Minggu, 29 Maret 2015

Pakar Pangan Filipina Kunjungi Usaha Tiwul LPPNU Waykanan

Way Kanan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Prof Alexis C Del Rosario dari Filipina didampingi Dirjen Ketahanan Pangan Sri Suhartini dan pemerhati UKM Dr Amarhansah meninjau kegiatan usaha pengelolaan hasil singkong menjadi tiwul di Waykanan. Kunjungan ini digelar dalam rangka melihat produk hasil dari singkong selain dari tepung.

Pengelolaan singkong menjadi beras tiwul merupakan usaha yang dikelola oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdatul Ulama Kabupaten Waykanan.

Pakar Pangan Filipina Kunjungi Usaha Tiwul LPPNU Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pakar Pangan Filipina Kunjungi Usaha Tiwul LPPNU Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pakar Pangan Filipina Kunjungi Usaha Tiwul LPPNU Waykanan

Dalam kunjungan ini Ketua LPPNU Yoni Aliestiadi memberikan keterangan kepada tamunya tentang mekanisme pembuatan olahan dari singkong berupa tiwul yang merupakan makanan yang rendah karbohidrat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu juga ia mempraktikkan bagaimana cara pembuatan tiwul di depan rombongan dari Filipina dan Departemen Pertanian Dirjen Ketahanan pangan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Prof Alexis mengatakan bahwa ia merasa senang dapat melihat secara langsung pembuatan makanan alternatif dari singkong yaitu tiwul.

Ditambahkannya bahwa kunjungannya ke Waykanan memang mencari olahan apa saja yang dapat dihasilkan dari tanaman singkong. "Di Filipina singkong hanya dijadikan bahan untuk makanan ternak," ujar Prof. Alexis C. Del Rosario.

"Kami akan mengembangkan olahan yang dihasilkan dari singkong selain makanan ternak," tambahnya.

Sri Suhartini menambahkan bahwa tahun ini pemerintah pusat melalui Departemen Pertanian memberikan bantuan untuk tanaman singkong kepada kelompok petani singkong.

ia mengharapkan Pemda Waykanan dapat berkoordinasi dengan lembaga yang peduli dan memperhatikan para petani singkong untuk bersama-sama memberikan masukan dan pengawasan untuk batuan ini agar sesuai sasaran.

Pengelola pabrik tiwul, Yoni Aliestiadi merasa bangga dengan kunjungan dari Kementrian Pertanian dan perwakilan dari comprehensive assessment of the permormance of the cassava supply chain and value chain and identification of interventions for competitiveness dari Filipina.

Yoni meminta Pemkab Waykanan agar lebih peduli kepada pengusaha UKM yang ada di Waykanan, untuk mengembangkan usaha kecil menengah sehingga mampu bersaing dengan produk dari daerah lain. (Heri Amanudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 23 Maret 2015

Ketika Kiai Ali Maksum Tak Lagi Rais Aam

Kisah ini diceritakan oleh KH Munawir AF, Mustasyar PWNU DIY, yang juga santri Kiai Ali Maksum Krapyak Yogyakarta, Rais Aam PBNU 1981-1984. Tahun 1984, sewaktu hendak berangkat menuju Muktamar Situbondo, Kiai Ali Maksum menjanjikan sejumlah uang kepada santrinya bernama Fadholi muda, kalau nanti tidak lagi terpilih menjadi Rais Aam di Situbondo. ?

Dalam arena Muktamar, Kiai Ali adalah Rais Aam yang memang akan dipilih lagi oleh para kiai sepuh. Karena Kiai Ali terbukti mampu membawa NU menjaga keseimbangan dalam diri NU, disamping kapasitas keilmuan yang sudah diakui publik. Saat itu akhirnya disepakati Ahlul halli wal aqdi (AHWA), Kiai Ali ada di dalamnya bersama Kiai Asad Syamsul Arifin, Kiai Mahrus Ali, dan Kiai Masykur.

Ketika Kiai Ali Maksum Tak Lagi Rais Aam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Kiai Ali Maksum Tak Lagi Rais Aam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Kiai Ali Maksum Tak Lagi Rais Aam

Dalam AHWA ini, Kiai Ali tidak bersedia melanjutkan kepemimpinannya sebagai Rais Aam. Kiai Ali malah mengharapkan NU dipimpin yang lebih muda, sehingga regenerasi di tubuh NU berjalan dengan baik. Akhirnya, terpilih KH Ahmad Siddiq sebagai Rais Aam dan KH Abdurrahman Wahid sebagai Ketua Umum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Seusai Muktamar, Kiai Ali kembali ke pesantren, fokus mengaji dengan para santri dan masyarakat. Kiai Ali fokus membangun generasi NU yang kelak siap memimpin NU dan bangsa di masa depan. Tidak lupa, Kiai Ali memenuhi janjinya memberikan sejumlah uang kepada santrinya bernama Fadholi. Sekali lagi, Kiai Ali malah memberikan sejumlah uang kepada santrinya ketika tidak terpilih lagi menjadi Rais Aam.

Kisah ketidaksediaan Kiai Ali akhirnya ditiru santrinya bernama KH A Mustofa Bisri (Gus Mus), walaupun sudah ditetapkan AHWA sebagai Rais Aam, tetap saja Gus Mus menolaknya. Inilah akhlak yang dimiliki Kiai NU, sangat tepat menjadi pembelajaran bagi bangsa dan negara dalam berbagai agenda demokrasi. Pilpres dan Pilkada di Indonesia harus belajar kepada NU, karena demokrasi tanpa nilai-nilai kearifan, maka akan melahirkan pemimpin yang merusak dan menghancurkan demokrasi itu sendiri.

Akhlak para kiai NU menjadi referensi yang sangat tepat untuk membangun peradaban Indonesia dan dunia. (Muhammadun, aktif di LTN NU DIY)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 17 Maret 2015

NKRI Amal Jariyah yang Harus Dijaga

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH M Dian Nafi’memaparkan, segala urusan harus dipertimbangkan secara proporsional. Apapun tindakan atau keputusan yang tidak tepat pada posisi dan kegunaannya, justru akan menjadi persoalan tersendiri dalam penerapannya.

NKRI Amal Jariyah yang Harus Dijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
NKRI Amal Jariyah yang Harus Dijaga (Sumber Gambar : Nu Online)

NKRI Amal Jariyah yang Harus Dijaga

Ia menyampaian hal tersebut dalam sebuah diskusi mengenai gerakan radikalisme di Kompleks Masjid Al-Wustho Mangkunegaran Solo Jawa Tengah, Jumat (5/9) siang. Selain Dia, hadir pula sebagai pembicara Ustadz Shabbarin (Sekjen Majelis Mujahidin Indonesia) dan Dr. Amir Mahmud (Ketua Forum Daulah Islamiyah).

“Sikap berlebih-lebihan dalam beragama itu justru dilarang oleh agama. Kerusakan yang terjadi pada masa-masa sebelumnya (sebelum Islam) itu terjadi juga karena sikap yang berlebih-lebihan seperti itu,” tutur Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menanggapi santernya wacana mengenai kehadiran ISIS di Indonesia, kiai yang akrab disapa Pak Dian itu menegaskan, Islam adalah agama yang mengajarkan kesederhanaan. Termasuk kesederhanaan dalam bersikap, berpikir, dan berbuat.

“Umat Islam di Indonesia seharusnya juga tidak perlu ragu, untuk mendukung NKRI. Karena NKRI adalah amal jariyah umat Islam yang harus dijaga sebagai warisan untuk generasi masa depan,” tegasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Shabbarin menegaskan bahwa ISIS tidak akan bisa berkembang di Indonesia karena sejak awal sudah tidak jelas posisinya dalam percaturan dan pergulatan umat Islam di dunia. Dia bahkan dengan tegas mengatakan ISIS adalah bentukan kelompok sempalan yang ingin memecah-belah Islam. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 13 Maret 2015

Jaga Tradisi Nahdliyyin, Kader Ansor Tasik Peringati Isra Miraj

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Pondok Pesantren Al-Istiqomah Cibunigeulis, Bungursari pimpinan KH Didi Ruyani, dipadati jamaah pengajian. Santri dan ratusan warga masyarakat berbaur memadati tempat yang dipersiapkan panitia untuk memperingati Isra’ dan Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW.?

Mengawali pengajian pada Rabu siang (5/5) itu, jamaah disuguhkan dengan penampilan qosidah rebana dan kreasi seni dari para santri.?

Jaga Tradisi Nahdliyyin, Kader Ansor Tasik Peringati Isra Miraj (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Tradisi Nahdliyyin, Kader Ansor Tasik Peringati Isra Miraj (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Tradisi Nahdliyyin, Kader Ansor Tasik Peringati Isra Miraj

Ketua panitia Ajat Sudrajat mengatakan, peringatan Isra dan Mi’raj ini dilaksanakan untuk menjaga tradisi keagamaan yang ada di NU.

“Saat ini telah terjadi fenomena dimana banyak kelompok yang terus gencar membidah-bidahkan tradisi dan amalan-amalan yang biasa dilaksanakan oleh kalangan NU. Makanya kita jadikan acara ini sebagai bentuk penguatan pemahaman terhadap Nahdliyyin,” terang pengurus Ansor Tasikmalaya bidang IPTEK ini.?

Lebih lanjut, Ajat mengingatkan akan peran dari pondok pesantren dalam upaya menjaga nilai-nilai luhur yang ditanamkan para ulama terhadap umat.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Pesantren Al-Istiqomah ini sudah cukup lama berdiri di Bungursari, dan akan terus berkomitmen menjaga tradisi yang ? telah diwariskan oleh para ulama Ahlisunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah," terang keponakan dari KH Didi Ruyani ini.?

Ketua PMII Kota Tasik 2014-2015 ini mengatakan, "Tujuan kegiatan ini disamping untuk merawat tradisi, juga untuk menjaga ukhuwah Islamiah, serta mengambil Hikmah dari peristiwa Isra wal Miraj Nabi Muhammad SAW," pungkasnya

Mubaligh yang mengisi pengajian pada kegiatan itu adalah Pimpinan Pondok Hidayatul Ulum Awipari ? KH Asep Nur Ilyas. Dalam taushiyahnya, ia mengingatkan perihal perlunya menjaga tradisi Rajaban sebagai upaya memperkuat ukhuwah islamiyyah, wathoniyah dan basyariyah. (A. Arif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Tokoh, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah