Senin, 23 April 2012

GP Ansor Probolinggo Bentuk Lembaga Pengawasan Dana Desa

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Probolinggo mengambil bagian dalam pengelolaan Dana Desa (DD) yang akan diterima desa tahun ini. Badan otonom (banom) NU ini membentuk lembaga independen untuk melakukan pengawasan terhadap dana tersebut.

Ketua GP Ansor Probolinggo Muchlis mengatakan, saat ini pihaknya sudah mulai melakukan penataan kelembagaan terutama mengenai organisasi yang akan menjalankan lembaga itu. Namun pendirian Lembaga Pengawasan Dana Desa? (LPD2) ini tidak hanya berasal dari kalangan pemuda Ansor.

GP Ansor Probolinggo Bentuk Lembaga Pengawasan Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Probolinggo Bentuk Lembaga Pengawasan Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Probolinggo Bentuk Lembaga Pengawasan Dana Desa

“Nantinya kami juga akan mengakomodasi dari jajaran Fatayat dan Muslimat NU untuk bisa menjalankan lembaga ini. Struktur kepengurusan juga dilengkapi dari dua banom tersebut,” ungkapnya, Rabu (24/2).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Muchlis, dalam pembentukan lembaga yang akan dipimpin oleh kalangan-kalangan pemuda itu, nantinya bisa memberikan pencerahan kepada para pengguna anggaran terutamanya bagi para pemerintahan desa. “Sehingga pembangunan yang menggunakan dana tersebut dinilai bisa sesuai dengan peruntukannya,” jelasnya.

Muchlis mengaku, dana desa tersebut memang harus dilakukan pengawalan ketat. Hal ini penting dilakukan agar pengalokasian untuk melakukan pembangunan desa bisa terwujud sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Desa Nomor 06 tahun 2014? tentang Desa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“LPD2 ini nantinya akan bekerja tidak hanya menjadi pengawasan, tetapi juga bisa memberikan ruang publik untuk bisa memberikan sumber informasi serta sebagai lembaga pengaduan? masyarakat? seputar penggunaan dana desa,” teranganya.

Sesuai hasil pleno pengurus GP Ansor, Muslimat dan Fatayat NU, Ali Sujoko terpilih dan dipercayai untuk bisa menjadi Ketua LPD2.

Dihubungi terpisah Ali Sujoko mengaku dengan amanah yang diberikan sebagai Ketua LPD2 pihaknya dan pengurus lainnya akan melakukan upaya pengawasan dana desa secara maskimal.

“Tentu harapannya tidak ada pola permainan dalam pengelolaan dana tersebut. Sehingga dana desa benar-benar bisa bermanfaat untuk kepentingan masyarakat desa,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Pesantren, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 22 April 2012

Sukseskan Konferensi NU, 1500 Santri Konvoi Sejauh 30 Km

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sebanyak 1500 santri Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning Salopa ikut memeriahkan Konferensi Cabang Nahdlatul XVI. Mereka menggelar konvoi sejauh 30 km ke lokasi konferensi di Pondok Pesantren Cipasung Singaparna, Kamis (29/12).

Gemuruh nyanyian mars Baitul Hikmah dan lagu-lagu khas NU menghiasi rombongan santri berseragam putih di atas mobil bak. Tercatat 45 mobil santri putra dan putri ditambah sembilan mobil ranting NU di seluruh Salopa.

Sukseskan Konferensi NU, 1500 Santri Konvoi Sejauh 30 Km (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukseskan Konferensi NU, 1500 Santri Konvoi Sejauh 30 Km (Sumber Gambar : Nu Online)

Sukseskan Konferensi NU, 1500 Santri Konvoi Sejauh 30 Km

Pengasuh Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning Salopa KH Acep Salahudin mengatakan, konvoi ini dilandasi oleh rasa kepemilikian terhadap NU. NU merupakan pesantren besar dan pesantren merupakan NU kecil.

Ketua MWCNU Salopa ini melanjutkan, tidak hanya santri yang dikerahkan, tapi ranting-ranting NU pun ikut memeriahkan. Setiap ranting NU menggunakan satu mobil. Rombongan MWCNU Salopa juga berpartisipasi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ini semua dalam rangka rasa memiliki, NU milik kita, milik pesantren, milik seluruh umat Muslim,” jelas putra Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tasikmalaya periode 2010 KH Saepuddin Zuhri rahimahullah.

Salah satu santri Haurkuning yang mengikuti konvoi, Asy’ari, mengatakan dirinya merasa bangga dengan mengikuti kegiatan ini. “Ketika ada momen seperti ini saya teringat wasiat KH Saepuddin Zuhri. Yang pertama wajib mertahankeun aqidah syariah dan akhlaq Ahlussunnah wal Jamaah. Yang kelima kudu jadi NU.” (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 20 April 2012

Pengurus Muslimat Probolinggo Dilatih Packing dan Labeling

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sedikitnya 40 pengurus dan anggota Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelatihan packing dan labeling dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, Sabtu (28/11).

Pelatihan yang dibuka oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi ini dilaksanakan di aula Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces, Probolinggo, Jawa Timur.

Pengurus Muslimat Probolinggo Dilatih Packing dan Labeling (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Muslimat Probolinggo Dilatih Packing dan Labeling (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Muslimat Probolinggo Dilatih Packing dan Labeling

Selama pelatihan para pengurus dan anggota Muslimat NU ini dilatih proses packing dan labeling dalam rangka menarik minat konsumen untuk membelinya. “Jika produknya bagus disertai packing dan label yang bagus, maka konsumen akan tertarik untuk melihat dan kemudian membelinya,” ungkap Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo HM. Sidik Widjanarko.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Sidik, packing dan labeling ini sangat dibutuhkan dalam sebuah produk. Pasalnya packing berfungsi sebagai wadah agar makanan lebih awet, lebih menarik dalam penampilan serta menaikkan daya jual dan menarik simpatik para konsumen.

“Sedangkan labeling menunjukkan identitas sebuah produk. Dengan labeling, maka konsumen akan tahu tentang produk yang dipasarkan mulai dari nama produk dan yang memproduksi, komposisi hingga masa kadaluarsanya. Dengan demikian, maka konsumen tidak was-was untuk membelinya,” jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi mengatakan, pelatihan packing dan labeling ini sangat bermanfaat, terutama bagi pengurus Muslimat NU. Oleh karenanya pelatihan ini harus diikuti dengan sebaik-baiknya.

“Semoga pelatihan ini dapat memberikan kelancaran dalam nilai jual di pasaran dan dapat menciptakan nilai produk serta kualitas menjadi diminati oleh semua kalangan konsumen baik di dalam maupun luar Kabupaten Probolinggo. Setidaknya dengan pelatihan ini para pengurus dan anggota Muslimat NU akan terampil dalam melakukan packing dan labeling produk,” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 19 April 2012

Tak Benar Pesantren Tak Bekali Santri Keahlian untuk Hidup

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais syuriyah PBNU Dr. Masyhuri Naim mengungkapkan ketidaksetujuannya pada pandangan sebagian masyarakat yang menganggap bahwa pesantren tidak memberi bekal untuk hidup.

Kiai lulusan Saudi Arabia ini menjelaskan bahwa saat ini banyak pesantren yang memberi bekal santrinya dengan berbagai ketrampilan seperti peternakan, pertanian dan bidang keahlian lainnya.

Ia mencontohkan pesantren Sidogiri Pasuruan yang dengan metodenya telah berhasil membuat para santrinya bisa eksis dalam berbagai bidang kehidupan. Pesantren ini telah memiliki koperasi dengan omset milyaran per tahun maupun Baitul Mal wat Tamwil (BMT) yang kini sudah menjangkau banyak kota di Jawa Timur.

Tak Benar Pesantren Tak Bekali Santri Keahlian untuk Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Benar Pesantren Tak Bekali Santri Keahlian untuk Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Benar Pesantren Tak Bekali Santri Keahlian untuk Hidup

Dalam sistem pengajarannya, para santri juga diminta untuk tugas belajar atau semacam KKN selama setahun sebelum mereka lulus. Program yang sudah berjalan lama ini membuat para santri belajar untuk mengajarkan ilmunya maupun belajar kehidupan secara langsung di masyarakat.

“Metode ini yang juga dilakukan oleh Rasulullah dengan mengirim sahabat-sahabatnya ke berbagai tempat sementara yang tinggal di Madinah sendiri tidak terlalu banyak sehingga Islam bisa berkembang dengan cepat,” tandasnya di PBNU disela-sela acara halaqah syuriyah, Rabu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai yang kini mengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarata ini juga menunjukkan bahwa dengan pengiriman santri ke pesantren-pesantren lainnya yang membutuhkan ustadz, akhirnya akan terbentuk jaringan antar pesantren yang bisa saling membantu. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah