Minggu, 13 Desember 2015

NU Tolak Segala Bentuk Kekerasan SARA

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Nahdlatul Ulama (NU) dengan tegas menolak segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Demikian ditegaskan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.

NU Tolak Segala Bentuk Kekerasan SARA (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tolak Segala Bentuk Kekerasan SARA (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tolak Segala Bentuk Kekerasan SARA

"NU didirikan untuk mewujudkan ukuwah islamiyah dan membangun solidaritas, serta tidak  memandang golongan," katanya dalam kunjungan kerja atau turba PBNU dan PWNU Jawa Barat di Pondok Pesantren Darul Falah, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Senin (14/5). 

Menurutnya, NU adalah organisasi kemasyarakatan yang dibentuk untuk memajukan kekuatan budaya, pendidikan dan menjaga tali persaudaraan antar manusia. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sebagai Organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia dengan jumlah jama’ahny sekitar 70 juta umat, NU harus menjadi contoh dan terdepan dalam menyerukan perdamaian," jelas Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj.

Terkait kekerasan yang mengatas namakan SARA, ia menegaskan bahwa secara tegas NU menolak segala bentuk kekerasan apalagi perang yang digelorakan oleh kelompok garis keras. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Dalam perang tidak ada namanya perang suci, tapi yang ada pembantaian dan menghilangkan nyawa manusia," katanya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Zainal Mutaqin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 08 Desember 2015

Membangun Generasi Entrepreneurship

Salah satu teori pedagogik (ilmu mendidik) menerangkan bahwa keberhasilan pembelajaran di kelas tergantung kualitas guru, kualitas guru ada pada hebatnya kepala sekolah, hebatnya kepala sekolah terletak pada kompetensi mumpuni dari para pengawas pendidikan, dan seterusnya hingga vertikal ke atas, Kepala Dinas Pendidikan, serta Menteri Pendidikan itu sendiri.

Mengapa demikian? Argumentasi logis bisa diarahkan pada peran sentral para stakeholder (pihak-pihak terkait) tersebut. Siswa merupakan individu yang memerlukan pengarahan dan bimbingan guru dari setiap materi dan nilai-nilai kehidupan yang diajarkan. Begitu juga dengan posisi kepala sekolah dan pengawas pendidikan yang mempunyai tanggung jawab penuh untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan.

Untuk mewujudkan kualitas pendidikan yang terintegrasi dengan kemajuan zaman, stakeholder pendidikan tersebut harus mempunyai kreativitas untuk mengolah pembelajaran. Karena pembelajaran yang kreatif akan memunculkan generasi yang kreatif pula, terutama dalam menghadapi perkembangan zaman yang terus menerus berbuah kemajuan.

Membangun Generasi Entrepreneurship (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Generasi Entrepreneurship (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Generasi Entrepreneurship

Pada titik inilah berpikir kreatif perlu ditumbuhkembangkan pada diri siswa oleh guru sehingga menciptakan generasi dengan kreativitas tinggi di berbagai bidang kehidupan. Namun demikian, pada tataran peserta didik, mengembangkan kreativitas dalam ranah kecakapan hidup lebih krusial sehingga mereka lebih siap ketika menghadapi jenjang yang lebih fokus dalam menempuh pendidikan berikutnya.

Buku yang ditulis oleh Prof Dr HAR Tilaar, MSc.Ed, Guru Besar Emeritus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini berupaya mengulas secara detail dan mendalam tentang cara berpikir kritis, berpikir kreatif, dan kompleks. Selain menjelaskan tataran praktis, suami dari Martha Tilaar ini juga menjelaskan secara filosofis bagaimana cara berpikir secara metodik sehingga memunculkan manusia-manusia kreatif.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut HAR Tilaar, berpikir kreatif sangat perlu dikembangkan pada kemampuan siswa agar tumbuh generasi yang memiliki jiwa entrepreneurship tinggi. Jadi para entrepreneurship tidak hadir dari ruang kosong, tetapi ditumbuhkan melalui pembiasaan berpikir kritis, kreatif, juga berpikir kompleks (halaman 59). Bagaimana caranya? Tentu untuk menjawab pertanyaan ini juga memerlukan para pendidik kreatif yang mampu mengolah materi ajar menjadi energi pendorong kreativitas berpikir siswa melalui berbagai metode pembelajaran.

Misal, seperti apa yang dijelaskan HAR Tilaar di halaman 91. Dia menjelaskan bahwa embrio berpikir kreatif hadir ketika keingintahuan secara epistemologis selalu bersemayam dalam diri pendidik atau guru. Tahap berpikir ini merupakan dasar berpikir kritis dari seorang guru. Guru yang berpikir kritis tidak dapat menerima sebagaimana adanya yang telah diteliti maupun yang disampaikan oleh para pakar.?

Dari proses tersebut, bisa dipahami bahwa seorang pendidik yang kritis akan mempertanyakan ketentuan-ketentuan yang telah dianggap baku dan tidak perlu dipersoalkan lagi. Sikap baku ini tidak akan menghasilkan perubahan dalam masyarakat. Di titik inilah kreativitas lahir dari tahap berpikir kritis atas segala sesuatu yang dianggap baku.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang menarik dalam buku ini, yaitu kreativitas yang menjadi embrio manusia-manusia entrepreneurship menurut HAR Tilaar tidak di-hegemoni dalam satu bidang tertentu, misal bisnis dan perdagangan. Dewasa ini, orang-orang mengidentikkan entrepreneurship hanya kepada kelompok yang mampu dan berhasil dari aspek bisnis dan dagang. Padahal jika menilik tahap-tahap di atas secara epistemologis, wilayah entrepreneurship ada pada tataran, di mana manusia selalu berpikir kritis dan kretaif sehingga menciptakan hal-hal yang berguna bagi masyarakatnya.

Jika ada seorang penulis yang begitu produktif, baik menulis buku, artikel di berbagai media cetak, online, dan lain-lain, mereka juga manusia-manusia entrepreneurship. Jika diukur secara material, tentu mereka menghasilkan pundi-pundi dari usaha menulisnya itu. Lebih jauh lagi, mereka berhasil memahamkan suatu ilmu lewat tulisan-tulisannya. Demikian juga dengan bidang-bidang lain, yang itu mewujudkan manfaat secara luas bagi kehidupan masyarakat.

Peresensi berusaha secara gamblang memahami bahwa entrepreneurship terletak pada jiwa dan cara berpikir. Adapun kesuksesan dari hasil berpikir dan semangatnya itu merupakan hasil yang didorong oleh sebuah tindakan. Jadi, jika manusia masih mempunyai jiwa dan cara berpikir kritis dan kreatif yang berorientasi untuk kebaikan manusia, pada titik itulah manusia bisa dikatakan adalah seorang entrepreneurship. Demikian juga bagi seorang guru dan seluruh stakeholder pendidikan, baik dalam bidang penyusunan materi ajar, metode pembelajaran, kurikulum, instrumen, dan lain-lain.

HAR Tilaar tidak memungkiri bahwa manusia abad ke-21 adalah manusia yang terbuka (inklusif), tidak terikat oleh ketentuan-ketentuan sebelumnya yang serba baku. Dia harus memiliki epistemologi baru yang tidak menerima begitu saja secara positivistik hal-hal yang dihadapinya. Di sini terlihat manusia berpikir secara positivistik yang melawan arus. Sikap kritis inilah yang menjadikan manusia mampu berpikir kreatif sehingga proses ini bisa dikatakan menjadi landasan kreativitas dan entrepreneurship.

Pengembangan kreativitas dan entrepreneurship harus menjadi tujuan pendidikan bagi seorang guru, kepala sekolah, pengawas, orang tua, dan seluruh masyarakat. Utamanya dalam proses pembelajaran di sekolah, materi ajar dan kurikulum harus diarahkan kepada tumbuh kembang kreativitas siswa. Proses manisfestasi kreativitas memang tidak mudah bahkan proses internalisasinya bisa lama jika tidak mampu mempratikkannya secara makna (meaning).

Karena meaning ini menjadi kriteria utama dalam mengembangkan kreativitas. Sejatinya guru membiarkan siswa mengeksplorasi kompetensinya. Tetapi secara makna, guru membiarkan kincir-kincir kreativitas tumbuh berkembang dengan baik. Jadi, bisa dikatakan bahwa berpikir kreatif yang akan menghasilkan manusia-manusia entrepreneurship yaitu proses berpikir pada hal-hal substantif. Muara dari semua tahapan berpikir yang telah dijelaskan di atas yaitu makhluk bernama INOVASI. Wallahu a’lam bisshowab.

Identitas buku:

Judul : Pengembangan Kreativitas dan Entrepreneurship dalam Pendidikan Nasional

Penulis : Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, MSc.Ed.

Penerbit ? ? ? ? ? ? ? ? : Buku Kompas

Tebal : xviii + 237 halaman

Cetakan : I, Juni 2012

Peresensi : Fathoni Ahmad

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 01 Desember 2015

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Karanganyar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Selasa (10/6) sore yang cerah di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, suasana terlihat ramai. Ratusan warga keluar rumah, untuk kemudian berbondong-bondong menuju sebuah rumah joglo yang berada di tengah dusun.

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)
Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Rupanya mereka tengah bersiap untuk ikut meramaikan tradisi bersih dusun yang digelar setiap Selasa Kliwon wuku Mondosiyo. Oleh karena itu, tradisi ini disebut Mondosiyo.

Di sekeliling rumah joglo itu, atraksi reog mengiringi rangkaian upacara adat yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang dusun setempat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selepas doa dibacakan, seketika ratusan pemuda yang sudah sedari siang berkumpul pun mulai bersiap. Rupanya, tetua dusun sudah menyiapkan belasan ayam. Itu lah yang ternyata menjadi sasaran tembak ratusan pasang mata pemuda itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kyaaak… Kyaaak… Kyaaak,” jeritan ayam-ayam itu mulai menyeruak usai mereka dilepaskan oleh tetua dusun.

Para pemuda desa itu langsung berhamburan mengejar ayam-ayam. Dengan berbagai cara, mereka berusaha menangkap ayam untuk bisa dibawa pulang. Satu per satu ayam pun mulai berhasil ditangkap meski para pemuda harus rela memanjat tiang bahkan atap demi ayam nazar yang sudah didoakan itu.

Dalam Tradisi Mondosiyo, tiap warga yang sudah bernazar bakal menyerahkan dua ekor ayam untuk dibiarkan dimangsa para pemuda. Salah satu warga, Riyani yang ikut bernazar, mengaku dua ekor ayam yang diserahkannya ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur karena putrinya telah diberi kesembuhan oleh Allah dari penyakit tifus yang cukup lama dideritanya.

“Anak saya sudah didiagnosa dokter terkena tifus. Saya tidak punya uang untuk merawatnya di rumah sakit. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh dan ini nazar saya,” ujarnya sembari tersenyum haru.

Tradisi Mondosiyo yang rutin digelar setiap tujuh bulan, diawali dengan cebukan atau mengumpulkan aneka ubo rampe. Kemudian prosesi dilanjutkan dengan nutuk bende keliling desa. Sementara para tetua desa menyembelih kurban kambing dan ayam yang nantinya akan dimakan bersama warga.

“Tradisi ini sudah turun-temurun sejak ratusan tahun silam,” kata Kepala Lingkungan Dusun Pancot, Sulardiyanto.

Selain melestarikan tradisi leluhur, acara adat ini juga mampu mendongkrak ekonomi warga. Sebab, dengan acara ini warga bisa menjual aneka produk kerajinan kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah. (Rodif/Ajie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Tokoh, Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 25 November 2015

Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kehancuran negeri Irak bukan sekedar efek samping dari serbuan Amerika Serikat beserta sekutunya. Memang hal itu menjadi sasarn pokok sejak awal. Demikian Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi di Jakarta, Kamis (11/1).

Serangan ke Irak itu sejak awal memiliki tiga opsi. Pertama, membunuh Sadam dan menghancurkan rezimnya. Kedua, menghancurkan rakyat dan budayannya. Ketiga, menguras tambang minyak negeri itu.

Saat rakyat Irak yang cerdas-cerdas berguguran akibat perang tersebut, malah mereka dijebak dalam perang saudara yang mengerikan antara Sunni-Syiah. Kebudayaan Irak baik pada zaman Islam maupun pra Islam yang sangat kaya raya sebagai warisan dunia yang tak ternilai harganya itu sudah dihancurkan.

Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak

“Lalu Irak menjadi rezim baru sebagai boneka AS. Amerika bisa berbuat apa saja, dan sekarang tinggal mengeruk sumber  minyak yang ada di sana,” kata Hasyim.

Pemimpin besar Irak Saddam Husein telah dibunuh dengan kejam, namun seperti disaksikan banyak orang, sang pemimpin itu tidak tunduk dan penuh percaya diri menghadapi tiang gantungan sebagai seoramng Hero. Sampai-sampai anak-anak di di sana turut bergantung diri sebagai simpati pada sadam Husein.

“Saddam dianggap bersalah karena membunuh 180 orang pemberontak harus dihukum mati, dan tidak ada grasi untuknya. Protes dunia termasuk dari Vatikan juga diabaikan. Lalu bagaiamana hukuman yang harus diterima Bush karena serbuannya ke Irak telah membunuh 655 ribu jiwa. Dengan dosanya itu Bush mestinya dihukum mati berkali-kali,” seru Hasyim.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tetapi Dunia ini bukan diatur berdasarkan kebenaran dan keadilan seperti yang kita harapkan. Semuanya diatur berdasarkan kekuatan, siapa yang kuat bisa berbuat apa saja. Semuanya itu bisa di bungkus dengan berbagai misi mulia seperti membela kemanusiaaan, menegakkan demokrasi, membela perdamaian dan sebagainya. “Akhirnya orang percaya,” katanya. (nam)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren, News, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 24 November 2015

Muharraman, Warga NU Sariwangi Tahlil Bersama Ajengan Pesantren

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ratusan warga NU di kecamatan Sariwangi kabupaten Tasikmalaya melantunkan tahlil dan doa yang dipimpin para ajengan dari pelbagai pesantren dalam rangka memeriahkan peringatan tahun baru 1437 Hijriyah. Aula kantor MWCNU Sariwangi pada dengan warga yang bersyukur memuji Allah, Ahad (25/10).

Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat KH Nuh Addawami yang hadir menyampaikan taushiyah berpesan kepada nahdliyin setempat untuk meningkatkan amal baik.

Muharraman, Warga NU Sariwangi Tahlil Bersama Ajengan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Muharraman, Warga NU Sariwangi Tahlil Bersama Ajengan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Muharraman, Warga NU Sariwangi Tahlil Bersama Ajengan Pesantren

“Peringatan tahun baru Hijriyah mengingatkan warga NU bahwa setiap mengerjakan kebaikan sangatlah berat, karena ada penghalang. Sebagaimana yang dikatakan Syekh Tajuddin As-subki bahwa setiap kebaikan ada penghalang. tetapi ada 3 perkara yang dapat meringankan kebaikan, yaitu pengertian, kecintaan, dan kerja sama atau berjama’ah,” kata ajengan Nuh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ajengan Nuh Addawami juga menekankan supaya warga NU senantiasa bersatu dan berjama’ah dalam membangun dan mempertahankan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, adanya NU bertujuan untuk menyatukan warga Aswaja bukan untuk memecah belah warga Aswaja. (Adrian Fauzi Rahman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 21 November 2015

GP Ansor Banyumas Terus Rekrut Kader Muda Aswaja

Banyumas, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sedikitnya 66 kader Ansor dari 15 anak cabangnya di Kabupaten Banyumas mengikuti pendidikan dan pelatihan terpadu dasar Banser di MI Al-Itihad Kelurahan Pasir Kidul, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jumat-Ahad (1-3/4). Mereka dibekali dengan sejumlah materi keaswajaan yang penerapannya terus mencari bentuk seiring perubahan sosial.

Hadir dalam pembukaan ini Mustasyar PCNU Banyumas KH Zaenurrohman, Majelis Zikir Shalawat Rijalul Ansor Kedung Banteng, dan Wakasat (Satkorcab) Banser Banyumas Muji Setiyono.

GP Ansor Banyumas Terus Rekrut Kader Muda Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Banyumas Terus Rekrut Kader Muda Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Banyumas Terus Rekrut Kader Muda Aswaja

Ketua GP Ansor Banyumas Tantowi mengatakan, pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Banser ini khusus diperuntukkan bagi peserta yang baru bergabung dengan Banser.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Alhamdulillah berkat kerja keras kebersamaan Pimpinan Anak Cabang Purwokerto Barat dan Satuan Koordinator Cabang Banser (Satkorcab) Banser, akhirnya kegiatan diklatsar yang ke-18 ini bisa terselenggara," kata Tantowi.

Kaderisasi melalui Diklastar penting di samping sebagai proses regenerasi. Kaderisasi merupakan doktrin penguatan untuk membentuk kader yang andal dan berkualitas serta mampu menjiwai Nawa Prasetya Banser dan Khittah NU 1924.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ke depan, GP Ansor di semua tingkatan tidak lagi menjadi organisasi papan nama. Tetapi harus mampu menunjukkan eksistensinya di tengah perkembangan masyarakat yang semakin modern sesuai nilai-nilai ideologi Aswaja," katanya.

Satkornas Herry Budhi Hartono juga mengatakan, kegiatan Diklatsar Banser merupakan kegiatan yang wajib dilakukan untuk mendidik para kader Ansor menjadi pribadi berkarakter baik sesuai dengan aturan organisasi. (Iip Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 20 November 2015

Antisipasi ISIS, Pesantren Harus Bentengi Santri Dengan Aswaja

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Merebaknya jaringan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) hingga masuk ke Indonesia mendapat tanggapan kalangan pesantren. Pengasuh PP Bahrul Ulum Tambak Jombang, KH Hasib Wahab Hasbullah meminta pesantren ikut membentengi santri dan umat dengan menggalakkan kajian Aswaja An Nahdliyah.

Antisipasi ISIS, Pesantren Harus Bentengi Santri Dengan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi ISIS, Pesantren Harus Bentengi Santri Dengan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi ISIS, Pesantren Harus Bentengi Santri Dengan Aswaja

Gus Hasib yang juga putra pendiri NU, KH Wahab Hasbullah ini mewanti wanti santri dan alumninya agar tidak terpengaruh ikut ikutan mendukung ISIS. Meski dikatakannya, pihaknya belum mendengar adanya gerakan organisasi radikal asal Timur Tengah itu di kota santri.?

“Hingga saat ini kami belum menemukan adanya gerakan ISIS yang masuk ke Jombang. Namun demikian, kita tetap mewaspadai. Kita minta seluruh pesantren khususnya yang ada di sini membentengi santrinya dengan ajaran Aswaja, sehingga ajaran Islam benar benar bisa menjadi rahmatan lil alamin," tuturnya ditemui di rumahnya, kemarin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Gus Hasib biasa dipanggil, organisasi ISIS tidak cocok di Indonesia karena sangat bertentangan dengan ajaran islam. Gerakan dan aktifitasnya yang hendak mendirikan khilafah islamiyah berpotensi memecah belah umat. "Jadi gerakan tersebut sangat bahaya jika masuk ke Indonesia,” tandasnya.

Sebagai antisipasi, mantan anggota DPR RI ini menambahkan, kalagan pesantren NU khussunya lebih bisa menggalakkan dan membentengi para santri dengan ajaran Aswaja.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Para santri yang mau keluar atau jadi alumni diwajibkan mengikuti pelatihan tentang aqidah ahlus sunnah wal jamaah. Nah, ajaran itulah yang harus dipegang teguh ketika terjun ke masyarakat. Begitu juga dengan para santri yang memasuki pesantren. Mereka langsung dibekali dengan nilai-nilai aswaja Annahdliyah,” pungkasnya. (muslim abdurrahman/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah