Selasa, 21 November 2017

Jalin Silaturrahim, Ribuan Alumni MI Maarif Kedensari Ikuti Jalan Sehat

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ribuan alumni Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maarif NU Kedensari, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur mengikuti jalan sehat yang digelar oleh pihak sekolah di halaman sekolah, Sabtu (6/8). Dengan antusias, para Nahdliyin ini berkeliling melewati rute yang telah ditentukan oleh panitia acara untuk merebutkan hadiah dengan total hadiah Rp10 juta.

Jalin Silaturrahim, Ribuan Alumni MI Maarif Kedensari Ikuti Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalin Silaturrahim, Ribuan Alumni MI Maarif Kedensari Ikuti Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalin Silaturrahim, Ribuan Alumni MI Maarif Kedensari Ikuti Jalan Sehat

Diiringi musik patrol "Bongso Awas Lupa Urusan Sholat" atau yang biasa dikenal dengan "Bongso Alus", sekitar 2 ribu orang mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua penuh semangat mengikuti kegiatan ini.

Panitia acara jalan sehat, Faris Yunanto mengatakan, selain untuk memperingati Harlah ke-50 MI Maarif Kedensari tahun dan reuni akbar, jalan sehat ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahim antar alumnus mulai tahun 1973 hingga 2010 yang telah lama putus. Diharapkan, setelah mengikuti acara tersebut, persaudaraan alumni MI Maarif Kedensari tetap terjalin.

"Selain diikuti alumni, jalan sehat ini juga diikuti adik-adik yang masih belajar di sekolah ini. Jalan sehat merupakan rasa syukur dari yayasan atas berdirinya MI yang sudah mencapai usia 50 tahun sekaligus temu kangen. Kami berharap dengan adanya acara ini, ukhuwah Islamiyah dan jalinan persahabatan bisa tersambung kembali," harap Faris.

Ia menambahkan, selain acara jalan sehat, panitia juga mengadakan pengajian umum yang akan disampaikan oleh Kapten CPM, KH Ali Imron dari Mojokerto, Jawa Timur pada Sabtu (6/8) malam. (Moh Kholidun/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terpilih Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini Mundur dari PKB

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. H. Helmy Faisal Zaini menyatakan mundur dari Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa setelah terpilih menjadi Sekretaris Jenderal PBNU. Hal itu dinyatakannya pada konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu sore (22/8).

Terpilih Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini Mundur dari PKB (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpilih Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini Mundur dari PKB (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpilih Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini Mundur dari PKB

“Yang pertama, mulai hari, saya mengundurkan diri dari fraksi. Total jadi petugas ulama,” katanya saat mendampingi Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Efffendi Yusuf mengumumkan susunan pengurus PBNU 2015-2020.

Sementara sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari PKB, lanjut dia, akan tetap diteruskan. Hal itu karena, menurut dia, akan menjadi nilai plus untuk bersinergi dengan wakil-wakil NU di parlemen.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Jelas, mulai hari ini berakhirnya di partai. Mulai membangun loyalitas NU,” tegasnya. ?

Menurutnya, ia memilih mundur karena karena tidak mungkin bisa membagi kesibukan antara menjadi Ketua Fraksi dan Sekjen NU. Pilihannya ini akan diserahkan kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. “Saya akan lebih banyak waktu di NU. Saya akan menyatakan nonaktif di PKB.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Said Aqil Siroj menjelaskan, tidak ada larangan seorang politisi menjadi pengurus PBNU. Beberapa pengurus PBNU sebelumnya juga mengakomodir politisi. Tapi karena politisi NU beragam partai, maka yang diakomodir pun beberapa partai.

“Pak Slamet (Wakil Ketua Umum PBNU) juga bukan PKB, Pak Nusron Wahid (Kepala BNP2TKI) juga bukan PKB. Jadi, apa yang telah dihasilkan formatur, sudah melalui kajian renungan yang benar dan tepat,” jelasnya.? ?

Awak media kemudian menanyakan bagaimana menjaga jarak antara kepentingan seorang pengurus NU yang menjadi politis. Kiai Said yakin, jajarannya akan bisa menjaga jarak karena NU bukan politik praktis, melainkan menjalankan asiyasatul ulya, politik kebangsaan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PCNU Bojonegoro Sosialisasi Ziarah Islam Nusantara

Bojonegoro, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam acara silaturrahim dan buka puasa bersama PCNU, Lembaga, Lajnah dan badan otonom di gedung lantai dua kantor setempat, Ahad (12/7) lalu. Pengurus NU Cabang Bojonegoro memberikan sosialisasi Ziaroh Islam Nusantara (ZIN).

Sebelumnya Rais Syuriyah PCNU Bojonegoro, Maimun Syafii memberikan ceramah dan mengingatkan pengurus yang hadir, tentang ibadah serta berkhitmat pada NU. Selain itu, menjalin ukhuwah Islamiyah itu sangat penting.

PCNU Bojonegoro Sosialisasi Ziarah Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bojonegoro Sosialisasi Ziarah Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bojonegoro Sosialisasi Ziarah Islam Nusantara

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Bojonegoro, Cholid Ubed sedikit memberikan pengetahuan tentang kegiatan Muktamar NU di Jombang mendatang. Namun ia menerangkan bahwa  kegiatan yang pertama dan bermanfaat bagi NU, yakni sosialisasi ZIN.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"ZIN ini baru dibuka kegiatan ziarah. PCNU, MWC NU dan Ranting hendaknya memberikan informasi saja. Yang mau ziarah, PCNU menyiapkan bus," ujarnya.

Mantan ketua ISNU Bojonegoro itu juga memastikan, fasilitas ziarah harganya dibawa rata-rata. Bagi MWCNU yang mau menyosialisasikan ZIN ke para jamaah akan mendapat imbalan Rp 600 ribu setiap bus.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tetapi jika tidak merespon, maka tim PCNU akan terjun langsung sendiri ke ranting-ranting. "Jangan sampai NU yang mengadakan kegiatan, tapi pihak lain yang untung. Sehingga dengan adanya ini, semua pengurus NU dapat memperoleh berkahnya," imbuhnya.

Selain itu rencananya setelah ramadan nanti, PCNU Bojonegoro juga akan meluncurkan Baitul Mal Watanmil (BMT). Ia berharap kedepannya setiap MWCNU akan mempunyai BMT.

Dalam acara tersebut juga diberikan pengetahuan, sikap NU terkait penentuan idul fitri. Tetapi intinya NU akan menunggu hasil rukyat Lajnah Falakiyah PBNU dan Pemenrintah meskipun Muhammadiyah sudah memastikan hari Raya Idul Fitri 17 Juli. (M Yazid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ramadhan, Laboratorium Pendidikan Karakter

Oleh A Muchlishon Rochmat

Sudah sepekan lebih kita malaksanakan ibadah puasa Ramadhan tahun 1438 H. Kedatangan bulan Ramadhan disambut gegap-gempita oleh kaum Muslimin di seluruh dunia, bahkan yang non-Muslim ikut merasakan berkahnya Ramadhan. Di bulan suci Ramadhan ini, umat Muslim melaksanakan ibadah tahunan (annual worship) yaitu puasa (shiyam) Ramadhan selama satu bulan penuh.

Ramadhan, Laboratorium Pendidikan Karakter (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Laboratorium Pendidikan Karakter (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Laboratorium Pendidikan Karakter

Secara harfiah puasa atau shiyam memiliki makna menahan diri dari segala hal meskipun sebelumnya dihalalkan. Puasa bukan hanya melulu urusan makan, minum, dan berhubungan badan, tetapi kita bisa menarik makna puasa kepada dimensi yang lebih luas seperti menahan diri dari kerakusan harta benda, menahan diri dari yang bukan hak kita dan menahan diri dari sikap mementingkan diri sendiri.

Ramadhan merupakan bulan yang sangat unik. Bagaimana tidak? Hanya dalam satu bulan, kemapanan tatanan sosial yang berjalan selama sebelas bulan sebelumnya bisa berubah total. Di bulan-bulan lainnya kita bisa makan sesuka kita, minum sesuka kita dan berhubungan–tentunya dengan istri yang sah–sesuka kita, kapanpun. Tetapi dengan kedatangan Ramadhan, semua itu berubah. Setiap Muslim berlomba-lomba untuk lebih giat beribadah kepada-Nya. Ibarat sebuah penjualan, bulan Ramadhan menawarkan bonus dan door prize yang begitu besarnya sehingga kaum Muslimin tak ingin melewatkan itu semua dengan sia-sia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ramadhan merupakan mashdar (infinitive) yang berasal dari kata ramidha-yarmadhu yang secara literal bermakna membakar, menyengat karena terik dan panas sekali. Memang pada saat bulan Ramadhan, cuaca di wilayah Arab begitu panasnya sehingga mampu membakar sesuatu yang kering. Dengan diwajibkannya puasa Ramadhan sejak tahun Ke-2 Hijriyah, Ramadhan ditetapkan sebagai bulan pembakar dosa, pembakar syahwat dan pembakar sifat-sifat buruk. Ramadhan ibarat kawah candradimuka atau laboratorium pendidikan karakter setiap kaum Muslimin di seluruh dunia.

Selama bulan Ramadhan ini, kaum Mukminin digembleng baik fisik dan mentalnya untuk menjadi pribadi lebih baik dan bertakwa, sebagaimana firman Allah dalam Ssurat Al-Baqarah ayat 183. Ibadah puasa sangat berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya, karena ibadah puasa adalah ibadah hamba langsung kepada Rabb-nya. Hanya dia dan Allah yang mengetahui. Maka dari itu, sangat wajar kalau bulan Ramadhan menjadi laboratorium pendidikan mental karena puasa mengajarkan orang berpuasa untuk jujur, kuat, dan memiliki integritas tinggi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ada beberapa nilai yang bisa digali dalam pelaksanaan ibadah puasa. Pertama, puasa senantiasa mengajari kita untuk menahan dan mengendalikan diri. Dengan berpuasa kita dilarang untuk makan meskipun terasa lapar, kita dilarang minum meskipun terasa haus dan dilarang berhubungan berhungunan badan suami-istri meski terasa ada hasrat. Selain mengendalikan diri dari hal-hal yang bersifat fisik, puasa juga mengajari kita untuk mengendalikan emosi dan psikis kita seperti mengendalikan diri dari korupsi, berbohong, dan dari sifat-sifat buruk. Kalau seandainya puasa para pejabat kita berkualitas dan sesuai dengan ajaran agama, maka tidak akan ada lagi korupsi, gratifikasi, dan suap-menyuap.

Kedua, puasa mengajari kita untuk peduli akan sesama (sense of responsibility). Ibadah puasa merupakan ibadah yang memiliki nilai sosial paling tinggi. Di dalam praktiknya, kita diminta untuk berlapar-laparan dan berhaus-hausan agar kita merasakan langsung penderitaan saudara-saudara Muslim kita yang kurang mampu. Hanya dengan mengalami dan merasakan langsung jiwa sosial dan kepekaan kita terhadap sesama akan muncul dan terasah. Puasa mengajari kita untuk saling berbagi dan memberi kepada saudara yang kekurangan. Tidak ada ibadah yang memiliki nilai sosial melebihi ibadah puasa. Maka patut dipertanyakan kalau seandainya ada orang yang berpuasa sebulan penuh dan ia masih saja acuh terhadap keadaan sekitarnya yang memprihatinkan.

Ketiga, puasa melatih kita untuk mempererat dan memperkokoh senasib, mencintai, dan menyayangi sesama Muslim lainnya. Saat puasa Ramadhan tiba, banyak kelompok, komunitas, organisasi dan LSM yang menggelar sahur on the road dan buka puasa bersama di masjid-masjid, rumah-rumah dan kantor-kantor. Padahal peserta yang hadir sahur dan buka tersebut tidaklah saling kenal, tetapi karena adanya ibadah puasa mereka disatukan dan dipererat dalam sebuah jalinan tersebut.

Sekali lagi bahwa puasa Ramadhan itu unik, ia mampu memutar 360% kemapanan sosial yang sudah berlangsung selama sebelas bulan sebelumnya. Sudah seyogianya kita mengisi bulan Ramadhan tahun ini dengan hal-hal yang bermanfaat dan memberi manfaat kepada yang lainnya, karena tidak ada laboratorium pendidikan karakter sebaik dan secanggih bulan Ramadhan ini.

*) Penulis adalah Jurnalis Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Wasekjen MPII PusatDari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 20 November 2017

Bupati Jemput Jamaah Haji di Bandara

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bupati Brebes, Jawa Tengah, Hj Idza Priyanti menjemput jamaah haji asal daerahnya di Debarkasi Adi Sumarmo Solo, Jumat (25/10). Sebanyak 859 jamaah haji tahun 1434 Hijriyah asal Kabupaten Brebes pulang dengan selamat.

Prestasi ini membuat kegembiraan tersendiri tidak hanya bagi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), juga seluruh keluarga jamaah dan warga masyarakat Kabupaten Brebes.

Bupati Jemput Jamaah Haji di Bandara (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Jemput Jamaah Haji di Bandara (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Jemput Jamaah Haji di Bandara

Alhamdulillah, kami sangat bangga dan lega karena seluruh jamaah haji Brebes pulang dengan selamat,” ucap Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sengaja Saya datang ke Solo, sebagai menjemput para tamu-tamu Allah SWT asal Brebes,” tambahnya.

Dia didampingi Sekda Brebes H Emasthoni Ezam, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI dan jajarannya, Kabag Kesra Setda Brebes Syaeful Islam dan lain-lain.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepala Kantor Kemenag Drs H Imam Hidayat MPdI yang juga Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menjelaskan, jamaah haji Kab Brebes pulang sesuai jadwal yang telah ditetapkan secara bergelombang. Untuk kloter 12 dengan jumlah jamaah 349 akan tiba di Debarkasi Adi Sumarmo Solo pada Jumat 25 Oktober pukul 10.31 WIB. Sedangkan tiba di Brebes diperkirakan pukul 19.30 WIB pada hari yang sama.

Untuk kloter 13 dengan jamaah haji 368 tiba di Debarkasi Solo Jumat 25 Oktober pukul 20.31 WIB dan sampai di Brebes pada hari Sabtu pukul 04.00 WIB. Sedangkan untuk kloter 14 dengan jumlah jamaah haji 142 tiba di debarkasi Solo Jumat pukul 23.18 WIB dan sampai di Brebes pukul 07.00 WIB.

Menurut Imam, tahun ini tergolong sukses karena tidak ada kejadian yang berarti dalam artian pihak jamaah dan keluarganya tidak ada yang dirugikan. Baik dari pemberangkatan hingga kembali ke Brebes. Termasuk para keluarga Jamaah penjemput juga tidak ada yang datang ke Solo. Mereka dengan tertib menunggu di di Islamic Center Brebes.

Begitupun dengan pihak keamanan dari unsur Polri, TNI dan Satpol PP telah sigap mengamankan jalannya proses pemberangkatan hingga kepulangan jamaah haji Brebes. “Tidak terjadi desak-desakan maupun pencopetan karena atas jasa dan kerja sama seluruh amanat,” pungkasnya. (Wasdiun/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hati-hati dalam Mengirim dan Menanggapi Berita!

Sumedang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat H Sadulloh mengimbau kepada warga NU untuk selalu berhati-hati dalam mengirim dan menanggapi berita.

Hati-hati dalam Mengirim dan Menanggapi Berita! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hati-hati dalam Mengirim dan Menanggapi Berita! (Sumber Gambar : Nu Online)

Hati-hati dalam Mengirim dan Menanggapi Berita!

Ia mengatakan, kalau datang sebuah berita atau informasi, apalagi berita tersebut disampaikan oleh orang fasik, maka periksalah dengan teliti kebenaran berita tersebut. Lakukanlah konfirmasi (tabayun) untuk mengecek kebenarannya.

“Jangan sampai ada berita baru yang datang kepada kita, terus tanpa konfirmasi apa pun kita menyebarkannya. Kalau isi berita tersebut benar itu tidak jadi masalah, tapi kalau berita tersebut itu salah (hoax) maka akan muncul fitnah yang dilakukan secara berjamaah,” ujar Sa’dullah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menyampaikan hal itu dalam sesi maidhah hasanah dalam acara Lailatul Ijtima’ Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tanjungkerta di Gedung Dakwah NU Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (20/1) malam. Kegiatan dihadiri Nahdliyin dan segenap pengurus NU setempat.

“Semoga warga NU khususnya di daerah Kecamatan Tanjungkerta bisa terhindar dari berita-berita fitnah,” ujar Sadulloh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Tanjungkerta Masrur Jaelani mengatakan, Lailatul Ijtima’ kali ini diisi pembacaan barjanzi, mauidhah hasanah, dan pembacaan risalah manaqib Syeikh Abdul Qodir al-Jilani. Pembacaan risalah manaqib dipimpin oleh ketua Majelis Nurul Burhan Asep Munawar.

Masrur Jaelani juga mengatakan, ke depan agenda Lailaitul Ijtima’ yang bertempat di Gedung Dakwah NU Tanjungkerta akan dilaksanakan setiap Jumat Kliwon. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemerintah Resmi Keluarkan Perpres Pendirian Universitas Islam Indonesia Internasional

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Setelah melalui proses panjang, untuk mendirikan Universitas Islam Indonesia Internasional (UIII), Presiden Joko Widodo pada tanggal 29 Juni 2016 telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia.

Dikutip dari laman setkab.go.id, pendirian perguruan tinggi bertaraf internasional tersebut merupakan upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat peradaban Islam di dunia dan mengenalkannya kepada dunia internasional melalui jalur dan jenjang pendidikan tinggi yang memenuhi standar internasional.

Pemerintah Resmi Keluarkan Perpres Pendirian Universitas Islam Indonesia Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Resmi Keluarkan Perpres Pendirian Universitas Islam Indonesia Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Resmi Keluarkan Perpres Pendirian Universitas Islam Indonesia Internasional

“UIII merupakan perguruan tinggi yang berstandar internasional dan menjadi model pendidikan tinggi Islam terkemuka dalam pengkajian keIslaman strategis yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Agama,” bunyi Pasal 1 ayat (2) Perpres tersebut.

Menurut Perpres tersebut, UIII dikelola sebagai perguruan tinggi negeri badan hukum, dan pembinaannya dilakukan secara teknis akademis oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama dan kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pendidikan Tinggi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara dalam mewujudkan perguruan tinggi yang berstandar internasional sebagaimana dimaksud dan dalam diplomasi luar negeri, difasilitasi oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hubungan luar negeri.

Perpres itu juga menegaskan, UIII mempunyai tugas utama menyelenggarakan program magister dan doktor bidang studi ilmu agama Islam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain menyelenggarakan program pendidikan tinggi ilmu agama Islam sebagaimana dimaksud, menurut Perpres ini, UIII dapat menyelenggarakan program magister dan doktor bidang studi ilmu-ilmu sosial dan humaniora serta sains dan teknologi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Adapun pendanaan penyelenggaraan UIII, menurut Perpres ini, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Non Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum.

Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan dan pengelolaan UIII, menurut Perpres ini, diatur dengan peraturan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Agama dan peraturan menteri lain/pimpinan lembaga pemerintah non kementerian yang terkait sesuai dengan kewenangannya.

“Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 5 Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2016 yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada tanggal 29 Juni 2016 itu. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah