Jumat, 20 Januari 2017

Perempuan adalah Tiang Negeri

Sumedang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Tugas perempuan tidak hanya berjuang bagi keluarganya. Ia juga harus berperan penting dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan bangsa dan negara.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Tanjungkerta Ai Faridah, Jumat (28/4) ketika melaksanakan harlah Fatayat NU ke-67 tingkat kecamatan di Gedung Dakwah NU Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang Jawa Barat.

Perempuan adalah Tiang Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Perempuan adalah Tiang Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Perempuan adalah Tiang Negeri

"Ada ungkapan mengatakan bahwa perempuan adalah tiang negeri. Ungkapan tersebut harus menjadikan motivasi bahwa saat ini perempuan harus mampu berkiprah lebih banyak lagi bagi bangsa dan negara," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Peringtan Harlah Fatayat NU tahun ini harus dijadikan momentum untuk kebangkitan kaum perempuan. Jadilah perempuan yang cerdas, sehat, kreatif, mandiri, dan berakhlaqul karimah. Perempuan seperti ini akan mampu memberikan sumbangsih kepada pemerintah maupun masyarakat umum, lanjut Ai.

Tapi ingat, tambahnya, perempuan juga harus mampu menjadi pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak-anak. Oleh karena itu perempuan merupakan harapan dalam menciptakan generasi yang diharapkan bagi bangsa, negara dan agama.

Menyikapi isu merebaknya radikalisme yang sangat mengkhawatirkan, Ai Faridah mengatakan bahwa PAC Fatayat NU Tanjungkerta akan terus-menerus menyuarakan menolak paham radikal serta terorisme. “Paham radikal dan terorisme telah menjadi pemecah belah keutuhan NKRI. Kita harus lawan,” tuturnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PAC Fatayat NU Tanjungkerta juga mengajak kepada masyarakat untuk menjaga nilai-nilai tradisi keislaman Indonesia dan berpegang teguh kepada paham Ahlussunnah wal Jamaah ala nahdlatul ulama, tutup Ai Faridah. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketum PBNU Tegaskan, Presiden Setujui Hari Santri 22 Oktober

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj kembali menegaskan, bahwa Presiden Joko Widodo telah menyetujui Hari Santri 22 Oktober. Hal ini dia nyatakan ketika memberi sambutan di acara pembukaan Nahhdlatul Ulama Cultural and Business (NUCB) Expo 2015, Rabu (14/10) di Gedung Smesco UKM, Jl Gatot Subroto Jakarta.

“Para santri atas nama bangsa Indonesia dipimpin oleh KH Wahab Chasbullah berdasarkan dorongan KH Hasyim Asy’ari melawan pasukan NICA yang ingin kembali menjajah dan menguasai RI,” ungkap Kang Said, sapaan akrabnya.

Ketum PBNU Tegaskan, Presiden Setujui Hari Santri 22 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Tegaskan, Presiden Setujui Hari Santri 22 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Tegaskan, Presiden Setujui Hari Santri 22 Oktober

Guru Besar Tasawuf ini juga mengungkapkan, meski dalam peperangan merebut kemerdekaan telah gugur sebanyak 20 ribu pahlawan yang terdiri dari santri dan rakyat, bangsa Indonesia berhasil mempertahankan kemerdekaan dari tentara sekutu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita menang, Brigjen Mallaby, Komandan NICA tewas di tangan seorang santri dari Pesantren Tebuireng bernama Harun menurut riwayat dalam peperangan besar tanggal 10 November 1945 di Surabaya,” paparnya.

Dalam masa peperangan menegakkan kemerdekaan, lanjutnya, ada sebanyak 20 Batalyon dari 64 Batalyon yang dipimpin oleh para kiai pesantren. “Di sinilah peran besar kaum santri dalam perjuangan kemerdekaan RI yang termotivasi dari fatwa Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945,” terangnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan fatwa jihad tersebut, imbuh Kang Said, bangsa Indonesia terdorong memperjuangkan dan menegakkan kemerdekaan RI dari tentara NICA atau sekutu. “Karena fatwa tersebut menyatakan, bahwa membela tanah air dari tangan penjajah adalah wajib hukumnya dan siapa yang gugur, ia termasuk syahid,” jelasnya.

Hadir dalam pembukaan expo ini, Ketua PBNU, KH Abdul Manan Ghani, Menristek Dikti, H Muhammad Nasir, Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang, Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini, Ketua LTMNU, KH Mansyur Syaerozi, Sekretaris LTMNU, H Ibnu Hazen, perwakilan dari Kedutaan Negara sahabat, ulama dari Mesir, Tunisia, Maroko, Turki, dan para pengelola masjid dari berbagai daerah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Khutbah, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 14 Januari 2017

Islam Berkembang di Indonesia Bukan dengan Merusak Budaya

Pati, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kegelisahan atas pergeseran cara pandang, panutan, dan orientasi bangsa ini menjadi perbincangan gayeng dalam ngaji budaya Suluk Maleman edisi ke-51 di Rumah Adab Indonesia Mulia Jalan Diponegoro 94 Pati, Jawa Tengah, Sabtu (19/3) malam. Jika tidak dikembalikan pada "kiblat" semula, maka semakin menerjunkan bangsa pada kemunduran perabadan.

KH Abdul Ghofur Maimoen, Herman Sinung Janutama, Anis Sholeh Baasyin, dan pemapar lain dalam ngaji interaktif itu sepakat dengan sikap hidup bervisi dan berorientasi. Gus Ghofur mengajak masyarakat untuk memiliki idola dengan profil yang merepresentasikan Allah.

Islam Berkembang di Indonesia Bukan dengan Merusak Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Berkembang di Indonesia Bukan dengan Merusak Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Berkembang di Indonesia Bukan dengan Merusak Budaya

Bukan berarti berkiblat pada orang yang menuhankan dirinya, tetapi mendekat dengan ulama. Namun, pilihan idola juga perlu didasari atas kecermatan. Mengingat, saat ini banyak tokoh panutan yang hilang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair ini menyebut, Nabi Muhammad merupakan panutan sekaligus idola yang menyedot perhatian banyak kalangan. Itu lantaran kesalehannya dapat dipertanggungjawabkan sebagai "wakil" Allah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Dalam urusan dunia saja, seperti memilih wakil rakyat, orang sekarang banyak yang dilandasi karena uang. Bukan atas pilihan sendiri yang murni mempertimbangkan perbaikan. Ini harus diubah, karena manusia beragama harus mempunyai visi dan orientasi sebagai makhluk Allah," jelasnya.

Dilihat dari sejarah, kata dia, Islam berkembang di Indonesia bukan dengan merusak budaya yang telah ada. Itu kenapa Islam, terutama di Jawa menjadi mayoritas. Karenanya, ciri khas Islam Nusantara sangat tepat.

Sejarawan dan budayawan Herman Sinung Janutama lebih mengambil hikmah dari falsafah Jawa. Jawa, menurutnya menjadi dapat kembali menjadi songgo buwono dengan bekal iman daya mukti.

"Itu bekal hidup bagi orang Jawa. Jadi, dengan keteguhan iman, maka akan berdaya dan bakal mukti. Itu tercantum dalam Surat Sutasoma yang merupakan bekal raja-raja Jawa zaman dulu," paparnya.

Penyesatan

Di tengah merasuknya nilai individualis dan materilis, bangsa ini butuh kebangkitan. Bangsa Indonesia patut kembali menghargai budaya dan keunggulan peradaban Nusantara yang dipercaya lebih maju ketimbang bangsa lain.

Hanya, sekarang menurutnya terjadi pergeseran yang luar biasa. Ilmu falak dengan dasar matematika sejak dulu sudah dikuasai bangsa ini. Namun, kini falak seperti tidak diperbolehkan dalam istilah barat dan diganti dengan astronomi.

"Matematika sekarang berkiblat ke barat, padahal dulu di Jawa," katanya dalam ngaji budaya yang mengambil tema "Kiblat yang Berubah".

Sang sahibul bait Anis Sholeh Baasyin mengemukakan, potensi besar bangsa ini perlu disadari bersama. Menurutnya, mudahnya sebagian kalangan berujar penyesatan atas budaya Jawa yang penuh filosofis berbalut agamis perlu diluruskan.

"Seperti budaya Jawa berupa wiwit, yang dulu sering dilakukan petani ketika hendak panen padi jika dipahami bukan musyrik. Selain banyak makna filosofis, biasanya tradisi itu juga dilakukan dengan doa bersama secara Islami," tandasnya.

Karenanya, kekayaan potensi tradisi dan budaya Jawa tidak sepatutnya dipersoalkan. Terlebih untuk kepentingan mengubah nilai luhur bangsa dengan sokongan dana luar negeri.

"Ada kecenderungan itu menjadi fakta belakangan ini. Mari kita waspada dan tidak mudah terpancing isu-isu dan ujaran provokatif berupa klaim kesesatan dalam setiap tradisi dan budaya luhur yang dilestarikan," lanjut pimpinan Orkes Puisi Sampak GusUran ini. (Red: Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 13 Januari 2017

PMII Padang Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor

Padang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Padang menggelar aksi kemanusiaan untuk korban banjir bandang dan longsor yang terjadi dibeberapa daerah di Sumatera Barat, Selasa (9/2/2016) di Simpang BTN, Kota Padang.

PMII Padang Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Padang Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Padang Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor

Aksi yang diikuti oleh puluhan mahasiswa pergerakan ini di pimpin langsung oleh Ketua Umum ? PMII Kota Padang, Hasbullah Alkomar. "Mahasiswa ikut berduka dan prihatin terhadap musibah yang menimpa sejumlah daerah di Sumbar," ujar Hasbullah Alkomar.

Komar juga menjelaskan bahwa bencana banjir dan longsor ini merupakan bencana yang cukup besar dan harus mendapatkan perhatian dari semua pihak. "Bencana banjir bandang dan longsor setidaknya telah menelan korban jiwa sebanyak 6 orang di kabupaten Solok Selatan. Ribuan hektar lahan pertanian warga yang tersebar di 50 Kota, kabupaten Solok Selatan, agam, dan Kota Solok, juga mendapat dampak luarbiasa parahnya," pungkas Alkomar.

PMII sebagai organisasi kemahasiswaan juga mendesak pemerintah agar cepat menangani permasalahan ini. "Kami menuntut pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten terkait cepat tanggap dalam penanggulangan bencana ini," desak Alkomar

Aksi penggalangan dana untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang dilakukan PMII Kota Padang ini berlangsung dari Selasa hingga Jumat. Sejumlah dana yang terkumpul akan disalurkan pada korban yang berada di 50 Kota dan Solok selatan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, sebelumnya hujan deras beberapa hari terakhir telah menyebabkan Sumatera Barat dilanda bencana banjir dan longsor. Bencana kali ini menimbulkan korban jiwa dan memutus urat nadi transportasi.

Inilah titik-titik lokasi bencana banjir dan longsor yang berhasil dihimpun berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Sumatera Barat. Data ini dikirim oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Sutopo Purwo Nugroho, Senin (8/2/2016). Ditambah informasi dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat Zulfiatno dan BPBD Pasaman. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 11 Januari 2017

Warga Ramai Tensi Gratis di Posko Banser Kranggan

Rembang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bukan hanya para pemudik yang menggunakan fasilitas tensi gratis yang disediakan oleh posko mudik Banser Kecamatan Kragan. Tetapi banyak juga warga sekitar yang rela mengantri untuk mendapatkan fasilitas tensi darah secara gratis di posko mudik Banser Satkorcab Rembang yang berada di depan masjid Roudhatus Sholihin Karang Lincak Kecamatan Kragan, Rembang, Jawa Tengah.

Menurut Ketua Ansor Kragan Hakim saat dikonfirmasi Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, menjelaskan sejak H-7 banyak warga sekitar tiap usia shalat Tarawih rela mengantri sekedar mendapatkan tensi darah yang disediakan di posko ini. Hakim juga menyampaikan jika warga sangat berterima kasih dengan adanya tensi gratis yang disediakan oleh Banser Rembang.

Warga Ramai Tensi Gratis di Posko Banser Kranggan (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Ramai Tensi Gratis di Posko Banser Kranggan (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Ramai Tensi Gratis di Posko Banser Kranggan

"Warga setiap usai shalat tarawih banyak yang mampir untuk tensi darah Mas. selain itu mereka sangat senang terbantu dengan adanya posko dengan berbagai macam fasilitasnya,” kata Hakim.

Kabanyakan warga yang mengantri merupakan lansia yang mempunyai berbagai macam riwayat penyakit yang sering membutuhkan perhatian dengan tensi darah. Rata-rata satu bulan sekali mereka harus mengeluarkan uang untuk sekedar tensi darah di tempat pelayanan kesehatan, baik di rumah sakit ataupun puskemas, dikarenakan jaraknya yang sangat jauh. (Ahmad Asmui/Mukafi Niam)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 08 Januari 2017

Pemutaran Lewat Djam Malam

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lesbumi akan memutar filma klasik Lewat Djam Malam (LDM) karya Usmar Ismail, di Teater Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, besok Kamis (3/5), pukul satu siang.

Pemutaran film dalam rangka 50 tahun Lesbumi ini merupakan kelanjutan dari Musyawarah film Nasional pertengahan April lalu di PBNU. 

Pemutaran Lewat Djam Malam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemutaran Lewat Djam Malam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemutaran Lewat Djam Malam

“Selain Lewat Djam Malam, kami akan memutar enam film lainnya di PBNU, The Wahid Institute, dan sebuah pesantren di Jakarta Timur. Lewat pemutaran ini, kami ingin menghargai sesepuh sineas yang juga aktivis-aktivis NU,” kata Hasyim Zen, salah seorang panitia, tadi sore.

Lebih lanjut Hasyim mengatakan, pemutaran film juga bertujuan untuk melakukan proses pendidikan kebudayaan dalam artian luas yang hari ini tidak banyak diperhatikan, baik oleh pemerintah ataupun masyarakat sendiri. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Melalui film yang bermutu, kita bisa berkaca tentang banyak hal, tema bangsa, agama, masyarakat, seni, budaya, dan sebagainya. Silakan datang, ini acara kita semua, disiapakan secara berjamaah oleh Lesbumi, Kopri Ciputat, IPPNU Jaktim, Wahid Institute, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, dan Piramida Circle, ” jelasnya.

Lewat Djam Malam karya aktivis Lesbumi Usmar Ismail ini terpilih sebagai film klasik yang akan diputar di Cannes Festival 2012, Perancis, akhir Mei nanti. 

LDM diproduksi oleh oleh Persatuan film Nasional Indonesia (Perfini), tahun 1954. Film ini berhasil diselamatkan dari kerusakan. Lembaga yang telah menyelamatkan dengan merestorasi LDM adalah  Museum Nasional Singapura, bekerja sama dengan Mereka menggandeng Yayasan Konfiden dan Sinematek Indonesia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tujuan restorasi mengembalikan film ke kondisi semula. Bukan menambah apapun. Film jaman dulu dari hitam putih ke berwarna, itu bukan restorasi lagi. Kalau prosesnya ada yang lebih dulu, Tiga Dara. Prosesnya di Belanda. Kemarin gara-gara Eropa krisis, belum bisa dilanjutkan sampai sekarang. Mungkin ini jadi film yang selesai direstorasi yang pertama,” jelas Lintang Gitomartoyo dari Yayasan Konfiden, seperti dikutip KBR.8H.

 

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 06 Januari 2017

Madrasah Kampung Ini Ucapkan Harlah NU Ke-91

Lamongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif NU Darussalam Jatipandak, Sambeng, ? Lamongan, Jawa Timur memperingati hari lahir NU ke-91 dengan menggelar upacara bendera dan ziarah ke makam pendiri madrasah itu. Kegiatan pada Selasa (31/1) diikuti puluhan siswa dan dewan guru.

Madrasah Kampung Ini Ucapkan Harlah NU Ke-91 (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Kampung Ini Ucapkan Harlah NU Ke-91 (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Kampung Ini Ucapkan Harlah NU Ke-91

Kepala MI Darussalam Kholison mengatakan, peringatan tersebut bertema “Cinta Islam yang Damai dan Toleransi”. Tema tersebut sengaja diusung karena akhir-akhir ini bangsa Indonesia diterpa keributan di antara masyarakatya mulai dari masalah sosial, masalah politik, penyebaran kebencian, bahkan hingga masalah agama. Keributan tersebut dapat mengancam kedamaian di Indonesia.?

“Padahal, sebagai negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, keributan-keributan semacam itu seharusnya tak terjadi. Perbedaan prinsip, suku, ras, agama yang terjadi di antara kita mestinya dapat menyatukan kita semua,” katanya.

Kholisan berharap, momentum harlah NU ke-91, bangsa Indonesia kembali menjadi bangsa semakin damai, menyebar kesayangan antarsesama, toleransi dan menghargai perbedaan dan menjadi contoh dari negara-negara lain. “Karena kita menjujung tinggi asas Pancasila,” lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua pelaksana, M. Munif Asy’ari menambahkan, selain pesan damai siswa-siswi diajak mengenang para tokoh-tokoh NU seperti Hadrotussyekh KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Chasbullah serta para tokoh NU lainnya dalam memeprjuangkan bangsa Indonesia.?

Para pendiri NU tersebut, kata dia, begitu cintanya terhadap negara Indonesia. “Cinta terhadap negara sendiri sebagaian dari iman,” tambahnya.

Peringatan harlah itu ditutup dengan doa bersama dan shalat dzuhur berjamaah di musholla madrasah. (Asyhari/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah