Kamis, 16 Maret 2017

MA An-Nawawi Terapkan Sistem Penilaian Berbasis TIK

Purworejo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Madrasah Aliyah (MA) Ann-Nawawi Berjan Purworejo terus mengembangkan metode pembelajaran dan pengajarannya. Madrasah yang dalam beberapa tahun terakhir persentase kelulusannya mencapai 100 persen ini mulai menerapkan perangkat pembelajaran dan sistem penilaian siswa berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

MA An-Nawawi Terapkan Sistem Penilaian Berbasis TIK (Sumber Gambar : Nu Online)
MA An-Nawawi Terapkan Sistem Penilaian Berbasis TIK (Sumber Gambar : Nu Online)

MA An-Nawawi Terapkan Sistem Penilaian Berbasis TIK

Untuk menunjang program tersebut, Ahad (13/1) kemarin dilakukan workshop bagi para guru. Workshop tersebut untuk memberikan pemahaman bagi para guru dalam memanfaatkan kemajuan TIK untuk menunjang metode pengajaran dan pendidikan.

“Kami dipercaya Kementerian Agama (Kemenag) untuk melaksanakan program kontrak prestasi,” kata Kepala MA An-Nawawi H. Muslikhin Madiani di sela acara tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Muslikin, program  tersebut sekaligus menepis anggapan masyarakat bahwa sekolah di lingkungan pondok pesantren (PP) selalu terkesan kotor dan tidak tertata. “Namun untuk An-Nawawi program sekolah hijau sudah berjalan dengan memanfaatkan lingkungan sekolah dengan berbagai tanaman,” jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih lanjut dijelaskan Muslikin, dengan memanfaatkan TI nantinya penilaian akademik terhadap siswa akan didesain online. Para siswa bisa langsung mengakses nilainya setelah guru mengentri dari hasil ujian.

"Kami yakin pemanfaatan TI ini akan jauh lebih efektif dan efisien. Sekaligus akan meningkatkan SDM, baik guru maupun siswa karena kemajuan TI sekarang ini sudah sedemikian pesatnya," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Purworejo H. Bambang Aryawan menyambut baik serta memberikan apresiasi terhadap program yang dilaksanakan MA An-Nawawi tersebut.

Menurut Bambang, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menuntut penyelenggaraan berbagai kegiatan termasuk dalam dunia pendidikan berbasis elektronik.

“Dengan memanfaatkan teknologi informatika secara bertahap diharapkan bisa membangun sistem informasi pendidikan yang terintegrasi, yang akan menghasilkan output yang cepat, akurat, efisien dan transparan,” tandasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Irwan Sahidin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 12 Maret 2017

Inilah Kekhasan Aswaja NU

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Peserta bahtsul masail pra muktamar NU di pesantren Krapyak, Yogyakarta, membuat sejumlah rumusan perihal penanda khas Aswaja yang dipahami dan dipraktikkan NU. Sidang yang dipimpin KH Muqsith Ghozali dari Situbondo ini menampung pendapat peserta yang didasarkan pada rujukan kitab dan praktiknya oleh walisongo.

Inilah Kekhasan Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kekhasan Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kekhasan Aswaja NU

Pada kegiatan yang berlangsung Sabtu hingga Ahad dini hari (28-29/3), Muqsith membuka sidang dengan penetapan gambaran konsep khosois Awaja yang sudah jelas secara syariah ialah Ma ana alaihi wa ashhabi. Sedangkan secara isthilah merujuk pada salah satu dari empat mazhab di bidang fiqih, di bidang aqidah mengikuti Asy’ari dan Maturidi, dan di bidang tasawuf mengikuti Junaid Al-Baghdadi dan Al-Ghozali.

“Padahal kalau kita merujuk pada Irsyadus Sari, Mbah Hasyim menyebut Abul Hasan As-Syazili dan Al-Ghozali. Tetapi tidak masalah, kita konsisten pada yang sudah maklum saja,” kata Muqsith.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menambahkan poin penanda kekhasan Aswaja NU dari kelompok lain, Ketua LBM PWNU Yogyakarta KH Muzammil mengajak para kiai untuk merujuk pada sejarah masuknya Islam di Indonesia dan walisongo. NU dengan bintang 9 itu diartikan sebagai walisongo.

“Aswaja NU tidak cukup sekadar ‘Ma ana alaihi wa ashabi’, tetapi juga mengikuti cara-cara Walisongo dalam mempraktikkan dan mendakwahkan Islam di tengah masyarakat. Termasuk khosois Aswaja an-Nahdliyah ialah menempatkan ulama sebagai panutan baik sebagai pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Muzammil.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia juga menyebut keramahan terhadap budaya lokal sebagai penanda khas Aswaja NU. “Yang dilakukan para wali ialah tidak melakukan pemberangusan tetapi mengisi budaya lokal sesuai nilai Islam, bukan pembumihangusan. Mengedepankan maslahat, membangun harmoni. Secara garis besar, khosois Aswaja NU mengacu pada cara beragama para wali.”

Sementara Kiai Aniq Muhammadun dari Pati menyebut Aswaja ala NU itu sudah tertuang pada Qanun Asasi yang dikonsep oleh Mbah Hasyim. “Sebab yang di luar NU, itu tidak mau bermadzhab dan bertasawuf. Menurut saya, itulah khosois Aswaja bagi NU,” kata Kiai Aniq.

Di akhir sidang, Muqsith menyebutkan kembali secara umum bahwa aqidah ushuliyah merupakan titik temu NU dengan kelompok Islam lainnya. Sementara aqidah furu’iyah seperti tahlil, tawassul, ziarah kubur, talqin, fidyah, tarekat, manaqib, menjadi penanda khas NU. “Aqidah furuiyah ini menjadi titik beda NU dengan yang lainnya. Kalau yang di sini tahlil, yang di sana tidak maka yang di sana tidak mesti kafir,” ujar Muqsith.

Di bidang politik, kekhasan Aswaja NU terletak pada penerimaan Pancasila dan NKRI. Demikian juga dalam bidang ekonomi, Aswaja NU tidak mendukung kapitalisme atau komunisme. Bahan-bahan ini akan disempurnakan pada forum bahtsul masail di Muktamar NU Agustus mendatang. Kekhasan ini sengaja diangkat mengingat kini banyak kelompok yang juga mendaku sebagai kelompok ahlus sunnah wal jamaah, kata Muqsith. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 11 Maret 2017

Dunia dan Akhirat, Harus dengan Ilmu

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rektor Universitas Islam Sultan Agung Semarang (Unissula) Semarang Anis Malik Thoha mengajak para pelajar MA Wali Songo menggunakan masa remaja untuk menuntut ilmu sebanyak mungkin. Di hadapan para pelajar aliyah itu, ia menyatakan bahwa ilmu merupakan kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Demikian dikatakan Anis Malik dalam acara muwaddaah di halaman MA Wali Songo Pecangaan, Jepara, Ahad (25/5) siang.

Dunia dan Akhirat, Harus dengan Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dunia dan Akhirat, Harus dengan Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Dunia dan Akhirat, Harus dengan Ilmu

Menurut Anis, orang yang tidak berilmu akan kalah dalam berbagai bidang. Katib Aam PCINU Malaysia ini mengutip hadits yang menyatakan, orang yang menginginkan kehidupan dunia dan akhirat harus ditempuh dengan menuntut ilmu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pria kelahiran Demak ini mengimbau setiap golongan untuk mendalami ilmu agama. Apalagi di zaman sekarang di mana menuntut ilmu terbuka luas. 

Karena terpukau dengan penampilan santri-santri pondok tahfidz Wali Songo, ia pun menyatakan memberi peluang beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Bagi hafizh-hafizhoh yang ingin kuliah di Unissula dengan mendapatkan beasiswa, silakan!” tambahnya.

Kesempatan-kesempatan yang ada, saran peraih gelar Doktor dari International Islamic University Islamabad (IIUI) Pakistan itu, perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Tujuannya agar Islam tidak merosot di kemudian hari maka Anda harus manfaatkan kesempatan emas itu,” tegas Anis kepada ratusan peserta didik yang diwisuda.

Pada tahun ajaran 2013-2014 Yayasan Walisongo meluluskan 353 peserta didik. Lulusan dari SMK berjumlah 106, SMA 65, MA 53, MTs 65, dan wisudawan SMP berjumlah 64 peserta didik. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 10 Maret 2017

IPNU Surabaya Deklarasikan Pelajar untuk Indonesia

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sengatan terik matahari pagi hingga siang itu tak menyurutkan semangat para pemuda dan pelajar Kota Surabaya. Bertepatan pada tanggal 28 Oktober 2012 kemarin, bertempat di halaman Pondok Pesantren Amanatul Ummah Siwalankerto Surabaya, Pelantikan pengurus PC IPNU Kota Surabaya masa khidmat 2012–2014 dirangkai dengan Sarasehan dan Deklarasi Pelajar untuk Indonesia berlangsung khidmat sekaligus meriah.

Dihadiri ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Surabaya dan juga seluruh Pimpinan Anak Cabang, Pimpinan Ranting, dan Pimpinan Komisariat IPNU se-Kota Surabaya, acara tersebut dimulai tepat pukul 08.30 WIB. Dibuka oleh penampilan Sholawat Banjari dari MTs dan MA Amanatul Ummah, dilanjutkan dengan pertunjukan Musikalisasi Puisi dari PK IPNU IPPNU Nurul Huda, Qosidah Rebana dari Pondok Pesantren Putri Amanatul Ummah, dan ditutup oleh atraksi Pencak Silat dari PAC IPNU IPPNU Bulak.

IPNU Surabaya Deklarasikan Pelajar untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Surabaya Deklarasikan Pelajar untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Surabaya Deklarasikan Pelajar untuk Indonesia

Acara yang bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda tersebut juga turut dihadiri oleh ketua PCNU Kota Surabaya, KH. Syaiful Halim, ketua umum PP IPNU Ahmad Syauqi, PW IPNU Jawa Timur, Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Bakesbangpol Kota Surabaya, dan juga Dispora Kota Surabaya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

M. Mundzir, ketua PC IPNU Kota Surabaya terpilih, menyampaikan terimakasih kepada seluruh elemen yang turut mensukseskan acara itu. Ia juga berpesan kepada seluruh pelajar Kota Surabaya untuk terus memperjuangkan komitmen bersama, yakni dalam mewujudkan masyarakat pembelajar Kota Surabaya yang berprestasi dan jauh dari perilaku distorsif yang kian marak terjadi dewasa ini.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengarahan selanjutnya, disampaikan oleh romo KH Syaiful Halim. Ia berpesan, khususnya kepada pengurus baru PC IPNU Kota Surabaya, untuk terus berjuang tanpa lelah. “Ketika kita benar-benar ikhlas dalam mengabdi untuk NU, insya Allah hidup kita akan mudah,” demikian ungkapnya.

Setelah prosesi pelantikan pengurus PC IPNU Kota Surabaya usai, dilanjutkan puncak acara, yakni Deklarasi Pelajar untuk Indonesia. Deklarasi yang dipimpin langsung oleh rekan M. Mundzir itu diikuti oleh 18 pelajar perwakilan dari beberapa sekolah di Surabaya, berikut deklarasinya:

Kami Pelajar Kota Surabaya untuk Indonesia:

Menjunjung tinggi nilai pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945

Senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan antar pelajar demi Kota Surabaya kondusif

Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas antar pelajar serta menolak keras aksi tawuran antar pelajar

Berjanji sebagai pelajar yang anti narkoba, dan anti trafficking

Bertekad menumbuhkan kreatifitas pelajar untuk terus berkarya dalam dunia pendidikan dan pembentukan karakter bangsa

Bersama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Surabaya kita ciptakan suasana kota yang hijau, indah dan nyaman

Ketua Umum PP IPNU Ahmad Syauqi berpesan, di tengah kompetisi yang semakin ketat, para pemuda dan pelajar Surabaya yang terakomodir dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama harus dapat mengambil peran krusial dalam peta dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena pemuda sekarang adalah pemimpin masa depan.

Rangkaian ceremonial pelantikan yang dipandu Syamsul dan Isna tersebut ditutup dengan do’a, dan dilanjutkan dengan Sarasehan yang bertajuk: Pelajar dan Kebangsaan. Hadir sebagai narasumber, Dr. Ikhsan dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya, dan Sulistiyo Soedjoso, dari Bakesbangpol Kota Surabaya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syamsul Islami

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan Konfercab PCINU Belanda Diramaikan di 3 Kota Besar

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Serangkaian kegiatan di 3 kota besar di Belanda bakal meriahkan perhelatan Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda pada 27-29 Maret 2017.

Kegiatan Konfercab PCINU Belanda Diramaikan di 3 Kota Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kegiatan Konfercab PCINU Belanda Diramaikan di 3 Kota Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kegiatan Konfercab PCINU Belanda Diramaikan di 3 Kota Besar

Dalam surat keterangan yang dikirim kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Ketua PCINU Belanda Fachrizal Afandi menerangkan bahwa Konfercab ke-2 ini mengambil tema Rethinking Indonesia’s Islam Nusantara: from local relevance to global significane.

Kegiatan ini akan diramaikan sejumlah acara di 3 kota besar yaitu Amsterdam, Den Haag, dan Leiden. Agenda acara di 3 kota tersebut meliputi:

Pertama, Konferensi Internasional dan Pameran Foto yang akan diselenggarakan di Vrije University, Amsterdam pada 27 Maret 2017 pukul 08.00- 17.30 waktu setempat.

Kedua, Bahtsul Masa’il al-Mawdhu’iyyah dan Konferensi Cabang Masjid Al-Hikmah, Den Haag pada 28 Maret 2017 pukul 08.00-20.45 waktu setempat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketiga, Pemutaran dan Diskusi Film di Leiden University, Leiden pada 29 Maret 2017 pukul 08.30-15:00 waktu setempat. Kemudian kegiatan Gala Dinner dan Cultural Event bertempat di Kantor KBRI di Den Haag pada 29 Maret 2017 pukul 18.00-22.40 waktu setempat. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 09 Maret 2017

LPNU Demak Gelar Pelatihan Garam Beryodium

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU ) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menyelenggarakan pelatihan pembuatan garam beryodium, 20-22 November 2013, di Balai Desa Kedungmutih, Kecamatan Wedung, Demak. Pelatihan diikuti 40 petani garam di Desa Kedungmutih dan sekitarnya.

“Tujuan dari pelatihan ini adalah menumbuhkan kewirausahaan bagi petani garam. Sehingga kedepan petani garam dari kalangan Nahdliyin bisa menjadi pengusaha yang sukses," ujar Ketua LPNU Demak, Alex Sholikhan di sela-sela pelatihan.

LPNU Demak Gelar Pelatihan Garam Beryodium (Sumber Gambar : Nu Online)
LPNU Demak Gelar Pelatihan Garam Beryodium (Sumber Gambar : Nu Online)

LPNU Demak Gelar Pelatihan Garam Beryodium

Alex mengatakan, pada kenyataannya petani garam kondisi ekonominya memprihatinkan. Selain penghasilannya yang kurang juga jiwa kewirausahaannya sangat minim. Sehingga hasil dari pengolahan garam tidak cukup untuk menghidupi keluarganya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Oleh karena itu maka banyak petani garam yang tidak mampu menyekolahkan anaknya ke jenjang perguruan tinggi akibat minimnya penghasilan mereka," tambah Alex.

Melihat kenyataan itulah maka LPNU Demak  mengajak kepada petani garam di Demak untuk meningkatkan SDM dalam rangka peningkatan ekonomi. Di antaranya adalah melatih petani garam membuat garam beroidium untuk kebutuhan konsumsi dengan mutu yang bagus.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan mutu yang bagus itulah nantinya harga garam akan naik dengan sendirinya. Selain itu petani diharapkan mempunyai jaringan pemasaran tersendiri dan tidak lagi mengandalkan para pengepul. Selain itu juga meningkatkan produksi garam dengan pemakaian teknologi baru.

“Dengan pelatihan ini kami mengharapkan ke depan akan tercipta pengusaha besar  dari kalangan NU di daerah ini. Sehingga jika ada kegiatan Istighosah ada yang jadi bos tidak cari dana muter-muter kesana kemari," harapnya.

Sementara itu Wakil PCNU H. Aminudin dalam sambutaan pembukaan mengatakan , Kecamatan Wedung merupakan sentra pembuatan garam. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan diharapkan bisa memacu peningkatan ekonomi di wilayah ini. Diharapkan kegiatan ini terus berlanjut dalam rangka peningkatan ekonomi warga NU di Kecamatan Wedung sebagai penghasil garam

.

Di sisi lain Kepala Desa Kedungmutih, Hamdan menyambut positif kegiatan yang diadakan LPNU. Apalagi, mayoritas penghidupan warga Desa Kedungmutih mengandalkan garam . Di desa Kedungmutih ada puluhan kelompok petani garam, yang diharapkan dengan pelatihan pembuatan garam beryodium ini ada teknologi baru yang didapatkan.

“Harapan kami selain pelatihan ini juga ada kelanjutannya misalnya dari sisi pemasaran juga disentuh. Sehingga petani tidak hanya membuat garam beriodium yang berkualitas . Namun juga ada sesi yang membahas pemasarnnya," pungkasnya. (Muin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 08 Maret 2017

Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengembangan PMII di kampus umum terutama di kampus berlabel negeri sudah saatnya tidak terus berputar hanya sebatas wacana, dari satu diskusi ke diskusi, satu workshop ke workshop, namun harus ada langkah-langkah kongkrit dan keseriusan dari pemangku kebijakan yang ada di struktur PMII.  

Keseriusan ini mulai dibuktikan oleh Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PKC PMII) Jawa Barat yang digawangi oleh Bidang Jaringan Perguruan Tinggi dengan terjun langsung mengawal penyelenggaraan kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) dan Leadership Class yang secara khusus diperuntukan bagi mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).  

Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB

Kegiatan Mapaba ini bertempat di Gedung PWNU Jawa Barat Jl. Terusan Galunggung No. 9 Kota Bandung, dari mulai tanggal 23-24 Februari 2013. Mapaba ini diikuti oleh 22 orang peserta dari berbagai jurusan yang ada. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan yang bertemakan “Membumikan Islam Ahlussunnah Waljamaah di Bumi Ganeca” ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua PWNU Jawa Barat KH Surjani Ihsan. Dalam sambutanya KH Surjani Ihsan mengapresiasi dengan antusias kegiatan tersebut dan mengharapkan dengan penyelenggaraan kaderisasi ini dapat berperan bagi kemajuan NU masa depan. 

“Dengan adanya rekrutmen mahasiswa ITB ini diharapkan dapat lebih memperkuat aset SDM NU ke depan”, ujarnya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu, menurut ketua BAZ Jabar ini kader-kader PMII yang ada di ITB ke depan dapat berkontribusi dalam gerakan dakwah Islam Ahlussunah Waljamaah di kampus ITB. Kader PMII yang ada di ITB diharapkan dapat menjadi agen dan duta-duta utama NU dalam berdakwah di kampus. 

Ketua Bidang Jaringan PT PKC PMII Jawa Barat, Senja Bagus Ananda dalam dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses rekrutmen kader PMII di kampus ITB ini merupakan salah satu komitmen dan keseriusan kepengurusan PMII Jawa Barat untuk mengembangkan PMII di kampus umum setelah sebelumnya pada akhir tahun 2012 bidang Jaringan PT menyenggarakan program Workshop kaderisasi kampus umum. Menurut alumnus FIB UI ini, 

“PKC PMII Jawa Barat akan memberikan perhatian lebih serius untuk mengawal proses kaderisasi di ITB. Karena bagaimana pun ITB merupakan aset bangsa dan memiliki peran yang cukup strategis dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya. 

Sementara itu ketua PKC PMII Jawa Barat Edi Rusyandi dalam sambutannya mengemukakan pentingnya menyatukan komitmen dan visi gerakan mahasiswa untuk berkontribusi bagi kepentingan ummat, masyarakat dan bangsa. 

Selain tersemat tanggung jawab akademik secara individual, setiap mahasiswa juga mengemban amanat sejarah dan tanggung jawab sosial untuk berkhidmat bagi kepentingan rakyat. 

“Nah, PMII menjadi ruang dan media perjuangan mahasiswa baik bagi kepentingan kapasitas dan skill individualnya, demikian pula sebagai alat perjuangan sosial. Sejarah telah mencatat, ITB telah banyak melahirkan tokoh-tokoh pergerakan dan pemimpin bangsa,” ujarnya. 

Selain itu, Menurut mahasiswa Pascasarjana UPI ini menekankan pentingnya hidup berkomunitas dan membangun solidaritas diantara sesama kader sebagai modal dasar pengembangan organisasi PMII di kampus ITB. 

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Mapaba ini disepakati untuk dilaksanakan pesantren Ahlussunnah waljamaah dengan wadah yang dinamakan Corp Dakwah ITB bertempat di Masjid Salman ITB. 

Pesantren Aswaja ini akan digelar secara rutin setiap satu minggu sekali dengan menghadirkan narasumber-narasumber ahli. Ini ditujukan dalam rangka memperkuat sisi pengetahuan, visi dan nilai-nilai perjuangan organisasi. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah