Sabtu, 05 Agustus 2017

Jika Ada Darah Tercecer di Iran, RI Ikut Bertanggung Jawab

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi menyatakan, pemerintah Indonesia harus ikut bertanggung jawab atas dukungan perluasan sanksi terhadap Iran yang diputuskan Dewan Keamanan (DK) PBB di New York, Amerika Serikat, Sabtu (24/3).

"Kalau ada darah tercecer di Iran, Pemerintah Indonesia harus ikut bertanggung jawab," kata Hasyim usai mengikuti acara Deklarasi Baitul Muslimin Indonesia di kantor DPP PDIP, Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (29/3) kemarin.

Hasyim menjelaskan, dukungan Indonesia atas Resolusi DK PBB nomor 1747 yang memberikan sanksi tambahan terhadap Iran atas program nuklirnya sudah terlanjur dilakukan.

Jika Ada Darah Tercecer di Iran, RI Ikut Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika Ada Darah Tercecer di Iran, RI Ikut Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)

Jika Ada Darah Tercecer di Iran, RI Ikut Bertanggung Jawab

Kebijakan itu, lanjut Hasyim, telah menunjukkan bahwa Indonesia telah berpihak pada upaya Amerika Serikat dan Israel untuk menyerang Iran.

"Itu adalah alat legitimasi pada tahap awal untuk menyerang Iran," kata Doktor Honoris Causa bidang Peradaban Islam itu.

Oleh karenanya, jika perang AS-Iran benar-benar terjadi, maka Indonesia menjadi salah satu negara yang harus ikut bertangung jawab, katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelumnya, Hasyim menegaskan, meski pemerintah Indonesia mendukung sanksi terhadap Iran, NU tetap konsisten mendukung Iran dan negara-negara lain di Timur Tengah yang menjadi korban ketidakadilan.

"NU sikapnya jelas yaitu selalu memperkuat yang benar, bukan membenarkan yang kuat. NU melakukan gerakan moral, bukan gerakan kepentingan. Kita semua berdoa sukses untuk bangsa Iran, Irak dan Palestina dalam meraih haknya yang sah," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada Sabtu (24/3), DK PBB menjatuhkan sanksi tambahan bagi Iran melalui Resolusi 1747. Rancangan resolusi yang dirumuskan Inggris, Prancis, dan Jerman itu disepakati secara bulat oleh 15 negara anggota DK PBB, termasuk Indonesia.

Resolusi itu memperluas sanksi atas Iran yang ditetapkan pada Desember 2006 dalam Resolusi 1737. Di antara isi Resolusi 1747 adalah larangan secara menyeluruh ekspor senjata Iran maupun pembatasan penjualan senjata ke Iran.

DK PBB juga membekukan aset milik 28 lembaga atau perorangan yang berhubungan dengan program nuklir dan rudal Iran. Iran juga dibatasi untuk memperoleh bantuan keuangan.

DK PBB memberi batas waktu 60 hari setelah resolusi agar Iran menghentikan program nuklirnya. Jika diabaikan, DK bisa mengambil langkah yang lebih pantas berupa sanksi ekonomi, bukan militer. (ant/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 03 Agustus 2017

Sambut KAA, Mahasiswa Bandung Gelar Aksi Pesan Damai

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menyambut pagelaran Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60, seratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung, Ahad (19/4), melakukan long march pesan damai yang bertajuk “Bandung Damai, KAA Sukses”, di Taman Cikapayang, Dago, Kota Bandung, Jawa Barat.

Gerakan yang diberi nama #PLUR4ALL kepanjangan dari Peace, Love, Unity, Respect for All itu dimulai sejak pukul 7 pagi sampai pukul 10 menjelang siang. Peserta tidak hanya dari kalangan mahasiswa saja, tetapi organisasi daerah dan masyarakat umum juga turut serta dalam gerakan tersebut.

Sambut KAA, Mahasiswa Bandung Gelar Aksi Pesan Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut KAA, Mahasiswa Bandung Gelar Aksi Pesan Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut KAA, Mahasiswa Bandung Gelar Aksi Pesan Damai

Terkait agenda KAA, menurut Hasanuddin, Koordinator Lapangan, acara ini mengatakan, semangat KAA sebenarnya sama dengan Dasa Sila Bandung sebagai nilai prinsip, hanya saja masalahnya, KAA tidak lagi di dasari prinsip itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Makanya kita mencoba untuk menyampaikan pesan kepada dunia, khususnya kepada masyarakat Indonesia. Atau masyarakat Dunia yang datang ke Bandung melalui KAA sekarang ini supaya menjaga nilai-nilai prinsip itu, salah satunya adalah kasus intervensi asing terhadap kedaulatan sebuah Negara, salah satunya adalah Papua dan Maluku yang mendapat intervensi,” ujar Hasan yang juga ketua 1 di PC PMII Kota Bandung.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dia menjelaskan, gerakan ini mencoba untuk menyampaikan pesan-pesan, bahwa nilai-nilai sebagaiamana yang sudah ada di dasa sila Bandung sebagai nilai-nilai perdamaian yang bisa dipakai oleh Dunia. “Semangat itu harus tetap didengungkan,” tegas Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Universitas Islam Nusantara itu.

Selain itu, pihaknya juga ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat, kepada seluruh dunia, dengan tema Bandung Damai, KAA Sukses itu berupaya membentuk kembali dari Bandung untuk Asia Afrika, bahwa pesan perdamaian sekarang sedang digalakkan dari Bandung.

“Gerakan ini bisa menjadi ‘bola salju’ bagi gerakan-gerakan pluralisme, pencegahan radikalisme, dan menjaga perdamaian bangsa dan jaga kebhinnekaan kita,” tambah dia.

Senada dengan Hasan, dalam kesempatan yang sama, Metsa Ghina memberi dukungan untuk gerakan PLUR4ALL tersebut. Dia ingin berkampanye kepada warga Bandung untuk menyukseskan KAA lebih damai, khususnya membuat warga kota Bandung menjadi damai dengan menyambut konferensi Asia Afrika.

“Harapannya, KAA bisa berlangsung dengan damai. Dan untuk Indonesia, semoga Hak Asasi Manusia (HAM) lebih diwujudkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu.

Tidak hanya melakukan long march saja, acara tersebut juga ditampilkan tarian daerah Papua dan tarian daerah Sunda, dan pembacaan puisi perdamaian. Rencananya, geraka Plur4all ini akan digelar kembali di kota-kota besar seperti Makassar, Medan, Yogyakarta, dan lain-lain. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setiap hari raya Idul Adha, Pesantren Tebuireng Jombang menyembelih puluhan hewan kurban. Tak hanya dibagikan kepada masyarakat sekitar pondok, bahkan daging tersebut juga diberikan kepada daerah terpencil yang kurang mendapat perhatian.

"Tahun ini kami menerima 19 sapi dan 5 ekor kambing," kata Ustadz Iskandar, Jumat (1/9).

Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil

Kepala Pondok Putra Pesantren Tebuireng tersebut mengemukakan ada sejumlah nama yang mempercayakan penyembelihan hewan kurban ke pesantren ini. "Ada Kapolda Jawa Timur, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Wakil Pengasuh dan Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng, serta para guru dan beberapa wali santri," jelas alumnus Universitas Hasyim Asyari atau Unhasy Jombang ini.

Menurut pria kelahiran Jakarta ini, daging dari hewan kurban tersebut diberikan ke sejumlah warga kurang mampu di sekitar pesantren. "Juga kepada dewan guru, karyawan dan santri Tebuireng," terangnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tidak hanya itu, daging tersebut juga disebar ke daerah terpencil. "Kawasan yang dipilih panitia adalah Kecamatan Kabuh," ungkap Ustadz Iskandar. Daerah tersebut sengaja dipilih lantaran masyarakatnya lebih membutuhkan, lanjutnya.

Setidaknya ada 2000 paket hewan kurban yang disiapkan panitia untuk menjangkau sejumlah kawasan terpencil, termasuk warga sekitar Pesantren Tebuireng. "Hari ini hingga Ahad lusa, hewan akan kita sembelih dan didistribusikan kepada para dhuafa yang telah didata," katanya.

Pantauan media ini di lokasi yakni halaman Pesantren Tebuireng, tampak warga sekitar pondok menyerahkan sejumlah kupon yang telah dibagikan sebelumnya. Dengan mengantri secara tertib, mereka menukarkan kupon tersebut dengan paket daging kurban. Wajah sumringah tampak terlihat dari muka mereka saat meninggalkan halaman pesantren. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Nahdlatul, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 02 Agustus 2017

5 Fatayat Bersikukuh Gabung Diklat Banser Pringsewu

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ada yang lain pada Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklat) Banser Angkatan III 2016 yang digelar Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pringsewu.

Lima anggota Fatayat Serbaguna (Fatser) Kabupaten Pringsewu bersikukuh untuk bergabung pada kegiatan tersebut. Fatser memiliki tugas seperti Banser. Fatser adalah sayap organisasi dari Badan Otonom Fatayat yang merupakan organisasi pemudi di Nahdlatul Ulama.

5 Fatayat Bersikukuh Gabung Diklat Banser Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Fatayat Bersikukuh Gabung Diklat Banser Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

5 Fatayat Bersikukuh Gabung Diklat Banser Pringsewu

Menurut Ketua GP Ansor Kabupaten Pringsewu Muhammad Sofyan, kelima anggota Fatser ini pada awalnya tidak diterima pada kegiatan ini. Namun karena kelima pemudi dari Desa Parerejo tersebut bersikukuh bergabung maka panitia tidak berkuasa menolak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Mereka ini pada tahun kemarin juga sudah pernah mendaftarkan diri, namun panitia menolak karena belum siap untuk menyiapkan akomodasi. Namun tahun ini kita akomodir karena tempat menginap memungkinkan bagi mereka," jelasnya, Jumat (30/7).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hal ini menurutnya karena Lokasi kegiatan tersebut dilaksanakan di Kompleks Pondok Pesantren Miftahul Huda Ambarawa sehingga penginapan bagi para Fatser ini ditempatkan di pondok puteri.

Sofyan berharap dari lima kader Fatser yang ikut Diklat yang dilaksanakan selama 3 hari dari 29-31 Juli 2016 ini akan menjadi pioner kader-kader Fatser di Kabupaten Pringsewu khususnya dan di Provinsi Lampung pada umumnya.

"Kepengurusan dan Anggota Fatser belum terbentuk baik di Kabupaten Pringsewu maupun di Provinsi Lampung. Di Kabupaten Pringsewu pertama kalinya muncul kader Fatser dan mudah-mudahan ini menjadi penyemangat di kabupaten lain dan di Provinsi Lampung untuk membentuk Fatayat Serbaguna," katanya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PMII: Pemerintah Perlu Tinjau Ulang Politik Pangan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) meminta pemerintah melakukan kajian ulang (review) terhadap kebijakan pangan di Indonesia secara keseluruhan. Tidak hanya soal beras, pemerintah juga perlu melihat masalah impor bahan pangan lainnya yang dinilai merugikan masyarakat.

“PMII melihat akar permasalahannya bukan pada impor beras saja, tetapi juga menyangkut masalah politik pangan pemerintah secara keseluruhan," kata Ketua Umum PMII Hery Haryanto Azumi di Jakarta, Rabu (6/9).

PMII: Pemerintah Perlu Tinjau Ulang Politik Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII: Pemerintah Perlu Tinjau Ulang Politik Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII: Pemerintah Perlu Tinjau Ulang Politik Pangan

Pemerintah telah memutuskan untuk mengimpor beras sebanyak 210.000 ton dengan anggaran Rp. 390 miliar yang diambilkan dari APBN-P 2006 dan kekurangannya dari dana komersial.

Pemerintah bersikukuh bahwa impor itu dilakukan karena memang sesuai kebutuhan masyarakat. Jika tidak tidak dilakukan impor beras, dinyatakan, akan terjadi kenaikan harga beras dan hal itu akan merugikan masyarakat.

Menurut Hery, ada yang tidak tepat dalam sistem pelaporan dan perumusan kebijakan pangan. "Mestinya kebutuhan beras dalam negeri saat ini masih mencukupi. Tetapi karena adanya laporan produksi beras tidak cukup maka ada asumsi harus impor," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kerja penting yang harus segera dilakukan oleh pemerintah, kata Hery, adalah revitalisasi pertanian. Produksi pangan dalam negeri, sistem pemasarannya, dan sebagainya harus secepatnya.

"Dulu kita bisa swasembada pangan dengan adanya Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), sekarang ini masih perlu waktu panjang untuk swasembada pangan. Pemerintah perlu segera melakukan review terhadap politik pangan secara keseluruhan," katanya. (nam)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 01 Agustus 2017

Waspadai Konsumerisme Selama Bulan Puasa

Klaten, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bulan Ramadhan pada hakikatnya, merupakan momentum untuk melatih dan menggembleng nafsu manusia, untuk diarahkan kepada nafsu yang bersih nan suci. Namun, bagi sebagian orang, bulan Puasa terkadang justru menjadi ajang untuk memperbesar hawa nafsu, seperti halnya dengan berbelanja secara berlebihan.

“Hakikat menjalani Ramadhan ? adalah meningkatkan ketakwaan, bukan pakaian ata makanan yang menjadi lebih dibandingkan hari-hari biasa,” terang Ketua I Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Klaten, Kholillurrohman, Senin (6/7).

Waspadai Konsumerisme Selama Bulan Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspadai Konsumerisme Selama Bulan Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Waspadai Konsumerisme Selama Bulan Puasa

Menurut Dosen IAIN Surakarta itu, pemaknaan yang keliru, dapat membuat konsumsi semakin membengkak. “Kalau pada hari biasa kebutuhan mungkin hanya Rp30.000, mungkin pada Ramadhan konsumsi berlebih pada dua hal, yakni makanan dan pakaian, dapat mendongkrak pengeluaran,” ujar dia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kholil menambahkan, peran para tokoh agama juga memberikan pengaruh tersendiri bagi kehidupan masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Para ulama, mestinya ikut mencerdaskan umat agar tidak terjerumus dalam pemborosan. Pada kenyataannya, kini banyak tokoh agama yang seharusnya menjadi role model kesederhanaan, namun tidak menampilkan sikap tersebut,” kata dia.

Dengan adanya penyadaran tersebut, Kholil berharap umat dapat lebih memaknai puasa lebih dari sekedar dari ritus belaka. (Ajie Najmuddin/Mukafi Niam) ilustrasi:Liputan6.com

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

464 Siswa Ikuti Pemilihan Ketua IPNU-IPPNU Secara Langsung

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebanyak 464 siswa MTs dan MA Al Faizin Desa Guyangan Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara Jawa Tengah mengikuti pemilihan ketua Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) secara langsung di madrasah setempat, Kamis (27/8).? Pemilihan Ketua IPNU-IPPNU dilaksanakan selama 4 hari dengan 4 tahap yakni pencalonan, seleksi, kampanye serta pemilihan.

464 Siswa Ikuti Pemilihan Ketua IPNU-IPPNU Secara Langsung (Sumber Gambar : Nu Online)
464 Siswa Ikuti Pemilihan Ketua IPNU-IPPNU Secara Langsung (Sumber Gambar : Nu Online)

464 Siswa Ikuti Pemilihan Ketua IPNU-IPPNU Secara Langsung

“Kegiatan ini dimulai tanggal 24-27 Agustus 2015 dengan 4 tahap. pencalonan, seleksi, kampanye dan pemilihan layaknya pemilu pada umumnya,” kata Ahmad Gufron Khoirudin, ketua panitia.? Kegiatan ini menurut salah satu siswa, Hamdan Suyuti cukup menarik. Sebab para calon saling beradu argumen laiknya calon presiden.

“Para calon ketua ini tak ada yang mengalah, mereka saling mempertahankan argumen mereka, saling beradu visi dan misi untuk kemajuan MTs-MA Al Faizin,” ujar? siswa MA Al Faizin. ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Waka kesiswaan MA Al Faizin, Subhan sangat mendukung kegiatan pemilihan ketua IPNU IPPNU secara langsung.? “Kami sangat mendukung sekali kegiatan seperti ini. Salah satu manfaat dari kegiatan ini yaitu melatih para siswa untuk berdemokrasi, memilih pemimpin melalui sistem pemilu layaknya pemilihan presiden, sehingga pada saat pemilihan presiden nantinya, mereka sudah tahu cara untuk memilih pemimpin lewat pemilu,” jelasnya sebagaimana rilis yang diterima Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hal lain ditambahkan Tarisa Ningsih Fatimatuz Zahra. Siswi kelas IX MTs Al Faizin ini mengaku sangat tertarik dan bangga dengan diadakan pemilihan Ketua IPNU IPPNU secara langsung.? “Saya sangat tertarik dan bangga dengan kegiatan pemilu ini, karena umur saya masih 15 tahun, saya sudah bisa mengikuti pemilu? layaknya pemilihan presiden,” tambah Tarisa. ?

Dan hasilnya, Ketua IPNU lama MA Al Faizin, Lilik Budi Utomo digantikan Muhammad Muhyiddin dengan 67 suara dan Ketua IPPNU MA Al Faizin, Nurul Fitriah digantikan Ana Nur Atika dengan 103 suara.? Sedangkan Ketua IPNU MTs Al Faizin, M. Khafidzur Rohman digantikan oleh M. Syafi’i dengan 193 suara, dan Ketua IPPNU lama MTs Al Faizin, Nanik Kurnia Izza digantikan Putri Ayu Cipta Rini dengan 101 suara. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah