"Sekarang, saya serahkan ke pada Presiden. Biarkan Presiden yang menentukannya," kata Gus Ipul, seusai menghadiri acara peluncuran buku Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie berjudul "Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Reformasi", di Hotel Santika Jakarta, Selasa malam.
| Saifullah Yusuf: Saya Serahkan ke Presiden (Sumber Gambar : Nu Online) |
Saifullah Yusuf: Saya Serahkan ke Presiden
Gus Ipul mengaku, selama ini dirinya telah bekerja dengan baik dan maksimal. Namun, karena alasan kementeriannya tidak terkenal seperti kementerian yang lain, maka dirinya menyadari hal tersebut.Akibat belum familiarnya nama kementeriannya, menjadi salah satu faktor kinerja tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas. "Tapi sampai sekarang, Presiden belum mengatakan soal reshuffle kepada saya," katanya.
Sementara itu, dalam kesempatan sama, Komisi VI DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa Cecep Syarifuddin mengatakan, reshuffle harus dilakukan. Namun, hal itu, kembali kepada hak prerogatif Presiden. Cecep menegaskan, PKB tidak akan mengusung menteri untuk ikut masuk dalam kancah isu reshuffle.
Disinggung mengenai nasib Gus Ipul, Cecep hanya mengatakan, hal itu yang menentukan adalah Presiden. "Presiden yang mempunyai penilaian mengenai hal itu," demikian Cecep.
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Sebelumnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mencopot Saifullah Yusuf dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), karena Saifullah Yusuf yang diakrab disapa Gus Ipul tersebut, sudah resmi duduk dalam struktur kepengurusan PPP sebagai wakil ketua Majelis Pertimbangan Partai.Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar mengatakan, permintaan itu sudah menjadi sikap resmi PKB dan sudah disampaikan kepada Presiden. (ant/mad)
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Dari Nu Online: nu.or.idAhmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Bahtsul Masail, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah