Selasa, 20 Februari 2018

Melestarikan Syiiran dengan Wujudan

Wonosobo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Syiir Aqaid Seket atau masyarakat biasa menyebutnya wujudan merupakan wujud dari pelestarian budaya syiiran. 

Kata wujudan berasal dari cuplikan syiir yang di dalamnya menjelaskan tentang ajaran tauhid yang wajib diimani. Ajaran tersebut meliputi 20 sifat wajib Allah, 20 sifat muhal (mustahil) bagi Allah, 1 sifat jaiz bagi Allah SWT, 4 sifat wajib bagi rasul, 4 sifat mustahil bagi Rasul, dan 1 sifat jaiz bagi Rasul yang jika dijumlah keseluruhannya menjadi 50 atau seket (dalam bahasa Jawa), sehingga disebut syiir Aqoid Seket.

Melestarikan Syiiran dengan Wujudan (Sumber Gambar : Nu Online)
Melestarikan Syiiran dengan Wujudan (Sumber Gambar : Nu Online)

Melestarikan Syiiran dengan Wujudan

Wujudan biasanya dilantunkan setiap malam sepanjang Ramadhan setelah shalat Tarawih dan sebelum tadarus Al-Qur’an oleh jamaah secara bersamaan.

“Untuk melantunkan syiir ini biasa diiringi kentongan atau bedug. Akan tetapi, di mushalla ini berbeda, yaitu diiringi terbang Jawa, di mana paduan antara pukulan terbang dan suara. Para penabuh harus melakukan koordinasi dan kerjasama agar menjadi suatu pola yang baik,” tutur Tri Yulianto (19) salah satu penabuh terbang. (27/5) Sabtu malam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

“Apa yang kita lantunkan kemudian kita iringi ini termasuk seni rodat atau biasa disebut kemplingan,” imbuhnya.

Syiiran merupakan bentuk karya sastra Islam yang menunjukkan bahwa para mubaligh mengenal betul akan karya-karya Islam, sehingga menuangkannya dalam bentuk bahasa Jawa agar mudah dipahami oleh masyarakat, seperti syiir Aqoid Seket yang menggunakan logat bahasa daerah Wonosobo. Dan yang lebih mengagumkan adalah jenis nada atau vokal yang diciptakan oleh mubaligh menunjukkan karakter suara yang khas, atau lebih terasa sebagai bersahaja seperti orang desa yang hidupnya bersahaja, jujur, tegas, dekat dengan alam dan Tuhan.

Salah satu nadhir mushalla Asy-Syukron Ahmad Shohari (80) mengatakan,”Wujudan itu sendiri dilantunkan setiap malam selama bulan Ramadhan, dan sudah berlangsung bertahun tahun dari generasi ke generasi secara bersamaan, setelah shalat Tarawih. Tidak jelas siapa pengarang syi’ir tersebut. Ada yang menyebutkan itu karya dari KH Abu Darda’ Sigedong, Kepil, Wonosobo, ada pula yang menyebutnya dari KH Asnawi Umar, Pangen, Purworejo. Belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut, yang jelas ini karya para mubaligh masa lalu, oleh karena itu sebagai wujud budaya kita harus melestarikannya.”  

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syiiran adalah suatu khasanah sastra Islam Jawa yang berbentuk nadhom yang dilagukan sebagai sebuah budaya yang melekat dengan kehidupan di masyarakat. Intinya adalah sebagai pengajaran dan pengamalan dari ajaran agama tentang ketauhidan Ahlussnunnah wal Jama’ah. Dan juga bisa jadi hiburan untuk masyarakat.(Mukhamad Khusni Mutoyyib/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 18 Februari 2018

Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) giliran diselenggarakan di Jombang Jawa Timur selama tiga hari, Jum’at-Ahad (6-8/3). Pembukaan Jum’at sore kemarin dihadiri Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali dan dan para instruktur kaderisasi dari PBNU Jakarta.

Lokasi PKPNU sengaja dipilih agak jauh dari pusat kota Jombang, yakni Pondok Pesantren Babus Salam, Kalibening, Mojoagung.

Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang

PKPNU di Jombang kali ini tidak hanya diikuti para kader dari kabupaten Jombang. Peserta juga datang dari perwakilan kader beberapa cabang NU seperti Batu, Lamongan, Kediri, dan Nganjuk.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sengaja kita mengundang dari beberapa cabang NU untuk menjadi peserta, karena semua materi dan tim pelatih langsung dari PBNU," kata Sholahul Am Notobuwono, ketua pelaksana PKPNU Jombang.

Dari Jakarta, H As’ad Said Ali datang bersama para instruktur kaderisasi dari PBNU diantaranya Abdul Mun’im DZ yang juga wakil sekjen PBNU asal Jombang, Enceng Shobirin Najd dan Adnan Anwar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadir dalam pembukaan PKPNU Jombang KH Masduqi Abdurrahman Al Hafidz, KH Hasib Abdul Wahab Chasbullah, KH Wazir Aly, Munif Kusnan Wakil ketua PCNU Jombang, serta KH Salmanuddin dan para pengasuh Pesantren Babus Salam lainnya.

"Saya berharap peserta bisa mengikuti dengan serius pelatihan kader ini, karena moment ini jarang ada. Ke depan para kader bisa menjadi penggerak NU dimasing masing daerahnya," pinta Munif Kusnan mewakili Ketua PCNU Jombang, KH Isrofil Amar.

Sementara itu Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik yang hadir di hari ketiga mengatakan, PKPNU di tingkat pusat telah dilaksanakan sebanyak 12 kali di Pusdiklat NU Rengasdengklok Karawang dan diikuti sekitar 270 kader NU dari berbagai daerah di Indonesia. PKPNU juga telah bergulir di sejumlah daerah sebanyak 60 kali yang diikuti 2000-an kader NU.

Ditambahkan Masyhuri Malik, selain PKPNU bagian lain dari kaderisasi PBNU adalah Forum Strategis NU (Forgisnu) yang telah beberapa kali diselenggarkan di Rengasdengklok. Jika PKPNU melibatkan para pengurus dan calon pengurus NU, Forgisnu merupakan forum komunikasi antar kader NU yang telah aktif di luar, baik di dunia profesi dan bidang keahlian, bisnis, birokrasi, maupun akademisi. (Muslim Abdurrahman/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ramadhan Berkah, Guru Berprestasi Dapat Bingkisan

Brebes,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebagai wujud penghargaan atas pengabdian dan kinerja yang telah dilakukan pegawai di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Brebes, guru dan TU yang berprestasi mendapatkan bingkisan dari sekolah. Bingkisan diserahkan di akhir tahun pelajaran 2015/2016 setelah yang bersangkutan mendapatkan penilaian dari dewan juri.

Ramadhan Berkah, Guru Berprestasi Dapat Bingkisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan Berkah, Guru Berprestasi Dapat Bingkisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan Berkah, Guru Berprestasi Dapat Bingkisan

“Untuk melihat sejauh mana kinerja para guru dan TU, kami menggelar Lomba Guru dan TU berprestasi,” kata Kepala MAN 1 Brebes Drs H Tobari MAg usai menyerahkan bingkisan, di aula sekolah setempat, Sabtu (18/6).

Menurut Tobari, lomba ini mampu menjadi daya pacu bagi guru dan karyawan untuk lebih meningkatkan prestasi dan kinerjanya. Meskipun bingkisannya tidak seberapa, tetapi mampu menggairahkan semangat dan menjadi sarana untuk saling koreksi dan introspeksi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Setelah melalui proses penilaian yang panjang, untuk kategori guru berprestasi, juara 1 diraih Hj Nurbadriyah SPd, juara 2 Dra Hj Nur Hidayah MPd dan juara 3 Dra Nafiroh Sriwiyanti. Untuk kategori TU/Karyawan, juara 1 Nurkholis SPdI, juara 2 Sobirin dan juara 3 Arif Satpam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Panitia penyelenggara Sunata menjelaskan, para dewan juri yang terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan OSIS ini menilai secara terbuka. Unsur yang dinilai meliputi disiplin, kinerja, administrasi, pelaporan, ahlak, partisipasi dalam kegiatan sekolah, kepedulian, dan prestasi yang bersangkutan.

Salah seorang pemenang lomba Arif Satpam mengaku gembira dengan adanya lomba ini. Karena baginya penilaian seorang Kepala Sekolah atau guru-guru lain dan para siswa bisa mendorong dirinya bekerja lebih giat lagi. Meskipun menurutnya, penilaian yang hakiki hanya dari Allah SWT. “Saya senang dapat juara, karena bisa memacu saya untuk bekerja lebih giat lagi,” ungkapnya.

Arif juga mengaku hadiah yang diterimanya merupakan berkah di bulan Ramadhan. “Kebetulan anak saya pengin beli baju lebaran, tak disangka dapat juara, ya Alhamdulillah,” ungkapnya polos. (wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 17 Februari 2018

Pemberontak Rohingya Sebut 10 Mayat di Kuburan Myanmar Bukan Anggotanya

Yangon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pemberontak Muslim Rohingya mengatakan, 10 orang Rohingya yang ditemukan di kuburan massal di Rakhine State pada akhir bulan lalu bukan lah bagian dari anggota kelompok mereka, namun warga sipil yang tak berdosa seperti dikutip Reuters, Sabtu (13/1).

"Kami (ARSA) dengan ini menyatakan bahwa 10 warga sipil Rohingya yang tidak berdosa yang ditemukan di kuburan massal di Tragedi Desa Inn Din bukanlah ARSA maupun asosiasi dengan ARSA," kata kelompok tersebut.

Awal pekan ini, militer Myanmar mengatakan bahwa tentaranya telah membunuh 10 Muslim teroris yang tertangkap selama serangan gerilya pada awal September lalu, setelah penduduk desa Buddha memaksa orang-orang yang ditangkap tersebut masuk ke dalam kuburan yang mereka gali. 

Pemberontak Rohingya Sebut 10 Mayat di Kuburan Myanmar Bukan Anggotanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemberontak Rohingya Sebut 10 Mayat di Kuburan Myanmar Bukan Anggotanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemberontak Rohingya Sebut 10 Mayat di Kuburan Myanmar Bukan Anggotanya

Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) atau kelompok pemberontak Muslim Rohingya menyerang pos keamanan tentara Myanmar mulai Agustus tahun lalu, lalu militer Myanmar melakukan operasi dan serangan besar-besaran terhadap mayoritas Muslim di bagian utara Rakhine. Menyambut itu, ARSA melawan kejahatan perang yang dilakukan tentara teroris Myanmar.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Pemerintah Myanmar Zaw Htay membela diri dan yakin bahwa yang dibunuh tentara Myanmar adalah teroris Muslim Rohingya. Ia mengatakan, kadang kala teroris dan penduduk desa bersekutu dalam melakukan serangan terhadap militer Myanmar. Bahkan, ia berdalih kesulitan dalam membedakan mana yang teroris dan mana penduduk desa yang tidak bersalah.  

"Kami telah mengatakan bahwa sangat sulit untuk memisahkan siapa teroris dan penduduk desa yang tidak bersalah. Akan ada proses investigasi yang sedang berlangsung apakah mereka anggota ARSA atau tidak," katanya. (Red: Muchlishon Rochmat)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Humor Islam, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pendidikan Pesantren Teruji Hasilkan Kecerdasan Spiritual

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu H Muhammad Yusuf mengingatkan bahwa pendidikan Agama merupakan aspek yang paling mendasar dalam rangka mencetak generasi yang tangguh.

"Pendidikan spiritual (Agama) merupakan basic atau dasar dan tidak boleh dilewati," tegasnya saat melakukan visitasi ke MAN 1 Pringsewu, Kamis (19/10).

Pendidikan Pesantren Teruji Hasilkan Kecerdasan Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Pesantren Teruji Hasilkan Kecerdasan Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Pesantren Teruji Hasilkan Kecerdasan Spiritual

Menurutnya memiliki kepintaran kognitif saja tidak cukup namun harus dibarengi dengan kecerdasan lainnya. Berbagai aspek kecerdasan harus dimiliki oleh setiap individu diantaranya kecerdasan intelektual dan emosional.

"Kita juga jangan terlalu mengandalkan Kecerdasan intelektual dan emosional saja karena nantinya bisa menjadi jiwa yang otoriter dan kurang bijak. Kecerdasan kita harus diimbangi dengan kecerdasan Spiritual," tegasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Permasalahan kurangnya kecerdasan spiritual inilah yang saat ini masih dihadapi dalam dunia pendidikan di Indonesia. Padahal menurutnya jika dirunut kebelakang pendidikan yang paling inten dan merupakan sistem pendidikan tertua dalam pendidikan Agama adalah Pondok Pesantren.

"Permasalahan pendidikan saat ini adalah karena Sistem Pendidikan Pesantren tidak dinasionalkan. Banyak pihak membohongi hati nurani kalau Pondok pesantren adalah sistem pendidikan paling tua dan teruji," tegasnya menilai pondok pesantrenlah yang mampu menjawab permasalahan pendidikan saat ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menilai kondisi pondok pesantren di Indonesia saat ini banyak yang terbengkalai dan kurang mendapat perhatian. Hal ini menurutnya menjadi pekerjaan rumah semua pihak untuk lebih memperhatikan pondok pesantren.

Pentingnya pendidikan agama melalui sebuah sistem yang baik dan silsilah yang jelas menurutnya sangat penting dan seharusnya diperhatikan banyak pihak.

Ia menilai bahwa belajar agama tidaklah cukup dengan belajar sekilas apalagi melalui media yang saat ini mudah diakses seperti internet. 

"Yang tidak pernah ngaji dipesantren itu kelihatan kualitas ilmu agamanya. Dari cara baca qurannya bisa terlihat," tegas Yusuf. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebarkan Pesan Damai, PCNU Depok Kunjungi 11 Kecamatan

Depok, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Depok  mengunjungi sebanyak 11 kecamatan di Kota Depok. Mereka menyebarkan pesan damai Ramadhan dan nilai Islam yang rahmatan lil alamin. Kunjungan rutin setiap Ramadhan ini menjadi penting terutama di tengah hiruk-pikuk pelaksanaan pilpres 2014.

Melalui kegiatan yang diawali buka puasa bersama dan dilanjutkan dengan Tarawih berjamaah ini, "Kita ingin menyampaikan pesan damai Ramadhan dan Islam rahmatan lil alamin,"ujar Sekretaris PCNU Depok Idham Darmawan, Kamis (10/7).

Sebarkan Pesan Damai, PCNU Depok Kunjungi 11 Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebarkan Pesan Damai, PCNU Depok Kunjungi 11 Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebarkan Pesan Damai, PCNU Depok Kunjungi 11 Kecamatan

Menurut Idham, buka puasa  bersama dengan pengurus dan seluruh pengurus MWCNU secara bergulir sangat penting. Pertemuan itu diisi dengan taushiyah Ramadhan, ke-NUan, dank e-Indonesiaan. Terlebih lagi terkait pelaksanaan pilpres, PCNU Depok mendorong warga untuk menjunjung tinggi ukhuwah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua PC NU Depok ustadz Raden Salamun menilai safari Ramadhan sebagai bagian dari syiar serta konsolidasi pengurus NU dan warganya nahdliyin. “Karena, penyampai taushiyahnya tidak lain para kiai dan ustadz dari pengurus NU sendiri," kata ustadz Salamun.

Ustadz Salamun berharap pelaksanaan pilpres 2014 mengeluarkan hasil berkualitas. “Yaitu, calon pemimpin bangsa yang mampu mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Selain itu, pemimpin yang mampu menjaga kedaulatan tanah air dan mewujudkan masyarakat Indonesia adil makmur lahir batin," harap ustadz Salamun. (Aan Humaidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 16 Februari 2018

Panitia Daerah Konsolidasikan PCNU Se-Jatim

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Panitia Daerah Muktamar Ke-33 NU menggelar konsolidasi bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur. Panitia dalam kesempatan ini menjelaskan teknis muktamar yang bakal dihelat Agustus mendatang di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

“Muktamar kali ini merupakan muktamar terumit karena ditempatkan di empat pesantren,” kata Drs H Syaifullah Yusuf di hadapan para rais dan ketua PCNU se-Jatim, Sabtu (14/03), di Gedung PWNU Jawa Timur, Jalan Masjid Al-Akbar Timur Nomor 9, Surabaya. Konsolidasi dilakukan sebelum Grand Launching Muktamar Ke-33 NU.

Panitia Daerah Konsolidasikan PCNU Se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Daerah Konsolidasikan PCNU Se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Daerah Konsolidasikan PCNU Se-Jatim

Dalam pertemuan itu, Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jatim H Mutawakkil Alallah memberikan arahan kepada panitia daerah bahwa muktamar di Jombang ini sangatlah strategis. Di forum musyawarah tertinggi di NU ini akan ditegaskan dan dirumuskan kembali konsep Islam Nusantara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tema “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia” diusung dalam muktamar kali ini lantaran melihat kebutuhan akan perdamaian dunia Islam saat ini. Konsep NU inilah yang akan menjadi jawaban bagi dunia internasional. “Maka dari itu, muktamar nantinya akan membahas itu sebagai konsep Islam rahmatal lil alamin,” lanjut Kiai Mutawakkil.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mutawakkil juga mengingatkan, kesuksesan muktamar NU menjadi taruhan bagi NU. PWNU Jatim berpesan kepada pengurus cabang untuk mendukung dan menyosialisakan di daerah masing-masing untuk menyambut muktamar NU.

Panda juga menjelaskan asal usul dari dana muktamar. Setiap pesantren mendapatkan dana sebesar 1 miliar. “Dana itu untuk menyiapkan segala perlengkapan muktamar, mulai dari kamar tidur, kamar mandi, dan infastruktur lainnya,” jelas Gus Ipul.

Dana sebesar itu diambilkan dari dana APBD Jawa Timur atas persetujuan Gubenur Jatim dan Ketua DPRD Jatim. Dana muktamar akan dikelola secara profesional dan prosedural. “Penggunaan APBD harus hati-hati, kalau dana konsumsi maka untuk konsumsi, dana transformasi maka harus untuk transformasi, tidak boleh disalahgunakan,” jelas Gus Ipul.

Pra acara muktamar akan dilakukan di setiap daerah di Jatim. Mulai dari Sidoarjo, Pamekasan, Pasuruan, hingga Banyuwangi.

Sementara itu, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, tema Islam Nusantara sudah tepat diusung di muktamar kali ini. Islam Nusantara, kata dia, menyinergikan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal. Dengan pola seperti itu, Islam tidak akan pernah luntur dari muka bumi. “Selama teologi Islam sinergi dengan budaya lokal, Islam tidak akan luntur,” ucapnya.

Guru Besar bidang ilmu tasawuf itu menambahkan, dengan Islam Nusantara, NU mencoba untuk membelokkan kiblat peradaban Islam dari Timur Tengah ke Indonesia. Ia yakin itu bisa tercapai karena model Islam seperti itu lebih membawa kedamaian dari pada wajah Islam di Timur Tengah yang diwarnai perpecahan dan perang. “Mari kita alihkan kiblat peradaban Islam, bukan dari Timur Tengah, tapi dari Indonesia, wa bil-khusus NU,” tandas Said Aqil. (Rofi’i Boenawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah