Rabu, 06 Desember 2017

Satkornas Banser: Toleransi Beragama Jangan Tercederai

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Satkornas Banser) Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor menegaskan Indonesia adalah negara kesatuan yang berdasarkan Pancasila yang mengakui adanya perbedaan agama sehingga tidak boleh tercederai sebagaimana insiden terjadi di Kaburaga, Kabupaten Tolikara, Papua.

Berkaitan dengan insiden dimaksud, Kepala Satkornas Banser H Alfa Isnaeni melalui rilis diterima Senin (20/7) mengeluarkan delapan pernyataan.

Satkornas Banser: Toleransi Beragama Jangan Tercederai (Sumber Gambar : Nu Online)
Satkornas Banser: Toleransi Beragama Jangan Tercederai (Sumber Gambar : Nu Online)

Satkornas Banser: Toleransi Beragama Jangan Tercederai

1. Satkornas Banser, mengutuk dengan keras dan sungguh perbuatan yang dapat diindikasikan melanggar HAM, terhadap pelarangan melaksanakan ibadah sholat idul fitri, apalagi sampai terjadi pembakaran masjid.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

2. Terdapat indikasi indikasi memecah rasa persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama di tanah Papua, bahkan indikasi memecah belah rasa berbangsa dan bernegara.

3. Mendesak kepada pemerintah utamanya kepolisian untuk secepat-cepatnya mengusut secara tuntas kasus tersebut dengan sejujur-jujurnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

4. Meminta kepada para elit pemerintah dan elit negara untuk tidak menjadikan komoditas politik terhadap kasus tersebut, apalagi hanya dijadikan bahan kampanye dengan tujuan popularitas elit-elit tertentu.

5. Negara wajib meningkatkan kemampuan deteksi dini dan kewaspadaan dini agar hal-hal tersebut tidak terjadi lagi.

6. Meminta kepada tokoh dan pemangku kepentingan untuk tidak memasukkan agenda internasional yang terselubung di bumi Papua, guna memperoleh keuntungan pribadi atau kelompok.

7. Mengharap kepada tokoh agama apapun, khususnya di Papua untuk betul-betul menjadikan toleransi dan keberagaman menjadi perilaku yang nyata di tengah tengah masyarakat, bukan hanya sebagai "jargon" saja.

8. Khusus bagi anggota Banser, rapatkan barisan, tingkatkan kemampuan deteksi dini dan kewaspadaan dini, guna langkah antisipasi kasus serupa di sekeliling kita. Selanjutnya, sebagai bahan evaluasi program bantuan keamanan kepada umat agama lain, agar toleransi dan keanekaragaman yang kita kembangkan tidak tercederai.

Terpisah, Ketua PC GP Ansor Waykanan Lampung Gatot Arifianto menambahkan, tidak ada pelangi jika hanya ada satu warna, hijau, biru, merah, atau kuning semata.

"Perbedaan warna memang sudah digariskan. Jika tidak, apakah pelangi diciptakan dengan terpaksa oleh-Nya? Hal tersebut tentu mustahil, dan jangan diingkari, demikian pula perbedaan keyakinan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gus Dur jauh-jauh hari sudah mengingatkan, mayoritas harus melindungi minoritas," ujar penggiat Gusdurian di Lampung itu pula.

Insiden di Tolikara menurut pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu harus dilihat dari kacamata hukum. "Dengan demikian, bolehkah ada pembiaran atas tindakan anarkis di Bumi Bhineka Tunggal Ika ini?" ujarnya. (Tedy Heriyanto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ali Masykur: NU Tak hanya Punya Sarjana Agama

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) periode 2012-2012 telah dilantik oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sahal Mahfud  di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (24/4) malam. 

ISNU merupakan badan otonom NU termuda yang baru dikukuhkan dalam Muktamar ke-32 NU di Makassar 2010. Ketua Umum ISNU Ali Masykur Musa mengatakan, embrio ISNU sudah ada semenjak 19 November 1999 namun baru dikukuhkan pada Muktamar kepada 2010 dan pada awal tahun 2012 ISNU menyelenggarakan kongresnya yang pertama.

Ali Masykur: NU Tak hanya Punya Sarjana Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Masykur: NU Tak hanya Punya Sarjana Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ali Masykur: NU Tak hanya Punya Sarjana Agama

Dalam sambutannya usai pelantikan itu Ali Masykur mengatakan, para sarjana NU meliputi berbagai bidang seperti kesehatan, ekonomi, politik, hukum, sosial, dan bidang-bidang lain yang lebih spesifik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“NU tidak hanya punya sarjana agama. Banyak sarjana di berbagai bidang. Maka ISNU memanggil para sarjana NU untuk pulang, pulang dan pulang ke pangkuan NU,” katanya sembari menambahkan kepengurusan yang dipimpinya merupakan kabinet ‘empat kaki’ yang  merepresentasikan kaum ilmuan, birokrasi, pengusaha dan pekerja sosial di kalangan sarjana NU.

Menurutnya, kelahiran Nahdlatul Ulama yang berarti kebangkitan para ulama didahului dengan tiga kebangkitan yang ditandai dengan berdirinya tiga organisasi, yakni kebangkitan politisi yang tercermin dalam organisasi Nahdlatul Wathan, kebangkitan intelektual dalam Tashwirul Afkar dan kebangkitan ekonomi dalam Nahdlatut Tujjar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ali Masykur yang juga anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada malam pelantikan itu mengajak para sarjana NU yang bergelut di berbagai bidang untuk kembali merapat ke NU. “Kita bersama-sama membangun NU dan komunitas Nahdliyin, serta bersama-sama membangun bangsa,” katanya.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 05 Desember 2017

Mutawakkil: Doa Diperlukan agar Otak Kiri-Kanan Maksimal

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sukses pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tidak semata dari aspek jumlah kelulusan. Juga sangat ditentukan oleh kemudahan serta tidak ditemukannya praktik yang akan mencederai pelaksanaannya. Karena itu diperlukan tambahan wawasan serta spirit agar pelaksanaannya sesuai harapan.

Ribuan santri dan pelajar dari berbagai kota di Jawa Timur memadati Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Sabtu (6/4) kemarin. Mereka hadir dalam rangka berdoa demi suksesnya pelaksanaan UN tahun 2013.

Mutawakkil: Doa Diperlukan agar Otak Kiri-Kanan Maksimal (Sumber Gambar : Nu Online)
Mutawakkil: Doa Diperlukan agar Otak Kiri-Kanan Maksimal (Sumber Gambar : Nu Online)

Mutawakkil: Doa Diperlukan agar Otak Kiri-Kanan Maksimal

Kegiatan ini diselenggarakan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Timur. “Acara ini sebagai media untuk mengauatkan mental dan spriritual pelajar dalam menghadapi UN tahun ini,” kata Imam Fadlli, Ketua PW IPNU Jatim.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari beberapa tokoh di Jawa Timur. Tampak hadir H Saifullah Yusuf (Wakil Gubernur Jatim), KH Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah (Ketua PWNU Jatim) dan segenap jajaran SKPD Pemprov Jatim, dan ? Muspida jatim, termasuk Kepala Kemenag Jatim M Sudjak, MUI Jatim, dan pejabat dari Kepolisian Daerah Jatim.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Mutawakkil dalam pesannya mengatakan, doa bersama dilakukan agar otak kiri dan otak kanan berfungsi maksimal. "Dengan meminta pertolongan kepada Allah, insyaallah ujian nasional yang kalian ikuti lancar," ucapnya.

Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, mengingatkan siswa peserta doa bersama agar jangan menggunakan cara yang tak lazim, seperti meminta pertolongan secara ghaib, agar bisa mengikuti ujian dengan nilai baik.

"Doa bersama yang sebaiknya harus dilakukan," ujar Gus Ipul.

Para santri dan siswa mengikuti doa secara khusus yang dipimpin langsung olah Gus Taufiq yang juga Ketua RMI (Rabithah Maahid Islamiyah) Jawa Timur.?

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 berakhir pukul 10.30 ini terlaksana berkat kerjasama PW IPNU Jatim, Diknas Pemprov Jatim, dan JTV.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax, Pertandingan, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sekolah NU Dukung Indonesia Anti Narkoba 2015

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Nahdlatul Ulama mengadakan kegiatan penyuluhan anti Narkoba, Kamis (3/10) kemarin, bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang.

Sekolah NU Dukung Indonesia Anti Narkoba 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekolah NU Dukung Indonesia Anti Narkoba 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekolah NU Dukung Indonesia Anti Narkoba 2015

Bertempat di Aula Pondok Pesantren PPAI An-Nahdliyah Kepuharjo Karangploso Malang, kegiatan dihadiri Maryoto, Kepala BNN Kabupaten Malang Bidang Pencegahan Narkoba di Lingkungan Pemuda, bersama beberapa aktivis BNN Kabupaten Malang yang lain.

Dari pihak kepolisian, hadir Kepala Kepolisian Sektor Karangploso, Aiptu Kasmaji dan anggotanya Soneta. Di samping juga Kepala Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama serta para guru dari pihak madrasah yang hadir pada saat acara pembukaan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam Sambutannya, H Kholil, selaku Kepala Madrasah, menyambut baik terselenggaranya acara ini yang telah diusahakan oleh para pengurus Organisai Siswa Intra Madrasah (OSIM) MA Nahdlatul Ulama dan IPNU-IPPNU MTs Nahdlatul Ulama. Ia yakin bahwa para siswa di lingkungan MTs dan MA NU sampai saat ini tidak bersentuhan dengan Narkoba.

“Saya yakin dan berharap agar murid-murid kami ini bersih dari pengaruh Narkotika dan obat terlarang yang lain,” ungkapnya, disambut tepuk tangan para siswa yang hadir.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam acara ini, para siswa diberi pengetahuan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan berbagai jenis Narkoba. Serta dijelaskan bagaimana dampaknya jika semua itu disalahgunakan.

Selain dari pada itu, para pemateri dari BNN memberikan pengetahuan pada para siswa bahwa pada dasarnya, ada beberapa jenis narkoba yang bisa bermanfaat baik bagi manusia. Tentunya jika penggunaannya benar.

“Dalam penyuluhan ini, kami dijelaskan juga bahwa beberapa jenis narkotika bisa bermanfaat jika memang digunakan dalam kebaikan. Seperti obat bius dalam dunia kedokteran digunakan dalam operasi pembedahan,” kata dani Roziqin, salah seorang Panitia.

Kegiatan yang bertemakan “Creativity no Limit to Drugs: untuk Indonesia Bebas Narkoba 2015” ini berlangsung sampai hari Senin, 7 Oktober 2013 besok. Selain kegiatan indoor, juga ada beberapa kegiatan berupa aksi simpatik turun ke jalan dalam rangka kampanye anti narkoba. (Akhmad Nurkholis/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menpera Kagumi Spirit Kemandirian Pesantren

Pamekasan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Republik Indonesia H Ir Dian Faridz menyatakan salut atas spirit kemandirian yang tertanam kuat dalam kehidupan pesantren. Menurutnya, salah satu kelemahan generasi muda saat ini ialah terletak pada semangat kemandirian tersebut.

Menpera Kagumi Spirit Kemandirian Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpera Kagumi Spirit Kemandirian Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpera Kagumi Spirit Kemandirian Pesantren

Ia menyampakan hal itu saat mengunjungi Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (18/01). Dalam lawatannya tersebut, Faridz menghadiri maulid nabi Muhammad SAW dan milad ke-45 Pondok Pesantren Bustanul Ulum di Tagangser Laok, Kecamatan Waru, Pamekasan.

"Dan harus diakui, pesantren mempunyai peran besar dalam menguatkan spirit kemandirian di tubuh bangsa ini. Dari pesantren lah generasi bangsa yang sangat tangguh bermunculan," akunya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ditegaskan, spirit kemandirian tersebut diharapkan tetap lestari. Jangan sampai ganasnya era globalisasi justru memasungnya. "Dan kami berkeyakinan, selagi langkah kiai tetap mengetengahkan nilai keislaman, ganasnya globalisasi tidak akan mampu menggerus nilai-nilai mulia kepesantrenan," terangnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Karena pesantren mempunyai peran vital dalam membangun negeri ini, pihaknya menyatakan tidak akan mengabaikan keberadaannya. Tentu dengan memperhatikan perkembangan pesantren melalui program pemerintah yang pro-rakyat. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Sholeh Qosim Paparkan Fadhilah Bersedekah sebelum Ramadhan

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dan dijalankan oleh setiap Muslim, terutama warga Nahdliyin dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Meski amal ibadah sebelum Ramadhan itu tidak diwajibkan, akan tetapi fadilah dan nilai ibadahnya sungguh luar biasa.

KH Sholeh Qosim Paparkan Fadhilah Bersedekah sebelum Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Sholeh Qosim Paparkan Fadhilah Bersedekah sebelum Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Sholeh Qosim Paparkan Fadhilah Bersedekah sebelum Ramadhan

Wakil Katib Syuriah PCNU Sidoarjo KH Sholeh Qosim saat ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah dikediamannya, Rabu (3/6) terkait amalan menjelang bulan suci Ramadhan, dirinya menyampaikan, bahwa Nabi Muhammad SAW kalau bersedekah diberikan menjelang Ramadhan. Karena menyedekahkan menjelang Ramadhan lebih bermanfaat.

"Budaya Nabi Muhammad SAW menyambut bulan Suci Ramadhan, disamping berpuasa Syaban, silaturahmi dan bersedekah, Nabi selalu membebaskan orang yang mempunyai hutang. Sehingga ketika orang tersebut menjalankan ibadah puasa Ramadhan, tidak terganggu, bisa kosentrasi dan khusyuk," ucapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan menyedekahkan makanan, pakaian yang diberikan menjelang Ramadhan, kata Kiai Sholeh, fadhilahnya 700 lipat. Yang lebih penting lagi, datang ke guru dan ulama meminta doa supaya lebih mantap dan berkah. Nilainya sangat positif, dan harus dibudayakan lagi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sehingga rukun Islam yang ke 4 itu menjadi fokus ketika orang melakukan ibadah. Berbeda kalau diberikan menjelang Idul Fitri. Sebab kalau diberikan sebelum Ramadhan, pahalanya 700 tingkat, sedangkan setelah Ramadhan pahalanya 1 derajat/tingkat," tandasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi

Bojonegoro, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Walisongo Sumberrejo, Bojonegoro, Jawa Timur,? Jumat (2/5) pagi, mendadak dihebohkan oleh kedatangan puluhan polisi, pramugari, sinden, guru, pilot, dokter, suster. Ada pula puluhan atlet, mulai dari jago silat hingga pemain sepakbola.

Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Anak-anak MINU Walisongo Perankan Aneka Profesi

“Saya kaget, kok di MINU banyak polisi, perawat, polwan. Mereka cantik-cantik dan ganteng-ganteng pula,” kata Sri Wahyuni, salah satu walisiswa taman kanak-kanak yang pagi itu mengantarkan putranya bersekolah.

Ternyata yang berpakaian aneka macam profesi tersebut adalah siswa-siswi MINU Walisongo yang merepresentasikan masa depan mereka. Dalam rangka hari pendidikan nasional (Hardiknas) 2014 seluruh siswa-siswi MINU Walisongo memang disarankan mengenakan busana cita-cita mereka ketika kelak dewasa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Maka tidak heran suasana pagi di lembaga yang satu atap dengan TK Muslimat NU 28 Sumberrejo tersebut riuh oleh suara anak-anak yang akan berpawai.

“Saya senang sekali memakai busana tentara ini, jadi gagah seperti ayah,” kelakar Rafli siswa kelas 1 Unggulan (kelas Bonang).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Semua berebut mengikuti upacara bendera yang dilaksanakan madrasah yang berlokasi di Desa Sumuragung tersebut. Banyak juga pengguna jalan serta bapak-ibu walisiswa menyempatkan diri untuk sekedar bersalaman atau foto bersama para bocah mungil itu.

Selain upacara bendera dan “narsisme” busana, peringatan Hardiknas di MINU Walisongo juga diisi dengan lomba merangkai puisi kepada dewan guru. Kegiatan dilanjutkan dengan pawai ta’aruf. Hal ini diadakan guna mengingatkan masyarakat akan pentingnya peran serta pendidikan bagi generasi mendatang.

“Kami masih banyak menemui anak usia sekolah namun sudah bekerja. Semoga orang-orang yang memperkerjakannya dengan menyaksikan pawai pendidikan kami ini tergugah, bahwa masa depan anak-anak itu jauh lebih penting daripada laba yang mereka dapat,” pinta Mariyanto, kepala madrasah di bawah naulang LP Ma’arif NU Bojonegoro ini yang juga anggota PPK Sumberrejo tersebut. (Satria Amilina/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah