Selasa, 01 Desember 2015

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Karanganyar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Selasa (10/6) sore yang cerah di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, suasana terlihat ramai. Ratusan warga keluar rumah, untuk kemudian berbondong-bondong menuju sebuah rumah joglo yang berada di tengah dusun.

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)
Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Rupanya mereka tengah bersiap untuk ikut meramaikan tradisi bersih dusun yang digelar setiap Selasa Kliwon wuku Mondosiyo. Oleh karena itu, tradisi ini disebut Mondosiyo.

Di sekeliling rumah joglo itu, atraksi reog mengiringi rangkaian upacara adat yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang dusun setempat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selepas doa dibacakan, seketika ratusan pemuda yang sudah sedari siang berkumpul pun mulai bersiap. Rupanya, tetua dusun sudah menyiapkan belasan ayam. Itu lah yang ternyata menjadi sasaran tembak ratusan pasang mata pemuda itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kyaaak… Kyaaak… Kyaaak,” jeritan ayam-ayam itu mulai menyeruak usai mereka dilepaskan oleh tetua dusun.

Para pemuda desa itu langsung berhamburan mengejar ayam-ayam. Dengan berbagai cara, mereka berusaha menangkap ayam untuk bisa dibawa pulang. Satu per satu ayam pun mulai berhasil ditangkap meski para pemuda harus rela memanjat tiang bahkan atap demi ayam nazar yang sudah didoakan itu.

Dalam Tradisi Mondosiyo, tiap warga yang sudah bernazar bakal menyerahkan dua ekor ayam untuk dibiarkan dimangsa para pemuda. Salah satu warga, Riyani yang ikut bernazar, mengaku dua ekor ayam yang diserahkannya ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur karena putrinya telah diberi kesembuhan oleh Allah dari penyakit tifus yang cukup lama dideritanya.

“Anak saya sudah didiagnosa dokter terkena tifus. Saya tidak punya uang untuk merawatnya di rumah sakit. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh dan ini nazar saya,” ujarnya sembari tersenyum haru.

Tradisi Mondosiyo yang rutin digelar setiap tujuh bulan, diawali dengan cebukan atau mengumpulkan aneka ubo rampe. Kemudian prosesi dilanjutkan dengan nutuk bende keliling desa. Sementara para tetua desa menyembelih kurban kambing dan ayam yang nantinya akan dimakan bersama warga.

“Tradisi ini sudah turun-temurun sejak ratusan tahun silam,” kata Kepala Lingkungan Dusun Pancot, Sulardiyanto.

Selain melestarikan tradisi leluhur, acara adat ini juga mampu mendongkrak ekonomi warga. Sebab, dengan acara ini warga bisa menjual aneka produk kerajinan kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah. (Rodif/Ajie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Tokoh, Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 25 November 2015

Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kehancuran negeri Irak bukan sekedar efek samping dari serbuan Amerika Serikat beserta sekutunya. Memang hal itu menjadi sasarn pokok sejak awal. Demikian Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi di Jakarta, Kamis (11/1).

Serangan ke Irak itu sejak awal memiliki tiga opsi. Pertama, membunuh Sadam dan menghancurkan rezimnya. Kedua, menghancurkan rakyat dan budayannya. Ketiga, menguras tambang minyak negeri itu.

Saat rakyat Irak yang cerdas-cerdas berguguran akibat perang tersebut, malah mereka dijebak dalam perang saudara yang mengerikan antara Sunni-Syiah. Kebudayaan Irak baik pada zaman Islam maupun pra Islam yang sangat kaya raya sebagai warisan dunia yang tak ternilai harganya itu sudah dihancurkan.

Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak

“Lalu Irak menjadi rezim baru sebagai boneka AS. Amerika bisa berbuat apa saja, dan sekarang tinggal mengeruk sumber  minyak yang ada di sana,” kata Hasyim.

Pemimpin besar Irak Saddam Husein telah dibunuh dengan kejam, namun seperti disaksikan banyak orang, sang pemimpin itu tidak tunduk dan penuh percaya diri menghadapi tiang gantungan sebagai seoramng Hero. Sampai-sampai anak-anak di di sana turut bergantung diri sebagai simpati pada sadam Husein.

“Saddam dianggap bersalah karena membunuh 180 orang pemberontak harus dihukum mati, dan tidak ada grasi untuknya. Protes dunia termasuk dari Vatikan juga diabaikan. Lalu bagaiamana hukuman yang harus diterima Bush karena serbuannya ke Irak telah membunuh 655 ribu jiwa. Dengan dosanya itu Bush mestinya dihukum mati berkali-kali,” seru Hasyim.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tetapi Dunia ini bukan diatur berdasarkan kebenaran dan keadilan seperti yang kita harapkan. Semuanya diatur berdasarkan kekuatan, siapa yang kuat bisa berbuat apa saja. Semuanya itu bisa di bungkus dengan berbagai misi mulia seperti membela kemanusiaaan, menegakkan demokrasi, membela perdamaian dan sebagainya. “Akhirnya orang percaya,” katanya. (nam)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren, News, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 24 November 2015

Muharraman, Warga NU Sariwangi Tahlil Bersama Ajengan Pesantren

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ratusan warga NU di kecamatan Sariwangi kabupaten Tasikmalaya melantunkan tahlil dan doa yang dipimpin para ajengan dari pelbagai pesantren dalam rangka memeriahkan peringatan tahun baru 1437 Hijriyah. Aula kantor MWCNU Sariwangi pada dengan warga yang bersyukur memuji Allah, Ahad (25/10).

Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat KH Nuh Addawami yang hadir menyampaikan taushiyah berpesan kepada nahdliyin setempat untuk meningkatkan amal baik.

Muharraman, Warga NU Sariwangi Tahlil Bersama Ajengan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Muharraman, Warga NU Sariwangi Tahlil Bersama Ajengan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Muharraman, Warga NU Sariwangi Tahlil Bersama Ajengan Pesantren

“Peringatan tahun baru Hijriyah mengingatkan warga NU bahwa setiap mengerjakan kebaikan sangatlah berat, karena ada penghalang. Sebagaimana yang dikatakan Syekh Tajuddin As-subki bahwa setiap kebaikan ada penghalang. tetapi ada 3 perkara yang dapat meringankan kebaikan, yaitu pengertian, kecintaan, dan kerja sama atau berjama’ah,” kata ajengan Nuh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ajengan Nuh Addawami juga menekankan supaya warga NU senantiasa bersatu dan berjama’ah dalam membangun dan mempertahankan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, adanya NU bertujuan untuk menyatukan warga Aswaja bukan untuk memecah belah warga Aswaja. (Adrian Fauzi Rahman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 21 November 2015

GP Ansor Banyumas Terus Rekrut Kader Muda Aswaja

Banyumas, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sedikitnya 66 kader Ansor dari 15 anak cabangnya di Kabupaten Banyumas mengikuti pendidikan dan pelatihan terpadu dasar Banser di MI Al-Itihad Kelurahan Pasir Kidul, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jumat-Ahad (1-3/4). Mereka dibekali dengan sejumlah materi keaswajaan yang penerapannya terus mencari bentuk seiring perubahan sosial.

Hadir dalam pembukaan ini Mustasyar PCNU Banyumas KH Zaenurrohman, Majelis Zikir Shalawat Rijalul Ansor Kedung Banteng, dan Wakasat (Satkorcab) Banser Banyumas Muji Setiyono.

GP Ansor Banyumas Terus Rekrut Kader Muda Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Banyumas Terus Rekrut Kader Muda Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Banyumas Terus Rekrut Kader Muda Aswaja

Ketua GP Ansor Banyumas Tantowi mengatakan, pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Banser ini khusus diperuntukkan bagi peserta yang baru bergabung dengan Banser.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Alhamdulillah berkat kerja keras kebersamaan Pimpinan Anak Cabang Purwokerto Barat dan Satuan Koordinator Cabang Banser (Satkorcab) Banser, akhirnya kegiatan diklatsar yang ke-18 ini bisa terselenggara," kata Tantowi.

Kaderisasi melalui Diklastar penting di samping sebagai proses regenerasi. Kaderisasi merupakan doktrin penguatan untuk membentuk kader yang andal dan berkualitas serta mampu menjiwai Nawa Prasetya Banser dan Khittah NU 1924.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ke depan, GP Ansor di semua tingkatan tidak lagi menjadi organisasi papan nama. Tetapi harus mampu menunjukkan eksistensinya di tengah perkembangan masyarakat yang semakin modern sesuai nilai-nilai ideologi Aswaja," katanya.

Satkornas Herry Budhi Hartono juga mengatakan, kegiatan Diklatsar Banser merupakan kegiatan yang wajib dilakukan untuk mendidik para kader Ansor menjadi pribadi berkarakter baik sesuai dengan aturan organisasi. (Iip Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 20 November 2015

Antisipasi ISIS, Pesantren Harus Bentengi Santri Dengan Aswaja

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Merebaknya jaringan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) hingga masuk ke Indonesia mendapat tanggapan kalangan pesantren. Pengasuh PP Bahrul Ulum Tambak Jombang, KH Hasib Wahab Hasbullah meminta pesantren ikut membentengi santri dan umat dengan menggalakkan kajian Aswaja An Nahdliyah.

Antisipasi ISIS, Pesantren Harus Bentengi Santri Dengan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi ISIS, Pesantren Harus Bentengi Santri Dengan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi ISIS, Pesantren Harus Bentengi Santri Dengan Aswaja

Gus Hasib yang juga putra pendiri NU, KH Wahab Hasbullah ini mewanti wanti santri dan alumninya agar tidak terpengaruh ikut ikutan mendukung ISIS. Meski dikatakannya, pihaknya belum mendengar adanya gerakan organisasi radikal asal Timur Tengah itu di kota santri.?

“Hingga saat ini kami belum menemukan adanya gerakan ISIS yang masuk ke Jombang. Namun demikian, kita tetap mewaspadai. Kita minta seluruh pesantren khususnya yang ada di sini membentengi santrinya dengan ajaran Aswaja, sehingga ajaran Islam benar benar bisa menjadi rahmatan lil alamin," tuturnya ditemui di rumahnya, kemarin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Gus Hasib biasa dipanggil, organisasi ISIS tidak cocok di Indonesia karena sangat bertentangan dengan ajaran islam. Gerakan dan aktifitasnya yang hendak mendirikan khilafah islamiyah berpotensi memecah belah umat. "Jadi gerakan tersebut sangat bahaya jika masuk ke Indonesia,” tandasnya.

Sebagai antisipasi, mantan anggota DPR RI ini menambahkan, kalagan pesantren NU khussunya lebih bisa menggalakkan dan membentengi para santri dengan ajaran Aswaja.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Para santri yang mau keluar atau jadi alumni diwajibkan mengikuti pelatihan tentang aqidah ahlus sunnah wal jamaah. Nah, ajaran itulah yang harus dipegang teguh ketika terjun ke masyarakat. Begitu juga dengan para santri yang memasuki pesantren. Mereka langsung dibekali dengan nilai-nilai aswaja Annahdliyah,” pungkasnya. (muslim abdurrahman/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 15 November 2015

PC IPNU-IPPNU Demak Gelar Orientasi Peningkatan Kinerja

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam rangka membangun semangat segenap pengurus baru PC IPNU-IPPNU Demak masa khidmah 2015-2017 yang baru saja dilantik, mereka menggelar orientasi peningkatan kinerja (upgrading), Ahad (5/4) Siang.?

PC IPNU-IPPNU Demak Gelar Orientasi Peningkatan Kinerja (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU-IPPNU Demak Gelar Orientasi Peningkatan Kinerja (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU-IPPNU Demak Gelar Orientasi Peningkatan Kinerja

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung NU Demak lantai 3, Jl Sultan Fatah No Demak. Acara diikuti oleh segenap Pengurus IPNU-IPPNU Demak yang berjumlah 100 orang, terdiri dari 50 IPNU dan 50 IPPNU. Kegiatan tersebut mengusung tema ‘Membangun Sinergi, Perkuat Organisasi, dan Kaderisasi’.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua GP Ansor Demak H Abdurrahman Kasdi, Lc, MSi yang juga direktur Pasca Sarjana STAIN Kudus serta Ahmad Syafiq selaku mantan Ketua PC IPNU masa khidmat 2010-2012 yang juga DKN CBP PP IPNU masa khidmat 2012-2015 guna menjadi pemateri. Acara dipandu oleh Dzawits Tsiqoh selaku Wakil Ketua Bidang organisasi dan Kaderisasi PC IPPNU Demak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Rekan-rekanita, kalian telah resmi dilantik dan sah secara organisasi untuk menjalankan segenap tugas dan fungsi organisasi, namun kiranya agar dalam penyusunan program kerja nantinya dapat terarah, maka kita perlu meng-upgrade semangat dan pemikiran, ibarat perangkat elektronik aplikasi harus di upgrade agar tidak out of date,” ungkap Dzawits memulai acara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua PC IPNU Demak, Abdul Halim menuturkan, melalui kegiatan serta pengarahan ? ini, yang melibatkan alumni IPNU-IPPNU serta tokoh dari banom NU lain pihaknya optimis kepengurusan ini bisa bekerja secara totalitas dan optimal dengan melaksanakan beberapa program yang nanti akan dirumuskan pada rapat kerja.

“Kami sangat berharap agar semua pihak mendukung perjuangan kami ini," ujar Abdul Halim.

Senada dengan Abdul Halim, Ketua PC IPPNU Demak, Istiqomah menegaskan agar amanat dijalankan sesuai dengan tugas masing-masing. “Serta tiap pengurus harus memahami apa yang harus dilakukan merujuk berbagai tantangan kedepannya,” tegasnya.

Selain dari dataran PC IPNU-IPPNU Demak, agenda tersebut juga dihadiri perwakilan kader dari tingkat ranting, komisariat, dan anak cabang agar program yang hendak disusun dalam rakercab benar-benar tepat sasaran sesuai kebutuhan kader di grass root. (Rifqi Jamil/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 04 November 2015

Amanat Rais Aam PBNU pada Pengurus Lembaga-lembaga

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin berharap kepada pengurus lembaga-lembaga di tingkat pusat untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya. Baik tugas sebagai pimpinan, keumatan, serta kebangsaan.

“Kita berharap bahwa NU periode 2015 menjadi lebih baik daripada periode sebelumnya. Dan itu tanggung jawab kita,” katanya pada sambutan pelantikan pengurus lembaga-lembaga di PBNU yang berlangsung di halaman gedung PBNU, Jakarta, Rabu malam (16/9).

Amanat Rais Aam PBNU pada Pengurus Lembaga-lembaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Amanat Rais Aam PBNU pada Pengurus Lembaga-lembaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Amanat Rais Aam PBNU pada Pengurus Lembaga-lembaga

Menurut kiai trah Syekh Nawawi Al-Bantani tersebut, saat ini banyak tugas yang harus dipikul pengurus NU yang telah dirumuskan pada Muktamar 33.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tugas itu, lanjut dia, adalah menjaga melindungi menjaga umat dari paham-paham yang cara berpikirnya menyimpang. “Kita menjaga umat kita dari cara berpikir radikal yang menimbulkam masalah baik nasional maupun internasional. Radikal dalam agama maupun radikal sekuler,” jelasnnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai yang Ketua Umum MUI ini meminta untuk tetap menjalankan NU sesuai misi-misi yang telah ditentukan dengan cara-cara yang santun, tidak keras, tapi juga tidak halus.

Ia memperjelas lagi, menjalankan NU, pengurus-pengurus harus dengan kesukarelaan, kebersediaan, dan mengajak umat pun bukan dengan cara memaksa atau intimidasi.

Kemudian, harus menerima perbedaan dan pandangan-pandangan kalangan lain, tidak bersikap egois dan fanatik yang menganggap diri hanya kita yang benar.

“Saling mencintai dan menyayangi dengan orang berbeda agama, tidak saling membenci dan bermusuhan. Inilah prinsip Islam Nusantara,” tegasnya.

Kedua, kata dia, tugas pengurus NU adalah menjaga umat agar tidak? berpikir tekstual yang hanya mengandalkan nash. Kita mengakomodasi kreativitas berpikir sepanjang dalam koridor ajaran agama. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah