Rabu, 29 November 2017

IPNU Jakpus Gelar Festival Ramadhan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kader muda NU mulai menunjukkan geliatnya. Mereka yang tergabung dalam organisasi IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) Jakarta Pusat, telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang teragendakan selama bulan Ramadhan ini. Kegiatan yang akan memeriahkan bulan Ramadhan tersebut antara lain terangkum dalam agenda “Festival Ramadhan”.?

IPNU Jakpus Gelar Festival Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jakpus Gelar Festival Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jakpus Gelar Festival Ramadhan

Festival ini diikuti lebih dari 700 peserta yang berasal dari kalangan pelajar mulai SDN, MTsN, SMP, SMA, SMK, Aliyah, dan remaja masjid serta masyarakat umum.?

Kegiatan festival dilaksanakan di halaman SDN Duri Pulo Jl. Setiakawan III Kelurahan Duri Pulo Kecamatan Gambir Jakarta Pusat. Kegiatan festival cukup meriah meskipun panitia mengagendakan acara secara dadakan. Para kader IPNU Jakarta Pusat memiliki semangat yang tinggi dalam menjalankan aktivitasnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ini sebagai wujud kepedulian kader muda NU untuk memberi sumbangan dan kepedulian kepada masyarakat tidak mampu,” ujar Bendahara PC IPNU Jakpus, Muhamad Anshory di Jakarta, Sabtu (4/8).?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara berlangsung dengan meliputi lomba menggambar, lomba mewarnai, lomba adzan, lomba fashion show, hafalan surat pendek, menghias toples lebaran, ceramah agama, dan santunan kepada kaum duafa dan anak yatim-piatu. Dan dilanjutkan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba yang antara lain ? hadiahnya berupa trophy, sembako dan uang pembinaan.?

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Jakpus Friady Maulana menambahkan, ini pertama kalinya digelar sejak kepengurusan IPNU Jakpus periode masa khidmat 2012-2014. “Dan insya Allah ke depan di tahun-tahun berikutnya akan menyelenggarakan acara serupa yang lebih besar dan meriah, walau kegiatan ini di dukung dari beberapa sponsor dan uang kas PC IPNU Jakpus.”

Dalam santunan kaum duafa dan anak yatim-piatu tersebut turut hadir Camat Gambir, Lurah Duri Pulo, serta para guru-guru yang membawa anak didik. Lalu dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan shalat tarawih berjamaah.?

Mantan sekretaris IPNU Jakpus periode 2010-2012, mengungkapkan IPNU Jakpus yang sekarang lebih baik dari IPNU Jakpus sebelumnya. Sejak masih mengurus IPNU Jakpus, dia cukup aktif dalam pengkaderan pengurus dan kader hingga bisa terbentuk 8 Kecamatan se-Jakarta Pusat.?

“Kini sekarang tinggal melanjutkan, merawat dan menata. Semoga IPNU Jakpus ke depan lebih baik lagi.”

Kegiatan ini merupakan acara lanjutan dari progam kegiatan Kirab Ramadhan awal Ramadhan yang sudah berjalan sukses. Dan akan berlanjut dengan program kegiatan lainnya diantaranya: bedah buku, perlombaan kreasi celengan, dan olimpiade anak Betawi. Beragam kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang akan dilakukan oleh IPNU Jakarta Pusat sejak terpilihnya kepengurusan baru periode 2012-2014.

Kegiatan yang telah berjalan mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan. Selain sejumlah sponsor dari perusahaan-perusahaan swasta juga dari kalangan pemerintah daerah dan masyarakat umum. Beberapa lembaga yang ada di PBNU menjanjikan akan turut memberikan partisipasinya bagi terselenggaranya semua kegiatan yang akan digerakkan oleh kalangan muda NU ini.?

Ketua Umum PBNU KH Said Agil Said Siraoj mendukung segala kegiatan yang dilakukan para kader muda NU selama memiliki sumbangan yang baik bagi masyarakat. Mereka cukup aktif dan semangat dalam mengkampanyekan nilai-nilai aswaja yang menjadi prinsip-prinsip dasar NU.?

“Melalui Kirab Ramadhan, santunan anak yatim dan khususnya Festival Ramadhan seperti ini, warga NU dan masyarakat umum akan merasa terbantu oleh aktivitas kader NU,” ujarnya di PBNU kemarin.?

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes

Brebes, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Semangat Hijriyah harus terus digelorakan dalam setiap dada pelajar agar kehidupan selalu ? berjalan pada rel kebaikan. Semangat untuk terus berbuat kebajikan dalam upaya menata diri dalam meraih cita-cita tidak boleh berhenti. Antara lain dengan belajar, belajar, dan belajar.

Demikian disampaikan KH Ahmad Riyadi dari Brebes saat sambutan Pengajian Gebyar Muharram di MTs Negeri Bangbayang kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (25/11).

Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes

Sekolah, baginya, menjadi ladang persemaian untuk menata kehidupan pelajar agar lebih baik. Momentum Hijriyah saatnya untuk berbuat baik secara positif kepada diri sendiri, orang tua, guru, dan juga masyarakat. “Lewat Gebyar Muharram, kita siapkan generasi andal bagi hidup dan kehidupannya di masa kini dan mendatang.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Kiai Ahmad Riyadi, kita perlu prihatin karena tidak sedikit pelajar yang disibukkan dengan glamournya kehidupan kota. Senang dengan kehidupan malam, dekat dengan narkoba, tawuran dan lain-lain.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan terus menggelorakan semangat hijriyah, maka kita akan terus berbuat baik. Berlomba-lomba dalam kebaikan, fastabikhul Khoerot, tegasnya.

Sementara Kepala MTs Negeri Bangbayang Muhammad Suaedi menjelaskan, Gebyar Muharram digelar dengan maksud meneladani jasa perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam perjuangan menegakan Islam di muka bumi. ? “Gebyar Muharam, selain untuk syiar Islam juga bisa menggiring siswa menjadi pelajar yang santun, penuh dedikasi, cakap, dan rajin ibadah.”

Kegiatan ini digelar sejak Kamis-Sabtu (21-23/11) dalam bentuk perlombaan. Varian kegiatan itu antara lain pawai taaruf, lomba kaligrafi, lomba pidato, lomba karaoke qosidah, lomba busana muslim, lomba kebersihan dan keindahan kelas, lomba MTQ, dan pengajian umum. Kegiatan diikuti seluruh siswa yang berjumlah 520 orang.

Dengan gebyar Muharam, sambung Suaedi, minimal siswa yang mengikuti kegiatan itu bisa menjadi generasi yang kompetitif, terampil, dan mandiri yang memiliki landasan spiritual dan keilmuan yang luas. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren, Pertandingan, Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dua Gol Sundulan Antarkan Asshiddiqiyah ke Babak 16 Besar.

Bandung,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Duel memperebutkan tiket 16 besar dari Grup E LSN, antara Asshiddiqiyah dan Al Mujtahid berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Asshiddiqiyah, lewat dua gol yang dicetak melalui sundulan. Laga digelar di Stadion Lodaya pada Rabu (25/10) siang.

Asshiddiqiyah yang mengenakan kostum merah dengan aksen dada warna hitam turun dengan formasi awal 4-5-1, dengan permainan bola-bola pendek. Hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke babak 16 Besar, tim asal Regional Jakarta ini bermain lebih tenang sejak sepak mula dilakukan.

Dua Gol Sundulan Antarkan Asshiddiqiyah ke Babak 16 Besar. (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Gol Sundulan Antarkan Asshiddiqiyah ke Babak 16 Besar. (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Gol Sundulan Antarkan Asshiddiqiyah ke Babak 16 Besar.

Sementara Al Mujtahid yang memakai seragam hijau dengan strip kuning, memakai formasi 4-4-2.  Tim asal Pontianak ini terlihat banyak melakukan umpan-umpan panjang ke daerah lawan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Asshiddiqiyah membuka skor 1-0 pada menit ke-8 babak pertama. Gol bermula dari sepak pojok yang diselesaikan oleh sundulan gelandang M. Rizky yang tidak dijaga dengan baik di dalam kotak penalti.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketinggalan satu gol terlihat cukup menurunkan mental para pemain Al Mujtahid. Mereka kerap kehilangan bola dan banyak melakukan umpan-umpan panjang spekulatif. Sementara Asshiddiqiyah justru tampil makin prima dengan umpan-umpan pendek dan variasi serangan yang baik di daerah pertahanan lawan. Di pertengahan babak pertama, mental tim Al Hikmah baru kembali terbangun. Meskipun pertandingan masih dikuasai Asshiddiqiyah, para pemain lebih tenang memainkan bola pendek dan beberapa kali berani melakukan duel dengan pemain lawan.

Di tengah babak pertama, melihat cuaca yang panas, wasit sempat memberikan water break selama 1 menit kepada para pemain.

Asshiddiqiyah sepertinya memanfaatkan water break dengan baik untuk mengembalikan energi. Tak lama setelah pertandingan dilanjutkan, mereka langsung menggebrak lewat gol pemain pengganti, M. Irham pada menit ke- 26, yang membuat kondisi menjadi 2-0. Para pemain Al Mujtahid tidak melakukan antisipasi yang layak untuk tendangan bebas jarak jauh dari Asshiddiqiyah. Bola lambung diselesaikan dengan sundulan Irham yang sama sekali tak terkawal di kotak penalti. Penyerang bernomor punggung 9 ini, sejak masuk lapangan memang sering merepotkan lini belakang lawan dengan kemampuannya menahan bola dan melihat ruang bagi rekan setimnya.

Di babak kedua kendali permainan tetap dipegang Asshiddiqiyah. Organisasi permainan tim ini terlihat semakin menonjol, baik saat menyerang atau bertahan. Namun Al Mujtahid justru bisa mencuri gol lewat tendangan bebas dari sisi kotak penalti pada menit 45.

Gol ini terjadi akibat kendurnya konsentrasi pemain belakang Asshiddiqiyah mengantisipasi tendangan bebas lawan dari sisi kotak penalti. Bola datar dan pelan yang dilepaskan tak diduga para pemain bertahan. Handiko Cikal yang tidak dikawal sempurna melambungkan bola melampaui jangkauan kiper Asshiddiqiyah, menipiskan ketinggalan menjadi 2-1.

Pada menit 49 wasit memberi kartu merah kepada penyerang Asshiddiqiyah M. Irham, yang dianggap mengganggu lawan yang tengah menguasai bola. Pemain ini sebelumnya sudah mendapatkan kartu kuning. Hal ini sempat menyulut insiden kecil ketika pelatih Al Mujtahid masuk ke lapangan dengan emosional. Beruntung personel Banser yang mengamankan pertandingan bertindak sigap menahan pria berkacamata ini.

Untuk mendinginkan keadaan, wasit kembali memberlakukan satu menit water break.

Perbedaan jumlah pemain membuat kendali laga berubah. Asshiddiqiyah bermain lebih berhati-hati dengan menurunkan garis pertahanannya. Mereka lebih berkonsentrasi untuk mengganggu pemain Al Mujtahid yang menguasai bola, sambil sesekali melakukan serangan balik.

Meski Al Mujtahid hampir mendominasi total di paruh akhir babak kedua, namun para pemain terlihat tidak tenang dan terburu-buru dalam mengoper. Hingga peluit akhir kedudukan 2-1 tidak berubah.

Menanggapi keputusan kartu merah, pelatih Asshiddiqiyah, Dede Sulaiman, mengaku bahwa pemainnya layak dikartu merah karena kurang hati-hati, meskipun sebelumnya sudah mendapat kartu kuning. Meski begitu ia senang melihat anak asuhnya bermain dengan daya juang yang baik, sebelum atau sesudah kartu merah.

Pelatih Al Mujtahid, Sulaeman, juga mendukung kartu merah yang diberikan wasit. Namun ia cukup menyayangkan koordinasi permainan timnya yang kerap terburu-buru dalam mengambil keputusan di lapangan. (Ahmad Makki/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 28 November 2017

Puasa Hari Asyuro dan Amalan Lainnya

Dalam kitab Nihayatuz Zain, Syaikh Nawawi al-Bantani menerangkan hari-hari tertentu yang disunnahkan berpuasa. Pertama puasa hari arafah, yaitu puasa pada tanggal sembialn Dzulhijjah bagi yang tidak berhaji.

Kedua puasa tanggal sepuluh Muharram yang dikenal dengan hari asyuro. Ketiga puasa tanggal Sembilan Muharram atau disebut dengan hari tasua. Keempat puasa enam hari di bulan Syawwal. Kelima puasa tanggal tiga belas pada tiap bulannya. Keenam puasa hari senin dan kamis.

Demikian diterangkan dengan kalimat

Ù? سÙ? صوم عرفة وعاشوراء وتاسوعاء وستة Ù…Ù? شوال وأÙ? ام البÙ? ض والاثÙ? Ù? Ù? والخمÙ? س ?

Puasa Hari Asyuro dan Amalan Lainnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa Hari Asyuro dan Amalan Lainnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa Hari Asyuro dan Amalan Lainnya

Tanggal sepuluh Muharram yang dalam bahasa arab disebut asyuro? adalah hari istimewa. Nabi pernah ditanya mengenai keistimewaan tanggal tersebut. Beliau menjawab bahwa puasa tanggal 10 Muharram yakaffirus sannah al-madhiyyah .

Artinya puasa tanggal 10 Muharram dapat menebus dosa satu tahun yang lalu. Sedangkan puasa hari ‘Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah dapat menebus dosa dua tahun yang lalu. Hal ini dikarenakan hari ‘Arafah adalah hari khususnya manusia termulia di maya pada ini, yaitu Rasulullah saw. Sedangkan 10 Muharram adalah harinya para Nabi lainnya.

Selanjutnya diterangkan pula bahwa 10 Muharram adalah hari yang penuh dengan kesejarahan. Tercatat beberapa kejadian penting yang berlangsung pada hari 10 Muharram, tentunya dengan tahun yang berbeda-beda. Pertama, 10 Muharram adalah hari diciptakannya Nabi Adam as. di dalam surga.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kedua, hari dimana Nabi Nuh berhenti berlayar dalam banjir bandangnya. Ketiga, Allah menjadikan lautan bagaikan daratan sebagai ruang pelarian Nabi Musa sekaligus kuburan bagi Fir’aun. Keempat,? hari keluarnya Nabi Yunus dari perut ikan Hut.

Kelima, hari dilahirkannya Khalilullah Nabi Ibrahim as dan juga hari diselamatkannya Nabi Ibrahim as dari kobaran api.? Keenam, hari kelahiran Nabi Isa as dan hari dimana Allah swt. menyelamtkan Nabi Isa as dari kejaran umatnya dengan mengangkatnya ke atas.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan puasa tanggal Sembilan Muharram disunnahkan berdasarkan pada hadits rasulullah saw:

لئÙ? عشت الى قابل لأصوم Ù…Ù? التاسع والعاشر. Andaikan aku ada umur panjang, aku akan puasa tanggal 9 dan 10 Muharram”

Dalam kesempatan lain Imam? Ajhuri mengatakan bahwa barang siapa mengucapkan hasbunallah wani’mal wakil ni’mal maula wa ni’man nashir? tujuh puluh kali di malam 10 Muharram, insyaallah Allah akan mencukupi kehidupannya tahun pada tahun tersebut.

?

Sumber: Syaikh Nawawi al-Bantani, Nihayatuz Zain

Redaktur: Ulil Hadrawy . Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

HIPSI Minta Santri Mandiri, Tak Tergantung Proposal

Pacitan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Santri Indonesia atau HIPSI menggelar pendidikan dan latihan (Diklat) Wirausaha Pesantren di Aula Rusunawa Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan Jawa Timur pada Senin (12/1) siang.

HIPSI Minta Santri Mandiri, Tak Tergantung Proposal (Sumber Gambar : Nu Online)
HIPSI Minta Santri Mandiri, Tak Tergantung Proposal (Sumber Gambar : Nu Online)

HIPSI Minta Santri Mandiri, Tak Tergantung Proposal

KH Luqman Harist Dimyati dalam sambutanya merasa bangga dengan adanya diklat untuk pertama kalinya ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membawa angin segar bagi kebangkitan ekonomi pesantren.

"Pondok pesantren harus kaya, harus mandiri, agar tidak mengharapkan bantuan dari luar atau mengajukan proposal kepada pemerintah," ungkap kyai muda yang tercatat sebagai wakil ketua PWNU Jawa Timur ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia berharap setelah adanya Diklat wirausaha ini akan muncul ide baru dan kegiatan lain yang mendorong pesantren untuk aktif mengembangkan program ekonomi yang berbasis pesantren.

Sementara itu Ketua Umum HIPSI KH Muhammad Ghozali memaparkan visi dan misi organisasi yang dipimpinya. HIPSI, menurut dia, adalah wadah pengembangan pendidikan wirausaha santri dan alumni  yang mandiri, mensinergikan kekuatan ekonomi santri Indonesia, menjadi katalisator peningkatan kesejahteraan umat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Target kita mencetak 1 juta santri pengusaha pada tahun 2022,” kata Kiai Ghozali. Melalui HIPSI, kata dia, para santri akan dididik dan dilatih beberapa keahlian diantaranya usaha agro, IT, internet marketing, kuliner, dll.

Diklat diisi beberapa pemateri diantaranya Sulaiman, pengusaha kertas bekas dari Jombang. Mahrus Sokihin, tokoh lingkungan peraih penghargaan Kalpataru dari Pasuruan. Eko, pengusaha singkong dari Temanggung. Dan Arifin pengusaha muda dari Surabaya.

Diklat digelar atas kerja sama Robithah Maahid Islamiyah (RMI-NU) Pacitan dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Pacitan tersebut diikuti 80 Peserta. Mereka terdiri dari para kiai, santri perwakilan pondok pesantren sekabupaten dan beberapa badan otonom NU seperti GP Ansor, Fatayat,IPNU, IPPNU serta PMII. Hadir pula pimpinan bank Mandiri,bank BNI, Dinas Koperasi dan Kementerian Agama Pacitan. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penggunaan Kata Sayyidina Menurut KH Sya’roni Ahmadi

Seiring dengan bertumbuhkembangnya beberapa paham di Indonesia, terdapat sebagian kelompok yang gemar menyalahkan amaliyah nahdliyah yang telah berjalan mengakar di tengah masyarakat. Tak sedikit dari mereka saling beradu argumen dengan masing-masing pihak tanpa memahami duduk permasalahan secara utuh.

Seperti perdebatan penggunaan kata “sayyidina” dalam shalawat Nabi. Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi mengatakan bahwa hal tersebut hukumnya boleh berdasarkan nash Al-Qur’an secara sharih (jelas). Adapun orang yang tak setuju itu semata dikarenakan mereka tak paham.

Penggunaan Kata Sayyidina Menurut KH Sya’roni Ahmadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Penggunaan Kata Sayyidina Menurut KH Sya’roni Ahmadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Penggunaan Kata Sayyidina Menurut KH Sya’roni Ahmadi

Lafadh as-sayyid merupakan lafadh kulli musytarak, yaitu satu lafadh yang mempunyai makna lebih dari satu arti. Demikian penjelasan Kiai Sya’roni pada salah satu pertemuan pengajian Tafsir Al Jalalain rutin setiap Jumat pagi di Masjid Al Aqsha, Menara Kudus.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai sepuh ini menjelaskan bahwa “sayyidina” mempunyai tiga arti. Hal ini mengacu pada beberapa sumber :

Pertama, as-sayyid yang bermakna Tuhan sebagaimana disebutkan dalam hadits Bukhari Muslim ? ?. Tuhan itu Allah. Kalau seorang muslim mengucapkan “Sayyidina Muhamad” dengan maksud memakai makna tuhan, “Tuhan itu Muhammad” maka yang mengatakan demikian hukumnya jelas kufur (keluar dari Islam).

Kedua, as-sayyid yang mempunyai arti suami sebagaimana disebut dalam QS Yusuf: 25

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, "Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu."

Pada ayat ini, as-sayyid tidak dapat dimaknai sebagai raja, Tuhan, namun mempunyai makna “suami”. Antara makna yang pertama dengan kedua ini telah jelas ada perbedaannya. Memakai lafadh sayyid pada Nabi Muhammad dengan maksud sebagai suami salah.

Ketiga, as-sayyid mempunyai arti pimpinan sebagaimana disebutkan dalam QS Ali Imran:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?? ? ? ? ?

Artinya, "Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab, (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang putramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan (pemimpin) menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi yang termasuk keturunan orang shalih."

Pada ayat ini jelas bahwa Allah menyebut Nabi Yahya dengan sebutan sayyid. Ini baru Nabi Yahya. Padahal Nabi Muhammad itu pimpinan para nabi dan rasul, maka sudah sangat patut jika kita menyebutnya dengan memberi imbuhan kata sayyid, sebab Nabi Muhammad secara derajat masih di atas Nabi Yahya (qiyas aulawiy).

Dengan keterangan KH Sya’roni di atas, diharapkan umat dapat memahami persoalan secara mendalam sehingga tidak ada saling tuduh. Akhirnya umat akan dingin, tak ada pertengkaran dan saling klaim, hanya untuk persoalan yang bersifat furu’iyah (bukan fundamen agama). Hal ini dapat tercipta jika masing-masing berkenan memahami agama secara menyeluruh dan mendahulukan hati, pikiran dengan benar bukan nafsu dan emosi. (Mundzir)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemerintah Belum Optimal Tangani Bencana Alam

Sumenep, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menilai saat ini pemerintah belum optimal dalam menangani bencana alam sehingga tidak jarang membawa korban susulan atau kesulitan lain yang berdampak negatif kepada kehidupan manusia.



Pemerintah Belum Optimal Tangani Bencana Alam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Belum Optimal Tangani Bencana Alam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Belum Optimal Tangani Bencana Alam

"Bencana yang terjadi, baik karena faktor alam (natural), semisal gempa maupun bencana yang diakibatkan ulah tangan manusia, seperti banjir akibat penggundulan hutan, dalam penanganannya seringkali tidak optimal," katanya di Sumenep, Madura, Jatim, Ahad (5/2).

Hasyim yang menghadiri pentas seni Islami dan ikhtitam gebyar Muharram 1428 H yang diadakan Pengurus cabang (PC) NU Sumenep juga mengemukakan, sering kali solusi yang diambil oleh pemerintah dalam menangani bencana tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mencontohkan, persoalan lumpur Lapindo sudah enam bulan tidak tertangani, sehingga membuat orang panik dan setres dan banyak orang yang menjadi terlantar akibat penanganan yang tak optimal dari pemerintah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Lumpur Lapindo itu terjadi karena gabungan antara kesalahan orang dengan faktor alam, tetapi akibat yang ditimbulkan itu, ternyata pemerintah tenang-tenang saja," tuturnya.

Menurut Hasyim, banyak hal tidak sesuai dengan persoalan yang seharusnya ditangani, misalnya, yang seharusnya membeli pipa lumpur malah membeli pipa air. Lumpur yang seharusnya dialirkan malah mau ditutup. Hal itu menjadi bukti ketidakoptimalan pemerintah dalam menangani bencana alam.

Kesalahan dalam penanganan itu, katanya, seringkali terjadi, dan sepertinya merupakan "budaya" yang masih dipertahankan. Bahkan, kemiskinan di Indonesia, salah satu penyebabnya adalah akibat dari maraknya korupsi yang belum diberantas secara maksimal.

Ketika bencana banjir membawa malapetaka akibat penggundulan 59 juta hektar hutan, katanya, sampai saat ini juga tak satu pun yang menjadi tersangka.

Banyak lagi hal lain, kata Hasyim, yang membawa malapetaka besar bagi bangsa Indonesia, tapi belum ada penangangan serius. Bahkan, kekacauan politik akibat hilangnya kebangsaan serta kesalahan manusia lainnya, belum disadari dan tak ada kerjasama untuk penanganannya.

"Ekses-ekses yang terjadi itu harus ditanggulangi secara optimal dan bersama-sama," katanya menegaskan.

 Eksekutif dan legislatif harus berjalan seiring dalam menangani setiap persoalan yang muncul, bukan malah diam dan tidak pernah turun ke palangan.

Dia mengaku bahwa NU sudah seringkali melakukan komunikasi dan memberikan pemahaman solusi, tapi tidak ada respon. "NU sudah bosan memberi masukan kepada pemerintah," katanya. (ant/sam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah