Rabu, 27 Desember 2017

Menjalankan Organisasi Perlu Kreativitas dan Inovasi

Way Kanan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Wakil Bendahara PCNU Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung dr Yusuf J Mustofa, di Blambangan Umpu, Sabtu, (25/6) menegaskan, organisasi perlu ditangani dengan kreativitas dan inovasi untuk bisa melangkah lebih maju.

"Banyak ide-ide cemerlang dilakukan oleh Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan, seperti gerakan "Sedekah Oksigen" untuk kemandirian pesantren, lalu kewirausahaan sosial "Halal" atau Hijamah/Bekam Sambil Beramal untuk menyebut beberapa contoh," kata dia.

Menjalankan Organisasi Perlu Kreativitas dan Inovasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjalankan Organisasi Perlu Kreativitas dan Inovasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjalankan Organisasi Perlu Kreativitas dan Inovasi

Kreativitas dan inovasi yang belum dilakukan di periode-periode sebelumnya tersebut, imbuh pemilik Klinik Bulan Medical Center (BMC) Pakuan Ratu itu, memiliki manfaat tidak hanya bagi organisasi, namun juga pihak di luar organisasi. Tapi hal-hal tersebut tentu memiliki tantangan tersendiri dan butuh keberanian untuk mewujudkannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Banyak kader yang semula meremehkan rencana kewirausahaan sosial bekam. Namun setelah berjalan dan mengetahui manfaatnya, sekarang apresiasi justru bermunculan. Dan terus terang saja, jika kegiatan tersebut tidak kreatif dan tidak memiliki manfaat, Klinik BMC tentu tidak akan mau menjalin kerjasama dengan Ansor," kata dia lagi.

Melalui "Halal" yang dikelola kader PAC Ansor Pakuan Ratu Beni Irawan, Kitab Kuning dan Al-Qur’an bisa dibeli dan disalurkan untuk Pesantren Al-Falakhussadah asuhan Kiai Zainal Maarif, Pesantren Nurudz Dzikri Al-Amin asuhan Kiai Maulana Ismail dan Pesantren Riyadlotul Mubtadiin asuhan Ustadz Ahmad Sholihin sebagai tambahan media belajar santriwan-santriwati.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Apresiasi untuk gerakan ekonomi dilakukan Ansor Way Kanan juga diberikan oleh aktivis Gusdurian Malang, Anas Ahimsa. "Gerakan ekonomi yang kurang merupakan kelemahan Nahdlatul Ulama, dan Ansor Way Kanan mencoba menjawab hal tersebut dengan sejumlah langkah riil, salah satu dengan menjual madu," ujar Anas lagi.

Penyelenggaraan Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) 2016 tidak terlampau terkendala dengan masalah keuangan, salah satunya karena terbantu dengan penjualan madu sehingga tidak mengajukan permohonan bantuan dana kepada Pemerintah Kabupaten Way Kanan.

"BPUN bagi saya merupakan program luar biasa, selain mendapat pelajaran akademik, saya juga bisa mendalami Islam dengan karantina satu bulan intensif di Pesantren Assiddiqiyah 11 Gunung Labuhan yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan. Selain itu, dengan mengikuti BPUN Ansor Way Kanan, mental saya juga mengalami perubahan, dari pribadi tidak percaya diri menjadi individu percaya diri," ungkap Uswatun Hasanah, alumni BPUN 2016 dari SMK Persada Kesehatan Nusantara Way Tuba.

Hal tersebut menurut dia, sejalan dengan Fikrah Nahdliyyah ketiga, yakni Fikrah Islahiyyah yang menempatkan NU untuk selalu mengupayakan perbaikan menuju ke arah yang lebih baik (al-ishlah ila ma huwa al-ashlah). (Riky Ryan Saputra/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah