Rabu, 25 Februari 2015

KH Ma’ruf Amin Jelaskan Faktor Penyebab Munculnya Ideologi Radikal

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin menyebut radikalisme dan terorisme merupakan bahaya global yang harus ditangkal melalui berbagai langkah strategis, salah satunya melalui media.

KH Ma’ruf Amin Jelaskan Faktor Penyebab Munculnya Ideologi Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ma’ruf Amin Jelaskan Faktor Penyebab Munculnya Ideologi Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ma’ruf Amin Jelaskan Faktor Penyebab Munculnya Ideologi Radikal

Aktivitas radikalisasi kian masif karena sejumlah faktor. Kiai Ma’ruf mengatakan, radikalisme muncul berpangkal dari pemahaman yang keliru, khususnya dalam memaknai istilah jihad.

Padahal menurutnya, jihad tidak selalu bermakna perang. Bahkan, upaya menjadikan kondisi masyarakat yang damai (islahiyyah) di segala lini kehidupan adalah jihad yang harus dilakukan.

“Dalam kondisi perang, jihad bisa berarti perang. Tetapi dalam kondisi damai, jihad bermakna perdamaian yang harus terus diusahakan,” ujar Kiai Ma’ruf, Rabu (22/3) di Jakarta dalam Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme di Dunia Maya Bersama OKP dan Ormas.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tragisnya, menurutnya Kiai Ma’ruf, para ekstremis terus mengampanyekan jihad sebagai perang sehingga yang terjadi adalah global war atau perang global.?

Kiai Ma’ruf juga menjelaskan, radikalisasi juga terjadi karena tidak sedikit masyarakat yang belajar Islam dari internet dan media sosial, terutama anak muda.

“Ada seseorang yang tidak pernah terlihat ngaji tetapi tiba-tiba jadi radikal, ternyata belajarnya dari media sosial,” urainya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berangkat dari kondisi tersebut, dia menuturkan bahwa media sosial mempunyai peran efektif dalam menyebarkan paham radikal. Hal ini menuntut masyarakat agar lebih cerdas dalam menerima dan mencerna informasi di dunia maya.

“Secara teologis, Islam itu toleran. Kita harus bekerja sama dalam mengatasi masalah itu karena selama ini media sosial sangat efektif dalam upaya radikalisasi,” ucap Kiai Ma’ruf. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Olahraga, AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 23 Februari 2015

CBDRMNU Jalin Kerjasama dengan WWF

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Upaya turut serta NU dalam mengatasi bencana sebagai dampak dari perubahan iklim terus dilakukan melalui kerjasama dengan berbagai fihak yang selama ini telah terlibat dalam kegiatan pengurangan risiko bencana ini.

Salah satu kerjasama yang dijalin NU, melalui lembaga yang khusus menangani masalah kebencanaan, Community Based Disaster Risk Management (CBDRMNU) adalah dengan World Wild Fund (WWF). Penandatanganan MoU ini dilakukan pada, Kamis (18/2) di kantor WWF, kawasan Mega Kuningan Jakarta.

CBDRMNU Jalin Kerjasama dengan WWF (Sumber Gambar : Nu Online)
CBDRMNU Jalin Kerjasama dengan WWF (Sumber Gambar : Nu Online)

CBDRMNU Jalin Kerjasama dengan WWF

Avianto Muhtadi, program manager CBDRMNU menjelaskan kerjasama ini berupa penyelenggaraan halaqah dan workshop adaptasi perubahan iklim yang terintegrasi dengan pelestarian lingkungan dan pengurangan risiko bencana dalam perspektif Islam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari halaqah ini juga akan diterbitkan buku tentang adaptasi perubahan iklim dan kesehatan lingkungan dalam perspektif Islam yang nantinya dapat digunakan sebagai panduan bagi para kiai dan ulama dalam membantu mensosialisasikan persoalan perubahan iklim ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, perwakilan dari WWF Ari Muhammad menyatakan kerjasama dengan NU ini dilakukan karena banyak kelompok masyarakat NU yang hidup dan menyatu dengan alam sehingga sangat potensial untuk membantu dan terlibat langsung dalam pengurangan risiko bencana akibat perubahan iklim ini.

Latif Bustami, staff ahli CBDRMNU menjelaskan NU menggunakan pendekatan kultural dalam menangani berbagai masalah, termasuk dalam konteks kebencanaan sehingga mudah diterima oleh masyarakat, apalagi NU memiliki jaringan yang sangat luas yang mencakup seluruh wilayah di Indonesia.

“Kampanye pengurangan risiko bencana bisa dilakukan melalui kegiatan istighotsah, majelis taklim, seni dan lainnya sehingga gampang diterima,” tuturnya.

Para ulama dan kiai yang sangat dihormati dan ditaati petuahnya oleh masyarakat juga menjadi kekuatan NU dalam upaya kampanye pengurangan risiko bencana ini. Mereka dapat berperan penting dalam karena umat samian wa thoathan, atau mendengar dan mematuhi perintah para kiai. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Sholawat, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 15 Februari 2015

Begini Proses Mushaf An-Nahdlah

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. PBNU menghadirkan Al-Quran berkualitas guna memenuhi kebutuhan Muslim Indonesia yang mencapati 2 juta eksemplar per tahun. Untuk itu, diterbitkan mushaf An-Nahdlah. Mushaf itu diluncurkan di PBNU, Jakarta, Jumat (21/6).

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Jam’iyyatul Qurra’ wal-Huffaz Nahdlatul Ulama (PP JQHNU) Ahmad Ari Masyhuri menceritakan proses pembuatan mushaf tersebut.

Begini Proses Mushaf An-Nahdlah (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Proses Mushaf An-Nahdlah (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Proses Mushaf An-Nahdlah

Menurut Ari, ada sembilan Pimpinan Pusat JQH yang terlibat dalam pembuatan mushaf tersebut. Kesembilan orang tersebut adalah Rais Majelis Ilmi JQHNU KH Ahsin Sakho Muhammad, Ketua Umum JQHNU KH Muhaimin Zen.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kemudian KH Ahmad Fathoni , KH Jajim Khumaidi, KH Ahmad Dahuri, KH Masrur Ikhwan, Muthmainnah, Romlah Hidayah, dan Ahmad Ari Masyhuri, “Kesembilan orang ini mengawal subtansi untuk verifikasi dan validasi agar sesuai dengan Mushaf Utsmani,” katanya di sekretaria JQHNU, gedung PBNU, Jakarta selepas peluncuran Mushaf An-Nahdlah.

Mereka, tambah Ari, juga mengawal proses penerbitan, percetakan, halaman per halaman secara manual. Kemudian setelah dami masuk dikroscek halaman per halaman lagi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Setiap halaman di mushaf itu ada  logo NU-nya,” katanya.

Mushaf Al-Quran bernama An-Nahdlah diterbitkan PBNU melalui PT Hati Emas yang menggandeng Asia Pulp & Paper (APP). Hadir pada kesempatan itu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Jenderal PBNU H. Marsudi Syuhud, Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf, serta pengurus PBNU lain. Hadir pula beberapa Duta Besar negara sahabat seperti Mesir, Malaysia, Cina dan perwakilan OKI.  

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Internasional, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 14 Februari 2015

“Jihad Pagi” Perdana NU Pringsewu Disambut Antusias

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Program Ngaji Ahad Pagi atau “Jihad Pagi” yang digelar perdana Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pringsewu, Lampung, berlangsung lancar di Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (22/2). Majelis yang dimulai pukul 06.00 sampai dengan 07.00 WIB ini mendapat sambutan positif warga.

Katib Syuriyah PCNU Pringsewu Munawir mengatakan, Jihad Pagi terbuka bagi seluruh kaum muslimin dan muslimat. Dalam kesempatan itu, peserta bahkan tak sekadar ikut pengajian tapi juga melaksanakan ibadah lainnya.

“Jihad Pagi” Perdana NU Pringsewu Disambut Antusias (Sumber Gambar : Nu Online)
“Jihad Pagi” Perdana NU Pringsewu Disambut Antusias (Sumber Gambar : Nu Online)

“Jihad Pagi” Perdana NU Pringsewu Disambut Antusias

"Di akhir pengajian, para jamaah melaksanakan shalat duha dan kembali melaksanakan aktivitas dan rutinitas masing masing," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam forum pengajian perdana kali ini, Jihad Pagi mengangkat tema “Berdoalah, Jangan Sombong” di bawa asuhan Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi. Ia menyampaikan bahwa orang yang tidak berdoa termasuk dalam golongan mutakabbirin atau orang-orang yang sombong.

"Orang yang tidak berdoa sama saja tidak merasa butuh," tegasnya. Padahal, imbuhnya, segala fasilitas yang telah dinikmati selama hidup merupakan anugerah dari Allah SWT. Lumrah manusia selalu merasa kekurangan dan untuk memenuhinya salah satu cara yaitu meminta atau berdoa kepada Allah SWT.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Sujadi menjelaskan juga bahwa doa dapat dilakukan langsung kepada Allah ataupun melalui wasilah atau perantara. Salah satu yang dapat dijadikan wasilah seperti menggunakan 99 nama nama Allah SWT yang terkenal dengan sebutan Asmaul Husna. Hal ini sudah tertulis dalam al-Quran surat Al-Araf ayat 108.

"Dengan menjaga, mengamalkan, dan menghafalkan 99 Asmaul Husna kita juga akan masuk surga," terangnya. Hal ini sesuai dengan hadits nomor 2736 yang diriwayatkan Imam Bukhari, dan hadits nomor 2677 riwayat Imam Muslim, dan hadits nomor 7493 riwayat Imam Ahmad. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah