Selasa, 01 Maret 2011

LPNU Sidoarjo Luncurkan NU Mart

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Sidoarjo, meluncurkan NU Mart di Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (13/1) malam. Peluncuran NU Mart ini ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Manajer NU Mart, Guru Sugeng Mulyono dan pemotongan pita oleh Wakil Katib PCNU Sidoarjo, KH Abdi Manaf.

LPNU Sidoarjo Luncurkan NU Mart (Sumber Gambar : Nu Online)
LPNU Sidoarjo Luncurkan NU Mart (Sumber Gambar : Nu Online)

LPNU Sidoarjo Luncurkan NU Mart

Ketua LPNU Sidoarjo, H Mushowimin menjelaskan, awal mula didirikannya NU Mart ini karena melihat potensi NU yang sangat besar dan konsumtif. Ia mencontohkan, ketika ada kegiatan jamiyah apapun selalu ada konsumsi, terutama air mineral yang dibeli dari supermarket. Dari situlah akhirnya muncul ide untuk mendirikan waralaba yakni NU Mart.

"Saya melihat masyarakat membeli satu mi instan saja harus ke supermarket, dan seolah-olah gengsi kalau tidak ke supermarket. Selain itu, setiap kegiatan jamiyah apapun selalu ada konsumsi, terutama air mineral yang juga dibeli dari supermarket. Mulai dari situlah muncul pemikiran untuk mendirikan NU Mart dengan motto belanja hemat barokah untuk umat," jelasnya.

Mushowimin menegaskan bahwa, selain mendirikan toko NU Mart, LPNU Sidoarjo juga menggerakkan NU Mart mobil keliling. Dengan menggunakan mobil keliling, NU Mart bisa hadir ke pelosok desa yang belum ada toko waralaba. Ia berharap, setiap MWCNU dari 18 Kecamatan yang ada di Sidoarjo bisa mendirikan NU Mart.

Dengan kehadiran NU Mart ini tentu tidak akan mengganggu toko yang sudah ada. Pasalnya, LPNU Sidoarjo sendiri akan melakukan kerjasama dengan waralaba yang ada di sekitarnya. Karena produksi yang ada di NU Mart, 50 persen dari Banom NU yang punya usaha dan 50 persen dari UMKM.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Setiap ada kubroan, pengajian dan kegiatan jamiyah lainnya, Ibu-ibu Muslimat secara tidak langsung bisa menjadi media untuk mempromosikan produk NU tersebut. Sehingga NU Mart ada di setiap Kecamatan dan akan meraba di semua desa. Paling tidak ada di desa kecil-kecil dan tidak boleh membunuh toko yang ada di desa, akan tetapi harus kerjasama," katanya.

Meski begitu, Mushowimin mengaku, persaingan tetap ada, karena namanya perekonomian tak pernah luput dari persaingan. Namun, tetap mengedepankan kebersamaan untuk membesarkan perekonomian NU yang ada di Sidoarjo. Kalau ekonominya mapan, insya Allah ibadahnya tenang, sebab ada jariyah di dalamnya. Dan jika Ibadahnya tekun, insya Allah dijamin surga.

Kehadiran NU Mart ini tak perlu diragukan lagi, selain memberikan diskon 10 persen untuk pembelian baju (fashion) dengan menunjukkan kartanu, NU Mart sendiri juga mempunyai kelebihan, yaitu akan memberikan bantuan kepada yatim piatu, pesantren, masjid atau pembangunan musholla di sekitar toko NU Mart.

Mushowimin berharap ada dukungan dari semua pihak untuk mempromosikan toko NU ini mulai dari tingkat cabang hingga ranting. Bentuk dukungannya yakni harus belanja kebutuhan sehari-hari ke NU Mart. Dukungan maksimalnya ikut mempromosikan ke warga sekitar kalau itu toko NU. (Moh Kholidun/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 26 Februari 2011

NU Jatim Jalin Kerja Sama dengan Malaysia

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kunjungan sejumlah tokoh agama dari negara Jiran Malaysia ke Jawa Timur akan dioptimalkan untuk kegiatan penguatan kerjasama antar kedua pihak. Kegiatan yang diagendakan antara lain daurah Aswaja hingga pertukaran santri maupun mahasiswa serta dosen.

Penegasan ini disampaikan M Zunaidul Muhaimin di sela-sela mendampingi rombongan dari lembaga dan kampus yakni Universitas Tun Husain onn Malaysia (UTHM), Majlis Agama Johor, serta Institut Ahli Sunnah wal Jamaah kampus UTHM ke sejumlah pesantren di Jawa Timur.

NU Jatim Jalin Kerja Sama dengan Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jatim Jalin Kerja Sama dengan Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jatim Jalin Kerja Sama dengan Malaysia

"Ada 22 rombongan dari Malaysia yang mengikuti kunjungan ini," kata Wakil Direktur PW Aswaja NU Center Jawa Timur ini, Ahad (21/12). Jumlah ini lebih besar dari rencana semula yang hanya 16 orang.  Mereka mengunjungi sejumlah pesantren karena ingin mendapatkan informasi secara langsung dari para pimpinan dan pengelola pesantren.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Rombongan adalah utusan dari perguruan tinggi dan sejumlah lembaga di Malaysia," katanya. Jumat (20/12), rombongan dari Universitas Tun Husain onn Malaysia (UTHM), Majlis Agama Johor, serta Institut Ahli Sunnah wal Jamaah kampus UTHM diterima oleh pengurus NU Jatim di kantornya, Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya. Sejumlah kiai seperti KH Miftachul Akhyar (Rais), KH Abdul Matin (Wakil), KH Hasan Mutawakkil Alallah (Ketua), H Hamid Syarif, dan KH Jazuli Nur (Wakil) hadir saat penyambutan ini.

Ustadz Muhaimin, sapaan akrabnya menandaskan bahwa dari kunjungan ini akan ditindaklanjuti dengan akan diselenggarakannya daurah Aswaja secara lebih intensif. "Juga akan dilakukan pertukaran pelajar atau santri hingga dosen demi pemantaban kerja sama tersebut," tandas kandidat doktor di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini. Dan semuanya akan dituangkan dalam nota kesepakatan yang ditandatangani bersama, lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Seperti diberitahukan sebelumnya, rombongan mengunjungi Pondok Pesantren Al-Fitroh Kedinding Surabaya. Hari kedua (hari ini) adalah berkunjung ke Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan. "Di Pesantren Sidogiri, para rombongan berkunjung lumayan lama sejak pagi hingga sore," kata dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ini. Selama di Pasuruan, rombongan juga akan singgah di pesaren KH Hamid.

Keesokan harinya, rombongan melanjutkan kunjungan ke dua pesantren. "Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo dan terakhir di Pondok Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo," terang Muhaimin.

Dan pada hari Selasa (23/12), rombongan akan bergabung dalam seminar internasional yang diselenggarakan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. "Mereka akan menceritakan pengalaman tantangan yang dihadapi serta peluang yang dapat ditindaklanjuti bersama," katanya.

Sedangkan hari Rabu, rombongan akan mengunjungi makam Syeikhona Kholil di Bangkalan, Sunan Ampel serta Taman Bungkul Surabaya.

Selama kunjungan, para akademisi dan ulama tersebut setidaknya ingin mendapatkan gambaran soal proses seleksi dan pendaftaran santri baru. "Selanjutnya juga akan diperdalam perihal proses belajar mengajar di masing-masing pesantren tersebut," katanya.

Kurikulum di masing-masing pesantren juga tidak luput dari perhatian rombongan. "Demikian juga pengawasan selama para santri mondok, juga penilaian yang dilakukan setiap pesantren terhadap para santri," ujarnya.

Sedangkan yang tidak kalah penting adalah pola distribusi dari setiap pesantren terhadap alumni yang dimiliki. "Tentu masing-masing pesantren memiliki model yang berbeda dalam pengelolaan dan distribusi para alumninya," pungkas Muhaimin.

Direktur PW Aswaja NU Center Jatim KH Abdurrahman Navis menandaskan bahwa kunjungan ini sebagai buah kerja sama yang intensif dengan sejumlah tokoh dan kampus di Malaysia. "Karenanya, kami berusaha menjadi tuan rumah yang baik dengan memberikan pelayanan kepada mereka," katanya.

Kiai Navis, sapaan akrabnya juga menandaskan dari kerja sama ini diharapkan akan ada tindaklanjut yang bisa dilakukan pada kesempatan berbeda. "Bisa dengan pesantren yang dituju, juga dengan Aswaja NU Center," kata Wakil Ketua PWNU Jatim ini. Sehingga kehadiran para ulama dan dosen dari kampus Malaysia tersebut bisa bermanfaat bagi syair agama dan kerja sama yang lain, pungkasnya. (Syaifullah/Mahbib)

Foto: Direktur Aswaja NU Center Jatim KH Abdurrahman Navis

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 22 Februari 2011

Dinilai Pasung Kedaulatan Desa, Nahdliyin Jombang Desak Perbup Dikaji Ulang

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Puluhan warga yang tergabung dalam Kaum Nahdliyin Peduli Desa (KNPD) di Jombang, Jawa Timur, mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Mereka meminta dewan untuk memanggil Bupati Nyono Suharli Wihandoko guna mengaji ulang Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 5 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengalokasian, Penyaluran, Penggunaan dan Pertanggungjawaban Dana Desa di Kabupaten Jombang Tahun 2016. Peraturan tersebut dinilai telah merampas kedaulatan desa.

"Kita meminta kepada para dewan ini untuk memanggil bupati, ingatkan dia," kata Aan Ansori, salah satu Pengurus KNPD di hadapan dewan.

Dinilai Pasung Kedaulatan Desa, Nahdliyin Jombang Desak Perbup Dikaji Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Dinilai Pasung Kedaulatan Desa, Nahdliyin Jombang Desak Perbup Dikaji Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Dinilai Pasung Kedaulatan Desa, Nahdliyin Jombang Desak Perbup Dikaji Ulang

Pada Perbup tersebut secara teknis dijelaskan bahwa nominal penganggaran dana desa, sama pada setiap kebutuhan desa. Ketentuan-ketentuan tersebut yang dianggap menjadi titik krusial permasalahan yang diangkat oleh KNPD.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Zainudin, Koordinator KNPD mengungkapkan bahwa masing-masing desa di Jombang sangat tidak mungkin memiliki kebutuhan dan prioritas yang sama, melihat tipologi atau kondisi di setiap desa yang niscaya beragam. "Padahal di masing-masing desa jelas memiliki kepentingan yang berbeda," katanya, Selasa (16/8/2016).

Untuk itu, lanjut dia penyeragaman anggaran tersebut hanya membuat masyarakat di suatu desa tidak memiliki keleluasaan untuk mengelola dan menentukan kebutuhan yang sesuai dengan keberadaan desa. "Perbup itu telah mengebiri rekognisi, hak dan kedaulatan desa," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bahkan, menurut dia, ketentuan nominal penganggaran itu sangat berpotensi adanya tindak korupsi. Di Perbup itu juga secara jelas tertulis penyalahgunaan anggaran secara nominal.

"Sangat berpotensi adanya? tindak korupsi dan politisasi anggaran, karena acuannya di situ tidak sesuai antara pos satu dengan yang lainnya, misalnya di pos satu kebutuhan yang mendesak malah anggarannya diperkecil dan pos yang tidak begitu penting malah anggarannya besar," paparnya.

Sebagai salah satu bentuk kekecewaannya, KNPD menaburi? Perbup dengan bunga di halaman DPRD yang disaksikan polisi, wartawan, dan dewan sebagai tanda matinya kedaulatan desa. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Santri, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 09 Februari 2011

Anak Mahbub Djunaidi: Kenapa Papa Memilih NU?

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pendiri Pergerakan Mahahsiswa Islam Indonesia (PMII), Mahbub Djunaidi dikenal luas sebagai tokoh yang sangat dekat dan mengagumi Presiden Soekarno. Tak heran, nuansa aliran kiri dalam pemikirannya cukup terasa. Tapi toh Mahbub tak tertarik pada Partai Komunis Indonesia (PKI) dan justru memilih NU. Kenapa?

Anak Mahbub Djunaidi: Kenapa Papa Memilih NU? (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Mahbub Djunaidi: Kenapa Papa Memilih NU? (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Mahbub Djunaidi: Kenapa Papa Memilih NU?

Kegelisahan ini diungkapkan putra kelima Mahbub, Isfandiari, saat memberi kesaksian tentang kepribadian ayahnya dalam “Simposium Pemikiran Mahbub Djunaidi dan Pendidikan Jurnalisme Kader” yang digelar Pengurus Besar PMII di Jakarta, Kamis (28/11).

“Kenapa sih Papa tidak menyoblos PKI, kok malah nyoblos Partai NU?” kata Isfandiari mengisahkan dialognya bersama Mahbub semasa NU menjadi partai politik. Isfandiari mengaku, saat itu ia masih menganggap NU sebagai kelompok yang konservatif.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Karena di NU ada ruh yang nyaman,” ujarnya menirukan jawaban Mahbub.

Isfandiari mengatakan, ia mengenal banyak tentang NU dari ayahnya. Menurut dia, NU merupakan organisasi yang toleran dan terbuka. Mahbub dinilai memberikan inspirasi yang kaya dalam diri dan keluarganya dengan pikiran-pikiran yang hampir selalu di luar alur umum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pak Mahbub itu menurut saya manusia langka. ini bukan karena saya anaknya, tapi memang begitu,” kata pria pecinta motor ini.

Mahbub, kata Isfandiari, tak pernah mengarahkan anak-anaknya untuk menjadi profesi tertentu, termasuk mengikuti jejaknya, baik sebagai sastrawan maupun tokoh pergerakan. Mahbub yang wafat tahun1995 memberi keleluasaan bagi anak-anaknya untuk menemukan jati diri mereka sendiri. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

IPNU-IPPNU Unnes Buka Lomba Esai Tingkat Mahasiswa

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam rangka menyongsong bulan Muharram, Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Negeri Semarang (Unnes) akan mengadakan lomba esai tingkat mahasiswa secara nasional.

Berdasarkan rilis yang diterima Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, lomba esai? ini mengambil tema “Kontribusi Pemuda Muslim dalam Optimalisasi Potensi Negeri untuk Mewujudkan SDG’s 2030” dengan delapan subtema, yakni pendidikan, teknologi, ekonomi, pariwisata, sosial budaya, pertanian, maritim, dan politik dan hukum. Pendaftaran lomba tersebut dibuka mulai 25 Juli hingga 27 September 2017.

IPNU-IPPNU Unnes Buka Lomba Esai Tingkat Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Unnes Buka Lomba Esai Tingkat Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Unnes Buka Lomba Esai Tingkat Mahasiswa

Proses registrasi dapat dilakukan melalui pesan singkat (SMS) ke Shohibur Rida (085803352712) dengan format NIEC 2017_Nama_Perguruan Tinggi. Untuk mengikuti lomba esai, peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp40.000 untuk gelombang pertama dan Rp50.000 untuk gelombang kedua.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Peserta merupakan mahasiswa D3 atau S1 dari perguruan tingi negeri atau swasta di seluruh Indonesia. Peserta diperbolehkan mengirim maksimal dua karya untuk dilombakan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Rokhi Regar, selaku ketua panitia kegiatan tersebut menuturkan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memberikan sarana berkreasi bagi mahasiswa. "Lomba ini menjadi ajang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk meningkatkan daya intelektualitas dan kreativitas dengan memberikan gagasan untuk kemajuan bangsa," tuturnya.

Informasi lebih lanjut berkenaan dengan lomba tersebut dapat menghubungi ke 085729009987 (Ahmad Rokhi Regar) dan 085727510020 (Ricka Ulfatul Faza) atau mengunjungi portal resmi penyelenggara di http://nuunnes.com.

Hadiah lomba esai tersebut adalah Rp1.500.000(Juara I), Rp1.000.000 (Juara II), dan Rp750.000 (Juara III). Selain itu seluruh peserta juga akan mendapatkan e-sertifikat dari panitia. (Red:Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 05 Februari 2011

Lagi, Masjid Gus Dur Tuntun Syahadat Seorang Muallaf

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Masjid Jami’ al-Munawwarah yang terletak di kompleks kediaman KH Abdurrahamn Wahid (Gus Dur) Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, kembali menjadi tempat pengucapan dua kalimat syahadat seorang muallaf, Sabtu (19/1) siang.

Seorang perempuan bernama Stephanie Ade Irawan hari ini berketetapan hati masuk Islam. Turut hadir menjadi saksi istri mendiang Gus Dur Ny H Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Wasekjen PP LDNU H Syaifullah Amin, Habib Hasan Dalil Alaydrus, dan sejumlah jajaran pengurus Yayasan KH Abdul Wahid Hasyim.

Lagi, Masjid Gus Dur Tuntun Syahadat Seorang Muallaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Masjid Gus Dur Tuntun Syahadat Seorang Muallaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Masjid Gus Dur Tuntun Syahadat Seorang Muallaf

”Apakah ada yang memaksa?” tanya Habib Hasan sebelum membimbing syahadat. ”Tidak,” jawab Stephanie.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

”Berarti dari hati?” sambung Habib Hasan.”Ya, dari hati,” Stephanie menganggukkan kepala.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelum menuntun syahadat, Habib Hasan menjelaskan bahwa Islam bersifat rasional dan menentang unsur pemaksaan dalam beragama. Selain menyinggung kearifan dakwah Rasulullah, ia juga menjabarkan secara singkat lima rukun Islam yang meliputi syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji.

Stephanie yang cukup lancar melafalkan dua kalimat syahadat dan terjemahannya itu disambut haru oleh kerabat dan tamu yang hadir. Karena bertepatan dengan bulan kelahiran Nabi, prosesi masuk Islam ditutup dengan doa dan shalawat.

Menurut Ketua Harian Dewan Kemakmuran Masjid Syaifullah, ini merupakan kali keempat Masjid al-Munawwarah menyelenggarakan kegiatan serupa. Bahkan, katanya, sudah tiga kali pelafalan dua kalimat syahadat dituntun langsung oleh Gus Dur.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis    : Mahbib Khoiron:

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 24 Januari 2011

NU Purwakarta Rumuskan Khadimul Umah

Purwakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purwakarta menggelar halaqoh dengan bahasana utama khadimul umah (melayani umat) di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3 Citapen, Sukatani pada Sabtu, (20/4).

NU Purwakarta Rumuskan Khadimul Umah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Purwakarta Rumuskan Khadimul Umah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Purwakarta Rumuskan Khadimul Umah

Menurut Ketua Pelaksana halaqoh, Drs. Bahir Muchlis, rumusan tersebut diupayakan untuk pedoman pengurus NU dalam bergerak.

“Karena, selama ini pergerakan NU Purwakarta tersendat karena berubahnya orientasi dari pengabdian menjadi kepentingan para pendompleng yang sempit dan kerdil,” katanya melalui press realease yang disampaikan kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah pada Jumat, (19/4).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Halaqoh yang akan diikuti para kiai NU tersebut diharap akan menghasilkan fatwa-fatwa yang terkait langsung dengan masalah-masalah kontemporer dalam menanggapi permasalahan umat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di antara output halaqoh tersebut diharapkan, pengurus NU semua tingkatan di Purwakarta melaksanakan komitmen mereka dalam melakukan kerja-kerja sosial kemasyarakatan di tengah masyarakat sebagai ketegasan dari perwujuadan ber-NU yang rahmatan lil ’aalaamiin.

Pengurus NU semua tingkatan baik unsur syuriyah maupun tanfidziah memahami dan melaksanakan AD/ART NU dan perangkat peraturan lainnya sebagai pedoman dalam berorganisasi ala NU.

Komitmen Pengurus NU semua tingkatan untuk senantiasa melaksanakan program-program yang menyentuh hajat hidup jama’ah sebagai wujud dari pengkhidmahan terhadap umat.

Halaqah diharapkan dapat menghasilkkan fatwa-fatwa ulama NU yang terkait langsung dengan masalah-masalah kontemporer di Purwakarta yang menyangkut peribadahan dan kemasyarakatan.

Halaqoh ini merupakan salah satu dari rangkaian pra-Konferensi Cabang VIII dengan tema “Menata Kembali NU Purwakarta sebagai khadimul ummah untuk Purwakarta yang bermartabat”.

Rencananya, kegiatan tersebut akan dihadiri  tiga Wakil  Skeretaris PBNU H. Abdul Mun’im DZ, M. Adnan Anwar, dan Enceng Shobirin Najd.

 

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Nahdlatul, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah