Sabtu, 15 Juli 2017

PCNU Blitar Gelar Pelatihan Caleg Kader NU

Blitar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menjelang pemilu 2009 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar menggelar pelatihan bagi para calon legislatif (Caleg )yang berasal dari para kader NU. Acara ini digelar di aula kantor PCNU Kab. Blitar pada hari Ahad (25/1) dengan menunjuk Lakpesdam sebagi pelaksana pelatihan.



PCNU Blitar Gelar Pelatihan Caleg Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Blitar Gelar Pelatihan Caleg Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Blitar Gelar Pelatihan Caleg Kader NU

Materi yang diberikan meliputi peningkatan kapasitas caleg seperti konsep politik Islam (fiqih siyasah) yang disampaikan KH Farhan Ma’ruf selaku katib syuriyah NU Kab. Blitar, tugas pokok fraksi, legislatif drafting dan penganggaran yang disampaikan oleh Aminudin Fahruda dari SOMASI yang juga anggota Litbang NU Kab. Blitar.

Materi menejemen opini publik disampaikan Arif Afandi, mantan pemimpin redaksi harian Jawa Pos yang saat ini menjabat wakil walikota Surabaya. Sementara itu Tausiyah yang disampaikan oleh KH Nurhidayatulloh Dawami selaku ketua tanfidiyah NU Kab. Blitar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sekitar 50 calon anggota DPRD II, DPRD I dan DPR RI dari PKB, PKNU, PPP, Partai Demokrat, partai Golkar, PDP, serta partai Buruh hadir dalam acara sebagai peserta. Mereka sangat antusias terhadap materi-materi yang disampaikan. Sampai acara selesai hingga menjelang maghrib, peserta tidak berkurang bahkan bertambah dan setelah acara selesai masih ada diskusi-diskusi kecil antar peserta dan beberapa pengurus NU yang menunggui.

Dalam kesempatan itu KH Agus Muadzin selaku rais syuriyah PCNU Kab. Blitar menegaskan pada pemilu 2009 NU kabupaten Blitar tidak kemana-mana tapi ada dimana-mana, tidak berpihak kepada salah satu partai.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia juga menganjurkan kepada nahdliyin untuk tidak golput. “Dengan golput berarti kita telah memotong salah satu pilar demokrasi kita artinya negara Indonesia telah memilih trias politika sebgai wujud demokrasi dan adanya legislatif merupakan salah satu bagian dari trias politika tersebut, jadi harus tetap memilih,” katanya.

Kepada calon legislatif PCNU, ia berharap jika nanti semua peserta ini menjadi anggota legislatif supaya membawa misi dan kepentingan Nahdlatul Ulama.

 

Ketidakberpihakan NU terhadap salah satu Parpol dikuatkan dengan pernyataan KH Nurhidayatulloh dalam tausiyahnya bahwa “Kader NU harus masuk dari berbagai pintu kalau hanya satu pintu sempit” dan posisi NU secara kelembagaan tidak “ke sana-sini” kalaupun ada yang memihak partai tertentu itu personal pengurus, tidak diperbolehkan membawa nama organisasi.

Kemudian Arif Afandi menyampaikan apresiasi positif terhadap acara ini, Ia menyatakan bahwa “NU Blitar psikologinya juragan” kalau psikologinya juragan, bisa mengayomi seluruh kadernya. tapi kalau psikologinya makelar, mana yang setor banyak yang didukung.

“Menurut saya mestinya tidak begitu, NU harus menjadi juragan jadi siapa saja dan dimana saja harus mendapat pengayoman yang sama. Kalau kader NU-nya banyak dimana-mana sementara sistem pemilunya sistem dapil kemudian kemenangannya ditentukan suara terbanyak menurut saya NU justru lebih punya peluang lebih banyak,” katanya.

Dalam hal membangun opini publik ia memaparkan pengalamannya ketika berproses menjadi wakil walikota Surabaya. Untuk mendapat simpati pemilih, ia menyarankan kalau menggunakan media tidak perlu baliho yang besar-besar cukup dengan kartu yang menyerupai kartu pemilihan, itu lebih efektif” tambahnya.

Aspek penting lainnya adalah supaya para caleg lebih aktif berinteraksi langsung dengan masyarakat. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Pondok Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 12 Juli 2017

Wagub DKI: Pesantren adalah Sistem Pendidikan Paling Komplit

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sejak pertama lahir, pola pendidikan di pondok pesantren diakui mampu membentuk manusia seutuhnya. Artinya tidak hanya memahami ilmu agama Islam, tetapi lulusan pesantren mampu berkarya di segala bidang kehidupan secara mandiri. Inilah yang dikatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bahwa pesantren merupakan sistem pendidikan paling komplit.

Wagub DKI: Pesantren adalah Sistem Pendidikan Paling Komplit (Sumber Gambar : Nu Online)
Wagub DKI: Pesantren adalah Sistem Pendidikan Paling Komplit (Sumber Gambar : Nu Online)

Wagub DKI: Pesantren adalah Sistem Pendidikan Paling Komplit

Djarot menyampaikan hal tersebut pada acara peluncuran legalitas Pendidikan Diniyah Formal (PDF) pada berbagai tingkatan seperti Ula, Wustho, dan Ulya oleh Kementerian Agama, Senin (1/8) di Pondok Pesantren Minhaajurrasyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Pada kesempatan ini, Kemenag memberikan SK izin operasional kepada 12 PDF pada tingkat Wustho dan Ulya di seluruh Indonesia.?

Djarot yang hadir bersama beberapa jajaran pejabat Provinsi DKI Jakarta dan Wali Kota Jakarta Timur menegaskan bahwa pesantren tidak hanya fokus mengkaji ilmu agama melalui kitab kuning, tetapi juga mendidik santri berwirausaha dan menghadapi hidup secara mandiri. Hal ini yang menjadikan lulusan pesantren mempunyai dasar dan prinsip yang kokoh ketika terjun di tengah masyarakat.

“Tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga belajar hidup, belajar bertoleransi dengan sesama, belajar saling tolong-menolong satu sama lain, mandiri dan bekerja keras yang kesemuanya ditujukan untuk meningkatkan akhlak mulia, iman dan taqwa kepada Allah,” jelas pria asal Blitar ini saat menyampaikan sambutan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pendidikan di pesantren, lanjut Djarot, memungkinkan anak memiliki jiwa spiritualitas kokoh karena hari demi hari diisi dengan kegiatan positif dan bermanfaat. Ruang ini tidak akan dimasuki oleh hal-hal dan perilaku negatif karena santri selalu mengisinya dengan kegiatan keagamaan dan pembelajaran hidup.

“Maka jangan heran ketika banyak anak sekarang mudah terjerumus pada perilaku buruk dan negatif karena terlalu banyak ruang kosong pada dirinya yang menyebabkan jiwanya juga kosong,” terang Djarot.

Dengan terus ditempa dengan pendidikan positif dan kerja keras, Djarot yakin lulusan pesantren tidak akan lapuk di makan zaman. Karena santri sudah terbiasa hidup dengan apapun. Menurutnya, tantangan Islam ramah dan toleran yang dibawa para lulusan pesantren kini mendapat tantangan besar ketika mudahnya akses teknologi informasi yang kerap berisi paham keagamaan yang keras dan cenderung kaku. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 10 Juli 2017

Kanwil Kemenag Sumut Dukung Pra Muktamar NU Zona Sumatera

Medan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara mendukung sepenuhnya rencana pelaksanaan Pra Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama Zona Sumatera yang akan dilaksanakan di Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Jalan Pelajar Timur, Medan, 17-18 Mei 2015 mendatang.

Kanwil Kemenag Sumut Dukung Pra Muktamar NU Zona Sumatera (Sumber Gambar : Nu Online)
Kanwil Kemenag Sumut Dukung Pra Muktamar NU Zona Sumatera (Sumber Gambar : Nu Online)

Kanwil Kemenag Sumut Dukung Pra Muktamar NU Zona Sumatera

"Kanwil Kemenag Sumut sepenuhnya kegiatan Pra Muktamar ke-33 NU Zona Sumatera," kata Kepala Kanwil Kemenag Sumut Tohar Bayoangin di kantor Kanwil Kemenag Sumut, Jalan Gatot Subroto, Medan, Senin (4/5) lalu dalam audiensi dengan panitia pra muktamar NU.

Rombongan panitia dipimpin Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumut H Afifuddin Lubis didampingi Katib Musaddad Lubis, Ketua Panitia Pelaksana Adlin Damanik, Wakil Ketua Takbir Siregar, Sekretaris Abrar M Dawud Faza, Bendahara Pasiruddin Daulay, Humas Suwardi Sinaga, Herdiansyah, Payung Harahap dan pengurus lainnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kedatangan kami ini untuk melaporkan kepada Bapak Kakanwil, bahwa PWNU Sumut akan menjadi tuan rumah perhelatan akbar, yakni Pra Muktamar ke-33 NU Zona Sumatera," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Afif yang juga mantan Plt Wali Kota Medan ini mengatakan, kegiatan berskala nasional itu akan digelar di Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Jalan Pelajar Timur, Medan, 17-18 Mei 2015.

"Secara nasional pra muktamar digelar di empat zona, untuk Zona Sumatera digelar di Medan. Dalam pra muktamar ini akan digelar kajian-kajian yang akan dibawa ke Muktamar NU di Jombang, Jawa Timur, 1-5 Agustus 2015," terangnya.

Sementara Ketua Panitia Pra Muktamar ke-33 Zona Sumatera Adlin Damanik menyampaikan sejumlah hal teknis terkait kegiatan tersebut. "Intinya kami meminta dukungan dari Bapak Kakanwil untuk menyemarakkan dan menyukseskan acara ini," ujarnya.

Mantan Kakan Kemenag Kota Medan ini menambahkan, pra muktamar akan diikuti peserta dari Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Riau, dan utusan dari PBNU.

"Total pesertanya ada 200 orang. Sedangkan acara pembukaan akan dihadiri 2.000 orang," bebernya.  (Red: Anam)

Foto bersama Kakanwil Kemenag Sumut Tohar Bayoangin foto bersama Ketua PWNU Sumut Afifuddin Lubis dan panitia pra muktamar ke-33 NU Zona Sumatera.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 09 Juli 2017

Wilayah Luas Minim Aparat, Lampung Rawan Terorisme

Bandar Lampung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Provinsi Lampung sebagai daerah memiliki kerawanan yang tinggi terhadap gerakan radikal terorisme. ? Namun kondisi tersebut ternyata tidak diimbangi dengan keberadaan aparat keamanan yang memadai.?

Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Lampung, Sukiran, saat menjadi narasumber dalam Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme di Bandar Lampung, Rabu (23/11/2016).?

Wilayah Luas Minim Aparat,  Lampung Rawan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Wilayah Luas Minim Aparat, Lampung Rawan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Wilayah Luas Minim Aparat, Lampung Rawan Terorisme

"Kita sama-sama mengetahui berapa jumlah polisi di Lampung. TNI juga demikian, bahkan ada Mako (Markas Komando, Red.) yang kabarnya akan ditutup," kata Sukiran.?

Terkait kerawanan di Lampung, tambah Sukiran, luas wilayah dan minimnya aparat keamanan diperburuk dengan adanya catatan sejarah aksi-aksi terorisme di masa lalu. Dia mencontohkan, salah satunya adalah jaringan Warman dan kelompok pendukung Negara Islam Indonesia (NII).?

"Di Desa Bedeng, di Lampung Timur, sampai sekarang masih ada pengikut Warman. Meskipun sudah usia lanjut, secara pemikiran mereka masih radikal dan tidak menutup kemungkinan menyebarluaskan apa yang diyakininya," lanjut Sukiran.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu, masih kata Sukiran, keberadaan kelompok Islam beraliran keras menjadikan kerawanan terorisme di Lampung semakin mengkhawatirkan. "Di Lampung ada pengikut Islam Wahabi, Khilafatul Muslimin, HTI, dan kelompok-kelompok yang berkaitan dengan Pesantren Al Amin, Ngruki. Semuanya memiliki keyakinan yang nyaris sama, menganggap kelompok lain yang tidak sealiran adalah kafir," tegasnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk menanggulangi radikal terorisme tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung disebut oleh Sukiran sudah melakukan berbagai upaya, salah satunya meminta setiap kepala daerah tingkat Kota dan Kabupaten untuk selalu melakukan deteksi dini terhadap kerawanan di daerahnya dan menjaga situasinya tetap aman. Langkah lainnya adalah dengan menggandeng media massa melalui penyampaian saran masukan terkait konten pemberitaan.?

"Kami meminta media massa senatiasa memberitakan hal-hal yang tidak memancing munculnya raadikalisme terorisme. Media massa harus bisa ikut berperan menjaga keamanan," urai Sukiran.?

Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme adalah satu metode Pelibatan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme yang dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di 32 provinsi se-Indonesia.?

Satu metode lainnya adalah Visit Media, kunjungan dan diskusi dengan redaksi pemberitaan media massa untuk menyamakan persepsi tentang peran media massa dalam pencegahan terorisme. (Samsul Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Siraman Kembang 7 Rupa Warnai Makesta IPNU-IPPNU di Jepara

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU MA Matholiul Huda Bugel Kedung, Jepara, mengadakan kegiatan Masa Taaruf Siswa Baru (Matasba) sekaligus Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di madrasah setempat. Sasarannya adalah para peserta didik baru pada tahun ajaran ini.

Ketua PK IPNU MA Matholiul Huda Fauzan Marzuqi mengatakan, acara digelar untuk mengenalkan siswa baru pada madrasah yang berbasis Aswaja, juga mengenalkan organisasi IPNU-IPPNU sebagai wadah berhimpun, berkomunikasi, dan beraktualisasi para pelajar NU.

Siraman Kembang 7 Rupa Warnai Makesta IPNU-IPPNU di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Siraman Kembang 7 Rupa Warnai Makesta IPNU-IPPNU di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Siraman Kembang 7 Rupa Warnai Makesta IPNU-IPPNU di Jepara

Kegiatan yang berlangsung 28- 29 Juli 2015 itu merupakan realisasi progam dari PK IPNU-IPPNU MA Matholiul Huda Bugel periode 2015-2016. Matasba dan Makesta diikuti 400 murid baru yang terdiri dari 244 siswa putri dan 156 siswa putra.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Materi dalam Makesta yang disampaikan oleh Pengurus PC IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara, dikenalkan sejarah lahirnya IPNU-IPPNU serta motivasi berorganisasi," tutur Shelly Anggita Putriyani ketua PK IPPNU MA Matholiul Huda.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam Makesta juga terdapat prosesi pembaiatan. Setelah prosesi pembaiatan anggota diharuskan untuk bertanda tangan di atas kain putih yang terbentang didepan Madrasah dilanjutkan siraman air kembang tujuh rupa dan mencium bendera IPNU-IPPNU sebagai bentuk hormat dan siap menjadi kader NU dalam menjaga martabat NU, Aswaja, Islam, NKRI, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

"Air kembang 7 rupa memiliki filosofi bahwa kembang itu memberikan keharuman yang alami dan angka 7 itu memiliki arti pitulungan (pertolongan). Jadi kader IPNU-IPPNU siap mengharumkan NU dan NKRI dengan selalu mengharap pertolongan dari Allah SWT," tambah Afandi, wakil sekretaris PC IPNU Jepara.

Para Pembina IPNU-IPPNU setempat mendukung penuh kegiatan ini. Selain untuk menambah keakraban antarsiswa, juga untuk mengenalkan siswa baru tentang aturan-aturan yang harus ditaati bersama di madrasah ini. (Muhammad MS/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Sujadi: Kualitas Amal Tergantung Kualitas Niat

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam kehidupan di dunia manusia memiliki berbagai macam aktifitas yang bersifat duniawi maupun ukhrowi. Dalam mengawali aktivitas tersebut, niat akan menentukan hasil dari apa yang telah dikerjakan. Bisa jadi sebuah aktivitas yang terlihat duniawi akan menjadi aktivitas ukhrowi dan juga sebaliknya. Hal ini dapat terjadi karena niat yang ada dalam hati pelaku tidak sesuai dengan apa yang akan dikerjakan.

KH Sujadi: Kualitas Amal Tergantung Kualitas Niat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Sujadi: Kualitas Amal Tergantung Kualitas Niat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Sujadi: Kualitas Amal Tergantung Kualitas Niat

Hal ini disampaikan oleh KH Sujadi dalam kegiatan Ngaji Ahad (Jihad) yang dilaksanakan di Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (29/06).?

Oleh karena itu Kiai Sujadi mengingatkan kepada jamaah untuk menata niat dengan baik dan ikhlas dalam mengawali dan melaksanakan sebuah pekerjaan. "Manajemen niat sangat penting, jangan sampai niat dari pekerjaan kita hanya untuk mendapatkan pujian dan imbalan dari manusia," ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kiai Sujadi yang juga Musyasyar PCNU Pringsewu mengingatkan pentingnya tajdidun niat atau memperbaiki niat. "Bebaskan diri dari syaiun syaiun akhor. Niati segala pekerjaan hanya untuk Allah SWT," tegasnya.

Kiai Sujadi menambahkan, bahwa ketika niat ikhlas dan benar sudah terpatri di dalam hati, maka kesemangatan untuk melakukan yang terbaik akan muncul sehingga segala hal yang susah akan dapat dihadapi. Mengambil pribahasa jawa "Rawe rawe rantas malang malang putung", Kiai Sujadi yang juga Bupati Pringsewu ini memotivasi jamaah untuk semangat dalam mengerjakan sesuatu.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Namun jangan sampai pribahasa ini dimasuki unsur emosi dan prilaku berlebihan karena bisa jadi nanti malah kita yang rantas dan malang sendiri," ucapnya.?

Diakhir pengajian, Kiai Sujadi berpesan agar sekecil apapun kita melakukan amalan, haruslah dilakukan dengan ikhlas dan semata mata karena Allah SWT. Dengan keikhlasan dari dalam hati, maka amal yang sudah dilakukan akan dapat diterima.?

Kegiatan ngaji ahad yang merupakan salah satu rangkaian Safari ramadhan 1436 H ini dimoderatori oleh Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrahim, MPdI. Kegiatan ini dirangkai dengan buka puasa bersama dan shalat maghrib berjamaah yang di imami oleh KH Hambali yang merupakan Ketua Umum MUI Kabupaten Pringsewu. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 06 Juli 2017

Ini Alasan Nabi Mendirikan Madinah, Bukan Negara Islam

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj menjelaskan, makna kata tsaqofah adalah kemajuan di bidang intelektual. Sementara, kemajuan di bidang kehidupan disebut dengan hadloroh. Sedangkan, kemajuan di bidang intelektual dan juga di bidang kehidupan disebut dengan istilah mutamaddin atau madinah.

Ini Alasan Nabi Mendirikan Madinah, Bukan Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Alasan Nabi Mendirikan Madinah, Bukan Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Alasan Nabi Mendirikan Madinah, Bukan Negara Islam

“Jadi madinah itu artinya negara yang masyarakatnya modern, sejahtera, intelek, berbudaya, bermartabat, dan bergengsi. Itu namanya madinah,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara Sarasehan Pengembangan Ekonomi Umat dan Kemaritiman Indonesia yang diselenggarakan HPN dan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) di Jakarta, Kamis (6/4).

Lanjut Kiai Said, itulah alasan kenapa Nabi Muhammad membangun sebuah kota dan menyebutkan dengan nama Negara Madinah. “Bukan negara Islam, bukan negara Arab, bukan negara agama,” tegasnya.

Di dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Kiai Said selalu mengkritik dengan tegas kelompok-kelompok yang ingin mengganti ideologi negara Indonesia dengan ideologi agama tertentu.?

Menurutnya, Pancasila adalah bentuk final dari kesepakatan yang ditelah dibuat oleh para pendiri bangsa ini dan berfungsi sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang beragam. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah