Senin, 12 Desember 2011

LTMNU Bogor Prihatin dengan Kondisi Masjid

Bogor, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatu Ulama (PC LTMNU) se-wilayah Bogor (Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Kota Depok) mengadakan silaturahim dan konsolidasi.

Acara ini dalam rangka menjawab keluhan warga ahlusunnah waljamaah (Aswaja) yang belakangan banyak diganggu oleh kelompok lain, bertempat di Kantor PCNU Kabupaten Bogor Jl.bina Citra No.5 Kp.Cipayung Kelurahan Tengah kecamatan Cibinong.

LTMNU Bogor Prihatin dengan Kondisi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Bogor Prihatin dengan Kondisi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Bogor Prihatin dengan Kondisi Masjid

Hadir KH Abdul Manan Ghoni, Ketua PP LTMNU, KH Suaedy, wakil ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatu Ulama (PP LPNU), pengurus cabang NU dan Pengurus Lembaga Takmir Masjid NU se-korwil Bogor.

 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Abdul Manan, mengatakan; masjid jangan hanya dibangun megah-megah tapi sepi dari jamaah. Sepinya warga yang berjamaah, menurutnya dikarenakan beberapa hal, di antaranya; pembangunan masjid hanya mempertimbangkan kemegahan fisiknya. Oleh karena itu ia menegaskan kepada seluruh pengurus lembaga takmir masjid, agar ikut memikirkan persoalan ummat. Kita harus siap menjadi pemimpin sekaligus khadimul ummah (pembantu ummat), baik dalam pencerahan keagamaan dan problem-problem yang dihadapi jamaah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Adapun ancaman dari kelompok lain, tidak perlu dirisaukan karena nantinya jamaah akan tahu sendiri siapa yang lebih pantas untuk menyampaikan agama. Sebab belakangan ini masyarakat sudah sadar untuk menanyakan segala sesuatunya pada ahlinya. Jika tanya soal mesin pasti ke bengkel, begitu juga tanya agama, masyarakat sudah sadar pasti tanya pada orang yang pernah di pesantren.

Di sisi lain, Takmir masjid harus memperhatikan kesejahteraan ummat. Meminjam Istilah Kiai Masdar Farid Masudi, Rais Syuriyah PBNU, takmir masjid harus bisa menjadikan masjid sebagai spirit kesejahteraan dan kesalehan sosial. Dari rumah (masjid)-Nya kita makmurkan bumi-Nya, imbuhnya.

Sementara Kiai Suaedy mengatakan; kedepan masjid harus mempunyai koperasi tersendiri agar menjauhkan jamaahnya dari pinjaman pasukan rentenir yang dapat mencekik perekonomian keluarga. Dengan adanya koperasi yang dikelola tiap masjid nanti kita dapat membantu mengkoordinasi pemasaran hasil produksi jamaah antara masjid satu dengan masjid yang lain, bahkan masjid antar daerah dan propinsi lain. Dengan usaha ini masjid nantinya tidak perlu lagi meminta-minta sumbangan di tengah jalan. Bahkan dengan adanya koperasi masjid nanti dapat memberikan bantuan-bantuan kepada warga yang kurang mampu, baik untuk beasiswa pendidikan, kesehatan dll.

Kiai Romdon berterimakasih di datangi banyak kiai dan berharap menjadi berkah buat PCNU dan warga Bogor pada umumnya. Ketika ditanya bagaimana persoalan masjid, ia mengatakan keresahan jamaah ahlu sunnah waljamaah terutama di wilayah Bogor dan sekitarnya saat ini sama, yaitu ada aliran-aliran Islam yang berbeda dengan yang sudah berjalan saat ini.

“Tapi, saya sudah menghimbau kepada seluruh Pengurus LTMNU dan LDNU Kabupaten Bogor untuk mengajak dialog dengan baik dengan mereka yang berbeda. Prinsipnya persoalan agama harus kembali kepada al-Quran, Hadist dan ilmunya para sahabat serta ulama. Dalam konteks sekarang yang banyak bermunculan aliran-aliran Islam, mau tidak mau harus kembali pada ulama. Karena mereka adalah pewaris para Nabi (al-Ulama warastatu al—anbiya),”

Sementara Ahsan Ustadzi, sekretaris PCNU Kab. Bogor menghendaki agar silaturahim antar pengurus LTMNU se-wilayah Bogor dapat diagendakan bulanan. Sehingga problem yang dihadapi masyarakat dapat segera terjawab dengan baik. Sebagai ummat Islam tentu tidak dapat dipisahkan dengan masjid sehingga tanpa diundangpun warga masyarakat sudah berduyun-duyun ke masjid. Dengan demikian, masjid tetap menjadi tempat yang paling strategis untuk pengembangan kemaslahatan dan kesejahteraan ummat.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Internasional, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 04 Desember 2011

Tatang Siap Mundur dari Banser

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kasatkornas Banser menolak dimasukkannya unsur eksternal aparat TNI AL atau marinir dalam pelaksanaan Kongres XIV di Surabaya 13-18 Januari 2011 sebagai pengendali utama keamanan Kongres. Karena itu kalau protes ini tidak direspon maka Ketua Satkornas Banser H. Tatang Hidayat dan ketua-ketua Banser se Indonesia siap mundur dari Banser.



Tatang Siap Mundur dari Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Tatang Siap Mundur dari Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Tatang Siap Mundur dari Banser

“Kalau Kongres itu di bawah kendali marinir berarti, GP Ansor di bawah marinir. Karena itu kita menolak keterlibatan marinir tersebut dan meminta agar Ketua Umum PP GP Ansor H. Saifullah Yusuf mengembalikan hak kami. Kami juga tidak akan mengganggu kedaulatan kongres,”kata Ketua Banser Tatang Hidayat pada wartawan di Jakarta, Senin (10/1).

Hadir antara lain Kasatkorwil Banten H Rois, DKI Jakarta Ir H Syakur Mustofa, Jawa Barat H Hartono, DI Yogyakarta M Chozen, Jawa Tengah H Ali Mahfudz, Jawa Timur Drs H Mujib Sadzili, Kepri mewakili Sumatera Drs Sunardi, Sulawesi Selatan Nurdin Tajeri dan Kasatkorwil Kaltim mewakili Kalimantan Henry.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang pasti lanjut Tatang, Banser adalah kader inti yang kebradaannya melekat pada struktur organisasi sesuai AD/ART GP Ansor Bab IV pasal 18. Bahwa Banser memiliki fungsi kaderisasi, dinamisator dan stabilisator di mana Banser menjadi pintu masuk bagi generasi muda NU untuk menjadi anggota Banser disamping proses rekruitmen yang dilakukan oleh GP Ansor.

Selain itu Banser menjadi motor penggerak sekaligus pelaksana di semua lini program kerja GP Ansor terutama di bidang ideology, social kemasyarakatan, mengawal komitmen pluralism, pemberdayaan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selanjutnya menurut Tatang, Banser menjadi pengendali utama setiap kegiatan internal organisasi sesuai kompetensi dan keterampilan yang dimilikinya. “Untuk stabilisator ini Banser kerjasama dengan Polri. Karena itu tidak benar jika Banser melakukan pelatihan dengan unsure marinir,”tambah Tatang.(amf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 03 Desember 2011

Kuatkan Barisan dengan Silaturahim ke Pimpinan Banom NU

Mojokerto, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Halal bihalal merupakan salah satu tradisi Nahdlatul Ulama (NU) yang masih terawat hingga saat ini. Demikian pula yang dilakukan Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Untuk menyolidkan hubungan antarorgan di lingkungan NU, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Jetis Mojokerto mengajak kader untuk bersilaturahim ke kediaman pimpinan badan otonom (banom) NU yang ada kecamatan setempat.

Kuatkan Barisan dengan Silaturahim ke Pimpinan Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuatkan Barisan dengan Silaturahim ke Pimpinan Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuatkan Barisan dengan Silaturahim ke Pimpinan Banom NU

Para anggota organisasi pelajar ini antara lain mengunjungi pimpinan Muslimat NU, Fatayat NU, Gerakan Pemuda Ansor, Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) NU, ketua MWCNU, serta alumni pimpinan IPNU-IPPNU pada periode sebelumnya.

Saat dikunjungi, Maslihul Amin selaku Ketua Ishari NU Kecamatan Jetis sempat melempar canda kepada kader NU. "Pemuda NU iku seng penting obah (pemuda NU itu yang penting gerak)," ujarnya, Kamis (29/6).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, sebagai generasi penerus kepengurusan NU, para pemuda harus bisa bermanfaat bagi masyarakat. Jika sejak muda sudah terjun langsung menghadapi masyarakat dengan berbagai macam karakter, diharapkan nantinya ketika sudah dewasa benar-benar bisa menempatkan dirinya di mana pun dia berada.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Semoga tali persaudaraan ini tetap terjaga, dan juga kita senantiasa diberikan kekuatan untuk terus bisa memperjuangkan NU sehingga bisa melanjutkan perjuangan ulama terdahulu," imbuhnya. (Nuruddin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 29 November 2011

Mbah Ngis dan Resep Menghentikan Kenakalan Anak

Mbah Ngismatun Sakdullah Solo (wafat 1994) – biasa dipanggil Mbah Ngis - memiliki seorang anak laki-laki bernama Pak Udin. Ketika masih kecil, Pak Udin sering mendapat perlakuan nakal dari anak tetangga yang usianya memang lebih tua. Pak Udin suka bermain di atas pohon nangka yang berada di samping rumahnya dengan ketinggian tak seberapa.

Seringkali terjadi ketika Pak Udin? bertengger di atas pohon, tak lama setelah itu ada tangan jahil dari arah bawah yang secara tiba-tiba masuk ke dalam celana kolornya yang longgar. Lalu tangan itu membetot “sarang burung” miliknya. Pak Udin merasa kesakitan luar biasa dan berteriak kesakitan, “Aduuuh…aduuuh…!”

Mbah Ngis dan Resep Menghentikan Kenakalan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Ngis dan Resep Menghentikan Kenakalan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Ngis dan Resep Menghentikan Kenakalan Anak

Setelah Pak Udin berteriak seperti itu, tak lama kemudian anak tetangga tersebut menjauh dari tempat kejadian sambil tertawa terbahak-bahak. Ia seperti merasa sangat puas dengan apa yang telah dilakukannya. Kejadian seperti ini berulang kali. Pak Udin? merasa tidak tahan dinakali terus-menerus seperti itu? hingga akhirnya ia? melapor kepada ibunya. Mbah Ngis merasa sangat prihatin dengan perilaku “menyimpang” dari anak tersebut. Tetapi Mbah Ngis tidak sanggup melaporkan hal itu kepada ayahnya karena Mbah Ngis sangat menaruh hormat kepadanya.

Mbah Ngis kemudian memberi resep? kepada Pak Udin untuk membuat anak tetangga itu jera dari kenakalannya. Mbah Ngis meminta Pak Udin berteriak sekerasnya dengan menyebut-nyebut namanya ketika anak itu beraksi. Pak Udin paham dengan petunjuk Mbah Ngis dan setuju dengan apa yang diajarkannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Benar. Hari berikutnya ketika Pak Udin sedang bersantai ria di atas pohon, tiba-tiba anak tetangga itu? melakukan apa yang biasa ia lakukan terhadapnya. Seketika itu Pak Udin berteriak dengan menyebut-nyebut? namanya sekeras mungkin. “Kang Fulan, aduuuh..! Kang Fulan, aduuuh...!

Mendengar Pak Udin meneriakkan namanya hingga berkali-kali dengan suara sangat keras, anak tetangga itu? akhirnya menghentikan aksinya. Ia tidak tertawa terbahak-bahak sebagaimana biasanya. Ia tampak bingung harus berbuat apa sebelum akhirnya lari terbirit-birit. Ia pulang ke rumahnya. Tak lama setelah itu dari tempat Pak Udin berada di atas pohon Pak Udin mendengar suara anak yang mengaduh kesakitan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Aduuuh… kapok Bapaaak...! Aduuuh… kapok Bapaaak..!”

Pak Udin yakin itu suara Kang Fulan. Pak Udin penasaran dan segera berlari menuju rumahnya. Pak Udin? ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Kang Fulan. Dari luar jendela rumahnya, Pak Udin? melihat Kang Fulan sedang digebuki ayahnya dengan sulak dari rotan. Bulu-bulunya rontok karena berulang-ulangnya pukulan ayahnya.

“Ojo kurang ajar kowe! Kapok opo ora kowe…?!” (Jangan kurang ajar kamu! Kapok tidak kamu?!). Kata sang ayah? sambil menghajar Kang Fulan. Ternyata sang ayah menyaksikan sendiri dari jendela rumahnya apa yang dilakukan Kang Fulan terhadap Pak Udin ketika ia berteriak-teriak menyebut namanya sambil mengaduh kesakitan.

“Kapok Bapaaak… Kapok Bapaaak…,” katanya sambil menangis kesakitan dan meminta ampun.

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, IMNU, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 22 November 2011

PW IPPNU Sumbar Berangkatkan 28 Orang ke Kongres

Padang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Wilayah Ikatan PelajarNahdlatulUlama (PW IPPNU) Sumatera Barat beserta Pimpinan Cabang IPPNU se-Sumbar akan berangkat ke Kongres  XVI IPPNU di Asrama Haji Palembang, Sumatera Selatan. Rombongan sebanyak  28 orang berangkat Kamis, 29 November 2012. Utusan yang akan berangkat terdiri dari Ketua, Sekretaris,Wakil Ketua Bidang Organisasi, dan Wakil Ketua Bidang Kaderisasi.

Ketua PW IPPNU Sumbar Fitria Angraini kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Selasa (27/11/2012) di sekretariat PW IPPNU Sumbar  berharapkan dalam kegiatan Kongres XVI IPPNU nanti di Palembang bisa merekomendasikan kader yang akan memimpin IPPNU tiga tahun ke depan adalah kader-kader yang benar-benar mempuyai loyalitas di organisasi.

PW IPPNU Sumbar Berangkatkan 28 Orang ke Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)
PW IPPNU Sumbar Berangkatkan 28 Orang ke Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)

PW IPPNU Sumbar Berangkatkan 28 Orang ke Kongres

“Calon ketua umum adalah kader yang sesuai dengan UU Nomor 40 tentang Kepemudaan. Sehingga proses organisasi di Indonesia bisa berjalan dengan baik. Regenerasi di organisasi IPPNU harus jalan,” kata Fitria.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Armaidi Tanjung

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 19 November 2011

Pasar Rakyat NU Pacitan Pamerkan Produk Lokal

Pacitan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Untuk pertama kalinya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pacitan menggelar “Bazar Ekonomi Kerakyatan Warga Nahdliyin” dan konsolidasi organisasi. Di alun-alun Pacitan, pemotongan pita menandai pembukaan pasar rakyat ? yang menampilkan banyak produk lokal.

Pasar Rakyat NU Pacitan Pamerkan Produk Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat NU Pacitan Pamerkan Produk Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat NU Pacitan Pamerkan Produk Lokal

Pasar rakyat dibuka oleh Ketua MUI Pacitan yang didampingi Sekretaris PCNU Pacitan M Nurul Huda dan Ketua GP Ansor Pacitan Khoirul Anam, Kamis (17/9). Pasar rakyat ini berlangsung Kamis-Jumat (17-18/9).?

Produk lokal unggulan Nahdliyin Pacitan yang ditampilkan antara lain kain batik, makanan khas, oleh-oleh Pacitan, suvenir, macam-macam furnitur, seragam dan atribut NU serta aneka batu mulia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengunjung pasar rakyat ini juga dihibur oleh penampilan Orkes Gambus Aiwaah dari pondok pesantren Tremas, Pacitan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

M Nurul Huda mengatakan, kepedulian NU terhadap umat tidak hanya sebatas urusan ukhrawi, namun juga urusan duniawi seperti membangun perekonomian umat.

“Jamaah kita itu punya berbagai macam produk yang secara kualitas tidak kalah dengan yang tersebar di berbagai supermarket. Namun kita lemah di pemasaran. Maka pengurus NU perlu memberikan solusi pemasaran,” ungkap Huda.

Ia berharap pasar rakyat ini mampu meningkatkan usaha warga NU serta dapat meningkatkan daya saing usahawan nahdliyin. Ia juga berharap pemerintah daerah turut mendukung upaya pemberdayaan ekonomi jamaah NU.

“Kegiatan ini rencananya akan terus digelar rutin setiap tahun, sehingga peluang pasar akan terus terbuka dan perekonomian umat terangkat,” kata Huda.

Pasar rakyat yang diikuti oleh MWCNU sekabupaten Pacitan dan Banom NU Ini digelar dalam rangka meramaikan gelaran konsolidasi organisasi Nahdlatul Ulama Pacitan agar kepengurusan semakin solid serta khidmah NU kepada masyarakat semakin lebih nyata. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 18 November 2011

Ali Masykur: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Semu

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa mengkritik pemerintah yang mengklaim kesuksesan pembangunan Indonesia di bidang ekonomi. Menurut dia, klaim tersebut tidak sesuai kenyataan.

“Saya bangga Indonesia pertumbuhan ekonominnya 6.3 hingga 6,4 persen. Investasinya juga sangat signifikan tiga tahun berturut-turut. Tetapi, saya katakan, investasi dan pertumbuhan itu semu karena tidak didasarkan pada sektor riil di bawah,” ujarnya.

Ali Masykur: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Semu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Masykur: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Semu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ali Masykur: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Semu

Ali Masykur mengatakan hal itu pada forum refleksi kebangsaan “Nasionalisme di Simpang Jalan” yang diselenggarakan Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (19/7) petang. Turut hadir  guru besar Universitas Jayabaya Rusydi, para kader muda NU, dan sejumlah komunitas di Jakarta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kesemuanya itu, menurut Ali Masykur, karena wujud pertumbuhan tidak di level UMKM melainkan lebih banyak di pasar modal. Posisi pasar modal dinilai sangat rapuh karena ia bukan investasi langsung berjangka panjang lantaran tergantung, misalnya, pada faktor politik internasional.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dia mengingatkan tentang perlunya berhati-hati dengan jebakan klaim keberhasilan yang menggambarkan seolah-olah Indonesia menjadi kekuatan ekonomi baru di dunia. Sebab, kesejahteraan rakyat belum benar-benar terjadi dan kedaulatan ekonomi masih jauh dari pangang api.

Ali Masykur menambahkan, kepemilikan kekayaan dalam negeri belum sejalan dengan semangat nasionalisme ekonomi Indonesia. “Karena 88 persen dari total K3S (kontraktor kontrak kerja sama) yang mengeksplorasi dan mengeksploitasi migas di Indonesia itu bukan Pertamina,” paparnya.

Sementara itu Rusydi menggarisbawahi, problem pokok di Indonesia adalah pada penegakan hukum yang tidak adil. Persoalan kian runyam ketika pemerintah tak mampu bersikap tegas dan mudah dikendalikan kekuatan asing.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah