Selasa, 29 November 2011

Mbah Ngis dan Resep Menghentikan Kenakalan Anak

Mbah Ngismatun Sakdullah Solo (wafat 1994) – biasa dipanggil Mbah Ngis - memiliki seorang anak laki-laki bernama Pak Udin. Ketika masih kecil, Pak Udin sering mendapat perlakuan nakal dari anak tetangga yang usianya memang lebih tua. Pak Udin suka bermain di atas pohon nangka yang berada di samping rumahnya dengan ketinggian tak seberapa.

Seringkali terjadi ketika Pak Udin? bertengger di atas pohon, tak lama setelah itu ada tangan jahil dari arah bawah yang secara tiba-tiba masuk ke dalam celana kolornya yang longgar. Lalu tangan itu membetot “sarang burung” miliknya. Pak Udin merasa kesakitan luar biasa dan berteriak kesakitan, “Aduuuh…aduuuh…!”

Mbah Ngis dan Resep Menghentikan Kenakalan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Ngis dan Resep Menghentikan Kenakalan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Ngis dan Resep Menghentikan Kenakalan Anak

Setelah Pak Udin berteriak seperti itu, tak lama kemudian anak tetangga tersebut menjauh dari tempat kejadian sambil tertawa terbahak-bahak. Ia seperti merasa sangat puas dengan apa yang telah dilakukannya. Kejadian seperti ini berulang kali. Pak Udin? merasa tidak tahan dinakali terus-menerus seperti itu? hingga akhirnya ia? melapor kepada ibunya. Mbah Ngis merasa sangat prihatin dengan perilaku “menyimpang” dari anak tersebut. Tetapi Mbah Ngis tidak sanggup melaporkan hal itu kepada ayahnya karena Mbah Ngis sangat menaruh hormat kepadanya.

Mbah Ngis kemudian memberi resep? kepada Pak Udin untuk membuat anak tetangga itu jera dari kenakalannya. Mbah Ngis meminta Pak Udin berteriak sekerasnya dengan menyebut-nyebut namanya ketika anak itu beraksi. Pak Udin paham dengan petunjuk Mbah Ngis dan setuju dengan apa yang diajarkannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Benar. Hari berikutnya ketika Pak Udin sedang bersantai ria di atas pohon, tiba-tiba anak tetangga itu? melakukan apa yang biasa ia lakukan terhadapnya. Seketika itu Pak Udin berteriak dengan menyebut-nyebut? namanya sekeras mungkin. “Kang Fulan, aduuuh..! Kang Fulan, aduuuh...!

Mendengar Pak Udin meneriakkan namanya hingga berkali-kali dengan suara sangat keras, anak tetangga itu? akhirnya menghentikan aksinya. Ia tidak tertawa terbahak-bahak sebagaimana biasanya. Ia tampak bingung harus berbuat apa sebelum akhirnya lari terbirit-birit. Ia pulang ke rumahnya. Tak lama setelah itu dari tempat Pak Udin berada di atas pohon Pak Udin mendengar suara anak yang mengaduh kesakitan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Aduuuh… kapok Bapaaak...! Aduuuh… kapok Bapaaak..!”

Pak Udin yakin itu suara Kang Fulan. Pak Udin penasaran dan segera berlari menuju rumahnya. Pak Udin? ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Kang Fulan. Dari luar jendela rumahnya, Pak Udin? melihat Kang Fulan sedang digebuki ayahnya dengan sulak dari rotan. Bulu-bulunya rontok karena berulang-ulangnya pukulan ayahnya.

“Ojo kurang ajar kowe! Kapok opo ora kowe…?!” (Jangan kurang ajar kamu! Kapok tidak kamu?!). Kata sang ayah? sambil menghajar Kang Fulan. Ternyata sang ayah menyaksikan sendiri dari jendela rumahnya apa yang dilakukan Kang Fulan terhadap Pak Udin ketika ia berteriak-teriak menyebut namanya sambil mengaduh kesakitan.

“Kapok Bapaaak… Kapok Bapaaak…,” katanya sambil menangis kesakitan dan meminta ampun.

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, IMNU, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 22 November 2011

PW IPPNU Sumbar Berangkatkan 28 Orang ke Kongres

Padang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Wilayah Ikatan PelajarNahdlatulUlama (PW IPPNU) Sumatera Barat beserta Pimpinan Cabang IPPNU se-Sumbar akan berangkat ke Kongres  XVI IPPNU di Asrama Haji Palembang, Sumatera Selatan. Rombongan sebanyak  28 orang berangkat Kamis, 29 November 2012. Utusan yang akan berangkat terdiri dari Ketua, Sekretaris,Wakil Ketua Bidang Organisasi, dan Wakil Ketua Bidang Kaderisasi.

Ketua PW IPPNU Sumbar Fitria Angraini kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Selasa (27/11/2012) di sekretariat PW IPPNU Sumbar  berharapkan dalam kegiatan Kongres XVI IPPNU nanti di Palembang bisa merekomendasikan kader yang akan memimpin IPPNU tiga tahun ke depan adalah kader-kader yang benar-benar mempuyai loyalitas di organisasi.

PW IPPNU Sumbar Berangkatkan 28 Orang ke Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)
PW IPPNU Sumbar Berangkatkan 28 Orang ke Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)

PW IPPNU Sumbar Berangkatkan 28 Orang ke Kongres

“Calon ketua umum adalah kader yang sesuai dengan UU Nomor 40 tentang Kepemudaan. Sehingga proses organisasi di Indonesia bisa berjalan dengan baik. Regenerasi di organisasi IPPNU harus jalan,” kata Fitria.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Armaidi Tanjung

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 19 November 2011

Pasar Rakyat NU Pacitan Pamerkan Produk Lokal

Pacitan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Untuk pertama kalinya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pacitan menggelar “Bazar Ekonomi Kerakyatan Warga Nahdliyin” dan konsolidasi organisasi. Di alun-alun Pacitan, pemotongan pita menandai pembukaan pasar rakyat ? yang menampilkan banyak produk lokal.

Pasar Rakyat NU Pacitan Pamerkan Produk Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat NU Pacitan Pamerkan Produk Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat NU Pacitan Pamerkan Produk Lokal

Pasar rakyat dibuka oleh Ketua MUI Pacitan yang didampingi Sekretaris PCNU Pacitan M Nurul Huda dan Ketua GP Ansor Pacitan Khoirul Anam, Kamis (17/9). Pasar rakyat ini berlangsung Kamis-Jumat (17-18/9).?

Produk lokal unggulan Nahdliyin Pacitan yang ditampilkan antara lain kain batik, makanan khas, oleh-oleh Pacitan, suvenir, macam-macam furnitur, seragam dan atribut NU serta aneka batu mulia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengunjung pasar rakyat ini juga dihibur oleh penampilan Orkes Gambus Aiwaah dari pondok pesantren Tremas, Pacitan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

M Nurul Huda mengatakan, kepedulian NU terhadap umat tidak hanya sebatas urusan ukhrawi, namun juga urusan duniawi seperti membangun perekonomian umat.

“Jamaah kita itu punya berbagai macam produk yang secara kualitas tidak kalah dengan yang tersebar di berbagai supermarket. Namun kita lemah di pemasaran. Maka pengurus NU perlu memberikan solusi pemasaran,” ungkap Huda.

Ia berharap pasar rakyat ini mampu meningkatkan usaha warga NU serta dapat meningkatkan daya saing usahawan nahdliyin. Ia juga berharap pemerintah daerah turut mendukung upaya pemberdayaan ekonomi jamaah NU.

“Kegiatan ini rencananya akan terus digelar rutin setiap tahun, sehingga peluang pasar akan terus terbuka dan perekonomian umat terangkat,” kata Huda.

Pasar rakyat yang diikuti oleh MWCNU sekabupaten Pacitan dan Banom NU Ini digelar dalam rangka meramaikan gelaran konsolidasi organisasi Nahdlatul Ulama Pacitan agar kepengurusan semakin solid serta khidmah NU kepada masyarakat semakin lebih nyata. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 18 November 2011

Ali Masykur: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Semu

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa mengkritik pemerintah yang mengklaim kesuksesan pembangunan Indonesia di bidang ekonomi. Menurut dia, klaim tersebut tidak sesuai kenyataan.

“Saya bangga Indonesia pertumbuhan ekonominnya 6.3 hingga 6,4 persen. Investasinya juga sangat signifikan tiga tahun berturut-turut. Tetapi, saya katakan, investasi dan pertumbuhan itu semu karena tidak didasarkan pada sektor riil di bawah,” ujarnya.

Ali Masykur: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Semu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Masykur: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Semu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ali Masykur: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Semu

Ali Masykur mengatakan hal itu pada forum refleksi kebangsaan “Nasionalisme di Simpang Jalan” yang diselenggarakan Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (19/7) petang. Turut hadir  guru besar Universitas Jayabaya Rusydi, para kader muda NU, dan sejumlah komunitas di Jakarta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kesemuanya itu, menurut Ali Masykur, karena wujud pertumbuhan tidak di level UMKM melainkan lebih banyak di pasar modal. Posisi pasar modal dinilai sangat rapuh karena ia bukan investasi langsung berjangka panjang lantaran tergantung, misalnya, pada faktor politik internasional.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dia mengingatkan tentang perlunya berhati-hati dengan jebakan klaim keberhasilan yang menggambarkan seolah-olah Indonesia menjadi kekuatan ekonomi baru di dunia. Sebab, kesejahteraan rakyat belum benar-benar terjadi dan kedaulatan ekonomi masih jauh dari pangang api.

Ali Masykur menambahkan, kepemilikan kekayaan dalam negeri belum sejalan dengan semangat nasionalisme ekonomi Indonesia. “Karena 88 persen dari total K3S (kontraktor kontrak kerja sama) yang mengeksplorasi dan mengeksploitasi migas di Indonesia itu bukan Pertamina,” paparnya.

Sementara itu Rusydi menggarisbawahi, problem pokok di Indonesia adalah pada penegakan hukum yang tidak adil. Persoalan kian runyam ketika pemerintah tak mampu bersikap tegas dan mudah dikendalikan kekuatan asing.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 14 November 2011

Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016

Jakarta,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Aminuddin Ma’ruf terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia periode 2014-2016 pada Kongres Jambi yang berlangsung 30 Mei sampai 10 Juni 2014.

Amin, kader PMII yang diusung Cabang Jakarta Timur tersebut menyelesaikan S1 di Universitas Negeri Jakarta dan melanjutkan S2 di Universitas Trisakti. Di PB PMII sebelumnya ia dipercaya sebagai Ketua Biro Pemberdayaan Ekonomi.

Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016

Salah seorang pengurus PB PMII, Abdul Malik, menceritakan proses pemilihan di kongres tersebut. Menurut dia, awalnya yang mencalonkan diri menjadi ketua umum sekitar 15 orang. Setelah beberapa calon mengundurkan diri, 5 kandidat maju pada putaran pertama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kata Malik, pada putaran pertama itu Muammarullah Umam mendapat 51 suara, Aminuddin Ma’ruf 38,? Abdul Aziz 7, Zaini Mustakim 41, Jabidi Ritonga 35, Miftahul Aziz 45. Sementara pada putaran kedua Aminuddin 102, Muammarullah Umam 74, Miftahul Aziz 64.? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Aminuddin terpilih secara demokratis pada kongres tersebut,” kata Abdul Malik melalui telpon Selasa (10/6). (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Quote, Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 10 November 2011

Ini Syarat Doa agar Terkabul

Allah telah berfirman dalam Surat Al-Mukmin ayat 60.

? ? ? ? ? ?...

Ini Syarat Doa agar Terkabul (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Syarat Doa agar Terkabul (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Syarat Doa agar Terkabul

Artinya, "Tuhanmu berfirman, ‘Doalah kepadaku, niscaya? akan kuperkenankan bagimu.’"

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ayat ini memerintahkan manusia untuk berdoa kepada-Nya. Ketika seorang hamba telah memohon dan meminta dengan berdoa, niscaya Allah akan mengabulkannya. Apapun itu, pasti akan dikabulkan. Allah adalah dzat yang maha mendengar dan kuasa. Allah mendengar segala doa makhluk-Nya baik itu secara lisan maupun dalam batin saja. Apapun permintaan makhluk-Nya, Dia dapat dengan mudah mengabulkannya.

Namun ada juga manusia yang telah berdoa siang dan malam. Bahkan tak jarang ditemui sebagian dari kaum Muslimin berlaku tirakat, rela menahan hawa nafsu untuk melakukan perkara yang sebenarnya mubah atau boleh dilakukan demi terkabulnya doa. Sayang, ternyata doanya tak kunjung terkabul. Lalu, gerangan apakah yang membuat doa tak terkabul? Padahal, ayat di atas dengan tegas menerangkan bahwa Allah akan mengabulkan segala doa. Apakah ayat tersebut bohong? Ataukah Allah mengingkari kalam-Nya sendiri? Jelas? tidak sama sekali!? Mustahil. Lalu mengapa?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Imam Ahmad bin Muhammad As-Shawi Al-Maliki dalam kitabnya, Hasyiatus Shawi ala Tafsiril Jalalain menjelaskan:

?: ? ? ? ?, ? ? ? ? ?.

Artinya, “Sungguh, doa itu memiliki beberapa syarat agar terkabul. Maka ketika salah satu syarat tidak terpenuhi, doa pun tak kunjung diijabah.”

Mungkin ada sebagian dari kita belum mengetahui syarat-syarat doa sehingga banyak dari kaum Muslimin merasa bahwa doa mereka tak kunjung dikabulkan. Padahal mereka telah berdoa seumur hidup mereka.

Imam As-Shawi menyebutkan syarat pertama adalah keutuhan seorang hamba menghadap baik lahir, dengan menengadahkan tangan dan merintih memohon kepada Allah maupun batin, yaitu sekiranya tidak terbersit dalam hatinya segala sesuatu apapun kecuali Allah semata.

Ketika seorang hamba telah fokus, memusatkan seluruh jiwa dan raga untuk meminta kepada Allah. Maka tinggallah hamba tersebut mengutarakan seluruh keinginannya, seluruh keperluannya. Kedua, hendaknya doa tidak berisi segala sesuatu dalam rangka keburukan. Misalnya, berdoa agar seseorang mengalami kecelakaan.

Ketiga, doa juga tidak boleh dipanjatkan dalam rangka meminta untuk memutuskan tali persaudaraan, kekerabatan, maupun tali kasih sayang antarsesama manusia. Sungguh, sekali-kali doa seperti itu tidak akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Yang perlu digarisbawahi adalah, seorang hamba yang ingin doanya terkabul, tidak boleh tergesa-gesa dalam meminta dikabulkan. Sungguh, sangat hina kiranya ketika seorang hamba yang lemah tanpa daya, yang tak mampu apa-apa kecuali dengan kuasa-Nya ketika berdoa "menuntut" Allah untuk segera mengabulkannya.

Sungguh doa itu ada kalanya segera diijabah, dikabulkan oleh Allah. Ada juga memang doa tersebut diakhirkan oleh Allah untuk hamba-Nya. Karena Allah lebih mengetahui, kapan doa tersebut tepat dikabulkannya.

Simpulan dalam hal ini terangkum apik dalam hadits yang dijadikan sang imam dalam menjelaskan syarat-syarat doa terkabul sebagai berikut.

? ? ?: "? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ?: ? ? ? ? ? ? ?: ?: ? ? ? ?."

Artinya, “Oleh karenanya, telah datang (sebuah hadits), ‘Tidak ada seseorang yang berdoa kepada Allah taala dengan serangkaian doa kecuali Allah mengabulkannya. Maka ada kalanya doa tersebut terkabul di dunia. Ada pula doa yang memang diakhirkan terkabulnya di akhirat. Ada juga doa tersebut untuk menghapus dosa-dosa hamba sesuai dengan kadar doanya. Dengan syarat, selagi doa tersebut tidak dipanjatkan dalam rangka meminta sesuatu yang berdosa, memutus tali silaturahmi, atau hamba tersebut tergesa-gesa.’ Para sahabat bertanya, ‘Ya rasulullah, lalu bagaimanakah (gambaran) hamba yang tergesa-gesa?’ Rasul menjawab, ‘Adalah hamba yang berkata, ‘Aku telah berdoa, namun mengapa tak kunjung dikabulkan.’" (Ulin Nuha Karim)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Ubudiyah, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah