Kamis, 29 Januari 2015

Membangun Pendidikan, Membangun Bangsa

Oleh A. Muchlishon Rochmat

Ada sebuah ungkapan yang menyebutkan bahwa kekayaan terbesar sebuah bangsa adalah manusianya, bukan sumber daya alamnya. Kalau kita renungkan, ungkapan tersebut tidaklah salah. Coba lihat saja Negara Jepang, Singapura, Korea Selatan lainnya. Memang, mereka tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah –sebagaimana yang dimiliki Indonesia, namun nyatanya mereka mampu menjadi negara maju dan menjadi salah satu ‘raksasa’ ekonomi dunia.

?

Membangun Pendidikan, Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Pendidikan, Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Pendidikan, Membangun Bangsa

Ada yang percaya bahwa untuk membangun sebuah bangsa yang maju dan besar dibutuhkan infrastruktur yang memadai, ada yang menganggap bahwa untuk mewujudkan bangsa yang maju harus membangun pemerintahan yang bersih terlebih dahulu, ada juga yang percaya bahwa untuk mewujudkan bangsa yang besar dan maju harus membangun kualitas manusianya terlebih dahulu, yakni dengan mendidik penduduknya tersebut dengan pendidikan yang berkualitas. Itu sah-sah saja.

?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kalau kita cermati, negara-negara maju yang ada saat ini pasti memiliki sistem pendidikan yang bagus dan berkualitas tinggi. Lihat saja Amerika, Cina, Jepang, Korean Selatan, Jerman, Perancis, dan lainnya. Pendidikan menjadi pilar utama untuk menopang sebuah peradaban suatu bangsa. Karena sekaya apapun negerinya, seluas apapun wilayahnya, dan sebanyak apapun penduduknya namun kalau tidak dikelola dengan baik dan benar maka potensi tersebut malah akan menjadi beban. Dan pendidikan menjadi peran yang signifikan dalam mengelola potensi-potensi yang ada tersebut.

Kalau kita telisik peradaban-peradaban masa lalu seperti Babilonia, Mesir Kuno, Yunani, Romawi, Bizantium, dan Islam, semuanya dibangun dengan ilmu pengetahuan. Bangsa yang memiliki peradaban yang tinggi tentu tidak akan terlepas dari pengetahuan. Bangsa-bangsa tersebut tentu menyadari bahwa pendidikan dan pengetahuan menjadi kunci utama, sehingga dengan demikian mereka sangat memperhatikan kualitas pendidikannya.

Untuk membangun pendidikan yang baik dan berkualitas tentu harus memperhatikan beberapa aspek diantaranya adalah sistem yang diterapkan harus selaras dengan karakter dan tujuan bangsa, kualitas guru yang baik, kurikulum yang tepat, sarana-prasarana dan bahan ajar yang memadahi, mendorong peserta didik untuk bereksplorasi, serta meningkatkan kualitas peserta didiknya sendiri. Tentu setiap aspek tersebut terkait satu dengan yang lainnya dan harus memiliki sinkronitas. Kalau setiap elemen tersebut sudah terbangun dengan baik dan selaras, maka sistem pendidikan yang berkualitas akan terbangun.

Perlu diperhatikan pemerintah bahwa tujuan pendidikan bukanlah untuk menjawab soal-soal yang diujikan, bukan untuk melewati ujian semata, bukan pula untuk tinggi-tinggian nilai. Namun yang harus pemerintah tekankan adalah bahwa tujuan pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia; bagaimana pendidikan membentuk karakter peserta didik, menghargai setiap potensi yang dimiliki peserta didik, mendorong peserta didik untuk mengenal dirinya dan lingkungannya, mengajak peserta didiknya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki bangsanya, dan mengadaptasi sistem dan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan karakter bangsanya sendiri. Bukan mengadopsi dari sistem dari luar yang tidak sesuai. Apalagi menerapkan sistem pendidikan yang tidak sesuai dengan karakteristik daripada masyarakat yang ada.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

?

Memang, membangun pendidikan tidak lah semudah membalikkan telapak tangan. Finlandia membutuhkan waktu dua puluh sampai tiga puluh tahun untuk membangun sistem pendidikannya hingga menjadi yang terbaik di dunia sebagaimana yang kita saat ini. Dari Finlandia, kita bisa tahu bahwa tidak hanya butuh waktu yang cukup lama untuk membangun pendidikan yang baik dan berkualitas, namun juga pemerintahan, parlemen, para elit politik, pihak-pihak yang terlibat di dunia pendidikan bahkan sampai masyarakat pun harus terlibat dalam membangun pendidikan yang baik dan berkualitas. Masyarakat harus menyampaikan aspirasinya, sedangkan para pemegang kebijakan harus memperhatikannya sehingga kebijakan yang mereka keluarkan selaras dengan situasi dan kondisi yang ada di masyarakat.

Kita tidak harus mencontoh persis sistem pendidikan Finlandia, karena kita memiliki sifat dan karakter bangsa yang berbeda. Yang harus kita contoh adalah semangat dan aksi nyata dari Finlandia dalam mewujudkan pendidikan yang terjangkau dan berkualitas. Perlu kita sadari bahwa membangun pendidikan adalah memangun bangsa itu sendiri, karena kekayaan terbesar sebuah bangsa adalah manusianya, bukan sumber daya alamnya.

Penulis adalah Wakil Sekjen Majelis Pemuda Islam Indonesia (MPII) Pusat.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 26 Januari 2015

STISNU Nusantara “Road show” Aswaja NU ke Pesantren-Sekolah di Tangerang Raya

Tangerang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang merealisasikan program pembinaan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) ke pesantren dan sekolah se-Tangerang Raya.

STISNU Nusantara “Road show” Aswaja NU ke Pesantren-Sekolah di Tangerang Raya (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU Nusantara “Road show” Aswaja NU ke Pesantren-Sekolah di Tangerang Raya (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU Nusantara “Road show” Aswaja NU ke Pesantren-Sekolah di Tangerang Raya

H Muhamad Qustulani, Wakil Ketua Bidang Akademik STISNU dalam rilis yang diterima Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Senin (11/5) mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari pengabdian mahasiwa semester VII untuk membumikan aswaja Nahdlatul Ulama di Tangerang.

Alumni STISNU Tangerang adalah pionir NU untuk menangkal gerakan gerakan yang mencoba merusak dan menyalahkan amaliyah dan tradisi sholeh ulama Nusantara. Lagi, menjaga generasi muda terkontaminasi dari ideologi radikal atasnama agama yang dapat merusak keutuhan NKRI.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia juga menambahkan, roadshow ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para santri atau siswa yang akan lulus pesantren, atau sekolah setingkat Madrasah Aliyah bahwa NU adalah jalan soleh  yang real sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

“Banyak generasi muda yang masih mencari jati diri, salah mengambil tempat menaung. Ujung-ujungnya mereka menjadi bagian mereka yang membidahkan tradisi ulama salafus shalih, lebih lebih mengkafirkan ajaran para guru gurunya di pesantren,” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Mahrusillah, ketua pembina road show pembinaan Aswaja NU STISNU  menegaskan, santri hukumnya wajib NU dan mengamalkan tradisi NU, sebab itu kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman manhaj Aswaja NU, akan tetapi juga memberikan dalil dalil yang terkait dengan amaliyah nahdliyah di masyarakat.

Buku “Kontroversi Fiqh Tradisionalis” akan dibedah secara tuntas pada kegiatan ini. Ke depan, diharapkan tidak ada lagi kebingungan dalil bagi santri menangkal paham-paham yang bertentangan dengan ajaran shalih ulama.

Azib Andriyansah, ketua panitia roadshow STISNU berharap, para santri yang ingin melanjutkan studi keperguruan tinggi sudah mapan dan matang ideologi ke NU-anya, lebih lebih semua bisa bergabung melanjutkan studi perguruan tinggi di Kampus NU Tangerang, STISNU Nusantara.

“Kami berharap, ke depan, pemerintah daerah atau pusat turut mendukung kegiatan ini, mengingat manfaatnya untuk mencegah lahirnya radikalisme ideologi dan tindakan atasnama agama yang mengancam generasi muda Indonesia,” katanya.

“Lihat saja, mereka yang mengusung khilafah Islamiyah di bawah kebanyakan anak baru lulus yang tidak tahu subtansi beragama, berbangsa, dan beragama,” tambahnya.

Dalam acara roadshow, para peserta tidak hanya diberikan materi Aswaja tetapi juga dilengkapi dengan games dan lomba menghafal cepat Mars NU.

Kegiatan ini diluncurkan di Pondok Pesantren Al Kamil Kota Tangerang, dihadiri oleh 600 santri yang akan lulus. Selain itu, kegiatan ini direncanakan 3 bulan dengan target 20-30 pesantren dan sekolah se Tangerang Raya, di antaranya: Al-Mansyuriah, an-Nuqtoh, Darus Saadah, Al Mansuriyah, dan Al Hasaniyah. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Humor Islam, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 21 Januari 2015

Maftuh Basyuni: Pesantren Mahasiswa Jangan Dinomorduakan

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah . Dewan penyantun Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, H Muhammad Maftuh Basyuni menekankan keberadaan pesantren bagi mahasiswa sangat penting, karenanya jangan dinomer duakan.

Maftuh Basyuni: Pesantren Mahasiswa Jangan Dinomorduakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Maftuh Basyuni: Pesantren Mahasiswa Jangan Dinomorduakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Maftuh Basyuni: Pesantren Mahasiswa Jangan Dinomorduakan

Hal itu dikemukakannya dalam kunjungannnya ke kampus Unisnu Jepara, Sabtu (17/1) pagi.

Mantan Menteri Agama RI itu menjelaskan pesantren bukan hanya sekadar bahan cacian karena penyakit kudisnya namun pesantren mendidik santri menjadi tegas dan tabah menghadapi apa pun.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berikutnya pesantren melahirkan santri-santri yang mempunyai solidaritas sesama teman. “Pesantren dan kos berbeda. Di kos satu dengan yang lain biasanya tidak saling mengenal. Namun di pesantren semuanya kenal mulai dari blok A sampai Z,” tuturnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Santri lanjut lelaki asal Rembang itu menegaskan santri merupakan wujud komunitas yang taat pemimpin. Jika ada kiai didemo santrinya maka perlu dilihat dulu siapa kiainya?

Jika flash back ke belakang santri imbuh Maftuh mempunyai andil besar dalam merebut kemerdekaan. Tanpa santri niscaya RI sudah hancur lebur. Mengapa demikian? Santri melalui komando KH Hasyim Asyari turut bertempur dalam pertempuan 10 November. ?

Karena itu kepada Unisnu ia berharap cita-cita untuk mendirikan pesantren jangan dikesampingkan. Namun sebelum program lain dijalankan pendirian pesantren harus didahulukan. (Syaiful Mustaqim/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 04 Januari 2015

Nishab Zakat Padi

Assalamu’alaikum. Kami ingin menanyakan berapakah nishab zakat padi? Selama ini masyarakat di sekitar kami tahunya padi 1 ton zakatnya 1 kwintal, sehingga orang orang beranggapan bahwa nishabnya zakat padi itu 1 ton. Mohon dijelaskan, terimakasih.

Satu pertanyaan lagi, bagaimana hukumnya mengeluarkan zakat yang tidak/belum mencapai satu nishab?

---

Nishab Zakat Padi (Sumber Gambar : Nu Online)
Nishab Zakat Padi (Sumber Gambar : Nu Online)

Nishab Zakat Padi

Wa’alaikumsalam wa rahmatullah wa barakatuh.

Saudara penanya yang kami hormati. Memberikan zakat bagi seorang muslim yang memiliki harta dan telah mencapai satu nishab merupakan kewajiban yang harus dijalankan, karena selain merupakan salah satu rukun Islam, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh si pelakasana melainkan juga akan berdampak secara luas dalam kehidupan masyarakat.

Dapat dibayangkan seandainya kesadaran mengeluarkan zakat ini telah tumbuh di negeri kita yang mayoritas penduduknya beragama Islam, sudah barang tentu taraf kehidupan warga negara juga akan mengalami perbaikan.

Diantara Harta/aset yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah bahan makanan pokok seperti padi, jagung, dan gandum. Nishab (batas minimal ukuran harta yang dizakati) dari jenis ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam Bukhari adalah 5 wasaq. Zakat yang dikeluarkan adalah sepersepuluh (10%) apabila menggunakan air hujan, sedangkan apabila tidak menggunakan air hujan maka zakatnya adalah seperduapuluh (5 %) dari hasil tanaman yang didapatkan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rasulullah saw bersabda:

 ? ? ? ? ? ? ?. Artinya: “Tidak ada zakat pada hasil tanaman yang kurang dari 5 wasaq.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam sebuah hadis yang lain, Nabi juga bersabda:

 ? ? ? ? ? ? ?: «? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: Dari nabi saw bersabda: “Pada tanaman yang diairi dengan air hujan, mata air atau air tanah maka zakatnya sepersepuluh, sedangkan yang diairi dengan tenaga zakatnya seperduapuluh.

Dalam menjelaskan 5 wasaq inilah para ulama memberikan keterangan yang mungkin tidak sama antara satu dengan yang lain.

Dalam kitab Fath al-Mu’in, Syaikh Zainuddin al-Malibari dari madzhab Syafi’i memberikan keterangan sebagai berikut;

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ...? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?

Artinya: “Dan wajib zakat bagi orang yang telah lewat pembahasannya (muslim dan merdeka) dalam makanan pokok mereka (dalam kondisi normal) dari biji-bijian seperti gandum dan padi…. yang telah mencapai 5 wasaq, yakni 300 sha’ (dalam timbangan), sedangkan 1 sha’ adalah 4 mud.”

Saudara penanya yang selalu di sayangi Allah. Untuk mempermudah pemahaman mengenai ukuran nishab padi ini, dalam kitab Fath Al-Qadir, al-Maghfuri lah K.H. Ma’shum Ali Jombang memberikan penjelasan bahwa nishab padi adalah 1631,516 kg (1 ton 6 kwintal 31,5 kg), sementara apabila telah merupa menjadi beras nishabnya adalah 815,758 kg (8 kwintal, 15,7 kg).

Adapun menegenai pemahaman masyarakat disekitar anda tentang zakatnya padi 1 ton dan mengeluarkan zakatnya 1 kwintal adalah pemahaman yang tidak dapat disalahkan karena mereka mendapat pemahaman seperti itu dari para ulama setempat yang menjelaskan demikian sebagai bentuk kehati-hatian.

 Selanjutnya tanggapan kami atas pertanyaan berikutnya adalah harta mapun infaq yang telah diberikan atas nama zakat yang belum mencapai satu nishab tersebut tidak dapat dikategorikan zakat. Dengan demikian harta yang dikeluarkan dianggap sebagai infaq/ sedekah biasa.

Oleh karena itu, bagi orang yang diberi amanah oleh Allah mempunyai harta lebih hendaknya mereka lebih teliti dan memperhatikan masalah ini, terlebih lagi orang yang memiliki harta dan telah mencapai satu nishab agar dalam menginfakkan hartanya tidak salah niat.

Wallahu a’lam bi as-shawab.

Maftukhan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 02 Januari 2015

Ma’arif NU Bantarbolang Gelar Pekan Madaris

Pemalang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Majelis Wakil Cabang (MWC) Lembaga Pendidikan (LP) Maarif Nahdlatul Ulama kecamatan Bantarbolang, menggelar kegiatan pekan madaris di lapangan Dukuh Blendung Desa karanganyar Bantarbolang Kab. Pemalang Jawa Tengah.?

Porsadin (pekan madaris) merupakan kegiatan tahunan, pertemuan besar antar santri-santriwati madrasah/TPQ, baik yang ada di tingkat diniyah awaliyah maupun wustho dan TPQ. ?

Ma’arif NU Bantarbolang Gelar Pekan Madaris (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Bantarbolang Gelar Pekan Madaris (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Bantarbolang Gelar Pekan Madaris

Kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari, mulai Sabtu (22/4) sampai dengan Senin (24/4) ini diikuti sebanyak 21 madrasah diniyah awaliyah (MDA) di Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Kegiatan yang sudah berlangung kedelapan ini mengusung tema Memperkokoh Eksistensi Madrasah dan TPQ dengan motto “Semangat Tafaqquh Fiddin”.?

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk perkemahan. Berbagai jenis cabang yang dilombakan dalam kegiatan ini adalah MTQ, pidato, barzanji, kaligrafi, hafalan surat, baca kitab, dan masih banyak lomba lainnya.

Porsadin VIII dibuka langsung ketua FKDT Kabupaten Pemalang Taufiqul Ala pada Sabtu, (22/4). Turut hadir pula dalam pembukaan Kapolsek, Danramil Bantarbolang, pengurus MWC NU, LP. Ma’aruf NU, Ansor PAC Bantarbolang serta Pemerintah Desa Karanganyar.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam sambutannya ketua FKDT Kab. Pemalang Taufiqul A’la menyampaikan bahwa pekan madaris adalah wadah kreatifitas santri untuk generasi yang lebih baik. Kegiatan ini sekaligus sebagai sarana silaturrahim antar santri, meningkatkan kreatifitas dan prestasi santri. Porsadin juga sebagai wahana kompetisi madrasah untuk menggembleng peserta didiknya dalam mempersiapkan kader-kader bangsa yang berkualitas serta ber-akhlakul karimah.?

Acara berlangsung semarak. Saat pawai taaruf setelah upacara pembukaan, semua peserta sangat antusias mengikuti pawai. Dua marcing band dari SMP Islam Bantarbolang dan MI Karanganyar menambah pawai ta’aruf berjalan meriah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain lomba, pihak panitia juga menyelenggarakan nonton film bersama.?

Kegiatan tahunan tersebut rencananya akan ditutup pada Senin 24 April dengan kegiatan pengajian umum dengan pembicara KH. Syarifudin, pengurus wilayah GP. Ansor Jawa Tengah. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah