Kamis, 28 September 2017

Menkaer Hanif Dorong ASEAN Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Singapura, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pemerintah Indonesia mendukung komitmen negara-negara ASEAN meningkatkan kerjasama dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Menkaer Hanif Dorong ASEAN Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Menkaer Hanif Dorong ASEAN Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Menkaer Hanif Dorong ASEAN Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

"Setiap pekerja berhak atas lingkungan kerja yang aman dan sehat. Indonesia mendorong dan setuju adanya peningkatan komitmen dan kerja sama antar negara ASEAN dalam peningkatan K3 demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Menteri Ketenagakerjaan RI, M. Hanif Dhakiri di Singapura, Ahad (3/9), saat menyampaikan sambutan Pertemuan Menteri-Menteri Tenaga Kerja pada Kongres Dunia ke-21 tentang K3. 

Pertemuan yang berlangsung 3-8 September 2017 tersebut juga menghasilkan kesepakatan bersama para Menteri Ketenagakerjaan negara-negara ASEAN dalam upaya peningkatan K3.

Komitmen para anggota ASEAN tak hanya pada peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja untuk pekerja lokalnya saja, namuan juga untuk para pekerja migran. ASEAN harus berperan sebagai motivator untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, lebih produktif serta pekerjaan yang layak bagi semua.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Komitmen tersebut, lanjut Menteri Hanif, harus menjadi landasan yang kuat dalam mendukung tujuan Masyarakat Sosio-Kultural ASEAN untuk  mengangkat kualitas hidup masyarakat dengan menempatkan kesejahteraan pekerja  sebagai prioritasnya. 

Komitmen tersebut sejalan dengan apa yang ditetapkan dalam Agenda Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2030 dan sejalan dengan Visi Sosio-Kultural Masyarakat ASEAN pada 2025 tentang  masyarakat ASEAN yang inklusif, berkelanjutan, tangguh, dan dinamis.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada kesempatan tersebut, Menteri Hanif juga menyampaikan apa yang telah dilakukan Indonesia dalam peningkatan K3. Salah satunya dengan mengevaluasi pelaksanaan K3 di perusahaan tiap tahun. Pemerintah juga memberikan penghargaan kepada perusahaan yang berkomitmen K3 bagi pekerjanya. Termasuk pada sektor informal dan maritim. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

454 Mahasiswa KKN Uninsu Jepara Resmi Ditarik

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam NU (Unisnu) tahun akademik 2015/2016 telah usai. Secara resmi pada Selasa (23/2) semua peserta ditarik oleh Rektor di pendopo kabupaten Jepara.?

454 Mahasiswa KKN Uninsu Jepara Resmi Ditarik (Sumber Gambar : Nu Online)
454 Mahasiswa KKN Uninsu Jepara Resmi Ditarik (Sumber Gambar : Nu Online)

454 Mahasiswa KKN Uninsu Jepara Resmi Ditarik

Meski diguyur hujan deras, tak membuat surut niat mahasiswa peserta KKN angkatan III ini untuk hadir. Sebanyak 454 mahasiswa dari 4 fakultas yaitu Fakultas Dakwah dan Komunikasi; Fakultas Syariah dan Hukum; Fakultas Tarbiyah dan Keguruan; dan Fakultas Sains dan Teknologi, didampingi ? 49 orang dosen pembimbing lapangan (DPL) akan kembali melaksanakan aktivitas seperti biasa di kampus.

Enam kecamatan menjadi objek kegiatan KKN Unisnu selama ? 40 hari. Untuk daerah Jepara, lokasi KKN meliputi Kecamatan Batealit, Pakisaji dan Kedung. Sedangkan di Demak berlokasi di kecamatan Mijen, Kabupaten Kudus berlokasi di kecamatan Dawe dan Kabupaten Pati di kecamatan Juwana. Mereka disebar ke 49 desa. Mulai tahun ini Unisnu berencana akan terus menerjunkan peserta KKN ke luar daerah di Jepara.

Hadir dalam kesempatan Sekda Jepara Sholih, Wakil Rektor II Drs H Hendro Martojo, MM, ketua Yaptinu KH Ali Irfan Muhtar serta segenap jajaran Dekanat, Muspika terkait dan tamu undangan. Turut hadir juga beberapa anggota masyarakat yang berhak menerima piagam pelatihan yang telah digelar oleh mahasiswa KKN.

Wakil Rektor II Drs H Martojo dalam sambutannya mengaku bangga dengan hasil yang telah diwujudkan para mahasiswa KKN. Unisnu berkomitmen memberi bekal kepada mahasiswa bukan sekadar ilmu akademik, kecerdasan, dan keterampilan guna membentuk mahasiswa menjadi insan yang berpendidikan, melainkan juga program pengabdian masyarakat agar lebih peduli kepada masyarakat sekitarnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ini adalah salah satu bentuk implementasi MoU dengan para kepala daerah, bahkan beberapa kabupaten lainnya sudah meminta untuk di tempati KKN Unisnu,” ungkapnya.

Ide inovatif

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Sekda Jepara Sholih dalam sambutannya mengharapkan mahasiswa mempunyai kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah didapat secara langsung, sehingga berbagai potensi diri mahasiswa bisa terus digali dan dikelola secara optimal.?

“Pak Bupati juga mengapresiasi serta titip pesan tadi, semoga tahun depan bisa bersinergi lagi dengan program pemerintah dalam program KKN berbasis pemberdayaan masyarakat,” terangnya.

Beberapa waktu yang lalu Bupati Jepara bersama Unisnu dan Yayasan Damandiri juga telah melakukan penandatanganan MoU berkaitan dengan program Posdaya yang dihadiri langsung oleh Subiyakto Tjakrawerdaya dari Yayasan Damandiri dan banyak menerangkan secara rinci tentang program-program Posdaya yang bisa dijalankan diwilayah Jepara dan sekitarnya.

“Program Pos Pemberdayaan Masyarakat sendiri telah dilaksanakan di beberapa daerah yang ditempati KKN. Kami mengawali di tahun 2016 ini,” terang ketua KKN Adi Sucipto dalam sambutannya.?

Lebih rinci, bahwa selama 40 hari mahasiswa mengabdikan diri di masyarakat, banyak respon positif yang didapat, contohnya di Kecamatan Juwana Pati warga masih membutuhkan peran mahasiswa untuk promosi secara online dan menggali potensi batik khas bakaran, atau di wilayah Mijen juga membantu warga melakukan penanaman pohon dalam menanggulangi tanggul sungai yang kritis. Bahkan mahasiswa selalu membimbing adik-adik PAUD/TK dalam belajar dan bermain.

Semua itu mahasiswa lakukan semata-mata sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam bersosialisasi bersama tentang pentingnya pemberdayaan masyarakat sesuai tema tahun ini ? yakni “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Potensi Daerah Berbasis Penguatan Keagamaan”. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Dur: SBY Berupaya Memperburuk Citra Megawati

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berupaya memperburuk citra Megawati Soekarnoputri pada Pemilu 2009 mendatang. Hal itu terlihat dari sejumlah bekas menteri pemerintahan Megawati yang jadi ‘bulan-bulanan’ Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi.

"Ya, maksudnya untuk menjelekkan Mega, karena banyak yang sekarang diusut, bekas menteri di zamannya Mega. Kalau kita betul-betul demokrat, seharusnya ini tidak terjadi," tegas Gus Dur yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, di Kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jalan Raya Kalibata, Jakarta, Kamis (12/4).

Menurut Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB itu, upaya pemerintah untuk memberantas korupsi sangat tampak ‘tebang pilih’. "Meski dibantah seseorang dari Partai Demokrat. Ini karena presiden terlalu penakut, bukan karena dendam apa-apa. Ini hanya untuk tahun (Pemilu, Red) 2009," ujarnya.

Gus Dur: SBY Berupaya Memperburuk Citra Megawati (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: SBY Berupaya Memperburuk Citra Megawati (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: SBY Berupaya Memperburuk Citra Megawati

Padahal, lanjut Gus Dur, pemerintah saat ini juga korup. "Banyak banget, malah gede-gede (besar-besar). Contohnya saja Hamid Awaludin. Dia menyimpan uangnya Tommy (putra mantan Presiden Soeharto). Itu kan tidak bener. Tidak boleh orang swasta menyimpan duit di pemerintah. Jadi ini tidak lain untuk menjelekkan figur Megawati," tandasnya.

Parlemen Eropa

Di tempat yang sama, Gus Dur dan jajaran elit DPP PKB menerima kunjungan 12 Anggota delegasi Parlemen Eropa pimpinan Graham Watson yang tergabung dalam Alliance of Liberal and Democratics for Europe. Pertemuan itu digelar untuk membangun jaringan kesepahaman tentang nilai-nilai liberal dan demokrasi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ini bagian dari bentuk dialog untuk membangun kesepahaman tentang nilai-nilai liberal, karena bagaimana pun liberal itu sangat penting untuk penegakan HAM dan demokrasi," kata anggota Dewan Syura DPP PKB Cecep Syarifuddin.

Untuk membangun jaringan liberal itu, katanya, tidak mungkin dilakukan oleh satu negara, tapi banyak negara. PKB, imbuhnya, adalah satu-satunya partai yang selain mengakui nilai-nilai universal, etika, moral dan liberal, juga merakyat. "Di sinilah pentingnya pertemuan dengan para delegasi tersebut," ujarnya.

Pertemuan juga membahas isu aktual di Indonesia, seperti masalah penegakan demokrasi, pemberantasan korupsi, perlindungan kaum minoritas, dan pertahanan dan keamanan Indonesia. (rif)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Ahlussunnah, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mahasiswa Universitas Udayana Deklarasikan KMNU di Bali

Denpasar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sejumlah mahasiswa NU Universitas Udayana, Kamis (9/10) tadi malam, mendeklarasikan berdirinya Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Udayana, Bali.

Komunitas mahasiswa Jawa rantau di Bali di sana secara kultural telah sering melakukan tradisi yang dikembangkan NU, seperti yasinan, tahlilan, istighotsah dan pembacaan maulid dibaiah. Hanya saja? belum ada organisasi atau lembaga yang merangkul seluruh mahasiswa Islam yang mayoritas warga Nahdliyin ini.

Mahasiswa Universitas Udayana Deklarasikan KMNU di Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Universitas Udayana Deklarasikan KMNU di Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Universitas Udayana Deklarasikan KMNU di Bali

Acara yang dihadiri sekitar 30 mahasiswa Universitas Udayana ini berlangsung selama dua jam, dan dibuka dengan acara istighotasah dan doa besama, lalu berlanjut dengan rapat tentang organisasi baru ini. Yang unik, dalam struktur kepengurusan, KMNU Universitas Udayana memasukan unsur Dewan Penasehat (Mustasyar) dan Dewan Pengurus Harian (Tanfidziyah) layaknya organisasi Nahdlatul Ulama di berbagai tingkatan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Forum memberikan amanat sebagai Ketua Dewan Penasehat kepada Miftahus Sirojudin, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Pertanian yang mantan ketua LDK FPMI tahun 2013; dan sebagai Ketua Dewan Pengurus Harian kepada Mahmud Samdani, mahasiswa semester 3 Fakultas Kelautan dan Perikanan yang juga aktivis PMII cabang Denpasar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Fajar Firmansyah, anggota Dewan Penasehat KMNU di Bali, mengaku prihatin dengan kondisi negeri ini yang kehilangan “orisinalitas” keislamannya karena terlalu bebas membiarkan berbagai kelompok. Dari tahun ke tahun, katanya, Indonesia ibarat sepetak tanah yang tak memiliki tuan tanah. Semua boleh menggunakan dan menanam segala jenis tumbuhan di tanah tersebut.

“Maknanya, negeri ini menjadi rebutan perkaderan banyak aliran-aliran Islam di dunia. Pemuda, khususnya mahasiswa, adalah calon kader yang berpotensi untuk diperebutkan. Doktrinisasi ajaran Islam di tingkat mahasiswa sangatlah keras yang biasanya dilakukan oleh organisasi-organisasi mahasiswa yang berbasis Islam," tuturnya.

Namun, Fajar bersyukur karena kader-kader NU yang sudah mengenyam pendidikan Aswaja telah menjauhi ajaran yang memang tidak sesuai dengan ajaran para kiai sepuh tersebut. “ Kehadiran Keluarga Mahasiswa NU di Bali ini akan menjadi wadah kader-kader NU yang seperti ini. Selain itu, KMNU di Bali juga terdukung oleh organisasi-organisasi ke-NU-an lainnya seperti IPNU, IPPNU, PMII, dan GP Anshor," Imbuhnya.

Kepala Departemen Internal LDK FPMI Universitas Udayana mengatakan, "Semoga dengan ini dapat mewujudkan cita-cita kader-kader NU di tingkat Mahasiswa untuk mengaplikasikan Islam moderat di lingkungan sekitarnya sekaligus menjaga keutuhan bangsa ini dari perpecahan." (G. Jaelani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 27 September 2017

NU dan WWF Luncurkan Buku Tentang Perubahan Iklim

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam KTT Perubahan Iklim baru-baru ini di Cancun, Meksiko yang menghasilkan Cancun Agreement, secara jelas disebutkan bahwa kegiatan adaptasi harus mendapatkan prioritas yang sama dengan mitigasi.



NU dan WWF Luncurkan Buku Tentang Perubahan Iklim (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan WWF Luncurkan Buku Tentang Perubahan Iklim (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan WWF Luncurkan Buku Tentang Perubahan Iklim

Bersamaan dengan komitmen mitigasi Indonesia yang disebutkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yaitu menurunkan 26 % emisi Gas Rumah Kaca dari business as usual hingga 2020, Indonesia diharapkan dapat juga menghasilkan strategi Adaptasi Nasional Perubahan Iklim.

Mendukung kesepakatan dan komitmen pemerintah RI tersebut, WWF Indonesia dan Nahdlatul Ulama (NU) sepakat menandatangani Memorandum of Understanding sekaligus meluncurkan buku “Jalan Terbaik Masyarakat dalam Menghadapi Perubahan Iklim: Perspektif Islam dalam Adaptasi Perubahan Iklim hari ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“MoU ini menggabungkan dua nilai kekuatan masing-masing organisasi, yaitu konservasi lingkungan hidup, dan pendekatan religius dan budaya dalam rangka menjaga kelestarian planet bumi yang kita huni,” ungkap Dr Efransjah, CEO WWF-Indonesia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Efransjah menambahkan, “Kami yakin jaringan pesantren, sekolah dan kelengkapan organisasi NU lainnya akan mampu menjadi komponen penting dalam usaha konsisten kami menumbuhkan dan meningkatkan kepedulian masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati Indonesia. Tentunya kami juga berharap seluruhwarga NU akan merasakan manfaat dari kegiatan bersama yang nantinya akan dilakukan oleh WWF-Indonesia dan NU.”

“Peluncuran buku merupakan salah satu bentuk perhatian dan keseriusan NU terhadap masalah lingkungan, pelanggulangan bencana dan perubahan iklim, serta masalah kemanusiaan sebagai implikasi dari kerusakan lingkungan. NU telah membentuk lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklilm (LPBI-NU) sebagai pealaksana kebijakan dan program NU dalam bidang tersebut,” jelas KH Said Aqil Siradj.

Dalam proses disseminasinya, buku ini dapat menjadi referensi bagi para kiai, santri maupun ummat NU, khususnya dalam menghadapi dampak perubahan Iklim. Kang Said menekankan, “Selain memberikan gambaran tentang bagaimana Islam memandang isu-isu lingkungan dan perubahan iklim, serta sekelumit contoh aksi nyata adaptasi perubahan iklim.”

Tentang keterkaitan adaptasi perubahan iklim dan perspektif agama, Ir Avianto Muhtadi, ketua LPBI NU mengatakan, “Memang tidak selamanya ‘pintu agama’ mampu memainkan parannya, namun paling tidak apabila jalur-jalur ilmu pengetahuan dan kesepakatan bersama menghadapi hambatan, maka pendekatan agama dapat menjadi alat untuk mempengaruhi jiwa setiap individu agar tidak merusak lingkungan dan justru melestarikannya. Daya tahan ini lebih dibutuhkan masyarakat dan ekosistem untuk menghadapi variabilitas iklim yang tak menentu serta mengingkatknya kemungkinan kejadian iklim ekstrim.” (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 26 September 2017

Wahyu-Evi Pimpin IPNU-IPPNU Wonoasih

Probolinggo,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo mempunyai pimpinan baru.

Hal ini menyusul dengan terpilihnya Wahyu Aminullah dan Evi Kumalasari dalam Konferensi Anak Cabang (Konferancab) IPNU dan IPPNU Kecamatan Wonoasih di MTs Nusantara Kelurahan Sumber Taman Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo, Sabtu (21/1) sore.

Wahyu-Evi Pimpin IPNU-IPPNU Wonoasih (Sumber Gambar : Nu Online)
Wahyu-Evi Pimpin IPNU-IPPNU Wonoasih (Sumber Gambar : Nu Online)

Wahyu-Evi Pimpin IPNU-IPPNU Wonoasih

Dalam Konferancab yang mengambil tema “Bangkit Bersama Kader Muda” ini, Wahyu terpilih sebagai Ketua PAC IPNU Wonoasih dan Evi Kumalasari sebagai Ketua PAC IPPNU Wonoasih masa bhakti 2016-2019.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saat pemilihan Ketua PAC IPPNU, muncul 2 (dua) kandidat yakni Qurrotu Ainy dengan memperoleh 7 suara dan Evi Kumalasari dengan 10 suara. Sementara 1 suara abstain. Sedangkan dalam pemilihan Ketua PAC IPNU, muncul dua kandidat Wahyu Aminullah dan Husni Mubarok. Hanya saja Wahyu Aminullah terpilih secara aklamasi dengan 16 suara.

Konferancab IPNU-IPPNU Wonoasih yang diikuti oleh komisariat dan ranting se-Kecamatan Wonoasih ini dihadiri oleh Wakil Ketua PC LP Ma’arif Kota Probolinggo yang juga Kepala MTs Nusantara M Holil, pengurus MWCNU Wonoasih, Pergunu Kota Probolinggo, jajaran alumni dan pengurus PC IPNU-IPPNU Kota Probolinggo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua PAC IPNU Wonoasih Wahyu Aminullah mengungkapkan selain untuk memilih calon Ketua PAC IPNU IPPNU Kecamatan Wonoasiah masa bhakti 2017-2019, konferancab ini bertujuan mencetak kader-kader pemimpin NU di masa yang akan datang sehingga proses kaderisasi berjalan tidak stagnan.

“Terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang telah diberikan. Semoga kami mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Kegiatan ini merupakan sebuah bukti bagaimana kaderisasi IPNU tetap terjaga,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua PAC IPPNU Wonoasih Evi Kumalasari. “Konferancab ini adalah suatu bentuk keharusan yang sudah ada dalam peraturan agar kaderisasi dalam organisasi tetap berjalan terus menerus,” ungkapnya.

Setelah terpilih tugas ketua terpilih adalah dengan segera melengkapi susunan kepengurusan bersama tim formatur terpilih sesuai amanah konferancab. Dan selanjutnya segera melaksanakan pelantikan agar kepengurusannya segera disahkan.

Alumni sekaligus Pembina PC IPNU Kota Probolinggo Mashuri Nurzah mengharapkan kepada ketua terpilih agar amanah konferancab ini segera dijalankan agar organisasi berjalan sesuai dengan tupoksi. Yakni wadah kaderisasi calon generasi penerus NU ke depannya.

“Kedua, kader-kader IPNU IPPNU diharapkan mampu menjalankan program-programnya, sehingga IPNU IPPNU bisa selalu eksis mewarnai kegiatan kepemudaan di Kota Probolinggo,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 25 September 2017

Pra-Muktamar di Makassar Diikuti Cabang NU Se-Indonesia Timur

Makassar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Perhelatan Pra-Muktamar Ke-33 NU yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/4), diikuti sekitar 400 peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia bagian timur seperti Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Papua.

Pra-Muktamar di Makassar Diikuti Cabang NU Se-Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Pra-Muktamar di Makassar Diikuti Cabang NU Se-Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Pra-Muktamar di Makassar Diikuti Cabang NU Se-Indonesia Timur

Para utusan dari PCNU dan PWNU ini datang sejak Selasa kemarin dan akan aktif mendiskusikan tema “Islam Nusantara sebagai Islam Mutamaddin Menjadi Tipe Ideal Dunia Islam”. Topik tersebut akan dibagi dalam dua sesi, yakni tentang khazanah Islam Nusantara dan strategi internasionalisasinya.

Ketua SC Muktamar Ke-33 NU Slamet Effendy Yusuf mengatakan, tema tersebut diusung atas pertimbangan relevansinya dengan kondisi dunia Islam yang dirudung konflik di negara-negara muslim, khususnya di Timur Tengah. NU sebagai ormas besar terpanggil untuk turut mencarikan solusi bagi kemelut yang mempertaruhkan citra Islam ini di mata dunia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dunia Islam diwarnai konflik. Kedamaian, kenyamanan, Islam sebagai rahmatan lil alamin tidak tampak. Inilah yang mendorong Nahdlatul Ulama untuk merumuskan dan membuktikan bahwa Islam yang pro perdamaian adalah yang benar,” katanya saat sambutan di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pra-Muktamar dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Lukman beserta pejabat pemerintahan setempat, pengasuh Pesantren Tebuireng, serta segenap jajaran syuriah-tanfidziyah PBNU.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan. Dalam acara pembukaan, peserta juga disuguhi pertunjukkan seni dari Lembaga Seniman Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi) Sulawesi Selatan. Acara Pra-Muktamar akan berlanjut di Medan, Sumatera Utara, pada Mei mendatang dengan pokok pembahasan seputar perekonomian. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah