Minggu, 08 Mei 2011

Dakwah Itu Bukan Keluarkan Orang yang Sudah Islam

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dakwah Islam merupakan upaya mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan. Para pendakwah Islam harus menampilkan Islam sebagai agama yang menggembirakan. Tetapi sebagian kecil pendakwah justru menggambarkan Islam dengan menakutkan, bahkan mengafirkan orang yang sudah memeluk Islam.

Hal ini sangat disayangkan, kata pengasuh pesantren Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudhori di hadapan sedikitnya 100 hadirin pada peringatan haul ke-4 Gus Dur di rumah makan Bambu Wulung Kudus, Jawa Tengah, Selasa (31/12).

Dakwah Itu Bukan Keluarkan Orang yang Sudah Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Itu Bukan Keluarkan Orang yang Sudah Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Itu Bukan Keluarkan Orang yang Sudah Islam

“Sekarang ada pendakwah orang cingkrang, orang sudah masuk malah dikeluarkan. Dakwah itu mengajak orang di luar untuk masuk, bukan yang di dalam disuruh keluar,” tegas Gus Yusuf.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebaliknya, terang Gus Yusuf. Pendakwah yang baik justru mampu mengomunikasikan Islam dan kebudayan atau kesenian. Itulah esensi Islam diturunkan di bumi. Gus Dur menangkap makna dakwah. Baginya, inti beragama Islam adalah memberikan kedamaian dan kesejukan bagi semua umat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebetulnya dakwah Gus Dur itu hanya meneruskan perjuangan Wali Songo untuk membawa semua orang merasakan Islam yang menjadi rahmat bagi semesta alam. Gus Dur sebagaimana Wali Songo mengajak orang berbuat baik, tandas Gus Yusuf. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 03 Mei 2011

Muktamar NU Menuju Pemilihan Ahwa, Rais Aam dan Ketum PBNU

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Perhelatan Muktamar Ke-33 NU di Jombang Jawa Timur telah memasuki proses pemilihan pengurus baru periode 2015-2020 di Komplek Alun-alun Kota Jombang, Rabu (5/8). Proses tersebut secara marathon diawali dengan pemilihan anggota Ahwa, kemudian Rais Aam, lalu Ketua Umum PBNU.

“Kita masuk ke proses pemilihan anggota Ahwa terlebih dahulu, lalu Rais Aam, dan Ketua Umum PBNU,” jelas Rais Syuriyah PBNU, KH Yahya Cholil Staquf dalam jumpa pers di Media Center di komplek SMAN 1 Jombang, Rabu (5/8).

Muktamar NU Menuju Pemilihan Ahwa, Rais Aam dan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar NU Menuju Pemilihan Ahwa, Rais Aam dan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar NU Menuju Pemilihan Ahwa, Rais Aam dan Ketum PBNU

Kiai yang akrab disapa Gus Yahya itu menerangkan, bahwa dalam proses pemilihan anggota Ahwa tersebut, setiap PCNU dan PWNU mengusulkan nama-nama. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dari nama-nama tersebut, nanti yang memperoleh suara terbanyak dari seluruh Muktamirin akan terpilih menjadi anggota Ahwa yang terdiri dari 9 kiai sepuh, merekalah yang berhak memilih Rais Aam PBNU,” terang Gus Yahya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, berdasarkan keputusan Forum Syuriyah Wilayah dan Cabang NU seluruh Indonesia, pemilihan Rais Aam PBNU menggunakan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa), sedangkan pemilihan Ketua Umum PBNU tetap dipilih melalui mekanisme voting. 

Dalam jumpa pers tersebut, Gus Yahya didampingi oleh KH Ahmad Ishomuddin dan H Syaifullah Yusuf (Gus Ipul). (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 02 Mei 2011

FDS dan Potensi Tumbuhnya Ideologi Garis Keras

Oleh Agus Mar?

NU menolak Permendikbud Nomor 23 th 2017 tetang program lima hari Sekolah atau Full Day School (FDS). Di antara alasannya adalah karena FDS dapat merampas hak aktivitas anakuntuk belajar agama Madrasah Diniyah (Madin) yang dilakukan mereka setelah pulang sekolah di sore hari. Saya kira ini adalah alasan yang paling utama dari beberapa alasan lainnya.?

Tuntutan NU kepada Mendikbud dan Presiden Jokowi agar FDS dibatalkan sejauh ini belum mendapat jawaban yang memuaskan. Sepertinya Presiden Jokowi perlu berdialog dengan para Kiai NU tentang eksistensi Madin di Tanah Air ini. Dengan demkian nanti bisa diketahui dan ditemukan jawaban tentang sejauh mana letak strategisnya Madin ? bagi pembangunan mental anak anak bangsa.?

FDS dan Potensi Tumbuhnya Ideologi Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
FDS dan Potensi Tumbuhnya Ideologi Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

FDS dan Potensi Tumbuhnya Ideologi Garis Keras

Madin adalah salah satu pilar pendidikan agama Islam yg sudah berumur ratusn tahun semenjak zamannya ? para Walisongo. Madin adalah Pendidikan Diniyah Formal (PDF) yang mengajarkan nilai-nilai Islam ramah dan bersahaja warisan leluhur para Walisongo di Tanah Jawa.

Oleh karnanya Islam kemudian dapat diterima dengan baik dan damai di Tanah Air ini. Perkembangan berikutnya Madin berubah menjadi Pondok Pesantren karna para muridnya menghendaki tinggal bersama para Kiai atau gurunya selama 24 jam penuh. Jadi bisa dikatakan Madin adalah cikal bakal pesantren. Mayoritas Pesantren awalnya adalah Madin.

Dari Madin inilah nilai nilai Islam yg dibawa dan diajarkan oleh para Walisongo berkembang dengan sangat baik menyatu ? bersama adat dan budaya Jawa. Ajaran Islam Para Walisongo yg berhaluan Ahlussunah wal Jamaah ? hingga skaraang ini diteruskan oleh para Ulama dan Kyai NU melalui Madin dan Pondok-pondok Pesntren di bawah Naungan NU, ormas Islam terbesar di Indonesia dg jumlah anggota sekitar 90 juta orang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Maka sangat wajar jika eksistensi Madin tersebut dipertahankan mati-matian oleh NU dan seluruh keluarga besarnya. Tanpa Madin ,tanpa pesantren tidak akan ditemukan penampilan Islam yg ramah yang santun seperti di tunjukan oleh NU dan warganya seperti sekarang ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dan tanpa NU bisa jadi negara ini masih dalam kungkungan penjajah Belanda. Resolusi Jihad ? NU, Oktober 1945 telah memporak porandakan pasukan Belanda dan Sekutu yg ingin merebut kembali kemerdekaan Indonesia saat itu. Perang sipil yg berakhir 10 Nopember tersebut adalah pertempuran para Kiai NU, santri dan 50 an ribu Nahdliyin dengan komando KH Hasyim Asyari melalui Resolusi Jihad NU 1945. Dan perlu diketahui Resolusi Jihad ini belum pernah dicabut hingga sekarang.?

Lantas apa hubungannya dengan FDS?

NU, melalui rangkaian sejarahnya yang dahsyat itu telah bersumpah untuk mempertahankan NKRI sampai titik darah penghabisan. NU, juga bertekad akan berada digarda terdepan untuk mengawal dan membela ? NKRI ini. Siapapun, kelompok manapaun yang akan mncoba mengusik NKRI pastilah akan bertemu dengan kekuatan NU di Tanah Air ini.?

Para radikalis yang mencoba ingin mendirikan negara Islam atau bahkan yang ingin bermimpi mewujudkan khilafah Islamiyah juga pasti akan dihadang oleh Banser NU karna jelas akan merobohkan NKRI.?

Nah dalam konteks ini, Pemerintah Indonesia khususnya Presiden Jokowi sudah seharusnya dan sudah benar jika selama ini menggandeng NU untuk melawan kelompok ideologi radikalis tersebut.?

Karna hanya NU lah kekuatan sipil yang berani lantang di barisan depan untuk menghadang para fanatis dan radikalis di NKRI. Ya hanya NU, tidak ada yang lain setidaknya sampai hari ini. Muhammadiyah? Tidak tegas. Ormas ini justru menentang Perpu Ormas yang dibuat Presiden untuk menghadang gerakan Islam Radikal seperti HTI dan sebangsanya.?

Kelompok Islam Ideologi Radikal selama ini menyusupkan ideologinya diantaranya melalui sekolah sekolah dan sejumlah Perguruan Tinggi. Mereka mengadakan kelompok kajian agama kepada para pelajar dan mahasiswa melalui kegiatan extra kurikulernya. Oleh karna itulah tidak aneh jika sebuah survey membuktikan bahwa banyak pelajar yang setuju dengan diterapkannya syariat Islam di negara Pancasila ini.?

Kembali ke Laptop "FDS". FDS akan memberikan peluang yang lebih besar dan tersistem atas masuknya ideologi garis keras di sekolah. Mengapa? Karena dalam program FDS itu akan diberikan jam tambahan untuk ekstrakurikuler dan kokurikuler termasuk kegiatan keagamaan.?

Para pembawa ideologi radikalis dipastikan saat ini sedang sibuk menyusun strategi bagaimana bisa memanfaatkan peluang melalui FDS tersebut. Jika tanpa adanya jam tambahan saja mereka bisa sukses melalui apa yang disebut Rohis di sekolah-sekolah, apalagi kemudian diberikan medan dan waktu yang luas di FDS tersebut.?

Maka sebenarnya, langkah Presiden Jokowi membuat Perppu Ormas No 2 tahun 2017 kemudian mengijinkan Permendikbud No 23 tahun 2017 yang mengatur lima hari sekolah adalah ibarat membuat penampungan air di satu sisi,namun melobangi penampungan tersebut di sisi lain.?

Bisakah sekolah diharapkan menjadi benteng dan filter masuknya ideologi Islam garis keras ke dalam program FDS? Sangatlah tidak bisa diharapkan. Mengapa? Selain pengetahuan keagamaan para pemangku sekolah yang minim--karna memang bukan bidangnya, banyak kasus justru penyebar ajaran keras itu adalah oknum-oknum guru di sekolah.?

Sementara itu guru guru dan kepala sekolah yang lain cenderung apatis karna memang tidak bisa membedakan mana yang radikal dan mana yang bukan. Bagi mereka asal terlihat rajin sholat baca Quran, jidat hitam sering sering dianggapnya itulah Islam yang baik. Padahal sebenarnya tidaklah sesederhana itu.

Akhirnya penulis ingin memberikan penekanan bahwa program FDS memang sangat mendesak untuk dibatalkan atau minimal ditinjau kembali. Selain berpotensi membubarkan Madin NU yang menjadi kawah pendidikan toleran dan penangkal islam radikal, FDS justru sebaliknya akan membuka ruangan para aktivis Islam garis keras untuk beranak pinak dengan leluasanya.?

Sejarah akan mencatat sejauh mana kearifan Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan keutuhan bangsa dan bagaimana upayanya dalam menangkal paham-paham radikal.

Penulis adalah Pegiat di Komunitas Nahdliyin Banyumas (KNB).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 01 Mei 2011

LAZISNU Pati Luncurkan Seragam Baru

Pati, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pati meluncurkan seragam  baru di halaman Kantor PCNU Pati, Jl Dr Susanto No 4 Pati, baru-baru ini. 

LAZISNU Pati mengawali memperkenalkan seragam baru untuk karyawan atau staff pria dan wanita pada masyarakat kabupaten Pati.  

LAZISNU Pati Luncurkan Seragam Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pati Luncurkan Seragam Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pati Luncurkan Seragam Baru

“Seragam LAZISNU ini adalah seragam baru yang didesain dengan warna hijau. Tujuannya supaya karyawan selalu semangat dalam bekerja dan sebagai bentuk keseriusan identitas lembaga dalam mengelola Lazis NU ke depan yang professional,” kata Direktur LAZISNU Pati, Noor Kholik, berpromosi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pembuatan seragam ini merupakan cerminan bahwa LAZISNU Pati telah siap bekerja menerima dan mengelola zakat, infaq dan shodaqoh. Bukti nyata ini akan lebih memberi kekuatan dan semangat dalam menjalankan amanat yang sangat dibutuhkan masyarakat. 

Dia juga menginformasikan kepada masyarakat Pati supaya untuk berzakat, infaq dan shodaqoh di LAZISNU Pati. Selain itu juga siap bekerjasama dalam kegiatan-kegiatan apapun selama untuk kebaikan dan kesejahteraan umat. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor:  Muhammad Mubarok 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 19 April 2011

Muhyidin Arubusman: NU Tak Bisa Andalkan Faktor ‘Kebetulan’

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Muhyidin Arubusman mengatakan, kaderisasi NU harus didesain secara sistematik dalam rangka menyiapkan kader-kader terbaik untuk Indonesia.

Saat menghadiri soft launching “Student Center NU Makara” di Depok, Sabtu (16/3),  ia mengingatkan, mahasiswa-mahasiswa NU di kampus-kampus terbaik di seperti Universitas Indonesia (UI) harus disiapkan menjadi calon-calon pemimpin yang mampu mengembangkan jam’iyah NU dan berkiprah di sektor profesional.

Muhyidin Arubusman: NU Tak Bisa Andalkan Faktor ‘Kebetulan’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Muhyidin Arubusman: NU Tak Bisa Andalkan Faktor ‘Kebetulan’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Muhyidin Arubusman: NU Tak Bisa Andalkan Faktor ‘Kebetulan’

Muhyidin dalam sambutannya mengatakan, PBNU sangat mengapresiasi kerja Forum Alumni PMII UI yang baru setahun berdiri tapi sudah mampu merintis hadirnya Student Center di UI.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“NU tidak bisa lagi seperti selama ini yang hanya mengandalkan ‘kebetulan’, kebetulan Gus Dur jadi presiden, kebetulan ada PMII di UI dan sebagainya,” urai Muhyidin yang pernah menjabat Sekjen PBNU mendampingi KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Ketua Umum Forum Alumni PMII UI, Alfanny, mengatakan, selama ini kader-kader NU di kampus-kampus terbaik Indonesia bagaikan ‘ayam kampung’ yang dilepas dari kandang setiap pagi, dibiarkan ‘mencari makan’ sendiri dan menjelang maghrib alias menjelang pemilu, lalu dihela masuk kandang kembali.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“PMII UI sudah hadir sejak tahun 1996 namun baru bisa merintis asrama mahasiswa (Student Center) tahun ini, Alhamdulillah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” tandas Alfanny, alumni jurusan Sejarah FIB UI.

Student Center NU (Nusantara Unggul) Makara yang beralamat di Jalan Yahya Nuih Margonda Depok menempati rumah 2 lantai yang dapat menampung beberapa mahasiswa NU. 

Dijadwalkan pada bulan Agustus 2013 bersamaan dengan penerimaan mahasiswa baru UI, Student Center NU Makara akan merekrut dan menyeleksi mahasiswa UI yang dinilai berprestasi dan berpotensi untuk menjadi penghuni asrama mahasiswa Student Center NU Makara. 

Program Student Center NU Makara selain menyediakan asrama mahasiswa berbeasiswa juga mengadakan Pesantren Kilat Sukses Masuk PTN yang pada tahun 2013 ini akan diadakan di sejumlah kota antara lain Jakarta, Depok, Bandung dan kota lainnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Sholawat, Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 13 April 2011

"Jaga Nama Baik Organisasi, Jangan Ada Anarki dan Politik Uang!"

Boyolali, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah    . Mewakili Ketua Umum PBNU, Sekretaris Jendral (Sekjen) PBNU Helmy Faishal Zaini memberikan sambutannya pada pembukaan Kogres XVIII Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Kongres XVII Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Sabtu (5/12) pagi, di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah.

Jaga Nama Baik Organisasi, Jangan Ada Anarki dan Politik Uang! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Nama Baik Organisasi, Jangan Ada Anarki dan Politik Uang! (Sumber Gambar : Nu Online)

"Jaga Nama Baik Organisasi, Jangan Ada Anarki dan Politik Uang!"

Dalam pidatonya Helmy berpesan kepada para peserta kongres untuk selalu menjaga nama baik organisasi, dengan tidak berbuat anarkis dan terindikasi bermain politik uang.

Ia juga berharap para kader IPNU-IPPNU berkomitmen menjaga NKRI. “Sebagai organisasi pelajar milik NU harus berkomitmen menjaga NKRI jangan sampai dipecah belah oleh pihak tertentu yang tidak ingin Islam di Indonesia menjadi damai,” tegasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Helmy juga memberikan arahan mengenai usia calon pimpinan pusat IPNU. "PBNU telah mengeluarkan surat edaran mengenai batas usia menjadi ketua PP IPNU maksimal 27 tahun, jadi yang berusia di atas itu, namun masih ngotot untuk maju, maka harus siap menerima sanksi PBNU," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada sesi pembukaan, turut hadir sejumlah tokoh penting, di antaranya Lukman Hakim Syaifuddin (Menteri Agama), Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Badrodin Haiti (Kapolri), dan M Natsir (Menristek Dikti).

Mewakili Presiden RI Joko Widodo yang kebetulan berhalangan untuk hadir membuka kongres secara resmi. Kongres yang bakal berlangsung hingga 8 Desember ini mengusung tema “Pelajar Islam Berbudaya untuk Toleransi dan Persatuan Bangsa”. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 05 April 2011

Ini Cara Melaporkan Akun-akun Radikal di Twitter

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Narasi ekstrimisme begitu masif dan viral di media sosial, khususnya Twitter Konten ini sampai mampu menjadi image Islam yang seolah identik dengan kekerasan, perang, dan bom. Dasar ini adalah salah satu alasan bagi The Wahid Institute untuk menggandeng Twitter Indonesia untuk menggelar Workshop Tweet For Peace bersama puluhan aktivis media.

Menurut salah satu narasumber dari pihak Twitter Indonesia Roy Simangunsong, twitter memang dibangun berdasarkan konsep freedom of expressions atau kebebasan berekspresi para penggunanya.

Ini Cara Melaporkan Akun-akun Radikal di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Melaporkan Akun-akun Radikal di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Melaporkan Akun-akun Radikal di Twitter

“Tetapi kebebasan berekspresi tetap harus menjunjung tanggung jawab dan etika. Sebab itu, Twitter sangat mendukung dalam memerangi radikalisme,” tegas Roy.

Roy mengajak kepada para pengguna twitter untuk melaporkan akun-akun radikal yang berpotensi ke tindakan terorisme dengan melaporkan ke platform yang disediakan oleh Twitter yaitu dengan mengakses: support.twitter.com/forms.

Untuk mendukung gerakan radikal di media sosial, lanjut Roy, twitter juga menyediakan berbagai tools (alat) yang dapat dimanfaatkan oleh para pengguna. Hingga saat ini menurut Roy, tagar atau hashtag merupakan tools yang sangat efektif untuk mempopulerkan konten atau pesan damai. Selain itu, banyak tools-tools lain yang bisa dimanfaatkan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Namun demikian, partisipasi aktif dalam menyampaikan konten dan informasi yang baik sangat penting. Karena Twitter juga sangat menekankan konten yang beretika di Twitter,” tutur Roy.

Kegiatan workshop ini dihadiri oleh puluhan aktivis media dan komunitas yang aktif dalam menangkal serta memerangi radikalisme dan terorisme di dunia maya. (Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah