Selasa, 06 September 2016

Pelajar NU Mesti Ikuti Informasi Politik Pasca Pilpres

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengimbau kepada para pelajar untuk tetap mengikuti perkembangan informasi soal kondisi perpolitikan nasional pasca pilpres. Bagaimanapun, situasi politik masih tetap berlangsung dinamis dan membutuhkan partisipasi aktif publik untuk menentukan arah bangsa ke depan.

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU Khairul Anam Haritsah, akrobat politik di parlemen saat ini menunjukkan adanya persaingan kepentingan antar fraksi partai. Isu revisi Undang-undang tentang MD3 (MPR, DPRRI, DPD, DPRD) adalah di antara bukti dari gambaran kondisi tersebut.

Pelajar NU Mesti Ikuti Informasi Politik Pasca Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Mesti Ikuti Informasi Politik Pasca Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Mesti Ikuti Informasi Politik Pasca Pilpres

“Tarik-menarik Pilkada dilaksanakan secara langsung atau melalui DPRD dalam RUU Pilkada contoh kedinamisan politik pasca pilpres. Isu ini perlu adanya keterlibatan secara aktif karena menyangkut calon pemimpinnya,” ujarnya dalam diskusi publik bertema “Prospek Kualitas Demokrasi Pasca Pilpres 2014” di Jakarta, Jumat (12/9).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Anam mengatakan, Indonesia sedang mencari bentuk demokrasi yang sesuai dengan budaya dan kepribadian bangsa, termasuk dalam proses pemilihan kepala daerah setelah masa reformasi. Apapun bentuk itu, katanya, kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas, bukan semata kepentingan kelompok tertentu.

Hadir dalam diskusi tersebut salah satu pembina IPNU Marwan Ja’far, Hanta Yuda (pengamat politik yang juga Direktur Eks PolTracking), La ode Ida (Wakil Ketua DPD RI), dan Husni Tamrin dari Friedrich Naumann Stiftung (FNS).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Marwan pada kesempatan tersebut menilai bahwa pengalaman pemilu legislatif dan pemilu presiden beberapa waktu lalu mencerminkan gairah baru dalam perkembangan demokrasi di Indonesia. Keterlibatan yang demikian massif, menurutnya, adalah tanda bahwa masyarakat kian melek politik.

“Namun demikian masih ada ego dari para elite politik kita pasca pilpres ini yang menyebabkan komunikasi menjadi kurang maksimal,” tuturnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 05 September 2016

Mengantuk Ketika Shalat atau Dzikir

Assalamu alaikum wr. wb. Yth Redaksi. Ssaya seringkali mengantuk ketika sedang shalat ataupun berzikir, padahal sebelumnya saya sama sekali tidak mengantuk. Apakah hal ini termasuk gangguan setan? Dan bagaimana cara mengobati "penyakit" tersebut? Terima kasih.

Wassalamu alaikum wr.wb. (Ega Prasetya Noor)

Wa’alaikumsalam wa rahamatullah wa barakatuh

Mengantuk Ketika Shalat atau Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengantuk Ketika Shalat atau Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengantuk Ketika Shalat atau Dzikir

Saudara Ega Prasetya Noor yang terhormat.

Rasa kantuk mempunyai manfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Dengan adanya rasa kantuk yang berdampak pada tidur, seseorang akan dapat mengembalikan staminanya setelah sekian lama beraktifitas. Dengan tidur pula orang akan dapat berisitirahat dari keletihan dan kelelahan saat bekerja. Hal ini merupakan dampak positif dari adanya rasa kantuk yang menghinggapi mata manusia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penyebab ngantuk sebagaimana dikemukakan oleh para ahli adalah akibat mulai letihnya syaraf mata dan otak yang bekerja, hingga akhirnya menjadikan pikiran kurang fokus. Selain itu anemia atau sering juga disebut kurang darah, diabetes, depresi, dehidrasi (kurang cairan) dan gangguan tidur yang lain juga dapat menjadikan rasa kantuk seseorang kian bertambah.

Namun mengingat pertanyaan yang anda sampaikan tidak mengarah kepada sebab-sebab yang telah kami kemukakan, dengan bukti bahwa rasa kantuk muncul pada saat shalat atau dzikir saja, kami lebih menilai bahwa hal itu terjadi karena kurangnya niat maupun tekad untuk lebih fokus pada aktifitas yang dilaksanakan (shalat atau dzikir). Bisa juga memang syetan sedang menjalankan aktifitasnya untuk mengganggu anda dalam menunaikan ibadah.

Ar-razi, Ibnu Katsir serta para mufassir lainnya ketika menafsirkan ayat 154 surat Ali ‘Imron banyak yang mengutip pendapat Abdullah bin Mas’ud yang menyatakan bahwa rasa kantuk yang menghinggapi manusia saat shalat berasal dari syetan. Dalam tafsir Mafatih al-Ghaib, Muhammad bin Umar atau yang sering dikenal dengan Fahruddin Ar-Razi mengatakan:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Artinya: dari Ibnu Mas’ud: “Mengantuk ketika dalam kondisi perang dapat menjadikan rasa aman (bagi tentara yang berperang), sedangkan rasa kantuk dalam shalat adalah dari syetan. Hal itu dikarenakan rasa kantuk saat berperang hanya terjadi ketika ia (seorang tentara) telah menyerahkan jiwa raganya kepada Allah secara total dan ia juga tidak peduli lagi dengan urusan duniawi. Sementara kantuk dalam shalat hanya terjadi apabila seseorang jauh (lupa) dengan Allah.”

Saudara penanya yang disayangi Allah. Dari uraian diatas, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa kantuk yang terjadi ketika sedang shalat atau dzikir:

Pertama, selalu memohon kepada Allah agar dijauhkan dari godaan syetan (sering membaca ta’awwudz).

Kedua, kuatkan niat dan tekat untuk lebih fokus mengingat Allah ketika sedang shalat atau berdzikir.

Ketiga, lebih baik lagi apabila anda sering memperbarui wudhu (tajdid al-wudhu) menjelang shalat dan dzikir, agar siraman air yang mengguyur wajah serta sebagian anggota tubuh anda dapat menambah kesegaran dan kebugaran kondisi fisik saat beribadah kepada Allah swt.

Mudah-mudahan aktifitas ibadah yang akan kita lakukan semakin bertambah baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Amin. (Maftukhan)

Ilustrasi: Anggota DPR mengantuk saat sidang

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 04 September 2016

Tukang Becak Ini Nabung Haji Selama 20 Tahun

Makkah, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Haji diwajibkan bagi yang mampu. Namun kemampuan tidak selalu identik dengan kekayaan materi. Karena, berapa banyak orang yang mampu secara materi tidak kunjung berhaji. Sebaliknya, ada juga orang yang tidak mampu secara materi, mendapat panggilan untuk menunaikan ibadah haji.

Salah satunya adalah Maksum Sapii Bunet bin Wahab. Secara materi, kakek 79 tahun asal Madura ini jauh dari kesan mampu. Maklum, profesinya adalah tukang becak dengan penghasilan harian yang tidak menentu. Ada kalanya sampai Rp50ribu, namun tidak jarang juga jauh dari angka itu.

Tukang Becak Ini Nabung Haji Selama 20 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Tukang Becak Ini Nabung Haji Selama 20 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Tukang Becak Ini Nabung Haji Selama 20 Tahun

Kondisi ini tidak menyurutkan niatnya untuk berhaji. Pelajaran rukun iman yang didapatnya sewaktu kecil, menjadi pondasi dasar akan keyakinannya untuk menunaikan rukun Islam kelima ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya dulu ngaji arkanul iman (rukun iman). Satu, harus percaya kepada Allah, baik dan buruknya takdir Allah,” ujarnya saat ditemui di hotel 605 tempatnya menginap yang berada di wilayah Syisyah, Makkah, Rabu (23/08).

“Kedua, saya meyakini pesan ayat Surat Yasin, Innama amruhu idza arada syaian an yaquula lahu kun fayakun. Kalau Allah menghendaki, tidak ada yang bisa menghalangi. Saya percaya itu,” sambungnya sebagaimana dilaporkan Kemenag.go.id.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Jadi kuncinya percaya kepada Allah, lalu berusaha sambil meminta. Kalau Allah mentakdirkan, saya yakin. Kalau Allah menghendaki, saya akan berangkat,” katanya lagi.

Kepercayaan akan kekuasaan Allah adalah pondasi utama. Selanjutnya, Maksum berusaha untuk mewujdukan niatnya berhaji di Baitullah.

Dengan becak, Maksum mencari nafkah untuk dirinya yang kini sudah tidak lagi direpoti anak-anaknya. Enam dari empat belas keturunannya yang masih hidup sudah mempunyai kehidupan sendiri-sendiri. Maka, jika masih ada sisa dari hasil menarik becak, Maksum mengumpulkannya sampai 20 tahun hingga dia bisa mendaftar haji pada 2010 lalu.

“Saya nabung sedikit demi sedikit. Sebab, pendapatannya tidak tentu, kadang dapat 50ribu, kadang kurang,” kenangnya.

“Saya narik becak di Pasar Atum Surabaya. Tiap hari. Tapi kalau nabungnya tidak tentu,” sambungnya.

Setelah menunggu selama tujuh tahun, Maksum bisa berangkat haji tahun ini. Tergabung dalam kloter 6 Embarkasi Surabaya (SUB 06), dia mengaku bahagia dan kaget bisa memenuhi panggilan Allah, sesuai yang dicitakannya sejak lama. “Alhamdulillah. Sampai disini juga. Saya merasa kagum dan kaget,” tuturnya dalam Bahasa Jawa.

Maksum mengaku sampai sekarang masih menarik becak, meski usianya sudah mulai senja. Sepulang haji, dia juga mengaku ingin terus menarik becak, karena profesi itu yang selama ini ia jalani.

“Setelah haji, tetap narik becak. Kalua masih kuat kerja, masih pengen terus agar tidak merepotkan anak,” katanya.

“Kita ke sini kehendak Allah. Kalau Allah tidak menghendaki ya tidak bisa,” tutupnya.

Selamat menunaikan ibadah haji. Semoga Mashum beroleh haji mabrur. Amiin. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 27 Agustus 2016

Kearifan Ulama Kunci Kemajuan Bangsa

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Nahdlatul Ulama sebagai organisasi sosial keagamaan berkiprah dalam menegakkan dan mendirikan bangsa Indonesia. Organisasi para kiai tersebut tak habis dibicarakan orang, mulai dari kronologi, apresiasi, peran sampai visi kejuangannya.

Dalam sejarahnya, NU berkiprah tak hanya lingkup Indonesia saja, melainkan di dunia internasional, sesuai dengan tujuan pendirian NU itu sendiri.

Kearifan Ulama Kunci Kemajuan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kearifan Ulama Kunci Kemajuan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kearifan Ulama Kunci Kemajuan Bangsa

Mustasyar NU Demak KH M Nurul Huda mengutip pendapat peneliti asal Timur Tengah Dr.Abdul Azis At Turisi yang mengatakan Indonesia mendatang akan menjadi pemimpin dunia karena keragaman dan kearifan para ulama Nahdlatul Ulama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Beberapa puluh tahun yang lalu Dr.Abdul Azis sudah mengatakan Indonesia bakal menjadi pemimpin dunia terutama pemimpin bagi negara negara muslim, kok tidak Arab Saudi atau negara yang lain, itu alasannya apa….? Alasannya karena NU nya?” tutur kiai Pengasuh Pesantren At Taslim Demak tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara pada acara Refleksi Harlah NU ke 91 dan peringatan 100 hari wafatnya KH MA Sahal Mahfud di Aula Depan Pesantren Attaslim Krajaan Bintor Demak, Jumat (9/5) yang diselenggarakan MWC NU Demak.

Lebih lanjut KH Nurul Huda memaparkan, kearifan dan kealiman para ulama NU merupakan kunci utama yang diwariskan dari leluhurnya, yaitu Wali Songo. Para wali menyebarkan faham Aswaja di tengah tengah masyarakat melalui pesantren. Di antara ulama rujukan para pejuang NU dari segi ajaran yakni KH Mahfudz Atturmusi, KH Masum Lasem dan KH Hasyim Asy’ari.

“KH Mahfudz, Mbah Maksum serta Mbah Hasyim telah memberi pencerahan pada para alim yang telah menyebarkan Aswaja ke seluruh pelosok tanah air yang dulu sulit digoyahkan oleh para penjajah” imbuh cucu Mbah Maksum ini.

Sementara Rais Syuriyah NU Demak KH Alawy Mas’udi mengatakan, para ulama NU dalam memimpin umat menempatkan pesantren sebagai kawah condrodimuko ideologi agama. Pada saat yang sama para ulama menempatkan kebangsaan sebagai bagaian terpenting. Pandangan ini perlu dikembangkan dan ditingkatkan lagi agar bangsa Indonesia tidak goyah pengaruh global.

“Diakui atau tidak namanya pesantren sebelum, dan saat penjajahan sampai saat ini merupakan benteng utama bangsa Indonesia. Ini bahkan diakui dunia luar kalau ingin menghancurkan Indonesia, maka hancurkan NU yang berbasis pesantren,” tegas KH Alawy.

Harlah NU yang diisi acara refleksi dengan tema “Meneguhkan Kembali Visi Perjuangan NU” tersebut diikuti pengurus MWC, Ranting NU se-Kecamatan Demak Kota, serta santri, Direktur RSI NU Demak dan masyarakat sekitar. (A.Shiddiq Sugiarto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 20 Agustus 2016

PB PMII: Selamatkan Indonesia dari Ketidakpastian Hukum!

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?



Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menilai penegakan hukum dan hak asasi manusia adalah kunci penting di dalam negara hukum. Sesuai peraturan yang ada, Indonesia adalah Negara hukum, tapi secara substansi jauh panggang dari api. Penegakan hukum bisa dibilang ? masih “melempem”. Kebijakan yang telah disusun belum “sakti” dalam tataran aplikasi.?

Wakil Sekretaris Jenderal PB PMII Athik Hidayatul Ummah mengatakan, masalah-masalah yang kerap muncul dalam persoalan hukum di antaranya, penegakan hukum yang masih tumpul ke atas namun runcing ke bawah, penegakan hukum yang masih diwarnai penyalahgunaan wewenang oleh aparatnya, termasuk “budaya” pungli.?

PB PMII: Selamatkan Indonesia dari Ketidakpastian Hukum! (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII: Selamatkan Indonesia dari Ketidakpastian Hukum! (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII: Selamatkan Indonesia dari Ketidakpastian Hukum!

“Nampaknya potret buram penegakan hukum terjadi dari hulu hingga hilir: mulai dari penyelidikan, penyidikan, persidangan, dan bahkan penyimpangan terjadi di rumah tahanan,” katanya melalui siaran pers Ahad (16/10).

Di sisi lain, kata dia, kita harus berkaca pada paket-paket kebijakan ekonomi yang telah dirilis sebelumnya. Iintensitas kebijakan tersebut belum sebanding dengan efektivitas pelaksanaan. Tentu ini harus menjadi evaluasi dan pelajaran dalam rangka membuat paket-paket yang lain, termasuk paket reformasi hukum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Oleh karena itu PB PMII menilai bahwa kebijakan yang akan dikeluarkan oleh pemerintah harus dikawal dengan baik. Adapun rekomendasi yang diberikan sbb:?

1. PB PMII mendukung pentingnya menguatkan kehadiran negara dalam melakukan keadilan hukum dan hak asasi manusia untuk seluruh rakyat Indonesia.

2. PB PMII mendorong segala kebijakan yang dikeluarkan pemerintah harus menjadi peraturan yang berkualitas, efesien dan kongkrit, peraturan yang tidak tumpang tindih antara satu dengan lainnya, membawa manfaat untuk melindungi rakyat, tidak mempersulit rakyat, dan memberi keadilan bagi rakyat.

3. PB PMII mendukung penguatan KPK menumpas kejahatan korupsi. KPK harus bekerja secara profesional, independen, bebas dari intervensi politik, transparan, dan terpenting bekerja tanpa pandang bulu. Terutama segera menuntaskan skandal korupsi besar yang telah merugikan dan memalukan Negara.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

4. PB PMII mendorong rekruitmen penegak hukum; polisi, jaksa, dan hakim, harus dilakukan secara transparan melalui online dan pengawasan eksternal.

5. PB PMII mendorong penyelenggaraan tata kelola cleen and good governance. Penyelesaikan kasus-kasus dan pelayanan publik harus dilakukan secara transparan.

6. PB PMII mendesak keseriusan reformasi lembaga penegak hukum sekaligus aparatnya. Pemerintah harus membangun penguatan kultur hukum (legal culture) yang positif secara massif dan sistematis untuk mengembalikan kepercayaan publik.?

7. PB PMII mendorong segera disahkannya RKUHP yang Pancasilais. (Red: Abdullah Alawi)?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 19 Agustus 2016

Batasan Haid Perempuan Pengguna KB

Assalamu alaikum. Redaksi Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah yang terhormat. Saya mau bertanya perihal haid pengguna KB dengan alat kontrasepsi hormonal suntik. Setelah mengikut program itu, haid saya jadi tidak teratur. Saya kadang haid lebih dari lima belas hari. Itu pun hanya keluar flek. Apakah darah flek itu darah haid? Kalau bisa disebut haid, apakah flek yang keluar lebih dari 15 hari masih bisa disebut darah haid atau istihadloh? Mohon penjelasannya karena ini menyangkut dengan ibadah. Terima kasih. Wassalamualaikum wr.wr. (Putri Hidayani)

 

Jawaban

Batasan Haid Perempuan Pengguna KB (Sumber Gambar : Nu Online)
Batasan Haid Perempuan Pengguna KB (Sumber Gambar : Nu Online)

Batasan Haid Perempuan Pengguna KB

Assalamu’alaikum wr. wb.

Mbak Putri yang dirahmati Allah. sebagaimana dimaklumi bahwa haid itu menurut madzhab syafi’I paling sedikit selama siang dan malam. Paling lama 15 hari. Namun lazimnya 6 atau 7 hari. Sementara mazdhab Hanafi, haid paling lama 10 hari.

Kendati demikian, di kalangan syafi’iyah sendiri terdapat perbedaan pendapat. Untuk itu baiklah disimak keterangan Imam Nawawi dalam karyanya Raudhotut Tholibin.

? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Haid paling sebentar hanya sehari semalam menurut ini Madzhab. Atas dasar pendapat ini persoalan bisa bercabang. Paling lama 15 hari. Lazimnya 6-7 hari. Masa suci antara satu dan haid lainnya, 15 hari. Biasanya masa suci sebulan penuh. Paling banyak, tiada batas. Kalau kita dapati seorang perempuan mengalami haid secara teratur kurang dari sehari semalam atau lebih dari 15 hari; atau perempuan yang suci kurang dari 15 hari, maka sekurangnya ada 3 pendapat berbeda di kalangan ulama. Pendapat pertama, tidak ada model pada kasus ini. Kedua, ia harus mengikuti pola siklus demikian. Ketiga, kalau pola ini sesuai dengan temuan sebagian madzhab ulama salaf, kita ikuti pola demikian. Kalau tidak sesuai, kita tidak terima pola demikian.

Iklim dingin dan panas juga memengaruhi siklus haid perempuan. Ini pula yang membuat penetapan bilangan hari-hari haid menjadi berbeda di kalangan ulama. Demikian diterangkan Imam Nawawi dalam Raudhohnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Imam Nawawi dalam Al-Majemuk, Syarah Muhadzdzab menyebutkan sejumlah pendapat ulama yang menyatakan bahwa haid perempuan paling lama 15. Ada lagi yang mengatakan, 17 hari. Ada lagi yang menyatakan, 20 hari.

Ibrahim Al-Baijuri dalam hasyiyatul Baijuri ala Fathil Qarib menyebutkan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pendapat muktamad pada kasus haid ini harus dadasarkan pada metode istiqra, induktif dengan menarik prinsip umum dari banyak kasus. Artinya prinsip yang bisa dijadikan pedoman dalam menetapkan batas minimal, maksimal, hingga standar kelaziman haid.

Demikian disebutkan Abdurahman Zaidi dalam karyanya Al-Ijtihad bi Tahqiqil Manath wa Sulthonihi fil Fiqhil Islami, Kairo, Darul Hadits, Halaman 429.

? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Para ahli fiqih berbeda pendapat di dalam bilangan lamanya haid. Imam Malik dan imam Syafi’I menyebutkan 15 hari sebagai batasan maksimal. Sementara Imam Hanafi, 10 hari. Sementara tidak ada nash jelas yang menyebutkan ketentuan haid ini. yang jelas, sebab itu tidak bisa dipulangkan pada perbedaan dalil, tetapi pada perbedaan kebiasaan masing-masing perempuan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bersandar pada kaidah ini, bantuan keterangan ahli medis untuk mengetahui kebiasaan haid perempuan sangat dimungkinkan. Demikian halnya pada kasus haid, begitu juga pada kasus nifas.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bila masalah ini tidak bisa dirujuk pada nash secara hakiki-yang mana sebagian dari para ulama merasa nyaman pada sebagian nash-maka dimungkinkan bisa dibantu dengan ketetapan para dokter perihal batasan jenis darah apakah itu memang darah haid, istihadloh, atau nifas. Dengan ini, kesulitan dan kebimbangan perempuan pada isu ini selesai.

Menurut hemat kami, yang lebih pas penetapan jenis darah haid berikut penghitungannya mesti didasarkan pada riset kalangan medis. Mengingat tidak ada nash perihal ini, maka keterangan dokter yang bisa dipercaya akan sangat membantu kita dalam menetapkan apakah darah yang bersangkutan betul darah haid atau bukan.

Jadi, kalau kita memakai patokan sederhana Imam Syafi’i, haid paling lama 15 hari. Lebih dari itu dihukumi sebagai darah istikhadzoh atau darah haid yang tidak lazim dan yang bersangkutan wajib melakukan shalat kembali seperti biasa.

Namun penjelasan dari dokter atau bidan yang mengerti soal ini penting juga sebagai acuan. Pasalnya, makanan, cuaca, macam-macam bahan kimia sudah masuk ke dalam manusia sekarang ini. Itu semua tentu akan memengaruhi darah haid berikut siklus regulernya. Sekali lagi, untuk soal haid, keterangan dokter atau bidan KB sangat membantu untuk menjawab pertanyaan saudari penanya yang terhormat. Wallahu a’lam

Wallahul Muwaffiq ila Aqwami Thoriq.

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Alhafiz K.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 17 Agustus 2016

LP Ma’arif Luncurkan Pergamanas Perdana

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama, Jumat (14/11) petang, meluncurkan Perkemahan Pramuka Penggalang Ma’arif NU Nasional (Pergamanas) Ke-1 di gedung PBNU, Jakarta. Perhelatan ini mengusung tema “Pramuka Ma’arif NU Bersatu, Berkarya, Membangun Karakter Bangsa”.

LP Ma’arif Luncurkan Pergamanas Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif Luncurkan Pergamanas Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif Luncurkan Pergamanas Perdana

Acara peluncuran dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Ketenagakerjaan Muh Hanif Dhakiri, dan sejumlah perwakilan dari Kementerian Sosial, Kementerian Pemuda dan Olaraga, serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Menurut rencana, Pergamanas perdana ini diselenggarakan secara nasional pada 7-15 Januari 2015 di Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat. Sekitar 4000 siswa tingkat penggalang dari berbagai provinsi bakal meramaikan kegiatan akbar tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua PP LP Ma’arif NU HZ Arifin Junaidi mengatakan, Pergamanas digelar setelah pihaknya sukses melaksanakan Perwimanas (Perkemahaan Wirakarya Ma’arif NU Nasional) pada 2013 lalu. Kegiatan ini menitikberatkan pada pembinaan karakter pelajar agar berguna bagi diri, keluarga, bangsa, dan negara.

“Karena itu, dalam kegiatan kemah pramuka di LP Ma’arif NU selalu ada olimpiade keislaman, olimpiade kebangsaan, wisata religi, pentas budaya-budaya Indonesia, penanaman seribu pohon, bazar khas makanan Indonesia dan lainnya,” imbuhnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saat ini panitia penyelenggara telah menerima konfirmasi kesanggupan peserta dari 25 provinsi. Jumlah ini sudah melewati angka peserta Perwimanas tahun lalu yang diikuti 16 provinsi atau sekitar 3000 siswa.

Arifin juga menyampaikan, untuk memperkuat ciri khas, Pergamanas memasukkan olimpiade Aswaja sebagai bagian dari kegiatan utama. Pergamanas menghadirkan pula para peninjau dari luar negeri, antara lain Arab Saudi, Malaysia, Singapura, dan Mesir. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah