Minggu, 23 Juli 2017

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun

Musim kemarau telah lama berlalu. Kini tiba masanya musim hujan. Ketika musim kemarau, kita suka melafalkan doa minta hujan, bahkan dibarengi dengan shalat istisqa. Seketika musim hujan datang, ternyata guyuran hujan tidak selamanya menguntungkan banyak orang. Terutama bagi orang-orang yang bermukim di daerah rawan banjir.

Dulu pernah terjadi musim kemarau di masa Rasulullah. Kebanyakan orang datang menghampiri Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan meminta agar Beliau memohon kepada Allah agar hujan diturunkan.

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun

Tak lama kemudian, hujan lebat pun turun membasahi lingkungan penduduk. Saking kencangnya, rumah-rumah penduduk banyak yang hancur, pepohanan berjatuhan, dan binatang ternak pun ikut menderita. Melihat malapetaka ini, mereka mengadu kepada Rasul agar hujan musibah itu segera dihentikan.

Atas dasar permintaan ini, Nabi berdo’a, “Allâhumma hawâlainâ wa lâ ’alainâ (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami),” HR Bukhari.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadis riwayat lain al-Bukhari menyebutkan bahwa:

? ? - ? ? ? ?- ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sesungguhnya Nabi SAW ketika melihat hujan berdo’a: Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.”

Hadits ini menunjukan bahwa ketika hujan turun, Nabi SAW senantiasa meminta agar hujan yang diturunkan Allah SWT menjadi hujan rahmat, hujan yang membawa berkah,? bukan hujan musibah. Do’a ini dibaca Nabi kisaran dua atau tiga kali berdasarkan riwayat yang disampaikan Ibnu Majah.

Di saat musim hujan seperti sekarang ini, do’a di atas penting untuk kita baca. Semoga hujan musim hujan kali ini membawa kemaslahatan bagi kita bersama. Wallâhu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 22 Juli 2017

Para Pengurus Konsul NU di Masa Jepang

Pada tulisan sebelumnya telah diterangkan, pada masa kependudukan Jepang di Indonesia, pemimpin saat itu, Saiko Shikikan? (panglima tertinggi), menetapkan Undang-Undang No. 27 tentang Aturan Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang No. 28 tentang Aturan Pemerintahan? Syu? dan? Tokubetsu Syi.

Pemerintahan? Syu? (setingkat Karesidenan pada zaman Pemerintah Hindia Belanda) dan Jawa dibagi menjadi 17 Syu terdiri Banten, Bogor, Priangan, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Banyumas, Pati, Kedu, Surabaya, Bojonegoro, Madiun, Kediri, Malang, Besuki dan Madura. Kemudian, Solo dan Yogyakarta menjadi Kochi (Daerah Istimewa). Sedangkan Batavia? yang diubah namanya menjadi? Jakarta? menjadi? Tokobetu Syi? (Kota Praja Istimewa).

Pergantian tata pemerintahan ini, membuat struktur jam’iyyah Nahdlatoel ‘Oelama (baca: Nahdlatul Ulama) atau NU juga mesti menyesuaikan diri, untuk mempermudah jalinan komunikasi dan koordinasi antara Pengurus Besar (PB) dengan “Tjabang-tjabang” di bawahnya.

Para Pengurus Konsul NU di Masa Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Pengurus Konsul NU di Masa Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Pengurus Konsul NU di Masa Jepang

PBNU kemudian mengubah struktur Majelis Konsul, dari semula membawahi di atas tingkat karesidenan, menjadi setingkat karesidenan (Syu). Terkait hal tersebut, maka ditunjuklah beberapa orang untuk menduduki posisi konsul (pemimpin Majelis Konsul).

Berikut nama konsul NU di daerah Tokubetu Syi, Kochi, dan Syu seluruh Jawa-Madura (sebagian digabung), beserta alamatnya:

1. Daerah Surabaya Syu: KH Ghoefron (beralamat di Jl. Kampemen Soerabaja)

2. Daerah Bojonegoro Syu: KH Abdoelkarim (Kaoeman Bodjonegoro/sementara)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

3. Daerah Besuki Syu: KH Abdoelchalim Shiddiq (Jl. Telangsari No. 23 Djember)

4. Daerah Malang Syu: KH M. Masjkoer (Kaoeman Singosari)

5. Daerah Madiun Syu: H. Moehammad Asj’ari (Jl. Billiton 36 Madioen)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

6. Daerah Kediri Syu: K Moeksin (Ona bara doori Blitar)

7. Daerah Madura Syu: KH Ach. Moenif (Boernih Bangkalan)

8. Daerah Solo dan Jogja Kochi: K Djauhar (Laweyan Solo)

9. Daerah Semarang Syu: KH Chambali (Kaoeman 28 Semarang)

10. Daerah Pati Syu: KH Abdoeldjalil (Kadjeksan 21 Koedoes)

11. Daerah Pekalongan Syu: KH M. Iljas (Banjoe-Oerip Pekalongan/sementara)

12. Daerah Kedu Syu: M Saifoeddin Zoehri (Jl. Pemotongan 15 Poerworedjo)

13. Daerah Banyumas Syu: KHR M. Moechtar (Kebondalem II/10 Poerwokerto)

14. Daerah Cirebon Syu: M. Masna (Pamitran Kadjeksan Tjirebon)

15. Daerah Priangan Syu: Soetisna Sendjaja (Tasikmalaja)

16. Daerah Jakarta Tokubetu Syi, Banten dan Bogor Syu: Zainal Arifin (Boekit Doeri Tandjakan VII Djatinegara)

Setelah Jepang pergi dan Indonesia telah merdeka, struktur Majelis Konsul Syu ini kemudian berganti kembali seperti pada model sebelumnya, yakni membawahi beberapa cabang atau karesidenan.

Pada perkembangan selanjutnya, hingga sekarang, Majelis Konsul ini kemudian diubah namanya menjadi Pengurus Wilayah (PW), yang didirikan di tiap propinsi untuk membawahi tiap cabang.

(Ajie Najmuddin)

Sumber:?

- Surat Kabar Soeara Asia 24 Mei 1944

- Surwarno, P.J. 2003.? Tatanegara? Indonesia: dari Sriwijaya sampai? Indonesia? Modern.Yogyakarta: Unversitas Sanata Dharma.

?

Foto: (dari kiri) KH Abdoelchalim Shiddiq, KH M. Masjkoer, M Saifoeddin Zoehri

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 21 Juli 2017

Pesan Gus Dur: NKRI, Rumah Bersama Semua Elemen Bangsa

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Teladan Gus Dur yang harus diingat generasi muda adalah bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia rumah bersama bagi semua warga yang berlainan suku dan agamanya agar dapat hidup berdampingan dengan semangat toleransi dan gotong royong.

Demikian salah satu kesimpulan dari dialog dalam acara haul ke-6 Gus Dur sekaligus peluncuran acara perdana yang digagas para santri Pesantren Soko Tunggal bernama “Ngopi Bareng Gus Nuril” ? pada 11 Februari 2016 bertempat di pesantren Soko Tunggal Rawamangun, asuhan KH Nuril Arifin yang akrab disapa Gus Nuril.

Pesan Gus Dur: NKRI, Rumah Bersama Semua Elemen Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Gus Dur: NKRI, Rumah Bersama Semua Elemen Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Gus Dur: NKRI, Rumah Bersama Semua Elemen Bangsa

Hadir sebagai narasumber adalah Romo Magnis Suseno, KH Maman Imanulhaq, KH Wahid Maryanto dan KH Nuril Arifin sebagai tuan rumah.?

Dalam dialog tersebut para narasumber menyampaikan bahwa Indonesia dengan keanekaragaman suku, agama, dan budayanya sangat rentan untuk dipecah-belah dari ideologi radikal. Oleh karena itu sebagai bagian dari elemen masyarakat baik dari agama manapun, dari suku manapun ketika merasa adalah warga negara Indonesia, sudah menjadi kewajibannya untuk mempertahankan Pancasila dan keutuhan NKRI dari ideologi-ideologi radikal.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara “Ngopi Bareng Gus Nuril” adalah gabungan dari pengajian dan dialog kebangsaan. Dalam rangka haul Gus Dur ini membawa tema “Teladan Gus Dur untuk Generasi Penerus Bangsa” yang dihadiri lebih 500 orang, terdiri dari berbagai unsur Nahdliyin, seperti dari Pagar Nusa, IPPNU, PMII, Ansor, dan juga dari para pemuka tokoh agama dari Kristen, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Dalam penutupnya Gus Nuril memberikan pesan “Orang boleh saja berpakaian islami tapi sesungguhnya bisa tidak islami, orang bisa tidak berpakaian islami tapi perbuatannya islami. Maka titik puncak agama adalah kesalehan sosial, bukan hanya pintar atau kesalehan di masjid-masjid saja.” Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

LAZISNU Jombang Sukses Kumpulkan Dana Umat melalui Voucher

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jombang meluncurkan sistem voucher infaq dan sedekah untuk program Ramadhan. Setelah diluncurkan tiga hari, LAZISNU Jombang berhasil mengumpulkan dana sebesar sepuluh juta rupiah.

Demikian disampaikan Wakil Ketua LAZISNU Jombang M Makmun di tengah-tengah sosialisasi program LAZISNU Jombang dalam Rapat Koordinasi menjelang Ramadhan NU Jombang di Aula NU setempat, Ahad (29/5).

LAZISNU Jombang Sukses Kumpulkan Dana Umat melalui Voucher (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Jombang Sukses Kumpulkan Dana Umat melalui Voucher (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Jombang Sukses Kumpulkan Dana Umat melalui Voucher

Sistem pengumpulan dana infaq dan sedekah dengan menggunakan voucher merupakan cara baru bagi LAZISNU Jombang setelah berjalan sekitar 8 tahun, terhitung sejak 2009.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Makmun, voucher yang dikeluarkan oleh LAZISNU Jombang untuk sementara ini hanya untuk program bulan Ramadhan. "Nilai yang tercantum dalam setiap voucher sebesar Rp. 20.000. selama tiga hari setelah peluncuran, alhamdulillah kita sudah berhasil menjual 500 voucher dengan nilai 10 juta rupiah," katanya.

Sistem voucher ini akan terus dikembangkan tidak saja hanya untuk program Ramadhan. Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, LAZISNU Jombang dalam bulan Ramadhan 1437 H ini mengadakan kegiatan-kegiatan antara lain berbagi takjil dengan empat pesantren lansia, wakaf Al-Quran, parsel lebaran untuk pengurus musholla, jariyah karpet (jaket) untuk musholla dan masjid, tebar mukena di musholla-musholla umum dan santunan anak yatim.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Beberapa hari ini, sebelum masuk bulan Ramadhan Lazisnu Jombang sudah menyalurkan dana untuk perbaikan dua musholla di wilayah Kudu dan Peterongan Kabupaten Jombang.

"Ini juga bagian dari program Ramadhan", katanya. (Ma/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax, Lomba, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 19 Juli 2017

PCNU Lasem Imbau Warga Tetap Tenang atas Kabar Mistis Sekitar Gerhana

Rembang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua PCNU Lasem KH Shalahudin Fattawi mengeluarkan imbauan agar masyarakat Lasem dan Rembang pada umumnya untuk tetap tenang terkait isu mistis meresahkan jelang gerhana matahari yang beredar di masyarakat. Imbauan ini dimaksudkan untuk menghindari masyarakat dari hal-hal negatif.

Terkait gerhana, banyak pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi gerhana yang konon mengandung nilai mistis.

PCNU Lasem Imbau Warga Tetap Tenang atas Kabar Mistis Sekitar Gerhana (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Lasem Imbau Warga Tetap Tenang atas Kabar Mistis Sekitar Gerhana (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Lasem Imbau Warga Tetap Tenang atas Kabar Mistis Sekitar Gerhana

"Saya berharap masyarakat tetap tenang. Jangan mudah terprovokasi dengan isu yang tidak benar dan belum jelas sumbernya,” kata Kiai Shalah.

PCNU Lasem juga akan mengeluarkan maklumat yang berisi imbauan warga untuk menggelar shalat gerhana. Dengan menggunakan cokek atau pengeras suara yang terpasang di atas kendaraan roda empat, PCNU Lasem mengingatkan warga untuk melaksanakan shalat gerhana pada 9 Maret mendatang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sekretaris PCNU Lasem Attabik kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah menjelaskan shalat gerhana dilakukan agar warga senantiasa memohon keselamatan kepada Allah, serta menghilangkan kesan mitos-mitos negatif yang sering menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami akan menginstruksikan MWCNU dan Ranting NU untuk melaksanakan shalat gerhana. Tetapi pengurus juga berinisiatif untuk memberikan instruksi yang bersifat pengumuman dengan menggunakan toa secara keliling sampai ke penjuru pelosok desa.”

PCNU Lasem akan mengadakan shalat gerhana di Masjid Jami Lasem yang dimulai pada pukul setengah tujuh pagi. Sementara PCNU Rembang bersama Kementrian Agama dan ormas lain akan mengadakan shalat gerhana di Masjid Agung Rembang yang dimulai pada 06.00 wib. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 18 Juli 2017

Cari Pemimpin Amanah, NU Harus Aktif pada Pemilu 2014

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah H Abu Hapsin Umar mengatakan, NU merupakan bagian dari masyarakat politik yang mempunyai struktur lengkap dari tingkat atas sampai bawah. Oleh karena itu sudah seharusnya warga NU harus berpartisipasi aktif dalam pemilu.

Ia menyampaikan hal ini saat membuka sarasehan “Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pemilu 2014” di Hotel Muria Semarang, Kamis (19/12). Kegiatan hasil kerjasama PWNU dengan KPU Jawa Tengah ini dihadiri? seratusan? peserta dari perwakilan lembaga-lembaga NU, seperti NU, IPNU, IPPNU, GP Ansor, LP Maarif NU, Muslimat NU, Fatayat NU, Banser, dan lembaga-lembaga lain.

Cari Pemimpin Amanah, NU Harus Aktif pada Pemilu 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Cari Pemimpin Amanah, NU Harus Aktif pada Pemilu 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Cari Pemimpin Amanah, NU Harus Aktif pada Pemilu 2014

Lebih lanjut Abu Hapsin menyampaikan bahwa tanggung jawab seorang muslim adalah mendirikan kepemimpinan yang amanah. Pemilu merupakan bagian dari kegiatan mendirikan kepemimpinan. Ia berharap setelah kegiatan ini peserta yang semuanya merupakan perwakilan di masing-masing lembaga NU ini menularkan virus-virus positif tentang keuntungan terlibat aktif dalam pemilu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wahyu Setiawan? dari KPU Jateng dalam paparan materinya menyatakan bahwa NU memiliki peran yang sangat strategis. Oleh karena itu KPU Jateng perlu menggandengnya agar partisipasi masyarakat dalam pemilu nanti meningkat.

“Partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi kemarin (Pilgub) hanya sekitar 54%. Pemilu 2014 merupakan momen yang sangat penting, karena agendanya adalah pergantian rezim. Karena itu peran masyarakat dalam pemilu nanti sangat menentukan nasib bangsa lima tahun mendatang,” ungkap Wahyu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain narasumber dari KPU, peserta sarasehan juga mendengarkan materi pendidikan politik? dari Dr Budi Setiyono, pakar politik Universitas Diponegoro yang juga Wakil Ketua PWNU Jateng.? Rais Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Sodaqoh juga? melengkapi wawasan peserta sarasehan mengenai Pemilu dalam Perspektif Fiqih. (Muslihudin el Hasanudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 17 Juli 2017

Jangan Jadikan Shalat Istikhoroh untuk Memaksa Allah

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kehidupan manusia di dunia penuh dengan harapan atau keinginan yang terkadang ditempuh dengan berbagai macam cara. Harapan dan keinginan tersebut jika tidak diatur dengan baik akan membawa kita kehilangan kontrol. Alih-alih mendapatkan keinginan yang diharapkan, justru malah akan menemukan masalah.

"Urusan atau keinginan baik itu kecil maupun besar hendaknya tidak terlepas dari minta petunjuk kepada Allah," demikian pesan Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi saat memberi materi tafsir pada kegiatan rutin Ngaji Ahad (Jihad) Pagi di Gedung NU setempat, Ahad (17/4).

Hal tersebut merupakan penjelasan hubungan ayat ke 5 dan 6 dari surat Al Fatihah. Ayat 5 mengandung permintaan hamba kepada Allah SWT, sedangkan ayat 6 merupakan jawaban dari permintaan tersebut.

Jangan Jadikan Shalat Istikhoroh untuk Memaksa Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Jadikan Shalat Istikhoroh untuk Memaksa Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Jadikan Shalat Istikhoroh untuk Memaksa Allah

Dalam meminta kepada sang khaliq, lanjutnya dia, manusia diberikan cara untuk mendapatkannya. "Allah telah memberikan solusi dengan shalat istikhoroh yaitu shalat meminta yang terbaik bagi kita," terangnya.

Namun ia mengingatkan, jangan sampai shalat istikhoroh diniatkan sebagai alat untuk memaksa Allah SWT memberikan yang terbaik untuk kita. "Jangan memaksa Allah SWT dengan shalat istikhoroh yang diawali dengan nafsu yang telah menguasai diri. Lakukan shalat istikhoroh dengan niat tulus serta memasrahkan diri kepada Allah," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Hasil serahkan kepada yang berhak memberi. Jangan mentargetkan semua keinginan kita akan dipilihkan yang terbaik dan dikabulkan semua," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah