Jumat, 10 Desember 2004

Di Usia ke-68, Keadilan Sosial Belum Merata

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pada usia ke-68 Republik Indonesia (RI) keadilan sosial belum merata bagi semua lapisan masyarakat. Ketidakadilan sosial ini dirasakan langsung oleh lapisan masyarakat yang minus akses sosial, kekuasaan, modal finansial. Dari kenyataan demikian masyarakat dan segenap perangkat negara perlu berbenah untuk perbaikan.

Perihal ini dikatakan Sekretaris Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) M Aqil Irham ketika ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Kantor PP GP Ansor jalan Kramat Raya nomor 65A, Jakarta Pusat, Selasa (22/8) malam.

Di Usia ke-68, Keadilan Sosial Belum Merata (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Usia ke-68, Keadilan Sosial Belum Merata (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Usia ke-68, Keadilan Sosial Belum Merata

Sebagai contoh ketidakadilan sosial M Aqil Irham menunjuk pada sejumlah kasus diskriminasi yang terjadi di tengah masyarakat. Sebagian kelompok warga negara masih belum merdeka untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya. Kejadian itu ironisnya terus berulang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Bayangkan saja sekelompok orang harus mengungsi karena perbedaan keyakinan baik agama maupun perubahan sekte,” kata M Aqil Irham.

Padahal Pancasila sebagai asas bernegara telah memberikan jaminan kemerdekaan penuh beribadah bagi semua warganya sejauh tidak menggangu ketertiban umum, tegas M Aqil Irham.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain kemerdekaan beribadah ketidakadilan sosial juga terkait dengan persoalan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dan hak-hak sipil masyarakat lainnya. Masyarakat belum mendapat perlindungan di hadapan hukum. Semua itu, sambung M Aqil Irham, merupakan persoalan serius yang perlu keseriusan semua kalangan.

Kekuasan dan sumber perputaran ekonomi yang masih berpusat juga memiliki kecenderungan yang mengarah kepada ketidakadilan sosial. Dari situ, semua elemen masyarakat terutama pejabat publik perlu berbenah dan berupaya keras menciptakan kondisi yang akomodatif secara politik, ekonomi, sosial, dan budaya bagi semua, tandas M Aqil Irham.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 06 Desember 2003

Perpisahan Kelas, Sekolah Ini Khatamkan 30 Kali Al-Quran

Banjar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ratusan siswa dan alumni Madrasah Aliyah Al-Azhar Kota Banjar menggelar perpisahan kelas dan Isra Miraj. Pada kesempatan ini mereka merampungkan Al-Quran sebanyak 30 kali khatam sejak pagi sekitar pukul 5.30-9.00 WIB di ruang kelas serta halaman sekolah, Rabu (11/5).

Menurut Ketua Panitia Irfan Saeful Rohman, sebanyak 142 siswa yang telah dinyatakan lulus perlu mendapatkan dorongan motivasi dari guru, orang tua, serta lingkungan menuju jenjang selanjutnya.

Perpisahan Kelas, Sekolah Ini Khatamkan 30 Kali Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpisahan Kelas, Sekolah Ini Khatamkan 30 Kali Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpisahan Kelas, Sekolah Ini Khatamkan 30 Kali Al-Quran

"Usaha kita upayakan para siswa melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Doa pun kita panjatkan melalui khataman ini agar mereka dipermudah jalannya oleh Allah," terangnya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Irfan berharap melalui kegiatan ini siswa senantiasa cinta terhadap agama dan NKRI. Pasalnya, siswa yang telah lulus juga perlu mendapatkan arahan agar tidak terjebak paham yang tidak jelas arahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Semua alumni selalu kita kumpulkan dalam momentum tertentu. Intinya agar kita tahu perjalanan para alumni sekolah ini," pungkasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepala sekolah Al-Azhar Drs KH Muin Abdurrohim menegaskan, siswa yang telah lulus diimbau untuk memegang teguh ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

"Saya berpesan semua alumni MA Al-Azhar senantiasa dekat dengan pesantren, dekat kiai serta wajib menjaga keutuhan NKRI dari segala paham transnasional yang bertentangan dengan Pancasila," tegasnya.

Dari informasi yang dihimpun Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, sebanyak 31 siswa telah diterima di perguruan tinggi yang ada di Indonesia melalui jalur program SNMPTN. (Muhafid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Pendidikan, Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah