Jumat, 10 Maret 2017

Kegiatan Konfercab PCINU Belanda Diramaikan di 3 Kota Besar

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Serangkaian kegiatan di 3 kota besar di Belanda bakal meriahkan perhelatan Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda pada 27-29 Maret 2017.

Kegiatan Konfercab PCINU Belanda Diramaikan di 3 Kota Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kegiatan Konfercab PCINU Belanda Diramaikan di 3 Kota Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kegiatan Konfercab PCINU Belanda Diramaikan di 3 Kota Besar

Dalam surat keterangan yang dikirim kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Ketua PCINU Belanda Fachrizal Afandi menerangkan bahwa Konfercab ke-2 ini mengambil tema Rethinking Indonesia’s Islam Nusantara: from local relevance to global significane.

Kegiatan ini akan diramaikan sejumlah acara di 3 kota besar yaitu Amsterdam, Den Haag, dan Leiden. Agenda acara di 3 kota tersebut meliputi:

Pertama, Konferensi Internasional dan Pameran Foto yang akan diselenggarakan di Vrije University, Amsterdam pada 27 Maret 2017 pukul 08.00- 17.30 waktu setempat.

Kedua, Bahtsul Masa’il al-Mawdhu’iyyah dan Konferensi Cabang Masjid Al-Hikmah, Den Haag pada 28 Maret 2017 pukul 08.00-20.45 waktu setempat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketiga, Pemutaran dan Diskusi Film di Leiden University, Leiden pada 29 Maret 2017 pukul 08.30-15:00 waktu setempat. Kemudian kegiatan Gala Dinner dan Cultural Event bertempat di Kantor KBRI di Den Haag pada 29 Maret 2017 pukul 18.00-22.40 waktu setempat. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 09 Maret 2017

LPNU Demak Gelar Pelatihan Garam Beryodium

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU ) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menyelenggarakan pelatihan pembuatan garam beryodium, 20-22 November 2013, di Balai Desa Kedungmutih, Kecamatan Wedung, Demak. Pelatihan diikuti 40 petani garam di Desa Kedungmutih dan sekitarnya.

“Tujuan dari pelatihan ini adalah menumbuhkan kewirausahaan bagi petani garam. Sehingga kedepan petani garam dari kalangan Nahdliyin bisa menjadi pengusaha yang sukses," ujar Ketua LPNU Demak, Alex Sholikhan di sela-sela pelatihan.

LPNU Demak Gelar Pelatihan Garam Beryodium (Sumber Gambar : Nu Online)
LPNU Demak Gelar Pelatihan Garam Beryodium (Sumber Gambar : Nu Online)

LPNU Demak Gelar Pelatihan Garam Beryodium

Alex mengatakan, pada kenyataannya petani garam kondisi ekonominya memprihatinkan. Selain penghasilannya yang kurang juga jiwa kewirausahaannya sangat minim. Sehingga hasil dari pengolahan garam tidak cukup untuk menghidupi keluarganya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Oleh karena itu maka banyak petani garam yang tidak mampu menyekolahkan anaknya ke jenjang perguruan tinggi akibat minimnya penghasilan mereka," tambah Alex.

Melihat kenyataan itulah maka LPNU Demak  mengajak kepada petani garam di Demak untuk meningkatkan SDM dalam rangka peningkatan ekonomi. Di antaranya adalah melatih petani garam membuat garam beroidium untuk kebutuhan konsumsi dengan mutu yang bagus.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan mutu yang bagus itulah nantinya harga garam akan naik dengan sendirinya. Selain itu petani diharapkan mempunyai jaringan pemasaran tersendiri dan tidak lagi mengandalkan para pengepul. Selain itu juga meningkatkan produksi garam dengan pemakaian teknologi baru.

“Dengan pelatihan ini kami mengharapkan ke depan akan tercipta pengusaha besar  dari kalangan NU di daerah ini. Sehingga jika ada kegiatan Istighosah ada yang jadi bos tidak cari dana muter-muter kesana kemari," harapnya.

Sementara itu Wakil PCNU H. Aminudin dalam sambutaan pembukaan mengatakan , Kecamatan Wedung merupakan sentra pembuatan garam. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan diharapkan bisa memacu peningkatan ekonomi di wilayah ini. Diharapkan kegiatan ini terus berlanjut dalam rangka peningkatan ekonomi warga NU di Kecamatan Wedung sebagai penghasil garam

.

Di sisi lain Kepala Desa Kedungmutih, Hamdan menyambut positif kegiatan yang diadakan LPNU. Apalagi, mayoritas penghidupan warga Desa Kedungmutih mengandalkan garam . Di desa Kedungmutih ada puluhan kelompok petani garam, yang diharapkan dengan pelatihan pembuatan garam beryodium ini ada teknologi baru yang didapatkan.

“Harapan kami selain pelatihan ini juga ada kelanjutannya misalnya dari sisi pemasaran juga disentuh. Sehingga petani tidak hanya membuat garam beriodium yang berkualitas . Namun juga ada sesi yang membahas pemasarnnya," pungkasnya. (Muin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 08 Maret 2017

Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengembangan PMII di kampus umum terutama di kampus berlabel negeri sudah saatnya tidak terus berputar hanya sebatas wacana, dari satu diskusi ke diskusi, satu workshop ke workshop, namun harus ada langkah-langkah kongkrit dan keseriusan dari pemangku kebijakan yang ada di struktur PMII.  

Keseriusan ini mulai dibuktikan oleh Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PKC PMII) Jawa Barat yang digawangi oleh Bidang Jaringan Perguruan Tinggi dengan terjun langsung mengawal penyelenggaraan kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) dan Leadership Class yang secara khusus diperuntukan bagi mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).  

Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB

Kegiatan Mapaba ini bertempat di Gedung PWNU Jawa Barat Jl. Terusan Galunggung No. 9 Kota Bandung, dari mulai tanggal 23-24 Februari 2013. Mapaba ini diikuti oleh 22 orang peserta dari berbagai jurusan yang ada. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan yang bertemakan “Membumikan Islam Ahlussunnah Waljamaah di Bumi Ganeca” ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua PWNU Jawa Barat KH Surjani Ihsan. Dalam sambutanya KH Surjani Ihsan mengapresiasi dengan antusias kegiatan tersebut dan mengharapkan dengan penyelenggaraan kaderisasi ini dapat berperan bagi kemajuan NU masa depan. 

“Dengan adanya rekrutmen mahasiswa ITB ini diharapkan dapat lebih memperkuat aset SDM NU ke depan”, ujarnya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu, menurut ketua BAZ Jabar ini kader-kader PMII yang ada di ITB ke depan dapat berkontribusi dalam gerakan dakwah Islam Ahlussunah Waljamaah di kampus ITB. Kader PMII yang ada di ITB diharapkan dapat menjadi agen dan duta-duta utama NU dalam berdakwah di kampus. 

Ketua Bidang Jaringan PT PKC PMII Jawa Barat, Senja Bagus Ananda dalam dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses rekrutmen kader PMII di kampus ITB ini merupakan salah satu komitmen dan keseriusan kepengurusan PMII Jawa Barat untuk mengembangkan PMII di kampus umum setelah sebelumnya pada akhir tahun 2012 bidang Jaringan PT menyenggarakan program Workshop kaderisasi kampus umum. Menurut alumnus FIB UI ini, 

“PKC PMII Jawa Barat akan memberikan perhatian lebih serius untuk mengawal proses kaderisasi di ITB. Karena bagaimana pun ITB merupakan aset bangsa dan memiliki peran yang cukup strategis dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya. 

Sementara itu ketua PKC PMII Jawa Barat Edi Rusyandi dalam sambutannya mengemukakan pentingnya menyatukan komitmen dan visi gerakan mahasiswa untuk berkontribusi bagi kepentingan ummat, masyarakat dan bangsa. 

Selain tersemat tanggung jawab akademik secara individual, setiap mahasiswa juga mengemban amanat sejarah dan tanggung jawab sosial untuk berkhidmat bagi kepentingan rakyat. 

“Nah, PMII menjadi ruang dan media perjuangan mahasiswa baik bagi kepentingan kapasitas dan skill individualnya, demikian pula sebagai alat perjuangan sosial. Sejarah telah mencatat, ITB telah banyak melahirkan tokoh-tokoh pergerakan dan pemimpin bangsa,” ujarnya. 

Selain itu, Menurut mahasiswa Pascasarjana UPI ini menekankan pentingnya hidup berkomunitas dan membangun solidaritas diantara sesama kader sebagai modal dasar pengembangan organisasi PMII di kampus ITB. 

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Mapaba ini disepakati untuk dilaksanakan pesantren Ahlussunnah waljamaah dengan wadah yang dinamakan Corp Dakwah ITB bertempat di Masjid Salman ITB. 

Pesantren Aswaja ini akan digelar secara rutin setiap satu minggu sekali dengan menghadirkan narasumber-narasumber ahli. Ini ditujukan dalam rangka memperkuat sisi pengetahuan, visi dan nilai-nilai perjuangan organisasi. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 04 Maret 2017

Upaya LAZISNU Temanggung Bantu Korban Bencana di 3 Kabupaten

Temanggung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kabupaten Pacitan di Jawa Timur; Wonogiri Jawa Tengah; dan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan daerah-daerah yang saat ini cukup mendapat sorotan akibat adanya bencana alam. Mengetahui kejadian alam ini, Nahdliyyin Temanggung tak sekadar menjadi penonton. 

Upaya LAZISNU Temanggung Bantu Korban Bencana di 3 Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Upaya LAZISNU Temanggung Bantu Korban Bencana di 3 Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Upaya LAZISNU Temanggung Bantu Korban Bencana di 3 Kabupaten

Tiap MWCNU melakukan penggalangan bantuan, termasuk badan otonom NU cepat bertindak demi program kemanusiaan ini. Terlebih setelah PCNU mengeluarkan interuksi bahwa semua bantuan agar dikumpulkan dalam satu wadah program Donasi Tanggap Bencana NU Care-LAZSINU Temanggung.

Selepas dilayangkannya interuksi tersebut, NU Care-LAZISNU Temanggung bertindak menjadi mediator. Dalam kurun waktu satu minggu terkumpul uang Rp16.570.000,- (Enam belas juta lima ratus tujuh puluh ribu rupiah); beras 34 karung; pakaian pantas pakai 43 dus; mie instan 54 dus, dan barang lain yang bermanfaat bagi korban bencana. 

“Dari 46 donatur (berupa uang) yang masuk ada yang menyetorkan langsung kepada petugas, ada pula yang transfer ke rekening LAZISNU Temanggung,” kata H Sujari, Ketua LAZISNU Temanggung, Rabu (13/12).

Keaktifan NU Care-LAZISNU sejak dua tahun ini mendapat tingkat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat. Terhitung, para donatur NU Care-LAZISNU Temanggung terdiri dari Nahdliyin dan masyarakat umum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Alhamdulillah lambat laun LAZISNU Temanggung semakin dipercaya oleh masyarakat, baik dari internal NU sendiri maupun luar NU, terbukti ada satu lembaga pendidikan bukan milik NU namun juga memberikan donasinya melalui LAZISNU,” tutur pria yang juga Kepala KUA Temanggung ini. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Khusus untuk program Tanggap Bencana NU Care LASINU periode ini, seluruh donasi dan bantuan tersebut disalurkan kepada NU Care-LAZISNU Wonogiri, Selasa (12/12).

Bantuan tersebut secara simbolis diterima oleh jajaran PCNU Wonogiri. Tak cukup itu saja, Pak Jari, demikian sapaakn akrab H Sujari, dan tim NU Care-LAZISNU Temanggung bertekad untuk melanjutkan program Donasi Tanggap Bencana Tahap berikutnya. (Ja’far/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Satu Abad Qudsiyah Berakhir di Kecamatan Mejobo

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Kegiatan Tur Dakwah Keliling Meneladani KHR Asnawi yang digelar keluarga besar Qudsiyyah Kudus dimeriahkan dengan tari sufi diiringi dan rebana Al-Mubarok Qudsiyyah. Dakwah dari desa ke desa ini ditutup dengan pengajian umum yang berlangsung di halaman masjid Suryawiyyah Desa Kirig Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus, Ahad (15/5) malam. Sedikitnya 5.000 pengunjung meramaikan pengajian ini.

Pengajian di Mejobo ini merupakan putaran terakhir kegiatan Tur Dakwah Keliling dalam rangka peringatan satu abad Qudsiyyah. Sebelumnya kegiatan serupa telah berlangsung di Kecamatan Dawe, Bae, Undaan, Kaliwungu, Jekulo, Gebog, dan Jati. Berikutnya kegiatan serupa akan dilaksanakan di luar Kudus, yakni di Demak, Jepara, Semarang, Yogyakarta, dan Jakarta.

Satu Abad Qudsiyah Berakhir di Kecamatan Mejobo (Sumber Gambar : Nu Online)
Satu Abad Qudsiyah Berakhir di Kecamatan Mejobo (Sumber Gambar : Nu Online)

Satu Abad Qudsiyah Berakhir di Kecamatan Mejobo

KH Nor Halim Maruf saat menyampaikan taushiyah mengajak generasi sekarang mengikuti dan menggali model-model dakwah yang dilakukan para pendahulu. "Jasa-jasa para ulama terdahulu, jasa Mbah Kiai Raden Asnawi dalam berdakwah mengembangkan Islam begitu besar," kata Kiai Nor Halim.

Ia menambahkan, para ulama terdahulu begitu ikhlas berjuang mengembangkan Islam dengan ajaran yang santun dan penuh makna. Ia berharap generasi sekarang mampu meneladani dan mengambil hikmah serta meneruskan perjuangan para sesepuh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sepuluh jamiyyah rebana dari Kudus dan Pati meramaikan festival hadrah pada Ahad (15/5) siang. Kegitan yang berlangsung sangat meriah ini dimulai jam 10 pagi hingga sore. Tiga grup terbaik mendapatkan trofi dan uang pembinaan dari panitia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Madrasah Qudsiyyah Menara Kudus merupakan madrasah salaf yang didirikan oleh KHR Asnawi Kudus, salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama dari Kudus. Madrasah Qudsiyyah resmi berdiri pada tahun 1337 H. (Kharis/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 03 Maret 2017

Diminta Teken Surat Pernyataan, HTI Pilih Bubarkan Diri

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muktamar Tokoh Umat 1437 H yang digelar oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jember di New Sari Utama, Jember, Ahad (1/5)  bubar sebelum waktunya. Pasalnya, hal tersebut mendapat penolakan keras dari Ansor Jember.

Penolakan tersebut ditandai dengan diturunkannya sekitar  300 anggota Banser  untuk “memantau” acara tersebut.  Selain  mengusung spanduk bertuliskan “Jangan Usik Pancasila & NKRI oleh Khilafah” mereka juga menggelar orasi yang meminta agar acara tersebut dibubarkan.

Diminta Teken Surat Pernyataan, HTI Pilih Bubarkan Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Diminta Teken Surat Pernyataan, HTI Pilih Bubarkan Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Diminta Teken Surat Pernyataan, HTI Pilih Bubarkan Diri

“Bubarkan acara ini. Bubarkan HTI. Siapa pun yang coba-coba merongrong NKRI dan Pancasila, maka harus berhadapan dengan Banser,” teriak Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jember Ayub Junaidi

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Namun HTI tak keder. Acara yang dihadiri puluhan peserta itu masih dilanjutkan. Polisi pun membentuk barikade pagar betis untuk menghalau anggota Banser yang berusaha merangsek. Sempat terjadi saling dorong antara anggota Banser dan polisi. Ketegangan agak mereda setelah perwakilan Banser yang terdiri dari Ayub Junaidi, Lutfi Alif dan Saiful Bahri diberi akses untuk menemui panitia muktamar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepada mereka, Ayub menyodorkan surat pernyataan yang harus ditandatangani oleh pimpinan HTI. Isi pernyataan tersebut adalah berupa janji kesetiaan HTI terhadap NKRI dan Pancasila, janji untuk menghentikan segala bentuk kegiatan yang bertolak belakang dengan ideologi Pancasila dan janji tidak akan menyebarluaskan paham khilafah.

“Namun mereka menolak tanda tangan. Dan memilih untuk membubarkan diri. Kalau menolak teken, itu artinya mereka menolak Pancasila dan sebagainya. Kalau begitu, tunggu apalagi untuk dibubarkan,” ujar Lutfi Alif kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Dan sejurus kemudian acara itu pun bubar. Sebagian besar peserta pulang lewat pintu samping sebelah barat gedung. Namun massa Banser sudah kadung “panas” hingga Kapolres Jember turun tangan untuk memimpin pengamanan.

Sementaa itu, Ketua PCNU Jember, Abdullah Syamsul Arifin mengapresiasi langkah yang dilakukan Banser Jember. Melalui WA grup  PCNU Jember, Gus A’ab –sapaan akarabnya—menulis “Selamat utk Ansor dan Banser yg telah bubarkan acara HTI. Bravo Ndan Ayub dkk,” (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pesantren di Indonesia Warisan Budaya yang Wajib Dijaga

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sejak dahulu kala perkembangan dan kemajuan dunia Islam di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari pengaruh besar pondok pesantren. Setiap pondok pesantren di Indonesia memiliki figur sentral ulama yang enggan disebut-sebut sebagai ulama, sehingga mereka lebih nyaman apabila dipanggil kiai, ajengan, guru, tuan guru, Abuya dan sebagainya.

Pesantren di Indonesia Warisan Budaya yang Wajib Dijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren di Indonesia Warisan Budaya yang Wajib Dijaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren di Indonesia Warisan Budaya yang Wajib Dijaga

Demikian disampaikan Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin, Rabu (16/11). Ia menulis pernyataannya itu dalam akun Facebook pribadinya.?

Menurutnya, ulama sebagai figur sentral di pondok pesantren bukan sekedar bertanggung jawab mentransfer ilmu-ilmu dasar agama, melainkan lebih penting dari itu adalah contoh teladan terbaik di hadapan para santrinya.?

“Ulama di pondok pesantren adalah teladan mereka, karena ulama adalah manusia yang mendedikasikan hidupnya untuk senantiasa meneladani Rasulullah SAW, baik dari sisi ilmunya maupun akhlaknya,” tulis Gus Ishom.

Dengan demikian, lanjutnya, dari dunia pondok pesantren akan dan telah terlahir generasi yang bermanfaat bagi manusia lainnya, yang bukan saja pandai mengutip ayat atau hadits Nabi, melainkan lebih penting dari itu menjadi "santri" yang mampu untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. sepanjang hayatnya, sehingga ia pun menjadi contoh teladan terbaik bagi masyarakat sekitarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya sebut sebagai pesantren asli Indonesia, karena para kyai pengasuhnya selalu memberikan keteladanan akan arti penting mencintai tanah air Indonesia. Karena bumi Indonesia adalah tempat yang wajib dijaga keamanannya agar agama dapat terjaga dengan cara diajarkan dengan sebenar-benarnya dan dilaksanakan dengan sempurna,” urainya.

Terbukti tidak terhitung jasa para kiai dan para santri yang telah berjihad mengusir penjajah dari bumi kita, selain mengusir sejauh mungkin penyakit kebodohan dari jiwa manusia sebagai salah satu sebab pengganggu keamanan negara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya sebut pesantren asli Indonesia, karena sejak dahulu kala hingga kini nama-nama pondok pesantren itu meskipun terkadang ada nama Arabnya, namun lebih sering populer disebut nama daerah tempat lokasinya, seperti pondok pesantren Bangkalan (Madura), pondok pesantren Langitan (Tuban), pondok pesantren Lirboyo (Kediri), pondok pesantren Ploso (Kediri), pondok pesantren Tebu Ireng (Jombang), pondok pesantren Kempek (Cirebon), pondok pesantren Buntet (Cirebon), pondok pesantren Babakan Ciwaringin (Cirebon), pondok pesantren Leler (Banyumas), pondok pesantren Kesugihan (Cilacap) dan masih sangat banyak yang tidak bisa disebutkan lagi,” papar kiai muda asal Lampung ini.

Pendek kata, tambahnya, untuk menjadi pusat tafaqquh fiddin (pendalaman ajaran agama Islam) yang berasal dari dunia Arab maka tidak harus mengimpor apa saja yang berbau budaya Arab, melainkan bahwa dunia pondok pesantren tetap tidak pernah keluar dari berkomitmen untuk menjaga dan menjunjung tinggi budaya lokal.?

Dia menjelaskan, menjadi seorang muslim Indonesia itu tidak mesti harus seperti orang Arab dengan segala budayanya. Sehingga tepat dan benarlah ungkapan kaidah fikih, bahwa tidak patut keluar dari adat kebiasaan orang di sekitar kita sepanjang adat istiadat itu tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Pondok pesantren di Indonesia adalah hasil budaya asli bangsa Indonesia yang biasanya secara turun temurun diwariskan. Maka sebagai "barang warisan", setiap pondok pesantren yang ada mestilah dijaga dari kepunahan, harus terus dikembangkan dan "lebih dicanggihkan" agar tidak tergerus atau terpinggirkan oleh kompleksitas perkembangan zaman.?

“Jika tidak dipelihara, maka pondok pesantren "barang warisan" itu akan habis atau akan menjadi barang antik seperti keris sakti yang kehebatannya hanya bisa menjadi bahan cerita untuk berbangga-bangga dari para pewaris "Gus atau Kang" dunia pondok pesantren,” tutup Gus Ishom. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah