"Darurat radikalisme, darurat terorisme, dan darurat narkoba. Tiga hal itu menjadi tantangan tersendiri untuk Indonesia," katanya saat memberikan sambutan di Pendopo Jombang, Selasa (19/4).
| Tiga Darurat Perlunya Penyebaran Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online) |
Tiga Darurat Perlunya Penyebaran Islam Nusantara
Ia menjelaskan, tak sedikit masyarakat Indonesia yang turut mengembangkan radikalisme, juga terorisme di negara-negara luar. Bahkan mereka sedang menyeting dan menargetkan tahun 2017, Indonesia harus menjadi negara radikal.Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
"Kurang lebih 140 warga Indonesia berlatih tentang gerakan radikal di Suriah, dan kini sudah kembali ke Indonesia. Sekitar 200 warga Indonesia tertangkap di Turki yang sedang berlatih gerakan radikal," ujarnya.Hal demikian menjadi tantangan serius bagi masyarakat luas tatkala mereka sedang mengembangkan gerakan-gerakannya. "Gerakan mereka harus kita halau dan seting mereka harus dihentikan," katanya.
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Padahal, Islam yang diajarkan oleh Nabi SAW hingga Wali Songo sampai pendiri NU sama sekali tidak berindikasi pada kekerasan. "Maka dari itu kita keliling sejak bulan lalu ingin meluruskan pemahaman-pemahaman yang keliru terhadap Islam itu sendiri," kata Imam.Warga nahdliyin dengan menyajikan model Islam Nusantara harus bisa memosisikan di tengah-tengah antara paham radikal dan fundamental.
"Islam Nusantra bukan hal baru. Islam Nusantara sebagai dedikasi umat Islam pada ajaran Islam yang sesuai dengan ajaran nabi, model Islam yang diterapkan nabi yaitu merangkul sesama, menerapkan sikap toleransi dan menjaga perdamaian," ungkapnya.
Untuk itu, kata dia, suatu budaya, nilai kesejarahan dan pemahaman atau ajaran yang dilakukan oleh para ulama harus dikumpulkan menjadi satu dokumen agar mudah memahami Islam. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, IMNU, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah