Minggu, 31 Desember 2017

Kisah Bupati Puwakarta dan Jamuan Gratis Selepas Shalat Tarawih

Purwakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memiliki cara unik dan keluar dari pakem peraturan protokoler dalam acara Salat Tarawih Keliling, Selasa (7/6) malam di Kampung Pareang, Kiarapedes, Purwakarta. Dedi membawa gerobak mie ayam agar dapat dinikmati oleh seluruh jemaah masjid setempat sehabis menjalankan ibadah salat tarawih.

Kisah Bupati Puwakarta dan Jamuan Gratis Selepas Shalat Tarawih (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Bupati Puwakarta dan Jamuan Gratis Selepas Shalat Tarawih (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Bupati Puwakarta dan Jamuan Gratis Selepas Shalat Tarawih

Dedi mengungkapkan, sejak menjadi bupati, ia tidak pernah membuat konsep formal untuk tarawih keliling. Bahkan dia mengaku sudah tidak bisa mengingat lagi berapa jenis makanan yang pernah dia bawa untuk Tarawih keliling kampung.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Berkunjung ke desa itu lebih enak dadakan. Sambil ngabuburit menunggu buka puasa kami sudah ada di sana. Kemudian setelah salat Tarawih mereka semua bisa menikmati makanan yang kami sajikan di halaman masjid," kata Dedi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa malam Dedi membawa gerobak mie ayam dengan kapasitas 500 porsi ke Kampung Pareang, Kiarapedes. Tak butuh lama untuk mengosongkan gerobak tersebut karena setelah salat tarawih gerobak itu langsung diserbu warga dan anak?anak. "Syaratnya, tarawihnya harus sampai selesai, 23 rakaat dengan salat witir dan doa. Baru boleh dapat satu boks mie ayam," ujar Bupati yang akrab disapa Kang Dedi ini.

Dedi menilai cara ini sangat efektif untuk menjadikan masjid agar penuh oleh jemaah, terutama anak?anak. Melalui cara ini, kata dia, tidak perlu membebankan kepada pihak desa agar menyediakan konsumsi untuk dirinya karena dia membawa makanan sendiri bahkan satu gerobak. "Anak?anak jadi mau ke masjid. Karena target utamanya menanamkan pendidikan kepada anak maka mereka kan senangnya dikasih hadiah. Nak, oke, kita beri hadiah, tapi salat Tarawih dulu sampai selesai," kata Dedi. (Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen, Nahdlatul Ulama, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 30 Desember 2017

Mata Air-NU Nganjuk Fasilitasi Siswa Kuliah di Kampus Ternama

Nganjuk, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yayasan Mata Air Nganjuk, Jawa Timur, bersama Pimpinan? Cabang Fatayat NU, Muslimat NU, dan Lembaga Pendidikan Tinggi NU (LPTNU) setempat sejak bulan Februari lalu telah membuka pendaftaran program Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2016 untuk para siswa. Peserta program ini biasa diistilahkan dengan "santri kilat" (sanlat) sukses masuk perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia.

"Beberapa perguruan tinggi negeri tersebut di antaranya Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Indonesia (UI) Depok, Institut Teknologi Bandung (ITB) Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dan perguruan tinggi negeri lainnya yang sudah menjadi target penyelenggara,” kata Atourrohman Syahroni selaku manajer kegiatan.

Mata Air-NU Nganjuk Fasilitasi Siswa Kuliah di Kampus Ternama (Sumber Gambar : Nu Online)
Mata Air-NU Nganjuk Fasilitasi Siswa Kuliah di Kampus Ternama (Sumber Gambar : Nu Online)

Mata Air-NU Nganjuk Fasilitasi Siswa Kuliah di Kampus Ternama

Tidak sedikit pelajar melalui program rutin ini terjaring di berbagai perguruan tinggi negeri ternama. Para calon peserta dapat mendaftar melalui dua cara, yakni online dan offline.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan mengakses www.bpunmataairnganjuk.com, para pendaftar bisa mengisi formulir yang tersedia. Pada menu pendaftaran klik? via online, isi formulir yang tersedia secara online, lalu cetak email balasan sebagai bukti pendaftaran dan disetor di kantor lama PCNU Nganjuk, Jalan Supriyadi yang terletak di selatan Alun-alun Nganjuk. Menurut laporan panitia penyelenggara, saat ini beberapa siswa dari berbagai kecamatan di wilayah Nganjuk sudah mulai mendaftarkan diri.

Sementara alur pendaftaran via offline, siswa bersangkutan bisa dating langsung dan mendaftarkan diri di kantor PCNU Nganjuk atau kantor PC Fatayat NU Nganjuk setempat .

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Atourrohman menjelaskan, peserta akan melalui tahap seleksi dan hanya akan diambil 100 siswa dengan rincian 50 dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan 50? peserta dari jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). "Seleksi peserta pada tanggal 20 Maret, untuk tempat pelaksanaan? di kantor baru PCNU Nganjuk Desa Bungur, Kecamatan Sukomoro.

Gus Anto, demikian ia disapa, menambahkan, pelaksanaan BPUN akan dimulai dari tanggal l sampai 30 Mei 2016 mendatang. Peserta akan mendapatkan fasilitas dan layanan antara lain di antaranya uji coba (try out) SBMPTN 2016, modul terpadu, waktu pembelajaran 5 hari, gratis biaya bimbingan belajar, konsultasi akademik, pelatihan motivasi, pengembangan kapasitas, dan uotbond.

“Untuk informasi lebih lanjut bisa langsung menghubungi Facebook Sanlat Bpun Nganjuk; Tweter : @SanlatN; WA 081-136-820-18; call center 085604444831 (M Khoirul Anwar, S.Pdi), 085236906444 (Samsul Hakim, M.MA), 082230059559 (Tutik Malikhah,S.Pdi),” tuturnya. (Anwar Muhammad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 29 Desember 2017

Filosofi Kemandirian Santri Penting Bagi Perkembangan Ekonomi

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mustasyar PCNU Pringsewu yang juga Bupati Pringsewu KH Sujadi mengatakan bahwa kunci kesuksesan dalam bidang ekonomi adalah kemandirian. Hal tersebut dikatakannya saat membuka secara resmi Kegiatan Seminar Kewirausahaan dan Kemandirian Santri dalam Rangka Hari Santri Nasional 2017 Kabupaten Pringsewu di Gedung NU, Sabtu (21/10).

Bupati yang merupakan Alumni Pondok Pesantren Kalibeber Wonosobo Jawa Tengah ini menambahkan bahwa  jiwa  kemandirian ini sudah ditanamkan di pondok pesantren kepada santri sejak dini. Sehingga menurutnya sebagai seorang santri, sudah seharusnya  memiliki ide dan gagasan bagaimana berkiprah dalam bidang ekonomi.

Filosofi Kemandirian Santri Penting Bagi Perkembangan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Filosofi Kemandirian Santri Penting Bagi Perkembangan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Filosofi Kemandirian Santri Penting Bagi Perkembangan Ekonomi

"Yang tidak berbicara ekonomi hanya di surga. Siapapun akan berbicara tentang ekonomi," kata Abah Sujadi, sapaannya, di depan para peserta seminar yang terdiri dari santri dan Alumni Pondok Pesantren se Kabupaten Pringsewu.

Seminar yang bertemakan "Santri Mandiri, NKRI Hebat" tersebut menghadirkan dua orang nara sumber yaitu Sekjen Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Muhammad Nur Hayid dan Rektor Universitas Malahayati Lampung Muhammad Kadafi.

Dalam pemaparannya, Sekjen HIPSI yang akrab dipanggil Gus Hayid menjelaskan dalam mengawali bisnis dibidang ekonomi diperlukan beberapa aspek yang dapat menghantarkan seseorang kepada kesuksesan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Berbisnis tidak hanya belajar tapi membutuhkan mental. Berbisnis juga tidak hanya mencari uang tapi membutuhkan akses. Dalam berbisnis harus tetap belajar. Jangan berhenti untuk belajar tidak  tidak cukup hanya teori saja," tegasnya seraya mengingatkan agar jangan berputus asa dalam berusaha.

Senada dengan Gis Hayid, Rektor Universitas Malahayati Lampung Muhammad Kadafi mengatakan bahwa jiwa entrepeneurship harus terus ditumbuhkan kepada para pelajar dan santri.

Hal ini dapat ditempuh dengan memperluas gerakan entrepeneurship, menerapkan kurikulum entrepeneurship dilembaga pendidikan dan menciptakan jiwa-jiwa yang inovatif.

Ketua Kadin Provinsi Lampung ini juga mengingatkan bahwa dalam berusaha juga harus ditanamkan niat untuk beribadah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Landasi dengan ketulusan dan keikhlasan. Semoga berkah. Kalau bisa berbuat 1000 kebaikan kenapa harus satu. Kalau kita bersungguh-sungguh pasti bisa," pungkas Wakil Ketua PWNU Lampung ini. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kasatkornas Banser: Menjadi Anggota Banser, Niatlah untuk Ibadah

Madiun, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna atau Kasatkornas Banser, H Alfa Isnaeni mengajak anggota Banser untuk memperbaharui niat. Baginya, berkhidmat menjadi Banser untuk membentengi ulama dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal tersebut juga sebagai ibadah memperjuangkan agama dan membela negara.

Kasatkornas Banser: Menjadi Anggota Banser, Niatlah untuk Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasatkornas Banser: Menjadi Anggota Banser, Niatlah untuk Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasatkornas Banser: Menjadi Anggota Banser, Niatlah untuk Ibadah

"Mari kita menata niat, memperbaharui niat ibadah," katanya, Ahad (14/1) malam. Hal tersebut disampaikan Alfa, sapaan akrabnya kepada ratusan anggota Banser pada acara pra-pelantikan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Madiun masa khidmat 2017-2021 di aula kantor Kementerian Agama Kabupaten Madiun. 

"Bismillahirrahmanirrahim. Niat ingsun mlebu Banser, mlebu Ansor lillahi taala  (saya berniat masuk Banser dan Ansor, karena Allah taala). Dengan mengamalkan, mendakwahkan dan menjaga Islam Ahlussunnah wal Jama’ah Annahdliyah. Alfatihah, " ucapnya yang kemudian ditirukan seluruh anggota Banser.

Memperbaharui niat itu penting, katanya. Karena hati seseorang setiap waktu bisa berubah dan goyah. Menjadi anggota Banser jangan memiliki niatan lain, kecuali hanya satu niat yakni untuk ibadah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Tidak ada niat Banser biar jadi bupati. Niat jadi DPR, tidak pernah ada. Tapi rata-rata yang diajarakan senior adalah masuk Banser karena bismillah niat untuk ibadah," katanya.

Alfa Isnaeni melanjutkan, banyak kiai dan habaib yang menjaminkan dirinya untuk kemuliaan Banser. Salah satunya diungkapkn oleh Rais ‘Am Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN), Habib Luthfi bin Yahya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Dalam satu kesempatan Maulana Habib Luthfi pernah dawuh. Kalau saya diberikan hak oleh Allah untuk masuk surga, maka tidak akan saya gunakan hak saya sebelum kalian-kalian para anggota Banser ini masuk surga," tuturnya menirukan yang disampaikan Habib Lutfi

Oleh karena itu, anggota Banser harus bisa memantaskan dirinya agar bisa mendapatkan kemuliaan itu. "Tugas kita selalu berikhtiar memantaskan diri. Caranya dengan berusaha memperbaharui niat ibadah," tandasnya..

Ketua GP Ansor Madiun Khotamil Anam mengatakan, acara pra-pelantikan ini dilakukan dalam rangka konsolidasi antar seluruh kader Ansor dan Banser se-kabupaten Madiun.

Gus Anam, sapaan akrabnya mengapresiasi kekompakan seluruh kader yang telah menjaga iklim ketenangan di Madiun. Apalagi, katanya, tahun 2018 ini adalah merupakan tahun politik yang dapat memicu terjadinya perpecahan antar kader.

 "Terima kasih. Acara ini merupakan ajang silaturahmi, persahabatan antar seluruh kader Ansor Madiun. Sehingga akan terjalin erat tanpa ada unsur yang bisa memecah belah," katanya.

Tampak hadir pada acara ini, para ulama dan kiai, pengurus PCNU Kabupaten Madiun dan  seluruh badan otonom. Juga tampak sejumlah pejabat pemerintah, dan tamu undangan lain. (Zaenal Faizin/Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Walikota Pekalongan Khitan Dua Muallaf

Pekalongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Walikota Pekalongan dr H Basyir Ahmad Ahad pagi kemarin (21/4) dengan cekatan mengkhitan 34 peserta khitanan masal bertempat di Aula Gedung Aswaja, Jalan Sriwijaya 2 Pekalongan.

Walikota Pekalongan Khitan Dua Muallaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Walikota Pekalongan Khitan Dua Muallaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Walikota Pekalongan Khitan Dua Muallaf

Diantara 34 peserta diikuti oleh anak anak, ada dua peserta usia dewasa berasal dari Medan Sumatra Utara, mereka merupakan muallaf (orang baru masuk Islam-red) yang saat ini tinggal di Kota Pekalongan. Untuk mengkhitan 34 peserta Basyir dibantu oleh beberapa asistennya dengan menggunakan sistem laser.

Saat mengkhitan dua muallaf, Basyir meminta ibu-ibu yang mendampingi untuk keluar ruangan sementara. Pasalnya, yang dikhitan sudah berusia dewasa dan hanya bisa didampingi laki laki. Karena kedua muallaf berbadan besar, tentu panitia kerepotan menyiapkan dipan khusus, akhirnya dua dipan untuk anak-anak digandeng jadi satu sehingga bisa menampung badan peserta yang ingin segera dikhitan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Basyir, khitan laser memiliki beberapa keunggulan antara lain si pasien tidak merasa sakit, tidak berdarah dan yang lebih penting ialah steril dari kuman, sehingga setiap dirinya diminta mengkhitan, metode laser ini yang selalu digunakan. 

Kegiatan khitanan masal diantara salah satu kegiatan yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat dan Fatayat Nahdlatul Ulama Pekalongan Barat dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) yang diisi dengan pengajian umum, lomba murotal, donor darah, bazar dan pawai mobil hias.

Ketua PAC Fatayat NU Pekalongan Barat Hj Khusnul Khotimah kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Fatayat dan Muslimat di Pekalongan Barat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dikatakan, untuk kegiatan besar ini, pihaknya mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Walikota Pekalongan dan beberapa donatur lainnya.

Kegiatan peringatan harlah mendapat respon yang luar biasa dari masyarakat, terlihat sejak pagi gedung Aswaja telah dipadati ratusan pengunjung, baik keluarga peserta khitan maupun peserta pawai mobil hias serta berbagai aktifitas kegiatan lainnya seperti bazar dan donor darah.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz P

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Nasionalisme Wujud Hubbul Wathan minal Iman

Brebes,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Santri di Pondok Pesantren Salafiyah Qudrotillah Bulakamba Kabupaten Brebes tak kalah dengan lembaga pendidikan pada umumnya. Pada Senin (17/8) lalu, mereka menggelar upacara bendera peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-70.

Nasionalisme Wujud Hubbul Wathan minal Iman (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasionalisme Wujud Hubbul Wathan minal Iman (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasionalisme Wujud Hubbul Wathan minal Iman

Peserta upacara tidak memakai celana panjang dan sepatu layaknya pelajar sekolah umum, melainkan bersarung dan kopiahnya. Mereka khidmat mengikuti prosesi upcara detik-detik proklamasi di bawah sengatan sinar matahari.

Pesantren yang diasuh oleh Kiai Ibnu Aif ini memang kental dengan aroma tradisionalisme lokalitas dan keindonesiaan. "Santri dan pengurus pondok ini ikut upacara kemerdekaan karena kami bagian dari NKRI, athiullaha wa athiu ulil amri. Patuh kepada Allah berarti patuh pada pemerintah atau negara," kata pria yang kerap dipanggil Gus Alif itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, meski dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, upacara bendera sebagai perlambang dari wujud nasionalisme. Pihaknya ingin menanamkan semangat NKRI kepada para santri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bagi pesantren tersebut, nasionalisme sebagai perwujudan hubbul wathan minal iman dalam semangat ukhuwah wathoniyah. Itu juga yang melatarbelakangi perjuangan para ulama dan kaum santri dalam pertempuran melawan penjajah demi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.

"Di sini pesantren salaf ahlussunah wal jamaah, tidak bisa melepas begitu saja kultur dan budaya bangsa. Santri juga perlu mendapat wawasan sejarah kebangsaan akan pentingnya NKRI. Harus ditanamkan kuat-kuat NKRI, tidak boleh ada negara dalam negara," jelas dia.

Pesantren yang berdiri hampir lima tahun itu, cukup berkembang pesat. Jumlah santri mukim mencapai 70 anak dari berbagai daerah, termasuk dari luar Jawa. Suasananya masih sangat tradisional. Seluruh bangunan dan bilik santri masih terbuat dari kayu dan bambu.

Setiap harinya, kegiatan belajar mengajar kitab kuning dan pendidikan Al-Quran ditanamkan kepada santri. Bahkan hingga pelajaran bahasa Inggris. Santri juga diperbolehkan mengambil sekolah umum.

"Kapasitas pondok sekarang baru menampung maksimal 70 santri, karena terbatas. Sehingga tahun ini kami tidak bisa menerima 200-an santri karena tidak muat," pungkasnya. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara memeriahkan Lebaran Ketupat dengan Karnaval Pesta Syawalan (KPS) dilaksanakan Senin (04/8) pagi.?

Kegiatan yang diikuti 6 tim, 5 IPNU-IPPNU Ranting dan 1 Remaja Masjid start dari pendopo kecamatan Kalinyamatan dan finish gedung MWCNU Kalinyamatan.?

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)
Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat

Ahmad Alimul Hasan, ketua panitia menyatakan kegiatan bertujuan melestarikan budaya Islam di Indonesia. Disamping itu, Hasan menyampaikan sebagai wahana silaturrahim sesama Muslim, utamanya IPNU-IPPNU.?

“Momen ini menjadi wahana silaturrahim IPNU-IPPNU baik Ranting, PAC dan PC. Juga dengan sesama banom NU di kecamatan Kalinyamatan,” jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari silaturrahim tersebut kegiatan juga menjadi nuansa baru sekaligus hiburan positif baik untuk kader IPNU-IPPNU maupun khalayak luas.?

Ketua PAC IPNU Kalinyamatan, Rifqi Septian Prayogo menambahkan kegiatan untuk melestarikan program kerja. Rifqi menyebutkan sesuai dengan tema yang diusung Pelajar Hijau Peduli Palestina—pihaknya mengungkapkan hal tersebut sebagai bentuk kepedulian IPNU-IPPNU terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hal senada disampaikan Nur Faizin. Salah satu dewan juri tersebut menilai kegiatan menjadi menarik karena sesuai dengan kondisi kekinian.?

“Ini adalah bentuk kepedulian pelajar NU terhadap bencana yang terjadi di Palestina,” paparnya.?

Setelah proses penjurian yang diketuai Muhammad Khoironi memutuskan Juara I diraih PR IPNU-IPPNU Sendang dengan 7.445 disusul PR Kriyan dengan nilai 7.353 dan juara III PR Banyuputih dengan skor 7.155. Juara mendapat piala dan bingkisan dari panitia. (syaiful mustaqim/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah