Jumat, 21 Juli 2017

Pesan Gus Dur: NKRI, Rumah Bersama Semua Elemen Bangsa

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Teladan Gus Dur yang harus diingat generasi muda adalah bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia rumah bersama bagi semua warga yang berlainan suku dan agamanya agar dapat hidup berdampingan dengan semangat toleransi dan gotong royong.

Demikian salah satu kesimpulan dari dialog dalam acara haul ke-6 Gus Dur sekaligus peluncuran acara perdana yang digagas para santri Pesantren Soko Tunggal bernama “Ngopi Bareng Gus Nuril” ? pada 11 Februari 2016 bertempat di pesantren Soko Tunggal Rawamangun, asuhan KH Nuril Arifin yang akrab disapa Gus Nuril.

Pesan Gus Dur: NKRI, Rumah Bersama Semua Elemen Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Gus Dur: NKRI, Rumah Bersama Semua Elemen Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Gus Dur: NKRI, Rumah Bersama Semua Elemen Bangsa

Hadir sebagai narasumber adalah Romo Magnis Suseno, KH Maman Imanulhaq, KH Wahid Maryanto dan KH Nuril Arifin sebagai tuan rumah.?

Dalam dialog tersebut para narasumber menyampaikan bahwa Indonesia dengan keanekaragaman suku, agama, dan budayanya sangat rentan untuk dipecah-belah dari ideologi radikal. Oleh karena itu sebagai bagian dari elemen masyarakat baik dari agama manapun, dari suku manapun ketika merasa adalah warga negara Indonesia, sudah menjadi kewajibannya untuk mempertahankan Pancasila dan keutuhan NKRI dari ideologi-ideologi radikal.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara “Ngopi Bareng Gus Nuril” adalah gabungan dari pengajian dan dialog kebangsaan. Dalam rangka haul Gus Dur ini membawa tema “Teladan Gus Dur untuk Generasi Penerus Bangsa” yang dihadiri lebih 500 orang, terdiri dari berbagai unsur Nahdliyin, seperti dari Pagar Nusa, IPPNU, PMII, Ansor, dan juga dari para pemuka tokoh agama dari Kristen, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Dalam penutupnya Gus Nuril memberikan pesan “Orang boleh saja berpakaian islami tapi sesungguhnya bisa tidak islami, orang bisa tidak berpakaian islami tapi perbuatannya islami. Maka titik puncak agama adalah kesalehan sosial, bukan hanya pintar atau kesalehan di masjid-masjid saja.” Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

LAZISNU Jombang Sukses Kumpulkan Dana Umat melalui Voucher

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jombang meluncurkan sistem voucher infaq dan sedekah untuk program Ramadhan. Setelah diluncurkan tiga hari, LAZISNU Jombang berhasil mengumpulkan dana sebesar sepuluh juta rupiah.

Demikian disampaikan Wakil Ketua LAZISNU Jombang M Makmun di tengah-tengah sosialisasi program LAZISNU Jombang dalam Rapat Koordinasi menjelang Ramadhan NU Jombang di Aula NU setempat, Ahad (29/5).

LAZISNU Jombang Sukses Kumpulkan Dana Umat melalui Voucher (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Jombang Sukses Kumpulkan Dana Umat melalui Voucher (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Jombang Sukses Kumpulkan Dana Umat melalui Voucher

Sistem pengumpulan dana infaq dan sedekah dengan menggunakan voucher merupakan cara baru bagi LAZISNU Jombang setelah berjalan sekitar 8 tahun, terhitung sejak 2009.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Makmun, voucher yang dikeluarkan oleh LAZISNU Jombang untuk sementara ini hanya untuk program bulan Ramadhan. "Nilai yang tercantum dalam setiap voucher sebesar Rp. 20.000. selama tiga hari setelah peluncuran, alhamdulillah kita sudah berhasil menjual 500 voucher dengan nilai 10 juta rupiah," katanya.

Sistem voucher ini akan terus dikembangkan tidak saja hanya untuk program Ramadhan. Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, LAZISNU Jombang dalam bulan Ramadhan 1437 H ini mengadakan kegiatan-kegiatan antara lain berbagi takjil dengan empat pesantren lansia, wakaf Al-Quran, parsel lebaran untuk pengurus musholla, jariyah karpet (jaket) untuk musholla dan masjid, tebar mukena di musholla-musholla umum dan santunan anak yatim.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Beberapa hari ini, sebelum masuk bulan Ramadhan Lazisnu Jombang sudah menyalurkan dana untuk perbaikan dua musholla di wilayah Kudu dan Peterongan Kabupaten Jombang.

"Ini juga bagian dari program Ramadhan", katanya. (Ma/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax, Lomba, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 19 Juli 2017

PCNU Lasem Imbau Warga Tetap Tenang atas Kabar Mistis Sekitar Gerhana

Rembang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua PCNU Lasem KH Shalahudin Fattawi mengeluarkan imbauan agar masyarakat Lasem dan Rembang pada umumnya untuk tetap tenang terkait isu mistis meresahkan jelang gerhana matahari yang beredar di masyarakat. Imbauan ini dimaksudkan untuk menghindari masyarakat dari hal-hal negatif.

Terkait gerhana, banyak pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi gerhana yang konon mengandung nilai mistis.

PCNU Lasem Imbau Warga Tetap Tenang atas Kabar Mistis Sekitar Gerhana (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Lasem Imbau Warga Tetap Tenang atas Kabar Mistis Sekitar Gerhana (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Lasem Imbau Warga Tetap Tenang atas Kabar Mistis Sekitar Gerhana

"Saya berharap masyarakat tetap tenang. Jangan mudah terprovokasi dengan isu yang tidak benar dan belum jelas sumbernya,” kata Kiai Shalah.

PCNU Lasem juga akan mengeluarkan maklumat yang berisi imbauan warga untuk menggelar shalat gerhana. Dengan menggunakan cokek atau pengeras suara yang terpasang di atas kendaraan roda empat, PCNU Lasem mengingatkan warga untuk melaksanakan shalat gerhana pada 9 Maret mendatang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sekretaris PCNU Lasem Attabik kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah menjelaskan shalat gerhana dilakukan agar warga senantiasa memohon keselamatan kepada Allah, serta menghilangkan kesan mitos-mitos negatif yang sering menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami akan menginstruksikan MWCNU dan Ranting NU untuk melaksanakan shalat gerhana. Tetapi pengurus juga berinisiatif untuk memberikan instruksi yang bersifat pengumuman dengan menggunakan toa secara keliling sampai ke penjuru pelosok desa.”

PCNU Lasem akan mengadakan shalat gerhana di Masjid Jami Lasem yang dimulai pada pukul setengah tujuh pagi. Sementara PCNU Rembang bersama Kementrian Agama dan ormas lain akan mengadakan shalat gerhana di Masjid Agung Rembang yang dimulai pada 06.00 wib. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 18 Juli 2017

Cari Pemimpin Amanah, NU Harus Aktif pada Pemilu 2014

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah H Abu Hapsin Umar mengatakan, NU merupakan bagian dari masyarakat politik yang mempunyai struktur lengkap dari tingkat atas sampai bawah. Oleh karena itu sudah seharusnya warga NU harus berpartisipasi aktif dalam pemilu.

Ia menyampaikan hal ini saat membuka sarasehan “Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pemilu 2014” di Hotel Muria Semarang, Kamis (19/12). Kegiatan hasil kerjasama PWNU dengan KPU Jawa Tengah ini dihadiri? seratusan? peserta dari perwakilan lembaga-lembaga NU, seperti NU, IPNU, IPPNU, GP Ansor, LP Maarif NU, Muslimat NU, Fatayat NU, Banser, dan lembaga-lembaga lain.

Cari Pemimpin Amanah, NU Harus Aktif pada Pemilu 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Cari Pemimpin Amanah, NU Harus Aktif pada Pemilu 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Cari Pemimpin Amanah, NU Harus Aktif pada Pemilu 2014

Lebih lanjut Abu Hapsin menyampaikan bahwa tanggung jawab seorang muslim adalah mendirikan kepemimpinan yang amanah. Pemilu merupakan bagian dari kegiatan mendirikan kepemimpinan. Ia berharap setelah kegiatan ini peserta yang semuanya merupakan perwakilan di masing-masing lembaga NU ini menularkan virus-virus positif tentang keuntungan terlibat aktif dalam pemilu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wahyu Setiawan? dari KPU Jateng dalam paparan materinya menyatakan bahwa NU memiliki peran yang sangat strategis. Oleh karena itu KPU Jateng perlu menggandengnya agar partisipasi masyarakat dalam pemilu nanti meningkat.

“Partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi kemarin (Pilgub) hanya sekitar 54%. Pemilu 2014 merupakan momen yang sangat penting, karena agendanya adalah pergantian rezim. Karena itu peran masyarakat dalam pemilu nanti sangat menentukan nasib bangsa lima tahun mendatang,” ungkap Wahyu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain narasumber dari KPU, peserta sarasehan juga mendengarkan materi pendidikan politik? dari Dr Budi Setiyono, pakar politik Universitas Diponegoro yang juga Wakil Ketua PWNU Jateng.? Rais Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Sodaqoh juga? melengkapi wawasan peserta sarasehan mengenai Pemilu dalam Perspektif Fiqih. (Muslihudin el Hasanudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 17 Juli 2017

Jangan Jadikan Shalat Istikhoroh untuk Memaksa Allah

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kehidupan manusia di dunia penuh dengan harapan atau keinginan yang terkadang ditempuh dengan berbagai macam cara. Harapan dan keinginan tersebut jika tidak diatur dengan baik akan membawa kita kehilangan kontrol. Alih-alih mendapatkan keinginan yang diharapkan, justru malah akan menemukan masalah.

"Urusan atau keinginan baik itu kecil maupun besar hendaknya tidak terlepas dari minta petunjuk kepada Allah," demikian pesan Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi saat memberi materi tafsir pada kegiatan rutin Ngaji Ahad (Jihad) Pagi di Gedung NU setempat, Ahad (17/4).

Hal tersebut merupakan penjelasan hubungan ayat ke 5 dan 6 dari surat Al Fatihah. Ayat 5 mengandung permintaan hamba kepada Allah SWT, sedangkan ayat 6 merupakan jawaban dari permintaan tersebut.

Jangan Jadikan Shalat Istikhoroh untuk Memaksa Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Jadikan Shalat Istikhoroh untuk Memaksa Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Jadikan Shalat Istikhoroh untuk Memaksa Allah

Dalam meminta kepada sang khaliq, lanjutnya dia, manusia diberikan cara untuk mendapatkannya. "Allah telah memberikan solusi dengan shalat istikhoroh yaitu shalat meminta yang terbaik bagi kita," terangnya.

Namun ia mengingatkan, jangan sampai shalat istikhoroh diniatkan sebagai alat untuk memaksa Allah SWT memberikan yang terbaik untuk kita. "Jangan memaksa Allah SWT dengan shalat istikhoroh yang diawali dengan nafsu yang telah menguasai diri. Lakukan shalat istikhoroh dengan niat tulus serta memasrahkan diri kepada Allah," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Hasil serahkan kepada yang berhak memberi. Jangan mentargetkan semua keinginan kita akan dipilihkan yang terbaik dan dikabulkan semua," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terkait HTI, Pemkab Jember Cari Masukan Ormas

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Seolah berpacu dengan waktu, solusi penanganan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terus dicari seiring kian menguatnya rentetan penolakan masyarakat terhadap keberadaan ormas yang ingin mendirikan khilafah islamiyah itu. Itulah sebabnya, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jember menggelar rapat di ruang Bamus, ? gedung DPRD Jember, Selasa (10/5).?

Dalam kesempatan tersebut hadir Bupati Jember, Faida, Ketua DPRD Jember, Thoif Zamroni, Wakil Ketua DPRD Jember, Ayub Junaidi dan NNP Martini. Kapolres Jember, Sabilul Alif dan perwakilan Kodim 0824 juga hadir.

Terkait HTI, Pemkab Jember Cari Masukan Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)
Terkait HTI, Pemkab Jember Cari Masukan Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)

Terkait HTI, Pemkab Jember Cari Masukan Ormas

Satu-satunya agenda yang dibahas dalam rapat tersebut adalah penyikapan terhadap keberadaan HTI Jember. Namun setelah agak lama berdiskusi, tak ada keputusan yang melegakan.?

Di ujung acara, Ayub Junaidi mengusulkan agar Pemkab Jember mengundang ormas-ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia ? dan sebagainya untuk “mencari” masukan seputar HTI.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kalau Ibu Bupati tidak berkenan, kami punya cara sendiri yang dibenarkan undang-undang, yaitu membentuk pansus (panitia khusus),” ungkap Ketua PC GP Ansor Jember itu.

Bak gayung bersambut, usulan itupun diamini oleh Bupati Faida. Menurutnya, usulan tersebut sangat baik dan perlu diakomodasi. Bupati wanita pertama Jember itu juga mengucapkan terima kasih atas peran Banser yang telah ikut menjaga keamanan ? Jember. Tidak hanya itu, Faida juga mempersilahkan pimpinan DPRD Jember untuk membentuk pansus. “Monggo. Silakan. Kita undang semuanya. Dan kalau DPRD masih mau membentuk pansus, ya tidak apa-apa,” jelasnya.

Sambutan hangat juga datang dari Kapolres Jember, Sabilul Alif. Menurutnya, itu adalah ide yang baik sekali. Tidak hanya untuk membicarakan HTI, tapi juga membahas keamanan Jember secara menyeluruh.?

“Konflik yang besar adalah akumulasi konflik kecil yang tak terselesaikan. Jadi ini sangat baik,” jelasnya (Aryudi A. Razaq/Mukafi Niam)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 15 Juli 2017

Gus Dur dan Keadilan Ideologis

Keadilan adalah watak natural manusia, juga watak khas agama Islam. Tulisan ini akan mengulas bagaimana konsep keadilan menurut KH Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur.

Dalam kumpulan tulisan tokoh-tokoh Islam yang diedit oleh Budhy Munawar Rahman berjudul Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah (Mei: 1994), Gus Dur menulis tentang konsep keadilan menurut Islam. Menurut Gus Dur, konsep keadilan dalam Islam bermula dari Allah sebagai Tuhan Yang Maha Adil. Efek positif lanjutannya, al-Qur’an sebagai firman Allah juga menjadi sumber pemikiran tentang keadilan.

Apa yang dikatakan Gus Dur jelas kebenarannya. Sistem dan pola hidup adil adalah misi wahyu yang digariskan terhadap para nabi. Dalam surat al-Hadid ayat 57, al-Qur’an menegaskan bahwa keadilan merupakan sesuatu yang diturunkan bagi para rasul selain kitab suci. Dalam berbagai kitab tafsir ditegaskan bahwa keadilan dituntut al-Qur’an diterapkan sejak dari sikap batin, ucapan, sampai penyelesaian perselisihan. Alam rayapun, ditegakkan berdasar keadilan. Gus Dur menyebut ada beberapa wawasan keadilan dalam al-Qur’an sejak Qisth, Hukm sampai Adl sendiri.

Gus Dur memaklumi karena begitu vitalnya keadilan sehingga keadilan dijadikan rukun iman oleh beberapa mazhab diluar sunni seperti Syiah dan Muktazilah. Disinilah sikap pluralis Gus Dur terlihat. Gus Dur menghormati eksistensi paham lain berdasar garis pandang vitalnya suatu konsep. Bagi Gus Dur, keadilan merupakan suatu perintah agama bukan hanya acuan etis atau dorongan moral belaka. Satu perintah agama yang netral politik. Dalam sebuah tulisannya di Kompas ketika meletus perang Teluk tahun 1991, Gus Dur menegaskan kritiknya terhadap dua kubu ulama Arab, pembela Saddam maupun pembela Raja Fadh. Gus Dur juga begitu antipati ketika seorang ulama Indonesia kala itu ikut mendudukkan Saddam sebagai bughat (pemberontak) hanya berdasar persepsi minor yang tak jelas.

Gus Dur dan Keadilan Ideologis (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Keadilan Ideologis (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Keadilan Ideologis

Selain adl, keadilan juga disebut qisth. Konsep qisth menundukkan arah pada diri pribadi sebelum langkah besar transformasi masyarakat. Al-Qur’an berkata “Hai orang beriman, jadilah kamu penegak keadilan (qisth), menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri (An-Nisa’: 135). Secara tersirat ini menunjukkan penerapan keadilan untuk diri sendiri, atau pendidikan adab bagi pribadi sebelum menerapkan keadilan untuk masyarakat luas.

Gus Dur gusar jika keadilan yang sebenarnya murni watak agama menjadi satu keadilan berdasar ideologi tertentu. Bagi Gus Dur, keadilan ideologis memiliki pilar rapuh yang berbahaya karena keadilan ideologis akan membuahkan tirani. Watak keadilan justru akan menjadi sikap subversif apabila ideologi menyertai secara ketat. Di negeri ini, terdapat kelompok yang berjuang atas dasar ideologi keadilan namun justru watak keadilan yang didominasi ideologi cenderung untuk dikotomis, berpikir sepihak berdasar kepada garis anutan ideologinya.

Keadilan menurut kelompok keadilan ideologis jatuh dalam lingkup orientasi kontestasi dan pemenangan kekuasaan. Ambil contoh konsep penerapan bernegara ala Ikhwanul Muslimin. Menurut Hasan Al Banna, risalah penegakan daulah Islamiyah dimulai dari tahap islahul afrad (perbaikan diri sendiri), takwinul baitul muslim (membentuk keluarga muslim), takwinul mujtama’ul muslimin (membentuk masyarakat muslim), tahrirul wathan (pembebasan tanah air), islahul hukumah (perbaikan pemerintahan) dan terakhir iqamatud daulah (pembentukan negara Islam).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di banyak negara, strategi ini diterapkan Ikhwanul Muslimin, namun sebagaimana kata Gus Dur pasti ada kelindan tak disangka manakala ideologisasi muncul mendominasi. Pada tahap islahul afrad, upaya penegakan keadilan pada pribadi individual bisa dilakukan. Namun, syahwat politik yang terlalu ambisius untuk menguasai pemerintahan justru akan mengorbankan keadilan sendiri. Sulit dipilah mana keadilan berdasar agama, mana pula berdasar kepentingan politik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Gus Dur, keadilan juga berkait dengan kesejahteraan. Yatim piatu, kaum miskin, serta zawil qurba yang membutuhkan pertolongan merupakan pengejewantahan keadilan. Artinya, keadilan harus menjauhi sejauh mungkin korupsi karena korupsi pada dasarnya sejenis kezaliman massal terhadap seluruh rakyat utamanya rakyat kecil. Korupsi menyebabkan pemberdayaan kaum miskin dan anak yatim menjadi terhambat. Unsur transformasi sosial sedikit banyak yang merekatkan keadilan sebagai watak struktural. Hal ini menjelaskan hubungan kerangka keadilan untuk diri pribadi dengan keadilan untuk masyarakat. Artinya, keadilan akan mampu ditegakkan manakala sistem adil hidup mandiri di masyarakat.

Bagi Gus Dur, keadilan memiliki keterbatasan. Pertama, keterbatasan visi keadilan sendiri. Keadilan bisa dianggap selesai manakala keadilan diterapkan, tapi justru dengan melanggar wawasan keadilan. Demi agama islam, seseorang akan merasa absah jika harus merusak aset milik orang lain. Seseorang akan merasa menegakkan keadilan, meski dengan menghancurkan dan merusak. Padahal merusak adalah kegiatan yang bertentangan dengan wawasan keadilan. Atas nama keadilan, suap terpaksa dilakukan justru demi ideologisasi keadilan. Keadilan dan kesejahteraanpun dijual demi demokrasi padahal keadilan justru watak nomokrasi.

Menurut Gus Dur, wawasan keadilan juga rentan karena terikat konsep berbalasan (kompensatoris). Demi keadilan ideologis, Islam berupaya diarahkan menjadi daulah justru dengan meminta kompensasi dari masyarakat. Keadilan ideologis terpaksa diperjuangkan dengan mengabaikan nilai agama. Menjelang pemilu, menyuap pemilih terpaksa dilakukan. Ongkos pemilu yang besar memaksa juga terjadinya korupsi. Keadilan dirusak demi kepentingan keadilan yang diideologisasi. Gus Dur pun dulu dijatuhkan oleh kelompok yang menyebut dirirnya pejuang keadilan. Padahal menjatuhkan Gus Dur dari kursi kepresidenan justru merupakan pelanggaran keadilan konstitutif. Hari ini, mengembalikan fitrah keadilan kepada kerangka dasar agama dan bukan ideologi politik terasa penting untuk dilakukan. Kita merindukan keadilan yang obyektif. Bukan keadilan ideologis.

 

 

*Alumni Hubungan Internasional FISIP Universitas Jember Pustakawan Buku dan Kitab Kuning

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah