Jumat, 18 Juni 2010

Ketemu Jokowi, Kiai Said Diskusikan Terorisme dan Radikalisme

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj bertemu dengan Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Menkopolhukam Luhut Panjaitan dan Menag Lukman Hakim Saifuddin di Istana Merdeka, Jum’at (5/2).?

Dalam pertemuan tersebut didiskusikan masalah terorisme dan radikalisme yang menjadi ancaman di Indonesia. “Gangguan yang mengancam NKRI adalah radikalisme dan terorisme. Kita memberi masukan jaringan radikalisme, mengapa, kapan, dimana mulainya sampai Islam radikal menguat,” katanya di Gedung PBNU.

Ketemu Jokowi, Kiai Said Diskusikan Terorisme dan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketemu Jokowi, Kiai Said Diskusikan Terorisme dan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketemu Jokowi, Kiai Said Diskusikan Terorisme dan Radikalisme

“Masalah darurat narkoba juga saya sampaikan. Saya akan mendukung langkah-langkah pemerintah untuk menanganinya,” paparnya.?

Selain dua masalah penting tersebut, dalam pembicaraan itu, Kiai Said juga melaporkan berbagai kegiatan PBNU, termasuk rencana penyelenggaraan international summit, yaitu pertemuan ulama-ulama moderat dari seluruh dunia yang akan diselenggarakan pada Mei mendatang.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepada Jokowi, Kiai Said juga menegaskan bahwa NU akan selalu di belakang konstitusi, siapapun presidennya. “Bung karno saja, ketika dipertanyakan sah atau tidak menurut agama Islam. Oleh Kiai Wahab dinyatakan sah sebagai waliyul amri bidhorurah. Nah, apalagi sekarang presidennya dipilih rakyat,” imbuhnya.?

Ia menegaskan, NU mendukung sejumlah kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat seperti revisi UU terorisme, edaran kapolri tentang ujaran kebencian, eksekusi terhadap bandar narkoba, dan lainnya.?

Pada pertemuan tersebut disepakati adanya kerjasama antara NU dengan Menkopolhukam terutama terkait dengan upaya deradikalisasi. (Mukafi Niam)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Sholawat, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 13 Juni 2010

Ini Pesan KH Aceng Mujib untuk 478 Alumni Pesantren Al Fauzaniyyah

Garut, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Sebanyak 478 siswa dan siswi yang telah menyelesaikan pindidikan di SMP, MA dan SMK Fauzaniyyah Sukaresmi-Garut dilepas pengasuh Pesantren Fauzan I, KH Aceng Aam Umar Alam, Rabu (24/5). Para santri diminta tetap menjadi kader Aswaja, dan menjaga akhlakul karimah.

“Santri dan siswa Fauzan selalu dibekali wasiat untuk menjaga akhlakul karimah, karena ciri khas siswa yang belajar dibawah naungan Yayasan Al-Fauzaniyyah Sukaresmi-Garut harus memiliki akhlak yang baik. Karena sepintar apapun kita sebagai manusia maka tidak ada harganya, sebagaimana keterangan nabi kita menyampaikan bahwa "sesungguhnya diriku di utus untuk menyempurnakan akhlak,” tutur KH Aceng.

KH. Aceng Abdul Mujib atau di kenal dengan Aceng Mujib, menerangkan bahwa siswa yang di belajar di bawah naungan Yayasan Al-Fauzaniyyah Sukaresmi-Garut dididik untuk menjadi kader-kader ASWAJA yang militan namun berdaya saing secara global.

Ini Pesan KH Aceng Mujib untuk 478 Alumni Pesantren Al Fauzaniyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan KH Aceng Mujib untuk 478 Alumni Pesantren Al Fauzaniyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan KH Aceng Mujib untuk 478 Alumni Pesantren Al Fauzaniyyah

"Hal tersebut di buktikan dengan banyaknya prestasi yang di raih oleh siswa, salah satunya yaitu juara desain web tingkat Kabupaten, Juara Pencak Silat tingkat Propinsi, Juara Olimpiade Matematika tingkat Kabupaten, dan banyak lagi prestasi yang di raih oleh siswa-siswa yang belajar di SMP, MA dan SMK Fauzaniyyah," bebernya.

Dikatakan Aceng Mujib, sebanyak 478 siswa yang telah menyelesaikan belajar di bawah naungan Yayasan Al-Fauzaniyyah Sukaresmi-Garut. Mereka terdiri dari 238 siswa SMP Fauzaniyyah, 123 siswa MA Fauzaniyyan dan 117 siswa SMK Fauzaniyyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadir dalam pelepasan santri dan siswa, sesepuh Pondok Pesantren Fauzan, KH Aceng Aam Umar Alam, Rais Syuriah, KH Aceng Muhammad Ali, Ketua Tanfidziah, KH Aceng Auf Fauzani, ? MWC NU Sukaresmi, Pembina Ansor dan Banser Sukaresmi, KH Aceng Bubuh Ahmad Hasbullah dan KH Aceng Sasan Muhammad Hasan serta Pembina Laskar Sunni Kyai A Aip Mukhtar Fauzi juga seluruh dewan Masyayikh Pondok Pesantren Fauzan 1-8.?

Selain itu, hadir pula, Ahmad Ridwan, Camat Sukaresmi, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, dan Muspika setempat. (Muhammad Salim / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 06 Juni 2010

PBNU Mengutuk Keras Bom Mapolresta Cirebon

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj berduka cita dan mengutuk tindakan pengeboman yang terjadi di Masjid Mapolresta Cirebon, pada saat salat Jumat, 15 April 2011. “Ini adalah bukti kelemahan intelijen kita. Dan yang lebih memprihatinkan lagi ini terjadi di Kota Cirebon yang terkenal sebagi Kota Wali,” kata Kang Said di Jakarta.



PBNU Mengutuk Keras Bom Mapolresta Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Mengutuk Keras Bom Mapolresta Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Mengutuk Keras Bom Mapolresta Cirebon

“Sebagai orang kelahiran Cirebon, saya mengajak masyarakat Cirebon baik muslim maupun non muslim untuk bersatu melawan terorisme dan radikalisme. Karena dalam kondisi dan atas nama apapun tindakan pengeboman tidak bisa dibenarkan,” tambah Kang Said.

Kang Said juga sudah menginstruksikan seluruh elemen NU Cirebon untuk bergerak dan mengusut tuntas kasus ini. “Saya telah memerintahkan Ketua PCNU Cirebon untuk segera bergerak dan berkoordinasi bersama aparat terkait. Saya yakin kalau polisi tidak mampu bergerak sendirian. NU dengan segala sumberdayanya akan bergerak untuk membantu aparat terkait,” tambah Kang Said.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masih menurut Kang Said, dari serangkaian kasus yang terus terjadi hingga hari ini muncul kesan pembiaran. Penanganan yang dilakukan aparatur pemerintah selama ini cenderung reaksioner. Dari hari ke hari kasus bom terus menerus terjadi. Hal itu memunculkan dugaan ketidakseriusan pemerintah dalam menangani kasus terorisme dan radikalisme secara sungguh-sungguh.

Sebagai orang Cirebon, Kang Said tahu persis situasi dan kondisi di daerah Cirebon dan sekitarnya. “Di Cirebon, Kuningan, dan sekitarnya ada beberapa komunitas yang mengajarkan radikalisme dan mencaci maki ajaran NU yang selama ini sudah mapan. “Ini adalah teror teologi yang tinggal sedikit lagi menjadi tindakan teror. Saya minta yayasan-yayasan yang didanai oleh Arab diawasi secara penuh. Saya tidak menuduh, tapi saya minta masyarakat untuk waspada,” ujar Kang Said. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Halaqoh, Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah