Minggu, 16 Juni 2013

Prihatin Politisasi NU di Pilkada

Indramayu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menjelang digelarnya Pilkada Jawa Barat tanggal 24 Februari mendatang, dengan banyaknya oknum pengurus NU yang berdomisili di Jawa Barat, terlibat aktif mengkampanyekan Cagub-Cawagub tertentu, baik dipanggung terbuka maupun di ruang tamu masing-masing.



Prihatin Politisasi NU di Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Politisasi NU di Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Politisasi NU di Pilkada

Merespon hal tersebut, para kiai NU Kultural sekabupaten Indramayu mengadakan silaturahim dan istihgotsah untuk kebaikan Jawa Barat, di Pondok Pesantren Ummul Quro, Kertasemaya Indramayu (20/2) lalu.

?

“Kegiatan ini sebagai bentuk keperihatinan para kiyai dan ustadz NU kultural Indramayu atas maraknya perselingkuhan para pengurus aktif NU yang terlibat aktif mengkampanyekan calon gubernur atau wakil gubernur tertentu” Kata KH Nasrulloh Afandi, MA ketua panitia pelaksana, selepas acara.

?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pengangkatan kalimat NU Kultural dalam acara ini, lanjut Kang Nasrul, adalah sebagai upaya pemurnian sekaligus ‘tamparan’ terhadap personalia NU, banyak yang berteriak-teriak NU Khittah, tapi dilanggarnya sendiri. Ini suara tangisan para kiyai NU kultural se-kabupaten Indramayu, NU jangan terlibat apalagi dilibatkan dalam dukung-mendukung Cagub atau Cawagub tertentu”.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

?

“Jadi, kalau kiai atau ustad NU mau berpolitik, dipersilahkan sesuai posisi dan kemampuan masing-masing sebagai warga negara yang baik, jika cuman mampu berpolitik di tingkat desa atau bahkan RT/RW ya cukup bermain politik di tingkat itu saja, tidak usahlah menyeret-nyeret NU, apalagi sengaja masuk jajaran pengurus NU sengaja hanya untuk ? tujuan kendaraan politik,” tandas Mahasiswa Program Doktor Universitas Al-Qurawiyin Maroko itu.?

Sedangkan KH Nur Amin, Sesepun NU kabupaten Indramayu, mengatakan, “Siapapun yang masih aktif duduk di ? jajaran pengurus NU di tingkatan manapun mulai ranting sampai PB, ? jika ia terlibat aktifitas politik, maka ia wajib dipecat dari struktur NU. Apalagi nyata-nyata banyak orang yang kemampuan agamanya apa adanya tapi mereka berebut ingin jadi pengurus NU.”?

Hal senada juga banyak disampaikan oleh para kiai dan ustad lainnya yang hadir dalam kesempatan itu.

?

Rentetan acara itu diawalai dengan Istighosah yang dipimpin oleh KH Jamali sesepuh NU Indramayu Tengah yang juga Ketua MUI Kab. Indramayu, sedangkan do’a dipimpin oleh KH Afandi Abdul Muin Syafi’i atau Abah Afandi, sesepuh NU Indramayu yang juga asli santrinya pendiri NU KH Hasyim Asy’ari itu.

Di pesantren asuhan KH Nawawi itu, tampak hadir para kiai dan ustad NU kultural perwakilan dari seluruh kecamatan seluruh Kabupaten Indramayu.

?

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Abni Abu Zidan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Memanfaatkan Tanah Wakaf untuk Kepentingan Pribadi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pak kiai yang terhormat. Di kampung saya ada tanah sebelah masjid kosong (mepet masjid) dan itu masih dalam lingkup tanah wakaf masjid. Di situ ditanami buah (pisang,sayuran,ketela ) oleh takmir masjid dan hasilnya untuk pribadi.

Yang ingin saya tanyakan, apakah boleh yang seperti itu. Terimakasih atas perhatiannya. Wassalamu’alaikum warhahmatullahi wabarakatuh. (Muhammad Syafiin/Blora)

--

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

Memanfaatkan Tanah Wakaf untuk Kepentingan Pribadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Memanfaatkan Tanah Wakaf untuk Kepentingan Pribadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Memanfaatkan Tanah Wakaf untuk Kepentingan Pribadi

Saudara penanya yang kami hormati. Sebelum menanggapi pertanyaan dari saudara Syafiin di Blora, kami mohon maaf atas keterlambatan jawaban ini.

Saudara Syafiin yang dirahmati Allah. Wakaf merupakan anjuran agama Islam yang sangat baik untuk dilaksanakan oleh pemeluknya. Orang yang mewakafkan asetnya demi kemaslahatan umum atau sering disebut waqif dijanjikan akan mendapatkan bonus pahala yang mengalir, meskipun ia telah meninggallkan bisingnya kehidupan dunia ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bahkan kebanyakan ulama ketika memberikan penjelasan mengenai hadis yang menjelaskan bahwa diantara amal yang tidak putus pahalanya adalah sedekah jariyah, mereka mengartikan bahwa sedekah jariyah tersebut adalah wakaf.

Dalam masalah wakaf ada empat komponen dasar yang tidak bisa lepas yakni pihak/orang yang wakaf (waqif), penerima wakaf (al-mawquf alaih) dalam hal ini adalah nadhir maupun pihak-pihak yang menerima wakaf, barang yang diwakafkan (al-mawquf), dan shigat (ijab qabul) dari kedua belah pihak. Dan dalam tiap-tiap komponen ini terdapat persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi.

Selanjutnya mengenai penggunaan barang wakaf dalam hal ini penanaman sekaligus pemanfaatan lahan kosong sebagaimana pertanyaan yang saudara sampaikan pada dasarnya boleh apabila untuk kepentingan umum artinya kaum muslimin maupun warga di sekitar berhak mengambil manfaatnya atau hasilnya diperuntukkan untuk kepentingan masjid. Adapun si penanam boleh mengambil hasilnya untuk kepentingan pribadi, dengan kadar yang paling sedikit diantara nafkah dan ongkos standar (tidak boleh lebih dari upah minimal pekerja yang ada di daerah tersebut).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dasar pengambilan hukum ini adalah kitab I’anah at-Thalibin:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Rujukan di atas pada intinya menjelaskan bahwa menanami pohon di tanah yang diwakafkan untuk masjid pada dasarnya boleh apabila untuk kepentingan kaum muslimin, sedangkan apabila hanya untuk dinikmati oleh pribadi, maka hukumnya tidak boleh, meskipun tidak merugikan masjid. Demikian pula boleh menjual hasil tanamannya jika untuk kepentingan kaum muslimin atau hanya kepentingan masjid. Saudara penanya yang dimuliakan Allah. Dari uraian diatas dapat dipahami bahwa subtansi pemanfaatan tanah wakaf sekali lagi adalah untuk kepentingan masyarakat luas (‘amat al-muslimin). Bukan untuk kepentingan pribadi maupun satu golongan tertentu.

Mudah-mudahan jawaban ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Maftukhan ad-Damawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Kajian Islam, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 12 Juni 2013

Tulang Rusuk Nabi Adam Itu

Oleh M. Abul Fadlol AF

--Cerita tentang penciptaan Adam dan Hawa yang diproduksi oleh Tuhan dalam al-Qur’an berfungsi sebagai pemutus lingkaran tasalsul. Berangkat dari pertanyaan, siapakah yang lebih dahulu tercipta, apakah Adam atau Hawa?

Secara ilmiah, pertanyaan ini sulit dijawab. Sama halnya ketika ditanya, mana yang lebih dahulu, antara telur dan ayam. Tuhan kemudian memutus rantai ini dengan menjelaskan bahwa proses penciptaan awal dilakukan secara vegetatif dengan Adam sebagai titik awalnya.

Tulang Rusuk Nabi Adam Itu (Sumber Gambar : Nu Online)
Tulang Rusuk Nabi Adam Itu (Sumber Gambar : Nu Online)

Tulang Rusuk Nabi Adam Itu

Hawa tercipta dari tulang rusuk Adam, seperti halnya perkembangbiakan pohon singkong dengan bagian tubuh singkong itu sendiri. Baru kemudian, setelah hawa tercipta dari proses vegetatif, hukum ilmiah perkembangbiakan generatif berlaku (QS. Al-Nisa’ : 1).

Jika cerita dalam al-Qur’an mengandung sebuah pesan. Apa pesan Tuhan kepada manusia tentang metode penciptaan ganda ini?

Seringkali, cerita penciptaan vegetatif Adam dan Hawa ini dijadikan landasan untuk membangun sistem peradaban patriarkhi. Yaitu peradaban yang memposisikan laki-laki jauh lebih unggul dari perempuan. Alasannya, karena Adam tercipta lebih dahulu. Namun, ini adalah alasan yang cukup lucu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada dasarnya, hukum patriarkhi hanya berlaku atas penciptaan secara vegetatif. Dalam hal ini, patriarkhi hanya berlaku atas Adam dan Hawa. Karena dalam sejarah teologi, hanya kedua manusia itulah yang mengalami perkembangbiakan secara vegetatif. Namun, jika kita lahir dari proses generatif, maka hukum patriarkhi itu tidak berlaku. Karena secera generatif, terdapat sinergitas proses penciptaan yang tidak terpisahkan antara sel sperma laki-laki dan ovum perempuan. Jika peradaban patriarkhi dilandaskan atas cerita penciptaan Adam dan Hawa, maka sungguh, peradaban itu mendeklarasikan dirinya seperti pohon singkong. Mereka yang lebih mengunggulkan laki-laki atas perempuan, sama halnya mengklaim dirinya lahir dari batang singkong, bukan rahim perempuan.

Terdapat hikmah yang bijaksana terkait penciptaan vegatatif Adam dan Hawa. Kenapa Tuhan menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam? Jawabannya : Jika Hawa tercipta dari tulang kaki, maka ia akan menjadi budak yang diinjak-injak. Jika tercipta dari tulang tangan, maka ia adalah buruh yang selalu disuruh. Jika tercipta dari tulang pundak, ia adalah kuli yang memikul beban kaum adami. Namun ia tercipta dari tulang rusuk, yang melindungi jantung dan paru-paru. Ia menjaga nafas dan perasaan sang laki-laki.

Oleh sebab itu, kecenderungan laki-laki adalah mencintai perempuan. Karena perempuan membawa keteduhan atas laki-laki oleh sebab tulang rusuk yang telah dititipkan. Maka wajar, jika pengendali lelaki adalah perempuan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bahkan, dalam hadits Nabi, salah satu cobaan terberat laki-laki adalah perempuan dan bukan sebaliknya. Jika dikaitkan dengan jodoh, maka sejatinya jodoh adalah kesesuaian “rusuk”. Mungkin Tuhan telah mematahkan tulang rusuk laki-laki saat ia lahir. Dan menanamkan rusuknya kepada seorang perempuan yang baru lahir pula. Suatu saat, mereka akan dipertemukan. Ya, jodoh adalah proses pencarian tulang rusuk. Laki-laki yang mencari rusuknya dan perempuan yang mencari pemilik asalnya. Dan benarlah kata sebuah lirik lagu, “Jika memang dirimulah tulang rusukku, kau akan kembali pada diri ini” – Gieshel.

Datangnya Islam ke jazirah Arab, salah satunya untuk mengemban misi penyelamatan harkat dan martabat perenpuan. Metode yang digunakan adalah bertahab. Dari yang dianggap barang dagangan dan hewan, menjadi “barang” perhiasan. Dari yang tidak mendapatkan apa-apa, sehingga mendapatkan warisan.

Sampai puncaknya, deklarasi nabi dengan menyebut redaksi ummi sebanyak tiga kali. Jika nabi pernah berkata : Innal-ulama’a waratsatul-anbiya’ (Sesungguhnya ulama’ adalah pewaris para nabi), maka setiap dari kita berpotensi menjadi seorang ulama’, dengan meneruskan misi-misi nabi itu. Salah satu misi tersebut adalah menjaga dan meningkatkan harkat dan martabat perempuan dalam sendi peradaban. Bukan malah membenamkannya. Dengan kata lain, indikator ketaatan kita terhadap al-Qur’an dan nabi, dipandang dari sejauh mana kita mampu menghargai perempuan sama seperti kita menghargai diri sendiri.

Tuhan tidak menciptakan laki-laki dan perempuan untuk saling menguasai, melainkan saling melengkapi. Cukuplah sejarah patriarkhi Arab menjadi simbol peradaban yang buruk. Al-Qur’an telah mengajarkan kesetaraan hak, kewajiban dan derajat diantara keduanya. Menindas perempuan berarti menindas khittah al-Qur’an. Apalagi jika penindasan itu dilandasi dengan ayat-ayat al-Qur’an itu sendiri. Haafidzuu, saling menjagalah kalian. Dalam kaidah sharaf bermakna li al-Musyarakah baina al-Syakhshain (saling menjaga diantara dua orang). Saling menjaga hak, kewajiban serta derajat yang sama. Tugas memahami dan mengerti adalah tugas bersama. Hapuskan patriarkhi, peradaban singkongistik. Maha suci Tuhan yang menciptakan dua adalah satu dan satu adalah dua.

 “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan adalah saudara” – H.R Aisyah R.A.

 

M. Abul Fadlol AF, Ketua Umum di Himpunan Alumni Pondok Pesatren al-Sa’adah (Himasa) Jatirogo, Tuban, Mahasiswa Tafsir-Hadits UIN Walisongo Semarang

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 10 Juni 2013

Ini 6 Permasalahan Koperasi yang Perlu Dipahami

Malang,? Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Puluhan kader GP Ansor yang merupakan utusan dari 23 PC Ansor di Jawa Timur menelaah permasalahan kelembagaan koperasi di Hotel Maxone, Kota Malang, Selasa (22/3). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sesi pelatihan manajemen koperasi yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Ini 6 Permasalahan Koperasi yang Perlu Dipahami (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini 6 Permasalahan Koperasi yang Perlu Dipahami (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini 6 Permasalahan Koperasi yang Perlu Dipahami

Owner Koperasi Warga di Kota Malang, Priyanto Budi Santoso, tampil sebagai fasilitator. Sejauh ini, kebanyakan koperasi yang ada di Jawa Timur masih melakukan transaksi dengan masyarakat umum, bukan dengan anggotanya.

Karena itu, kader-kader Ansor yang jadi peserta pelatihan, dituntut untuk bisa meretas solusi atas persoalan tersebut. Yaitu, dengan menguasai dan menjalankan aspek-aspek dalam koperasi: idealisme koperasi, kelembagaan, manajemen, permodalan, dan usaha.

Di samping itu, terdapat pokok dan permasalah mendasar koperasi, yaitu keterbatasan sumber daya khususnya SDM dan belum berperannya koperasi untuk memberdayakan ekonomi rakyat.

"Permasalahan tersebut mengerucut pada 6 persoalan," terang Priyanto Budi Santoso.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pertama, terangnya, kerja sama antar koperasi yang belum berjalan. Kedua, lemahnya kualitas SDM koperasi dan UKM. Ketiga, pengelolaan koperasi dan UKM yang belum profesional.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Disusul masalah keempat berupa diklat koperasi dan UKM yang belum efektif dan terpadu. Kelima, rendahnya partisipasi anggota, dan terakhir bank yang belum percaya kepada Koperasi dan UKM. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 07 Juni 2013

Masjid Kampus Kami

Kakek tua itu bernama Mardi Raharjo. Kami terbiasa memanggilnya Mbah Mardi. Tubuhnya tidak segesit dulu. Tetapi ia hampir tidak pernah datang terlambat untuk shalat berjamaah di masjid kampus kami.

Bahkan ketika kami sedang melakukan kegiatan kampus, ia yang menyerukan adzan dan iqomah. Suaranya memang tidak lantang, tapi mampu memaksa kami datang.

Suatu hari aku berpapasan dengannya di samping masjid. Ia terengah-engah ketika berjalan menuju rumahnya yang berjarak hanya 50 meter dari masjid. Untuk seorang Mbah Mardi yang sudah udzur, 50 meter itu saja sudah cukup melelahkan.

Sering kali aku memperhatikannya saat shalat berjamaah. Nafasnya tersendat-sendat kudengar. Dan ketika aku di belakangnya, terlihat pundak dan tangannya terangkat saat bernafas.

Masjid Kampus Kami (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Kampus Kami (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Kampus Kami

"Mbah, semangatmu untuk berjamaah sangat luar biasa," kataku dalam hati saat itu.

Tanggal 7 Oktober 2014 kemarin, selepas fajar, saatnya pun tiba. Mbah Mardi dipanggil oleh Allah SWT.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sesaat sebelumnya, pada jam 3 dini hari, ia minta kepada sang istri untuk memandikannya. Setelah itu ia minta segelas air putih dan meminumnya. Kemudian... tubuhnya ringan.

Kabar kematiannya begitu menggertak hati. Aku turut memandikannya. Dan.. wajah Mbah Mardi berseri-seri. Ia terlihat bahagia, entah karena apa. SubhanaAllah. Semoga ia adalah salah satu dari sedikit manusia yang dicintai surga.

Tapi satu hal yang mengusikku. Tidak ada lagi sekarang seorang kakek tua yang membacakan adzan untuk kami, di masjid kampus kami

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syaefudin, Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah