Rabu, 27 Desember 2017

Agar Negara Tidak Bermain-main dengan Pajak

Para penyelenggara negara melakukan sesuatu yang membuat jengkel banyak orang, termasuk NU. Dunia perpajakan di Indonesia membuat jemu masyarakat banyak.

Bagaimana bisa? Dirjen Perpajakan memang sudah mengamalkan Pasal 23 UUD 1945 yang merupakan dasar hukum pemungutan pajak.

Agar Negara Tidak Bermain-main dengan Pajak (Sumber Gambar : Nu Online)
Agar Negara Tidak Bermain-main dengan Pajak (Sumber Gambar : Nu Online)

Agar Negara Tidak Bermain-main dengan Pajak

Pasal tersebut berbunyi “Segala pajak-pajak untuk kegunaan kas negara berdasarkan undang-undang.” Dirjen Pajak sampai kini terus memungut pajak dari wajib pajak yang ditentukan dalam undang-undang. Hanya saja hasil pungutan pajak tidak masuk sepenuhnya ke dalam kas negara. Penyebabnya tentu rupa-rupa, antara lain pengemplangan pajak oleh pengusaha menengah sampai kakap. Kebocoran ini membuat banyak orang susah tidur nyenyak.

Mengingat tetangga dan warga NU banyak yang mengigau sewaktu tidur, bahkan ada yang penyakit Asmanya kambuh karena kenyataan itu, PBNU memasukkan persoalan perpajakan dalam Munas-Konbes NU 2012, 14-18 September lalu di Pesantren Kempek, Cirebon.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam sidang khusus yang terbentuk dalam Komisi Bahtsul Masail Diniyah Alwaqi’iyah, permasalahan pajak dikupas serius oleh syuriah PWNU se-Indonesia. Pertanyaan ”Bagaimana hukum penerapan pajak di Indonesia?” mengapung di ruang sidang. Dua kelas pondok yang dibobol menjadi lorong panjang, sementara dijadikan ruang sidang oleh para kiai NU se-Indonesia.

Sementara bangku panjang jajaran ketua panitia sidang komisi, tepat berada di bawah sebuah banner bertuliskan ”Komisi Bahtsul Masa’il Diniyah Alwaqi’iyah, Munas-Konbes NU 2012, 14-18 September 2012, Pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon.” Di saat yang sama, empat baris kitab fikih masing-masing bertumpuk setinggi 1,3 meter di sisi kanan meja ketua komisi sidang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Usai membahas sejumlah persoalan, masalah perpajakan dibahas tepat pada pukul 11.00 Sabtu (15/9) siang. Sementara itu dua santri Pesantren Kempek membagikan minuman kaleng untuk menyegarkan peserta sidang dari sengatan matahari Cirebon. Selain panasnya bumi Cirebon, pajak adalah satu persoalan yang cukup menyita waktu dan keseriusan para peserta sidang. Karena persoalan pajak menyangkut kas negara yang menjadi urat nadi kehidupan semua warga.

Berdasarkan fikih, peserta sidang memutuskan bahwa pada dasarnya pajak adalah bukan merupakan kewajiban agama yang harus dibayar oleh semua orang Islam. Pajak sebagai satu sumber pendapatan negara, bisa dihapus sejauh negara mampu mengongkosi pengeluarannya sendiri.

Tetapi kalau negara sudah mengelola kekayaan alam dengan benar dan maksimal, sementara kas negara tetap tidak mampu mengongkosi dirinya, maka negara boleh mewajibkan pajak kepada semua rakyatnya yang mampu.

Bagaimana dengan rakyat miskin? Peserta sidang komisi mengharamkan negara memungut pajak dari mereka. Peserta sidang khawatir menarik syaraf ketersinggungan negara karena dianggap selain tidak mengurangi kesusahan orang miskin, justru membanduli punggung mereka dengan aneka pungutan.

Meskipun banyak penyelewangan dan pengemplangan pajak di sana-sini oleh konglomerat dan petugas pajak, peserta yang datang ke ruang sidang tetap memiliki kewarasan yang utuh walau tanpa tes kejiwaan sebelumnya. Peserta sidang tetap mewajibkan pemungutan pajak dari wajib pajak. Kiai NU tidak mau menutup satu pendaringan negara; pajak.

Di saat yang sama, para kiai NU yang mengikuti sidang mendesak pemangkasan korupsi dan kebocoran di kanan-kiri baik lewat pintu depan atau jendela belakang rumah pajak. Kalau negara masih bercanda dalam menyiangi penggelapan pajak dan tidak mengalirkannya untuk kesejahteraan rakyat, maka kewajiban rakyat untuk membukakan pintu bagi petugas pajak dipertimbangkan. (Alhafiz Kurniawan / Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Habib Umar bin Hafidz: Moderat Karakter Inti Ajaran Islam

Tarim, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Habib Umar bin Hafidz menegaskan, sikap moderat (wasathiyah) adalah karakter inti ajaran Islam yang merepresentasikan perilaku Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Hal ini ia sampaikan dalam acara bedah buku karyanya, al-Wasathiyyah fil Islam (Moderat dalam Perspektif Islam).

Habib Umar bin Hafidz: Moderat Karakter Inti Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Umar bin Hafidz: Moderat Karakter Inti Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Umar bin Hafidz: Moderat Karakter Inti Ajaran Islam

Diskusi bedah buku diselenggarakan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman cabang Hadhramaut di Auditorium Fakultas Syariah dan Hukum, Universtitas Al-Ahgaff Tarim, Hadhramaut, Yaman, Jumat (27/12).

Habib Umar mengutip surat al-Baqarah (143), “Dan demikianlah Kami (Tuhan) jadikan kalian umat yang ‘wasath’ (adil, tengah-tengah, terbaik) agar kalian menjadi saksi (syuhada’) bagi semua manusia, dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi (syahid) juga atas kalian.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam ayat tersebut umat Islam dipuji Tuhan sebagai golongan yang ‘wasath’ karena mereka tak terjerembab dalam dua titik ekstrem. Yang pertama, ekstremitas umat Kristen yang mengenal tradisi “rahbaniyyah” atau kehidupan kependetaan yang menolak keras dimensi jasad dalam kehidupan manusia serta pengkultusan terhadap utusan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang kedua adalah ekstremitas umat Yahudi yang melakukan distorsi atas Kitab Suci mereka serta melakukan pembunuhan atas sejumlah nabi. Habib Umar mengajak setiap Muslim untuk tidak berlaku tatharruf (ekstrem) dalam menjalankan ajaran agama.

“Ekstrimisme yang terjadi akhir-akhir ini terjadi karena konsep wasathiyah mulai terkikis,” terang pengasuh perguruan Darul Mushtafa ini di hadapan 500 pelajar.

Karenanya, tutur Habib Umar, sikap moderat harus menjelma di setiap dimensi kehidupan seorang muslim, baik dalam ranah akidah, pemikiran, etika, maupun  interaksi dengan orang lain.

Habib Umar menyebut Wali Songo sebagai contoh ideal yang berhasil menerapkan prinsip moderat dalam kegiatan dakwah menyebarkan Islam di Nusantara. “Dengan sikap moderat yang ditunjukkan Walisongo, Islam dapat diterima dengan baik di Indonesia,” ujar Habib Umar.

Boleh Ucapkan Selamat Natal

Dalam kesempatan itu, Habib Umar bin Hafidz juga menerima pertanyaan dari peserta diskusi soal hukum mengucapkan selamat (tahni’ah) Natal kepada umat Kristiani. Ia menjawab bahwa ucapan tersebut boleh selama tak disertai pengakuan (iqrar) terhadap hal-hal yang bertentangan dengan pokok akidah Islam, seperti klaim Isa anak Tuhan dan keikutsertaan dalam kemaksiatan.

Kebolehan ini, tutur Habib Umar, karena memuliakan para utusan Allah, termasuk Nabi Isa, adalah di antara hal yang pasti diakui dalam Islam (min dharuriyyati hadza ad-din).

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Al-Ahgaff Dr Muhammad Abdul Qadir al-Aydrus mengatakan, di tengah radikalisme yang marak dalam kehidupan beragama, makna moderasi perlu diulas kembali.

“Setiap orang mengaku dirinya menempuh jalan yang moderat, sehingga pengertian dari terma wasathiyah sendiri harus diperjelas,” ujar dosen jebolan Universitas Badhdad tersebut saat memberi sambutan.

Usai bedah buku, acara Departemen Pendidikan dan Dakwah PPI Hadhramaut ini juga meluncurkan buku berjudul “Janganlah Berbantah-bantahan yang Menyebabkan Kamu Menjadi Gentar dan Hilang Kekuatanmu”, sebuah terjemah atas karya Habib Umar berjudul “Wa La Tanaza’u Fatafsyalu wa Tadzhaba Riihukum”. (Abdul Muhith/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, Humor Islam, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 26 Desember 2017

India Desak Myanmar Pulangkan Rohingya dari Bangladesh

Dhaka, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menteri luar negeri India Sushma Swaraj mengatakan, Myanmar harus memulangkan Muslim Rohingya yang ia nilai sebagai krisis terbesar di Asia Tenggara dalam beberapa dasawarsa.

India Desak Myanmar Pulangkan Rohingya dari Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
India Desak Myanmar Pulangkan Rohingya dari Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

India Desak Myanmar Pulangkan Rohingya dari Bangladesh

Pesan tersebut diungkap pemerintah Bangladesh dalam sebuah pertemuan dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina yang memerintahkan penjaga perbatasan dan pemerintahannya mengiznkan ratusan ribu Muslim Rohingya melintasi perbatasan dan berlindung di kamp-kamp darurat di distrik pesisir Coxs Bazar.

Hampir 600.000 Muslim Rohingya telah meninggalkan Negara Bagian Rakhine, Myanmar, dan tiba di Bangladesh sejak 25 Agustus untuk menghindari apa yang PBB sebut sebagai pembersihan etnis oleh Myanmar.

"Myanmar harus memulangkan warga negara mereka... Ini adalah beban besar bagi Bangladesh. Berapa lama Bangladesh akan menanggungnya? Harus ada solusi permanen untuk krisis ini," jelas Swaraj seperti dilaporkan kantor berita Bangladesh dan dikutip AP.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri India dalam sebuah pertemuan dengan rekannya dari Bangladesh AH Mahmood Ali mengatakan negaranya mengkhawatirkan kekerasan tersebut.

"Kami telah mendesak agar situasi ditangani dengan menahan diri, mempertimbangkan kesejahteraan penduduk," katanya dalam sebuah pernyataan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, September lalu, Menteri Dalam Negeri India Rajnath Singh menyebut etnis Rohingya yang masuk ke India bukan sebagai pengungsi. Bahkan wacana mendeprotasi puluhan ribu Muslim Rohingya pun digulirkan.

(Baca: Dianggap Membahayakan, India Akan Deportasi 40 Ribu Muslim Rohingya) 

Singh menilai, tidak seorang pun dari komunitas Rohingya telah mengajukan suaka. Dengan demikian, India tidak akan melanggar hukum internasional bila nanti mendeportasi mereka. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ucapan Selamat Muktamar NU Warnai Sudut Kota Mataram

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Nuansa Muktamar ke-33 NU di Jombang yang kini tinggal menghitung hari, semakin terasa bagi warga NU di NTB. Ucapan selamat dan sejenisnya sudah terpasang di sudut-sudut kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Ucapan Selamat Muktamar NU Warnai Sudut Kota Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
Ucapan Selamat Muktamar NU Warnai Sudut Kota Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

Ucapan Selamat Muktamar NU Warnai Sudut Kota Mataram

Untuk menyebut salah satunya, persis seperti yang terpampang di pagar SMA Al-Maarif Kota Mataram jalan Pendidikan nomor 6 Kota Mataram. Ucapan selamat Muktamar NU datang dari IPNU NTB.

"Ini penting dipasang sebagai betuk dukungan dan semangat kami berorganisasi di NU walaupun agenda ini tempatnya di Jombang, tapi ini kegiatan nasional," kata Ketua IPNU NTB Syamsul Hadi, Rabu Siang (29/7) siang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Syamsul, dengan ucapan seperti ini, maka masyarakat umum akan tahu. Karena, tidak semua tercover oleh media tentang kegiatan tersebut.

"Pesan moral melalui spanduk, kami harapkan agar masyarakat umum tahu. Masak agenda nasional tapi gak ada yang tahu? Lewat inilah antara lain kegiatan Muktamar NU bisa tersosialisasikan," tutupnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Anggi Berharap Daiyah Fatayat Jadi Tempat Bertanya Masyarakat

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Anggia Ermarini berharap kepada peserta peningkatan kapasitas Mental Spiritual bagi Daiyah di Daerah Transmigrasi agar aktif berkeliling di daerah transmigrasi untuk memberikan informasi kepada masyarakat, baik soal agama atau yang lain.

Menurut Anggi, para daiyah adalah tempat bertanya bagi masyarakat tentang agama, urusan rumah tangga atau persoalan kehidupan keseharian lainnya.

Anggi Berharap Daiyah Fatayat Jadi Tempat Bertanya Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggi Berharap Daiyah Fatayat Jadi Tempat Bertanya Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggi Berharap Daiyah Fatayat Jadi Tempat Bertanya Masyarakat

“Ibu-ibu (daiyah) sekalian ini sangat penting perannya di masyarakat, sangat penting perannya di komuniats masing-masing,” kata Anggi di Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat  (BBPLM), Jakarta Timur, Selasa (17/10).

Untuk mempunyai peran tersebut, ia meminta kepada para daiyah untuk memanfaatkan waktu selama 4 hari ini supaya mendapat peningkatkan kapasitas keagamaan, bahkan kesehatan, perdagangan dan yang lainnya.

“Silakan nanti waktu yang lumayan panjang ini bisa dimaksimalkan sehingga bisa mengambil banyak ilmu dari pelatihan selama empat hari ini,” kata perempuan yang juga dosen Universitas Indonesia ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan peningkatan kapasitas ini sendiri dilaksanakan selama empat hari (16-20/10) dan diikuti 3 0 peserta terdiri atas Daiyah Fatayat NU se-Sumatera dan Indonesia Timur, Organisasi Masyarakat (Ormas), dan undangan.

Hadir pada kegiatan ini, Sekretaris Umum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua Bidang Dakwah PP Fatayat NU Hj Anisa Rahmawati, dan Dirjen Pembangunan Kawasan Transmigrasi (PKTrans) HM. Nurdin. (Husni Sahal/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Halaqoh, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PCNU Ngawi Safari Kaderisasi ke-19 Kecamatan

Ngawi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - PCNU Kabupaten Ngawi, Jawa Timur melakukan safari kaderisasi ke tiap Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) secara bergliran. Sampai akhir bulan ini, telah dilakukan di 7 MWCNU yakni: Kecamatan Paron, Geneng, Widodaren, Gerih, Ngawi Kota, Beringin, Karangjati. Safari tersebut akan terus berlangsung sampai genap di 19 MWCNU.

Kaderisasi melalui program Pelatihan Penggerak Kader Nahdlatul Ulama (PKPNU) tersebut, peserta mendapatkan beragam materi di antaranya ke-NU-an, Aswaja, strategi politik NU, strategi pengorganisasian masa dan lain lain. Dalam meningkatkan pemahaman, panitia memberikan pelayanan tim keintstrukturan.

PCNU Ngawi Safari Kaderisasi ke-19 Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Ngawi Safari Kaderisasi ke-19 Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Ngawi Safari Kaderisasi ke-19 Kecamatan

Menurut salah seorang pengurus PCNU Ngawi, Zain Zuhdi Sholeh, PKPNU tersebut paling baru dilakukan di MWCNU Mantingan. Di MWCNU tersebut, kegiatan diadakan di rumah seorang warga di Dusun Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Mantingan pada Sabtu, (26/27/3). “Alhamdulillah, peserta antusias. Pengurus MWCNU maupun Ranting cukup menggembirakan,” katanya seraya mengatakan PKPNU di MWCNU Mantingan diikuti sekitar 93 pengurus.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dosen Iinstitut Agama Islam Negeri (IAIN) Ngawi ini menambahkan, para peserta merupakan pengurus harian setingkat MWC dan Ranting. “Kami atas nama panitia sementara ini mewajibkan para pengurus saja agar setelah pelatihan dapat menjalankan mandat organisasi dengan sebaik-baiknya.”

Di tempat yang berbeda, Ketua PCNU Kabupaten Ngawi KH A. Ulinnuha Rozi mengatakan, dengan diadakanya PKPNU, bisa menghidupkan kembali beberapa kepengurusan yang telah vakum atau tidak efektif (pasif). “Dari penyelenggaraan yang sudah-sudah, alhamdulillah memberi dampak positif? bagi Pengurus MWC atau Ranting menjadi lebih aktif. Semoga kali ini juga begitu,” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PKPNU ini dapat memberikan pemahaman yang utuh dan menyeluruh sehingga melahirkan ukhuwwah. “Dan tentu para jebolan pelatihan bisa tumbuh ghirroh atau semangat menjadi pengurus MWC maupun Ranting,” harap kiai yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Mukhlisin atau Temulus Mantingan.

Alumnus Pondok Pesantren Sarang Rembang ini juga mengingatkan, agar selalu menguatkan simpul-simpul NU di tempatnya masing-masing, mulai kiai musholla, langgar, masjid beserta para jamaahnya. “Simpul-simpul NU masih terus lestari sampai sekarang tak lepas dari geliat para kiai yang kita kenal dengan sebutan kiai kampung tersebut. Dari kebiasaan tersebut melahirkan pemahaman, dari pemahaman itulah akan lahir pembelaan, NKRI”, pungkasnya. (Ali Makhrus/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah, Cerita, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

RSI Siti Hajar Sidoarjo Bekali Orang Tua Deteksi Tumbuh Kembang Anak

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 

Sekitar 102 orang terdiri dari remaja hingga orang tua di Kabupaten Sidoarjo mendapatkan edukasi seputar deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang anak. Mereka mendapatkan edukasi dari dokter spesialis anak dr. Moersintowarti dan dokter spesialis THT dr. Prijanti, di ruang Darun Naim lantai 3 Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Ahad (20/8).

 

RSI Siti Hajar Sidoarjo Bekali Orang Tua Deteksi Tumbuh Kembang Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Bekali Orang Tua Deteksi Tumbuh Kembang Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Bekali Orang Tua Deteksi Tumbuh Kembang Anak

Sebelum mendapatkan materi seputar deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang anak, para peserta diajak senam bersama dan diberikan contoh tata cara mencuci tangan yang baik. Dengan antusias, para peserta mengikuti dan menirukan gerakan tersebut.

 

Kepala marketing RSI Siti Hajar Sidoarjo, Riza Ahmadi Tohir mengatakan, seminar kesehatan yang bertajuk deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang anak ini untuk memberikan pemahaman kepada orang tua bagaimana merawat dan menjaga anaknya. Mengingat, selama ini masih ada orang tua yang belum mengetahui cara melakukan pendampingan kepada anaknya yang masih berusia balita hingga anak memasuki usia sekolah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Menurutnya, narasumber yang dihadirkan sangat profesional dan berkualitas di bidangnya. Disinggung terkait tumbuh kembang anak dan THT, Riza menjelaskan bahwa antara satu dan lainnya saling berkaitan. Karena tumbuh kembang juga berpengaruh dengan THT.

 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Semua dokter yang menjadi narasumber dari RSI Siti Hajar Sidoarjo. Sedangkan pesertanya masyarakat Sidoarjo dan sebagian sudah menjadi pasien dari dokter spesialis. Dengan adanya kegiatan ini kami berharap bisa mengedukasi masyarakat luas sekaligus mempromosikan Rumah Sakit Islam Siti Hajar bahwa saat ini sudah berkembang mulai dari segi pelayanan maupun segi spesialis," kata Riza.

 

Dokter spesialis anak, dr. Moersintowarti, menuturkan, tumbuh kembang anak yakni seorang anak yang ukuran dan kemampuannya bertambah. Untuk mengetahui tumbuh kembang anak yang optimal bisa dilihat dari fisis biologis seperti makanan, imunisasi. Imunisasi merupakan ikhtiar untuk mencegah penyakit. Anak juga perlu bermain dengan baik.

 

"Hal-hal penting dalam deteksi tumbuh kembang anak diantaranya memasang timbangan, mengukur tinggi badan dan lingkar kepala, menghitung umur anak dan lain sebagainya. Menciptakan rasa aman, nyaman, dilindungi, diperhatikan minatnya, keinginan, pendapat dan stimulasi juga sangat penting," ujar dr. Moersintowarti.

Salah satu peserta seminar kesehatan, Vivi Wahyuni (32) warga Kwadengan Sidoarjo mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Pihaknya mengakui bahwa sebelum mengikuti seminar banyak kebiasan yang salah dilakukan kepada anaknya. Seperti melarang anak untuk ini dan itu. Padahal menurut dokter, anak yang melakukan sesuatu hal itu merupakan reaksi dari proses pertumbuhannya dan tidak boleh dilarang, melainkan harus didampingi.

"Sekarang saya sudah tahu bagaimana melakukan pendampingan kepada anak. Ke depan akan saya rubah kebiasaan yang salah. Beberapa waktu lalu saya pernah melarang anak untuk main di luar rumah, karena saya khawatir terjadi apa-apa. Namun setelah mengikuti seminar ini, saya bertambah mengerti," aku ibu tiga anak itu. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah