Jumat, 02 Juli 2010

LP Maarif: Kurikulum 2013 Harus Dukung Muatan Lokal

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU menegaskan, penerapan kurikulum 2013 yang akan diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mesti mendukung terpeliharanya muatan lokal masyarakat setempat.

LP Maarif: Kurikulum 2013 Harus Dukung Muatan Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Maarif: Kurikulum 2013 Harus Dukung Muatan Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Maarif: Kurikulum 2013 Harus Dukung Muatan Lokal

”Sebab setiap sekolah mempunyai kelebihan-kelebihan lokal yang harus tetap dikembangkan,” kata Sekretaris PP LP Ma’arif NU Zamzami kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Senin (2/4).

Zamzami menilai, kurikulum baru yang akan menggntikan KTSP ini lebih berorientasi saintifik. Siswa dituntut menemukan sendiri keilmuan yang ada, tanpa terlalu banyak menggantungkan diri pada pengajaran guru.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

”Secara prinsip LP Ma’arif mendukung. Tapi yang perlu diawasi kan implementasinya bagaimana,” ujarnya sembari mengatakan pihaknya siap terlibat dalam proses sosialisasi kurikulum 2013.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

LP Ma’arif NU, 21-23 Januari lalu, menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta. Salah satu butir kesepakatan menyebutkan, pelaksanaan kebijakan Kemendikbud RI di lingkungan madrasah harus disesuaikan dengan karakteristik madrasah.

Lembaga yang menaungi pendidikan dasar dan menengah NU ini juga mendorong, madrasah-madrasah NU untuk memasukkan nilai-nilai di masyarakat, seperti kepesantrenan, kearifan lokal, dan tradisi ketimuran lainnya dalam kurikulum 2013.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 18 Juni 2010

Ketemu Jokowi, Kiai Said Diskusikan Terorisme dan Radikalisme

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj bertemu dengan Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Menkopolhukam Luhut Panjaitan dan Menag Lukman Hakim Saifuddin di Istana Merdeka, Jum’at (5/2).?

Dalam pertemuan tersebut didiskusikan masalah terorisme dan radikalisme yang menjadi ancaman di Indonesia. “Gangguan yang mengancam NKRI adalah radikalisme dan terorisme. Kita memberi masukan jaringan radikalisme, mengapa, kapan, dimana mulainya sampai Islam radikal menguat,” katanya di Gedung PBNU.

Ketemu Jokowi, Kiai Said Diskusikan Terorisme dan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketemu Jokowi, Kiai Said Diskusikan Terorisme dan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketemu Jokowi, Kiai Said Diskusikan Terorisme dan Radikalisme

“Masalah darurat narkoba juga saya sampaikan. Saya akan mendukung langkah-langkah pemerintah untuk menanganinya,” paparnya.?

Selain dua masalah penting tersebut, dalam pembicaraan itu, Kiai Said juga melaporkan berbagai kegiatan PBNU, termasuk rencana penyelenggaraan international summit, yaitu pertemuan ulama-ulama moderat dari seluruh dunia yang akan diselenggarakan pada Mei mendatang.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepada Jokowi, Kiai Said juga menegaskan bahwa NU akan selalu di belakang konstitusi, siapapun presidennya. “Bung karno saja, ketika dipertanyakan sah atau tidak menurut agama Islam. Oleh Kiai Wahab dinyatakan sah sebagai waliyul amri bidhorurah. Nah, apalagi sekarang presidennya dipilih rakyat,” imbuhnya.?

Ia menegaskan, NU mendukung sejumlah kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat seperti revisi UU terorisme, edaran kapolri tentang ujaran kebencian, eksekusi terhadap bandar narkoba, dan lainnya.?

Pada pertemuan tersebut disepakati adanya kerjasama antara NU dengan Menkopolhukam terutama terkait dengan upaya deradikalisasi. (Mukafi Niam)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Sholawat, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 13 Juni 2010

Ini Pesan KH Aceng Mujib untuk 478 Alumni Pesantren Al Fauzaniyyah

Garut, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Sebanyak 478 siswa dan siswi yang telah menyelesaikan pindidikan di SMP, MA dan SMK Fauzaniyyah Sukaresmi-Garut dilepas pengasuh Pesantren Fauzan I, KH Aceng Aam Umar Alam, Rabu (24/5). Para santri diminta tetap menjadi kader Aswaja, dan menjaga akhlakul karimah.

“Santri dan siswa Fauzan selalu dibekali wasiat untuk menjaga akhlakul karimah, karena ciri khas siswa yang belajar dibawah naungan Yayasan Al-Fauzaniyyah Sukaresmi-Garut harus memiliki akhlak yang baik. Karena sepintar apapun kita sebagai manusia maka tidak ada harganya, sebagaimana keterangan nabi kita menyampaikan bahwa "sesungguhnya diriku di utus untuk menyempurnakan akhlak,” tutur KH Aceng.

KH. Aceng Abdul Mujib atau di kenal dengan Aceng Mujib, menerangkan bahwa siswa yang di belajar di bawah naungan Yayasan Al-Fauzaniyyah Sukaresmi-Garut dididik untuk menjadi kader-kader ASWAJA yang militan namun berdaya saing secara global.

Ini Pesan KH Aceng Mujib untuk 478 Alumni Pesantren Al Fauzaniyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan KH Aceng Mujib untuk 478 Alumni Pesantren Al Fauzaniyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan KH Aceng Mujib untuk 478 Alumni Pesantren Al Fauzaniyyah

"Hal tersebut di buktikan dengan banyaknya prestasi yang di raih oleh siswa, salah satunya yaitu juara desain web tingkat Kabupaten, Juara Pencak Silat tingkat Propinsi, Juara Olimpiade Matematika tingkat Kabupaten, dan banyak lagi prestasi yang di raih oleh siswa-siswa yang belajar di SMP, MA dan SMK Fauzaniyyah," bebernya.

Dikatakan Aceng Mujib, sebanyak 478 siswa yang telah menyelesaikan belajar di bawah naungan Yayasan Al-Fauzaniyyah Sukaresmi-Garut. Mereka terdiri dari 238 siswa SMP Fauzaniyyah, 123 siswa MA Fauzaniyyan dan 117 siswa SMK Fauzaniyyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadir dalam pelepasan santri dan siswa, sesepuh Pondok Pesantren Fauzan, KH Aceng Aam Umar Alam, Rais Syuriah, KH Aceng Muhammad Ali, Ketua Tanfidziah, KH Aceng Auf Fauzani, ? MWC NU Sukaresmi, Pembina Ansor dan Banser Sukaresmi, KH Aceng Bubuh Ahmad Hasbullah dan KH Aceng Sasan Muhammad Hasan serta Pembina Laskar Sunni Kyai A Aip Mukhtar Fauzi juga seluruh dewan Masyayikh Pondok Pesantren Fauzan 1-8.?

Selain itu, hadir pula, Ahmad Ridwan, Camat Sukaresmi, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, dan Muspika setempat. (Muhammad Salim / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 06 Juni 2010

PBNU Mengutuk Keras Bom Mapolresta Cirebon

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj berduka cita dan mengutuk tindakan pengeboman yang terjadi di Masjid Mapolresta Cirebon, pada saat salat Jumat, 15 April 2011. “Ini adalah bukti kelemahan intelijen kita. Dan yang lebih memprihatinkan lagi ini terjadi di Kota Cirebon yang terkenal sebagi Kota Wali,” kata Kang Said di Jakarta.



PBNU Mengutuk Keras Bom Mapolresta Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Mengutuk Keras Bom Mapolresta Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Mengutuk Keras Bom Mapolresta Cirebon

“Sebagai orang kelahiran Cirebon, saya mengajak masyarakat Cirebon baik muslim maupun non muslim untuk bersatu melawan terorisme dan radikalisme. Karena dalam kondisi dan atas nama apapun tindakan pengeboman tidak bisa dibenarkan,” tambah Kang Said.

Kang Said juga sudah menginstruksikan seluruh elemen NU Cirebon untuk bergerak dan mengusut tuntas kasus ini. “Saya telah memerintahkan Ketua PCNU Cirebon untuk segera bergerak dan berkoordinasi bersama aparat terkait. Saya yakin kalau polisi tidak mampu bergerak sendirian. NU dengan segala sumberdayanya akan bergerak untuk membantu aparat terkait,” tambah Kang Said.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masih menurut Kang Said, dari serangkaian kasus yang terus terjadi hingga hari ini muncul kesan pembiaran. Penanganan yang dilakukan aparatur pemerintah selama ini cenderung reaksioner. Dari hari ke hari kasus bom terus menerus terjadi. Hal itu memunculkan dugaan ketidakseriusan pemerintah dalam menangani kasus terorisme dan radikalisme secara sungguh-sungguh.

Sebagai orang Cirebon, Kang Said tahu persis situasi dan kondisi di daerah Cirebon dan sekitarnya. “Di Cirebon, Kuningan, dan sekitarnya ada beberapa komunitas yang mengajarkan radikalisme dan mencaci maki ajaran NU yang selama ini sudah mapan. “Ini adalah teror teologi yang tinggal sedikit lagi menjadi tindakan teror. Saya minta yayasan-yayasan yang didanai oleh Arab diawasi secara penuh. Saya tidak menuduh, tapi saya minta masyarakat untuk waspada,” ujar Kang Said. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Halaqoh, Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 29 Mei 2010

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam rangka ikut mendukung suksesnya pemilu, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat di Jalan Panglima Sudirman 440 Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/04).

Agenda silaturahmi ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan moral kepada Komisioner KPUD Kabupaten? Probolinggo yang baru dilantik 30 Maret 2014 kemarin.

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses

Pagi itu kunjungan ke kantor KPUD diikuti sejumlah jajaran PC PMII Probolinggo, antara lain Ketua PC PMII Probolinggo Muhammad Towil, Sekretaris PC PMII Probolinggo Muhamat Sahidin, Ketua Bidang Kaderisasi PC PMII Probolinggo Beny Yusman, Wakil Bendahara PC PMII Probolinggo Ahmad Yani, dan Biro Kaderisasi Korp PMII Putri (Kopri) PMII Probolinggo Linda Indriyana.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepada komisioner KPUD, Ketua PC PMII Probolinggo Muhammad Towil menegaskan tentang komitmen PMII yang akan mendukung penuh kerja-kerja KPU. “PMII siap membantu mensukseskan pemilu, ” katanya.

Sebagai KPU yang baru dilantik, kata Towil, KPU lumrah butuh dukungan moril. Namun, menurut Towil, PMII tetap akan melakukan kontrol sosial kepada KPUD. “KPU harus bekerja dengan optimal. Sesuai kode etik. Jika nanti dalam menjalankan tugasnya KPU terindikasi melanggar undang-undang dan kode etik, PMII siap melakukan aksi protes turun jalan di kemudian hari,” tegas Towil.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kesempatan ini, PC PMII Probolinggo bertemu dengan empat komisioner KPUD, yakni Isfak Yulianto, Ainul Yaqin, Sugeng, dan Erfan Ghazi. Muhammad Zubaidi selaku ketua KPUD Kabupaten Probolinggo tidak bisa menemui, karena mengawal pengiriman logistik ke beberapa kecamatan setempat.

Ainul Yaqin perwakilan komisioner KPUD menyampaikan terima kasih atas dukungan moril PMII Probolinggo. Menurutnya, KPUD ke depan butuh kerja sama dari semua pemangku kepentingan yang ada demi kesuksesan pemilu.

“Terima kasih atas dukungan morilnya. Kerja sama harus preventif. Jangan menunggu kami melakukan kesalahan. (Jika) terindikasi ke sana saja, silahkan peringati kami. Inilah yang disebut mitra itu,” kata Ainul. ?

Ainul menambahkan, peran PMII Probolinggo diharapakan juga mendorong aksi pemilu damai. “Saya harap semua bekerja sama untuk pemilu bermartabat dan berkualitas,” pungkasnya.? (Beny/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 11 Mei 2010

Kader PMII Harus Selalu Respon Kehidupan Masyarakat

Padangpariaman, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua PKC PMII Sumatera Barat Afriendi menyebutkan, kader PMII memang harus selalu responsif terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berbagai isu yang menjadi perhatian publik, juga harus selalu direspon PMII.

Kader PMII Harus Selalu Respon Kehidupan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Harus Selalu Respon Kehidupan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Harus Selalu Respon Kehidupan Masyarakat

Ia mencontohkan isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Sebagai respon terhadap keadaan, sesuai dengan instruksi Pengurus Besar PMII, di berbagai daerah, pengurus PMII menggelar aksi penolakan kenaikan harga PMII.

 

"Dengan pelaksanaan PKD PMII ini, maka peserta harus pula naik kelas. Jika sebelumnya selalu disuruh melaksanakan sesuatu di PMII, setelah PKD harus mampu bertindak sendiri dalam mengambil keputusan untuk kepentingan organisasi PMII. Mereka yang sudah mengikuti PKD tentu sudah menjadi kader yang dipersiapkan bakal jadi pemimpin di kemudian hari," kata Afriendi  pada pembukaan Pelatihan Kader Dasar (PKD)  PMII se- Sumbar, Jumat (5-12-2014) di aula STIT Syekh Burhanuddin, Pariaman.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Pembukaan dihadiri mantan Walikota Administratif Pariaman Drs. Martias Mahyuddin, M.Si, Ketua KNPI Pariaman Riky Falentino, Ketua Cabang PMII Pariaman Satria Effendi, Ketua Cabang PMII Padangpariaman Rodi Indra Saputra. Tema PKD, Menguatkan Peran Strategis PMII dalam Menentukan Masa Depan Bangsa dan Agama."

 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Setiap kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus tetap komit menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari rongrongan paham yang menggerogotinya. Sejak berembusnya era reformasi di Indonesia, makin banyak paham dan kekuatan yang tumbuh di tengah masyarakat untuk  mencoba merusak keutuhan NKRI, katanya.

 

Bendahara Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat Armaidi Tanjung salah seorang pemateri menyampaikan, PMII sebagai organisasi kemahasiswaan yang bercirikan keislaman dan kebangsaan harus tetap menjaga keutuhan NKRI tersebut. Peserta Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII se-Sumatera Barat yang berlangsung di Pauhkamba, Kabupaten Padangpariaman, Sabtu (6/12).

 

"Kita prihatin ada kelompok masyarakat yang terkesan tidak mengakui, selalu memandang sinis terhadap pemerintahan, bahkan tidak mengakui bentuk negara NKRI sehingga selalu menyuarakan agar ada pergantian pemerintahan. Namun pemerintah sendiri membiarkan saja tanpa ada tindakan yang konkrit untuk mencegahnya," kata Armaidi Tanjung.

 

Menurut Armaidi Tanjung, kalangan mahasiswa pun menjadi sasaran empuk kelompok ini untuk merekrut kadernya. Karena itu, kader PMII harus lebih aktif menyebarkan paham Islam Ahlussunnah wal-Jamaah yang selalu konsisten mempertahankan keutuhan NKRI ini di kampusnya masing-masing.

 

PKD PMII se-Sumbar ini diikuti sekitar 30 orang mahasiswa dari Universitas Andalas Padang, Universitas Negeri Padang, IAIN Imam Bonjol Padang, STIT Syekh Burhanuddin Pariaman, STIE Sumbar Pariaman, STKIP YDB Lubuk Alung, STKIP Nasional Pauhkamba Kabupaten Padangpariaman.

 

Usai PKD, dilanjutkan Konferensi Cabang PMII Kota Pariaman ke-5 untuk memilih kepengurusan periode 2014-2015 pada Senin (8/12). (Red:Abdullah Alawi)

 

Keterangan Foto: Armaidi Tanjung usai memberikan materi dihadapan sebagian peserta PKD, Sabtu (6/12/2014) di Pauhkamba, Padangpariaman.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 09 Mei 2010

Dedi Mulyadi: Soal Fakir Miskin, Mubalig Salah Jika Tidak Menekan Negara

Purwakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Bupati Purwakarta yang dikenal kontroversi karena pemikiran-pemikirannya kembali menawarkan gagasan. Usai menemui tokoh-tokoh dari lintas agama dalam rangka pembentukan Satuan Kerja Sekolah Ideologi, Selasa (19/1/2016) di Pendopo Kabupaten Purwakarta, ia sempat menyampaikan beberapa pandangan terkait dengan peran mubalig atau juru dakwah.

Kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Bupati yang juga Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Purwakarta ini mengatakan, selama ini peranan mubalig kurang optimal sebagai penyampai, atau penyeru kebaikan ke masyarakat. Ketidakoptimalan itu karena para mubalig kebanyakan kurang bergerak memasuki kawasan substansial dari nilai-nilai Islam dan terjebak pada kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak menukik pada penyelesaian problem di masyarakat.

Dedi Mulyadi: Soal Fakir Miskin, Mubalig Salah Jika Tidak Menekan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Dedi Mulyadi: Soal Fakir Miskin, Mubalig Salah Jika Tidak Menekan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Dedi Mulyadi: Soal Fakir Miskin, Mubalig Salah Jika Tidak Menekan Negara

"Misalnya, para kiai itu tidak perlu keliling menyampaikan pesan agar masyarakat zakat ke fakir-miskin. Lebih baik ia sampaikan pesan itu kepada anggota DPRD atau ke Bupati, Walikota, Gubernur dan Presiden. Para kiai akan lebih baik kalau menekan negara agar membenahi anggaran untuk fakir-miskin. Toh fakir-miskin juga secara konstitusi menjadi kewajiban negara. Kalau para ulama justru tidak berjuang menekan negara untuk kepentingan fakir-miskin itu, saya malah jadi curiga, jangan-jangan mereka bagian dari kekuasaan. Keliling ke mana-mana berdakwah soal nasib fakir-miskin seolah-olah kewajiban masyarakat melalui, padahal itu urusan negara," paparnya.

Dalam pandangan Dedi Mulyadi, dirinya sebagai Bupati tidak merasa pusing untuk mengurus zakat karena tanggung jawab dirinya bukan mengurus zakat, melainkan menyejahterakan rakyatnya. Karena itu ia selalu berjuang agar tidak ada fakir miskin di Purwakarta. Melalui anggaran yang ada, fakir-miskin harus dibebaskan dari beban kehidupannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Apakah di Jepang misalnya ada pembicaraan siapa yang bertugas mengurus fakir-miskin? Tidak. Apakah di Inggris dibicarakan? Tidak. Di Indonesia ini saja yang aneh. Sudah jelas fakir-miskin dan anak-anak terlantar wajib diurus negara tapi ada orang miskin dibiarkan dan tidak melakukan protes ke negara," terangnya.

Fatwa substansial

Dedi Mulyadi menambahkan, bahwa urusan peranan kemasyarakatan ini juga sering rancu sehingga tidak ditemukan substansinya. Banyak kiai terutama mubalig yang kurang substansial dalam mendakwahkan nilai-nilai agama sehingga agama yang disyiarkan cenderung formal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kalau ngomong fatwa jangan urusan ibadah saja. Tetapi bagaimana seharusnya jalan yang rusak dan bikin orang terjungkal itu apa hukumnya? Kalau pemerintah terlambat membenahi jalan berlubang dosa atau tidak? Kalau pemerintah membiarkan orang terserang penyakit akibat kebanjiran dan hartanya hilang dosa atau tidak? Jika dosa, apa hukumanya? " terang Dedi.

Pemikiran Dedi yang seperti itu diakui olehnya karena ia menginginkan ajaran Islam itu tegak secara subtansial sebagai agama yang membebaskan manusia dari belenggu-belenggu kejahiliyahan atau ketidakberadaban. Ia mengharapkan agar Islam bisa berkembang sebagai agama yang memberikan rahmat, kebaikan dan kasih-sayang terhadap manusia dan alam semesta.

"Kalau hari ini kita bicara tentang fiqih, maka harus bicara tentang fiqih yang lebih luas. Misalnya, apa yang membuat orang Indonesia tidak tertib berlalu lintas? Apa yang membuat tata ruang dan juga ruang publik tidak beradab? Mengapa orang Indonesia tidak tertib dalam urusan kebersihan? Bagaimana hukum buang sampah sembarangan dan bagaimana mengatasi agar kebiasaan buruk itu berganti dengan kebiasaan yang beradab? Kalau kita ini mengaku beragama tapi tidak mengurus hal-hal seperti itu, saya curiga jangan-jangan kita ini tidak beragama. Sebab keimanan kita ternyata tidak dibuktikan melalui tindakan atau amal," terangnya.(Haris Azami/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah