Jumat, 02 Januari 2015

Ma’arif NU Bantarbolang Gelar Pekan Madaris

Pemalang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Majelis Wakil Cabang (MWC) Lembaga Pendidikan (LP) Maarif Nahdlatul Ulama kecamatan Bantarbolang, menggelar kegiatan pekan madaris di lapangan Dukuh Blendung Desa karanganyar Bantarbolang Kab. Pemalang Jawa Tengah.?

Porsadin (pekan madaris) merupakan kegiatan tahunan, pertemuan besar antar santri-santriwati madrasah/TPQ, baik yang ada di tingkat diniyah awaliyah maupun wustho dan TPQ. ?

Ma’arif NU Bantarbolang Gelar Pekan Madaris (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Bantarbolang Gelar Pekan Madaris (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Bantarbolang Gelar Pekan Madaris

Kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari, mulai Sabtu (22/4) sampai dengan Senin (24/4) ini diikuti sebanyak 21 madrasah diniyah awaliyah (MDA) di Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Kegiatan yang sudah berlangung kedelapan ini mengusung tema Memperkokoh Eksistensi Madrasah dan TPQ dengan motto “Semangat Tafaqquh Fiddin”.?

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk perkemahan. Berbagai jenis cabang yang dilombakan dalam kegiatan ini adalah MTQ, pidato, barzanji, kaligrafi, hafalan surat, baca kitab, dan masih banyak lomba lainnya.

Porsadin VIII dibuka langsung ketua FKDT Kabupaten Pemalang Taufiqul Ala pada Sabtu, (22/4). Turut hadir pula dalam pembukaan Kapolsek, Danramil Bantarbolang, pengurus MWC NU, LP. Ma’aruf NU, Ansor PAC Bantarbolang serta Pemerintah Desa Karanganyar.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam sambutannya ketua FKDT Kab. Pemalang Taufiqul A’la menyampaikan bahwa pekan madaris adalah wadah kreatifitas santri untuk generasi yang lebih baik. Kegiatan ini sekaligus sebagai sarana silaturrahim antar santri, meningkatkan kreatifitas dan prestasi santri. Porsadin juga sebagai wahana kompetisi madrasah untuk menggembleng peserta didiknya dalam mempersiapkan kader-kader bangsa yang berkualitas serta ber-akhlakul karimah.?

Acara berlangsung semarak. Saat pawai taaruf setelah upacara pembukaan, semua peserta sangat antusias mengikuti pawai. Dua marcing band dari SMP Islam Bantarbolang dan MI Karanganyar menambah pawai ta’aruf berjalan meriah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain lomba, pihak panitia juga menyelenggarakan nonton film bersama.?

Kegiatan tahunan tersebut rencananya akan ditutup pada Senin 24 April dengan kegiatan pengajian umum dengan pembicara KH. Syarifudin, pengurus wilayah GP. Ansor Jawa Tengah. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 29 Desember 2014

Sambut Ramdhan, WNI Riyadh Istighotsahan

Riyadh, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Warga Negara Indonesia atau TKI yang berdomisili di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, menghadiri istighotsah bersama dengan tema “Tarhib Ramadhan, untuk menjadikan hidup lebih baik bersama bulan suci Ramadhan 1436 H” pada 13 Juni 2015 lalu.

Warga Negara Indonesia yang dari berbagai daerah serta dari berbagai macam profesi baik laki maupun perempuan telah memenuhi tempat yang telah disediakan tim pelaksana berkapasitas kurang lebih 250 orang.

Sambut Ramdhan, WNI Riyadh Istighotsahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Ramdhan, WNI Riyadh Istighotsahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Ramdhan, WNI Riyadh Istighotsahan

Sembari menunggu istighosah dimulai, para jamaah mendengarkan taushiyah yang disampaikan Rais Suriah PCINU Riyadh Ust. Abdul Malik An-Namiri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ustadz yang Ketua Forum Silaturrahim Warga Negara Indonesia berpesan untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt serta selalu menjaga martabat bangsa indonesia dengan mematuhi peraturan peraturan yang telah ditentukan pemerintah Arab Saudi.

Seusai taushiyah jamaah serentak membaca dzikir dan sholawat yang dipimpin Ust Ahmad Syafawi serta Ust Matruji Abdu Siyam sehingga acara selesai yang ditutup dengan doa bersama yang kemudian diwarnai dengan marawisan Aswaja Banjari Group. (Red: Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Cerita, News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 28 Desember 2014

Dubes Denmark Ajak NU Kerja Sama Kampanye Perdamaian

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Rabu (20/1) siang ini, menerima kunjungan dari Kedutaan Besar Denmark. Rombongan yang diterma pengurus harian PBNU membincang isu terorisme dan penjajakan kerja sama antara kedua belah pihak.

Dubes Denmark Casper Klynge yang datang bersama tiga stafnya menyampaikan bela sungkawa atas tragedi teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta, beberapa waktu lalu. Ia berkeyakinan bahwa terorisme bukan wajah asli Indonesia.

Dubes Denmark Ajak NU Kerja Sama Kampanye Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Denmark Ajak NU Kerja Sama Kampanye Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Denmark Ajak NU Kerja Sama Kampanye Perdamaian

“Kami tetap akan bersatu bersama Indonesia dalam hal perang terhadap terorisme,” ujarnya di hadapan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, dan Bendahara Umum H Bina Suhendra di kantor PBNU, Lantai 3, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Casper Klynge mengapresiasi NU juga ormas-ormas Islam moderat di Indonesia yang konsisten berjuang membina dan mendorong masyarakat tentang pentingnya toleransi dan perdamaian. Ia menawarkan, suatu saat warga muslim dari NU berkunjung ke Denmark untuk mengenalkan gagasan Islam Nusantara yang dinilai menjunjung tinggi perdamaian.

Marsudi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ini melalui media nasional dan internasional. Bahkan, katanya, akhir pekan lalu PBNU telah menghimpun para pimpinan 12 ormas Islam dan lintas agama untuk bersama-sama menyerukan perang terhadap terorisme dan radikalisme dalam sebuah apel bela negara.

Ia juga mengusulkan Kedubes Denmark bisa menerjemahkan buku-buku yang dikarang para penulis NU ke dalam bahasa yang mudah dicerna warga Denmark. Marsudi yakin, ajaran moderat yang terkandung di dalamnya dapat menjadi jalan keluar bagi gejala ekstremisme di sana.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketum PBNU merespon positif ajakan kerja sama tersebut. Ia menjelaskan, Islam Nusantara sejatinya hanya penegasan kembali tentang Islam yang menghargai jati diri kebangsaannya. Hal ini yang menurutnya tak ada di Timur Tengah.

“Di Timur Tengah, jika ada seorang ulama maka ia bukan nasionalis. Bila ada seorang nasionalis maka ia bukan ulama. Tapi di Indonesia, keduanya bisa kita temukan,” ujarnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Santri Al-Tsaqafah Raih Juara I Science Fair Se-Banten dan Jabodetabek

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Santri MA Al-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan menorehkan prestasi membanggakan pada perhelatan Kompetisi MIPA dan Sosial (KOMIPAS) ke-16 tingkat SMA se-Banten dan Jabodetabek yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 2 Kota Tangerang. Tim MA Al-Tsaqafah yang diwakili oleh Rifqoh Rofiqotul Munawaroh, Muhammad Hazwan Iftiqar, dan Abdul Muhyi berhasil meraih juara pertama pada kategori "Science Fair".

Santri Al-Tsaqafah Raih Juara I Science Fair Se-Banten dan Jabodetabek (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Al-Tsaqafah Raih Juara I Science Fair Se-Banten dan Jabodetabek (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Al-Tsaqafah Raih Juara I Science Fair Se-Banten dan Jabodetabek

Pada ajang yang berlangsung Sabtu (23/4) lalu itu, mereka mendemonstrasikan hasta karyanya yang diberi nama Lampu Alarm Santri. Menurut Muhyi, siswa Kelas X asal Indramayu, kreasi ini terilhami oleh aktivitas para ustadz yang membangunkan santri-santri setiap pagi untuk menunaikan salat subuh berjamaah. Alat kreasinya terbilang sangat sederhana. Hanya terdiri dari lampu, dinamo, kabel, stop kontak, kenop lampu, bekas botol air mineral, tirisan minyak, dan paku.

"Cara kerjanya juga sama, sangat sederhana. Setelah materi tadi dirangkai dan teraliri setrum listrik, secara otomatis alarm yang terbuat dari rangkaian paku tadi akan menimbulkan bunyi bising sekaligus membuat lampu alarm menyala," terang Rifqoh, siswi kelas X asal Indramayu.

Keberhasilan ini disambut gembira oleh Kepala Sekolah MA sekaligus Kepala Pondok Pesantren Al-Tsaqafah, H Idris Soleh. "Raihan prestasi ini merupakan bukti bahwa MA Al-Tsaqafah mampu memadukan kurikulum nasional dan kurikulum pondok pesantren dengan baik sehingga dapat saling melengkapi," ujarnya seraya menyampaikan rasa terima kasih secara khuaus kepada para pembimbing ajang tersebut serta para guru secara umum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami sangat bangga dengan hasil yang kami raih ini. Meskipun kami selalu berkutat dengan kitab kuning, namun itu bukan hambatan untuk mengembangkan diri dalam dunia sains dan teknologi. Semoga karya kami bermanfaat. Dan tak lupa kami akan terus berusaha mengharumkan pesantren dan sekolah pada kesempatan yang lain," tutup Hazwan siswa kelas X asal Riau yang sekaligus menjadi ketua tim sains MA Al-Tsaqafah. (Shofwan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Daerah, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 24 Desember 2014

NU Terus Lakukan Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Kehidupan Sosial

Majalengka, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ada yang ingin menghilangkan peran NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Beragam cara mereka lakukan, salah satunya dengan melakukan penghinaan terhadap para Ulama NU dan Kiai Pesantren. Padahal sejarah mencatat dengan tinta emas perjuangan Para Ulama NU dalam kemerdekaan Indonesia dan mengisinya dengan peningkataan kualitas pendidikan dan kehidupan sosial.

NU Terus Lakukan Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Kehidupan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Terus Lakukan Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Kehidupan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Terus Lakukan Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Kehidupan Sosial

Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Maman Imanulhaq di hadapan ratusan kiai dan ribuan jamaah Haul KH Buchori di Pondok Pesantren Al-Buchorie Garawangi Sumberjaya Majalengka, Ahad (8/1) lalu.

Maman yang juga Anggota DPR RI itu mengingatkan kaum Nahdhiyin tentang sejarah berdirinya NU. Dimana menurutnya NU berdiri berkaitan erat dengan perkembangan pemikiran keagamaan dan politik dunia Islam kala itu. Di antaranya adalah pada tahun 1924, Syarif Husein Raja Hijaz (Makah) yang berpaham Sunni (Ahlussunah wal Jamaah) ditaklukkan oleh Abdul Aziz bin Saud yang beraliran Wahabi.

Wahabi kemudian melarang semua bentuk amaliah keagamaan kaum Sunni, yang sudah berjalan di Tanah Arab dan dunia Islam seperti sistem bermadzhab, tawasul, maulid Nabi, ziarah kubur. Semua ? dilarang dan digantikan ajaran wahabi yang a-historis, anti budaya lokal, anti perbedaan dan tidak mau ada dialog.?

"NU lahir sebagai pembela paham Ahlussunah wal Jamaah yang diamalkan para Ulama dan umat Islam di Indonesia sejak lama,” papar Maman.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai muda yang juga pengasuh Ponpes Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka ini mengajak jamaah untuk mendakwahkan Islam ramah, toleran, damai serta progresif melalui media sosial untuk menangkal kelompok radikal, intoleran, dan teroris.

Tampak hadir pad kesempatan Haul KH Buchori tersebut Ketua PCNU Majalengka, KH Harun Bajuri, Anggota DPRD FPKB Jawa Barat, H Nasir, Anggota DPRD FPKB Kab. Majalengka M. Jubaedi dan Suheri, Ketua GP Ansor Majalengka, Ahmad Cece Asyfiyadi, Komandan Banser Majalengka, Wahyudin serta tokoh-tokoh ulama dan kiai lainnya. (Ade Duryawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 22 Desember 2014

Habib Syech: Ingin Hidup Mudah, Jangan Punya Musuh

Bantul, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf mengatakan, jika ingin hidup menjadi mudah, maka jangan sampai mempunyai musuh. Orang yang memiliki musuh, hidupnya akan berat dan susah.

Hal tersebut disampaikannya di sela-sela senandung shalawat bersama para Jamaah, Selasa (08/10), dalam acara Habib Syech Bershalawat, yang diadakan oleh Akademi Kebidanan Yogyakarta, di lapangan Akbid Yogyakarta, Jl. Paris km.6, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta.

Habib Syech: Ingin Hidup Mudah, Jangan Punya Musuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Ingin Hidup Mudah, Jangan Punya Musuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Ingin Hidup Mudah, Jangan Punya Musuh

Habib Syech melanjutkan dengan menyitir salah satu ayat Al-Qur’an yang berbunyi Quu anfusakum wa ahliikum naara, yang artinya jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Hal tersebut dimaksudkan Habib Syech untuk menanggapi permasalahan Negeri yang dipenuhi dengan korupsi oleh para wakil rakyat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Habib Syech, jika ada pejabat yang melakukan korupsi, yang paling menderita dan menjadi korban adalah keluarga; anak dan istri. Oleh karenanya, Habib Syech menghimbau para Jamaah agar senantiasa menjaga diri sendiri dan keluarga dari jeratan api neraka.

“Jika ingin menjadi orang yang baik, kita juga harus berusaha, dan selain menjadi orang yang baik, kita juga harus menjadi bangsa yang baik,” imbuhnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Allah, lanjutnya, tidak menyuruh untuk berkorban sesuatu yang berat pada diri kita, melainkan yang sedikit saja yang ada pada diri kita. Terlebih berkorban untuk bangsa. “Secara sederhana, yakni dengan cara bersyukur, baik gaji sedikit maupun gaji banyak,” tandas Habib Syech.

Didepan sekitar lima ribuan jamaah yang memadati lapangan, malam itu Habib Syech menutup dengan memberikan pesan, “Ada siang, ada malam, ada orang yang korupsi, juga ada orang baik, itu semua agar kita tau mana yang baik, dan mana yang tidak baik,” pungkasnya. (Dwi Khoirotun Nisa’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 20 Desember 2014

Menyesatkan Orang Lain, Kemusyrikan Paling Besar

Cirebon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas’udi mengimbau warga NU untuk tetap setia dengan prinsip tasammuh (toleransi) dengan tidak mudah menisbatkan kata ”sesat” pada pihak lain.

Menyesatkan Orang Lain, Kemusyrikan Paling Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyesatkan Orang Lain, Kemusyrikan Paling Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyesatkan Orang Lain, Kemusyrikan Paling Besar

”Menyesatkan orang lain sama saja dengan memosisikan dirinya sebagai hakim keyakinan yang seharusnya hanya dimiliki Allah,” katanya dalam pembukaan Rapat Pimpinan Daerah Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) Kota Cirebon, Rabu (13/2), di Masjid Hijau Pegambiran, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Kiai Masdar merujuk surat an-Nahl ayat (93) yang menyebutkan bahwa keanegaragaman umat merupakan kehendak Allah, melalui otoritas penuh untuk menyesatkan dan memberi petunjuk mereka.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan demikian, sambungnya, orang yang menyesatkan pada dasarnya telah musyrik, karena telah mengambil otoritas Tuhan untuk dirinya. ”Dan tidak ada dosa yang lebih besar dibanding memusyirkan dirinya dengan Allah,” kata Kiai Masdar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di hadapan hadirin, alumni Pesantren Krapyak ini juga mengajak untuk tidak menjadikan masjid sebagai ruang eksklusif yang menanamkan intoleransi. Sebab, dengan konsep pembagian ruang dalam dan ruang serambi, masjid sesungguhnya merupakan bangunan yang terbuka.

Ruang serambi, demikian Kiai Masdar, harus dimaksimalkan perannya sebagai tempat berdiskusi dan memecahkan berbagai persoalan umat, termasuk menghidarkan dari paham yang terlalu dogmatis. ”Dogma bisa dicairkan jika serambi itu diperdayakan,” tegasnya.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah