Senin, 30 Mei 2016

UNU Ponorogo Segera Diluncurkan

Ponorogo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Keinginan Warga Nahdlatul Ulama (PCNU) KabupatenPonorogo, JawaTimur untukmendapatkan layanan pendidikan tinggi yang berbasis Ahlussunnah wal Jamaah akan segera terwujud. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Ponorogo merampungkan evaluasi di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

UNU Ponorogo Segera Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Ponorogo Segera Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Ponorogo Segera Diluncurkan

“Alhamdulillah izin sudah masuk di BAN PT untuk akreditasi 10 prodi (program studi) yang diajukan. Semoga awal bulan Agustus 2016 izin sudah keluar,” ungkap Murdianto An-Nawie dari Bidang Pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) PCNU Ponorogo, Ahad (31/7).

Menurut Murdianto, kalau izin dari Dikti dan BAN PT sudah keluar, maka UNU Ponorogo akan segera diluncurkan serta memulai proses penerimaan mahasiswa baru.?

“Bulan depan Insyaallah UNU Ponorogo sudah bisa launching. Setelah itu baru rekrutmen dan pendaftaran mahasiswa baru,” terang Wakil Rektor I INSURI Ponorogo ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berbagai fasilitas telah dipersiapkan untuk pendirian kampus NU tersebut, gedung 16 lokal, 3 unit laboratorium dan tanah seluas 11.000 meter persegi yang akan ditempati. Untuk mengurus berbagai fasilitas dan administrasi pendirian UNU, PCNU Ponororgo membentuk tim ad hoc pendirian UNU, terdiri dari unsur Syuriyah dan Tanfidziyah. “Mohon do’a restu dari semua pihak,” pinta Murdianto. (Effendi Abdul Wahid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Ahlussunnah, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 27 Mei 2016

Rijalul Ansor Kota Banjar Gerakkan Budaya Ziarah

Banjar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Puluhan pengurus dan anggota Rijalul Ansor Kota Banjar meziarahi makam ulama setempat, Jumat (14/11). Kegiatan ini merupakan agenda wajib Rijalul Ansor Kota Banjar setiap Jumat kedua saban bulan.

Rijalul Ansor Kota Banjar Gerakkan Budaya Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rijalul Ansor Kota Banjar Gerakkan Budaya Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rijalul Ansor Kota Banjar Gerakkan Budaya Ziarah

Mereka meziarahi dan membacakan tahlil untuk ulama-ulama berpengaruh di kota tersebut di antaranya KH Sanusi, KH Sobrowi, dan KH. Abdurrohim.

"Alhamdulillah ini kali kedua kita ziarah ke makam para ulama di Kota Banjar dan seluruh anggota sangat antusias dengan agenda ini," papar Irfan Saeful Rohman, sekretaris Rijalul Ansor Kota Banjar, Jumat (14/11).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Secara berurutan para pemuda NU itu mengawali kunjungan ke makam simbah KH. Sanusi di Langensari, selanjutnya makam simbah KH. Abdurrohim di Citangkolo, dan diakhiri makam simbah KH. Sobrowi di Randegan.

Selain mengenang ketokohan para ulama, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahim para anggota Rijalul Ansor. "Kondisi apapun, sedikit atupun banyak anggota yang mengikuti ziarah, kami tetap melaksanakan kegiatan ini karena ini sudah menjadi agenda wajib Rijalul Ansor," kata Ketua Rijalul Ansor Kota Banjar Anwar Ibrahim. (Ahmad Muhafid/Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 26 Mei 2016

Dua Buku ini Keliru Mencantumkan Logo NU

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Logo Nahdlatul Ulama yang menyebar ke masyarakat ternyata tidak satu versi. Selain bentuk huruf, perbedaan dari sejumlah lambang organisasi tersebut juga terletak pada warna latar dan tulisan. Bahkan, kini ditemukan logo NU yang salah tulis.

Dua Buku ini Keliru Mencantumkan Logo NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Buku ini Keliru Mencantumkan Logo NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Buku ini Keliru Mencantumkan Logo NU

Berdasarkan pantauan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah setidaknya ada dua buku yang menggunakan logo NU secara keliru. Yakni, NU dan Bangsa 1914-2010: Pergulatan Politik dan Kekuasaan karya Nur Khalik Ridwan dan Dari Kiai NU ke NU Miring yang merupakan kumpulan tulisan dengan penyunting Binhad Nurrohmat. Keduanya adalah terbitan pertama Ar-Ruzz Media, Yogyakarta, 2010.

Pada sampul kedua buku itu terpasang logo dengan tulisan mirip Nahdlatul Ulama. Namun jika diperhatikan, diketahui ada penambahan huruf alif pada penggalan kata akhir, sehingga lebih tepat dibaca ”nahdlatul u-lama”. Secara isi, pembahasan buku-buku ini memang bertema ke-NU-an.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemasangan logo keliru yang sama juga pernah dilakukan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 2012 lalu saat menggelar Pelatihan untuk Pelatih (ToT) Sosialisasi Empat Pilar di Lingkungan Pengurus Keagamaan, dalam hal ini NU dan Muhammadiyah. Logo NU yang salah tulis tersebut dijumpai pada spanduk acara yang terbentang di atas panggung dan halaman pintu masuk.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di dunia maya, logo sejenis juga bertebaran cukup banyak, baik di beberapa akun facebook maupun sejumlah blog pribadi dan komunitas NU. Dengan kata kunci ”logo nahdlatul ulama”, mesin pecarian google akan memunculkan logo keliru NU itu pada deretan keempat gambar teratas. 

Sekarang, logo resmi NU yang memenuhi standar telah disebarluaskan ke masyarakat melalui situs Radio Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Para peselancar dunia maya dapat mengunjungi alamat radio.nu.or.id dan mengunduh logo resmi ini di kolom website yang telah disediakan. ”Jika ingin dowonload cukup kunjungi Radio Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah dan buka toolbar Download Files,” kata Manajer Radio Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Mustiko Dwipoyono.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 06 Mei 2016

Gus Sholah: Kalau Hanya Puasa Fisik, di Bulan Ramadhan Tetap Ditangkap KPK

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengasuh Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) menyatakan kegelisahannya atas kelaziman pemaknaan puasa yang hanya berarti penahanan makan, minum, dan hubungan badan. Kalau pemaknaan tunggal seperti ini yang dipegang, tidak heran kalau ada saja pejabat yang melakukan perbuatan menyimpang.

Demikian disampaikan Gus Sholah pada acara silaturahim dan halal bihalal bersama pengasuh dengan seluruh dewan guru dan karyawan pesantren setempat, Sabtu (1/7).

Gus Sholah: Kalau Hanya Puasa Fisik, di Bulan Ramadhan Tetap Ditangkap KPK (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Kalau Hanya Puasa Fisik, di Bulan Ramadhan Tetap Ditangkap KPK (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: Kalau Hanya Puasa Fisik, di Bulan Ramadhan Tetap Ditangkap KPK

"Bulan Ramadhan kok malah tertangkap KPK," sergahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mantan Wakil Ketua Komnas HAM ini menegaskan bahwa para pejabat dan wakil rakyat yang tertangkap mungkin saja tengah menjalankan puasa. "Tapi yang puasa hanya mulutnya," tegasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Oleh sebab itu, umat Islam harus terus menjaga spirit puasa usai Ramadhan. "Agar mampu meraih derajat sebagai hamba yang bertakwa," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 02 Mei 2016

Rondan Kampung NU, Wadah Obrolan Anak Muda NU Sedan Rembang

Rembang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Forum Rondan Kampung Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah merupakan wadah obrolan anak-anak muda NU tentang masalah yang sedang berkembang di masyarakat. Obrolan ini juga disajikan lewat siaran radio dan interaktif dengan para pendengarnya.

Rondan Kampung NU, Wadah Obrolan Anak Muda NU Sedan Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)
Rondan Kampung NU, Wadah Obrolan Anak Muda NU Sedan Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)

Rondan Kampung NU, Wadah Obrolan Anak Muda NU Sedan Rembang

Ketua Forum Rondan Kampung NU Zahid Abdurrohman mengatakan, wadah tersebut menjadi ajang mengkritik namun bukan mencaci. Ia menjelaskan forum ini melihat sesuatu secara objektif bukan subjektif. Ia menjadi sarana untuk menjawab kegelisahan yang selama ini terjadi pada masyarakat.

"Kita mencoba untuk mengusung ideologi-ideologi Gus Dur (KH Abdul Rahman Wahid). Kita tidak tahu bagaimana untuk menyalurkan dan menerapkannya di masyarakat. Salah satunya dengan Forum Rondan Kampung NU yang disebarluaskan oleh Radio Yespeace FM," terang Zahid.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Seminggu sekali forum ini melakukan kegiatan rutin obrolan terkait isu yang berkembang di masyarakat. Tema yang diambil setiap minggunya berbeda-berbeda. Adakalanya satu tema tidak selesai dalam satu minggu, maka akan dilanjutkan pada minggu depannya.

"Kita mengambil tema yang paling panas di masyarakat, semisal Rembang ini jargonnya tidak ‘Bangkit’ lagi, tetapi mau diubah menjadi ‘Madani’. Kemudian soal tradisi dan budaya, kok sudah berubah dari dulu dan sekarang," ujarnya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Sabtu (26/3) malam.

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat sangat baik. Dilihat dari rating pendengar dan interaksi para pemirsa juga sangat bagus. "Dilihat dari ratingnya, pendengar bisa mencapai 770 yang dijangkau," terangnya.

"Kita sajikan acaranya dengan guyonan, tapi guyonan yang berilmu. Masyarakat kita itu gak suka yang terlalu serius. Mereka sukanya yang santai, guyonan tapi berilmu," tutupnya. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah