Minggu, 09 Juli 2017

Wilayah Luas Minim Aparat, Lampung Rawan Terorisme

Bandar Lampung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Provinsi Lampung sebagai daerah memiliki kerawanan yang tinggi terhadap gerakan radikal terorisme. ? Namun kondisi tersebut ternyata tidak diimbangi dengan keberadaan aparat keamanan yang memadai.?

Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Lampung, Sukiran, saat menjadi narasumber dalam Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme di Bandar Lampung, Rabu (23/11/2016).?

Wilayah Luas Minim Aparat,  Lampung Rawan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Wilayah Luas Minim Aparat, Lampung Rawan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Wilayah Luas Minim Aparat, Lampung Rawan Terorisme

"Kita sama-sama mengetahui berapa jumlah polisi di Lampung. TNI juga demikian, bahkan ada Mako (Markas Komando, Red.) yang kabarnya akan ditutup," kata Sukiran.?

Terkait kerawanan di Lampung, tambah Sukiran, luas wilayah dan minimnya aparat keamanan diperburuk dengan adanya catatan sejarah aksi-aksi terorisme di masa lalu. Dia mencontohkan, salah satunya adalah jaringan Warman dan kelompok pendukung Negara Islam Indonesia (NII).?

"Di Desa Bedeng, di Lampung Timur, sampai sekarang masih ada pengikut Warman. Meskipun sudah usia lanjut, secara pemikiran mereka masih radikal dan tidak menutup kemungkinan menyebarluaskan apa yang diyakininya," lanjut Sukiran.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu, masih kata Sukiran, keberadaan kelompok Islam beraliran keras menjadikan kerawanan terorisme di Lampung semakin mengkhawatirkan. "Di Lampung ada pengikut Islam Wahabi, Khilafatul Muslimin, HTI, dan kelompok-kelompok yang berkaitan dengan Pesantren Al Amin, Ngruki. Semuanya memiliki keyakinan yang nyaris sama, menganggap kelompok lain yang tidak sealiran adalah kafir," tegasnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk menanggulangi radikal terorisme tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung disebut oleh Sukiran sudah melakukan berbagai upaya, salah satunya meminta setiap kepala daerah tingkat Kota dan Kabupaten untuk selalu melakukan deteksi dini terhadap kerawanan di daerahnya dan menjaga situasinya tetap aman. Langkah lainnya adalah dengan menggandeng media massa melalui penyampaian saran masukan terkait konten pemberitaan.?

"Kami meminta media massa senatiasa memberitakan hal-hal yang tidak memancing munculnya raadikalisme terorisme. Media massa harus bisa ikut berperan menjaga keamanan," urai Sukiran.?

Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme adalah satu metode Pelibatan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme yang dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di 32 provinsi se-Indonesia.?

Satu metode lainnya adalah Visit Media, kunjungan dan diskusi dengan redaksi pemberitaan media massa untuk menyamakan persepsi tentang peran media massa dalam pencegahan terorisme. (Samsul Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Siraman Kembang 7 Rupa Warnai Makesta IPNU-IPPNU di Jepara

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU MA Matholiul Huda Bugel Kedung, Jepara, mengadakan kegiatan Masa Taaruf Siswa Baru (Matasba) sekaligus Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di madrasah setempat. Sasarannya adalah para peserta didik baru pada tahun ajaran ini.

Ketua PK IPNU MA Matholiul Huda Fauzan Marzuqi mengatakan, acara digelar untuk mengenalkan siswa baru pada madrasah yang berbasis Aswaja, juga mengenalkan organisasi IPNU-IPPNU sebagai wadah berhimpun, berkomunikasi, dan beraktualisasi para pelajar NU.

Siraman Kembang 7 Rupa Warnai Makesta IPNU-IPPNU di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Siraman Kembang 7 Rupa Warnai Makesta IPNU-IPPNU di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Siraman Kembang 7 Rupa Warnai Makesta IPNU-IPPNU di Jepara

Kegiatan yang berlangsung 28- 29 Juli 2015 itu merupakan realisasi progam dari PK IPNU-IPPNU MA Matholiul Huda Bugel periode 2015-2016. Matasba dan Makesta diikuti 400 murid baru yang terdiri dari 244 siswa putri dan 156 siswa putra.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Materi dalam Makesta yang disampaikan oleh Pengurus PC IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara, dikenalkan sejarah lahirnya IPNU-IPPNU serta motivasi berorganisasi," tutur Shelly Anggita Putriyani ketua PK IPPNU MA Matholiul Huda.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam Makesta juga terdapat prosesi pembaiatan. Setelah prosesi pembaiatan anggota diharuskan untuk bertanda tangan di atas kain putih yang terbentang didepan Madrasah dilanjutkan siraman air kembang tujuh rupa dan mencium bendera IPNU-IPPNU sebagai bentuk hormat dan siap menjadi kader NU dalam menjaga martabat NU, Aswaja, Islam, NKRI, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

"Air kembang 7 rupa memiliki filosofi bahwa kembang itu memberikan keharuman yang alami dan angka 7 itu memiliki arti pitulungan (pertolongan). Jadi kader IPNU-IPPNU siap mengharumkan NU dan NKRI dengan selalu mengharap pertolongan dari Allah SWT," tambah Afandi, wakil sekretaris PC IPNU Jepara.

Para Pembina IPNU-IPPNU setempat mendukung penuh kegiatan ini. Selain untuk menambah keakraban antarsiswa, juga untuk mengenalkan siswa baru tentang aturan-aturan yang harus ditaati bersama di madrasah ini. (Muhammad MS/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Sujadi: Kualitas Amal Tergantung Kualitas Niat

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam kehidupan di dunia manusia memiliki berbagai macam aktifitas yang bersifat duniawi maupun ukhrowi. Dalam mengawali aktivitas tersebut, niat akan menentukan hasil dari apa yang telah dikerjakan. Bisa jadi sebuah aktivitas yang terlihat duniawi akan menjadi aktivitas ukhrowi dan juga sebaliknya. Hal ini dapat terjadi karena niat yang ada dalam hati pelaku tidak sesuai dengan apa yang akan dikerjakan.

KH Sujadi: Kualitas Amal Tergantung Kualitas Niat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Sujadi: Kualitas Amal Tergantung Kualitas Niat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Sujadi: Kualitas Amal Tergantung Kualitas Niat

Hal ini disampaikan oleh KH Sujadi dalam kegiatan Ngaji Ahad (Jihad) yang dilaksanakan di Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (29/06).?

Oleh karena itu Kiai Sujadi mengingatkan kepada jamaah untuk menata niat dengan baik dan ikhlas dalam mengawali dan melaksanakan sebuah pekerjaan. "Manajemen niat sangat penting, jangan sampai niat dari pekerjaan kita hanya untuk mendapatkan pujian dan imbalan dari manusia," ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kiai Sujadi yang juga Musyasyar PCNU Pringsewu mengingatkan pentingnya tajdidun niat atau memperbaiki niat. "Bebaskan diri dari syaiun syaiun akhor. Niati segala pekerjaan hanya untuk Allah SWT," tegasnya.

Kiai Sujadi menambahkan, bahwa ketika niat ikhlas dan benar sudah terpatri di dalam hati, maka kesemangatan untuk melakukan yang terbaik akan muncul sehingga segala hal yang susah akan dapat dihadapi. Mengambil pribahasa jawa "Rawe rawe rantas malang malang putung", Kiai Sujadi yang juga Bupati Pringsewu ini memotivasi jamaah untuk semangat dalam mengerjakan sesuatu.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Namun jangan sampai pribahasa ini dimasuki unsur emosi dan prilaku berlebihan karena bisa jadi nanti malah kita yang rantas dan malang sendiri," ucapnya.?

Diakhir pengajian, Kiai Sujadi berpesan agar sekecil apapun kita melakukan amalan, haruslah dilakukan dengan ikhlas dan semata mata karena Allah SWT. Dengan keikhlasan dari dalam hati, maka amal yang sudah dilakukan akan dapat diterima.?

Kegiatan ngaji ahad yang merupakan salah satu rangkaian Safari ramadhan 1436 H ini dimoderatori oleh Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrahim, MPdI. Kegiatan ini dirangkai dengan buka puasa bersama dan shalat maghrib berjamaah yang di imami oleh KH Hambali yang merupakan Ketua Umum MUI Kabupaten Pringsewu. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 06 Juli 2017

Ini Alasan Nabi Mendirikan Madinah, Bukan Negara Islam

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj menjelaskan, makna kata tsaqofah adalah kemajuan di bidang intelektual. Sementara, kemajuan di bidang kehidupan disebut dengan hadloroh. Sedangkan, kemajuan di bidang intelektual dan juga di bidang kehidupan disebut dengan istilah mutamaddin atau madinah.

Ini Alasan Nabi Mendirikan Madinah, Bukan Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Alasan Nabi Mendirikan Madinah, Bukan Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Alasan Nabi Mendirikan Madinah, Bukan Negara Islam

“Jadi madinah itu artinya negara yang masyarakatnya modern, sejahtera, intelek, berbudaya, bermartabat, dan bergengsi. Itu namanya madinah,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara Sarasehan Pengembangan Ekonomi Umat dan Kemaritiman Indonesia yang diselenggarakan HPN dan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) di Jakarta, Kamis (6/4).

Lanjut Kiai Said, itulah alasan kenapa Nabi Muhammad membangun sebuah kota dan menyebutkan dengan nama Negara Madinah. “Bukan negara Islam, bukan negara Arab, bukan negara agama,” tegasnya.

Di dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Kiai Said selalu mengkritik dengan tegas kelompok-kelompok yang ingin mengganti ideologi negara Indonesia dengan ideologi agama tertentu.?

Menurutnya, Pancasila adalah bentuk final dari kesepakatan yang ditelah dibuat oleh para pendiri bangsa ini dan berfungsi sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang beragam. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 03 Juli 2017

Ribuan Banser Ikuti Apel Kebangsaan

Tegal, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Ribuan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) se eks Karesidenan Pekalongan mengikuti apel kebangsaan dalam rangka peringatan hari sumpah pemuda di alun-alun kota Tegal, Ahad (28/10).?

Mereka datang dari Kabupaten Tegal, Brebes, Pemalang, ? Pekalongan Kabupaten dan Kota serta tuan rumah sendiri.?

Ribuan Banser Ikuti Apel Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Banser Ikuti Apel Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Banser Ikuti Apel Kebangsaan

Sebagaimana diberitakan sebelumnya apel banser akan diwarnai juga dengan aksi penanaman 1000 pohon di wilayah kelurahan keturen, Kecamatan Tegal selatan. Kota Tegal dan akan dilakukan oleh Banser dan Ansor kota Tegal.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Seperti biasa apel Banser jug di dalamnya dibacakan nawa prsetiya Banser sebagai pedoman bertingkah laku dan berideologi bagi anggota banser dan tentunya mengawal NKRI sebagai harga mati. Pembacaan nawa prsetiya Banser berjalan dengan khidmat dan penuh dengan semangat. ?

“Aksi sosial tanam pohon yang dilakukan dalam rangka peringatan hari Sumpah Pemuda itu merupakan simbol kepedulian pemuda terhadap lingkungan hidup,” kata sekretaris panitia Sofyan Efendi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Sofyan, penanaman 1000 pohon yang terdiri dari jenis pohon Sawo dan pohon Sukun itu akan dilakukan usai mengikuti upacara peringatan hari Sumpah Pemuda yang diselenggaran Pemkot di alun-alun Kota Tegal.?

Seusai apel Banser peserta langsung kembali dengan kendaraan yang ditumpangi masing-masing, kabupaten Tegal peserta apel menggunakan kendraan bermotor, jadi seolah ada pawai yang menghiasi kegiatan itu.?

Wasat Satkorcab Banser Kabupaten Tegal Zeni Masardi mengatakan anggotanya hadir dalm apel itu Karena ada permintaan untuk mengikuti dan kami sangat bangga Karena sumpah pemuda yang merupakan peristiwa yang sangat bersejarah. “Ini menunjukan bahwa Banser selalu menghargai nilai-nilai sejarah," katanya.

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Presiden Akan Buka Munas-Konbes NU di Lombok

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Musyawarah Alim Ulama Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 yang bakal dihelat di Lombok, Nusa Tenggara Barat, 23-25 November 2017, bakal dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo.

Presiden Akan Buka Munas-Konbes NU di Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Akan Buka Munas-Konbes NU di Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Akan Buka Munas-Konbes NU di Lombok

Informasi tersebut disampaikan Wakil Ketua Panitia Munas-Konbes NU 2017 H Robikin Emhas dalam acara peluncuran perhelatan akbar tersebut di auditorium PBNU, Jakarta, Jumat (22/9) malam. Menurutnya, Presiden sudah menyampaikan konfirmasi akan memenuhi undangan.

Munas-Konbes NU kali ini mengusung tema “Memperkokoh Nilai-nilai Kebangsaan melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga”. Acara pembukaan forum tertinggi setelah Muktamar ini bakal digelar di Islamic Center Lombok, dilanjut dengan sidang-sidang komisi di lima pesantren.

Robikin menjelaskan, Munas merupakan forum yang membahas isu-isu penting keagamaan dan kebangsaan. Kegiatan ini akan diisi dengan bahtsul masail yang terdiri dari waqi’iyyah (mendiskusikan isu-isu aktual), qanuniyah (perundang-undangan), dan maudlu‘iyyah (konsep-konsep tematik).

Sedangkan Konbes menjadi forum konsolidasi internal NU, mendikusikan peraturan organisasi, dan penguatan program bagi struktur NU secara nasional.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Munas-Konbes NU 2017 juga didahului dengan serangkaian acara Pra-Munas-Konbes yang dipusatkan di tiga kota, yakni Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah, dan Lampung. “Semoga meningkatkan khidmah nu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Robikin.

Hadir dalam kesempatan itu Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Wakil Rais ‘Aam KH Miftahul Ahyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum PBNU H Ma’sum Mahfudz, dan segenap utusan dari lembaga dan badan otonom NU. (Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 02 Juli 2017

Presiden Jokowi Hadiri Haul dan Khotmil Qur’an di Pesantren Kempek

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pesantren Kiai Haji Aqil Siroj (KHAS) Kempek, Cirebon, Jawa Barat mengadakan Haul dan Khotmil Qur’an di lapangan pesantren setempat pada Jumat (20/10).

Presiden Jokowi Hadiri Haul dan Khotmil Qur’an di Pesantren Kempek (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Hadiri Haul dan Khotmil Qur’an di Pesantren Kempek (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Hadiri Haul dan Khotmil Qur’an di Pesantren Kempek

Acara yang bertemakan Merawat Tradisi untuk Memperkokoh NKRI ini dihadiri Presiden Republik Indonesia (RI) H Joko Widodo, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan, dan sejumlah tokoh dan pejabat lainnya.

Pengasuh Pesantren KHAS Kempek KH Mustofa Aqil Siroj dalam sambutannya  mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi Dodo telah berkenan hadir di Kempek.

Ia menilai, Jokowi merupakan presiden yang sangat memperhatikan pesantren. Jokowi juga, katanya, memberi isyarat mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Mustofa mengaku senang karena Presiden Jokowi berani membawa tahlil di istana negara. “Itu sejak zaman Nabi Adam belum pernah terjadi, Pak, tahlil di istana,” katanya diikuti tawa hadirin.

Keberanian Jokowi membuat Kiai Mustofa mengungkapkan perkataan KH Maimun Zubair. “Makanya Mbah Maimun Zubair mengatakan , dia itu bukan namanya ‘Jokowi’. (Dia) Ja’a Qowiyyun, datang orang kuat,” katanya. (Husni Sahal/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Hikmah, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah