Kamis, 31 Desember 2015

Santri Kiai As’ad Jalan Kaki Denpasar-Situbondo

Jembrana, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Ekspresi syukur bisa ditunjukan dengan berbagai hal. Umumnya bagi kalangan Nahdliyin menggelar doa bersama dan diakhiri dengan makan bareng. Namun ada juga syukur dengan tindakan yang tak biasa, seperti yang dilakukan alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo ini.

Mereka, sejak tanggal 6 Desember 2016, berjalan kaki dari Denpasar ke Situbondo sebagai ungkapan syukur atas anugerah gelar Pahlawan Nasional kepada Almaghfurlah KHR. As’ad Syamsul Arifin.?

Santri Kiai As’ad Jalan Kaki Denpasar-Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Kiai As’ad Jalan Kaki Denpasar-Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Kiai As’ad Jalan Kaki Denpasar-Situbondo

Mereka yang berjumlah 8 orang tersebut, pada Kamis (8/12) memasuki hari ketiga dan telah berada di wilayah kabupaten Jembrana. Sebelumnya mereka ? melewati Kota Denpasar, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Tabanan. Target perjalanan hari ketiga ini memasuki wilayah pelabuhan Gilimanuk untuk selanjutnya menyeberang ke pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi.

Syamsudin Boy, inisiator sekaligus koordinator dalam aksi jalan kaki ini mengungkapkan, selama perjalanan tidak ada kendala yang berarti. Bahkan saat melewati perkampungan Muslim kerap disambut dengan berbagai macam bantuan seperti makanan dan air minum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kami terharu antusiasme masyarakat Muslim Bali meyapa kami, terutama sahabat-sahabt Banser Jembrana yang sempat menjamu kami. Sambutan mereka merupakan tambahan energi di tengah fisik yang mulai letih,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, bahwa aksi ini merupakan aksi tulus datang dari hati sebagai wujud ketakziman santri kepada ulama NU.?

“Sosok Kiai As’ad bagi masyarakat Muslim Bali begitu terasa dekat walaupun sudah lama tiada. Gelar Pahlawan Nasional kepada Kiai As’ad merupakan gelar yang sangat pantas disandangnya mengingat sepak terjang beliau mengusir penjajah,” paparnya.

Dengan aksi ini, lanjutnya, juga ingin mensyiarkan tauladan-tauladan ulama NU yang telah banyak berkorban untuk umat, salah satunya adalah Kiai As’ad. Ulama NU ada yang berjuang dengan berjalan kaki menembus hutan belantara ratusan kilometer.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita tidak bisa membayangkan bagaimana susahnya zaman itu. Aksi jalan kaki ini setidaknya kami ingin menghadirkan kembali perjuangan itu, mengalahkan rasa lelah sebelum sampai pada tujuan di makam Kiai As’ad,” tegasnya.

Sebelumnya, aksi jalan kaki yang berjarak tempuh sekitar 220 kilometer ini telah mendapat restu langsung dari Pengasuh Ponpes Sukorejo Asembagus Situbondo KHR. Achmad Aaim Ibrahimy. Rencananya, para peserta aksi ini akan disambut di kediaman cucu Kiai As’ad tersebut. (Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah, Amalan, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 30 Desember 2015

Allah Bersama Orang Sakit

Ketika sakit, mereka tidak hanya menderita secara jasmani. Tetapi secara rohani, orang yang menderita sakit juga cenderung rapuh. Dengan kemampuan dan kondisi kesehatan yang menurun, mereka biasanya merasa ditinggalkan. Terlebih lagi mereka yang dalam perawatan di RS atau sudah terbaring di rumah, biasanya tertekan oleh rasa sepi. Namun siapa sangka di balik tekanan itu, Allah hadir bersama mereka.

Allah ta’ala memang terbiasa hadir bersama orang-orang yang sepi baik karena dizalimi atau sepi karena sakit. Pada mereka Allah hadir. Demikian Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari dalam kitab Irsyadul Ibad mengutip hadits qudsi yang diriwayatkan Imam Muslim sebegai berikut.

Allah Bersama Orang Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)
Allah Bersama Orang Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)

Allah Bersama Orang Sakit

? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?. ?: ? ? ? ? ? ? ?. ?: ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Pada hari Kiamat Allah menegur seseorang, “Wahai anak Adam. Saat Aku sakit, kenapa kau tidak menjenguk-Ku?” Orang itu menjawab, “Wahai Tuhanku, bagaimana aku mendoakan-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan sekalian alam?” Allah menjawab, “Tidakkah kau tahu bahwa hamba-Ku si fulan itu sakit. Namun kau tidak menjenguk-Ku. Tahukah kau, kalau kau menjenguknya, kau akan mendapati Aku di sisinya.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Maksudnya, “Kau akan mendapatkan ganjaran-Ku yang tak bertepi saking banyaknya.” HR Muslim.

Hadis qudsi ini menganjurkan kepada siapa saja untuk meluangkan waktu demi menjenguk kerabat atau sahabat yang sedang sakit. Di dalam hadis qudsi di atas, Allah menjanjikan pahala besar untuk mereka yang memberikan waktunya demi menghibur orang sakit. Karena, hati orang yang sakit akan merasa lapang ketika dijenguk.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kalau tidak sempat menjenguk secara langsung karena keterbatasan jarak, kemampuan fisik lainnya, atau udzur lain, sekurangnya mereka menyampaikan doa via telpon atau pesan singkat dan titip salam kepada mereka yang akan menjenguk. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 25 Desember 2015

Pelajaran Agama Sebaiknya Ikut Diujikan dalam UN

Sukoharjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua DPR Agung Laksono, mengatakan, mata pelajaran Agama sebaiknya dijadikan sebagai salah satu syarat penentuan kelulusan yang ikut diujikan dalam ujian nasional (UN).

"Tingkat dekadensi moral bangsa Indonesia masih belum berkurang, meski saat ini dakwah agama begitu banyak dan pondok pesantren di mana-mana," katanya saat peresmian Pusat Pengkajian dan Pendidikan Agama Islam Yayasan Lailatul Qodar, di Sukoharjo, Ahad (23/4).

Pelajaran Agama Sebaiknya Ikut Diujikan dalam UN (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajaran Agama Sebaiknya Ikut Diujikan dalam UN (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajaran Agama Sebaiknya Ikut Diujikan dalam UN

Ia mengungkapkan, angka kekerasan di Indoensia masih cukup tinggi, bahkan ada sekolah yang tujuanya mencetak pamong praja justru menjadi tempat pembantaian.

"Alangkah baiknya dalam rangka menjamin akhlak dan moral anak didik kita di masa yang akan datang, dalam menentukan kelulusan pendidikan agama menjadi salah satu syaratnya," katanya.

Ia menuturkan, saat ini kelulusan hanya ditentukan dari tiga mata pelajaran yang diujikan, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.

Ia mengharapkan, pemerintah dapat mengkaji lebih dalam kemungkinan masuknya pendidikan agama dalam UN. Dengan demikian, lanjut dia, diharapkan para calon pemimpin bangsa lahir dari suatu proses yang sangat mendalami disiplin ilmunya dan didukung oleh dasar keimanan melalui pendidikan agama yang baik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Tingginya angka kekerasan, banyaknya pelecehan seksual, dan lain sebagainya, mengindikasikan adanya sesuatu yang salah pada sistem pendidikan kita," tegasnya.

Ia menambahkan, pendidikan keagamaan masih belum mendapat perhatian yang sepenuhnya dari pemerintah, dibanding dengan pendidikan umum. Padahal. menurut dia, pendidikan keagamaan secara kategoris masih masuk dalam sistem perundang-undangan kita. Ia mengharapkan, di masa yang akan datang tidak ada lagi diskriminasi terhadap hal ini. (ant/kut)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 23 Desember 2015

Program Madrasah Kader PCNU Sumedang Segera Direalisasikan

Sumedang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebagaimana sudah disepakati pada rapat kerja Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang tahun lalu, kegiatan PCNU Sumedang untuk tahun 2017 akan lebih banyak difokuskan pada kegiatan kaderisasi.

Hal tersebut disampaikan Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh dalam kegiatan rapat pleno dan buka bersama seluruh pengurus PCNU setempat, lembaga, dan badan otonom NU di Aula PCNU Sumedang, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (10/6).

Program Madrasah Kader PCNU Sumedang Segera Direalisasikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Program Madrasah Kader PCNU Sumedang Segera Direalisasikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Program Madrasah Kader PCNU Sumedang Segera Direalisasikan

“Pada rapat kerja tahun yang lalu saya menegaskan seluruh banom dan lembaga supaya merealisasikan kegiatan kaderisasi ini. Alhamdulillah ada beberapa banon dan lembaga di PCNU Sumedang ada yang sudah melaksanakannya dan ada juga yang baru merencanakan,” lanjut H Sadulloh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lembaga dan banom yang sudah melaksanakan yaitu Muslimat NU, Fatayat NU, Ikata Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Jam’iyatul Qurra wal Huffadh NU (JQH NU), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBI NU), Lembaga Pendidikan Maarif NU, dan Lembaga Ta’lif wan Nasyr NU (LTN NU), Lembaga Ta’mir Majid NU (LTM NU), dan Lembaga Dakwah NU (LDNU).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Di PCNU sendiri sudah insyaallah bulan depan akan melaksanakan kegiatan madrasah kader NU. Madrasah kader NU ini wajib diikuti oleh seluruh pengurus NU dari tingkat ranting sampai tingkat cabang. Ke depannya seluruh warga NU yang akan menjadi pengurus NU wajib mengikuti dulu madrasah kader NU,” tutur H Sadulloh.

Beberapa lembaga dan banom yang sudah mengajukan kegiatannya yaitu, LPNU (Lembaga Perekonomian NU) akan melaksanakan pelatihan kewirausahaan dalam rangka memperkuat perekonomian warga NU, LPPNU (Lembaga Pengembangan Pertanian NU) akan melaksanakan pelatihan budaya jamur, ISNU akan melaksanakan bedah buku Islam Nusantara, Banser dan Ansor akan melaksanakan diklatsar, Lesbumi akan melaksanakan ruwatan hajat bumi, LTM NU akan melaksanakan pelatihan muharrik masjid.

“Insyaallah PCNU Sumedang juga akan merintis? klinik kesehatan yang diprakarsai oleh LKNU, dan yang terakhir Lakpesdam NU akan ada pelatihan manajemen organisasi NU. Semua program kerja ini harus selesai pada tahun 2017 karena ini amanat hasil rapat kerja tahun yang lalu,” tegas H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 18 Desember 2015

Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ribuan warga nahdliyyin membanjiri halaman kampus Universitas Islam Jember (UIJ), Sabtu (1/11) malam.  Mereka mengikuti  sholawatan untuk memperingati haul masyayikh dan dies natalis ke-30 perguruan tinggi milik NU Jember.

Sholawatan bertajuk "UIJ Bershalawat" itu dipandu puluhan jamaah sholawat  Al-Amin, Ambulu asuhan KH Imam Ghazali. Tampak hadir dalam sholawatn Rais Syuriyah PCNU Jember KH Muhyiddin Abdusshomad, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin, dan para kiai sepuh.

Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat

KH Abdullah yang biasa disapa Gus Aab itu menyatakan, pihaknya terharu atas hadirnya ribuan nahdliyin di kampus tersebut. Menurutnya, hal itu  sangat membanggakan karena menandakan bahwa warga NU mencintai dan merasa memilki UIJ.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami ingin mengembalikan UIJ ke pangkuan warga NU. Kalau bukan warga NU, siapa lagi yang mau membesarkan UIJ," ujarnya.

Ketua Yayasan Pendidikan NU Jember ini melanjutkan, seharusnya di usianya yang ke-30, UIJ lebih maju dari sekarang. Apalagi mayoritas penduduk Jember adalah warga NU, yang secara moral ikut bertanggung jawab untuk membesarkan NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Namun faktanya, anak-anak NU masih relatif sedikit yang sekolah di UIJ," tukasnya seraya menghimbau agar segenap elemen NU ikut membesarkan UIJ.

Sementara itu, Rektor UIJ, Dodiek Sutikno mengaku gembira dan bangga dengan sambutan warga NU. "Baru kali ini saya melihat ribuan warga hadir di UIJ untuk syukuran dies natalis," ungkapnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 15 Desember 2015

Jamaah Haji, Jangan Kotori Jabal Rahmah dengan Coretan

Makkah, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Usai melaksanakan umrah dari tempat miqat berbeda, para jamaah calon haji biasanya mengisi waktu dengan berziarah. Sembari menunggu puncak pelaksanaan haji yakni wukuf di Arafah, sejumlah tempat penting dikunjungi. Salah satunya yang cukup ramai adalah Jabal Rahmah.

Tempat ini tidak pernah sepi dari kunjungan para jamaah. Ya, Jabal Rahmah adalah gunung yang disebut-sebut punya kisah pertemuan Nabi Adam dengan istrinya, Hawa. Bahkan terdapat monumen yang menandakan pertemuan keduanya.

Jamaah Haji, Jangan Kotori Jabal Rahmah dengan Coretan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Haji, Jangan Kotori Jabal Rahmah dengan Coretan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Haji, Jangan Kotori Jabal Rahmah dengan Coretan

"Seperti diketahui dalam catatan sejarah, usai terusir dari surga lantaran melanggar ketentuan Allah, Adam dan Hawa diturunkan ke dunia," kata Ustadzah Ana Farhasy yang berada di Makkah, Arab Saudi, Jumat (18/9) waktu setempat. Dan keduanya dipertemukan kembali di Jabal Rahmah atau yang juga disebut dengan gunung kasih sayang, lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gunung kasih sayang ini berada di tepi Arafah yang merupakan suatu kawasan di bagian timur luar Kota Makkah. Jabal Rahmah pun tak jauh dari Padang Arafah, tempat para jamaah haji melakukan ibadah wukuf nantinya.

Dalam pantauan Ustadzah Ana, sapaan akrabnya, di atas Jabal Rahmah terdapat suatu tugu yang terbuat dari beton persegi empat dengan lebar 1,8 meter dan tingginya 8 meter. "Masyarakat setempat percaya, lokasi bertemunya Adam dan Hawa persis di titik tugu tersebut," kata desainer baju muslim ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Jabal Rahmah itu lebih tepatnya adalah bukit," katanya. Tingginya sekitar 70 meter saja dan bisa didaki jamaah dengan melewati anak tangga. "Mendaki Jabal Rahmah dari dasar hingga mencapai tugu Adam dan Hawa, biasanya menghabiskan waktu sekitar 15 menit saja," ungkapnya.

Di dekat monumennya, banyak jamaah haji yang berdoa. Ada pula yang terpesona oleh pemandangan Padang Arafah yang bisa dilihat jelas dari atas Jabal Rahmah. "Pemandangan cantik yang jadi saksi bisu pertemuan kembali Adam dan Hawa di bumi," terangnya.

"Bukan itu saja momen yang dapat dikenang dari Jabal Rahmah," kata pemilik Majmal Boutique di Malang dan Surabaya ini.  Di tempat ini juga jadi tempat bersejarah bagi perjalanan Nabi Muhammad. "Di sinilah Nabi Muhammad menerima wahyu terakhir dari Allah, sekaligus penyempurna dari ajaran Islam," kata alumnus pesantren di Bangil Pasuruan Jawa Timur ini.

Banyak yang percaya, jika berdoa untuk mendapatkan jodoh di Jabal Rahmah maka permintaannya cepat dikabulkan. Ini juga juga berlaku bagi suami istri agar dijadikan pasangan setia. "Saya yang melaksanakan haji bersama suami, juga menyempatkan berkunjung dan bermunajat di gunung ini," kata Ustadzah Ana. Keduanya berharap agar bisa meneladani Nabi Adam dan Hawa.

Kendati menjadi jujugan para jamaah, namun ada yang kurang layak dilakukan. "Yakni, kegemaran jamaah yang mengabadikan nama di batu yang ada di bukit," tuturnya. Baginya, itu tindakan kurang patut dan mengotori kesakralan Jabal Rahmah.

Bahkan menurut keterangan para mukimin, yakni WNI yang lama di Makkah, tidak sedikit yang justru menawarkan spidol untuk tindakan kurang pantas ini.  "Banyak jamaah yang menuliskan nama di tugu Adam dan Hawa ini, sehingga merusak keindahan," katanya menyayangkan.

Padahal dengan berfoto, itu sudah bisa menjadi kenang-kenangan tidak terlupakan. "Jadi, jangan kotori tempat bersejarah ini dengan coretan," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

NU Sumbar Bahas Nikah Mutah

Padang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pelaksanaan nikah mut’ah pada prinsipnya sudah diharamkan oleh empat mazhab yang diakui oleh warga Nahdliyin. Namun di beberapa tempat masih ditemukan praktek nikah mut’ah tersebut dan bahkan menjadi modus prostitusi baru. Bagaimanakah NU menyikapi hal ini?

Demikian dalam forum Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU), Jumat (25/1) di aula PWNU Sumbar Jalan Ciliwung No. 10 Padang. Hadir Rais Syuriyah PWNU Sumbar Prof Dr Asassriwarni, Ketua Tanfizdiyah PWNU Sumbar Ir Khusnun Aziz, MM, Ketua LBMNU Prof Dr Makmur Syarif, MH, sejumlah pengurus NU Sumbar, lembaga, lajnah dan banom di lingkungan NU Sumbar.

NU Sumbar Bahas Nikah Mutah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sumbar Bahas Nikah Mutah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sumbar Bahas Nikah Mutah

Wakil Ketua PWNU Sumbar Ahmad Wira Datuak Diko, PhD yang menyampaikan tema nikah mut’ah menyebutkan, tema ini semakin penting dibicarakan karena semakin maraknya prostitusi, perselingkuhan, dipersulitnya poligami dan kemampuan ekonomi yang semakin meningkat dan memicu meningkatnya hubungan seksual di luar nikah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Banyak orang dengan dalih tersebut mencoba membenarkan pelaksanaan nikah mut’ah. Padahal para ulama sepakat bahwa nikah mut’ah tidak sah tanpa ada perselisihan pendapat antara mereka. Bentuknya adalah seseorang mengawini perempuan untuk masa tertentu dengan berkata: “aku mengkawini kamu untuk masa 1 bulan, satu tahun dan semisalnya. Perkawinan ini tidak sah dan telah dihapus oleh ijma’ para ulama masa lalu dan sekarang,” kata Ahmad Wira.

Dikatakan Ahmad Wira, kecuali perkawinan yang mensyaratkan sesuatu. Misalnya dalam berhubungan suami-isteri menggunakan kontrasepsi, tidak memiliki anak, sejauh memenuhi syarat dan rukun nikah dibolehkan. ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Nikah mut’ah merupakan akad perkawinan yang dilangsung dengan saksi, mahar, tapi dengan jangka waktu tertentu. Bagi kelompok Syi’ah, nikah mut’ah adalah sah, tambah Dr Syafruddin PR I IAIN Imam Bonjol Padang.

“Dalil haram nikah mut’ah yang didasarkan sejumlah hadis semula dibolehkan. Namun kemudian diharamkan hingga kini. Keharaman nikah mut’ah tersebut dimaksudkan untuk melindungi hak-hak perempuan, anak-anak dan kepastian hukum. NU dan sunni tetap memandang haram nikah mut’ah,” kata Sekretaris LBMNU Dr Firdaus yang sekaligus moderator.

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Bagindo Armaidi Tanjung?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah, Tokoh, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah