Selasa, 21 Maret 2017

Liga Muslim Dunia: Moderasi dan Toleransi, Pilar Utama Islam

Makkah, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Moderasi dan toleransi dalam Islam adalah pilar utama. Penyimpangan apa pun terhadapnya berasal dari ketidaktahuan atau gagasan yang keliru. Moderasi dan toleransi adalah ciri khas umat Islam sepanjang sejarah yang sejalan dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

Demikian di antara gagasan pokok forum Liga Muslim Dunia yang digelar pada musim haji ini di Mina, Arab Saudi, dengan mengusung tema "Moderasi dan Toleransi dalam Islam: Teks dan Realitas", sebagaimana dikutip Arab News, Rabu (6/9).

Liga Muslim Dunia: Moderasi dan Toleransi, Pilar Utama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Muslim Dunia: Moderasi dan Toleransi, Pilar Utama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Muslim Dunia: Moderasi dan Toleransi, Pilar Utama Islam

Forum tersebut dihadiri para utusan dari berbagai negara seperti Mufti Agung Mesir Shawqi Allam, Mufti Al-Quds dan Palestina Syekh Mohammed Ahmed Husain, Mufti Agung Republik Chechen Syekh Salah Medjiyev, Mufti Agung Arab Saudi Abdul Aziz bin Abdullah Al-Asheikh, serta sejumlah ilmuwan dari 72 negara Arab dan Islam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam pidato pembukaan di forum tersebut, Al-Asheikh menekankan bahwa moderasi, keadilan dan toleransi adalah ciri utama dari ajaran Islam dan Nabi Muhammad SAW. Ia juga menyerukan kepada para ilmuwan, pendakwah, intelektual, dan penulis untuk menunjukkan sisi moderasi dan toleransi dalam Islam

Sementara itu Shawqi Allam mengatakan, Islam adalah peradaban yang masuk ke hati mendahului tubuh. “Kita telah melihat dalam sejarah kita bagaimana para sahabat dan tabi’in ketika mereka keluar dari Jazirah Arab tidak hanya lewat khutbah tapi menerjemahkan makna Islam dalam bentuk perilaku yang memikat hati,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Mufti Agung Chechnya Syekh Salah Medjiyev. Ia mengatakan, Allah menggambarkan umat Islam sebagai umat moderat dan oleh karena itu umat Islam mendapat derajat tertinggi dari Tuhan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dia mengatakan bahwa teks-teks syariah banyak mempromosikan toleransi. Ia berpendapat gagasan dan teror takfiri menyebabkan pertumpahan darah dan kehancuran.

Forum Liga Muslim Dunia berlangsung pada Sabtu (2/9). Pertemuan lembaga non-pemerintah yang didirikan di Makkah pada tahun 1962 tersebut juga diwarnai ucapan selamat untuk pemerintah Arab Saudi yang sukses menyelenggarakan ibadah haji tahun ini. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 19 Maret 2017

Dilantik, PCINU Sudan Langsung Gelar Musyawarah Kerja

Khartoum, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan dan badan otonom Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat Nahdlatul Ulama (PCIMNU) Sudan masa khidmah 2017-2018 resmi dilantik pada hari Sabtu (06/05) di aula H. Agus Salim KBRI Khartoum Sudan.

Pembawa acara membuka acara dengan surat Alfatihah, kemudian pembacaan lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh qori’ Ust. Misbakhul Ula. Dilanjutkan dengan acara menyanyikan lagu Indonesia Raya dan tembang Yalal Wathon yang dipimpin oleh petugas acara yaitu Ust. Muhammad Abdul Malik Mubarok.

Dilantik, PCINU Sudan Langsung Gelar Musyawarah Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, PCINU Sudan Langsung Gelar Musyawarah Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, PCINU Sudan Langsung Gelar Musyawarah Kerja

Selanjutnya prosesi pelantikan pengurus. Pertama, Dewan Syuriyah dilantik oleh Syekh Prof Dr Said Salman (Rektor Holy Quran and Islamic Science University dan Mustasyar PCINU Sudan). Kemudian Jajaran pengurus harian Tanfidziyah dilantik oleh Rais Syuriyah Ust. Ribut Nur Huda. Setelah itu pengurus lembaga dilantik oleh Ketua Tanfidziyah Ust. Muhammad Luqman Hambali. Sedangkan pelantikan badan otonom PCI Muslimat NU Sudan dilantik oleh Ust. Mohammad Rojikhi (Katib PCINU Sudan).

Selanjutnya diteruskan dengan acara serah terima jabatan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah yang disertai dua orang saksi yang diwakili oleh Dubes dan Rektor Holy Quran and Islamic Science University. Adapun serah terima jabatan Ketua Muslimat disertai dua orang saksi yang diwakili oleh Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Setelah sesi pelantikan ada beberapa sambutan menarik dari tokoh-tokoh, seperti Burhanuddin Badruzzaman selaku Duta Besar RI, Ust. Ribut Nur Huda selaku Rais Syuriyah PCINU Sudan dan Prof Dr Said Salman selaku Mustasyar PCINU Sudan.?

“Nahdlatul Ulama adalah organisasi masyarakat Islam terbesar di dunia, yang bergerak di berbagai bidang demi kemajuan bangsa dan negara. Kita harus senantiasa berkhidmah dan terus mengawal NU ini demi tercapainya cita-cita negara yang berkemajuan,” ujar Prof Said dengan lantang.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rais Syuriyah dalam sambutannya memberikan semangat dan menanamkan jiwa yang ikhlas dalam berkhidmah. Begitu juga Dubes RI yang mengaku mengapresiasi penuh atas peran Nahdlatul Ulama baik di Sudan maupun di dunia.

Semua rentetan acara berjalan dengan lancar dan ditutup dengan doa oleh H Muhammad Afifullah Rifa’i, untuk kemudian dilanjutkan dengan musyawarah kerja untuk membahas agenda yang akan dijalankan setahun ke depan, yang diikuti oleh seluruh jajaran pengurus PCINU Sudan.?

Musyawarah Kerja

Sidang musyawarah kerja (musker) PCINU Sudan dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah dan wakilnya serta sekretaris yang bertugas menjadi notulis. Mulai dari pengurus harian tanfidziyah dan pengurus lembaga-lembaganya mempresentasikan satu per satu program kerja yang dicanangkan untuk satu periode ke depan.

Di periode ini, ditetapkan sistem caturwulan untuk pembagian waktu. Yaitu satu tahun ke depan dibagi menjadi tiga caturwulan dalam melaksanakan program kerja dan dalam setiap empat bulan sekali itu pengurus mengevaluasi dan mempersiapkan program kerjanya untuk ke depannya.

Lakpesdam dengan klub bahasa Arabnya Kaukabul Fushoha masih jalan dalam mengembangkan sumber daya manusia serta tetap menghidupkan kajian-kajian dan bahtsul masa’il khas pondok pesantren serta berinovasi pada kegiatan lainnya.

Lembaga Dakwah tetap istiqomah berdakwah di pengajian Al Hijrah yang bekerja sama dengan KBRI Khartoum dalam membina warga negara Indonesia di Sudan dan menambah kegiatan ziarah ke wali-wali di negeri dua Nil ini.

Lesbumi berencana menghidupkan jiwa seni dan berkarya lewat teater, seni tari, kesenian alat musik dan kesenian islamik lainnya yang dikemas dalam acara-acara menarik dan kreatif budaya Nusantara di tanah Sudan.

Lembaga Kaderisasi akan mengupayakan tingkat kualitas dan kuantitas anggota NU khususnya mahasiswa yang akan datang ke Sudan serta penguatan jati diri Nahdliyin Sudan pada umumnya.

Lembaga Pengkajian Qur’an fokus pada kegiatan warga NU yang hendak menghafalkan Al-Qur’an dan yang telah menghafalkannya serta kegiatan yang mengkaji ilmu-ilmu tentang Al-Qur’an.

LTN juga mencetak hasil karya PCINU Sudan baik itu informasi ataupun ilmu pengetahuan dan mensiarkannya dalam beberapa media. Diantaranya majalah cetak Tathwirul Afkar, majalah dinding, buletin dan beberapa media sosial elektronik. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Santri, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 18 Maret 2017

Kemuliaan Hari Arafah

Hari Arafah merupakan puncak ibadah haji yang jatuh sehari sebelum Hari Raya Idul Adha ketika jutaan jemaah haji menjalankan wukuf di padang Arafah. Hari Arafah juga momen di mana umat Muslim di seluruh dunia menjalankan puasa sunnah yang menurut sebuah riwayat pahala puasa Arafah mampu menghapuskan dosa-dosa selama setahun.

Allah SWT berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Kemuliaan Hari Arafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemuliaan Hari Arafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemuliaan Hari Arafah

Artinya: "Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan dating kepadamu dengan berjalan kaki atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka akan dating dari segenap penjuru yang jauh". (QS. Al-Hajj: 27)

Ketika Allah SWT memerintkah Nabi Ibrahim as. untuk menyeru kepada manusia untuk mengerjakan haji, maka beliau bergegas berseru: "Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah membangun rumah (Kabah) maka berhajilah ke sana". Semua manusia telah menjawab seruan itu bahkan calon embrio yang masih berada dalam sperma lelaki dan sel telur perempuan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada hari-hari semacam ini (permulaan Dzulhijjah) jamaah haji saling bertemu di rumah Allah dengan mengumandangkan Talbiyah untuk memenuhi seruan Nabi Ibrahim a.s. seraya mengharapkan ridho dari Allah SWT. dan membentangkan diri untuk mendapatkan curahan rahmat yang Allah turunkan di hari-hari seperti ini yang pada puncaknya adalah pada hari Arafah.

Hari Arafah merupakan hari pembebasan dari Neraka bagi mereka yang menjaga pendengarannya dari hal yang buruk, bagi mereka yang turut berpuasa di hari tersebut dengan mengharapkan keridhoan dari Tuhannya. Hal ini tak lain karena Allah SWT. telah menjamin pengampunan dosa bagi mereka yang berpuasa di hari Arafah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rasulullah SAW bersabda :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?

Artinya: "Barang siapa yang berpuasa di hari Arafah, maka dia diampuni (dari dosanya) setahun setelah dan sebelumnya. (Sedangkan) barang siapa yang berpuasa pada hari Asyura, maka ia diampuni (dari dosa) setahun". (HR. Thabrani dalam Al-Ausath)

Hari Arafah adalah puncak dari harapan para jamaah haji, sebab pada hari itulah mereka bias memperoleh segala pengharapan. Begituhalnya Tuhan menatap mereka dengan pandangan keridhoan.

Rasulullah SAW bersabda:?

? ? - ? - ? – ? ? - ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? ?

Artinya: "Sesungguhnya Allah SWT memberikan banyak anugerah kepada orang-orang yang wukuf di Arafah seraya membanggakan mereka di hadapan para Malaikat dan berfirman : "Wahai para malaikatku, lihatlah kepada para hambaku yang lusuh penuh dengan debu, mereka menghadap kepadaku dari segala penjuru yang jauh. Maka aku saksikan kepada kalian bahwa aku telah mengabulkan doa mereka, memberikan harapan mereka, memberikan orang yang berlaku buruk kepada yang berlaku baik pada mereka dan aku telah memberikan kepada orang-orang yang berbuat baik pada mereka segala apa yang mereka minta kepadaku selain hal-hal yang masih bersangkutan di antara mereka". (HR. Abu Yala)

Lebih dari itu, Hari Arafah adalah hari paling agung di mana Allah mengampuni dosa-dosa Kaum Mukminin di segala penjuru dunia mana kala mereka membentangkan diri untuk mendapatkan anugerah Allah yang dicurahkan pada hari tersebut dengan doa yang sungguh-sungguh.

Rasulullah SAW bersabda :?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? : ? ? ? ? ? ? ? – ? ? ? ? ? – ? ? ? ? : ? ? ?. ? ? ?

Artinya: "Jika tiba hari Arafah, tidaklah seseorang masih mempunyai setitik iman dalam hatinya melainkan ia akan diampuni. Lantas ada yang bertanya: Ya Rasulallah, apakah terkhusus bagi yang wukuf di Arafah saja atau untuk semua manusia? Rasulullah menjawab: Untuk semua manusia". (HR. Abu Daud)

Pada hari ini (Arafah) adalah hari pembebasan dari Api Neraka dan Allah SWT sangat bermurah hati dan penuh dengan kasih sayang. Diriwayatkan dari Jabir r.a, beliau berkata :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?

"Tidak ada hari yang lebih utama di hadapan Allah melebihi Hari Arafah. (Urusan) Allah turun ke langit dunia, Allah pun membanggakan penduduk bumi kepada penduduk langit seraya berfirman: "Lihatlah kepada hamba-hambaku yang datang kepadaku dengan tubuh lusuh penuh debu menggaduh. Mereka datang dari segala penjuru yang jauh dengan mengharapkan rahmatKu sedangkan mereka tidaklah melihat siksaanku". Maka tidaklah ada hari di mana pembebasan dari Neraka itu melebihi di Hari Arafah". (HR. Baihaqi)

Paling utamanya doa pada Hari Arafah baik bagi jamaah haji ataupun yang lainnya adalah :

? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Rasulullah SAW bersabda:?

? ? ? ? ?? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?

Artinya: "Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah. Dan sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan begitu juga Para Nabi sebelumku adalah: Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariika Lahu, Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Yuhyii Wa Yumiitu Wa Huwa Alaa Kulli Syaiin Qodiir (Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu baginya. Kerajaan dan pujian hanyalah miliknya. Maha menghidupkan dan mewafatkan. Dan Dia berkuasa atas segalanya)". (HR. Imam Malik)

Adapun doa yang sering dipanjatkan Nabi SAW pada Hari Arafah adalah :?

? ? ? ? ?, ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Ya Allah segala puji hanyalah milikMu sebagaimana kami ucapkan dan bahkan lebih baik dari pada apa yang kami ucapkan. Ya Allah, hanyalah untuk-Mu Shalat, hidup dan matiku. Hanyalah kepada-Mu tempat kembaliku. Hanyalah milik-Mu segala peninggalanku. Ya Allah, sungguh aku berlindung padaMu dari siksa kubur, gangguan dalam hati dan terpecahnya segala urusan. Ya Allah, sungguh aku berlindung pada-Mu dari keburukan yang tertiup bersama angin".

Di antara kedermawanan Allah SWT dengan segala kemurahan dan anugerah yang Dia limpahkan serta pengampunan atas segala dosa kepada para hambanya serta pembebasan mereka dari Api Neraka ? di segala penjuru dunia pada Hari Arafah itu membuat Setan merasa sakit yang sangat serta merasakan kerugian yang sangat besar (sebab telah lama ia menjerumuskan manusia, malah diampuni dosa mereka). Rasulullah SAW bersabda :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?

Artinya: "Tidak ada hari di mana Setan Nampak lebih kerdil, terusir dan marah melebihi di Hari Arafah. Tidaklah hal itu terjadi melainkan karena dia melihat limpahan rahmat dan pengampunan Allah dari dosa-dosa besar". (HR. Imam Malik)

Catatan: Artikel ini disarikan dari Khutbah yang disampaikan oleh Dr. Salim Abu Bakar Al-Haddar, Wakil Dekan Fakultas Syariah di Imam Shafie College pada hari Jumat 7 Dzul Qodah 1437 H/8 September 2016 di Masjid Imam Syafii, Mukalla, Hadhramaut, Yaman.

Imam Abdullah El-Rashied, Mahasiswa Fakultas Syariah, Imam Shafie College, Mukalla, Hadhramaut, Yaman.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 16 Maret 2017

MA An-Nawawi Terapkan Sistem Penilaian Berbasis TIK

Purworejo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Madrasah Aliyah (MA) Ann-Nawawi Berjan Purworejo terus mengembangkan metode pembelajaran dan pengajarannya. Madrasah yang dalam beberapa tahun terakhir persentase kelulusannya mencapai 100 persen ini mulai menerapkan perangkat pembelajaran dan sistem penilaian siswa berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

MA An-Nawawi Terapkan Sistem Penilaian Berbasis TIK (Sumber Gambar : Nu Online)
MA An-Nawawi Terapkan Sistem Penilaian Berbasis TIK (Sumber Gambar : Nu Online)

MA An-Nawawi Terapkan Sistem Penilaian Berbasis TIK

Untuk menunjang program tersebut, Ahad (13/1) kemarin dilakukan workshop bagi para guru. Workshop tersebut untuk memberikan pemahaman bagi para guru dalam memanfaatkan kemajuan TIK untuk menunjang metode pengajaran dan pendidikan.

“Kami dipercaya Kementerian Agama (Kemenag) untuk melaksanakan program kontrak prestasi,” kata Kepala MA An-Nawawi H. Muslikhin Madiani di sela acara tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Muslikin, program  tersebut sekaligus menepis anggapan masyarakat bahwa sekolah di lingkungan pondok pesantren (PP) selalu terkesan kotor dan tidak tertata. “Namun untuk An-Nawawi program sekolah hijau sudah berjalan dengan memanfaatkan lingkungan sekolah dengan berbagai tanaman,” jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih lanjut dijelaskan Muslikin, dengan memanfaatkan TI nantinya penilaian akademik terhadap siswa akan didesain online. Para siswa bisa langsung mengakses nilainya setelah guru mengentri dari hasil ujian.

"Kami yakin pemanfaatan TI ini akan jauh lebih efektif dan efisien. Sekaligus akan meningkatkan SDM, baik guru maupun siswa karena kemajuan TI sekarang ini sudah sedemikian pesatnya," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Purworejo H. Bambang Aryawan menyambut baik serta memberikan apresiasi terhadap program yang dilaksanakan MA An-Nawawi tersebut.

Menurut Bambang, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menuntut penyelenggaraan berbagai kegiatan termasuk dalam dunia pendidikan berbasis elektronik.

“Dengan memanfaatkan teknologi informatika secara bertahap diharapkan bisa membangun sistem informasi pendidikan yang terintegrasi, yang akan menghasilkan output yang cepat, akurat, efisien dan transparan,” tandasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Irwan Sahidin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 12 Maret 2017

Inilah Kekhasan Aswaja NU

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Peserta bahtsul masail pra muktamar NU di pesantren Krapyak, Yogyakarta, membuat sejumlah rumusan perihal penanda khas Aswaja yang dipahami dan dipraktikkan NU. Sidang yang dipimpin KH Muqsith Ghozali dari Situbondo ini menampung pendapat peserta yang didasarkan pada rujukan kitab dan praktiknya oleh walisongo.

Inilah Kekhasan Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kekhasan Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kekhasan Aswaja NU

Pada kegiatan yang berlangsung Sabtu hingga Ahad dini hari (28-29/3), Muqsith membuka sidang dengan penetapan gambaran konsep khosois Awaja yang sudah jelas secara syariah ialah Ma ana alaihi wa ashhabi. Sedangkan secara isthilah merujuk pada salah satu dari empat mazhab di bidang fiqih, di bidang aqidah mengikuti Asy’ari dan Maturidi, dan di bidang tasawuf mengikuti Junaid Al-Baghdadi dan Al-Ghozali.

“Padahal kalau kita merujuk pada Irsyadus Sari, Mbah Hasyim menyebut Abul Hasan As-Syazili dan Al-Ghozali. Tetapi tidak masalah, kita konsisten pada yang sudah maklum saja,” kata Muqsith.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menambahkan poin penanda kekhasan Aswaja NU dari kelompok lain, Ketua LBM PWNU Yogyakarta KH Muzammil mengajak para kiai untuk merujuk pada sejarah masuknya Islam di Indonesia dan walisongo. NU dengan bintang 9 itu diartikan sebagai walisongo.

“Aswaja NU tidak cukup sekadar ‘Ma ana alaihi wa ashabi’, tetapi juga mengikuti cara-cara Walisongo dalam mempraktikkan dan mendakwahkan Islam di tengah masyarakat. Termasuk khosois Aswaja an-Nahdliyah ialah menempatkan ulama sebagai panutan baik sebagai pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Muzammil.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia juga menyebut keramahan terhadap budaya lokal sebagai penanda khas Aswaja NU. “Yang dilakukan para wali ialah tidak melakukan pemberangusan tetapi mengisi budaya lokal sesuai nilai Islam, bukan pembumihangusan. Mengedepankan maslahat, membangun harmoni. Secara garis besar, khosois Aswaja NU mengacu pada cara beragama para wali.”

Sementara Kiai Aniq Muhammadun dari Pati menyebut Aswaja ala NU itu sudah tertuang pada Qanun Asasi yang dikonsep oleh Mbah Hasyim. “Sebab yang di luar NU, itu tidak mau bermadzhab dan bertasawuf. Menurut saya, itulah khosois Aswaja bagi NU,” kata Kiai Aniq.

Di akhir sidang, Muqsith menyebutkan kembali secara umum bahwa aqidah ushuliyah merupakan titik temu NU dengan kelompok Islam lainnya. Sementara aqidah furu’iyah seperti tahlil, tawassul, ziarah kubur, talqin, fidyah, tarekat, manaqib, menjadi penanda khas NU. “Aqidah furuiyah ini menjadi titik beda NU dengan yang lainnya. Kalau yang di sini tahlil, yang di sana tidak maka yang di sana tidak mesti kafir,” ujar Muqsith.

Di bidang politik, kekhasan Aswaja NU terletak pada penerimaan Pancasila dan NKRI. Demikian juga dalam bidang ekonomi, Aswaja NU tidak mendukung kapitalisme atau komunisme. Bahan-bahan ini akan disempurnakan pada forum bahtsul masail di Muktamar NU Agustus mendatang. Kekhasan ini sengaja diangkat mengingat kini banyak kelompok yang juga mendaku sebagai kelompok ahlus sunnah wal jamaah, kata Muqsith. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 11 Maret 2017

Dunia dan Akhirat, Harus dengan Ilmu

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rektor Universitas Islam Sultan Agung Semarang (Unissula) Semarang Anis Malik Thoha mengajak para pelajar MA Wali Songo menggunakan masa remaja untuk menuntut ilmu sebanyak mungkin. Di hadapan para pelajar aliyah itu, ia menyatakan bahwa ilmu merupakan kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Demikian dikatakan Anis Malik dalam acara muwaddaah di halaman MA Wali Songo Pecangaan, Jepara, Ahad (25/5) siang.

Dunia dan Akhirat, Harus dengan Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dunia dan Akhirat, Harus dengan Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Dunia dan Akhirat, Harus dengan Ilmu

Menurut Anis, orang yang tidak berilmu akan kalah dalam berbagai bidang. Katib Aam PCINU Malaysia ini mengutip hadits yang menyatakan, orang yang menginginkan kehidupan dunia dan akhirat harus ditempuh dengan menuntut ilmu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pria kelahiran Demak ini mengimbau setiap golongan untuk mendalami ilmu agama. Apalagi di zaman sekarang di mana menuntut ilmu terbuka luas. 

Karena terpukau dengan penampilan santri-santri pondok tahfidz Wali Songo, ia pun menyatakan memberi peluang beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Bagi hafizh-hafizhoh yang ingin kuliah di Unissula dengan mendapatkan beasiswa, silakan!” tambahnya.

Kesempatan-kesempatan yang ada, saran peraih gelar Doktor dari International Islamic University Islamabad (IIUI) Pakistan itu, perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Tujuannya agar Islam tidak merosot di kemudian hari maka Anda harus manfaatkan kesempatan emas itu,” tegas Anis kepada ratusan peserta didik yang diwisuda.

Pada tahun ajaran 2013-2014 Yayasan Walisongo meluluskan 353 peserta didik. Lulusan dari SMK berjumlah 106, SMA 65, MA 53, MTs 65, dan wisudawan SMP berjumlah 64 peserta didik. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 10 Maret 2017

IPNU Surabaya Deklarasikan Pelajar untuk Indonesia

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sengatan terik matahari pagi hingga siang itu tak menyurutkan semangat para pemuda dan pelajar Kota Surabaya. Bertepatan pada tanggal 28 Oktober 2012 kemarin, bertempat di halaman Pondok Pesantren Amanatul Ummah Siwalankerto Surabaya, Pelantikan pengurus PC IPNU Kota Surabaya masa khidmat 2012–2014 dirangkai dengan Sarasehan dan Deklarasi Pelajar untuk Indonesia berlangsung khidmat sekaligus meriah.

Dihadiri ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Surabaya dan juga seluruh Pimpinan Anak Cabang, Pimpinan Ranting, dan Pimpinan Komisariat IPNU se-Kota Surabaya, acara tersebut dimulai tepat pukul 08.30 WIB. Dibuka oleh penampilan Sholawat Banjari dari MTs dan MA Amanatul Ummah, dilanjutkan dengan pertunjukan Musikalisasi Puisi dari PK IPNU IPPNU Nurul Huda, Qosidah Rebana dari Pondok Pesantren Putri Amanatul Ummah, dan ditutup oleh atraksi Pencak Silat dari PAC IPNU IPPNU Bulak.

IPNU Surabaya Deklarasikan Pelajar untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Surabaya Deklarasikan Pelajar untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Surabaya Deklarasikan Pelajar untuk Indonesia

Acara yang bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda tersebut juga turut dihadiri oleh ketua PCNU Kota Surabaya, KH. Syaiful Halim, ketua umum PP IPNU Ahmad Syauqi, PW IPNU Jawa Timur, Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Bakesbangpol Kota Surabaya, dan juga Dispora Kota Surabaya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

M. Mundzir, ketua PC IPNU Kota Surabaya terpilih, menyampaikan terimakasih kepada seluruh elemen yang turut mensukseskan acara itu. Ia juga berpesan kepada seluruh pelajar Kota Surabaya untuk terus memperjuangkan komitmen bersama, yakni dalam mewujudkan masyarakat pembelajar Kota Surabaya yang berprestasi dan jauh dari perilaku distorsif yang kian marak terjadi dewasa ini.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengarahan selanjutnya, disampaikan oleh romo KH Syaiful Halim. Ia berpesan, khususnya kepada pengurus baru PC IPNU Kota Surabaya, untuk terus berjuang tanpa lelah. “Ketika kita benar-benar ikhlas dalam mengabdi untuk NU, insya Allah hidup kita akan mudah,” demikian ungkapnya.

Setelah prosesi pelantikan pengurus PC IPNU Kota Surabaya usai, dilanjutkan puncak acara, yakni Deklarasi Pelajar untuk Indonesia. Deklarasi yang dipimpin langsung oleh rekan M. Mundzir itu diikuti oleh 18 pelajar perwakilan dari beberapa sekolah di Surabaya, berikut deklarasinya:

Kami Pelajar Kota Surabaya untuk Indonesia:

Menjunjung tinggi nilai pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945

Senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan antar pelajar demi Kota Surabaya kondusif

Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas antar pelajar serta menolak keras aksi tawuran antar pelajar

Berjanji sebagai pelajar yang anti narkoba, dan anti trafficking

Bertekad menumbuhkan kreatifitas pelajar untuk terus berkarya dalam dunia pendidikan dan pembentukan karakter bangsa

Bersama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Surabaya kita ciptakan suasana kota yang hijau, indah dan nyaman

Ketua Umum PP IPNU Ahmad Syauqi berpesan, di tengah kompetisi yang semakin ketat, para pemuda dan pelajar Surabaya yang terakomodir dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama harus dapat mengambil peran krusial dalam peta dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena pemuda sekarang adalah pemimpin masa depan.

Rangkaian ceremonial pelantikan yang dipandu Syamsul dan Isna tersebut ditutup dengan do’a, dan dilanjutkan dengan Sarasehan yang bertajuk: Pelajar dan Kebangsaan. Hadir sebagai narasumber, Dr. Ikhsan dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya, dan Sulistiyo Soedjoso, dari Bakesbangpol Kota Surabaya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syamsul Islami

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah