Kamis, 18 Juni 2015

Biasakan Murid Sowan Guru dengan Tugas Sekolah

Bojonegoro, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sudah menjadi tradisi setiap Lebaran murid bersilaturahim ke rumah gurunya masing-masing, namun itu harus dilatih agar tidak menjadi beban. Seperti yang dilakukan Yayasan Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin (YPPRT) Balen Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang melatih membiasakan muridnya melaksanaan tradisi itu dengan memberikan tugas saat momen Lebaran.

Biasakan Murid Sowan Guru dengan Tugas Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Biasakan Murid Sowan Guru dengan Tugas Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Biasakan Murid Sowan Guru dengan Tugas Sekolah

Setiap siswa dari MTs Islamiyah, MA Islamiyah, dan SMK Taruna Balen diharuskan mengumpulkan tanda tangan sebanyak sekitar 25 dari guru-gurunya. Hal itu sudah dilakukan bertahun-tahun, supaya siswa terbiasa sowan ke guru saat sekolah dan sampai lulus sekolah nanti.

"Silaturahim ke guru setiap Lebaran keempat, sudah berlangsung bertahun-tahun. Sebelum tahun 2008 sudah dilakukan," kata salah seorang guru, Mahin Hasan sambil menerima murid-muridnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain menjalin silaturahim antarsiswa dan guru, juga memberikan pembelajaran bagi siswa. Sehingga para siswa akan terbiasa setelah lulus akan sering bersilaturahim tidak hanya kepada guru, tetapi kepada sesama yang lainnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hal senada juga diungkapkan kepala MTs Islamiyah Balen, Hizbullah, terkait kegiatan silaturahim siswa pada gurunya. "Semuanya diwajibkan datang ke guru, setiap Lebaran," ungkap Pak Bul, panggilan akrabnya.

Namun karena sekarang ini siswa kelas IX MTs dan kelas XII MA Islamiyah serta SMK Taruna sudah lulus, silaturahim hanya diwajibkan bagi kelas VII, VIII, X, serta kelas XI. "Kalau semua lebih banyak lagi. Sekarang ini lebih sedikit, karen kelas tiga sudah lulus," pungkas guru agama lulusan IAIN Sunan Ampel itu. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 13 Juni 2015

Membela NU, Melawan Opini Pihak Seberang dengan Komik

Beragam cara menyampaikan gagasan, termasuk kejengkelan. Aji Prasetyo menuangkannya melalui komik. Ratusan komik yang dibuatnya secara manual ia sebarkan secara gratis di media sosial. Salah satu karyanya adalah “Apa Sih Maunya NU?”

Komik tersebut dibuka dengan percakapan seseorang berpeci dan berpakaian putih, tapi mimik muka melotot dan menghujat. Ia berkata, “Ada apa dengan Banser NU?! Gereja dijaga, tapi pengajian dibubarkan. Ngaku Islam kok gitu.”

Perkataan itu ditanggap seseorang berbaju Jawa yang bahunya tersampir udeng-udeng hitam. Rambutnya gondrong dan berkacamata. Ia menanggapinya dengan muka santai sambil merokok. “Nah, opini macam begini harus dilurusin.”

Membela NU, Melawan Opini Pihak Seberang dengan Komik (Sumber Gambar : Nu Online)
Membela NU, Melawan Opini Pihak Seberang dengan Komik (Sumber Gambar : Nu Online)

Membela NU, Melawan Opini Pihak Seberang dengan Komik

Menurut pria gondrong itu, saat ini ada yang mengaku atau disebut ulama oleh pengikutnya, tapi perilakunya gemar mengkafirkan orang lain. Ulama tersebut menyebut tsunami Aceh karena warganya selalu bermaksiat. Tahlilan, ziarah, juga menjadi sasaran dia dengan menyebutnya bid’ah dan sesat. “Jangankan terhadap umat lain, sama sesama Muslim aja suka bikin sakit ati,” katanya.?

Sebagai warga NU, kemampuannya dalam membuat komik ia pergunakan untuk membela dan melawan pihak seberang yang doyan membuat opini tanpa tabayun, bahkan menyalahkan, membid’ahkan, sampai mengkafirkan amaliyah warga NU.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk mengetahui lebih jauh proses kreatif Aji Prasetyo dalam menciptakan komik, Abdullah Alawi dari Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah mewawancarainya melalui surat elektronik pada Rabu (7/6). Berikut petikannya.?

Komik Apa Sih Maunya NU? ada berapa seri?

Baru satu itu. Saya memang biasa bikin komik pendek-pendek antara 2 sampai 10 halaman untuk menyodorkan opini pada kasus-kasus tertentu.

Asal-mula membuat komik itu? Diminta orang atau bagaimana?

Enggak. Itu kesadaran sendiri. Bermula dari berbagai anggapan sinis terhadap NU. Lantas saat saya ikut harlah Ansor di Kediri tempo hari, saya mencermati pidato Ketua GP Ansor jatim maupun pusat. Dari sana saya tergerak untuk membuat komik itu. Sebagai warga NU dan pengurus Lesbumi, saya rasa ini kewajiban saya untuk turut merespon black campaign pihak-pihak seberang. Jadi, enggak perlu nunggu diminta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Itu selesai berapa lama pembuatannya?

Dua jam.

Cara menyebarkannya bagaimana?



Saya cuma pajang di fanpage saja. Terus ada orang-orang yang upload di Line, IG, diformat pdf lantas disebar di WA dan sebagainya.

Reaksi positif dan negatifnya bagaimana?

Rame.

Bagaimana reaksinya?

Apresiasi jelas ada. Kalo teror belum ada. Mungkin mereka enggak punya nyali kalo akan berurusan sama Banser. Sampe ada "komik jawaban"nya segala. Tapi menurut kawan-kawan, jawabannya enggak menggigit. Sekadar ngeles saja.

Target komik dengan tema itu gimana?

Targetnya adalah tersebar seluas mungkin di masyarakat sosmed. Gimana caranya sebanyak mungkin orang baca tanpa harus bayar. Untuk melawan opini pihak seberang yang suka menyudutkan banser dan NU.

Apa akan ada "Apa Sih Maunya NU 2"?

Bisa jadi, jika nanti ada ide baru utk menangkis serangan-serangan lain.

Sejak kapan menciptakan komik?

Mulai eksis sejak 2007 mas. Dulunya saya musisi. Lantas ada "insiden Ramadhan" di tahun 2007.

Insiden apa?

Aji kemudian memberikan sebuah link toko buku yang memuat jawaban dari pertanyaan tersebut.Link itu memuat esainya berjudul: “Meluapkan Kejengkelan Pencitraan Ramadhan dengan Komik”?

Kita sudah terbiasa melihat para tokoh masyarakat melakukan pencitraan di depan publik. Tapi, karena aku dulu bekerja sebagai musisi, aku termasuk orang yang cukup apes karena punya kesempatan melihat keaslian mereka. Aku jadi tahu siapa saja tokoh masyarakat yang hobi nongkrong di hotel mewah, apa merk whisky favorit mereka, bahkan siapa saja yang hobi main perempuan.

Di awal mula aku menerjuni profesi sebagai musisi, pemandangan tadi kunikmati dengan berbagai pemakluman. Tapi setelah perda larangan live music muncul, mendadak aku jadi sangat muak terhadap mereka. Bulan Ramadhan hanya menjadi ajang pencitraan. Bikin perda untuk mengatur moral, razia sana sini, padahal perilaku mereka sendiri ternyata jauh dari standar moral yang mereka terapkan kepada rakyatnya.

Akhirnya kuputuskan untuk meluapkan kejengkelanku lewat coretan komik dan kuupload di sosmed. Lantas lahirlah komik celotehku yang kuberi judul Ramadhan penuh Hikmah (2007) dan Setan Menggugat (2008). Dua komik pendek itu, yang kini telah diterbitkan dalam kompilasi Hidup Itu Indah (2010), kubuat di bulan Ramadhan.

Keduanya menjadi monumen awal mula aku menerjuni dunia komik untuk mengkritik berbagai hal, seperti kutuangkan dalam esai komik kali ini, tepat sepuluh tahun setelah aku memulai karirku sebagai komikus opini.?

Mau konfirmasi, berarti jumlah karya yang telah disebar?

Komik pendek saya sudah ratusan judul mas. Mulai dari 2007 sampai sekarang.

Semuanya diperjual-belikan?

Hampir semua saya upload di sosmed secara gratis. Baru setelah banyak, saya bukukan dan dijual

Cara membuat komik itu bagaimana, dengan alat tulis secara manual atau dengan semacam program di komputer?

Manual.

Jika ditarik ke belakang, keterampilan bikin komik sudah ada basisnya? Misalnya minat, bakat, kemudian digeluti sejak 2007





Sejak kecil saya suka menggambar. Lantas kuliah di IKIP ambil jurusan senirupa, tapi sayangnya DO.?

Apakah dengan komik bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari?

Dengan cara saya? Tidak. Karena saya biasa menggratiskan komik-komik saya, sebagai cara saya menyebarkan propaganda perdamaian. Teman-teman saya sesama komikus banyak yang memakai komik sebagai satu-satu penghasilan dan banyak yang sukses. Terutama yang bekerja sebagai ilustrator komik-komik luar negeri. Makanya saya masih nyambi sebagai musisi dan mengelola kedai kopi.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 06 Juni 2015

Tasikmalaya Siap Sukseskan Liga Santri Nusantara 2016

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Turnamen Liga Santri Nusantara (LSN) untuk zona Jawa Barat III siap digelar. Pertandingan ini akan diawali dengan Kick Off di Stadion Dadaha Kota Tasikmalaya pada 21 Agustus 2016 mendatang.

Menjelang Kick Off LSN 2016 Region Jabar III ini, panitia penyelenggara bersiap diri dengan melaksanakan rapat teknis bersama official tim peserta dan melibatkan Asosiasi Wasit dan Perangkat Pertandingan Profesional Indonesia (AWAPPI) Jawa Barat.

Tasikmalaya Siap Sukseskan Liga Santri Nusantara 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Tasikmalaya Siap Sukseskan Liga Santri Nusantara 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Tasikmalaya Siap Sukseskan Liga Santri Nusantara 2016

Acara yang dilaksanakan pada Ahad (14/8) di Sekretariat LSN Region Jabar III Jalan Raya Timur, Cintaraja Singaparna Kabupaten Tasikmalaya diikuti 38 official tim. Mereka berasal dari pesantren di Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Pangandaran, Kota Tasikmalaya dan Banjar.

Usep Saeful Kamal, Koordinator Region, “Technical Meeting ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara panitia penyelenggara dengan peserta LSN terkait peraturan pertandingan dan persipan teknis menjelang kick off hingga pertandingan selanjutnya. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindarkan.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

LSN sungguh memiliki arti bagi Region Jabar III sebagai wilayah basis utama pesantren di Jawa Barat, terutama Tasikmalaya. Di dalamnya terpendam santri berbakat hebat sebagai pemain sepakbola. “Even LSN ini menjadi pembuktian santri, bahwa mereka bisa menjadi pesepakbola profesional dan berkontribusi besar bagi dunia olah raga,” tegasnya.

Ketua Panitia Nanang Waslian menuturkan, “Mari kita manfaatkan teknikal meeting ini sebaik-baiknya, di mana kami melibatkan AWAPPI untuk memberikan pencerahan terkait hal-hal teknis demi suksesnya penyelenggaraan LSN di Region Jabar III.”

Waslian menuturkan, “Kami sadar betul bahwa dalam helatan yang baru kami laksanakan ini dibutuhkan support dari pihak-pihak yang memiliki kompetensi dibidangnya berdasarkan ketentuan dari panitia nasional.”

Sementara itu, Haris Sanjaya yang mewakili penanggung jawab panitia penyelenggara Region Jabar III menuturkan, “Terkait dengan ranah teknis pelaksanaan pertandingan LSN kami serahkan sepenuhnya kepada AWAPPI sebagai ahli dibidangnya, adapun hal-hal terkait ranah panitia kami siap diajak berkomunikasi.”

Untuk itu, seluruh pesantren diharapkan menyatakan kesanggupan dan berkomitmen mengikuti kompetisi dan bersedia mematuhi ketentuan-ketentuan FIFA/AFC/AFF/Federasi/RMI/Panitia Nasional Liga Santri Nusantara 2016 berlaku. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 05 Juni 2015

Tentara Myanmar Buka Penyelidikan Internal Kekejaman atas Rohingya

Yangon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Militer Myanmar mengaku mulai mengadakan penyelidikan internal atas perilaku tentaranya atas tudingan adanya praktik pembunuhan terhadap Muslim Rohingya.

Tentara Myanmar Buka Penyelidikan Internal Kekejaman atas Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Tentara Myanmar Buka Penyelidikan Internal Kekejaman atas Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Tentara Myanmar Buka Penyelidikan Internal Kekejaman atas Rohingya

Sebuah komite untuk menangani masalah ini telah dibentuk dan dipimpin Letnan Jenderal Aye Win. Meskipun, militer Myanmar tetap bersikeras bahwa operasi bersenjata yang mereka lakukan dibenarkan konstitusi, seperti dilaporkan Reuters.

Sebuah pernyataan yang dimuat di halaman Facebook Komandan Militer Jendral Senior Min Aung Hlaing mengungkapan bahwa panel akan bertanya kepada personel, "Apakah mereka mengikuti kode etik militer? Apakah mereka benar-benar mengikuti perintah selama operasi? Setelah itu (komite) akan merilis informasi secara lengkap."

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai ada "pembersihan etnis" oleh tentara Myanmar. Tindakan tersebut dilakukan dengan sengaja dan sistematis yang melibatkan operasi bersenjata. Bahkan, upaya pengusiran permanen dengan mencegah Rohingya kembali pulang pun dilancarkan.

Myanmar menampik tudingan adanya praktik pemusnahan etnis. Militer setempat juga menunjukkan empati yang kurang terhadap Rohingya. Sebelumnya, Jendral Min Aung Hlaing menyatakan bahwa Muslim Rohingya bukan bagian dari penduduk asli negaranya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia juga tampak enggan menanggapi tuduhan pelanggaran yang dilakukan oleh tentara di bawah kendalinya dengan menuduh balik bahwa media telah melebih-lebihkan jumlah pengungsi yang melarikan diri dari Myanmar.

Saat ini lebih dari setengah juta orang Rohingya memadati kamp pengungsian di Bangladesh. Jumlah pengungsi terus bertambah meskipun Myanmar mengklaim operasi militer berhenti pada 5 September. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Aswaja Dari Teologi Sampai Ideologi Gerakan

Oleh : Abdul Munim DZ
Bagian I

Sebagaimana aliran lain yang lahir pada abad pertengahan, Ahlussunnah waljamaah merupakan aliran yang holistik (menyeluruh), Aswaja mencakup pandangan tentang realitas (ontology), pandangan tentang pengetahuan dan pandangan tentang tata nilai (aksiologi), kemudian masih dilengkapi lagi pandangan mengenai masa depan yang dijanjikan (eskatologi). Pandangan holistik, berasumsi bahwa sebuah aliran mampu menjawab dan mengatur segala aktivitas manusia di segala bidang, pandangan itu memang merupakan ciri khas dari pemikiran skolastik. Sementara pandangan holistik tentang Aswaja itu oleh kalangan NU dirumuskan, sebagai landasan berpikir, bersikap dan bertindak, Sedangkan kalangan Islam revivalis merumuskan Aswaja sebagai teori dan praktek yang menyangkut dimensi lahir dan batin. Pandangan yang serba meliputi itu dirinci dalam berbagai disiplin keilmuan dan agenda kegiatan sosial. Oleh kanem itu dalam pengertian kontemporer Aswaja tidak hanya meliputi doktrin teologi (akidah). tetapi telah dikembangkan sebagai ideologi pembaruan social.

Walaupun Aswaja mengklaim sebagai system yang menyeluruh. tetapi sulit sekali menemukan kitab atau literatur, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Arab yang membahas atau memaparkan pandangan Aswaja yang menyeluruh seperti yang mereka klaim selama ini. Aswaja yang dirutuskan KH. Hasyim Asyari(1)  misalnya, walaupun telah mencakup bidang akidah, fikih dan tasawuf, tetapi tidak mencakup bidang filsafat dan politik, walaupun bidang politik ini juga dibahas di lain kesempatan, dalam Resolusi Jihad misalnya, bisa dimasukkan dalarn sistem Aswaja yang ia bangun. Kemudian kalangan NU sebagaimana lazimnya melihat bahwa filsafat NU adalah Ghazalian sementara politiknya Mawardian dan sebagainya. Semuanya itu lebih banyak dipraktekkan ketimbang dirumuskan secara konseptual.

Upaya menyusun Aswaja secara sistematis sebagai sebuah aliran pemikiran dan gerakan yang holistik telah banyak diupayakan, seperti yang digagas oleh Lakpesdam Yogyakarta dengan bukunya Teologi Pembangunan (1988)(2). Kritik serius yang diarahkan pada Aswaja konvensional itu akhirnya juga direspon oleh para ulama NU yang berusaha mendefinisikan kembali Aswaja secara lebih mencakup. Tetapi usaha ini banyak mendapat sandungan karena para ulama masih belum beranjak dari konsep lama yang melihat Aswaja hanya sebatas akidah.(3) Kemudian juga dalam buku yang ditulis oleh PBPMII, (1997)(4) yang hampir mencakup seluruh aspek kehidupan, hanya sayangnya karena lemahnya kerangka filosofis, maka berbagai aspek yang diuraikan antara pandangan Aswaja di bidang keilmuan, social, politik dan ekonomi tidak saling berkaitan, secara logis, karena lebih menekankan segi-segi aktivismenya. Dalam karya Syeikh Abdul Hadi al Misri,(5) sebenarnya berpretensi menampilkan Aswaja yang utuh, tetapi sekali lagi ia gagal menjelaskan relasi Aswaja dengan perkembangan masyarakat kontemporer, akhirnya kembali pada tradisi lama, yang hanya berputar di sekitar pembahasan akidah. Sementara Karya Ali Asghar lebih menekankan dimensi aktivismenya, maka ia hanya mengekspos segi-segi pembebasan dari doktrin Islam. Sebenarnya yang cukup lengkap adalah yang dirumuskan oleh Hassan Hanafi, hanya saja tersebar di berbagai kitab sehingga perlu  perhatian khusus untuk memahaminya.

Uraian di atas menunjukkan bahwa sebagai upaya untuk mewujudkan klaim bahwa aswaja merupakan ajaran yang holistik. masih merupakan agenda dan masih perlu digarap serius. Pandangan semacam itu diperlukan agar Aswaja peduli dengan perkembangan masyarakat kontemporer, baik dari segi pemikiran keilmuan hingga ke masalah pergerakan sosial politik, untuk menegakkan keadilan dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Karena itu Aswaja tidak lagi bisa diterima apa adanya, sebagaimana ketika diwariskan oleh para leluhur kepada kita, melainkan diperlukan reformulasi dan terobosan baru, sesuai dengan perkembangan aspirasi umat manusia dewasa ini.

Gerakan Aswaja kontemporer bukan lahir dari persoalan pemahaman terhadap doktrin, tetapi lebih didorong oleh terjadinya pergumulan sosial yang terjadi di Dunia Ketiga pada umumnya dalam menghadapi represi dari negara otoriter dan eksploitasi dari kapitalisme dunia atas nama pembangunan dan kemajuan. Maka di situlah gerakan teologi kontemporer merumuskan agenda emansipasi social, dan berusaha menciptakan persaudaraan kemanusiaan universal (ukhuwah insaniyah) sementara Aswaja klasik sangat menekankan doktrin najiyah-, sehingga tanpa disadari menjadikan Aswaja sebagai doktrin yang eksklusif, yang menuduh aliran lain sebagai sesat, bahkan kafir, padahal aliran ini megklaim diri bersikap kejamaahan (inklusif), rnaka sikap najiah bertentangan dengan prisip jamaah. Maka gerakan baru ini mempertegas Aswaja dengan prinsip kejamaahan serta menolak doktrin najiah yang mengeksklusi pihak lain di luar kelompoknya secara semena-mena. Dengan berpegang pada prinsip jamaah tidak berarti mengikuti ajaran mereka, melainkan menjadikan mereka yang berbeda sebagai mitra dialog dalam mencari kebenaran.

Selanjutnya juga terjadiDari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Aswaja Dari Teologi Sampai Ideologi Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja Dari Teologi Sampai Ideologi Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja Dari Teologi Sampai Ideologi Gerakan

Kamis, 04 Juni 2015

Pemuda Ansor Probolinggo Diminta Aktif Bangun Daerah

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari mengajak para pemuda Ansor yang tergabung dalam GP Ansor Kota Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo untuk terlibat aktif dalam pembangunan, terutama dalam hal pemberantasan minuman keras (miras).

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Probolinggo pada pelantikan kepengurusan GP Ansor Kota Kraksaan masa khidmah 2014-2018 yang digelar di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Kamis (7/1).

Pemuda Ansor Probolinggo Diminta Aktif Bangun Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Ansor Probolinggo Diminta Aktif Bangun Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Ansor Probolinggo Diminta Aktif Bangun Daerah

“Pemuda Ansor harus terlibat secara aktif membantu pemerintah daerah, terutama dalam pemberantasan peredaran miras. Sebab miras ini merupakan sebuah ancaman yang sangat nyata yang merusak moral anak muda. Tentunya akan merusak masa depan generasi muda. Butuh kerja sama dan kerja keras dalam memberantas miras,” ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Tantri, saat ini Pemkab Probolinggo tengah fokus meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan menurunkan prosentase angka kemiskinan. Dalam program ini, pemuda Ansor diminta untuk ambil bagian di dalamnya melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Buatlah sebuah program yang mampu memberdayakan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pemuda Ansor. Saya yakin, pemuda Ansor lebih tahu apa yang dibutuhkan masyarakat demi mengangkat derajat dan kesejahteraan hidupnya,” jelasnya.

Walaupun Kota Kraksaan resmi menjadi ibukota Kabupaten Probolinggo jelas Tantri, pemuda Ansor dan masyarakat diminta agar tidak meniru budaya orang kota di luar Probolinggo yang bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan dan syariat agama.

“Karena itu, kalau ada hal yang dinilai menyimpang dari ketentuan perundang-undangan dan syariat agama, harap segera melaporkan kepada pihak berwajib,” pintanya.

Sementara Ketua GP Ansor Kota Kraksaan Taufik berharap agar Ansor bisa istiqomah berkontribusi mengawal tegaknya Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan tertanamnya semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta pro aktif mengawal program pemerintah agar dapat dirasakan masyarakat, khususnya warga NU.?

Mohon doa dan dukungan dari para alim ulama dan pemerintah,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 03 Juni 2015

Dilantik, Forum Guru Ngaji Majalengka Tegaskan Pertahankan Aswaja

Majalengka, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Forum Silaturahmi Guru Ngaji (FSGN) Kabupetan Majalengka resmi dilantik, Kamis (13/03) di Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka, Jawa Barat.

Pelantikan dipimpin langsung oleh KH. Adang Badrudin (Abah Cipulus) pengasuh Pesantren Al-Hikamussalafiyah, Cipulus, Purwakarta selaku Ketua Umum DPP FSGN Jawa Barat didampingi oleh KH Maman Imanulhaq, pengasuh Pesantren Al-Mizan sekaligus Ketua Dewan Penasehat FSGN Kabupaten Majalengka dan jajaran pengurus DPP FSGN lainnya.

Dilantik, Forum Guru Ngaji Majalengka Tegaskan Pertahankan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Forum Guru Ngaji Majalengka Tegaskan Pertahankan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Forum Guru Ngaji Majalengka Tegaskan Pertahankan Aswaja

Dalam sambutannya, KH. Adang Badrudin berpesan agar pengurus dan anggota FSGN Majalengka yang baru dilantik dapat solid dalam menjalankan amanat organisasi sebagai wadah perjuangan bagi guru-guru ngaji yang selama ini kerapkali masih diabaikan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu ketua terpilih Forum Silaturahmi Guru Ngaji (FSGN) Kabupaten Majalengka, M Zanel Muhyidin, menyebutkan bahwa salah satu perjuangan FSGN adalah memperjuangkan dan mempertahankan serta melestarikan paham  dan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dengan berpedoman kepada Al-Qur’anul Karim, Hadits Nabi, Ijma Ulama dan Qiyas Mu’tabar.

“Kita berupaya membentengi dan menjaga tradisi salafussolihin dan kearifan tradisi lokal masyarakat,” tegasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih jauh disebutkan, forum guru ngaji ini mencakup seluruh guru ngaji baik yang mengajar ngaji di  pondok pesantren, majlis ta’lim, masjid jami’ , mushola, dan rumah. 

Selanjutnya menurut Zaenal, agar forum ini sampai ke akar rumput dan dapat dirasakan manfaatnya  maka ditingkat kecamatan dan desa akan dibentuk  juga FSGN. 

“Kita akan akan wadahi, fasilitasi, dan perjuangkan nasib guru-guru ngaji di pelosok kampung-kampung yang selama ini telah konsisten tulus mengabdi mencerdaskan umat, walaupun nasib mereka tidak pernah ada yang memperhatikan,” pungkas kang Zaenal. (Ade Duryawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah