Sabtu, 12 Agustus 2017

Filosofi Bhineka Tunggal Ika Dicetuskan Sunan Kalijaga?

Klaten, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah -

“Bhinneka Tunggal Ika” yang bermakna “berbeda-beda tapi tetap satu” menjadi semboyan bangsa Indonesia yang memiliki banyak ragam suku, ras, agama dan sebagainya, akan tetapi dapat dipersatukan dalam sebuah negara.

Dari literatur sejarah yang populer diajarkan di dunia pendidikan kita, kalimat ini merupakan kutipan yang diambil dari kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular, yang hidup sekitar pada masa abad ke-14.

Namun, tidak demikian menurut sejarawan, Prof. Ahmad Manshur Surya Negara. Ia berpendapat filosofi “Bhinneka Tunggal Ika” ini, justru dicetuskan oleh Sunan Kalijaga sewaktu membangun masjid yang soko (tiang), dari potongan kertas dan kayu.

Filosofi Bhineka Tunggal Ika Dicetuskan Sunan Kalijaga? (Sumber Gambar : Nu Online)
Filosofi Bhineka Tunggal Ika Dicetuskan Sunan Kalijaga? (Sumber Gambar : Nu Online)

Filosofi Bhineka Tunggal Ika Dicetuskan Sunan Kalijaga?

“Hal tersebut bermakna bahwa meskipun beraneka ragam, kecil, dan banyak tetapi bila menjadi satu akan menjadi kuat dan kokoh, layaknya tiang ini,” terang guru besar sejarah Universitas Padjajaran tersebut, pada acara “Ceramah Ilmiah” yang diselenggarakan PCNU Klaten, di Kantor NU Klaten, Jawa Tengah, Jumat (18/11) malam.

Pada acara yang bertema “Peran Ulama Dalam Menghantarkan Indonesia Menuju Kemerdekaan” itu, Ahmad Manshur juga menyinggung soal simbol negara Indonesia, burung Garuda, yang di dalamnya terdapat simbol dan lambang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Simbol Garuda ini diciptakan oleh Sultan Hamid II Kesultanan Pontianak atas permohonan Bung Karno, yang beliau contoh dari Rajawalinya Sayyidina Ali,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, diungkapkan penulis buku "Api Sejarah" itu, bahwa teks Proklamasi yang ditulis oleh Bung Karno dan Bung Hatta, diproklamirkan setelah meminta restu dari Hadratussyaikh? KH Hasyim Asyari. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PWNU Jatim Bantu Bina Mantan Penghuni "Dolly"

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mendukung upaya Pemerintah Kota Surabaya yang akan menutup lokalisasi atau tempat prostitusi Dolly dan akan membantu proses pemulihan di masyarakat para mantan penghuni lokalisasi tersebut.

PWNU Jatim Bantu Bina Mantan Penghuni Dolly (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Bantu Bina Mantan Penghuni Dolly (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Bantu Bina Mantan Penghuni "Dolly"

"Kami menyampaikan amanat para kiai yang mendukung penutupan lokalisasi di Surabaya," ujar Ketua PWNU Jatim KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah bersama enam pengurus saat menemui Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, di Balai Kota Surabaya, Senin.

Mutawakkil mengatakan PWNU Jatim siap memberikan dukungan tertulis yang melibatkan seluruh pengurus NU mulai dari pengurus wilayah hingga level anak ranting.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu, lanjutnya, bentuk dukung PWNU juga tertuang dalam tindakan pascapenutupan. PWNU sudah menyiapkan program pendampingan perubahan perilaku, sekaligus pengembangan "skill" dan sejumlah kegiatan lain sebagai bentuk tindak lanjut setelah penutupan lokalisasi. 

"Sebenarnya, penutupan ini merupakan keinginan lama yang baru terealisasi saat kepemimpinan Bu Risma, karenanya kami akan mendukung total langkah pemkot ini. NU juga siap bekerja sama dengan aparat keamanan bilamana dibutuhkan," tegasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan rencananya penutupan lokalisasi Dolly bakal dilaksanakan sebelum bulan Ramadhan pada 2014.

Menurut Risma, menutup kawasan prostitusi sejatinya bukan perkara sulit. Namun, yang perlu mendapat perhatian lebih dari pemkot yakni pengondisian pascapenutupan.

"Kalau sekadar menutup, sekarang pun bisa. Tapi masalahnya, kami harus menyiapkan tindakan pascapenutupan. Pengondisian itu jauh lebih berat karena sangat menentukan keberlanjutan kawasan tersebut," katanya.

Sebagai gambaran, lanjut dia, untuk kawasan eks lokalisasi Sememi dan Klakahrejo, pemkot mengalokasikan anggaran sebesar Rp28 miliar.

Dana tersebut digunakan membangun pasar, sentra PKL, dan sejumlah sarana fasilitas umum lainnya. Dengan demikian, warga penghuni eks lokalisasi mendapat peluang kerja untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.

Ditanya apakah upaya revitalisasi Dolly memerlukan persetujuan warga sekitar, ia menegaskan bahwa proses penutupan lokalisasi terus berjalan kendati tanpa persetujuan karena berdasar Perda 7/1999 secara jelas menyebutkan bahwa kawasan tersebut berfungsi sebagai rumah tinggal, bukan tempat prostitusi.

"Dengan landasan perda tersebut pemkot berhak mengambil tindakan untuk kebaikan kota, sehingga untuk penutupan lokalisasi itu tidak diperlukan persetujuan apa pun," terang Risma.

Adapun salah satu alasan kuat wali kota ingin segera merombak kawasan Dolly dan menjadikannya sentra bisnis adalah keprihatinan akan kondisi sekolah.

Risma mengaku beberapa kali mengunjungi sekolah yang terletak di kawasan prostitusi yang hasilnya memprihatinkan. 

Anak-anak di lingkungan lokalisasi cenderung minder, malu, rendah diri, dan lebih parah lagi ada yang sampai frustasi. 

Belum lagi, geliat bisnis prostitusi akan mempengaruhi tumbuh kembang anak yang tinggal di sekitarnya. "Dan itu pasti menimbulkan dampak buruk bagi psikologis anak," katanya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Soal 5 Hari Sekolah, LP Ma’arif Jember Siap Laksanakan Instruksi PBNU

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Jember H. Hobri Ali Wafa menyatakan mendukung dan siap melaksanakan instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Lembaga Pendidikan Ma’arif Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur bahwa hari masuk sekolah tetap enam hari, mulai Senin hingga Sabtu.

“Kami siap mengikuti apa pun perintah PBNU. Kalau memang diinstruksikan tetap 6 hari sekolah, maka sekolah-sekolah di bawah LP Maarif di Jember, ya tetap 6 hari, dan mungkin juga Maarif di seluruh Indonesia sama,” jelasnya.

Soal 5 Hari Sekolah, LP Ma’arif Jember Siap Laksanakan Instruksi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal 5 Hari Sekolah, LP Ma’arif Jember Siap Laksanakan Instruksi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal 5 Hari Sekolah, LP Ma’arif Jember Siap Laksanakan Instruksi PBNU

Kamis (15/6), PBNU secara eksplisit menolak kebijakan baru Kemendikbud tentang pemangkasan hari sekolah yang berakibat penambahan durasi belajar pelajar menjadi delapan jam sehari.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj berpandangan, daripada membuat kebijakan baru yang merugikan, Kemendikbud sebaiknya fokus pada peningkatan kualitas sistem pendidikan yang sudah ada. PBNU bahkan mengancam melakukan boikot bila kebijakan baru tersebut dipaksakan berlaku secara nasional.

(Baca: Pernyataan Resmi PBNU Menolak Kebijakan Sekolah 5 Hari)



Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kebijakan Mendikbud Muhadjir Effendy untuk memberlakukan 8 jam pelajaran perhari atau 40 jam dalam seminggu juga mendapat reaksi keras dari Ketua Ikatan Keluarga Alumni PMII Jember, Akhmad Taufiq. Ahad (11/6), Dosen Universitas Jember itu mengeluarkan rilis menyikapi keputusan sang menteri yang? kontroversial tersebut.

Menurutunya, kebijakan tersebut terlalu dini untuk diterapkan di Indonesia, dan cenderung dipaksakan, karena belum mempertimbangkan secara seksama karakter? dan cakupan wilayah Indonesia yang sangat luas dan beragam. “Mestinya, aspek nasionalitas keindonesiaan menjadi pertimbangan utama dalam segala bentuk kebijakan pendidikan yang dilakukan (Muhadjir Effendy),” tuturnya.

Ia menambahkan, kalau penerapan 5 hari sekolah itu dilandaskan pada alasan untuk memenuhi minimal 40 jam pelajaran dalam seminggu, sungguh merupakan alasan yang tidak mendasar. Alasan tersebut baru pada tataran normatif dan prosedural semata. Sedangkan pada? tataran substantif tidak memenuhi derajat orientasi visional pendidikan nasional. “Karena itu kami menyerukan? agar keputusan 5 hari sekolah itu dibatalkan demi stabilitas dan kondusivitas pendidikan nasional yang sedang berjalan,” lanjutnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 11 Agustus 2017

Orientasi Pengelolaan Sampah Masih Pembuangan, Bukan Pemanfaatan

Bogor, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menumpuknya sampah-sampah di perkotaan sangat erat kaitannya dengan pola pengelolaan sampah yang selama ini diterapkan, yaitu yang berorientasi kepada ‘pembuangan’ bukan ‘pemanfaatan’ sampah. Bentuk peran aktif dalam pengelolaan sampah masih sangat kurang.

Orientasi Pengelolaan Sampah Masih Pembuangan, Bukan Pemanfaatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Orientasi Pengelolaan Sampah Masih Pembuangan, Bukan Pemanfaatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Orientasi Pengelolaan Sampah Masih Pembuangan, Bukan Pemanfaatan

Demikian disampaikan oleh M Sofwan Lutfie, SE dalam kegiatan Rakornas LPBINU di Hotel Parama Bogor Jawa Barat, Jum’at (22/5).

Aktivis di Sahabat Santri Siaga Bencana (SSB) Jakarta Barat ini mengatakan, untuk mewujudkan daerah yang bersih dan bebas sampah, perlu perubahan pola pikir terhadap sampah.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Selama ini sampah dianggap sisa buangan yang tidak mempunyai nilai dan harus disingkirkan, anggapan yang selalu melekat pada setiap orang bahwa sampah selalu sebagai sumber pencemaran. Padahal sampah dapat dikelola dengan baik dan benar, sampah bisa ? menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi,” ujarnya di tengah-tengah peserta Rakornas.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan Eko Herry Waluyo dari Forum Masyarakat Peduli Lingkungan menjelaskan dan memperagakan cara membuat biogas dan kompos. Sebagian peserta rakornas LPBINU ikut langsung praktik membuat kompos sebagai bekal mereka setelah pulang nanti.?

Dalam kondisi negara yang secara ekonomi masih belum stabil ini, tambahnya, pola pikir untuk memandang sampah perlu dikembangkan lebih luas lagi untuk dapat memberikan manfaat yang lebih besar.?

“Sehingga paradigma yang harus dikembangkan adalah bahwa sampah bukan lagi merupakan sumber masalah akan tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomis baik dalam konteks pemanfaatan sampah ataupun pengelolaan sampah,” tuturnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 10 Agustus 2017

45 Cabang Siap Hadiri Rakernas Lakpesdam NU

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah? . Menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama, 45 cabang menyatakan siap hadir pada kegiatan yang akan berlangsung di Asrama Haji, Batam, Kepulauan Riau.

Ketua panitia kegiatan tersebut Eko Agus Priyono menjelaskan persiapan panitia sejauh ini sudah berjalan 50 persen. Panitia akan terus berusaha untuk mendatangkan cabang Lakpesdam di seluruh Indonesia yang terdiri dari 23 Pengurus Wilayah ? dan 70 Pengurus Cabang.?

45 Cabang Siap Hadiri Rakernas Lakpesdam NU (Sumber Gambar : Nu Online)
45 Cabang Siap Hadiri Rakernas Lakpesdam NU (Sumber Gambar : Nu Online)

45 Cabang Siap Hadiri Rakernas Lakpesdam NU

Dalam Rakernas 14-16 April 2015 nanti, kata dia, kami mempunyai target untuk menghadirkan seluruh cabang Lakpesdam di Indonesia. “Hasil rapat panitia terakhir, besar kemungkinan ada 65 cabang yang bakal hadir. Sekarang aja sudah 45 cabang yang sudah mengkonfirmasi, diantaranya, cabang Kalimantan Selatan, Wonosobo, Ngawi, Bandung, Banten, Gresik, KEPRI, dll,” kata Eko di Jakarta, Kamis (12/3).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di tempat terpisah, Ketua Lakpesdam NU, Yahya Maksum mengatakan, Rakernas ini akan menjadi ajang perekat bagi seluruh pengurus cabang Lakpesdam di Indonesia. Menurutnya, momentum seperti itu perlu dimaksimalkan secara baik untuk melakukan silaturrahmi dan membahas isu-isu strategis.

Sementara itu, Sekretaris Lakpesdam, Lilis Nurul Husna menambahkan, Lakpesdam sebagai lembaga NU yang bergerak di bidang pengembangan SDM akan terus bergerak dan mengawal perjalanan NU kearah yang lebih baik.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dengan mengusung tema “Memperkuat Kader, Khidmah, dan Gerakan NU untuk Indonesia Berdaulat” tentu kita mencoba untuk mengajak seluruh warga NU ini merasa memiliki NU dan bisa turut andil dalam memperjuangkan cita-cita NU,” harap Lilis. (Agus Baha’udin Anwar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Para Pendukung Chaves Gabung di PSUV

Caracas, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Hampir 60 persen rakyat Venezuela yang memilih Presiden Hugo Chaves pada pemilu Desember silam telah mendaftarkan diri di Partai Sosialis Bersatu (PSUV). Demikian diungkapkan pengamat politik Albertio Muller, Selasa (11/6).

Dalam pernyataanya pada program En Vivo di sebuah stasiun televisi Venezolana de Television, Jenderal Muller yang juga anggota Komisi Tetap PSUV menegaskan adanya fakta yang menunjukkan, 5.4 juta rakyat Venezuela telah mendaftarkan diri untuk bergabung dengan PSUV.

Para Pendukung Chaves Gabung di PSUV (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Pendukung Chaves Gabung di PSUV (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Pendukung Chaves Gabung di PSUV

Muller menyatakan bahwa proses registrasi, seperti disimpulkan pada Minggu lalu, mencapai lebih dari 50 persen suara yang akan mendukung Chaves untuk kembali memimpin negara kaya itu pada pemilu berikutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muller juga menambahkan adanya fakta yang menunjukkan begitu banyak rakyat yang mendaftar untuk bergabung dengan sebuah partai yang akan menopang perkembangan sosialisme di Venezuela.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Oposisi tidak dapat memobilisasi lebih dari 10 persen suara untuk mendukung agendanya," kata Muller seperti dilansir sumber Prenza Latina. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berkah Ramadhan, 33 TKI via Damaskus Dipulangkan ke Indonesia

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Damaskus melakukan pemulangan (repatriasi) WNI/TKI gelombang ke-275 terhadap 33 (tiga puluh tiga) orang WNI/TKW ke Indonesia via Bandara Beirut, Libanon, Kamis (9/6). Para TKW yang direpatriasi tersebut sebagian besar berasal dari Jawa Barat. Sisanya berasal dari Jateng, Jatim, dan NTB.

Mereka berhasil dipulangkan setelah segala permasalahan dan hak-haknya dengan majikan diselesaikan. Repatriasi kali ini didampingi oleh Staf KBRI Damaskus Amiruddin Thamrin.

Berkah Ramadhan, 33 TKI via Damaskus Dipulangkan ke Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkah Ramadhan, 33 TKI via Damaskus Dipulangkan ke Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkah Ramadhan, 33 TKI via Damaskus Dipulangkan ke Indonesia

Dengan keberangkatan sebanyak 33 WNI/TKW ini, saat ini di shelter KBRI Damaskus masih terdapat 21 WNI yang diduga kuat korban perdagangan manusia.

Duta Besar RI di Damaskus Djoko Harjanto menegaskan bahwa pemulangan atau repatriasi WNI ini merupakan program yang telah berlangsung sejak tahun 2011. Repatriasi dilakukan karena situasi keamanan di Suriah masih sangat mengkhawatirkan dan tidak mungkin memperpanjang kontrak kerja mereka.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Program pemulangan ini juga dilakukan karena pemerintah RI mengambil kebijakan berupa penghentian secara permanen pengiriman tenaga kerja untuk sektor perorangan ke seluruh negara di Timur Tengah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Pejabat Protokol Konsuler sekaligus Pejabat Ekonomi Makhya Suminar menambahkan bahwa sebanyak lima dari 33 WNI/TKW yang dipulangkan ini diduga kuat adalah korban perdagangan orang (TPPO) yang dikirim pascamoratorium penghentian penempatan TKI ke Suriah pada tahun 2011. Indikasi utamanya adalah tidak adanya perjanjian kerja atau kontrak kerja, yang antara lain harus menyebutkan negara tujuan, besarnya gaji, dan masa berlakunya kontrak/perjanjian kerja.

“Dengan keberkahan bulan Ramadhan mudah-mudahan segala urusan repatriasi WNI/TKW berjalan lancar dan diharapkan tidak ada lagi masuknya TKW illegal ke Suriah, sehingga program repatriasi ini dapat segera selesai,” ujar Makhya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah