Rabu, 11 Desember 2013

Shalawat NU Bergema di Bumi Atturmusi

Pacitan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Tahun 26 Lahire NU ...

Shalawat NU Bergema di Bumi Atturmusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat NU Bergema di Bumi Atturmusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat NU Bergema di Bumi Atturmusi

Ijo Ijo Benderane NU ...

Gambar Jagad Simbule NU ...

Bintang Songo Lambange NU ...

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syuriyah Ulamae NU ...

Tanfidziyah Pelaksana NU ...

GP Ansor Pemuda NU ...

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Fatayat Pemudi NU ...

Demikian Lantunan Shalawat NU yang dibawakan oleh Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dari Kota Surakarta pada acara Keluarga Pondok Tremas Bersholawat, Selasa (26/3) malam di halaman Masjid Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan Jawa Timur.

Malam itu, komplek Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan atau yang dikenal dengan sebutan “Atturmusi” dibanjiri ribuan Muslimin dari seantaro Pacitan dan sekitarnya. ?

Ribuan Syecher mania, sebutan untuk simpatisan Habib Syech, memadati halaman masjid, serambi masjid, bahkan ribuan jamaah memenuhi jalan sepanjang komplek Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan.

Turut hadir dalam acara tersebut para alim ulama dan habaib, diantarnya KH Fuad, Habib Dimyathi, KH Luqman Harist Dimyathi, Gus Karim (Solo) KH Zaenal Abidin (Trengalek), KH Umar Tumbu dan Kapolres Pacitan. Mereka ikut larut dalam bacaan sholawat dan qasidah yang didendangkan oleh Habib Syech.

Habib Syech bersama Jamiyyah Ababul Musthofa Madiun menyuguhkan sedikitnya 15 Sholawat. Tak lupa, Sholawat NU dikumandangkan di pesantren yang didirkan oleh KH Abdul Manan Pada tahun 1830 M tersebut.

Sholawat NU yang isinya terdiri dari syi’iran tentang NU dan amaliahnya ini termasuk salah satu lagu yang sangat saat ini sering dibawakan oleh Habib Syech dalam setiap gelaran sholawatnya. Dengan tujuan, panji panji NU semakin menyebar di seantaro polosok negeri.?

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Zaenal Faizin





Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 10 Desember 2013

Lakpesdam PBNU Perkuat Kapasitas Pengurus MWCNU se-Pamekasan

Pamekasan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi mengatakan, kaderisasi adalah hal yang utama dalam organiasi NU. Berdasarkan amanat Muktamar ke-33 di Jombang, Lakpesdam PBNU ditugaskan untuk memperkuat berbagai program kaderisasi.

Lakpesdam PBNU Perkuat Kapasitas Pengurus MWCNU se-Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam PBNU Perkuat Kapasitas Pengurus MWCNU se-Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam PBNU Perkuat Kapasitas Pengurus MWCNU se-Pamekasan

“Kali ini adalah program kaderisasi yang menyasar pengurus MWC dan Ranting,” kata dia di Pamekasan, Jawa Timur Ahad (6/3).

Pelatihan Penggerak Ranting ini, kata Rumadi, adalah untuk memperkuat kapasitas pengurus MWC dan Ranting agar mereka semakin cakap dalam mengelola dan menggerakkan NU. Gerakan ini tidak hanya berorientasi pada pemberdayaan jamaah, tapi juga penguatan tata kelola kelembagaan jam’iyah NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara yang digelar di Pondok Pesantren Islamiyah, Palengaan, Pamekasan ini diikuti oleh 30 peserta. Mereka adalah utusan perwakilan pengurus MWC dan Ranting NU se-Pamekasan.? Program ini terselenggara atas kerja sama Lakpesdam PBNU dengan Lakpesdam PCNU Pamekasan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Program pelatihan penggerak NU ini ke depan akan dilakukan di tingkat PWNU dengan melibatkan PCNU di seluruh provinsi. Dengan begitu, dalam waktu yang tidak lama, program ini akan menyentuh selutuh PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia,” jelas Sekretaris Lakpesdam PBNU Marzuki Wahid yang didapuk menjadi Fasilitator pelatihan selama dua hari, 5-6 Maret. ?

Marzuki memaparkan, Lakpesdam PBNU sudah menyiapkan berbagai program kaderisasi yang beragam. Selain Pelatihan Penggerak Ranting, Lakpesdam tengah merancang program Pendidikan dan Pengembangan Wawasan Keulamaan, yang disingkat PPWK. Ini berbeda dengan Penggeran Ranting. “Sasaran peserta PPWK ini adalah kiai-kiai muda yang mempunyai basis komunitas dampingan di masyarakat,” pungkasnya. (Abdullah Ubaid/Abdullah Alawi)? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 07 Desember 2013

Tasyakuran Harlah ke-61 IPNU, Pelajar Ciamis Sholawatan

Ciamis, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ratusan pelajar Ciamis menghadiri kegiatan Sholawatan yang dilaksanakan di halaman Pondok Pesantren Nurul Huda Kawali Ciamis, Selasa (24/2). Kegiatan diselenggarakan dalam rangka tasyakuran Harlah ke-61 Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU).

Kegiatan diharapkan dapat menguatkan ikatan persaudaraan antar pelajar Ciamis dengan mensyiarkan Sholawat dengan balutan seni hadroh.

Tasyakuran Harlah ke-61 IPNU, Pelajar Ciamis Sholawatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tasyakuran Harlah ke-61 IPNU, Pelajar Ciamis Sholawatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tasyakuran Harlah ke-61 IPNU, Pelajar Ciamis Sholawatan

"Pelajar Ciamis Harus mampu melestarikan tradisi yang semakin hari semakin terkikis. Dengan kegiatan seperti ini diharapkan dapat menanamkan rasa mahabah kepada Rasulullah Muhammad Saw," kata Moch. Wahab Hasbullah, dewan pembina IPNU).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masyarakat setempat pun sangat mengapresiasi dengan kegiatan tersebut, terlihat dari banyaknya masyarakat yang hadir mengikuti Sholawatan.

Selesai Sholawatan, acara dilanjutkan oleh pengurus IPNU-IPPNU setempat dengan membahas permasalahan-permasalahan yang di hadapi dalam proses Kaderisasi yang langsung dipimpin oleh Sekertaris PC IPNU Ciamis. Dari bahasan tersebut menghasilkan rekomendasi yang menjadi bahan acuan PC IPNU Ciamis dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) mendatang. (Yusep Ahmad/Anam)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 01 Desember 2013

Khofifah: Valentine Sering Timbulkan Korban Remaja

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengajak umat muslim dan generasi bangsa Indonesia untuk meninggalkan budaya peringatakan hari Valentine. Menurutnya, valentine tidak mengajarkan hidup yang produktif bahkan seringkali menimbulkan korban pada remaja.

Khofifah: Valentine Sering Timbulkan Korban Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Valentine Sering Timbulkan Korban Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Valentine Sering Timbulkan Korban Remaja

Perempuan yang juga Menteri Sosial ini mengatakan hal tersebut saat hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad di pesantren Al Aziziah Denanyar Jombang, Sabtu (14/2) malam. "Saya menangkap bahwa valentine adalah perayaan yang tidak produktif dan tidak sehat. Karenanya saya mengajak untuk ditinggalkan, karena hal itu tidak layak ditiru, " ujarnya mengatakan.

Khofifah menekankan pentingnya bangsa membangun produktivitas warganya, maka sesuatu yang kontrapoduktif dan tidak sehat harus ditolak. Dikatakannya, ketika kita melihat bahwa Valentine, seringkali di identifikasi sebagai bagian mereka yang boleh merayakan sesuatu yang tidak produktif maka kita ajak untuk menolak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Karena bangsa ini darurat Narkoba, presiden sudah menyampaikan itu dan juga darurat pornografi. Oleh karena itu, kedaruratan keduanyanya ini semestinya bisa kita jaga dengan sesuatu yang sehat dan produktif," tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepada santri Khofifah berpesan, bangsa ini masih tertinggal jauh dengan negara tetangga Malaysia dalam bidang kepakaran. Di Malaysia setiap 150-an jumlah penduduk ada seorang doktor sains, teknologi, ekonomi, dan matematika. Sementara di Indonesia perbandingannya adalah 500 penduduk baru ada seorang doktor. "Jadi kita masih kalah 1 banding 5 dengan Malaysia," ujarnya.

Karenanya, santri diharapkan setelah menamatkan pendidikan di pesantren tidak berhenti untuk bersekolah. Harus melanjutkan jejang pendidikan hingga perguruan tinggi bahkan hingga mencapai gelar doktor. "Terutama di bidang sains, bidang teknologi, ekonomi dan matematika seperti tokoh Aljabar (ulama matematikawan abad pertengahan)," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Cetak Relawan, LPBI NU Gelar Pelatihan Penanganan Bencana di Wajo

Wajo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) bersama Department of Foreign dan Trade (DFAT) Australia menyelenggarakan Pelatihan Penanganan Darurat Bencana, Selasa-Jumat (29/11-2/12). Pertemuan ini merupakan lanjutan dari pelatihan sebelumnya, Pelatihan PRB dan PDRA dan Pelatihan Manajemen Kedaruratan dan SPHERE.

Pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menghadapi situasi darurat bencana, baik siaga maupun tanggap darurat.

Cetak Relawan, LPBI NU Gelar Pelatihan Penanganan Bencana di Wajo (Sumber Gambar : Nu Online)
Cetak Relawan, LPBI NU Gelar Pelatihan Penanganan Bencana di Wajo (Sumber Gambar : Nu Online)

Cetak Relawan, LPBI NU Gelar Pelatihan Penanganan Bencana di Wajo

Beberapa persoalan seringkali terjadi saat penanganan tanggap darurat antara lain bantuan tidak sesuai dengan kebutuhan, keamanan dan perlindungan tidak terjamin, informasi yang simpang siur, keterbatasan waktu, keterbatasan penanganan penderita gawat darurat, dan kendala koordinasi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hal ini memerlukan suatu sistem dan cara untuk mengantisipasi persoalan-persoalan yang seringkali muncul dalam melakukan aktivitas tanggap darurat.

Pelatihan ini diikuti 30 peserta yang erdiri atas BPBD Kabupaten Wajo, karang taruna, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, LSM, dunia usaha, GP Ansor, Fatayat NU, dan LPBI NU Kabupaten Wajo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

BPBD Kabupaten Wajo Andi Ardiansyah menyampaikan bahwa terdapat empat jenis bencana yang sering terjadi di Sulawesi Selatan, banjir, longsor, abrasi pantai, dan angin puting beliung. Hal ini perlu ditangani secara profesional. Adanya LPBI NU Kabupaten Wajo sangat membantu upaya penanggulangan bencana yang efektif.

Andi Ardiansyah berharap peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang didapatkan selama pelatihan untuk masyarakat. “Dalam penanggulangan bencana terdapat tiga pihak yang tidak dapat dilepaskan, yaitu pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Kerja sama tiga pihak ini sangat diperlukan untuk mewujudkan penanggulangan bencana yang cepat dan efektif.”

PCNU Wajo Muh Alwi mengharapkan seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius agar di akhir pelatihan memiliki kapasitas yang baik dalam menghadapi situasi siaga bencana maupun tanggap darurat.

Deputi PM SLOGAN-STEADY LPBI NU Rurid Rudianti mengatakan, peserta pelatihan merupakan orang-orang pilihan yang mendapatkan paket pelatihan penanggulangan bencana yang cukup lengkap. “PCNU dan BPBD Kabupaten Wajo diharapkan dapat mengikat peserta menjadi satu tim agar kapasitas yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya khususnya untuk masyarakat di Wajo,” kata Rurid. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 27 November 2013

Panitia Konferensi NU Demak Akhiri Kegiatan dengan Ziarah Wali

Demak, NUOnline

Panitia konferensi cabang (konfercab) NU Demak yang sukses mengelar konfercab pada 30 Juli 2017 di Pesantren Fathul Huda, Demak, Jawa Tengah, mengakhiri tugasnya dengan melakukan ziarah ulama Nusantara. Ziarah yang berlangsung Sabtu-Ahad (9-10/9) ini sekaligus sebagai bentuk pembubaran panitIa.

Panitia Konferensi NU Demak Akhiri Kegiatan dengan Ziarah Wali (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Konferensi NU Demak Akhiri Kegiatan dengan Ziarah Wali (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Konferensi NU Demak Akhiri Kegiatan dengan Ziarah Wali

Ketua panitia pelaksana KH Sa’dullah Fattah dalam upacara pemberangkatan rombongan mengatakan, ziarah para wali bertujuan merajut tali silaturrahim di antara pengurus cabang NU Demak masa khidmah 2012-2017 dengan pengurus baru masa khidmah 2017-2022.

“Ini dalam rangka membangun soliditas dan hormonisasi panutan NU yang peran dan fungsinya ke depan semakin besar dan berat,” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Beberapa ulama yang dikunjungi antara lain raja Islam pertama, Sultan Fattah Demak, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Maulana Malik Ibrahim,  Sunan Giri,  Sunan Ampel, Syaikhona Kholil (Bangkalan), KH Khamid (Pasuruan),  KH Asad Syamsul Arifin (Situbondo),  KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid (Jombang).

Ia juga berharap para pengurus NU mampu meneladani langkah dan perjuangan para ulama yang diziarahi dalam membumikan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah di bumi Nusantara sebagai rahmatan lil alamin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu ketua PCNU Demak terpilih KH Muh Aminuddin yang juga ikut dalam rombongan mengapresiasi panitia konfercab NU Demak yang menutup kegiatan konferensi dengan ziarah ulama Nusatara, termasuk pendiri NU

“Saya sangat senang dengan acarayang luar biasa baiknya,karena bisa menjadi napak tilas ulama Nusantara,” tutur Pak Amin, begitu akrab dipanggil. (A.ShiddiqSugiarto/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 26 November 2013

GP Ansor Karanganyar Gelar Aksi Tolak Radikalisme

Karanganyar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah beberapa waktu lalu, GP Ansor Solo mengadakan aksi longmarch tolak radikalisme, kali ini Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah, juga menggelar aksi menolak paham radikalisme, Ahad (5/4).

GP Ansor Karanganyar Gelar Aksi Tolak Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Karanganyar Gelar Aksi Tolak Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Karanganyar Gelar Aksi Tolak Radikalisme

Aksi tersebut dilakukan bersama sejumlah ormas lain di seputar area Car Free Day Karanganyar.

Ketua GP Ansor Karanganyar, Jamaluddin mengatakan, pihaknya bersikap tegas terhadap ajaran radikalisme yang dapat merongrong NKRI. “Kami berharap ada tindakan tegas, kalau ada tanda-tanda mengarah ke paham radikalisme itu mohon segera ditindak, demi keutuhan NKRI,” tukas dia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jamaluddin menambahkan, dalam aksi tersebut, mereka juga membagikan sejumlah brosur yang berisikan pernyataan sikap menolak berkembangnya ISIS di Indonesia, khususnya di daerah Karanganyar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Karanganyar merupakan salah satu kawasan yang disebut-sebut Mendagri dan BNPT, sebagai kawasan yang perlu diwaspadai,” ucapnya.

Dipaparkan lebih lanjut, sebagai tindak lanjut dari aksi tersebut, pihaknya siap bekerjasama untuk mencegah tumbuhnya bibit radikalisme.

“Ada sejumlah titik yang ditengarai menjadi benih penyebaran radikalisme. Untuk itu, kami siap berkoordinasi dengan aparat terkait mencegah paham tersebut tumbuh di Karanganyar,” pungkasnya.

Aksi diwarnai dengan penandatanganan bersama, pernyataan penolakan terhadap gerakan radikalisme. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Doa, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah