal pemihakan.

"Berbicara pemihakan itu adalah soal sistem secara lebih makro dan apa yang kita diskusikan ini sebenarnya adalah soal pemihakan," katanya di Bogor, Kamis petang, di sela-sela diskusi terbuka nasional bertema "Flu Burung di Indonesia dan Ancaman Impor Paha Ayam" yang diadakan "Petani Center" Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA-IPB).

Diskusi nasional itu menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya mantan Cawapres pasangan Capres M Amien Rais, yakni Siswono Yudhohusudon, mantan Menteri Pertanian, Bungaran Saragih dan wakil-wakil petani-peternak dengan moderator Dirut Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI, Parni Hadi.

Ia mengemukakan, dalam konteks itu, sebenarnya pemerintah, utamanya bertindak untuk siapa. "Kalau problem pemihakan, sesungguhnya pilihan ideologis yang paling absah dari sudut konstitusi dan ajaran-ajaran agama apapun, sebenarnya pemihakan mesti kepada masyarakat banyak dan terutama bagi yang lemah dan itu yang sebenarnya tidak tampak di dalam kebijakan pemerintah yang kita lihat sekarang ini," katanya.

Misalnya, kata dia, dalam soal problem krisis anggaran, sebenarnya kenaikan bahan bakar minyak (BBM) memang salah satu opsi.

"Tapi, sebenarnya soal krisis anggaran kan menjadi lebih substansial kalau bisa dikatrol dari pemburuan uang-uang yang dikorup, yang kemudian ditaruh di luar negeri. Itu kan jauh lebih besar jumlahnya dan akan sangat signifikan," katanya.

Akan tetapi, menurut dia, terkait dengan kebijakan pemerintah, di satu pihak pemihakannya kurang, yang kedua ada langkah-langkah yang tampaknya lebih mempertimbangkan mana yang lebih gampang dilaksanakan.

"Jadi, cari gampangnya aja. Menaikkan harga kan sesuatu yang sangat gampang, bisa dalam waktu satu jam dan itulah yang terjadi," katanya.

Karena itu, kata dia, pertama krisis soal pemihakan kepada rakyat banyak, dan kedua tekad pemerintah untuk bekerja keras melakukan hal-hal yang memang tidak gampang. "Tapi itu memang sangat mendasar (untuk dilakukan) dan bukan hanya mencari gampangnya saja," tambahnya.

Menjawab pertanyaan apakah soal pemihakan, berarti tidak perlu impor komoditi semacam paha ayam, Masdar F Mas’udi mengatakan bahwa pertama tentu pemihakan  pemerintah harus kepada rakyatnya sendiri.

"Kalau kita punya jajaran petani dan peternak ayam atau peternak lain, sejauh kita bisa mencukupi kebutuhan sendiri, dan kita memang harus dipacu untuk memenuhi kebutuhan sendiri kenapa mesti impor?," katanya.

Ia menegaskan, kalau pilihannya impor, maka sebenarnya yang diuntungkan hanya segelintir orang saja. "Oleh sebab itu, yang paling penting dalam aspek pemihakan ini adalah bagaimana pemerintah sekuat mungkin mendorong kebutuhan-kebutuhan yang sebenarnya bisa dipenuhi oleh budidaya rakyatnya sendiri," katanya.

Menurut dia, upaya itu harus didorong dengan sepenuh kekuatan. "Harus ’all out’ di situ, jangan cari gampangnya lagi, kalau kita kurang ayam ya... tinggal impor," katanya.      "Kalau kurang impor, bagaimana kalau (peternak kita) lebih suplainya, pemerintah tidak mau menjawab, itu kan lagi-lagi menunjukkan bahwa pemerintah cari enaknya, ini persoalan pemihakan dan kerja keras, dan dua-duanya itu memang mengalami krisis yang serius," katanya.(ant/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah, Olahraga, News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masdar: Problem Mendasar Impor Paha Ayam Adalah Soal Pemihakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Masdar: Problem Mendasar Impor Paha Ayam Adalah Soal Pemihakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Masdar: Problem Mendasar Impor Paha Ayam Adalah Soal Pemihakan

Minggu, 23 Juli 2017

Lima Program PCNU Tapanuli Tengah untuk Mandiri

Tapanuli Tengah, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

PCNU Tapanuli Tengah menggelar agenda tahunan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) yang diikuti seluruh pengurus MWCNU. Kegiatan yang dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Tapteng H. Sarmadan Nur menghasilkan beberapa program kerja PCNU.

Lima Program PCNU Tapanuli Tengah untuk Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Program PCNU Tapanuli Tengah untuk Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Program PCNU Tapanuli Tengah untuk Mandiri

Lima program kerja yang dihasilkan dalam Muskercab tersebut adalah, Pengurus NU harus berbenah menuju tahun 2017. Kedua, mendirikan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama. Ketiga, mengaktifkan Madrasah Diniyah Awaliyah milik NU. Keempat, melaksanakan pengkaderan NU. Serta kelima, menambah aset NU.?

"Muskercab ini bertujuan untuk mengevaluasi program kerja dan mengkaji pekembangan organisasi serta peranan NU di tengah masyarakat dan juga melaksanakan hasil dari konferensi kemarin," ucap ketua panitia pelaksana Samrul Bahri Hutabarat pada Muskercab yang berlangsung di kantor PCNU Tapanuli Tengah ? Jalan Junjungan Lubis Pandan, Sabtu (3/12).

Muskercab tersebut, menurut Samrul, bukan hanya sebagai seremonial, melainkan sebuah rancangan kerja untuk membentuk jama’ah lebih mandiri.

“Harapannya, bukan hanya sekadar rukun wajib organisasi. Tetapi benar-benar bisa menjadi sebuah rencana kerja untuk penguatan kemandirian,” tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Ketua PCNU Tapteng H. Misran Tanjung menyampaikan, pemantapan sangatlah perlu untuk pengurus dalam mengemban fungsi edukatif yang senantiasa berupaya agar hak dan kewajibanya terhadap bangsa, negara dan sesama umat manusia guna menuju kekuatan jamiyah (organisasi). ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia berharap kepada kader-kader ataupun pengurus-pengurus cabang agar tetap menjaga keamanan dalam menjelang Pilkada bulan Februari 2017.?

Muskercab dihadiri Kapolres Tapanuli Tengah ? AKBP Hari Setyo Budi, Rais Syuriyah PCNU Tapteng H. Kifli Mujahid Batubara, Sekretaris PCNU H. Alfan Surya Hutagalung dan beberapa ulama serta pengurus lembaga dan banom NU. (Bung Sb/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Lomba, Aswaja, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun

Musim kemarau telah lama berlalu. Kini tiba masanya musim hujan. Ketika musim kemarau, kita suka melafalkan doa minta hujan, bahkan dibarengi dengan shalat istisqa. Seketika musim hujan datang, ternyata guyuran hujan tidak selamanya menguntungkan banyak orang. Terutama bagi orang-orang yang bermukim di daerah rawan banjir.

Dulu pernah terjadi musim kemarau di masa Rasulullah. Kebanyakan orang datang menghampiri Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan meminta agar Beliau memohon kepada Allah agar hujan diturunkan.

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun

Tak lama kemudian, hujan lebat pun turun membasahi lingkungan penduduk. Saking kencangnya, rumah-rumah penduduk banyak yang hancur, pepohanan berjatuhan, dan binatang ternak pun ikut menderita. Melihat malapetaka ini, mereka mengadu kepada Rasul agar hujan musibah itu segera dihentikan.

Atas dasar permintaan ini, Nabi berdo’a, “Allâhumma hawâlainâ wa lâ ’alainâ (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami),” HR Bukhari.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadis riwayat lain al-Bukhari menyebutkan bahwa:

? ? - ? ? ? ?- ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sesungguhnya Nabi SAW ketika melihat hujan berdo’a: Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.”

Hadits ini menunjukan bahwa ketika hujan turun, Nabi SAW senantiasa meminta agar hujan yang diturunkan Allah SWT menjadi hujan rahmat, hujan yang membawa berkah,? bukan hujan musibah. Do’a ini dibaca Nabi kisaran dua atau tiga kali berdasarkan riwayat yang disampaikan Ibnu Majah.

Di saat musim hujan seperti sekarang ini, do’a di atas penting untuk kita baca. Semoga hujan musim hujan kali ini membawa kemaslahatan bagi kita bersama. Wallâhu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 22 Juli 2017

Para Pengurus Konsul NU di Masa Jepang

Pada tulisan sebelumnya telah diterangkan, pada masa kependudukan Jepang di Indonesia, pemimpin saat itu, Saiko Shikikan? (panglima tertinggi), menetapkan Undang-Undang No. 27 tentang Aturan Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang No. 28 tentang Aturan Pemerintahan? Syu? dan? Tokubetsu Syi.

Pemerintahan? Syu? (setingkat Karesidenan pada zaman Pemerintah Hindia Belanda) dan Jawa dibagi menjadi 17 Syu terdiri Banten, Bogor, Priangan, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Banyumas, Pati, Kedu, Surabaya, Bojonegoro, Madiun, Kediri, Malang, Besuki dan Madura. Kemudian, Solo dan Yogyakarta menjadi Kochi (Daerah Istimewa). Sedangkan Batavia? yang diubah namanya menjadi? Jakarta? menjadi? Tokobetu Syi? (Kota Praja Istimewa).

Pergantian tata pemerintahan ini, membuat struktur jam’iyyah Nahdlatoel ‘Oelama (baca: Nahdlatul Ulama) atau NU juga mesti menyesuaikan diri, untuk mempermudah jalinan komunikasi dan koordinasi antara Pengurus Besar (PB) dengan “Tjabang-tjabang” di bawahnya.

Para Pengurus Konsul NU di Masa Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Pengurus Konsul NU di Masa Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Pengurus Konsul NU di Masa Jepang

PBNU kemudian mengubah struktur Majelis Konsul, dari semula membawahi di atas tingkat karesidenan, menjadi setingkat karesidenan (Syu). Terkait hal tersebut, maka ditunjuklah beberapa orang untuk menduduki posisi konsul (pemimpin Majelis Konsul).

Berikut nama konsul NU di daerah Tokubetu Syi, Kochi, dan Syu seluruh Jawa-Madura (sebagian digabung), beserta alamatnya:

1. Daerah Surabaya Syu: KH Ghoefron (beralamat di Jl. Kampemen Soerabaja)

2. Daerah Bojonegoro Syu: KH Abdoelkarim (Kaoeman Bodjonegoro/sementara)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

3. Daerah Besuki Syu: KH Abdoelchalim Shiddiq (Jl. Telangsari No. 23 Djember)

4. Daerah Malang Syu: KH M. Masjkoer (Kaoeman Singosari)

5. Daerah Madiun Syu: H. Moehammad Asj’ari (Jl. Billiton 36 Madioen)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

6. Daerah Kediri Syu: K Moeksin (Ona bara doori Blitar)

7. Daerah Madura Syu: KH Ach. Moenif (Boernih Bangkalan)

8. Daerah Solo dan Jogja Kochi: K Djauhar (Laweyan Solo)

9. Daerah Semarang Syu: KH Chambali (Kaoeman 28 Semarang)

10. Daerah Pati Syu: KH Abdoeldjalil (Kadjeksan 21 Koedoes)

11. Daerah Pekalongan Syu: KH M. Iljas (Banjoe-Oerip Pekalongan/sementara)

12. Daerah Kedu Syu: M Saifoeddin Zoehri (Jl. Pemotongan 15 Poerworedjo)

13. Daerah Banyumas Syu: KHR M. Moechtar (Kebondalem II/10 Poerwokerto)

14. Daerah Cirebon Syu: M. Masna (Pamitran Kadjeksan Tjirebon)

15. Daerah Priangan Syu: Soetisna Sendjaja (Tasikmalaja)

16. Daerah Jakarta Tokubetu Syi, Banten dan Bogor Syu: Zainal Arifin (Boekit Doeri Tandjakan VII Djatinegara)

Setelah Jepang pergi dan Indonesia telah merdeka, struktur Majelis Konsul Syu ini kemudian berganti kembali seperti pada model sebelumnya, yakni membawahi beberapa cabang atau karesidenan.

Pada perkembangan selanjutnya, hingga sekarang, Majelis Konsul ini kemudian diubah namanya menjadi Pengurus Wilayah (PW), yang didirikan di tiap propinsi untuk membawahi tiap cabang.

(Ajie Najmuddin)

Sumber:?

- Surat Kabar Soeara Asia 24 Mei 1944

- Surwarno, P.J. 2003.? Tatanegara? Indonesia: dari Sriwijaya sampai? Indonesia? Modern.Yogyakarta: Unversitas Sanata Dharma.

?

Foto: (dari kiri) KH Abdoelchalim Shiddiq, KH M. Masjkoer, M Saifoeddin Zoehri

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 21 Juli 2017

Pesan Gus Dur: NKRI, Rumah Bersama Semua Elemen Bangsa

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Teladan Gus Dur yang harus diingat generasi muda adalah bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia rumah bersama bagi semua warga yang berlainan suku dan agamanya agar dapat hidup berdampingan dengan semangat toleransi dan gotong royong.

Demikian salah satu kesimpulan dari dialog dalam acara haul ke-6 Gus Dur sekaligus peluncuran acara perdana yang digagas para santri Pesantren Soko Tunggal bernama “Ngopi Bareng Gus Nuril” ? pada 11 Februari 2016 bertempat di pesantren Soko Tunggal Rawamangun, asuhan KH Nuril Arifin yang akrab disapa Gus Nuril.

Pesan Gus Dur: NKRI, Rumah Bersama Semua Elemen Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Gus Dur: NKRI, Rumah Bersama Semua Elemen Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Gus Dur: NKRI, Rumah Bersama Semua Elemen Bangsa

Hadir sebagai narasumber adalah Romo Magnis Suseno, KH Maman Imanulhaq, KH Wahid Maryanto dan KH Nuril Arifin sebagai tuan rumah.?

Dalam dialog tersebut para narasumber menyampaikan bahwa Indonesia dengan keanekaragaman suku, agama, dan budayanya sangat rentan untuk dipecah-belah dari ideologi radikal. Oleh karena itu sebagai bagian dari elemen masyarakat baik dari agama manapun, dari suku manapun ketika merasa adalah warga negara Indonesia, sudah menjadi kewajibannya untuk mempertahankan Pancasila dan keutuhan NKRI dari ideologi-ideologi radikal.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara “Ngopi Bareng Gus Nuril” adalah gabungan dari pengajian dan dialog kebangsaan. Dalam rangka haul Gus Dur ini membawa tema “Teladan Gus Dur untuk Generasi Penerus Bangsa” yang dihadiri lebih 500 orang, terdiri dari berbagai unsur Nahdliyin, seperti dari Pagar Nusa, IPPNU, PMII, Ansor, dan juga dari para pemuka tokoh agama dari Kristen, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Dalam penutupnya Gus Nuril memberikan pesan “Orang boleh saja berpakaian islami tapi sesungguhnya bisa tidak islami, orang bisa tidak berpakaian islami tapi perbuatannya islami. Maka titik puncak agama adalah kesalehan sosial, bukan hanya pintar atau kesalehan di masjid-masjid saja.” Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah