Kamis, 06 Juli 2017

Ini Alasan Nabi Mendirikan Madinah, Bukan Negara Islam

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj menjelaskan, makna kata tsaqofah adalah kemajuan di bidang intelektual. Sementara, kemajuan di bidang kehidupan disebut dengan hadloroh. Sedangkan, kemajuan di bidang intelektual dan juga di bidang kehidupan disebut dengan istilah mutamaddin atau madinah.

Ini Alasan Nabi Mendirikan Madinah, Bukan Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Alasan Nabi Mendirikan Madinah, Bukan Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Alasan Nabi Mendirikan Madinah, Bukan Negara Islam

“Jadi madinah itu artinya negara yang masyarakatnya modern, sejahtera, intelek, berbudaya, bermartabat, dan bergengsi. Itu namanya madinah,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara Sarasehan Pengembangan Ekonomi Umat dan Kemaritiman Indonesia yang diselenggarakan HPN dan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) di Jakarta, Kamis (6/4).

Lanjut Kiai Said, itulah alasan kenapa Nabi Muhammad membangun sebuah kota dan menyebutkan dengan nama Negara Madinah. “Bukan negara Islam, bukan negara Arab, bukan negara agama,” tegasnya.

Di dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Kiai Said selalu mengkritik dengan tegas kelompok-kelompok yang ingin mengganti ideologi negara Indonesia dengan ideologi agama tertentu.?

Menurutnya, Pancasila adalah bentuk final dari kesepakatan yang ditelah dibuat oleh para pendiri bangsa ini dan berfungsi sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang beragam. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 03 Juli 2017

Ribuan Banser Ikuti Apel Kebangsaan

Tegal, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Ribuan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) se eks Karesidenan Pekalongan mengikuti apel kebangsaan dalam rangka peringatan hari sumpah pemuda di alun-alun kota Tegal, Ahad (28/10).?

Mereka datang dari Kabupaten Tegal, Brebes, Pemalang, ? Pekalongan Kabupaten dan Kota serta tuan rumah sendiri.?

Ribuan Banser Ikuti Apel Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Banser Ikuti Apel Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Banser Ikuti Apel Kebangsaan

Sebagaimana diberitakan sebelumnya apel banser akan diwarnai juga dengan aksi penanaman 1000 pohon di wilayah kelurahan keturen, Kecamatan Tegal selatan. Kota Tegal dan akan dilakukan oleh Banser dan Ansor kota Tegal.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Seperti biasa apel Banser jug di dalamnya dibacakan nawa prsetiya Banser sebagai pedoman bertingkah laku dan berideologi bagi anggota banser dan tentunya mengawal NKRI sebagai harga mati. Pembacaan nawa prsetiya Banser berjalan dengan khidmat dan penuh dengan semangat. ?

“Aksi sosial tanam pohon yang dilakukan dalam rangka peringatan hari Sumpah Pemuda itu merupakan simbol kepedulian pemuda terhadap lingkungan hidup,” kata sekretaris panitia Sofyan Efendi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Sofyan, penanaman 1000 pohon yang terdiri dari jenis pohon Sawo dan pohon Sukun itu akan dilakukan usai mengikuti upacara peringatan hari Sumpah Pemuda yang diselenggaran Pemkot di alun-alun Kota Tegal.?

Seusai apel Banser peserta langsung kembali dengan kendaraan yang ditumpangi masing-masing, kabupaten Tegal peserta apel menggunakan kendraan bermotor, jadi seolah ada pawai yang menghiasi kegiatan itu.?

Wasat Satkorcab Banser Kabupaten Tegal Zeni Masardi mengatakan anggotanya hadir dalm apel itu Karena ada permintaan untuk mengikuti dan kami sangat bangga Karena sumpah pemuda yang merupakan peristiwa yang sangat bersejarah. “Ini menunjukan bahwa Banser selalu menghargai nilai-nilai sejarah," katanya.

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Presiden Akan Buka Munas-Konbes NU di Lombok

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Musyawarah Alim Ulama Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 yang bakal dihelat di Lombok, Nusa Tenggara Barat, 23-25 November 2017, bakal dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo.

Presiden Akan Buka Munas-Konbes NU di Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Akan Buka Munas-Konbes NU di Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Akan Buka Munas-Konbes NU di Lombok

Informasi tersebut disampaikan Wakil Ketua Panitia Munas-Konbes NU 2017 H Robikin Emhas dalam acara peluncuran perhelatan akbar tersebut di auditorium PBNU, Jakarta, Jumat (22/9) malam. Menurutnya, Presiden sudah menyampaikan konfirmasi akan memenuhi undangan.

Munas-Konbes NU kali ini mengusung tema “Memperkokoh Nilai-nilai Kebangsaan melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga”. Acara pembukaan forum tertinggi setelah Muktamar ini bakal digelar di Islamic Center Lombok, dilanjut dengan sidang-sidang komisi di lima pesantren.

Robikin menjelaskan, Munas merupakan forum yang membahas isu-isu penting keagamaan dan kebangsaan. Kegiatan ini akan diisi dengan bahtsul masail yang terdiri dari waqi’iyyah (mendiskusikan isu-isu aktual), qanuniyah (perundang-undangan), dan maudlu‘iyyah (konsep-konsep tematik).

Sedangkan Konbes menjadi forum konsolidasi internal NU, mendikusikan peraturan organisasi, dan penguatan program bagi struktur NU secara nasional.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Munas-Konbes NU 2017 juga didahului dengan serangkaian acara Pra-Munas-Konbes yang dipusatkan di tiga kota, yakni Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah, dan Lampung. “Semoga meningkatkan khidmah nu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Robikin.

Hadir dalam kesempatan itu Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Wakil Rais ‘Aam KH Miftahul Ahyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum PBNU H Ma’sum Mahfudz, dan segenap utusan dari lembaga dan badan otonom NU. (Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 02 Juli 2017

Presiden Jokowi Hadiri Haul dan Khotmil Qur’an di Pesantren Kempek

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pesantren Kiai Haji Aqil Siroj (KHAS) Kempek, Cirebon, Jawa Barat mengadakan Haul dan Khotmil Qur’an di lapangan pesantren setempat pada Jumat (20/10).

Presiden Jokowi Hadiri Haul dan Khotmil Qur’an di Pesantren Kempek (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Hadiri Haul dan Khotmil Qur’an di Pesantren Kempek (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Hadiri Haul dan Khotmil Qur’an di Pesantren Kempek

Acara yang bertemakan Merawat Tradisi untuk Memperkokoh NKRI ini dihadiri Presiden Republik Indonesia (RI) H Joko Widodo, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan, dan sejumlah tokoh dan pejabat lainnya.

Pengasuh Pesantren KHAS Kempek KH Mustofa Aqil Siroj dalam sambutannya  mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi Dodo telah berkenan hadir di Kempek.

Ia menilai, Jokowi merupakan presiden yang sangat memperhatikan pesantren. Jokowi juga, katanya, memberi isyarat mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Mustofa mengaku senang karena Presiden Jokowi berani membawa tahlil di istana negara. “Itu sejak zaman Nabi Adam belum pernah terjadi, Pak, tahlil di istana,” katanya diikuti tawa hadirin.

Keberanian Jokowi membuat Kiai Mustofa mengungkapkan perkataan KH Maimun Zubair. “Makanya Mbah Maimun Zubair mengatakan , dia itu bukan namanya ‘Jokowi’. (Dia) Ja’a Qowiyyun, datang orang kuat,” katanya. (Husni Sahal/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Hikmah, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 30 Juni 2017

Umat Islam Jangan Ceroboh

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi mengingatkan, umat Islam Indonesia untuk tetap memperhatikan sikap keberagamaannya. Kecerobohan dalam mengambil langkah, seperti aksi kekerasan, akan berdampak pada citra Islam di mata dunia.

Umat Islam Jangan Ceroboh (Sumber Gambar : Nu Online)
Umat Islam Jangan Ceroboh (Sumber Gambar : Nu Online)

Umat Islam Jangan Ceroboh

“Karena dengan kekerasan, apalagi terorisme, itu senjata ampuh untuk menambah amunisi orang lain untuk dipakai bagaimana membentuk opini secara global,” ujarnya beberapa waktu lalu di Kantor Islamic Conference of Islamic Scholars (ICIS) Jakarta.

Menurut Hasyim, umat Islam sekarang sedang mengalami disorientasi sehingga cenderung reaksioner dalam menanggapi persoalan. Oleh sejumlah kepentingan ini dimanfaatkan untuk merusak citra Islam secara umum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sekarang kita mendengar pembakaran mesjid, pembakaran gereja. Itu tidak datang dengan sendirinya, sekalipun juga pelakunya teman-teman kita sendiri yang disorientasi, sehingga merupakan gol bunuh diri untuk Islam,” tambahnya.

Sekretaris Jendral ICIS ini berpandangan, bangsa Indonesia perlu tetap waspada dengan sejumlah kepentingan global, terutama Barat, yang hendak masuk di Indonesia. Peluang itu bisa menyusup dan menunggangi suasana keruh yang terjadi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tentulah mereka cara memainkannya tidak seperti negara-negara yang diktator, tetapi berselancar di atas sistem kondisi yang ada,” tuturnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 29 Juni 2017

Majalah Bangkit

Majalah Bangkit adalah majalah bulanan yang diterbitkan Lajnah Ta’lif Wan-Nasyr Pengurus Wilayah NU DIY dalam kurun waktu 10 tahun. Tampil dengan semboyan diniyah-ilmiyah-ijtima’iyah, majalah ini diterbitkan pertama kali pada bulan Oktober 1979, dengan mengangkat tema ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

Bangkit lahir ketika PWNU DIY digawangi oleh kepengurusan H. Saiful Mujab sebagai Ketua Tanfidziyah dan KH Ali Maksum sebagai Rais Syuriyah. 

Majalah Bangkit (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah Bangkit (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah Bangkit

Sampai dengan edisi ke-11 tahun kedua, majalah tersebut terbit dalam bentuk stensilan, dan baru pada edisi ke-12 (Jumadil Awal 1401 H/Maret 1981), majalah ini dicetak offset dengan ukuran bodi tetap 20 cm x 16 cm.  

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bangkit memiliki rubrik: Surat Pembaca, La’alla (jawaban masail atau surat pembaca), Ajaran (tuntunan dari Al-Qur’an, Al-Hadits dan Qaul Ulama), Pandangan (artikel bebas), Paket (tulisan tentang keorganisasian), Dari Muktamar (kajian keputusan Muktamar/Munas NU di bidang masail diniyah), Pesantren Kita, Yang Ringan (kisah atau ceritera ringan), dan belakangan karena aspirasi pembaca ditambah rubrik Minbaruna (khutbah jum’at/ied).

Sebelum dikemas sebagai majalah, tim pengelola Bangkit telah aktif mempublikasikan ceramah-ceramah KH Ali Maksum dan beberapa tokoh NU di DIY, seperti Prof. Dr. Tolchah Mansoer, dan sebagainya. 

Rapat Pengurus Wilayah NU DIY tanggal 18 Januari 1980 memutuskan menugaskan Drs. H. Aliy As’ad (Sekretaris III PWNU DIY) untuk melakukan ikhtiar peningkatan kualitas warga NU di DIY dengan menerbitkan selebaran tentang ajaran yang biasa dilakukan warga NU.  

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Keputusan tersebut dikuatkan lagi oleh PWNU DIY pada rapat tanggal 13 Mei 1980. Sampai edisi ke-4, Bangkit diasuh berdua oleh H. Aliy As’ad dan Haidar Idris.Karena mendapat respons positif dari banyak pihak terutama dari kalangan internal NU, publikasi tersebut ditingkatkan menjadi majalah yang terbit rutin setiap bulan. 

Seiring dengan kebutuhan, pengasuh Bangkit disempurnakan dengan hadirnya Drs. H. Atabik Ali, Moh. Jalaluddin, H. Imam Syafi’i, Syafi’i Thoyib, A. Zuhdi Muhdlor, Saiful Karim, Nawawi Sf, Abdul Muhaimin dan Ahmad Yasin Aqib. Pengurus Besar NU dalam suratnya kepada Pimpinan Redaksi Bangkit, Nomor : 212/Syur/III-’81 menganjurkan agar risalah Bangkit lebih diperluas peredarannya karena dipandang sangat penting untuk melestarikan organisasi NU dan ajaran Ahlussunnah.

Pada masa jayanya, tiras Bangkit mencapai 9.000 eksemplar dengan pembaca dan pelanggan yang tersebar di Jawa dan Sumatera, NTB, Kalimantan, Timor Timur, bahkan mencapai Malaysia, Saudi Arabia, dan Belanda.

Dengan bentuk mungil majalah Bangkit cukup menarik bagi pembacanya ibarat obat dahaga. Tidak sedikit Bangkit dibawa Khatib sebagai rujukan khutbah jum’at atau khutbah shalat ‘id serta da’i sebagai bahan ceramah. Bahkan di beberapa tempat terbentuk komunitas pembaca Bangkit mendiskusikan isi majalah tersebut. 

Majalah Bangkit terkenal dengan bahasanya yang khas pesantren, lugas dan kadang kocak. Dalam rangka kaderisasi, pemimpin redaksi  berikutnya adalah A. Zuhdi Muhdlor menggantikan Aliy As’ad. 

Seiring dengan penataan organisasi, beberapa tahun kemudian majalah Bangkit dialihkan pengelolaannya kepada Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LKPSM) PWNU DIY dengan pemimpin redaksi M. Imam Aziz. Sejak itu BANGKIT mengganti motto dan warna tulisan, bukan lagi dirasah-ilmiyah-diniyah, melainkan popular yang memberikan advokasi kepada kaum marjinal. (A. Zuhdi Muhdlor)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 27 Juni 2017

Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Dalam rangka meringankan beban derita dan kepiluan etnis Rohingya, Myanmar, Polres  Jember  mengumpulkan dana dari jajaran internal Polres, Selasa (12/9). Acara yang bertitel Aksi Kemanusiaan Peduli Rohingya ini digelar di Mapolres Jember dengan mengundang Pengurus Baznas Jember.

Dana yang  terkumpul dadakan dari  kantong para polisi, termasuk Kapolres Jember Kusworo Wibowo mencapai Rp. 13.294.000. Dana itu langsung diserahkan kepada Ketua Baznas Jember HM Misbahus Salam.

Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya

Kusworo menegaskan, pihaknya menaruh perhatian besar terhadap nasib dan penderitaan etnis Rophingya. Karena itu, ia mengaku terketuk hatinya untuk sebisa mungkin membantu meringankan beban berat etnis Rohignya.

"Saya ingin menginisiasi gerakan peduli kemanusiaan untuk etnis Rohingya, dan itu harus dimulai dari pribadi-pribadi di institusi yang saya pimpin," tukasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, HM Misbahus Salam  menyampaikan terima kasih dan penghargaan untuk jajaran Polres Jember yang telah mengumpulkan sumbangan untuk entis Rohingya. Sumbangan tersebut, katanya, wajib disampaikan kepada yang berhak, yaitu etnis Rohingya.

"Namun kami masih belum tahu teknisnya, apakah sumbangan  itu lewat Kemensos ataukah Kemenlu, kami masih akan koordinasi dulu," jelasnya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia berharap agar gerakan peduli kemanusiaan yang digelar Polres Jember benar-benar bisa menginspirasi instansi lain, khususnya Polres yang berbagai daerah untuk melakukan hal yang sama sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok minoritas yang tengah dianiaya itu.

"Coba misalnya, setiap Polsek, bahkan Polres lain juga melakukan  gerakan serupa, berapa dana yang bisa disumbangkan untuk Rohingya," urainya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah