Sabtu, 14 Januari 2017

Islam Berkembang di Indonesia Bukan dengan Merusak Budaya

Pati, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kegelisahan atas pergeseran cara pandang, panutan, dan orientasi bangsa ini menjadi perbincangan gayeng dalam ngaji budaya Suluk Maleman edisi ke-51 di Rumah Adab Indonesia Mulia Jalan Diponegoro 94 Pati, Jawa Tengah, Sabtu (19/3) malam. Jika tidak dikembalikan pada "kiblat" semula, maka semakin menerjunkan bangsa pada kemunduran perabadan.

KH Abdul Ghofur Maimoen, Herman Sinung Janutama, Anis Sholeh Baasyin, dan pemapar lain dalam ngaji interaktif itu sepakat dengan sikap hidup bervisi dan berorientasi. Gus Ghofur mengajak masyarakat untuk memiliki idola dengan profil yang merepresentasikan Allah.

Islam Berkembang di Indonesia Bukan dengan Merusak Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Berkembang di Indonesia Bukan dengan Merusak Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Berkembang di Indonesia Bukan dengan Merusak Budaya

Bukan berarti berkiblat pada orang yang menuhankan dirinya, tetapi mendekat dengan ulama. Namun, pilihan idola juga perlu didasari atas kecermatan. Mengingat, saat ini banyak tokoh panutan yang hilang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair ini menyebut, Nabi Muhammad merupakan panutan sekaligus idola yang menyedot perhatian banyak kalangan. Itu lantaran kesalehannya dapat dipertanggungjawabkan sebagai "wakil" Allah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Dalam urusan dunia saja, seperti memilih wakil rakyat, orang sekarang banyak yang dilandasi karena uang. Bukan atas pilihan sendiri yang murni mempertimbangkan perbaikan. Ini harus diubah, karena manusia beragama harus mempunyai visi dan orientasi sebagai makhluk Allah," jelasnya.

Dilihat dari sejarah, kata dia, Islam berkembang di Indonesia bukan dengan merusak budaya yang telah ada. Itu kenapa Islam, terutama di Jawa menjadi mayoritas. Karenanya, ciri khas Islam Nusantara sangat tepat.

Sejarawan dan budayawan Herman Sinung Janutama lebih mengambil hikmah dari falsafah Jawa. Jawa, menurutnya menjadi dapat kembali menjadi songgo buwono dengan bekal iman daya mukti.

"Itu bekal hidup bagi orang Jawa. Jadi, dengan keteguhan iman, maka akan berdaya dan bakal mukti. Itu tercantum dalam Surat Sutasoma yang merupakan bekal raja-raja Jawa zaman dulu," paparnya.

Penyesatan

Di tengah merasuknya nilai individualis dan materilis, bangsa ini butuh kebangkitan. Bangsa Indonesia patut kembali menghargai budaya dan keunggulan peradaban Nusantara yang dipercaya lebih maju ketimbang bangsa lain.

Hanya, sekarang menurutnya terjadi pergeseran yang luar biasa. Ilmu falak dengan dasar matematika sejak dulu sudah dikuasai bangsa ini. Namun, kini falak seperti tidak diperbolehkan dalam istilah barat dan diganti dengan astronomi.

"Matematika sekarang berkiblat ke barat, padahal dulu di Jawa," katanya dalam ngaji budaya yang mengambil tema "Kiblat yang Berubah".

Sang sahibul bait Anis Sholeh Baasyin mengemukakan, potensi besar bangsa ini perlu disadari bersama. Menurutnya, mudahnya sebagian kalangan berujar penyesatan atas budaya Jawa yang penuh filosofis berbalut agamis perlu diluruskan.

"Seperti budaya Jawa berupa wiwit, yang dulu sering dilakukan petani ketika hendak panen padi jika dipahami bukan musyrik. Selain banyak makna filosofis, biasanya tradisi itu juga dilakukan dengan doa bersama secara Islami," tandasnya.

Karenanya, kekayaan potensi tradisi dan budaya Jawa tidak sepatutnya dipersoalkan. Terlebih untuk kepentingan mengubah nilai luhur bangsa dengan sokongan dana luar negeri.

"Ada kecenderungan itu menjadi fakta belakangan ini. Mari kita waspada dan tidak mudah terpancing isu-isu dan ujaran provokatif berupa klaim kesesatan dalam setiap tradisi dan budaya luhur yang dilestarikan," lanjut pimpinan Orkes Puisi Sampak GusUran ini. (Red: Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 13 Januari 2017

PMII Padang Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor

Padang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Padang menggelar aksi kemanusiaan untuk korban banjir bandang dan longsor yang terjadi dibeberapa daerah di Sumatera Barat, Selasa (9/2/2016) di Simpang BTN, Kota Padang.

PMII Padang Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Padang Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Padang Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor

Aksi yang diikuti oleh puluhan mahasiswa pergerakan ini di pimpin langsung oleh Ketua Umum ? PMII Kota Padang, Hasbullah Alkomar. "Mahasiswa ikut berduka dan prihatin terhadap musibah yang menimpa sejumlah daerah di Sumbar," ujar Hasbullah Alkomar.

Komar juga menjelaskan bahwa bencana banjir dan longsor ini merupakan bencana yang cukup besar dan harus mendapatkan perhatian dari semua pihak. "Bencana banjir bandang dan longsor setidaknya telah menelan korban jiwa sebanyak 6 orang di kabupaten Solok Selatan. Ribuan hektar lahan pertanian warga yang tersebar di 50 Kota, kabupaten Solok Selatan, agam, dan Kota Solok, juga mendapat dampak luarbiasa parahnya," pungkas Alkomar.

PMII sebagai organisasi kemahasiswaan juga mendesak pemerintah agar cepat menangani permasalahan ini. "Kami menuntut pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten terkait cepat tanggap dalam penanggulangan bencana ini," desak Alkomar

Aksi penggalangan dana untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang dilakukan PMII Kota Padang ini berlangsung dari Selasa hingga Jumat. Sejumlah dana yang terkumpul akan disalurkan pada korban yang berada di 50 Kota dan Solok selatan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, sebelumnya hujan deras beberapa hari terakhir telah menyebabkan Sumatera Barat dilanda bencana banjir dan longsor. Bencana kali ini menimbulkan korban jiwa dan memutus urat nadi transportasi.

Inilah titik-titik lokasi bencana banjir dan longsor yang berhasil dihimpun berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Sumatera Barat. Data ini dikirim oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Sutopo Purwo Nugroho, Senin (8/2/2016). Ditambah informasi dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat Zulfiatno dan BPBD Pasaman. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 11 Januari 2017

Warga Ramai Tensi Gratis di Posko Banser Kranggan

Rembang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bukan hanya para pemudik yang menggunakan fasilitas tensi gratis yang disediakan oleh posko mudik Banser Kecamatan Kragan. Tetapi banyak juga warga sekitar yang rela mengantri untuk mendapatkan fasilitas tensi darah secara gratis di posko mudik Banser Satkorcab Rembang yang berada di depan masjid Roudhatus Sholihin Karang Lincak Kecamatan Kragan, Rembang, Jawa Tengah.

Menurut Ketua Ansor Kragan Hakim saat dikonfirmasi Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, menjelaskan sejak H-7 banyak warga sekitar tiap usia shalat Tarawih rela mengantri sekedar mendapatkan tensi darah yang disediakan di posko ini. Hakim juga menyampaikan jika warga sangat berterima kasih dengan adanya tensi gratis yang disediakan oleh Banser Rembang.

Warga Ramai Tensi Gratis di Posko Banser Kranggan (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Ramai Tensi Gratis di Posko Banser Kranggan (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Ramai Tensi Gratis di Posko Banser Kranggan

"Warga setiap usai shalat tarawih banyak yang mampir untuk tensi darah Mas. selain itu mereka sangat senang terbantu dengan adanya posko dengan berbagai macam fasilitasnya,” kata Hakim.

Kabanyakan warga yang mengantri merupakan lansia yang mempunyai berbagai macam riwayat penyakit yang sering membutuhkan perhatian dengan tensi darah. Rata-rata satu bulan sekali mereka harus mengeluarkan uang untuk sekedar tensi darah di tempat pelayanan kesehatan, baik di rumah sakit ataupun puskemas, dikarenakan jaraknya yang sangat jauh. (Ahmad Asmui/Mukafi Niam)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 08 Januari 2017

Pemutaran Lewat Djam Malam

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lesbumi akan memutar filma klasik Lewat Djam Malam (LDM) karya Usmar Ismail, di Teater Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, besok Kamis (3/5), pukul satu siang.

Pemutaran film dalam rangka 50 tahun Lesbumi ini merupakan kelanjutan dari Musyawarah film Nasional pertengahan April lalu di PBNU. 

Pemutaran Lewat Djam Malam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemutaran Lewat Djam Malam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemutaran Lewat Djam Malam

“Selain Lewat Djam Malam, kami akan memutar enam film lainnya di PBNU, The Wahid Institute, dan sebuah pesantren di Jakarta Timur. Lewat pemutaran ini, kami ingin menghargai sesepuh sineas yang juga aktivis-aktivis NU,” kata Hasyim Zen, salah seorang panitia, tadi sore.

Lebih lanjut Hasyim mengatakan, pemutaran film juga bertujuan untuk melakukan proses pendidikan kebudayaan dalam artian luas yang hari ini tidak banyak diperhatikan, baik oleh pemerintah ataupun masyarakat sendiri. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Melalui film yang bermutu, kita bisa berkaca tentang banyak hal, tema bangsa, agama, masyarakat, seni, budaya, dan sebagainya. Silakan datang, ini acara kita semua, disiapakan secara berjamaah oleh Lesbumi, Kopri Ciputat, IPPNU Jaktim, Wahid Institute, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, dan Piramida Circle, ” jelasnya.

Lewat Djam Malam karya aktivis Lesbumi Usmar Ismail ini terpilih sebagai film klasik yang akan diputar di Cannes Festival 2012, Perancis, akhir Mei nanti. 

LDM diproduksi oleh oleh Persatuan film Nasional Indonesia (Perfini), tahun 1954. Film ini berhasil diselamatkan dari kerusakan. Lembaga yang telah menyelamatkan dengan merestorasi LDM adalah  Museum Nasional Singapura, bekerja sama dengan Mereka menggandeng Yayasan Konfiden dan Sinematek Indonesia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tujuan restorasi mengembalikan film ke kondisi semula. Bukan menambah apapun. Film jaman dulu dari hitam putih ke berwarna, itu bukan restorasi lagi. Kalau prosesnya ada yang lebih dulu, Tiga Dara. Prosesnya di Belanda. Kemarin gara-gara Eropa krisis, belum bisa dilanjutkan sampai sekarang. Mungkin ini jadi film yang selesai direstorasi yang pertama,” jelas Lintang Gitomartoyo dari Yayasan Konfiden, seperti dikutip KBR.8H.

 

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 06 Januari 2017

Madrasah Kampung Ini Ucapkan Harlah NU Ke-91

Lamongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif NU Darussalam Jatipandak, Sambeng, ? Lamongan, Jawa Timur memperingati hari lahir NU ke-91 dengan menggelar upacara bendera dan ziarah ke makam pendiri madrasah itu. Kegiatan pada Selasa (31/1) diikuti puluhan siswa dan dewan guru.

Madrasah Kampung Ini Ucapkan Harlah NU Ke-91 (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Kampung Ini Ucapkan Harlah NU Ke-91 (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Kampung Ini Ucapkan Harlah NU Ke-91

Kepala MI Darussalam Kholison mengatakan, peringatan tersebut bertema “Cinta Islam yang Damai dan Toleransi”. Tema tersebut sengaja diusung karena akhir-akhir ini bangsa Indonesia diterpa keributan di antara masyarakatya mulai dari masalah sosial, masalah politik, penyebaran kebencian, bahkan hingga masalah agama. Keributan tersebut dapat mengancam kedamaian di Indonesia.?

“Padahal, sebagai negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, keributan-keributan semacam itu seharusnya tak terjadi. Perbedaan prinsip, suku, ras, agama yang terjadi di antara kita mestinya dapat menyatukan kita semua,” katanya.

Kholisan berharap, momentum harlah NU ke-91, bangsa Indonesia kembali menjadi bangsa semakin damai, menyebar kesayangan antarsesama, toleransi dan menghargai perbedaan dan menjadi contoh dari negara-negara lain. “Karena kita menjujung tinggi asas Pancasila,” lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua pelaksana, M. Munif Asy’ari menambahkan, selain pesan damai siswa-siswi diajak mengenang para tokoh-tokoh NU seperti Hadrotussyekh KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Chasbullah serta para tokoh NU lainnya dalam memeprjuangkan bangsa Indonesia.?

Para pendiri NU tersebut, kata dia, begitu cintanya terhadap negara Indonesia. “Cinta terhadap negara sendiri sebagaian dari iman,” tambahnya.

Peringatan harlah itu ditutup dengan doa bersama dan shalat dzuhur berjamaah di musholla madrasah. (Asyhari/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 03 Januari 2017

95 Persen Situs Berusia 1000 Tahun telah Dihancurkan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Para pecinta warisan sejarah Islam dan sebagian warga lokal Saudi Arabia terkejut dengan banyaknya warisan sejarah di Makkah dan Madinah yang telah dibuldoser, diantaranya untuk membuat pusat perbelanjaan yang megah, hotel mewah dan gedung pencakar langit. Berdasarkan estimasi Gulf Institute 95 persen bangunan yang berumur 1,000 tahun telah dihancurkan dalam 20 tahun terakhir.

Di Masjidil Haram Makkah, tempat paling suci bagi umat Islam dimana seluruh umat Islam diperlakukan sederajat, sekarang dibayangi oleh Jabal Omar, sebuah komplek pengembangan apartemen pencakar langit, hotel dan sebuah menara jam yang sangat besar.

95 Persen Situs Berusia 1000 Tahun telah Dihancurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
95 Persen Situs Berusia 1000 Tahun telah Dihancurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

95 Persen Situs Berusia 1000 Tahun telah Dihancurkan

Untuk membangunnya, pemerintah Saudi menghancurkan benteng Ajyad yang ada sejak era Ottonom dan bukit yang ada di sekitarnya. Bangunan bersejarah lain yang hilang meliputi tempat kelahiran Rasulullah, yang sekarang menjadi perpustakaan, dan rumah Khadijah, istri pertama Nabi, yang sekarang menjadi toilet publik sebagaimana dilaporkan oleh The Independent.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sampai saat ini, pembangunan di Madinah masih sedikit lebih terkendali dibandingkan di Makkah, meskipun sejumlah situs awal Islam telah hilang. Dari tujuh masjid yang dibangun untuk memperingati perang Khondaq atau perang parit, satu peristiwa yang cukup menentukan dalam sejarah perkembangan Islam, saat ini hanya tersisa dua

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sepuluh tahun lalu, sebuah masjid cucu Rasulullah dihancurkan dengan dinamit. Gambar penghancuran masjid yang diambl secara rahasia menunjukkan para polisi agama merayakan keruntuhan tempat bersejarah tersebut.

Pengabaian sejarah awal Islam ini merupakan adopsi dari Wahabisme yang menginterpretasikan ajaran Islam secara kaku.

Di sebagian besar negara Muslim, banyak tempat suci dibangun dan kunjungan ke makam merupakan hal yang biasa, tetapi bagi kelompok Wahabi, praktek seperti ini dianggap sesat. Polisi agama di Saudi Arabi melarang peziarah untuk berdoa atau mengunjungi tempat-tempat yang terkait dengan kehidupan Rasulullah dan berusaha menghancurkan situs-situs sejarah tersebut.

Dr Irfan al-Alawi dari Islamic Heritage Research Foundation mengkhawatirkan pembangunan kembali Masjid Nabawi merupakan upaya lebih luas untuk merubah fokus dari tempat Nabi Muhammad dikuburkan. Tempat pemakaman Rasulullah ditutupi dengan kubah hijau yang terkenal dan menjadi pusat dari masjid Nabawi saat ini, tetapi dengan rencana pengembangan baru, lokasi tersebut akan menjadi sisi timur dari bangunan yang akan diperluas delapan kali lipat dengan sebuah mimbar baru bagi imam. Juga terdapat rencana untuk membongkar Raudhah yang bisa diartikan sebagai taman surga, sebuah lokasi sempit di tengah-tengah masjid, yang oleh nabi sendiri dikatakan memiliki keistemewaan untuk berdoa. ?

“Mereka beralasan untuk membuat ruangan yang lebih besar dan menciptakan 20 ruangan yang akan menampung 1.6 juta jamaah,” kata Alawi. “Hal ini adalah nonsense, apa yang sebenarnya mereka inginkan adalah mengganti fokus dari tempat dimana Rasulullah dikuburkan,” katanya.

Sebuah pamflet yang dipublikasikan pada tahun 2007 oleh kementerian Hubungan Keislaman dan didukung oleh Grand Mufti Saudi Arabia, Abdulaziz al Sheikh, meminta kubah nabi diruntuhkan dan makam Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar diratakan dengan tanah. Sheikh Ibn al-Uthaymeen, satu dari ulama terkenal Wahabi juga meminta hal yang sama.

Alawi mengkritisi kediaman umat Islam atas penghancuran Mekkah dan Madinah. Umat Islam dinilainya lebih peka terhadap film yang yang menghina nabi Muhammad, tetapi penghancuran tempat kelahiran nabi Muhammad, tempat dimana dia berdoa dan mengembangkan Islam dibiarkan berlanjut tanpa halangan.

Kerajaan Saudi merasa hanya mereka sendiri yang memiliki otoritas atas apa yang terjadi pada peninggalan awal sejarah Islam. Meskipun mereka telah mengeluarkan milyaran dolar untuk memperluas Mekkah dan Madinah, tetapi dua kota suci ini juga memberi keuntungan pada negara yang sangat tergantung pada hasil minyak bumi ini.

Baik Kedutaan Saudi di London atau Kementerian Luar Negeri Saudi merespon permintaan komentar ketika The Independent mengontak mereka terkait rencana perluasan masjid Nabawi yang didalamnya akan menggusur tiga masjid bersejarah, yaitu masjid untuk mengenang Abu Bakar, Umar dan masjid Ghamama.?

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 30 Desember 2016

Habib Luthfi Sarankan Rawat Yatim, Bukan Dirikan Panti

Brebes, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ra’is ‘Am Jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah Habib Luthfi bin Ali Yahya tidak sepakat dengan pendirian Panti Asuhan Yatim Piatu. Sebab hanya menambah penderitaan Si Yatim atau Si Piatu itu sendiri. Hatinya juga dikerdilkan ketika dewasa dan menjadi beban tersendiri ketika mendapatkan kesuksesan di kala dewasa. ? Apalagi jika Panti Asuhan sekadar dibisniskan dan melenceng dari koridor tatanan agama.?

“Ketika dewasa dan sukses, kerap kebesaran anak Yatim disebut-sebut atas jasa sebuah panti,” kata Habib ketika mengisi pengajian Bumiayu Bersholawat dalam rangka Peringatan Isra Miraj di halaman Masjid Baitul Rohim, Kamis malam lalu (23/5).

Habib Luthfi Sarankan Rawat Yatim, Bukan Dirikan Panti (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Sarankan Rawat Yatim, Bukan Dirikan Panti (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Sarankan Rawat Yatim, Bukan Dirikan Panti

Yang dikehendaki Habib adalah bagaimana menjadi pengganti ayah atau ibu dari yang si anak yatim piatu itu sesungguhnya. Anak yatim itu menjadi kewajiban orang per orang individu untuk menjadi pengganti dari orang tua yang telah hilang.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Bukan dengan dititip-titipkan di panti asuhan,” kata habib.

Habib menyayangkan maraknya ‘perlombaan’ mendirikan panti asuhan tetapi amat sedikit individu-individu keluarga yang di dalamnya ? mengasuh anak yatim.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kalau tiap individu dermawan mengasuh anak yatim menjadi bagian dari keluarganya, tentu tidak ada masalah dalam menanggulangi kemiskinan dan beban berat anak yatim,” ujarnya.

Selain itu, Habib juga mengingatkan agar tali silaturahmi harus terus diikatkan agar tercapai kemuliaan hidup. Bahkan silaturahmi mampu menolak bala. Terutama silaturahim kepada kedua orang tua. Bila sudah meninggal, tentu dengan mendatangi kuburannya atau ziarah.?

“Akan lebih indah mana, ketika kita mengirim uang kepada orang tua dengan transfer atau kita antar sendiri?” tanya Habib yang dijawab hadirin dengan kata datang sendiri.

Selain itu, Habib menganjurkan umat Islam untuk selalu bersholawat sebagai ungkapan kasih sayang dan kecintaan kepada Nabi. Bila sholawat terus dikumandangkan ibarat bumi yang gersang akan tumbuh pepohonan sehingga rindang dan subur.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti merasa gembira dengan berbagai kegiatan keagamaan yang bertajuk sholawat. Dia berharap keberkahan akan terus tercurahkan kepada bumi Brebes sehingga masyarakatnya akan senantiasa sejahtera lahir batin dalam lindungan Allah SWT.

Ketua Panitia H Faris Sulhaq menjelaskan, pengajian terselenggara atas kebersamaan antara pengurus masjid, Pemkab, Polres dan Dandim 0713 Brebes. Dengan kebersamaan antara ulama dan umara akan tercipta kondusifitas yang indah. Persatuan dan kesatuan dari berbagai elemen masyarakat akan memperkokoh jalinan ukhuwah islamiyah, wathoniyah, bashariyah.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah